.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH. MH menghadiri Rapat Pleno Rekapitulasi dan perhitungan perolehan suara pemilu Presiden/Wakil, DPR RI, DPD RI, DPRD PROV dan DPRD Kota Medan di tingkat KPU Provinsi Sumatera Utara, yang telah memasuki hari ke 5  di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan Petisah, Kota Medan, Minggu (12/05/19).

Pada pukul 14:55 Wib, rapat pleno terbuka dilanjutkan setelah sebelumnya pada tanggal 9 Mei 2019, bertempat di Hotel JW Marriot Medan diskors / ditunda dikarenakan menunggu hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat KPU Kota Medan dan Deli Serdang belum selesai dilaksanakan.

Skors dicabut oleh pimpinan sidang Benget Silitonga. Kemudian sekira pukul 15.00 Wib dilakukan pembacaan rekapitulasi tingkat KPU Kota Medan.

Pada pukul 22.35 Wib KPU Sumut memberikan keterangan bahwa KPU hanya melakukan Kroscek data, sehingga diputuskan Rapat Pleno di Skors sampai pada hari Senin tanggal 13 Mei 2019 pukul 10.00 Wib

Di kegiatan tersebut, peserta Rapat Pleno KPU Provinsi Sumut di hadiri 200 orang diantaranya, Ketua KPU Provinsi Sumut, Komisioner KPU Provinsi, Ketua Bawaslu Provinsi Sumut, Komisioner Bawaslu Sumut, Ketua KPU Kota Medan, Komisioner KPU Kota Medan, Sekretaris KPU Kota Medan, Ketua Bawaslu Kota Medan, Tim pemenang Presiden/Wakil Presiden, saksi saksi Partai, Saksi DPD, Awak Media, Komisioner Bawaslu Kota Medan, dan para tamu undangan dari Pihak Polri. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) -  Rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat provinsi yang sedianya berakhir pada Kamis (9/5) terpaksa diperpanjang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara.

Ketua KPU Sumut Yulhasni di Medan, Jumat, mengatakan pihaknya terpaksa menskorsing waktu pelaksanaan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu 2019 tersebut.

Karena memang terdapat sejumlah Kabupaten/Kota yang belum menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi di tingkat daerahnya masing-masing, seperti misalnya Kota Medan, Kabupaten Deliserdang dan Nias Selatan.

"Ada sejumlah daerah yang belum selesai rekapitulasi di daerahnya masing-masing. Kami rencanakan rekapitulasi tingkat provinsi kembali digelar mulai 11 hingga 12 Mei 2019. Mengenai lokasinya nanti akan kami informasikan kepada media," katanya.

Ia mengatakan, sampai sejauh ini proses rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat provinsi yang dimulai 6 hingga 9 Mei lalu berjalan dengan baik dan rekapitulasi terhadap sejumlah daerah juga sudah selesai dilakukan.

"Proses rapat pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019, awalnya dimulai pada Senin (6/5) dan berakhir Kamis (9/5). Namun, terpaksa harus di skors karena ada beberapa daerah yang belum selesai," katanya.

Sebelumnya, ia juga menyampaikan partisipasi pemilih dalam pemilu serentak yang digelar 17 April 2019 lalu untuk Sumatera Utara mencapai 79,91 persen atau melampaui target nasional sebesar 77,5 persen.

"Pilpres tahun 2014 tingkat partisipasi pemilih hanya 69 persen. Kalau kali ini mencapai 79,91 persen bahkan melewati target nasional yang hanya 77,5 persen," katanya saat membuka pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 untuk tingkat Sumut. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Dalam rangka menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif di Provinsi Sumatera Utara serta menyikapi maraknya penyampaian pendapat di muka umum, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H.MH., mengeluarkan maklumat bernomor : Mak/03/V/Huk.12.12/2019.
Polda Sumut tidak segan-segan untuk menindak para pelaku yang menyampaikan aspirasi di muka umum dengan niat menggulingkan pemerintahan yang sah, serta mendelegitimasi hasil Pemilu 2019 dan KPU.

Maklumat tersebut sebagai landasan penyampaian pendapat dimuka umum yakni :
1. Bahwa menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak konstutisional yang dilindungi oleh undang undang, namun dalam pelaksanaannya harus menghormati hak azasi manusia, menjaga ketertiban umum, disampaikan dengan bahasa yang santun, tidak menebarkan ujaran kebencian kepada perorangan, kelompok, agama, suku dan atau golongan.
2. Masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum agar mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya Undang Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum, dengan memperhatikan kewajiban, larangan dan sanksi.
3. Apabila penyampaian pendapat di muka umum membahayakan keselamatan orang atau petugas, maka dapat dilakukan tindakan kepolisian sesuai dengan Peraturan Kepolisian Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian.
4. Dalam menyampaikan pendapat di muka umum dilarang membawa, memiliki, menyimpan, mengangkut atau menguasai senjata api, amunisi, bahan peledak, senjata tajam, senjata penusuk dan atau senjata pemukul serta peralatan lainnya yang membahayakan, terhadap pelaku dapat diancam melanggar UU Darurat RI No 12 Tahun 1951.
5. Pada saat menyampaikan pendapat di muka umum dilarang melakukan kekerasan terhadap orang atau barang yang dapat mengakibatkan luka, luka berat atau maut, pelaku dapat diancam melanggar Pasal 170 KUHP dengan hukuman pndana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.
6. Penyampaian Pendapat di muka umum atau unjuk rasa yang bertujuan menggulingkan Pemerintahan yang sah (makar), maka terhadap pelaku dapat diancam melanggar Pasal 107 KUHP dengan hukuman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun atau seumur hidup.
Kapolda Sumut Irjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H. M.H.,mengatakan bahwa semua masyarakat yang mencoba makar terhadap pemimpin negara yang sah akan ditindak tegas. TNI dan Polri juga sudah siap berhadapan dengan para pelaku perusak negara.

Dikatakan Kapolda, saat ini jajarannya sudah menerima dua laporan terkait makar dan saat ini penyidik terus menelurusi dengan mencari bukti-bukti yang menguatkan orang tersebut berupaya melakukan makar.

Kapolda meminta masyarakat Sumatera Utara untuk tetap sabar menunggu hasil Pemilu dari KPU dan tidak ada gerakan-gerakan inkonstitusional yang dapat merusak keberkahan Ramadhan.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP. M.P. Nainggolan membenarkan Polda Sumut telah mengeluarkan maklumat itu dalam rangka memelihara situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Provinsi Sumut.

"Maklumat ini juga guna menyikapi maraknya penyampaian pendapat di muka umum. Terutama, kepada penanggung jawab dan peserta penyampaian pendapat di muka umum," jelas AKBP. M.P. Nainggolan saat dikonfirmasi wartawan. (Surat Maklumat Kapoldasu)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) melanjutkan rapat pleno Rekapitulasi dalam Sidang Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Provinsi Sumatera Utara Pemilihan Umum Tahun 2019 Hotel JW Mariot Medan, 6-9 Mei 2019 masuki hari kedua Selasa (7/5/2019) pagi.

Rapat rekapitulasi kali ini dihadiri oleh Komisioner KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, Bawaslu, saksi partai politik, saksi capres dan cawapres 01 dan 02 dan saksi pasangan calon peserta pemilu serta pemantau pemilu.

Selanjutnya, dalam pantauan intaikasus.com di lokasi, rekap hari ini dilanjutkan oleh KPU Kabupaten/Kota Batu Bara, sebelum amlop yang berisikan surat suara yang tersegel itu di rekap oleh Kabupaten Batu Bara, Komisioner KPU Kabupaten/Kota Batu Bara memperlihatkannya terlebih dahulu kepada seluruh peserta rapat, yaitu Bawaslu, saksi partai politik, saksi capres dan cawapres 01 dan 02 dan saksi pasangan calon peserta pemilu serta pemantau pemilu.

Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sapu bersih dan menang telak atas pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Kabupaten Batu Bara. Pasangan nomor urut 02 unggul di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Batu Bara
Hasil pleno KPU Provinsi Sumut terhadap KPU Kabupaten Batu Bara, pasangan no urut 02 Prabowo-Sandiaga berhasil mendulang perhatian masyarakat Kabupaten Batu Bara dengan mendulang 128782 suara sedangkan pasangan no urut 01 Jokowi-Ma'ruf mendulang 95563 suara pada pemilu 2019. 

Tak sampai di situ. Persentase partisipasi Pemilu 2019 ini juga lebih tinggi dibandingkan Pemilu 2014. (Ik)
Views
              Ilustrasi

INTAIKASUS.COM, (Jakarta) - KPU mengatakan jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pada saat proses rekapitulasi hasil Pemilu 2019 kembali bertambah. Saat ini tercatat sebanyak 119 orang meninggal dunia. 

"Datanya bertambah, 119 meninggal dunia, 548 sakit, tersebar di 25 provinsi," ujar komisioner KPU Viryan Aziz di kantor KPU, Jln. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019).

Viryan mengatakan, total petugas KPPS yang meninggal dunia dan sakit sejumlah 667 orang. Dia menyebut data ini berdasarkan update terbaru hari ini hingga pukul 16.30 WIB. 

"Berdasarkan data yang kami himpun hingga pukul 16.30 WIB, petugas kami yang mengalami kedukaan ada 667 orang," ujar Viryan.

Jumlah anggota KPPS meninggal dunia ini bertambah sebanyak 28 orang. Sedangkan jumlah anggota KPPS sakit bertambah sebanyak 174 orang sejak pendataan pada Senin (22/4) petang. 

Diketahui, sebelumnya tercatat 91 orang meninggal dunia dan 374 orang sakit. Mereka tersebar di 19 provinsi. KPU akan bertemu dengan Kemenkeu membahas soal santunan untuk korban.

"KPU sudah membahas secara internal terkait dengan santunan yang akan diberikan kepada penyelenggara pemilu yang tertimpa musibah. Dengan memperhitungkan berbagai macam regulasi asuransi BPJS, kemudian masukan-masukan dan catatan yang selama ini diberlakukan. Karena kami besok merencanakan akan melakukan pertemuan dengan Kementerian Keuangan," kata Ketua KPU Arief Budiman, Senin (22/4). (Net)
Views

INTAIKASUS.COM, (Belawan) - Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis,Sh.,Mh bersama dengan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH,SIK,MSi Sambangi Kantor KPU Kota Medan yang terletak di jalan Kejaksaan No 37 Medan, Selasa (23/4/2019).

Dalam kunjungan tersebut turut didampingi oleh Kasat Intel Polres Belawan Akp Sutarjo Begawan Ito Manulang, Kasat Reskrim Polrestabes Medan Akbp Putu Yudha Prawira,SIK,SH,MH, Kasat Intel Polrestabes Medan Akbp Masana Sembiring,SSos,
Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing,SIK,MH.

Kapolres Pelabuhan Belawan dan Kapolrestabes Medan disambut langsung oleh Ketua KPU Kota Medan Agusyah Ramadani Damanik, Ketua Bawaslu Kota Medan Payung Harahap, Komisioner KPU Kota Medan Rinaldy dan Jefrizal.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi,  mengatakan Kegiatan Sambang Ke Kantor KPU Kota Medan ini untuk memastikan Kesiapsiagaan anggota dalam melaksanakan pengamanan Kantor KPU dan Bersilaturahmi dengan pengurus KPU Kota Medan dan sekaligus berkordinasi tentang Keamanan.

"Kami datang kesini juga mengapresiasi kepada KPU dan Bawaslu bahwa indikatornya jika ada komplain ataupun permasalahan mereka cepat dan respon datang langsung."ujar Kapolrestabes Medan.

Dikatakannya, dalam pelaksanaan pemilu ini perlunya pengamanan dan kesiapsiagaan personel untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

"Saya mengajak warga Kota Medan untuk ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban Pemilu 2019. Jangan terprovokasi dan termakan isu – isu yang memecah belah Persatuan dan Kesatuan kita. Mari kita tunggu hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU," tandasnya. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Belawan) - Untuk mengamankan jalannya Pemilihan Umum (Pemilu) April 2019, Polres Pelabuhan Belawan mengerahkan 588 personel di 1974 TPS.

Hal itu dikatakan Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis SH MH, usai gelar apel penerimaan pasukan Sarana dan Prasarana (Sarpas) Polda Sumatera Utara di halaman Mapolres Pelabuhan Belawan Jalan Pelabuhan Raya, Bagan Deli, Sumatera Utara, Selasa (16/4/2019).

"Guna mengamankan pemilihan umum April 2019 nanti, kita mengerahkan 588 personel yang dilibatkan bersama Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polda Sumut," ujar AKBP Ikhwan Lubis didampingi Wakapolres, Kompol Taryono Raharja SIK dan pejabat utama.

Dijelaskannya, Apel penerimaan pasukan yang digelar tersebut menunjukkan kesiapan jajaran Polres Pelabuhan  Belawan dalam menyukseskan dan mengamankan Pemilu.

"Apel gelar pasukan ini menunjukkan kesiapan kita. Sebab, pengaman pemilu bukan pekerjaan yang mu­dah, namun dengan keihkla­san, kerja keras dan kerja sama yang baik serta pertolongan Allah Swt, kita akan mampu mensukseskan pesta demokrasi ini," jelas mantan Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Sumut ini.

Dari itu, lanjut Ikhwan Lubis, personel Polres Pelabuhan Belawan senantiasa selalu mempersiapkan fi­sik dan mental, serta bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas pengamanan serta selalu  melakukan kordinasi dan ker­jasama dengan instansi ter­kait lainnya.

"Saya tegaskan sekali lagi kepada personel untuk bersungguh-sungguh melaksanakan tugas pengamanan pada pemilu. Karena, Intitusi Polri dituntut lebih bekerja ekstra, dalam menjaga Kamtibmas yang aman dan da­mai bagi seluruh lapisan masyarkat Medan Utara yang memberikan hak suaranya pada Pilpres dan Pileg besok," tegas Kapolres. (Red)
Views
Kakanwil Kemenkum dan HAM Sumut Dewa Putu Gede kepada wartawan saat meninjau pelaksanaan pemilihan di Lapas Dewasa Tanjunggusta Medan, Rabu (17/04).

INTAIKASUS.COM, (Medan) – Pasangan Calon Presiden Prabowo-Sandi Nomor 02 unggul di lima Tps yang dilaksanakan di Lapas Dewasa Klass IA Tanjung Gusta Medan, dalam pencalonan Pilpres 2019, yang berlangsung Rabu (17/04/2019).

Dimulai dari TPS 61, Pasangan Capres Jokowi Amin atau Nomor 01 meraih 48 dan Capres Prabowo-Sandi Nomor 02 meraih 124 suara, serta suara tidak sah 3 dengan jumlah 175 suara.

TPS 62, Capres 01 meraih 76 dan Capres 02 meraih 146 serta suara tak sah sebanyak 2 dengan total 224.

TPS 63, Capres 01 meraih 62 dan Capres 02 meraih 185, serta suara tidak sah 8 dengan total suara 255.

TPS 65, Capres 01 meraih 33 dan Capres 02 meraih 71 dengan total suara 104.

TPS 53, Capres 01 meraih 48 suara dan Capres 02 meraih 120 serta suara tak sah sebanyak 4 dengan total 172. (Ik)