.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Sunggal) - Guna membangun sinergitas, tiga pilar di Kecamatan Medan Selayang menggelar apel bersama dan rapat koodinasi, Rabu (18/9). Tiga pilar yang dimaksud yakni Pemerintahan Kecamatan Medan Selayang, Polsek Sunggal dan Koramil 07/MT. 

Apel itu dipimpin oleh Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi. Turut hadir Camat Medan Selayang Sutan Tolang Lubis, S.STP, M.SP, Sekcam Vizza Pandana, Wakapolsek Sunggal Akp Enan Surbakti, Danramil 07/MT, serta para Lurah, pihak Puskesmas dan para Kepling di Kecamatan Medan Selayang.


Dalam kesempatan itu, Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi menyampaikan arahan antara lain apel pagi 3 pilar ini adalah sebagai bentuk sinergitas dan ajang silaturrahmi antar aparatur negara. 

"Dewasa ini pelaku kejahatan semakin banyak baik bentuk maupun modusnya yang semakin berkembang, sehingga diharapkan aparat negara tetap jeli dan waspada serta tanggap terhadap setiap keluhan masyarakat,"sebutnya.

Lanjut dikatakan Yasir, diharapkan ke 3 pilar ini dapat bersinergi dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat khususnya tentang masalah peredaran gelap narkoba.


Dan diharapkan agar setiap kelurahan dapat mengaktifkan kembali Pos Kamling guna mencegah terjadinya tindak pidana," ucapnya. 

Usai melaksanakan apel pagi 3 pilar, dilanjutkan dengan coffee morning selanjutnya diteruskan dengan acara rapat koordinasi yang dipimpin oleh Camat Medan Selayang Sutan Tolang Lubis, S.STP, M.SP. (Rina)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI/POLRI (FKPPI) 0201 Kota Medan menggelar peringatan HUT FKPPI ke-41, bertempat di Terminal Pinang Baris, Kel. Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (14/9/2019).

Acara yang mengambil Tema "Bersatu Berdaulat Bersama Untuk Kebersamaan" tersebut, di buka dengan pemotongan nasi tumpeng, serta kegiatan Bhakti Sosial menyantuni puluhan orang anak yatim dan juga penyerahan tanah secara simbolis seluas 4 hektar yang akan dibangun sebagai kampung FKPPI di Dusun Manunggal Kecamatan Helvetia oleh Ketua FKPPI 0201 Kota Medan Wing Zore Ketaren kepada ratusan kader FKPPI.

Disela-sela acara, Ketua FKPPI 0201 Kota Medan Wing Zore Ketaren sangat mengapresiasi digelarnya Dirgahayu FKPPI ke-41 ini.


"Saya apresiasi kepada panitia pelaksana yang sudah dengan susahpaya, dengan kekompakan sehingga acara HUT FKPPI ke-41 ini sukses digelar", ucap Zore.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan semakin bertambahnya usia FKPPI saat ini, sangat diharapkan para kader pengurus maupun anggota Rayon khususnya jajaran Kota Medan, semakin bersatu, merapatkan barisan.

"Saya intruksikan kepada seluruh kader FKPPI Kota Medan merapatkan barisan, tidak ada istilah kotak-mengkotak, itu semua kita tolak. Jadi tetap saling kordinasi guna meningkatkan peranan organisasi serta untuk menyatukan visi dan misi, pernyataan sikap dan strategi dalam membesarkan organisasi", tegas Zore.

Sementara itu Ketua Rayon 06 Kecamatan Medan Sunggal Ipong Tambunan yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia pelaksana acara, mengucapkan ribuan terimakasih kepada para panitia yang telah berjuang mencurahkan segenap tenaga, waktu, serta pemikiran untuk mensukseskan acara HUT FKPPI ke-41 ini.

"Selaku ketua panitia saya bangga dengan kekompakan para panitia lainnya, sehingga acara ini dapat terlaksana dengan lancar dan sukses", tutur Ipong.

Ipong juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada para tamu undangan yang sudah rela hadir meringankan langkah untuk datang memeriahkan acara ini.


"Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para ketua Rayon dan anggota se-Kota Medan yang sudah datang menghadiri acara ini, apabila ada yang kurang berkenan dalam penyambutan ataupun pelayanan, saya selaku ketua panitia mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya", tandas Ipong.

Pantauan wartawan dilokasi, peringatan Dirgahayu FKPPI ke-41 yang dilaksanakan FKPPI 0201 Kota Medan, berlangsung sukses dan meriah. 

Sedikitnya ratusan kader dari sejumlah Rayon FKPPI se-Kota Medan terlihat hadir memenuhi lokasi, hingga malam harinya acara di warnai dengan hiburan musik keyboard yang dimeriahkan oleh artis Kota Medan. (Rina)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid Fauzul Azim jalan Tangkuk Bongkar X No 46 Tegal Sari Mandala II Medan Denai, Selasa (10/9/2019).

Kegiatan Sholat Subuh ini dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi, Kapolsek Medan Area Kompol Anjas Asmara Siregar, Bkm Masjid Fauzul Azim, Tokoh agama, Tokoh masyarakat, Personel Polsek Medan Area serta jamaah masjid Fauzul Azim yang melaksanakan sholat Subuh.

Kegiatan ini diawali temu ramah dengan pengurus Bkm Fauzul Azim, Sholat Subuh berjamaah dan foto bersama.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi mengatakan, Kegiatan Sholat Subuh ini hanya semata-mata untuk ibadah yaitu mendekatkan diri kepada Allah Swt. Ini merupakan Program Kami menyapa subuh dan membangun silaturahmi serta 
menyampaikan informasi yang berkembang saat ini.

"Saya mengucapkan terimakasih atas dukungan dan doa serta kerjasamanya, keamanaan kita, Kota medan saat ini terus berlangsung aman dan semoga anak cucu kita mengawal bangsa dan negara ini semakin maju.

"Sesuatu yang baik jika kita sampaikan berulang-ulang akan tertanam dihati kita menuju hal yang baik.Setiap manusia diberi amanah, Apakah kita polisi, TNI, masyarakat, Guru dan lain-lain semua adalah amanah. Dan amanah tersebut akan diminta pertanggung jawaban maka sebagai manusia yang ingin berakhir hidup dengan baik khusnul khotimah maka niat harus ditanamkan apa yang terkandung didalam Al qur'an. Niat menjadi sebaik-baiknya manusia hidup harus bermanfaat untuk lingkungan Rahmatan Lil Alamin," ucap Kapolrestabes Medan.

Lebih lanjut dikatakannya, ada beberapa hal yang perlu disampaikan yaitu masalah narkoba, mari kita perkuat masyarakat kita harus sama-sama mengatasi bagaimana supaya jangan terpengaruh narkoba, kalau kita perkuat maka peredarannya tidak akan laku," pungkasnya. (Rina/Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Wujudkan situasi yang aman dan kondusif, Kapolsek Percut Setuan, Kompol Aris Wibowo melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Universitas Negeri Medan (Unimed), Jumat (6/9/2019).
Kepada Mahasiswa asal Papua,    Kapolsek mengajak agar tidak mudah terprovokasi, karena mereka adalah bagian dari kita. Jika ada adik-adik mahasiswa yang mau membuat kegiatan kita siap memfasilitasinya. 
Kedatangan Kapolsek Percut Seituan ini langsung disambut oleh Wakil Rektor III Unimed, Prof Dr Sahat Siagian.
Dalam pertemuan itu, Kapolsek mengajak pihak kampus dan mahasiswa untuk saling bersinergi bersama Polisi dalam menjaga Kamtibmas di lingkungan kampus. Khususnya terhadap mahasiswa asal Papua mengingat saat ini situasi yang sedang tidak kondusif.
Sementara itu, Wakil Rektor III, Sahat Siagian mengaku sudah menekankan hal yang disampaikan Kompol Aris Wibowo kepada semua mahasiswa. Begitu juga dengan anak didik asal Papua untuk tidak ikut dalam aksi unjukrasa.
"Kita juga sudah memberikan penjelasan bahwa mereka aman berada di sini. Kita tetap merangkul mereka untuk ikut dalam setiap kegiatan-kegiatan positif yang ada di kampus," ungkap Sahat. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid Salsabila jalan Bunga Sakura Lingkungan I Tanjung Selamat Medan, Jum'at (6/9/2019).

Kegiatan Sholat Subuh ini dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi, Kapolsek Delitua Kompol Efianto,SH, Bkm Salsabila, Tokoh agama, Tokoh masyarakat, Personel Polsek Delitua serta jamaah masjid Salsabila yang melaksanakan sholat Subuh.

Kegiatan ini diawali temu ramah dengan pengurus Bkm Salsabila, Sholat Subuh berjamaah dan foto bersama.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi mengatakan, Kegiatan Sholat Subuh ini hanya semata-mata untuk ibadah yaitu mendekatkan diri kepada Allah Swt. Ini merupakan Program Kami menyapa subuh dan membangun silaturahmi serta 
menyampaikan informasi yang berkembang saat ini.

"Disamping itu, ini dilakukan untuk membangun Silaturahim dengan masyarakat. Sekarang ini kita selesai dalam pemilu. Perbedaan tidak memutuskan tali silaturahim. 

"Kekuatan kita adalah berdoa, ketika kita berdoa, Allah SWT akan mengatur posisi kita
dengan baik. Selalu berbuat
baik, Selalu memandang orang baik, Insya Allah kita ditempatkan posisi yang baik oleh Allah SWT," pungkas orang nomor satu di Mapolrestabes Medan ini. (Rina)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Personil Kowad Kodam I/BB Serma Septy bersama rekan - rekannya, Serka Rina, Sertu Etrieven dan Sertu, Siska Senin (02/08/2019) datang ke Polsek Medan Helvetia memberikan kejutan Kepada Personil Polwan - Polwan Polsek Medan Helvetia, dengan membawa kue tart yang bertuliskan "Selamat Ulang Tahun Polwan Indonesia ke 71".

Kedatangan Personil Kowad Kodam I/BB dengan tiba - tiba membuat Kapolsek Medan Helvetia.Akp Sah Udur T.M.Sitinjak.SH,SIK,MH, dan Personil Polwan Polsek Medan Helvetia,merasa terkejut atas kedatangan Personil Kowad Kodam I/BB  tersebut, di karenakan saat itu,Kapolsek sedang memimpin rapat di ruang kerjanya untuk mengagendakan kegiatan Polwan - Polwan Polsek Medan Helvetia.

Yang mulanya ruangan Kapolsek sepi dan serius saat rapat, berubah mencair dan ramai atas kedatangan Ibu - Ibu Kowad Kodam I/BB dengan membawa kue tart dan mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke 71 Polwan Indonesia terkhusus Polwan Polsek Medan Helvetiia.

Kapolsek dalam hal ini mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Ibu - ibu Kowad Kodam I/BB, yang mana telah memberikan kejutan kepada Kami Polwan - Polwan Polsek Medan Helvetia. "Mulanya Saya sempat mau marah,sedang rapat kok nyelonong aja masuk ke ruangan kerja Saya, eehh ternyata Ibu - ibu Kowad Kodam I/BB sengaja datang ingin membuat kejutan kepada Kami Polwan - Polwan Polsek Medan Helvetia, terima kasih buat Ibu - Ibu Kowad Kodam I/BB," ujar Kapolsek. (Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi pimpin upacara pemberian penghargaan kepada personel Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru yang berprestasi dan pemberhentian tidak dengan hormat (Ptdh) personel Polrestabes Medan yang dilaksanakan dilapangan Apel Mapolrestabes Medan jalan H M Said No 1 Medan, Rabu (28/8/2019).

Upacara ini dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH SIK MSi, Waka Polrestabes Medan Akbp Rudi Rifani,SIk, Para Kabag
,Kasat,Kasi,Kapolsek Jajaran Polrestabes Medan dan Personel Polrestabes Medan.

Adapun yang mendapat perhargaan Kasat Reskrim Polrestabes Medan Akbp Putu Yudha Prawira,SIK,MH, Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H Tobing,SIK dan Personelnya sebanyak 28 yang berhasil ungkap kasus Begal yang viral dimedia Sosial dan Punisment Ptdh sebanyak 4 Personel terdiri 3  yang Disersi dan 1 terlibat Narkoba.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol
Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,
MSi, mengatakan "Hari ini upacara tersebut dilakukan untuk menjalankan manajemen sumber daya manusia dengan harapan Kinerja individu, unit satuan dan organisasi menjadi lebih baik untuk membangun kepercayaan masyarakat. 

"Pemberian reward ini dilakukan berdasarkan prestasi dari seseorang, di mana prestasi tersebut diukur ke manfaatnya 
orang tersebut dalam organisasi. Saat ini rekan-rekan kita tahu bahwa tantangan tugas kita khususnya di kota Medan Ini pertama yang seringkali meresahkan masyarakat adalah 3 c dan narkoba selain terorisme dan kejahatan lainnya karena beberapa bulan yang lalu cukup meningkat namun dengan kerja keras dari rekan-rekan kita mulai dari tatanan turun ke lapangan memberi tahu kepada masyarakat untuk membangun PAM Swakarsa yang baik," ujar Kapolrestabes Medan.

Lebih lanjut orang nomor satu di Mapolrestabes Medan ini mengatakan, untuk menjadi polisi bagi dirinya sendiri sehingga masyarakat di mana mereka mampu untuk mengamankan barang-barangnya sendiri, apabila mereka melakukan aktivitas selanjutnya Tatanan 
preventif melakukan penjagaan, patroli baik itu terbuka maupun tertutup sehingga melakukan pengungkapan kasus yang terjadi di beberapa tempat, yang terkadang viral di beberapa media berhasil ditangkap, itu adalah kerja keras kita semua mulai dari doa dari rekan-rekan semuanya sampai upaya-upaya ikhtiar yang kita lakukan.

Oleh karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini saya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan kita yang memiliki prestasi yang luar biasa dan membanggakan karena dia adalah pahlawan di dalam organisasi Polri karena orang-orang tersebut didukung oleh kita semua. Organisasi ini memiliki kinerja yang baik, yang dipercaya oleh masyarakat.

Mungkin Pemberian Piagam hanya sebagai gambar tetapi itu akan menjadi sejarah kehidupan dan karir kita di dalam organisasi di dalam kita berkarir yang akan mengangkat diri kita secara individu dan mengangkat Marwah organisasi dan itu tidak ternilai harganya. Oleh karena itu saya juga mengharapkan kepada rekan-rekan lain di manapun akan bertugas, baik itu di lingkungan staf maupun di lingkungan operasional dan pembinaan bahkan rekan-rekan PNS sekalipun lakukan kegiatan-kegiatan capaian kinerja yang bersungguh-sungguh sehingga menghasilkan hasil yang luar biasa.

Kepada tim prestasi agar dimanapun dia bertugas diioperasional maupun staf, semuanya memiliki peran yang sangat penting yaitu bersungguh-sungguhlah bila melaksanakan tugas tersebut sehingga menghasilkan suatu kinerja atau caption yang sangat luar biasa.

Perlu saya sampaikan juga dalam pemberian punishment organisasi Polri tidak akan segan-segan untuk mengeluarkan rekan-rekan dari organisasi Kepolisian seandainya sudah tidak memiliki komitmen, tidak memiliki suatu kesungguhan di dalam melaksanakan tugas dalam organisasi Polri sehingga organisasi tidak sulit untuk melakukan proses maupun melakukan penegakan hukum karena banyak anak-anak muda ribuan orang yang ingin menjadi polisi.Polri pekerjaan yang sangat mulia karena diberikan kewenangan untuk mendorong orang berbuat baik,tidak hanya sekedar memberikan arahan secara lisan maupun tulisan tetapi adalah kewenangan dengan kekuatan sehingga orang lain mampu untuk menjalankan nilai-nilai kehidupan yang baik.

"Saya harapkan jadilah polisi yang baik karena rekan-rekan adalah andalan masyarakat untuk memberikan pelayanan keamanan untuk menjaga moral nilai-nilai kehidupan yang ada di dalam masyarakat," tandas Kombes Pol Dr Dadang Hartanto. (Rina/Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Sejumlah jurnalis dari media Online, cetak maupun TV yang hendak meliput pembacaan dan pembagian remisi narapidana di Rumah Tahanan Kelas I Tanjung Gusta Medan, bertepatan dengan HUT Ke 74 RI, dilarang dan diusir petugas sipir Rutan tersebut.
Tampak petugas sipir atau penjaga ruang tahanan berdiri di depan pintu bersama awak media saat pelaksanaan upacara pemberian remisi sedang berlangsung.
Meski sudah diberi stempel serta mendapatkan kartu kunjungan, akan tetapi tetap dilakukan pelarangan terhadap jurnalis yang sedang bertugas.
Pelarangan peliputan ini dibenarkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Dewa Putu Gede kepada jurnalis saat di wawancara setelah selesai melakukan kegiatan pemberian remisi.
"Ada sebanyak 16.503 orang mendapat remisi dan yang dinyatakan bebas total dari masa hukuman sebanyak 368 orang," kata Dewa.
Atas terjadinya hal ini, para awak media berharap ditahun selajutnya agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Sidang lanjutan praperadian SKP2 Mujianto di PN Medan berjalan alot, Rabu (7/8/2019). Hakim tunggal Ali Tarigan terheran mendengar Mujianto sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Poldasu karena melarikan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

"Setelah ditetapkan menjadi tersangka, Mujianto sempat ditahan selama 9 hari di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Poldasu. Ia dilepas dengan jaminan pihak keluarga. Namun, Mujianto tidak kooperatif hingga Poldasu memasukkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)", ucap saksi Rudi Hendro Wijaya Silitonga menjawab hakim di persidangan yang digelar di ruang Cakra 6 PN Medan.

Pelarian Mujianto terhenti setelah pihak Imigrasi Bandara Soekarno Hatta berhasil meringkusnya saat hendak kabur keluar negeri. Mujianto kemudian digelandang ke Mapoldasu untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. 

"Hampir 4 bulan Mujianto menjadi buronan yang masuk DPO Poldasu. Dalam tenggang waktu itu, perkaranya pun sudah dinyatakan lengkap memenuhi ketentuan hukum formil dan materil alias P21", sebut Rudi yang mengaku mengetahui kasus Mujianto P21 berdasarkan keterangan pers Direktur Reskrimum Polda Sumatera Utara Kombes Andi Rian.

Setelah ditangkap pihak Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, ujar Rudi, selanjutnya Mujianto dibawa ke Mapoldasu. Sehari kemudian Mujianto bersama stafnya Rosihan Anwar berikut berkas perkara dan barang bukti diserahkan Poldasu ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) untuk diproses ke pengadilan. 

"Setelah perkaranya dinyatakan P21, pihak Poldasu menyerahkan Mujianto ke Kejatisu", tutur Rudi.

Dalam kesempatan itu, Armen Lubis melalui kuasa hukumnya Arizal SH MH turut memperlihatkan dokumentasi berupa video dan kliping media massa terkait pelimpahan perkara Mujianto yang sudah dinyatakan P21 dan P22. "Ini buktinya," ujar Arizal seraya menyerahkan dokumen kepada hakim dibenarkan pihak Kejatisu (Termohon II) dan Poldasu (Turut Termohon).

Keterangan Rudi juga dibenarkan saksi Hasbullah. Menurutnya, kasus dugaan penipuan yang menjerat Mujianto dan stafnya Rosihan Anwar sudah dinyatakan lengkap memenuhi ketentuan hukum formil dan materil (P21). Hal itu diketahuinya berdasarkan keterangan pers dari Kasipenkum Kejatisu Sumanggar Siagian. Bahkan, Sumanggar menyebut kasus tersebut sudah P22 setelah penyidik Poldasu melimpahkan berkas perkara dan barang bukti berikut tersangka Mujianto ke penyidik Kejatisu.

"Dalam keterangannya kepada pers, Kasipenkum Sumanggar menyebut kasus Mujianto sudah lengkap atau P21, bahkan P22. Mujianto juga disebutkan tidak ditahan dengan alasan kooperatif dan memberikan jaminan Rp 3 miliar", jelas Hasbullah seraya menyebut dirinya masih menyimpan video konferensi pers tersebut.

Saksi lainnya, Sahril Pane menerangkan adanya pekerjaan penimbunan dilakukan Armen Lubis di lahan Mujianto di Kampung Salam, Belawan. Ia menyebut lahan seluas 3,5 hektar itu sebelum ditimbun disebut-sebut sudah direncanakan akan dijual Mujianto kepada PT Bungasari. Pekerjaan penimbunan itu awalnya dikerjakan Marwan alias Aguan, namun terhenti. Kemudian penimbunan dikerjakan oleh Amin Togi dari pihak Mujianto sendiri, tapi juga terhenti. Selanjutnya dikerjakan Armen Lubis dengan volume pekerjaan selesai sekitar 1 hektar, akan tetapi kembali terhenti karena hasil pekerjaannya itu tidak dibayar oleh Mujianto. Kemudian lahan itu dikerjakan pihak lain yang dihunjuk Mujianto. "Lahan yang ditimbun itu sekarang sudah dijual ke PT Bungasari," katanya.

Poldasu selaku Turut Termohon melalui kuasa hukum Kabidkum AKBP Andry Setiawan, AKBP Dadi Purba, AKPB Yanta Upik, Kompol Bambang Ardy dan Kompol Gustami, dalam persidangan menyampaikan jawaban atas gugatan praperadilan yang dimohonkan Armen Lubis. 

Dalam keterangannya, Armen Lubis awalnya membuat laporan pengaduan ke Poldasu No Pol LP/509/IV/2017SPKT "II" tanggal 28 April 2017. Armen melaporkan adanya dugaan pidana penipuan dan atau penggelapan yang disangkakan dilakukan Mujianto dan stafnya Rosihan Anwar. Laporan itu ditindaklanjuti dengan penyelidikan yang kemudian ditingkatkan menjadi penyidikan. Sejumlah barang bukti disita, beberapa saksi pun diperiksa. Setelah itu dilakukan gelar perkara. Hasilnya, Mujianto alias Anam dan Rosihan Anwar ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 dan atau 372 KUHPidana.

Setelah terpenuhinya syarat yuridis berupa formil dan materil, Ditreskrimum Poldasu melakukan penahanan terhadap Mujianto dan Rosihan Anwar. Kemudian keduanya dilepas setelah berjanji kooperatif dan ada jaminan dari pihak keluarga. Namun, dalam perjalanannya Mujianto tidak kooperatif hingga akhirnya Poldasu memasukkanya ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Selanjutnya Mujianto ditangkap di Jakarta lalu dibawa ke Mapoldasu yang kemudian dilimpahkan ke Kejatisu untuk menjalani proses hukum selanjutnya. "Penyidik telah menetapkan Mujianto sebagai tersangka dan telah melengkapi berkas perkara, dan telah dilimpahkan ke Kejatisu. Dan telah melakukan penyerahan berkas perkara, tersangka dan barang bukti (P22) ke Kejatisu guna untuk disidangkan", tegas Bidang Hukum Poldasu seraya menerangkan bahwa SKP2 yang dikeluarkan Kejatisu bukanlah kewenangannya.

Usai persidangan, Armen Lubis melalui kuasa hukumnya menyesalkan ketidakprofesionalan penyidik Kejatisu. Ia menduga Kejatisu yang menangani perkara Mujianto telah terbukti unprofessional conduct. Alasannya, kasus Mujianto jelas dan nyata dipaparkan penyidik Poldasu sudah memenuhi ketentuan formil dan materil (P21) bahkan sudah P22 hingga layak segera disidangkan di pengadilan. 

"Penjelasan dari pihak Turut Termohon (Poldasu) jelas menyebut kasus itu sudah P21 dan malah P22. Penetapan P21 dari Poldasu itu atas petunjuk penyidik Kejatisu sendiri. Bahkan, status P21 itu juga diakui pihak Termohon II (Kejatisu) sendiri. Pihak Kejatisu melalui Kasipenkum juga telah memberi keterangan pers bahwa kasus Mujianto akan secepatnya disidangkan ke pengadilan. Tapi, nyatanya bukan dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan, justeru malah dihentikan lewat SKP2. Inikan jelas menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum", tuturnya.

Menurut Arizal, penerbitan SKP2 Print-01/N.2.4/Epp.1/03/2019 tanggal 12 Maret 2019 tersangka Mujianto, sangat bertentangan dengan ketentuan berlaku terhadap perkara yang sudah dinyatakan penuntut umum telah lengkap memenuhi ketentuan material dan formil (P21). Apalagi penyidik Poldasu telah melimpahkan berkas perkara berikut tersangkanya kepada penuntut umum (P22). 

"Penerbitan SKP2 tersangka Mujianto tidak berdasar. Wajib ditolak atau tidak dapat diterima demi hukum", sebutnya.

Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, kata Arizal, penuntut umum sejatinya wajib melimpahkan perkara yang sudah P21 ke pengadilan paling lama 15 hari sejak diterimanya tersangka dan barang bukti. Hal ini diatur dalam Pasal 1 angka 7 KUHAP Jo Pasal 1 angka 3 UU RI No.16 Tahun 2004 Tentang Kejaksaaan Republik Indonesia Jo Pasal 1 angka 8, Pasal 31 ayat (1), Pasal 32 ayat (1) PERJA No.PER-036/A/JA/09/2011 Tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanganan Perkara Tindak Pidana Umum). 

"Demi kepastian hukum, tidak ada alasan bagi penuntut umum untuk tidak melimpahkan berkas perkara ke pengadilan. Biarlah pengadilan memutus apakah peristiwa yang didakwakan masuk atau tidak dalam ranah tindak pidana", tegasnya.

Penerbitan SKP2, ujar Arizal, merupakan pelanggaran terhadap keadilan prosedural yang tidak berdasar hukum sekaligus pelanggaran hak asasi manusia yaitu hak korban Armen Lubis untuk mendapatkan keadilan dan kepastian hukum. "Karena itu, demi hukum wajib SKP2 Mujianto dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum karena tidak berdasarkan hukum adanya", tegasnya.

Pendapat Arizal itu senada dengan ahli hukum Universitas Sumatera Utara, Dr Mahmud Muliadi SH MHum. Menurutnya, tidak ada alasan bagi kejaksaan untuk tidak melimpahkan perkara yang sudah dinyatakan lengkap ke pengadilan. 

"Sudah lengkap, tidak ada alasan penuntut umum untuk tidak melimpahkannya ke pengadilan. Tidak ada alasan menunda-menunda pelimpahan perkara. Wajib bagi penuntut umum melimpahkan perkara yang sudah lengkap untuk diperiksa di pengadilan", ujar ahli pidana USU itu menyikapi lambannya pelimpahan kasus yang menjerat Mujianto ke pengadilan.

Dalam pandangan Mahmud, berkas yang sudah P21 bermakna sudah lengkap. "Kalau sudah P21, artinya berkas sudah lengkap diterima oleh penuntut umum untuk diteruskan ke pengadilan. Apabila sudah dinyatakan lengkap, maka otomatis pelimpahan berkas sudah selesai, dan diikuti penyerahan tersangka untuk proses pengadilan", katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Menurut Mahmud, berkas perkara sudah lengkap perlu segera dilimpahkan kepengadilan supaya ada kepastian hukum. "Dari azasnya, peradilan cepat, sederhana, efektif, efesien, biaya ringan, menandakan butuh cepat ditegakan di pengadilan, supaya cepat dapat kepastian hukum. Yang bersalah dihukum, yang tak bersalah dibebaskan. Ini juga untuk kepastian hukum seseorang sehingga membawa keadilan", ujarnya.

Hal senada diutarakan Dr Edi Yunara SH MHum. Ahli hukum pidana USU itu, menegaskan bahwa kasus yang pemberkasannya sudah dinyatakan lengkap memenuhi unsur formil dan materil (P21), seharusnya segera dilimpahkan ke pengadilan. "Bila jaksa selaku penuntut umum berpendapat lain seharusnya berkasnya dikembalikan ke penyidik (kepolisian) untuk dilengkapi. Tapi kalau sudah dinyatakan P21, harus dilimpahkan ke pengadilan. Biarlah pengadilan yang menentukannya", tegasnya.

Edi Yunara menjelaskan asas legalitas dalam hukum acara pidana. "Sesuai Hukum Acara Pidana, asas legalitas dimaknai sebagai asas yang menyatakan bahwa setiap Penuntut Umum wajib menuntut setiap perkara yang sudah dinyatakan lengkap memenuhi unsur formil dan materil", ucapnya.

Menurutnya, ada tiga hal yang membenarkan suatu perkara tidak dilimpahkan ke pengadilan. Pertama, nebis In idem. Kedua, demi hukum (tersangka meninggal dunia), dan yang ketiga untuk kepentingan umum. 

"Bila tidak ada satu pun dari ketiga hal tersebut, maka perkara itu sangat layak dilimpahkan ke pengadilan, demi terwujudnya kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan hukum", papar Edi.

Seperti diketahui kasus dugaan penipuan Mujianto itu awalnya dilaporkan Armen Lubis ke Ditreskrimum Polda Sumatera Utara. Laporan itu ditindaklanjuti polisi secara professional dan proporsional dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan. Hasilnya, polisi menetapkan Mujianto dan stafnya Rosihan Anwar sebagai tersangka melanggar ketentuan Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHPidana. Poldasu juga sudah melakukan penahanan terhadap Mujianto dan Rosihan.

Selanjutnya perkara dugaan penipuan itu dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejatisu mulai 7 April 2018 silam. Pihak Kejatisu menyatakan perkara itu sudah memenuhi ketentuan formil dan materil hingga layak disidangkan ke pengadilan. Mirisnya, Mujianto sangat tidak kooperatif sehingga Poldasu sejak 19 April 2018 menetapkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Poldasu juga menerbitkan surat pencekalan Mujianto yang ditujukan kepada Dirjen Imigrasi.
Setelah tiga bulan DPO, pada 23 Juli 2018 pihak Imigrasi Bandara Soekarno Hatta berhasil menangkap dan menyerahkan Mujianto kepada Poldasu.

Selanjutnya, 26 Juli 2018, penyidik Poldasu menyerahkan Mujianto dan Rosihan Anwar kepada Kejatisu, untuk diproses secara hukum di pengadilan.
Hanya beberapa jam setelah penyerahan itu, JPU Kejati melepaskan Mujianto dengan jaminan uang sebesar Rp 3 miliar. Mirisnya, setelah setahun tak dilimpahkan, Kejatisu malah menerbitkan SKP2 hingga memaksa Armen Lubis mengajukan praperadilan terhadap Kejagung (Termohon I), Kejatisu (Termohon II) dan Poldasu (Turut Termohon).
(Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Sebagai wujud apresiasi Perusahaan terhadap kinerja karyawan khususnya karyawan yang berjasa dalam penggalian produksi, PTPN III (Persero) selaku BUMN Perkebunan memberikan penghargaan kepada karyawan pemanen kelapa sawit dan penderes karet terbaik tahun 2018.

Penghargaan-penghargaan kepada pemanen dan penderes ini diserahkan langsung oleh Suhendri selaku SEP Koordinator yang didampingi oleh Adi Fitria (SEP Produksi), Ahmad Gusmar Harahap (SEP SDM & Umum) dan Kepala Biro/Bagian pada Jumat, (2/08/2019), bertempat di Aula Elaeis Guineensis Kantor Direksi Medan. 

Penghargaan diberikan kepada 30 orang karyawan yang terdiri dari 18 orang pemanen dan 12 orang penderes. Pemilihan pemanen dan penderes terbaik ini berdasarkan penilaian dari masing masing Distrik melalui pencapaian kinerja selama tahun 2018.

Bentuk penghargaan yang diberikan adalah berupa uang tunai dengan juara terbaik I mendapat uang tunai sebesar Rp. 3.000.000, terbaik II sebesar Rp. 2.500.000, terbaik III sebesar Rp. 2.000.000. Selain uang tunai para pemanen dan penderes juga mendapatkan sertifikat penghargaan dan bantuan seperangkat alat kerja panen dan deres.

Suhendri dalam sambutannya, mengucapkan selamat kepada para pemanen dan penderes yang telah meraih penghargaan dari Perusahaan atas kinerja tahun 2018 dan berharap kepada para juara ini agar tetap terus semangat dalam menggali produksi. 

"Mudah-mudahan dengan adanya penghargaan ini bisa menjadi motivasi bagi karyawan lain sehingga bisa meningkatkan kontribusi dalam penggalian produksi di lapangan", tambah Suhendri.

Para peraih penghargaan juga diberi kesempatan untuk melaksanakan office tour ke Kantor Senior Executive Vice President, Divisi, Biro dan Bagian. Selain itu para peraih penghargaan juga diberangkatkan mengikuti Wisata Keluarga ke Parapat Danau Toba dengan mengikutsertakan istri dan mengikuti kegiatan character building, fun games dan outbond yang dipandu oleh Medan Outbond Training. Semoga setelah kegiatan ini dapat memberikan semangat baru bagi karyawan dalam menggali produksi kedepannya. (Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi melaksanakan sholat subuh berjamaah di Masjid Nurul Islam Jalan Sempurna Dusun I Melati, Rabu (7/8/2019).

Kegiatan Sholat Subuh ini dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi,, Kapolsek Percut Sei tuan Kompol Subroto
,SH, Bkm Nurul Islam, tokoh agama, tokoh masyarakat, Personel Polsek Percut Sei tuan serta jamaah  yang melaksanakan Sholat Subuh.

Kegiatan ini diawali temu ramah dengan pengurus Bkm Nurul Islam, Sholat Subuh berjamaah dan foto bersama.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi mengatakan, Kegiatan Sholat Subuh ini Rutin Dilaksanakan Setiap Hari. Sholat Subuh ini untuk memakmurkan masjid. Ini merupakan membangun upaya yang baik terutama memberikan kebaikan dan dalam sholat subuh ini ada beberapa manfaat yaitu Silaturahim,mungkin selama ini kita tidak bertemu dan dipertemuan pada saat ini. 

"Ini saling mendoakan, inilah memperkuat
kita sebagai muslim. Diawali dengan sholat subuh kekuatan diri kita, negara kita masih berdiri, dengan berdoa sungguh-sungguh akan menjadi kekuatan besar menjaga diri kita didunia dan Akhirat, dengan ikhtiar kita rasakan kenyamanan dan ketertiban. 

"Semuanya tidak ada gangguan, ini harus kita jaga. Oleh itu kita lakukan dan waspada terhadap tantangan kedepan, kita tahu negara kita memiliki keaneka ragaman, ini rentan untuk diadu domba. Rahmatan lil alamin ini memiliki nilai tambah dalam lingkungan. Rahmatan lil alamin harus menjadi penyejuk dan yang Perlu diwaspadai yaitu narkoba, banyak pelaku narkoba, saat ini banyak anak remaja yang nongkrong membuang waktu maka tugas kita fokus bahwa kita harus manfaatkan untuk membangun generasi muda karena hidupnya banyak hapy, hura dan main internet.
Sekarang mari perhatikan anak - anak kita, ini tanggung jawab kita bersama," pungkas Kapolrestabes Medan. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - 
Penerangan Kodam I/Bukit Barisan menggelar silaturahmi dengan insan media unit Kodam I/BB di Warung Bebek Pawito Jalan Merak Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Jumat (2/8). Acara dihadiri keluarga besar Pendam I/BB sekaligus penyambutan dan perkenalan dengan pejabat baru di unit ini.

Penyambutan dan perkenalan dengan pejabat baru yang menempati jabatan atau posisi Kapendam I/BB yakni Kolonel Inf Zeni Djunaidhi, S. Sos, M.Si meneruskan Kapendam saat ini, Kolonel Inf Roy Hansen J Sinaga, S.Sos yang telah menjabat sekitar lebih setahun di Kodam I/BB.

Kapendam I/BB, Kolonel Inf Roy Hansen J. Sinaga, S.Sos dalam sambutannya menyampaikan, mutasi atau rotasi jabatan di lingkungan tugas adalah hal yang biasa dan bagian dari dinamika tugas. Tentunya, pertukaran jabatan ini adalah bagian untuk menunjang tugas pengabdian dan karir kemiliteran untuk jadi lebih baik di masa mendatang. Dalam tugas sebagai kepala penerangan, ia menyampaikan maaf dan terima kasih kepada jajaran personel Pendam I/BB dan insan pers unit Kodam I/BB.

Ia berharap, kepala penerangan yang baru bisa melanjutkan prestasi yang selama ini dibangun. "Kita berharap, kepada Kapendam I/BB yang baru bisa meneruskan program yang selama ini direncanakan dan tetap menjalin hubungan baik dengan insan media sebagai corong dalang pemberitaan kegiatan di lingkungan Kodam I/BB," terangnya didampingi istri.

Diketahui, Kolonel Inf Roy Hansen J. Sinaga, S.Sos akan mengemban amanah baru menjadi Dandim 0201/Berdiri Sendiri yang bermarkas di Jalan Pengadilan Medan. "Saya akan terus menjaga silahturahmi antara insan media Kodam I/BB dan terbuka juga kepada para wartawan khususnya terkait pemberitaan," tandasnya.

Kolonel Inf Zeni Djunaidhi, S. Sos, M.Si dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan Pendam I/BB bersama insan media sekaligus dalam rangka silaturahmi ini. Ia menyampaikan akan meneruskan prestasi dan hubungan baik serta program-program yang telah disusun khususnya bagi kejayaan Kodam I/BB. Juga membangun sinergi bersama para personel Pendam I/BB, PNS dan Insan Pers unit Kodam I/BB.

Turut hadir dalam acara tersebut puluhan insan pers dari berbagai media cetak, online dan elektronik di Kota Medan. Wakapendam I/BB dan para Kasi lainnya beserta seluruh personel Pendam I/BB dan anggota Persit KCK PD I /BB Ranting Pendam I/BB. (Rina/Pendam I/BB)
Views

INTAIKASUS.COM, (Pancur Batu) - Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid Jami' jalan Mesjid Desa Lama Pancur Batu Deli Serdang, Minggu (21/7/2019).

Kegiatan Sholat Subuh ini Dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi, Kapolsek Pancur Batu Kompol Faidir Chan,SH, Kanit Rekrim Polsek Pancur Batu Iptu Suhaily Hasibuan,SH,MH, Bkm Masjid Jami', Tokoh agama, tokoh masyarakat, Personel Polsek Pancur Batu serta jamaah masjid Jami' yang melaksanakan Sholat Subuh.

Kegiatan ini diawali temu ramah dengan pengurus Bkm Jami',Sholat Subuh berjamaah dan foto bersama.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi mengatakan, Sholat Subuh berjamaah ini adalah Kegiatan rutin yang kami lakukan.Sholat Subuh ini hanya semata mata karena ibadah dan ingin  Mendapatkan Ridho dari Allah Swt.Sholat Subuh ini Keutamaannya sangat luar biasa maka sholat subuh ini jangan sampai lewat termaksud untuk diri saya sendiri dan untuk kita semua.disini kita bersilaturahmi dan tentunya Silaturahmi ini Manfaatnya banyak yaitu kita dimurahkan rezeki dan Panjang Umur.kita berdoa dan harapkan hidup kita bermanfaat bagi umat manusia dan alam semesta Bahwa Sebaik baiknya manusia bermanfaat untuk orang lain.

"Mari pada kesempatan ini,mau sebagai kapolrestabes,bkm,ibu rumah tangga itu adalah amanah.kita berharap dengan adanya silaturahim kita,
bersungguh sungguh beribadah insaallah khusnul khotimah," ujar Kapolrestabes Medan.

Lanjutnya mengatakan senantiasalah selalu belajar karena bermakna supaya umat muslim ini harus pintar supaya tidak dijadikan alat sama orang yang mempunyai kepentingan dan supaya kita bermanfaat bagi orang lain.

Mari Selalu bergantung kepada Allah Swt karena Allah Swt pemilik kekuasaan.itu selalu saya pegang dan saya sampaikan kepada orang lain bahwa jangan pernah bergantung kepada manusia.mintalah kepada Allah Swt,berikhtiar dengan sungguh-sungguh.

"Ini menjadi dasar untuk tugas dan kita rasakan bagaimana wilayah kita kondusif. kita lihat bisa melakukan aktivitas seperti biasa, bandingakan di Afrika, Syiriah yang selalu ribut.maka kita bersyukur negara kita aman dan kondusif.ini berkat kerja sama kita dan ini bukan terjadi begitu saja namun melalui usaha.semoga apa yang kita kerjakan ini mendapatkan ibadah. Semoga diakhir hidup kita khusnul khatimah," pungkas orang nomor satu di Mapolrestabes ini. (Rina)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kompol Pardamean Hutahaean SIK sebagai Pejabat Sementara Kapolsek Medan Helvetia di hari pertamanya langsung mengambil Apel Pagi serta memperkenalkan diri kepada Personil Polsek Medan Helvetia.

Saat pelaksanaan Apel pagi di laksanakan, Kompol P Hutahaean SIK di dampingi oleh Bunda Hj.Trila Murni SH yang mana sebelumnya sebagai Kapolsek Medan Helvetia.

Adapun arahan yang di sampaikan Kompol P Hutahaean SIK di hari pertamanya sebagai Pejabat Sementara Kapolsek Medan Helvetia. "Saya saat ini di tunjuk oleh Pimpinan sebagai Pejabat Sementara Kapolsek Medan Helvetia yang mana Saya juga menjabat Wakasat Narkoba Polrestabes Medan.

"Saya sebagai Pejabat Sementara Kapolsek Medan Helvetia akan meneruskan kebijakan Kapolsek Medan Helvetia, yang sebelumnya di jabat oleh Bunda Hj.Trila Murni.SH yang saat ini berdampingan sama Saya dan hadir di tengah - tengah Kita.

"Saya harapkan kebijakan Kapolsek yang lama Kita pertahankan yang selama ini berjalan sudah baik namun akan lebih baik lagi Kita tingkatkan dan Saya harapkan juga nantinya Kita saling bekerjasama untuk kedepannya," ujar Kompol P Hutahaean.

Pelaksanaan Apel pagi di hadiri oleh seluruh Personil Polsek Medan Helvetia dan usai dari pelaksanaan Apel pagi di lanjutkan salam - salaman dan foto bersama. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Bakti Sosial ini membantu meringankan beban masyarakat yang tercantum dalam sambutannya Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah pada acara Bakti Sosial dalam rangka memperingati Hut Ke-69 Kodam I/BB Tahun 2019, Jumat (28/6/2019) di Rumkit Tk. II Putri Hijau Medan.

Pada kesempatan tersebut, dalam sambutannya Pangdam I/BB mengucapkan selamat datang di Rumkit Tk. II Putri  Hijau, sekaligus ucapan terima kasih atas kehadiran di tempat ini dalam mengikuti Bakti Sosial. Sebagai ungkapan terima kasih dan wujud kecintaan kepada masyarakat, dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 pada tanggal 20 Juni 2019 yang lalu, Kodam I/BB melaksanakan kegiatan bakti sosial, meliputi Operasi Katarak, Operasi Bibir Sumbing, Pemberian Kaki Pengganti, Penyerahan Bantuan Kursi Roda dan Penyerahan Bantuan Tas, Buku dan Alat Tulis kepada anak-anak sekolah di Kabupaten Nias. Disamping itu, melalui kegiatan Bakti Sosial ini dapat mempererat tali silaturahmi kita sebagai sesama anak bangsa yang ditakdirkan Allah SWT untuk saling menolong.

Lebih lanjut Pangdam I/BB berharap, kegiatan Bakti Sosial ini memberikan manfaat untuk membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam mengatasi permasalahan kesehatan. Harapan dengan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dimasa yang akan datang. Selanjutnya Pangdam I/BB menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada yayasan "Inti Sumut", "Walubi", "Smile Train", "Kick Andy Foundation", dr. Koffie, "A New Vision" dan Yayasan Siswa Peduli Bangsa, atas  kerjasamanya sehingga kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati HUT ke-69 Kodam I/BB dapat terselenggara dengan baik.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Karumkit Tk. II Putri Hijau Medan, yang telah menyiapkan sarana dan prasarana dalam kegiatan Bakti Sosial ini serta para Dandim dan Babinsa yang telah mendata pasien yang ada di wilayahnya dan menghadirkannya untuk mengikuti bakti sosial ini.

Adapun pasien yang turut serta dalam kegiatan Bakti Sosial ini terdiri dari pasien Katarak 650 orang, Operasi Bibir Sumbing 13 orang, Pemberian Kaki Pengganti 18 orang, Penyerahan Bantuan Kursi Roda 50 orang dan Bantuan Tas Serta Alat Tulis Kepada Anak-Anak Sekolah Sebanyak 100 Paket.

Kepala Rumkit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB, Kolonel Ckm Dr dr Khairul Ihsan Nasution, Sp BS menyebutkan, kegiatan ini merupakan puncak rangkaian bakti sosial dalam rangka menyambut HUT ke-69 Kodam I/BB tahun 2019.
"Bakti sosial seperti ini telah dilaksanakan di berbagai jajaran Kodam I/BB. Satu di antaranya di Pulau Kampai, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, dan rangkaian kegiatan ini sebagai bukti kepedulian Kodam I/BB terhadap kesusahan rakyat,"

Sementara, Ketua Kick Andy Foundation, Ali Sadikin, yang mewakili yayasan kemanusian dalam kerja sama dengan Kodam I/BB ini menyebutkan, kegiatan ini memang dimaksudkan untuk kebaikan rakyat.
Jadi, apa yang dilakukan Kodam I/BB ini, menjadi bukti akan niat tulus untuk membantu mereka yang kesusahan. Dan bagi kami, ini menjadi kebanggaan untuk bergotong royong menyelesaikan apa yang belum diselesaikan orang lain di luar sana," urainya.

Hadir dalam Bakti Sosial tersebut Kasdam I/BB, Irdam I/BB, Kapok Sahli Pangdam I/BB dan para Staf Ahli Pangdam I/BB, Asrendam I/BB, para Asisten Kasdam I/BB, para kabalakdam I/BB, Dandim 0201/BS, Karumkit Tk II Putri Hijau Medan beserta tim medis Rumkit Tk. II Putri Hijau Medan, Ketua Persit KCK PD I/BB beserta pengurus, Ketua Yayasan  Inti Sumut dan Walubi, pengurus Yayasan "Smile Train", "Kick Andy Foundation", "dr. Koffie", "A New Vision", dan Yayasan Siswa Peduli Bangsa. (Pendam I/BB)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) -  Mahkamah Konstitusi (MK) pada tanggal 21 Juni 2019, telah merampungkan pemeriksaan sengketa Pemilu Presiden / Wakil Presiden. MK mengagendakan pembacaan Putusan Sengketa Pemilu Presiden / Wakil Presiden pada Kamis, 27 Juni 2019 mendatang. 

Terkait hal tersebut, Pemerhati Sosial Politik dan Hukum asal Sumut, Ikhwaluddin Simatupang, SH, M.Hum menghimbau semua pihak untuk menghormati dan mentaati Putusan MK tersebut. 

"Putusan MK terkait Pilpres/Wapres nanti bersifat final dan mengikat, artinya putusan MK akan mengakhiri sengketa Pilpres/Wapres yang dilaksanakan 17 April 2019. Putusan MK tersebut mengikat semua Pihak seperti Penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu) serta Peserta Pemilu Presiden/Wakil Presiden, karenanya apapun putusan MK nantinya harus dihormati dan dipatuhi semua pihak", tegas Ikhwaluddin.

Lebih jauh dijelaskan Ikhwaluddin, kedua Pasangan Calon Presiden / Wakil Presiden telah mempercayakan penyelesaian sengketa Pilpres/Wapres ke Mahkamah Konstitusi, dengan menggunakan para Advokat  yang cukup tersohor di negeri ini serta tidak diragukan kemampuannya untuk bersengketa di MK. Misalnya di kubu 02 selaku Pemohon, ada Advokat Mas Bambang Widjayanto, senior saya di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan di Kubu 01 ada senior saya Bang Luhut Pangaribuan dan sahabat saya Taufik Basari yang juga berasal dari YLBHI. 

Para Advokat Kuasa Hukum Paslon 01 dan 02 yang lahir dari lembaga yang didirikan Almarhum Adnan Buyung Nasution (Lembaga Bantuan Hukum) sangat tidak diragukan kredibilitas dan telah teruji perjuangannya untuk masyarakat. Selain itu masing-masing Pasangan Calon juga didampingi Advokat ahli hukum tatanegara dengan prediket Profesor. 

"Jadi kedua Pasangan Calon Presiden telah memilih ahli-ahli hukum yang tepat", ujar Ikhwaluddin.

Mantan Direktur LBH Medan ini menambahkan, seluruh pemeriksaan perkara di MK dapat dilihat semua Rakyat Indonesia dan hakim-hakim MK yang memeriksa mengadili perkara telah memberikan kesempatan dan perlakuan yang sama pada Kuasa Hukum dari Kedua Pasangan Calon untuk membuktikan argumentasi hukum atau alasan-alasan hukum masing-masing.   

Persidangan Sengketa Pilpres/Wapres yang melibatkan para ahli hukum  yang sangat tidak diragukan kredibilitas dan sudah teruji perjuangannya untuk masyarakat dilakukan secara sangat terbuka dapat dilihat melalu televisi  harus kita hargai dengan cara yakni tidak perlu ada pengerahan massa di manapun berada apalagi di Mahkamah Konstitusi menjelang atau saat MK membecakan putusan, kemudian apapun yang menjadi putusan MK harus dihormati dan ditaati.

Ikhwaluddin Simatupang juga meminta seluruh elit Partai Politik baik dari Pasangan Calon 01 maupun 02 menjelaskan bahwa Mahkamah Konstitusi  adalah tempat yang tepat untuk mengadili sengketa pemilu. 

Untuk Pemilu Legislatif (DPRD Kab./Kota, DPRD Provinsi dan DPR RI) seluruh Partai Piolitik juga menggunakan MK sebagai wadah yang tepat untuk memeriksa dan mengadili keberatan-keberatan terhadap hasil pemilu. Jadi elit-elit politik harus turut menghimbau masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada MK untuk memutus sengketa Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Seluruh peraturan perundang-undangan yang menjadi pedoman penyelenggara Pemilu untuk melaksanakan Pemilu serta menjadi dasar hukum bagi Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa, mengadili dan memutus perkara dibahas oleh seluruh Partai Politik yang mencalonkan Kedua Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden saat ini. 
Penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu) sebelum menerbitkan peraturan juga terlebih dahulu berdiskusi dengan Partai Politik (DPR RI).   

"Jadi sudah menjadi kewajiban kita semua terutama pimpinan-pimpinan partai politik dari pusat hingga desa dan kelurahan untuk menghimbau agar masyarakat mempercayakan putusan Sengketa Pilpres/Wapres oleh Mahkamah Konstitusi yang dijadwalkan pada Kamis, 26 Juni 2017 mendatang", tutup Ikhwaluddin. (Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) -  Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-73, yang jatuh pada tanggal 01 Juli 2019, Polsek Sunggal melaksanakan anjangsana ke kediaman Purnawirawan Polsek Sunggal yang bertujuan mempererat tali silahturahmi antara Kepolisian Republik Indonesia dengan purnawirawan Polri di wilkum Polsek Sunggal khususnya, bertempat di Desa Sunggal Kanan Kec. Sunggal Deliserdang, Selasa (18/6/2019) pukul 13.30 wib s/d 15.00 wib.

Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi, SH, SIK, MH, Wakapolsek AKP Enan Surbakti, Kanit Binmas Iptu M. Subakir, SH, Kasi Humas Aiptu Roni B. Sembiring, dan Personel Sabhara Bripka Harianto.

Pada Pukul 14.00 wib Kapolsek Sunggal beserta rombongan mengunjungi rumah Aiptu (Purn) Asril Koto (62) di Komplek Sri Gunting Desa Sunggal Kanan Kec. Sunggal. 

Dan Pukul 14.30 wib rombongan Kapolsek Sunggal mendatangi kediaman Brigadir (Purn) Zulfikar (60) di Komplek Srigunting Desa Sunggal Kanan Kec. Sunggal Deliserdang.

Pada saat dikunjungi, Aiptu (Purn) Asril Koto dalam kondisi sakit stroke tangan sebelah kiri, dan Brigadir (Purn) Zulfikar juga dalam kondisi sakit stroke tangan sebelah kiri. 

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi, SH, SIK, MH. beserta rombongan menyampaikan rasa empati dan mendoakan para purnawirawan supaya bisa sembuh seperti sediakala. Kemudian kepada keluarga, Kapolsek berpesan agar memberi perhatian lebih untuk mempercepat proses penyembuhan.

Kemudian Kapolsek Sunggal berpesan kepada Purnawirawan Polri yang dikunjungi untuk selalu menjaga kesehatan dan melakukan kegiatan yang bermanfaat agar masa pensiun menyenangkan. 

Disela kunjungan tersebut,  Kapolsek Sunggal beserta rombongan memberikan bantuan kepada Aiptu (Purn) Asril Koto dan Brigadir (Purn) Zulfikar, yakni masing-masing berupa Beras 5 Kg, Sirup 1/2 lusin, Parcel buah dan uang sebesar Rp 500 ribu.

Purnawirawan Polri yang dikunjungi mengucapkan banyak terima kasih kepada Polsek Sunggal yang sudah meluangkan waktunya untuk berkunjung, dan memberi perhatian serta bantuan meskipun sudah masa pensiun. 

"Semoga Polsek Sunggal aman dalam lindunganNya dan semakin sukses". (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagaimana BUMN lainnya mengadakan program Mudik Gratis Bareng BUMN Tahun 2019 sebagai kelanjutan program BUMN Hadir untuk Negeri yang diselenggarakan pada tahun 2018 lalu.

Untuk tahun 2019 ini, PTPN III (Persero) menargetkan peserta mudik sebanyak 500 orang namun ternyata melebihi target yakni mencapai 735 orang yang telah diberangkatkan pada tanggal 29 Mei dengan 9 bus menuju tiga kota besar di pulau Sumatera (Padang, Pekan Baru dan Banda Aceh) dan tanggal 30 Mei 2019 dengan 10 armada bus dengan tujuan Padang dan Pekan Baru.

Acara utama pelepasan rombongan bus dan pemudik dilakukan di Halaman Kantor Direksi PTPN III (Persero) Medan, dilakukan langsung oleh Suhendri (SEP Koordinator PTPN III) yang di damping oleh Ahmad Gusmar (SEP SDM dan Umum), Adi Fitria (SEP Produksi) dan jajaran Kepala Biro/Bagian pada Rabu, 29 Mei 2019 bertempat di Kantor Direksi Medan.

Acara pelepasan diawali dengan doa bersama dengan harapan semoga seluruh peserta mudik juga para pengemudi selamat dalam perjalanan hingga sampai ketempat tujuan, dalam rangka menjaga kelancaran selama perjalanana juga dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk para awak bus di Balai Klinik PTPN III (Persero).

Heru Yulian, seorang peserta mudik dari kalangan Mahasiswa mengucapkan terima kasih kepada PTPN III selaku BUMN yang telah memberikan kesempatan kepada masyarakat terutama dirinya yang berstatus Mahasiswa untuk dapat pulang kampung.

"Terima kasih bapak dan ibu yang telah memberikan kemudahan bagi kami semua, semoga kontribusi PTPN III ini semakin dicintai oleh masyarakat," katanya.

Kemudian Suhendri dalam kesempatan yang sama memberi kata sambutan sebelum ia menarik bendera tanda keberangkatan mengatakan, bahwa dana untuk membantu masyarakat melalui program BUMN Hadir untuk Negeri melalui Mudik bareng PTPN III (Persero) berasal dari dana Corporate Social Responsibility.

"Semoga PTPN III (Persero) membantu pemudik pulang kampung ini tak sekedar mengobati rindu pada keluarga tapi menyambung silaturahmi antar sesama pemudik, dan menjadi salah satu cara untuk mengurangi kemacetan lalu lintas menjelang lebaran. Salam untuk keluarga dan mohon doakan agar PTPN III (Persero) tetap mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat," katanya. (Rina)