.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM - (Papua), Disela-sela tugas dan tanggung jawabnya sehari-hari sebagai penjaga perbatasan negara antara RI dan PNG, Satgas Yonif 121/MK juga berinteraksi dengan masyarakat Indonesia yang berada di sepanjang garis batas negara. Karena bukan sekedar menjaga perbatasan negara dari pelintas batas illegal saja namun juga sekaligus memperhatikan kehidupan masyarakat Indonesia disekitar daerah penugasan sebagai masyarakat binaan Satgas Yonif 121/MK.

Salah satu perhatian Satgas Yonif 121/MK kepada masyarakat diperbatasan negara adalah dengan menyelenggarakan pengobatan gratis terhadap masyarakat yang tidak mampu dan perlu perhatian khusus terhadap kesehatan dan gizi yang selama ini masih dianggap kurang.

Dengan menggandeng Puskesmas Arso Timur dari Distrik Mannem Kabupaten Keerom Papua beserta kepala Puskesmas Arso Timur Suwanto, S.Kep., N.S., Satgas Yonif 121/MK menyelengarakan pengobatan gratis kepada masyarakat yang bertempat di Kampung Wembi Distrik Mannem Kabupaten Keerom Papua pada Jumat (11/5/18).

Dimana di Kampung Wembi tersebut terdapat salah satu Pos Pamtas Satgas Yonif 121/MK dibawah pimpinan Komandan Kompi C (Danki C) Kapten Inf Hisar Sihombing. Pengobatan gratis yang diselenggarakan dengan menurunkan Dokter Satgas Yonif 121/MK Letda Ckm dr. Pigur Agus serta ditambah dengan Tim Kesehatan Satgas dibawah pimpinan Komandan Peleton Kesehatan (Dantonkes) Satgas Lettu Ckm J. Nainggolan yang beranggotakan 13 orang prajurit yang berkualifikasi kesehatan dengan materi pengobatan umum.
 Pengobatan gratis tersebut dimulai pada pukul 08.00 Wit hingga waktu yang tidak dibatasi dengan target 100 pasien serta melayani masyarakat dari segala kelompok umur mulai dari balita hingga Lansia.

Masyarakat Kampung Wembi yang merasa kedatangan Tim Kesehatan gratis segera memamfaatkan kesempatan yang ada dengan datang untuk menerima pelayanan kesehatan dari Satgas Yonif 121/MK yang bekerja sama dengan Puskesmas Arso Timur. Kebanyakan pasien yang ditangani kali ini adalah dari kelompok umur dewasa namun ada juga beberapa dari kelompok umur anak-anak, dimana dari diagnosa dokter yang melayani masyarakat di lapangan menyimpulkan bahwa anak-anak yang menjadi pasien kebanyakan berawal dari asupan gizi yang kurang atau gizi buruk.

Dengan demikian selain memberikan pengobatan Tim Kesehatan juga memberikan nasehat-nasehat yang penting untuk masyarakat yang memiliki anak yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan mengenai asupan makanan yang bergizi untuk mencegah agar tidak mudah jatuh sakit serta dengan gizi yang cukup akan menunjang perkembangan otak.

Sejumlah warga mengatakan cukup puas dan senang atas adanya kegiatan ini di kampung mereka dan warga berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin karena warga merasa layanan kesehatan sekarang ini dirasa cukup kurang serta jauhnya Puskesmas yang ada. Seperti yang dituturkan oleh salah seorang pasien yaitu Ibu Helena yang berdomisili di Kampung Wembi.

" Kami sangat senang dan berterimakasih dengan adanya kegiatan yang dilakukan di kampung kami ini dan kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan lagi lebih sering karena untuk ke Puskesmas jaraknya agak jauh dari rumah kami", ungkap Helena.

Sebelumnya, Satgas Yonif 121/MK telah melaksanakan kegiatan pengobatan gratis dibeberapa tempat yang ada di daerah penugasan Papua, seperti di Kampung Wambes dan Kampung Sawabun.

Menurut Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif 121/MK Letkol Imir Faishal Satgas akan terus memantau dan melihat apa yang menjadi keluhan masyarakat yang ada serta berusaha terus untuk mengatasi kesulitan masyarakat yang ada di daerah penugasan.  (Pendam I/BB/Rina)
-
Views

INTAIKASUS.COM - (DELITUA), Nasib David warga Gang Rela Kelurahan, Delitua Timur, Kecamatan Delitua, sangat memprihatinkan. Buktinya dari pertama lahir sampai berumur 15 tahun masih memiliki berat badan sekitar 17 Kg, dan harus melawan penyakit Post Meningitis yang di deritanya. 

Dan akibat penyakit tersebut, Davit harus melakukan aktivitasnya setiap hari berbaring ditempat tidur dan dikursi roda.

Informasi yang diperoleh, Minggu (6/5) sore jam 15: 30 WIB, orang tua David bernama Yogita (35) bercerita, saat dirinya sedang mengandung David, David lahir dalam keadaan prematur, dan 2 bulan harus berada di inkobator rumah sakit baru di perbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Sebulan di rumah, David mengalami step. 

Melihat anaknya step, Yogita dan Hasri Kaban (35) suaminya hanya bisa pasrah. Dan memberikan obat seadanya karena keterbatasan biaya dan tergolong sangat miskin.

" Davit berumur 7 bulan baru saya mengetahui memiliki penyakit berat badannya makin lama makin kurus. Dan sampai umur Davit 15 tahun, saya tidak bisa berbuat karena tidak ada biaya", ungkap pasutri yang memiliki 3 orang anak dan tinggal sementara di rumah warga yang kasihan kepadanya di Jalan Bayur, Kelurahan Delitua Timur, Kecamatan Delitua.

Melihat kondisi David yang makin hari makin memperhatikan, Kompol BL Malau Sik SH selaku Kapolsek Delitua langsung turun ke rumah orangtuanya David. Begitu tiba di rumah, Kapolsek Delitua langsung menangis melihat kondisi Davit yang hanya bisa bergerak dan sekali - kali ketawa di korsi roda milik peninggalan neneknya.

" Saya sangat sedih melihat kondisi Davit. Dan mari kita bersama - sama membantu, terutama Bupati Deliserdang untuk memberikan perawatan kepada David. Saya sendiri tidak dapat menahan air mata dan langsung menangis melihat kondisinya," kata Malau.

Begitu tiba di rumah David, Kapolsek dan rombongan memberi berupa sembako untuk meringankan beban keluarga David. 

Sementara dr Bainurul bagian Polytron Puskesmas Delitua saat di konfirmasi mengatakan bahwa David mengalami penyakit Post Meningitis yang artinya fungsi otak terganggu atau tidak berfungsi dan mengakibatkan pertumbuhan terganggu.

Pantauan di lapangan,  Kurnia Boloni Sinaga Camat Delitua mengelak tentang keberadaan keluarga David. Dan seperti lempar tanggungjawab ke daerah yang lain.

" Keluarga David berpindah pindah maka tidak terdata. Dan kita segera memberi kartu berobat gratis ke Davit dan segera membawanya ke rumah sakit", ujar Camat.

Terlihat warga yang mendengar ucapan Camat langsung pergi seperti tidak percaya dengan perkataan Camat. Pun demikian warga berharap Camat segera melaporkan kondisi Davit kepada Bupati Deliserdang.

" Camat sepertinya lempar tanggung jawab. Dan kita tidak percaya ucapan camat," ungkap UC (50) warga yang ikut melihat kondisi David. (bar)
Views

INTAIKASUS.COM - Dalam setiap kegiatan di mana pun berada, TNI akan terus berupaya untuk membantu masyarakat secara langsung melalui kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan TNI kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan-kegiatan seperti ini sesuai dengan motto TNI "Bersama Rakyat TNI Kuat".

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutannya pada acara Baksos Kesehatan TNI yang berlangsung dari tanggal 17 s.d 24 Maret 2018 di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Udara (RSPAU) Dr. Suhardi Hardjolukito, Yogyakarta, Senin (19/3/2018).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, program Baksos Kesehatan TNI dapat dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan kondisi masyarakat di sekitarnya, khususnya pemberian kaki palsu kepada masyarakat yang berada di daerah-daerah guna membantu masyarakat untuk bisa berjalan, Operasi Bibir Sumbing dan Katarak merupakan program yang menjadi prioritas. "Kegiatan Bakti Kesehatan merupakan salah satu cara untuk mengatasi kesulitan masyarakat sekitar," ucapnya.

" Pada kegiatan Baksos Kesehatan TNI kali ini, berdasarkan data telah berhasil melakukan Operasi Katarak kepada 92 orang, Operasi Bibir Sumbing 45 orang, Khitanan 35 orang dan pemberian Kaki Palsu 45 orang," kata Panglima TNI.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa dengan mengerahkan kekuatan personel TNI yang didukung dengan Kapal Rumah Sakit dan pesawat angkut, diharapkan program-program Baksos Kesehatan TNI yang dilaksanakan dapat memberikan bantuan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diseluruh wilayah Indonesia.

" TNI memiliki kemampuan untuk memberikan dukungan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dengan menggunakan obat-obatan yang dihasilkan oleh Lembaga Farmasi jajaran TNI (AD, AL, AU)," ungkapnya.

Sementara itu, menjawab pertanyaan awak media terkait kegiatan Baksos Kesehatan TNI, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa kehadirannya adalah untuk melihat secara langsung kegiatan pelayanan kesehatan di RSPAU Dr. Suhardi Hardjolukito. "Kegiatan ini benar-benar memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, seperti Operasi Katarak, Operasi Bibir Sumbing, Khitanan Massal dan pengobatan lainnya, termasuk pemberian bantuan Kaki Palsu terhadap masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa pada tanggal 23 Maret 2018, akan dilaksanakan kegiatan Baksos Kesehatan TNI di Desa Bedoyo Gunung Kidul, Yogyakarta, dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat setempat. "Personel Kesehatan TNI yang ada, dapat dikerahkan untuk membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan di wilayah," katanya. (Puspen TNI/Rel)
-
Views

INTAIKASUS.COM - Persit KCK PD I/BB menggelar ceramah kanker serviks dan kanker payudara kepada anggota Persit KCK PD I/BB di Aula Rumkit Tk II Putri Hijau Medan, Selasa (13/3/2018).

Acara dalam rangka peringatan HUT ke-72 Persit KCK dan HUT ke-54 Dharma Pertiwi tahun 2018, diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia yang juga Kepala Rumkit Tk II Putri Hijau Medan, Kolonel Ckm dr Farhaan Abdullah, Sp THT yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan pembukaan dari Ketua Persit KCK PD I/BB, Hj Teti Cucu Somantri.

Diharapkan Hj Teti Cucu Somantri, para anggota Persit KCK PD I/BB bisa secara dini menjaga kesehatannya dengan rutin melakukan pemeriksaan.

" Seperti di acara ini, saya berharap ibu-ibu semua bisa memeriksakan leher rahimnya agar terhindar darii kanker serviks, termasuk memeriksakan payudaranya agar terhindar juga dari kanker," ucap Hj.  Teti Cucu Somantri.

Acara menghadirkan nara sumber dari RSUD H Adam Malik Medan, yakni dr Suyatno SpB (K) Onk dan dr Sarah Dina Mked (OG) Sp OG (K) Onk dari RSUD Adam Malik.

Dalam paparannya, dr Sarah menguraikan beragam kondisi dan situasi perempuan yang bisa terkena kanker serviks, serta cara yang tepat untuk mengobatinya.

Di kesempatan itu, dr Sarah mengimbau seluruh anggota Persit KCK PD I/BB dan jajaran untuk secepatnya memeriksakan kesehatan leher rahimnya, sehingga bisa secara dini mencegah penyakit kanker serviks.
Acara yang berlangsung khidmat ini diisi dengan tanya jawab. Terlihat para peserta begitu antusias untuk mengetahui lebih jauh berbagai hal tentan kanker serviks dan kanker payudara.

Ceramah kanker serviks dan kanker payudara ini dilanjutkan dengan peserta dari Dhama Pertiwi Daerah A dan pengurus yang terdiri dari Persit KCK PD I/BB, Jalasenastri TNI AL, dan Pia Arda Garini TNI AU.

Di kesempatan ini, ceramah tentang kanker payudara disampaikan oleh dr Suyatno yang menyampaikan bahwa 10  tahun yang lalu di Indonesia, kasus kanker serviks lebih mendominasi. Tapi kini kasus kanker payudara sudah lebih tinggi.

" Berdasarkan data, 1 dari 15 wanita di Indonesia akan terkena kanker payudara, dan sampai kini pengobatannya belum bisa dilakukan. Makanya pemeriksaan dini dengan teknis skrining mamografi sangat dianjurkan untuk mencegah kasus lebih fatal," kata dr Suyatno.

Diakuinya, kondisi pendidikan masyarakat yang bervariasi ditambah terbatasnya tenaga medis, menyebabkan  pemeriksaan dini kanker payudara menjadi sangat minim. Hal lain yang memicu keengganan warga memeriksakan adalah menjamurnya pengobatan alternatif.

" 43 persen penderita kanker payudara baru memeriksakan diri kita sudah stadium III dan IV. Kalau sudah seperti ini, risiko kematian tinggi, dan penyembuhan belum bisa dilakukan," katanya seraya menguraikan kanker payudara hanya 20 persen dari jenis tumor yang ada di payudara.

Acara yang diisi dengan tanya jawab juga dilanjutkan dengan ceramah bahaya narkoba oleh Mayor Ckm dr Machnizar SpKJ dari Rumkit Tk II Putri Hijau Medan. (Red)
-
Views

INTAIKASUS.COM - Masih banyaknya warga miskin serta minimnya tenaga kesehatan di sepanjang garis batas negara antara Indonesia dan Papua New Guine, membuat Satgas Pamtas RI PNG Yonif 121/MK turun tangan serta berinteraksi ke masyarakat. Dalam rangka meringankan beban masyarakat Satgas Yonif 121/MK melaksanakan berbagai kegiatan sosial diantaranya pengobatan massal gratis. Bertempat di Kampung Wambes Distrik Mannem Kabupaten Keerom Provinsi Papua, 
pagi ini Sabtu 10 Maret 2018 Satgas Yonif 121/MK menggelar pengobatan massal gratis kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dimulai pukul 08.00 Wit sampai dengan sore hari dengan materi pelayanan pengobatan umum dengan target pencapaian pasien sebanyak 200 orang atau lebih.

Dengan menurunkan Dokter Satgas Yonif 121/MK Letda Ckm dr. Agus Pigur serta beberapa orang prajurit yang telah memiliki kualifikasi kesehatan tim kesehatan Satgas Yonif 121/MK melayani masyarakat dari segala kelompok umur, mulai dari balita hingga Lansia termasuk wanita hamil.

Komandan Satgas Yonif 121/MK melalui Perwira Teritorial (Pater) Satgas Yonif 121/MK Lettu Inf Elias Sinaga mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan saat ini merupakan bentuk kepadulian Satgas Yonif 121/MK kepada masyarakat yang kurang mampu yang membutuhkan perhatian khusus.

" Pada kesempatan yang baik ini saya selaku Komandan Satgas Pamtas RI PNG Yonif 121/MK merasa terpanggil untuk membantu kesulitan masyarakat Indonesia di sepanjang garis batas negara RI PNG yang membutuhkan perhatian khusus, waktu kami hanya sembilan bulan bertugas di sini untuk menjaga perbatasan negara, dengan memamfaatkan waktu yang singkat ini kami ingin keberadaan kami berguna bagi masyarakat kita yang berada di perbatasan negara, tugas kami tidak semata-mata hanya menjaga perbatasan negara namun kami juga mengembang tugas teritorial dimana tugas teritorial ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, untuk itu salah satu bentuk tugas teritorial tersebut adalah bhakti sosial dan dapat berupa pengobatan massal gratis bagi masyarakat.," ungkap Imir Faishal.

Dengan adanya kegiatan pengobatan massal gratis ini mendapat respon positif dari masyarakat di Kampung Wambes Distrik Mannem Kabupaten Keerom Provinsi Papua, masyarakat merasa bersyukur dan berterimaksih atas adanya kegiatan pengobatan massal gratis yang diselenggarakan Satgas Pamtas Yonif 121/MK di kampung mereka seperti apa yang dikatakan salah seorang pasien atas nama Ibu Enjelina.

" Kami berterimakasih untuk bapak-bapak yang telah melayani kami,  karena memang di kampung kami ada yang sakit karena keadaan Puskesmas yang minim juga obat-obatan juga yang terbatas, jadi dengan adanya pengobatan ini kami bersyukur bisa datang berobat", kata Enjelina. (Rel)
-
Views

INTAIKASUS.COM - Masih banyaknya warga miskin serta minimnya tenaga kesehatan di sepanjang garis batas negara antara Indonesia dan Papua New Guine, membuat Satgas Pamtas RI PNG Yonif 121/MK turun tangan serta berinteraksi ke masyarakat.  Dalam rangka meringankan beban masyarakat Satgas Yonif 121/MK melaksanakan berbagai kegiatan sosial diantaranya pengobatan massal gratis.
Bertempat di Kampung Wambes Distrik Mannem Kabupaten Keerom Provinsi Papua, pagi ini Sabtu 10 Maret 2018 Satgas Yonif 121/MK menggelar pengobatan massal gratis kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dimulai pukul 08.00 Wit sampai dengan sore hari dengan materi pelayanan pengobatan umum dengan target pencapaian pasien sebanyak 200 orang atau lebih.

Dengan menurunkan Dokter Satgas Yonif 121/MK Letda Ckm dr. Agus Pigur serta beberapa orang prajurit yang telah memiliki kualifikasi kesehatan tim kesehatan Satgas Yonif 121/MK melayani masyarakat dari segala kelompok umur, mulai dari balita hingga Lansia termasuk wanita hamil.

Komandan Satgas Yonif 121/MK melalui Perwira Teritorial (Pater) Satgas Yonif 121/MK Lettu Inf Elias Sinaga mengatakan,  kegiatan yang dilaksanakan saat ini merupakan bentuk kepadulian Satgas Yonif 121/MK kepada masyarakat yang kurang mampu yang membutuhkan perhatian khusus.

" Pada kesempatan yang baik ini saya selaku Komandan Satgas Pamtas RI PNG Yonif 121/MK merasa terpanggil untuk membantu kesulitan masyarakat Indonesia di sepanjang garis batas negara RI PNG yang membutuhkan perhatian khusus, waktu kami hanya sembilan bulan bertugas di sini untuk menjaga perbatasan negara, dengan memamfaatkan waktu yang singkat ini kami ingin keberadaan kami berguna bagi masyarakat kita yang berada di perbatasan negara, tugas kami tidak semata-mata hanya menjaga perbatasan negara namun kami juga mengembang tugas teritorial dimana tugas teritorial ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, untuk itu salah satu bentuk tugas teritorial tersebut adalah bhakti sosial dan dapat berupa pengobatan massal gratis bagi masyarakat.," ungkap Imir Faishal.

Dengan adanya kegiatan pengobatan massal gratis ini mendapat respon positif dari masyarakat di Kampung Wambes Distrik Mannem Kabupaten Keerom Provinsi Papua, masyarakat merasa bersyukur dan berterimaksih atas adanya kegiatan pengobatan massal gratis yang diselenggarakan Satgas Pamtas Yonif 121/MK di kampung mereka seperti apa yang dikatakan salah seorang pasien atas nama Ibu Enjelina

" Kami berterimakasih untuk bapak-bapak yang telah melayani kami,  karena memang di kampung kami ada yang sakit karena keadaan Puskesmas yang minim juga obat-obatan juga yang terbatas, jadi dengan adanya pengobatan ini kami bersyukur bisa datang berobat", kata Enjelina. (Rel)
-
Views

INTAIKASUS.COM - Dalam rangka memperingati hari Gizi Nasional Indonesia yang jatuh pada hari ini, Rabu, 28 Februari 2018, Satgas Pamtas Yonif 121/Macan Kumbang menggelar program perbaikan gizi di jajaran Satgas secara serempak dari rumah ke rumah kepada anak-anak di perbatasan RI-PNG antara lain di Distrik Arso, Arso Timur, Waris dan Distrik lainnya yang berada di jajaran Satgas Yonif 121/Macan Kumbang.

Dansatgas Pamtas Yonif 121/Macan Kumbang Mayor Inf Imir Faishal  yang diwakili oleh Pasiops Satgas Yonif 121/Macan Kumbang Lettu Inf Erwin Nugraha S T Han berpesan kepada masyarakat bahwa gizi buruk yang diderita oleh masyarakat terutama anak-anak memiliki dampak yang tidak main-main. Tidak cuma berimbas terhadap bentuk tubuh yang pendek maupun kurus, gizi yang buruk ini berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan otak yang akan berimbas pada rendahnya kualitas sumber daya manusia.

Ada 3 langkah sederhana untuk mencegah gizi buruk pada anak, Yaitu :
1. Memberikan asupan nutrisi yang baik pada ibu hamil dan menyusui

2. Memberikan asupan gizi yang baik pada anak serta ASI esklusif pada bayi hingga usia 6 bulan
3. Pola hidup sehat dan bersih seperti tidak mengkonsumsi alkohol, membiasakan cuci tangan pakai sabun serta menjaga lingkungan dan sanitasi yang bersih.

" Kami berpesan kepada masyarakat terutama yang berdomisili di sekitar perbatasan RI PNG, agar lebih memperhatikan pemberian asupan gizi terutama kepada anak-anak karena betapa pentingnya gizi tersebut kepada anak-anak sebagai generasi harapan penerus bangsa kelak," ujar Lettu Inf Erwin yang mewakili Dansatgas.

Satgas Pamtas RI PNG Yonif 121/Macan Kumbang akan membagikan sebanyak 500 paket makanan dan minuman bergizi serta ratusan vitamin kepada anak-anak yang mengalami gizi buruk yang telah terdata.

Masyarakat di daerah perbatasan yang merasakan langsung kegiatan ini sangat mengucapkan terimakasih karena merasa diperhatikan oleh Pemerintah dan TNI.

Menanggapi kegiatan tersebut, Bapak Wenda dan Ibu Triyani mengucapkan terima kasih serta mengapresiasi kepedulian pihak TNI kepada masyarakat di daerah perbatasan RI terutama anak-anak.

" Kami sangat senang sekali dengan kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah melalui Satgas Yonif 121/Macan Kumbang dimana pada Hari Gizi Nasional ini telah membantu masyarakat yang perlu mendapat perhatian gizi," ungkap Wenda dan Triyani. (Rel)
-
Views

INTAIKASUS.COM - Rumah Sakit (Rumkit) Tingkat II Putri Hijau Kesdam I/BB menggelar seminar Hormonal Therapy Cancer Mammae, bertempat di Aula Rumkit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB, Jalan Putri Hijau Medan, Kamis (8/2/2018).

Seminar sehari yang digelar untuk memperingati Hari Kanker se Dunia tahun 2018 ini menampilkan nara sumber dr Darion Gatot, M Ked (PD), SpPD-KHOM, dan dihadiri Ketua Komiter Medik Rumkit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB, para Kainstal dan Kasi Rumkit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB, para dokter spesialis, dokter umum, dan para medik Rumkit Tk II Putri Hijau Medan.

Seminar dengan koordinator acara, Letkol Ckm ( K ) Dame Hutabarat itu, membahas tentang penyakit kanker yang masih menjadi salah satu momok menakutkan di dunia hingga saat ini.

Kanker masih menjadi penyebab kematian pertama di dunia. Bahkan menurut indianexpress (4/2/2018) menyebutkan, jika setiap dua perempuan yang didiagnosa kanker payudara, maka satu di antaranya akan meninggal karena penyakit ini.

Selain kanker payudara, ada kanker serviks (leher rahim) yang menjadi penyebab kematian tertinggi untuk perempuan.

Makanya, setiap tanggal 4 Februari, dunia memperingati Hari Kanker Sedunia. Tahun 2018 ini, Hari Kanker Sedunia mengusung tema We Can-I Can. Dipelopori oleh Union for International Cancer Control (UICC), mengharapkan jika kita secara bersama-sama dan individu dapat melakukan peran untuk mengurangi beban akibat dari penyakit mematikan ini.

Menurut data dari Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan Semester I Kemenkes RI tahun 2015 disebutkan, bahwa prevelansi kanker di Indonesia sebesar 1,4 per 1.000 penduduk dan menjadi penyebab kematian nomor tujuh di Nusantara.

Khusus untuk perempuan, kanker yang tertinggi diidap adalah kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks).

Secara umum, ada enam kanker yang paling menakutkan di Indonesia. Keenamnya antara lain ;
1. Kanker paru, trakea, dan bronkus
30.866 jiwa di mananya 85%-nya adalah akibat merokok aktif.
2. Kanker payudara
19.731 jiwa dengan penyebab utama pasca-menopause, gen kanker bawaan, konsumsi alkohol, payudara padat, terlambat menapouse, menstruasi dini, terlambat hamil, terapi hormon, dan radiasi.

3. Kanker usus
18.389 jiwa. Penyebab: adalah konsumsi alkohol, merokok, obesitas, dan gen bawaan.
4. Kanker hati
12.681 jiwa. Penyebab: cacat, konsumsi alkohol, infeksi kronis seperti hepatitis B dan C, penyakit lever lain.

5. Kanker serviks
9.9491 jiwa. Penyebab" infeksi Human papillomavirus yang terlambat diperiksa dan menjadi parah.
6. Kanker prostat
9.176 jiwa. Penyebab kurang serat, terlalu tinggi konsumsi daging merah dan lemak.

Karenanya, sebagai individu berperan dalam mengurangi risiko dari kanker antara lain adalah dengan melakukan pola hidup sehat. Mengurangi rokok, alkohol, mempertahankan gaya hidup yang sehat, diet sehat dan tidak kalah penting rutin berolahraga.

Seperti diketahui, bahwa setiap orang memiliki sel kanker. Jadi setiap orang memiliki kemungkinan untuk terserang penyakit mematikan ini. Tidak hanya menjaga kesehatan tubuh dan mengatur pola hidup sehat, kita juga dapat memberikan dukungan emosional pada orang-orang yang melawan kanker dengan berbagi kisah mereka tentang bertahan hidup dalam kondisi yang mengancam jiwa.

Dukungan dan semangat kepada seseorang yang sedang berjuang melawan kanker sangat penting, karena akan membangkitkan semangat hidupnya.

Momen Hari Kanker Sedunia setiap tahun adalah ajakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kanker. (Rel)
-
Views

INTAIKASUS.COM - Terkait tidak diberikannya rekam medis, yang notabenenya sebagai pegangan bagi korban Sayuti Margolang Hasibuan, guna melengkapi bukti  dipersidangan, dalam gugatan dugaan Malpraktek yang dilakukan Rumah Sakit Imelda hingga saat ini kasusnya masih bergulir di Pengadilan Negri (PN) Medan, Kuasa Hukum korban menduga kuat hal ini sengaja dilakukan pihak Rumah Sakit Imelda sebagai upaya  menghilangkan barang bukti.

" Dalam hal ini pihak Rumah Sakit Imelda sudah melanggar pasal 29 huruf h dan m serta pasal 32 huruf b dan j dapat berakibat pelanggaran nyata terhadap ketentuan pasal 32 huruf g dan pasal 46 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit dan dapat diberikan sanksi kepada rumah sakit berupa denda dan pencabutan izin rumah sakit sebagaimana diatur dalam pasal 29 ayat 2 huruf c Undang-undang tentang rumah sakit", ujar Ahmad Dahlan SH didampingi Asri Wahyuni SH, kepada sejumlah wartawan, di PN Medan, Kamis (25/1/2018).

Lebih jauh dikatakannya, mencermati dari hasil persidangan yang digelar di PN Medan, para saksi yang dihadirkan pihak rumah sakit yang memberi keterangan sepertinya sudah di seting (sekenario).

" Saksi-saksi pihak rumah sakit, yakni beberapa orang suster yang hadir dipersidangan, memberikan keterangan dengan membaca tulisan yang dipegangnya. Kalau memang mereka sudah menguasai duduk permasalahannya tak perlu dengan membaca kertas yang sudah dipersiapkan", ucapnya.

" Diduga adanya konspirasi pihak rumah sakit dengan dokter yang menangani korban yakni Dr Prasojo, sehingga terjadi penggelapan rekam medis untuk menutupi terjadinya dugaan Malpraktek", ujar Ahmad, seraya menambahkan dalam waktu dekat, pihaknya berjanji akan melaporkan kasus penggelapan rekam medis ini ke pihak berwajib setelah koordinasi dengan korban.

Terbongkarnya kasus dugaan Malpraktek tersebut saat sejumlah  Wartawan bertemu Sayuti Margolang Hasibuan di Pengadilan Negri Medan, kamis 18 januari sekira pukul 11.00 wib. Saat itu Sayuti hendak mengikuti sidang lanjutan kasus Malpraktek oleh Rumah Sakit Imelda Medan yang di dampingi Kuasa Hukumnya  Ahmad Dahlan SH dan Asri Wahyuni SH.

Diceritakan Sayuti, pada tanggal 11 agustus 2012 lalu, tepatnya pukul 10.00 wib, Sayuti mengalami kecelakaan  pelanggaran di Labuhan Deli Pelabuhan Belawan dengan mengendarai speda motor. Lalu Sayuti di bawa kerumah Sakit Imelda Medan. 

Oleh pihak Rumah Sakit Sayuti dinyatakan patah tulang pada kakinya.
Kemudian disepakatilah oleh pihak Rumah Sakit dan pihak keluarga melakukan operasi dengan memasang pen pada kaki Sayuti. Namun oleh pihak Rumah sakit operasi dilakukan tidak sesuai dengan penandatanganan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Oleh pihak Rumah sakit operasi dilakukan dengan mengambil tulang pinggul Sayuti, dengan alasan sebagai penyambung tulang kakinya yang patah. Saat itu pihak rumah sakit menyatakan saraf–sarafnya tak berfungsi (sudah mati), selanjutnya pihak rumah sakit mengoperasi bagian pinggul. Dan itulah penyebab Sayuti hingga saat ini merasa sakit pinggulnya bila berjalan.

" Inilah kondisi saya sekarang, kalau jalan sakit kali kurasa pinggangku, sandalku saja sudah kuganjal, kalau tidak aku nggak bisa jalan sama sekali, karena sakitnya", ungkap Sayuti yang terlihat tertatih- tatih dgn memakai tongkat, saat menghadiri sidang.

Menindak lanjuti hal tersebut, pihak Rumah Sakit Imelda jalan Bilal Medan yang dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/1/2018) sekira pukul 17.00 wib, Direktur maupun Humas tidak dapat ditemui, dengan alasan tidak berada ditempat.

" Direktur ataupun Humas tidak berada di tempat", ujar salah seorang wanita yang saat itu bertugas di bagian informasi.

Lalu salah seorang wanita yang mengaku sebagai kepala kordinator Rumah sakit bernama Helen Siregar menghampiri awak media dengan lantangnya berkata " saya kepala kordinator Rumah Sakit ini, bapak siapa dan ada keperluan apa kemari", ujarnya.

Sejumlah wartawan pun menjelaskan berniat ketemu Pimpinan ataupun Humas rumah Sakit guna konfimasi.
Kepala Kordinator tersebut mengatakan,"Humas tidak ada, lagi mengikuti sidang di pengadilan, kalau mau konfirmasi pergi saja ke pengadilan", ketusnya, lalu pergi meninggalkan para awak media.

Sementara menurut pengakuan pihak pengacara korban saat itu, pada saat sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Medan, sekira pukul 11. 00 Wib, Humas Rumah Sakit Imelda tidak hadir dipersidangan, yang hadir hanyalah seorang perawat bernama Puji Astuti sebagai saksi. Dan sidangpun ditunda minggu depan untuk pemeriksaan saksi.

Menanggapi adanya dugaan Malpraktek di Rumah Sakit Imelda Medan yang kini kasusnya tengah bergulir ke ranah hukum, Robby Barus anggota DPRD Medan dari fraksi PDIP komisi A yang dikonfirmasi merasa prihatin dengan apa yang dialami korban, dan Satgas PDI Perjuangan siap mengawal korban kasus Mallpraktek yang di lakukan pihak Rumah Sakit sampai si korban mendapat keadilan. 

" Kami dari Satgas PDI Perjuangan siap membantu dan mengawal kasus Malpraktek ini sampai tuntas", tegas Robby Barus. (Red)
-
Views

INTAIKASUS.COM - Direksi Keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumut, Arief Haryadian, bersama sejumlah pegawai mengunjungi kediaman Mariadi (67) di Jalan Belibis 6/11 No 319, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, mantan pegawai PDAM yang sedang mengalami sakit, Kamis (11/1/2017) Siang.

Arief Haryadian dan rombongan langsung menyalami mantan pegawai yang telah mengabdi selama 35 tahun di PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota.

Melihat kondisinya, Mariadi yang berjaya saat membela PSMS Medan tahun 1970-an dan PSSI tersebut, mengalami sakit stroke, dimana bagian tangan dan kaki sebelah kirinya sudah sulit difungsikan. Mariadi pun hanya bisa duduk di kursi di ruang tamu rumahnya.

" Seangkatan saya itu di PSMS Suparjo, Andi Lala, Nobon, Parlin Siagian, Maricu, Warno. Di Timnas ada Ronny Patinasarani, Sutan Harhara, dan lain-lain," ungkap Mariadi yang berposisi doble sriker dan memiliki tendangan keras hingga bolanya ke luar Stadion Teladan.

Kepada Direksi Keuangan, Mariadi mengatakan penyakitnya itu muncul sekitar 4 bulan lalu, saat dirinya sendirian mengendarai sepeda motor dari Kecamatan Sunggal hendak pulang ke rumah.

" Saya mau sampai di rumah, saya mendengar ada yang memaki-maki saya dari belakang. Saat itu lama-lama kepala saya menunduk kayak pembalap itu dan tangan kanan terus menarik gas hingga keretaku kencang lajunya, sedangkan sebelah kiri sudah tidak terasa apa-apa," ucap pemain PSMS yang banyak menjuarai Piala Marah Halim tersebut.

Untung saja Mariadi yang diangkat menjadi Pegawai PDAM Tirtanadi pada tahun 1973 tersebut, langsung sadar dan menghentikan laju sepeda motornya di pinggir jalan dan terduduk. Kemudian warga pun membopong Mariadi ke rumahnya, untuk mendapatkan perawatan.

Sementara itu, Arief Haryadian mengatakan,  kedatangan mereka ke kediaman Mariadi untuk menyampaikan ucapan salam Direktur Utama, Sutedi Raharjo dan Direksi PDAM Tirtanadi lainnya.

" Kami ke rumah Bang Mariadi ini juga sebagai bentuk silaturrahim dan juga melepas rindu, karena beliau ini sudah pensiun selama 10 tahun sejak 2008. 

Semoga dengan kedatangan kami ini dapat menjadi obat kesembuhan sakit stroke yang dialaminya," ujar Arief Haryadian didampingi Kabag Humas Zaman K Mendrofa, Kacab Medan Denai, dan sebagainya.

Arief juga mengatakan, Mariadi diangkat menjadi pegawai karena prestasinya di bidang Sepakbola saat membela PSMS Medan dan membawa PSMS dua kali juara di Divisi Utama Perserikatan pada saat itu.

" Beliau ini asset Sumatera Utara dan Nasional, karena telah membela PSMS dan PSSI. Selama menjadi pegawai PDAM Tirtanadi, beliau ini memiliki predikat yang baik," ungkap Arief Haryadian.

Sebelum meninggalkan kediaman Mariadi, Arief Haryadian dan rombongan memberikan tali asih sebagai bentuk bantuan pengobatan untuk kesembuhan Mariadi. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM - Tiga bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara yakni pasangan Edy Rahmayadi - Musa Rajeckshah, JR Saragih - Ance dan Djarot Syaiful Hidayat, Kamis (11/1/2018) pagi mendatangi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan.

Kedatangan tiga bakal pasangan calon tersebut ke rumah sakit adalah untuk mengikuti tes kesehatan sebagai tahapan penjaringan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara yang harus mereka ikuti. Dalam agenda yang sudah ditetapkan oleh KPU, pemeriksaan kesehatan ini akan berlangsung hingga Jumat (12/1/2018) besok.

Seperti disampaikan oleh Edy Rahmayadi - Musa Rajeckshah proses tes psikologi yang mereka jalani dalam dua bentuk, yakni tes tertulis dan wawancara. Diungkap Edy, salah satu pertanyaan dalam wawancara adalah tentang motivasi mereka menjadi seorang pemimpin.

" Psikologi dilakukan tertulis dan wawancara. Seputar motivasi untuk menjadi seorang leader, "ungkap Edy.

Begitupun tes yang dijalani oleh dua bakal pasangan lainnya, JR Saragih - Ance dan Djarot Syaiful Hidayat - Sihar Sitorus juga sama. Meskipun begitu, pasangan Djarot Syaiful Hidayat - Sihar Sitorus menyampaikan bahwa pemeriksaan yang dijalani berbeda dengan di Jakarta saat Djarot maju sebagai bakal calon gubernur DKI dimana pemeriksaan waktu itu lebih ketat.

" Kalau di Jakarta lebih ketat mulai dari pagi diperiksa, di sini lebih santai. Pinter ketua tim dokter ngaturnya, "ujar Djarot mengakhiri.

Disampaikan oleh Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan Pilkada Sumut 2018, dr. Ramlan Sitompul bahwa untuk hari kamis, para bakal pasangan calon mengikuti psikotes, pemeriksaan jantung dan rontgen paru-paru. 

Sedangkan Jumat besok bakal pasangan calon tersebut akan menjalani pemeriksaan tes kesehatan medis dan urine.

" Hari pertama ini tes psikologi. Besok baru pemeriksaan medis dan urine, "ujar Ramlan dan menambahkan untuk tes tertulis dilakukan selama tiga jam dan wawancara selama satu jam.

Seperti informasi yang didapat oleh wartawan dari KPU Sumatera Utara sebelumnya, pemeriksaan kesehatan ini sendiri melibatkan tiga lembaga yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN).  (Int)
-
Views

INTAIKASUS.COM - Panitia Natal Dokumen Sumatera Utara berkerja sama dengan YSKI dan RSU Royal Prima mengadakan Bakti Sosial  bertempat di Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan, Sabtu (23/13/2017).

Acara Bakti sosial ini digelar dalam rangka menyambut Hari Natal 25 Desember 2017 dan menyambut datangnya tahun Baru 2018. Bakti sosial pemberian pengobatan gratis untuk warga Kecamatan Medan Belawan khususnya warga Medan Utara.

Seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian kacamata kepada Manula secara gratis, pemberian makanan tambahan untuk menambah giji bagi balita dan anak anak seluruhnya serba gratis. Pengobatan gratis tersebut sebanyak 500 orang, pemberian kacamata gratis kepada Manula sebanyak 500 orang, pemberian makanan tambahan kepada 1000 orang anak anak balita dan pemberian makanan tambahan dan obat obatan kepada 1000 orang anak anak usia 7 tahun hingga 12 tahun.

Namun sayangnya Bakti Sosial yang diadakan oleh Panitia Natal Dokumen yang bekerja sama dengan YSKI dan Rumah Sakit Umum Royal Prima ini tidak dihadiri oleh Camat Medan Belawan maupun Lurah Kelurahan Belawan Bahari.

Ketua Pelaksana Indra B Hutauruk didampingi Drg Annita dan Eddy Suwarno menuturkan "sangat puas karena warga yang berobat gratis sangat antusias".
Antusiasme warga yang berobat ini menandakan bahwa masyarakat Kota Medan ini ingin selalu sehat, terutama saat akan merayakan Natal 25 Desember 2017 dan menyambut datangnya Tahun Baru 2018. (Int)
Views

INTAIKASUS.COM – Guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan sosial, BPJS Ketenagakerjaan menggalakkan program Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (PERISAI). Dengan bergabung di dalamnya, kita berpeluang mendapatkan Fee sebesar 7,5 % dari total iuran, ditambah bantuan operasional sebesar Rp500 ribu perbulan.

" Kami membuat aplikasi dengan nama PERISAI. Program ini untuk merekrut orang agar menjadi peserta. Yang bisa menjadi PERISAI itu adalah orang yang punya jaringan. Kalau nggak punya jaringan, kami nggak mau. Kalau punya jaringan, misalnya seperti ketua kelompok tani, atau dia punya jaringan beberapa kelompok tani. Itu bisa kita rekrut menjadi Perisai," terang Deputi Direktur BPJS Ketenagekerjaan Sumbagut, Umardin Lubis saat menggelar ramah tamah dengan Serikat Pekerja dan Media di Restoran Kenanga Medan, Jumat (22/12/2017).

Program ini menjadi target utama pihaknya untuk tahun 2018 mendatang dan sasarannya adalah desa. Kenapa pilih kampung? Karena, katanya, cukup potensial dari segi jumlah penduduk, khususnya pekerja informal yang tersebar di luar perkotaan.

Sebagai langkah awal, mereka sudah menggalakkan program Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan. Di Provinsi Sumatera Utara sendiri, telah dilahirkan 27 desa sebagai branding. 

" Dari 33 kabupaten kota yang ada di Sumatera Utara, ada 692 kelurahan dan 5.388 desa. Itu yang bagi kami sangat menarik. Jika satu desa saja rata-rata misalnya ada 10 orang aparatur, berarti kan kita sudah bisa merekrut lebih dari 50 ribu pekerja yang ada di desa," katanya.

Jadi, lanjut Umardin, kalau aparatur desa itu bisa masuk, itu sesuatu yang luar biasa potensinya. "Itu masih dari aparaturnya saja. Tapi tujuan kami bukanlah dari aparaturnya. Itu hanya sebagai perpanjangan tangan saja sebenarnya. Dia membayar juga jadi peserta, supaya dia tahu kalau menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan itu, apa saja kewajibannya, berapa iurannya, dan apa manfaatnya. Kalau sudah tahu manfaatnya, tentunya sudah gampang merekrut orang," sebut pria berambut ikal ini.

Menurutnya, pekerja di sektor informal itu, terbesarnya ada  di pedesaan. Itu lah yang menjadi sasaran utama mereka. Petani, nelayan, buruh kebun, ada di desa. Pedagang pasar itu datangnya dari desa, bukan di kota. Pedagang sayur, misalnya, itu dari desa. 
Sehingga itu yang menjadi sasaran program BPJS Ketenagakerjaan untuk program Perisai.

" Yang tahu kondisi itu semua siapa? Adalah perangkat desa, misalnya ketua RT/RW, kadus, sampai ke kades. Mereka ini lah yang kita harapkan bisa menularkan dan merekrut pekerja informal itu menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," harapnya.

Karena itu lah, BPJS Ketenagakerjaan membuat program Perisai. Yakni untuk merekrut orang agar menjadi peserta. 

" Yang bisa menjadi Perisai itu adalah orang yang punya jaringan. Kalau nggak punya jaringan, kami nggak mau. Selanjutnya nanti di bawah Perisai itu ada agent," terang Umardin.

Dalam program ini, orang yang menjadi Perisai itu berhubungan langsung dengan BPJS Ketenagakerjaan. Yaitu dengan personil yang ditugaskan. "Apa keuntungannya menjadi Perisai? Dia bisa dapat fee 7,5 persen dari total iuran yang dibayarkan.

Selain itu, ada bantuan operasional Rp500 ribu perbulan, tapi minimal harus sudah merekrut 50 tenagakerja. Yaitu dengan mendaftarkan pekerja informal, mengumpulkan iurannya dan membayarannya kepada kita. Kalau ini memang bisa masuk ke desa-desa dan bisa berpengaruh, kenap tidak?" katanya.

Jadi, imbuhnya, nanti kepala desa atau aparatur desa yang bisa membawa masuk warganya menjadi agent, atau pun menjadi anggota peserta biasa, dia mempersilahkannya untuk ikut bergabung. Ajakan ini juga berlaku bagi siapa saja yang merasa mempunyai dan mau jadi Perisai jaringan di pedesaan.

" Minimal ya menjadi perisai di lingkungan kita. Jadi untuk tahun 2018, kami mengarah ke sana untuk pekerja informal. Soalnya sejak dibukanya program jaminan untuk sektor pekerja informal, peminatnya masih kecil. Jadi kita harus mencari strategi," katanya bersemangat.

Salurkan Klaim Rp880,8 miliar Untuk Sumut.

Masih dalam paparannya, terhitung hingga November 2017 ini, BPJS Ketenagakerjaan sudah menyalurkan klaim senilai Rp880,8 miliar untuk 103.319 kasus bagi peserta asal Sumatera Utara (Sumut). Sedangkan untuk peserta asal Aceh, sebesar Rp113,8 miliar untuk 12.407 kasus.

" Dari total klaim yang disalurkan itu, tertinggi didominasi oleh jaminan hari tua (JHT) dengan nominal Rp890,5 miliar (96.786 kasus). Berikutnya, jaminan kecelakaan kerja (JKK) senilai Rp51,9 miliar (11.253 kasus), jaminan kematian (JKM) Rp48,1 miliar (1.849 kasus) dan jaminan pensiun (JP) Rp4 miliar (5.838 kasus)," ungkap orang nomor satu di BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut itu.

Lanjutnya, dalam pembayaran klaim ini juga meliputi beberapa kota di Sumut dan Aceh, yaitu pada kantor cabang Binjai, Kisaran, Lhokseumawe, Medan kota, Medan Utara, Meulaboh, Padang Sidempuan, Pematang Siantar. 

" Untuk kedepan yang menjadi sasaran kita adalah utuh untuk perlindungan terhadap pekerja, semua pekerja yang ada di Sumut Aceh harus sudah dilindungi BPJS ketenagakerjaan," kata Umardin.

Acara yang dibalut kebersamaan dan rasa kekeluargaan itu, turut dihadiri Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Sumut Lindung Pandiangan SE SH MH serta Sekretaris Jonson Sibarani SH, Ketua Garteks Medan Paraduan Pakpahan, serta sekitar 22 wartawan dan 24 pimpinan serikat buruh dan organisasi. (Rel)
Views

INTAIKASUS.COM - Menantu dan Putri Presiden Jokowi, Bobby dan Kahiyang hadiri Bhakti Sosial (Baksos) pelayanan kesehatan dalam rangka hari Dharma Samudera ‎2018 yang berlangsung di Kantor Kelurahan Belawan I.

Kedatangan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu Putri dalam acara kepedulian TNI AL terhadap kesehatan masyarakat yang bekerja sama dengan Yayasan Pundi Amal Kasih SCTV dan Indosiar sontak membuat acara dihadiri ratusan masyarakat.

Program pelayanan 1000 pasien untuk masa depan masyarakat Belawan diberikan pelayanan dalam berbagai bentuk pemeriksaan dan cek up kesehatan, dibuka Aspers Danlantamal I Letkol Laut (P) Dores Afrianto Ardi, SE.
Walaupun hujan turun, tidak menghalangi masyarakat untuk datang memeriksa kesehatan mereka. Dengan suasan penuh haru, masyarakat berduyun-duyun menyalami dan berkesempatan untuk berfoto dengan mantu dan anak Jokowi.

Di sela - sela keramaian masyarakat antusias untuk menyapa anak dan mantu Jokowi, Boby Nasution dalam sambutannya  berjanji akan menyampaikan masalah banjir rob atau pasang yang selama ini menjadi masalah bagi masyarakat.

" Saya akan sampaikan keluhan masyarakat Belawan kepada Bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo agar dibangun Bendungan untuk mencegah banjir air laut pada saat pasang," kata Bobby dalam sambutannya.

Sementara itu, Aspers Danlantamal I Letkol Laut (P) Dores Afrianto Ardi, S.E.‎ mengatakan, kegiatan bakti sosial kesehatan yang diselenggarakan merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Kegiatan yang terlaksana merupakan program Pundi Amal ‎Kasih SCTV dan Indosiar dalam rangka menyambut hari Dharma Samudera 2018. "Kita selaku berperan untuk memberikan fasilitas dan tenaga untuk mewujudkan program kesehatan masyarakat yang ada di Belawan," ungkap Dores.

Kegiatan bakti sosial kesehatan ini turut dihadiri sejumlah undangan dan institusi lainnya seperti, Direktur Indosiar Komjen (Purn) Drs. Imam Sudjarwo, Karumkital dr Komang Makes Letkol Laut (K/W) drg. Yetty Triatni, Sp.Ort., Kadiskes Lantamal I Mayor Laut (K) Kasrin Meha Amk, Mewakili Kapoldasu Kombes Pol Badhar, Kapolres Belawan AKBP Pol Yemi Mandagi, Camat Medan Belawan H. Ahmad, Lurah Belawan I, Tokoh Ormas dan ratusan masyarakat Kelurahan Belawan I‎. (Net)
-
Views

INTAIKASUS.COM - Wakil Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution Msi mengapresiasi kegiatan Sunat Massal yang digelar Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Medan Belawan, di Halaman Masjid Taqwa Belawan, Kamis (21/12).

Sunat Massal yang diikuti 350 anak ini menurut Wakil Walikota sangat membantu bagi anak-anak yatim piatu. 

Diharapkan melalui kegiatan sosial  ini kesehatan dan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu dapat meningkat.
            
Menurutnya, Khitan merupakan sunnah Rasulullah SAW dan jalan menuju hidup yang sehat. Artinya ada manfaat yang dapat dan dirasakan melalui kegiatan khitan ini. 

Selain itu khitanan massal ini sesungguhnya mendidik masyarakat untuk selalu berperilaku dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan karena kegiatan khitan massal ini diikuti oleh anak-anak secara langsung maupun tidak langsung mengajarkan mereka akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
             
" Saya sangat mengapresiasi kegiatan Sunat Massal ini, apalagi kegiatan sosial ini digelar atas kerja sama stakeholder, baik itu IPHI, Rumah Sakit Prima Husada Cipta, Pelindo I dan Rumah sakit dr Komang Males TNI AL Belawan. Pemko Medan mengucapkan terima kasih atas peran stakeholder yang membantu warga yang membutuhkan," kata Wakil Walikota.

Selanjutnya, Akhyar berpesan kepada anak-anak yang di khitan agar melalui khitan massal jadilah sebagai anak anak yang sholeh patuh kepada orang tua saat dalam menjalankan perintah agama serta menjauhi segala yang dilarang dalam agama. 

" Jadilah anak yang bermanfaat bagi keluarga bangsa dan Negara," jelas Wakil Walikota. (Rel)
Views

INTAIKASUS.COM - PDAM Tirtanadi dan Komunitas Donor Darah Tirtanadi (Kodrati) bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan di HUT PDAM Tirtanadi ke 112 agaknya menjadi momen baik jika berangkat dari angka.

PDAM Tirtanandi melakukan aksi donor yang digelar di aula Kantor Pusat PDAM Tirtanadi Jalan SM Raja Medan, Rabu (20/12/2017) dengan  jumlah peserta pendonor sama dengan jumlah angka ulang tahun perusahaan berplat merah ini, yakni 112 orang.

" Yang mendaftar donor 168, yang berhasil mendonorkan darahnya 112 orang, 56 orang gagal karena berbagai pertimbangan medis," kata Asisten 1 Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi, Zaman Karya Mendrofa.

Sebelumnya, kegiatan sosial ini merupakan agenda rutin Kodrati yang digelar setiap 3 bulan. Selain melibatkan masyarakat dan simpatisan, donor darah ini juga melibatkan kalangan Direksi dan pegawai Badan usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

Ketua Kodrati Gunawan Hari Mulya mengatakan, meski kegiatan donor darah rutin dilakukan, namun jumlah pendonor tak surut dari target. Kami menargetkan 100 pendonor, dan mudah-mudahan setiap kali kegiatan ini dilaksanakan jumlah peminat yang ikut berpartisipasi mencapai target," ujar Gunawan disela kegiatan donor darah.

Gunawan yang mengaku sudah 18 kali ikut mendonorkan darah ini menyebutkan, donor darah sangat bermanfaat untuk kesehatan karena akan menumbuhkan sel-sel baru. Selain kegiatan ini amal, juga bermanfaat bagi kesehatan. Pendonor yang sudah mendonorkan darah, biasanya akan kembali jadi pendonor. Karena mereka tahu manfaatnya untuk kesehatan," jelas Gunawan seraya menambahkan kegiatan ini sudah dilakukan sejak September 2011 oleh PDAM Tirtanadi dan Kodrati.

Gunawan meyakini, kawula muda banyak berminat mendonorkan darahnya, bahkan kian menjadi tren dan digemari. Gaya hidup kawula muda ibukota yang ngetren itu donor darah. Menjaga kesehatan sekaligus beramal," sebutnya. (Red)
Views
Dirpolair Polda Sumut  Kombes Pol Ir Sjamsul Badhar saat memantau kegiatan bakti sosial  pengobatan masal

INTAIKASUS.COM – Ditpolair Polda Sumut melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial Pengobatan Massal kepada keluarga kelompok nelayan dan masyarakat Belawan dalam rangka Hut Polairud ke- 67, Rabu (15/11) sekira pukul 08.00 Wib bertempat di Aula Wira Bahari Ditpolair Polda Sumut.

Sebanyak 150 orang peserta hadir dalam kegiatan tersebut, sebelum dilaksanakannya pengobatan massal terlebih dahulu acara dibuka oleh pembawa acara, kata sambutan dari lurah Bagan Deli, ucapan terimakasih dari salah seorang dari masyarakat nelayan dan pengarahan dari Dirpolair Polda Sumut.

Dalam arahannya Dirpolair Polda Sumut Kombes Pol Ir Sjamsul Badhar mengatakan bahwa kegiatan bhakti sosial ini dilaksanakan untuk membantu beban pemerintah dalam menanggulangi masalah kesehatan. 

Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar masyarakat yaitu hak untuk memperoleh kesehatan.

" Kegiatan ini dilaksanakan  untuk menjalin hubungan silaturahim dan persaudaraan dengan masyarakat nelayan dan masyarakat sekitar Belawan," ujar Kombes Sjamsul.

Kegiatan ini berjalan dengan aman dan ditutup dengan poto bersama. (Rn)
Views
Ket. Gambar : Prajurit TNI-AD melakukan Foging di parit-parit sekitar asrama Aek Habil, Kota Sibolga.Selasa (14/11/2017).

INTAIKASUS.COM – Tiga orang anak prajurit TNI-AD yang bermukim di Asrama Aek Habil Kota Sibolga, Sumut terserang penyakit Demam Berdarah (DBD). Selain itu, ada juga yang mengalami penyakit flu dan diare. 

Penyakit itu bisa jadi dimunculkan setelah daerah Kota Sibolga dilanda musim penghujan selama sebulan terakhir.

Biasanya akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti, yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah. Ini dikarenakan saat musim hujan banyak sampah misalnya kaleng bekas, ban bekas, serta tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan untuk beberapa waktu.

Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat. 

Menyikapi hal itu, Dandenkesyah Letkol CKM Aston Rumahorbo bersama Anggota Denkesyah 01.04.02 Sibolga pada tanggal 13 November 2017 melakukan pengasapan/fogging disekitar asmara Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan.

Sasaran foging adalah diparit-parit rumah prajurit TNI-AD. Hal ini dilakukan untuk pencegahan penyakit demam berdarah disekitar asrama.

Untuk diketahui, Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit demam berdarah ini menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan.

Dandenkesyah 01.04.02 Letkol, CKM A. Rumahorbo mengatakan Fogging dilakukan upaya pemberantasan nyamuk. Sementara untuk pencegahan terhadap kasus DBD adalah dengan melaksanakan 3 M (Menguras, Menutup, Mengubur).

" Pencegahan ini dilakukan untuk menghindari gigitan nyamuk aedes aegypti. Dan yang perlu kita waspadai adalah bahwa nyamuk jenis ini akan aktif pada waktu pagi hingga sore hari. 

Sehingga yang efektif adalah dengan menghindari gigitan pada waktu tersebut. Jangan tidur pada waktu tersebu. Bila terpaksa pakailah kelambu, " Ujar Danden Kesyah. (Rel)
Views

INTAIKASUS.COM - Komando Distrik Militer (Kodim) 0201/BS bekerjasama dengan Pemerintah Kota Medan Dinas Pengendalian Kependudukan Kota Medan kembali mencanangkan program kegiatan TNI Manunggal Keluarga Berencana Kesehatan (KB-Kes) Semester II Tahun 2017 yang digelar sehari penuh di lapangan terbuka Kantor Kecamatan Medan Barat Pulo Brayan yang dihadiri ratusan warga masyarakat Kecamatan Medan Barat, Selasa (14/11).

Informasi dirangkum dari  Komandan Kodim 0201/BS, Kolonel Inf Bambang Herqutanto melalui Kaur Bhakti Sterdim 0201/BS, Kapten TEJ Tobing, kegiatan yang akan dipantau langsung tim KB Kesehatan dari Pusterad ini mengusung tema “Melalui Kegiatan KB Kesehatan Kita Wujudkan Keterpaduan Pelaksanaan Program KB Kesehatan yang Dilaksanakan oleh TNI, Pemerintah dan Dinas Pengendalian Kependudukan Kota Medan Guna Meningkatkan Kualitas Masyarakatdi Daerah”.

“ Kegiatan sengaja dikemas dengan tidak menggelar acara seremonial, tetapi langsung melaksanakan penyuluhan tentang kependudukan, sosialisasi manfaat program KB, dan pemasangan alat kontrasepsi kepada para akseptor KB di lokasi acara,” jelasnya.

Sesuai amanat Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, bahwa bakti sosial TNI Manunggal KB Kesehatan Tahun 2017 adalah salah satu bentuk kontribusi TNI dan BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) serta mitra kerja lainnya untuk membangun kependudukan Indonesia agar tumbuh seimbang dengan daya dukung yang tersedia, sehingga bangsa Indonesia secara keseluruhan akan menjadi bangsa yang kuat sejahtera adil dan makmur.

Menurut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, tantangan terberat dalam menyelesaikan masalah kependudukan saat ini adalah belum tercapainya keseimbangan antara jumlah penduduk dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

“ Implementasi Program KB harus menjadi gerakan yang diterima oleh seluruh kalangan masyarakat. Oleh karena itu, program KB Kesehatan harus dilakukan secara sinergi dengan kementerian, LPNK, swasta dan komunitas-komunitas masyarakat yang ada di seluruh Indonesia,” pesan Panglima TNI. (Red)
-
Views

INTAIKASUS.COM – Dalam
mengimplementasikan Program Polisi peduli warga sebagai bagian dari Pelayanan polisi kepada masyarakat, Polsek Percut Sei Tuan gelar bakti sosial pengobatan gratis dengan menurunkan dokter spesialis THT, Bedah, Penyakit Dalam, Paru dan Anak, di Balai Desa Saentis, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deliserdang, Sabtu, (11/11/2017) pada pagi hari.

Dalam sambutannya,  Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean.SH.Sik mengatakan bahwa maksud kegiatan baksos kesehaan ini, selain untuk mendekatkan diri kepada masyarakat juga memperlihatkan bahwa Polisi sangat perduli kepada warga. Karena salah satu tugas polisi adalah memberikan pelayanan terbaik.
" Ada 150 warga yang datang dan merasa sangat antusias, mereka senang karena diberikan pelayanan," ucap Kompol  Pardamean kepada awak media ini.

Kompol Pardamean, menjelaskan, dalam kegiatan baksos kesehatan ini pihak Polsek Percut Sei Tuan bekerjasama dengan Masika ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) Wilayah Sumut, IDI Cabang Medan, FK UISU dan PDUI (Persatuan Dokter Umum Indonesia) Wilayah Sumut. Sebagai rasa antusias masyarakat, sebanyak 150 warga datang mengikuti kegiatan ini dari pemeriksaan tensi hingga konsultasi ke dokter spesialis. Sejumlah penyakit warga pun terdeteksi dari Hipertensi, TBC, Ispa, Tumor  Payudara, Tumor Tiroit,  Dispepsia dan Hemoroit.

" Selain memberikan pelayanan kesehatan, jajaran Polsek Percut Sei Tuan juga mensosialisasikan program Polisi Kita. Dimana kita berharap masyarakat bisa memberikan informasi kepada polisi, agar polisi dengan segera dapat merespon pengaduan masyarakat yang mungkin selama ini belum memuaskan," ujarnya.

Lanjutnya mengatakan,  target kita, bagaimana melaksanakan Program Promoter, dan masyarakat dapat dilayani dengan Baik," ucapnya.

Sementara itu, Ketua PDUI Sumut dr Dedy Irawan menambahkan dalam kegiatan tersebut beberapa penyakit masyarakat dapat terdekti seperti Tumor Tiroit, TBC, Tumor Payudara, Hipertensi, dan Ispa. "Tim kita memeriksa satu persatu pasien, konsul ke dokter spesialis dan kita berikan obat," tuturnya.

Sebagai dokter, kata Dedy,  mengabdi dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat adalah kewajiban dan tugas seorang dokter. Jadi kami sangat bangga dengan memberikan perhatian kepada warga masyarakat yang berada di daerah maupun pedesaan sini," tuturnya.

Hal senada, Ketua Masika ICMI Wilayah Sumut Rizky Emilia menjelaskan,  sebagai kelompok cendikiawan, Masika akan terus mendorong setiap institusi baik penegak hukum maupun kelompok masyarakat untuk bersinergi memberikan yang terbaik bagi masyarakat, salah satunya dengan melaksanakan bakti sosial.

" Kita tidak hanya di Medan, Masika ICMI akan turun ke daerah Sumut lainnya untuk memberikan yang terbaik buat masyarakat," kata  Rizky.

Lenih lanjut, menanggapi Giat Bhaksos Polsek Percut ini, Kenedy Maerbun. ST menyebutkan, untuk membantu masyarakat, selain itu  Bhaksos kesehatan ini  merupakaan wujud nyata kepeduliaan kita pada masyarakat guna ikut serta menyehatkan Rakyat dan Bangsa Indonesia," ungkapnya. (Rn)