.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Iklan

Iklan

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

 

INTAIKASUS.COM, (Langkat) - Unit Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal Polres Langkat meringkus tiga orang tersangka yang melakukan aksi perampokan dengan menggunakan senapan angin dan parang dari lokasi terpisah, Sabtu (31/7). Dari ketiganya, dua di antara tersangka merupakan residivis tindak pidana pencurian dan penganiayaan.

Ketiga tersangka dimaksud yakni EPB alias Betmen (31) warga Dusun I Desa Pamah Tambunan, EPP (28) warga Dusun I Desa Lau Tepu dan YTS (27) warga Kampung Aman Desa Panco Warno Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat. Kapolres Langkat, AKBP Danu Pamungkas Totok menjelaskan, EPB dan EPP merupakan residivis.

EPB pernah menjalani hukuman dua tahun dalam kasus tindak pidana penganiayaan tahun 2008 tersandung perkara tindak pidana pencurian sawit dengan vonis delapan bulan penjara tahun 2020 serta EPP yang diganjar hukuman dua tahun karena melakukan pencurian lembu. 

“Ada dua orang lagi yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang,” sebut  Kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP M Said Husein, Senin (2/8).

Ia menjelaskan, para tersangka melancarkan aksi dengan menggunakan satu unit mobil Toyota Avanza warna putih BK 1395 BM di Halte Simpang Por Desa Perkebunan Turangi Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat, Rabu (23/6). Korbannya asal Kota Binjai yang saat itu tengah berteduh.

“Para tersangka langsung melakukan penodongan dengan menggunakan senjata senapan angin dan parang,” ujarnya.

Korban tak berani melawan dan merelakan barang berharga miliknya dilarikan para tersangka. Adapun barang korban yang dirampas yakni, dua unit sepeda motor dan sejumlah telepon genggam.

Ketiga tersangka disangkakan Pasal 365 ayat (1) dan ayat (2) dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara. (Rn/Red)

Views

 

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Unit Reskrim Polsek Medan Kota mengamankan pelaku peludahan terhadap seorang petugas PLN bernama Ayu Miranda oleh pelanggannya, berinisial MRS (35) warga Jalan Halat, Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota.

Pelaku MRS diamankan saat berada di SPBU Singapore Station, Jalan Brigjen Katamso, Sabtu (31/07/2021), sekira pukul 13.00 WIB, 
Sementara, peristiwa itu sendiri terjadi pada Kamis 29 Juli 2021, akhirnya diamankan
Pelaku ditangkap atas laporan Korban yang tak terima karena perlakuan kasarnya meludahi korban. Hingga akhirnya ia pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan Kota dengan nomor laporan STTLP/313/VII/2021/SPKT/ SEK/M.Kota/Polrestabes Medan/Poldasu.

Kapolsekta Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan melalui Kanit Reskrim Iptu Nova Indra Pratama kepada wartawan membenarkan  penangkapan Mhd Reza Sitio (MRS). 

" Motifnya tersangka tidak terima saat petugas PLN melakukan penagihan rekening dan melakukan perbuatan yang tidak dibenarkan oleh hukum. Dan kita juga mengamaankan sebuah vidio.sebagai.barang bukti," jelas Iptu Nova didampingi Panit I, Iptu AE Rambe. (Rel)
Views

 

INTAIKASUS.COM, (Medan) -  Polsek Medan Kota berhasil menggagalkan pencurian kabel milik Telkom yang dilakukan oleh seorang berinisial MR (29) warga jalan Brigjen Katamso pada hari Selasa 13 Juli 2021 sekira pukul 03.30 wib, di Jalan SM Raja Simpang HM Joni.

Kepada awak Media, Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan melalui Kanit Reskrim Iptu Nova menjelaskan bahwa, pada hari selasa tanggal 13 Juli 2021 sekira pukul 03.30 Wib, saat team melaksanakan patroli di seputaran Wilayah hukum Polsek Medan Kota, ketika team melintas di jalan SM Raja, simpang HM Joni, team melihat dan mencurigai dua orang sedang memotong kabel Traffic light," kata Nova.

Ketika team hendak menghampiri, lanjut Nova, kedua tersangka langsung melarikan diri.

"Dengan Spontan, Team pun melakukan pengejaran. Alhasil, salah satu tersangka berhasil diamankan," ujar nya.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, sambungnya, tersangka di boyong ke Polsek Medan Kota bersama barang bukti 1 buah Gergaji besi, 1 buah parang, 3 buah Tang potong, 1 Gulungan kabel yang sudah di potong. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Pria yang viral di media sosial (Medsos) karena memalak supir pengakut bawang, akhirnya ditangkap Unit Reskrim Polsek Medan Timur di Jalan Bulan/Pasar Sambu Medan, Selasa (27/7/2021). 

Dihadapan penyidik, pelaku bernama Gardan Sianturi (33) itu mengakui perbuatannya melakukan pemalakan. "Iya pak, perbuatan saya salah," sebut dia. 

Ia mengakui, dengan sengaja meminta uang kepada supir yang sedang memuat bawang di Jalan Vetaran/Pasar Sambu Medan. "Saya minta uang Rp5 ribu untuk administrasi ormas (Organisasi Masyarakat)," ucap dia. 

Aksi pengutipan uang terhadap para supir di sepanjang Jalan Veteran itu sudah dilakukannya selama dua hari sebelum video pemalakan itu viral. "Baru dua hari pak," sebut Gardan. 

Uang yang dikutip itu, akunya akan disetor kepada ormas. "Itu uangnya saya setor untuk Ormas," akunya. 

Saat melakukan pemalakan terhadap supir pengakut bawang yang identiasnya tak mau disebut, dirinya tidak sadar kalau direkam melalaui handpone. "Saya tidak tau direkam oleh toke bawang (Awi)," kata Gardan. 

Setelah video pemalakan itu viral di media sosial pada Selasa (20/7/2021), personil Unit Reskrim Polsek Medan Timur langsung melakukan pengejaran. Setelah beberapa hari, akhirnya petugas menangkap pelaku di Jalan Bulan/Pasar Sambu Medan. 

Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin melalui Kanit Reskrim Iptu Jefri Simamora mengatakan, bahwa pelaku saat ini sedang dimintai keterangan. "Sudah kita amankan. Saat ini pelaku sedang diperiksa," ucapnya. 

Berdasarkan data yang kita dapat dari lapangan, pria bernama Gardan ini diduga sudah sering memintai uang para supir disepanjang Jalan Veteran. "Kita duga bukan hanya sekali saja, tapi sudah sering," ujar dia. 

Rencananya, pihak Polsek Medan Timur akan melakukan pemanggilan terhadap korban. "Sudah kita panggil, nanti akan dibuat surat pernyataan tidak berbuat lagi," (Rel/Rn)
Views

 

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Aksi kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi, kali ini yang jadi korban yakni Persada Sembiring (25), yang disebut-sebut sebagai Pemimpin Redaksi di salah satu media online di kota Medan.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun, Aksi penyiraman air keras yang dilakukan oleh Orang Tak dDkenal (OTK) terhadap korban Persada Sembiring, terjadi di Jalan Jamin Ginting, tepatnya simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, pada Minggu (25/7/2021) malam.

Insiden penyiraman air keras tersebut diketahui, dari salah seorang teman korban yang juga wartawan media online, karena di telepon oleh korban dengan mengatakan bahwa ia (korban) disiram air keras oleh orang tak dikenal disimpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan.

Saat ini korban sudah dibawa ke IGD RS Adam Malik, dan sudah mendapatkan perawatan medis. Dengan luka serius dibagian wajah.

Belum diketahui secara pasti apa sebabnya korban disiram air keras.

Terkait peristiwa tersebut, Kapolsek Medan Tuntungan, Iptu Martua Manik yang dikonfirmasi wartawan via whatsapp telpon selulernya, Minggu (25/7) malam, membenarkan kejadian tersebut.

"Benar bang, si Persada korbannya, saat ini kasusnya lagi diselidiki oleh Polsek Medan Tuntungan dan Pidum Satreskrim Polrestabes Medan", balasnya. (Red)

Views

 

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Unit Reskrim Polsek Medan Kota meringkus seorang Laki-laki berinisial RS (28) tahun, warga Pasar Merah Timur, pada Jumat (9/7/2021) sekira pukul 12.30 Wib. Tersangka diamankan karena kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan, SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Nova Indra Pratama, Senin (19/7/2021) menyampaikan, tersangkap ditangkap berkat adanya informasi masyarakat yang menyebutkan maraknya peredaran narkotika di jl.AR.Hakim Gg.Langgar Kel. Tegal Sari III Kec. Medan Area.


"Kemudian tim bergerak ke TKP guna menindak lanjuti info tersebut", ujar Iptu Nova.


Setelah di TKP, lanjut Nova, Tim melihat seorang laki-laki dengan gerak- gerik mencurigakan sesuai informasi masyarakat tersebut, kemudian melakukan penyergapan.


"Setelah berhasil diamankan, dan dilakukan penggeledahan, dari kantong celana lelaki tersebut didapati 1 plastik klip transparan kecil diduga berisikan narkotika jenis sabu", sebutnya.


"Setelah di introgasi tersangka mengaku membeli barang haram tersebut seharga Rp.40 Ribu dari orang yang tak dikenalnya. Kemudian tersangka bersama barang bukti diboyong ke Mapolsek Medan Kota untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut", tandas Iptu Nova. (Rn)

Views

 

INTAIKASUS.COM, (LANGKAT) - Kasus penyekapan dan penyiksaan terhadap Edi Suranta PA (39), Erpisken Sbrg (38) dan Susi Susanti PA oleh oknum ASN di Dinas Kesehatan Langkat berinisial Drl br S serta suaminya berinisial AKP PS yang diketahui merupakan oknum perwira pertama yang berdinas di salah satu SPN Polda Sumut yang terjadi pada tanggal 13 Juli 2020 sampai tanggal 19 Juli 2020 lalu, tidak bisa diterima Sahun br Karo (62) warga Desa Tjg.Keriahan, Kec. Serapit, Kab. Langkat.

Pasalnya, menurut Ibunda dari salah seorang korban,  penyekapan dan penganiayaan terhadap Edi Suranta Sembiring (39), akibat perbuatan penyekapan dan penganiayaan yang diduga dilakukan pasutri Drl br S dan suamianya AKP PS, anaknya mengalami luka-luka dan  trauma akut hingga saat ini.

Kepada wartawan, Sahun Br Karo menceritakan, bahwa  anaknya yang bernama Edi Suranta S, tidak ada kaitannya dengan kasus hutang piutang yang diduga dilakukan Susi Susanti PA dan  Erpisken Sembiring kepada pelaku Drl br S. Tapi mengapa anaknya ikut menjadi korban penyekapan serta penganiayaan pasangan suami istri tersebut.

"Anak saya itu gak tau menau masalah hutang yang katanya dilakukan Susi Susanti dan Erpisken Sembiring. Tapi kenapa anak saya ikut jadi korban," ujar wanita tua itu  sembari menunjukkan hasil rontgen dan rekam medis anaknya.

Saat ditanya, kenapa tidak sejak awal kasus penyekapan dan penganiayaan ini dilaporkan, Sahun Br Karo mengaku pada saat itu dirinya khawatir dan takut untuk melaporkan perbuatan keji pasangan suami istri yang dikenal sebagai rentenir kejam itu.

Sahun menceritakan bahwa anaknya Edi Suranta S dan Susi Susanti diambil (diculik) di Perbaungan, oleh oknum AKP PS dan Drl Br Sembiring. Sedangkan Erpisken di Tanah Karo, langsung disekap di rumah pasangam suami istri tersebut. Selama disekap, diduga ketiganya dianiaya, bahkan ada yang dihantam pakai palu.

Seminggu disekap dan dianiaya, ketiganya sempat lolos. Namun tertangkap lagi dan dibawa ke gudang milik Suranta Sembiring di Tjg.Keriahan, Kec. Serapit, Kab. Langkat.

Menurut Sahun, di gudang itu  ketiganya sempat dianiaya. Suami istri itu mengintimidasi ketiga korban agar tidak menceritakan penganiayaan serta penyekapan yang mereka lakukan. KTP Edi Suranta, HP, pun sampai sekarang masih sama mereka. Drl br Sembiring yang dikenal sebagai rentenir itu meminta untuk menandatangani kwitansi kosong, serta memaksa menyerahkan beberapa surat rumah dan surat tanah. Padahal Edi Suranta tidak terlibat hutang dan tidak terkait sama sekali," timpal keluarga Sahun lainnya.

Dalam kesempatan itu, Sahun yang sudah tua itu meminta agar Kapoldasu segera menangkap oknum perwira Polisi AKP PS dan istrinya. "Tolong Pak Kapolda, kami rakyat kecil minta keadilan," ucapnya sembari meneteskan air mata. (Rel)
Views

 

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Seorang pria berinisial SI (23) warga Jalan Bromo, diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Medan Kota. Pasalnya, pria ini  kedapatan mengantongi 1 plastik klip sabu saat diamankan di Jalan Sukarame, Gg. Dua, Kelurahan Tegal Sari III, Kecamatan Medan Area.

Informasi yang dihimpun, penangkapan tersebut terjadi pada Rabu (7/7/2021) lalu, dimana saat itu petugas mendapat laporan dari masyarakat yang resah akan adanya peredaran narkoba di Jalan Sukarame Gg Dua. Berbekal laporan itu, kemudian petugas pun segera turun ke lokasi.

Setibanya di lokasi, petugas melihat tersangka dengan logat yang mencurigakan. Tanpa buang waktu, petugas pun langsung meringkusnya.
Saat di geledah, petugas menemukan 1 plastik klip paket sabu-sabu dalam kantong celananya, dimana pelaku mengakui barang haram tersebut baru saja dibelinya dari OTK (orang tidak dikenal).

Saat ini polisi masih menyelidiki saksi dilapangan siapa bandar barang haram tersebut.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan, kepada wartawan menjelaskan, "berdasarkan laporan dari masyarakat kita berhasil meringkus tersangka beserta barang buktinya. 
“Barang haram itu baru ia beli seharga Rp 100 ribu dari orang yang tak dia kenal dan tak tahu juga namanya siapa,” jelasnya Sabtu (17/7/2021).

Kapolsek menambahkan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut dan tersangka dikenakan Pasal 112 ayat (1) dari UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Red/Rn)
Views

 

INTAIKASUS.COM, (Bangun Purba) - Setelah hampir sepekan ini dimantapkan kembali oleh Satgas Kodim 0204/Deliserdang, permukaan badan jalan sepanjang 3.839 x 4 meter yang telat dipadatkan dengan sirtu itu pun menjadi lebih kokoh. 

"Permukaan badan jalan yang sebelumnya amblas dan lembek karena dilalui truk material usai diguyur hujan, kini menjadi semakin padat setelah kita timbun kembali dengan tanah dan batu koral," ucap Lawas TMMD 111 Kodim 0204/Deliserdang, Kapten Inf Sucipto, Selasa (13/7/2021).

Pekerjaan menimbun itu dilakukan secara manual oleh personel Satgas dengan tetap dibantu warga sekitar Dusun VIII Pagar Gunung, Desa Mabar, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang. 

Setelah diratakan dengan cangkul, baru kemudian digilas dengan alat berat Combined Tandem Roller. 

"Mudah-mudahan badan jalan yang dipadatkan ulang ini akan bertahan lebih lama, terutama dari kikisan air hujan dan tidak lagi amblas saat dilalui truk milik warga nantinya," jelas Kapten Sucipto.

Salah seorang warga yang ikut bekerja, Joshua Tarigan, mengaku senang melihat hasil pemadatan ulang badan jalan itu. 

Ia pun yakin badan jalan itu akan lebih kuat dilalui truk pengangkut sawit milik warga desa. 

"Sudah diperkeras dengan batu koral dan tanah timbun, kecil kemungkinanlah badan jalan ini akan amblas lagi," ungkapnya. (Kodim 0204/DS)
-
Views

 


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Unit Reskrim Polsek Medan Area menangkap 3 pencuri tutup panel PLN Medan Kota di Jl. Tuba IV, Kel. Tegal Sari Mandala III, Kec. Medan Denai, Sabtu (10/7/2021) sekira pukul 05.00 WIB.

Ketiganya yakni, Rian Hariadi (24) warga Jln. Menteng VII Gg. Nelayan, Kel. Denai, Kec. Medan Denai, Richard Nababan (25) warga Jln. Perjuangan Gg. Tapanuli, Kel. Tegal Sari Mandala III, Kec. Medan Denai dan Muhammad Arif Ramadhan Lubis (19) warga Jln. SM Raja Gg. Saruddin No. 31 A, Kel. Siti Rejo III, Kec. Medan Amplas.

“Ketiga tersangka ini kita amankan berdasarkan laporan dari masyarakat. Selanjutnya petugas ke TKP dan melakukan penangkapan," terang    Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago melalui Kanit Reskrim, Iptu Rianto kepada wartawan, Sabtu (10/7/2021) malam.

Guna penyidikan lebih lanjut, sambung Kanit Reskrim, ketiga tersangka berikut barang bukti diboyong ke Mapolsek Medan Area," tandasnya. (Rn)

Views

 

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Seorang paman tega mencuri emas milik keponakannya sendiri. Bahkan, aksi kejahatannya itupun terekam kamera CCTV dan sempat viral di Media sosial (Medsos).

Kasus pencurian emas yang terjadi di Jalan M Yakub, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tersebut, akhirnya berhasil diungkap personel Unit Reskrim Polsek Medan Timur dengan menangkap tersangkanya yang berinisial AA (40) warga Jalan HM Yamin Gang Lurah, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Provinsi Sumut.

Kapolsek Medan Timur, Kompol Mhd Arifin SH didampingi Kanit Reskrim, Iptu J Simamora kepada wartawan mengatakan, bahwa  tersangka AA masuk ke dalam rumah korban, Fadli Lubis (26) yang masih keponakannya sendiri itu dengan cara memanjat tembok di saat kondisi rumah kosong.

“Tersangka masuk ke dalam rumah korbannya dengan cara memanjat lalu masuk lewat jendela,” sebut Iptu J Simamora, Senin (05/07/2021).

Setelah berada di ruangan tamu masih dikatakannya lagi, ternyata tersangka ini tak menyadari kalau dirinya terekam kamera CCTV.

“Dari rekaman kamera CCTV itu, tersangka terlihat mondar-mandir di ruang tamu. Setelah hampir 5 menit mondar-mandir di ruang tamu, tersangka kemudian merusak pintu kamar korban dengan tang. Kemudian dia terlihat masuk kamar setelah itu ia keluar,” ujarnya.

Korban sendiri baru menyadari emas miliknya hilang setelah pulang ke rumahnya. “Kemudian korban berusaha mencari tau siapa pelakunya, sebelum membuka CCTV yang ada di ruang tamu,” imbuh Kanit Reskrim.

Setelah lebih sepekan sambungnya lagi, Fadli pun lantas membuka kamera CCTV itu. Dari situlah jelas terlihat pelaku yang merupakan pamannya masuk kamarnya. Ia pun memviralkan video aksi pencurian itu ke media sosial (Medsos).

“Setelah viral, kita pun langsung melakukan penyelidikan. Namun, Minggu (04/07/2021) kemarin, ternyata korban Malah melakukan penangkapan terhadap tersangka. Kita yang mendapat informasi ada pelaku pencurian ditangkap warga di Jalan M Yakub, Kota Medan kemudian menuju ke lokasi untuk mengamankan tersangkanya,” jawabnya.

Dihadapan penyidik, tersangka mengaku kalau masuk ke rumah korban untuk mengambil emas seberat 30 Gram.

“Kini tersangka masih dalam pemeriksaan. Uang penjualan emas itu digunakan tersangka untuk membeli Narkoba,” tutup Iptu J Simamora mengakhiri. (Rn)

Views


INTAIKASUS.COM, (Percut Sei Tuan) - Tujuh remaja diamankan polisi usai tawuran di Simpang Kariman, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang. 

Personil Sabhara Polsek Percutseituan juga mengamankan 10 unit sepeda motor. Kedua kelompok remaja tersebut saling melempar dengan batu dan membuat warga ketakutan. 

Ketujuh remaja yang diamankan tersebut diantaranya, Muhammad Imam Darmawan (19), Muhammad Siddiq Maulana (17), Fahmi Ihsan (16), Tegar Pratama Diputra Tarigan (15), Tri Wandika (23), Muhammad Ibnu Hakil (19) dan Dimas Padliah Rahmadhana (18).

Ketujuh anak tersebut didominasi oleh pelajar SMA dan warga Percut Sei Tuan.

Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Jan Piter Napitupulu menyebutkan, adapun  kronologi kejadian terjadi pada Minggu 04 Juli 2021 pukul 03.00 WIB.

"Tim Reskrim mendapat informasi bahwa adanya tawuran anak remaja di Simpang Kariman. Kemudian mendatangi lokasi guna melakukan pengecekan," sebutnya, Senin (5/7/2021).

Lalu, sambung Kapolsek,  pada pukul 04.00 WIB, personil reskrim dan personil Patroli Sabhara  mengamankan 7 remaja yang sedang bertikai tersebut dan membawa ke Mako Polsek Percut Sei tuan. Sementara, remaja lainnya berhamburan lari usai rekannya diamankan.

"Hari ini saya memberikan pembinaan kepada remaja yang diamankan yang didampingi oleh orang tuanya. Kepada orang tua yang anaknya terjaring untuk lebih memperhatikan tingkah laku anaknya. agar tidak terulang kembali anaknya terlibat tawuran," bebernya. 

Ia juga meminta remaja yang diamankan, agar mengubah tingkah laku yang tidak terpuji dan tidak bermanfaat bagi masa depan mereka. 

"Setelah dilakukan pembinaan para remaja tersebut dikembalikan kepada orang tuanya dengan membuat surat pernyataan," tandas Jan Piter. (Rn)

Views

 

INTAIKASUS.COM, (MEDAN) -  Kapolda Sumut Irjen Pol.RZ Panca Putra Simanjuntak memimpin acara pemusnahan narkoba, dengan cara digiling lalu dibakar menggunakan mesin khusus, di Mapoldasu, Selasa (29/6).

Adapun barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 412,96 Kg sabu, 54.614 butir pill ekstasi dan 674 gram ganja. Pemusnahan barang bukti narkoba itu dilakukan bersama dengan Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Kajatisu, Kepala Bea Cukai, Kepala BNNP dan pejabat Pempropsu lainnya.

Kapoldasu Irjen Panca Putra Simanjuntak mengatakan, narkoba tersebut merupakan tangkapan Poldasu dan jajaran selama kurun waktu 5 April sampai 15 Juni 2021. Adapun tersangkanya sebanyak 64 orang dari 35 kasus.

“Dengan banyaknya barang bukti narkoba yang kita sita, maka hasilnya telah menyelamatkan 1.709.150 jiwa akibat penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Panca menjelaskan, dari barang bukti sabu-sabu sebanyak 412.960 kg, polisi berhasil menyelamatkan 1.651.840 jiwa dengan asumsi 1 grm sabu untuk 4 orang pengguna.
Narkotik jenis ekstasi sebanyak 54.614 butir dapat menyelamatkan 54.614 jiwa dengan asumsi 1 butir ekstasi untuk 1 orang pengguna. 

Sementara ganja 674 gram dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 2.696 orang dengan asumsi 1 grm untuk 4 orang pengguna.

“Banyaknya barang bukti narkoba yang disita menandakan kalau Sumatera Utara bukan lagi hanya transit pengiriman tetapi sudah menjadi daerah yang empuk peredaran narkoba. Jika kita tidak peduli, maka generasi muda bahkan masyarakat bisa hancur,” pungkasnya.

Keberhasilan ini, tambah Panca, tidak terlepas dari peran serta masyarakat dalam memberikan informasi dan membantu tugas polisi. (Red)
Views

 

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Seorang pria berinisial HS (48) ditangkap polisi karena mengedarkan narkoba. Dari tangan HS, disita barang bukti 10 Kilogram ganja.

Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago mengatakan,  pelaku diringkus di Kecamatan Medan Area pada Rabu (23/6). Saat itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Rianto, menyamar menjadi pembeli ganja.

"Lalu tersangka berhasil kita bekuk saat menjual ganja paket Rp 20 ribu," ujar Faidir saat konferensi pers di Mapolsek Medan Area, Selasa (29/6).

Faidir mengatakan,  pihaknya langsung menggeledah rumah tersangka yang berada di Kecamatan Tembung, Kabupaten Deli Serdang, dan ditemukan ganja seberat 10 Kilogram.

"Tersangka mengaku membeli ganja itu dari pria inisial A (DPO) seharga Rp 1 juta dan kembali menjual ganja tersebut seharga Rp 1,2 juta," ucap  Faidir.

Faidir menjelaskan, tersangka selain menjual ganja dalam jumlah besar, juga menjual dengan ukuran kecil. Harganya bervariasi mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu.

"Tersangka yang sebelumnya berprofesi sebagai pedagang sandal ini juga mengaku sudah tiga bulan dan sudah empat kali melakukan transaksi jual beli ganja tersebut," beber Faidir.

Kini, kata Faidir, tersangka ditahan di Mapolsek Medan Area guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Atas perbuatanya,  tersangka dijerat  melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 114 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang peredaran narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," tandasnya. (Rn)

Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Pasangan suami istri (pasutri) berinisial RIS (31) bersama istrinya DAS (33) kompak masuk penjara. Keduanya diringkus lantaran melakukan pencurian sepeda motor di halaman Mesjid Baiturrahman Jalan Gaharu Kecamatan Medan Timur, Rabu (23/6/2021).

Penangkapan terhadap pasangan yang berasal dari Bahbolon Kampung Bicara Kodya Tebing Tinggi atas laporan korban Nazaruddin Samium (56) warga Jalan Gaharu Gang Berdikari Kecamatan Medan Timur.

"Setelah korban selesai melaksanakan shalat dan hendak pulang, korban melihat sepeda motor miliknya yang terparkir di halaman masjid sudah tidak ada. Selanjutnya korban datang ke Polsek Medan Timur untuk membuat laporan polisi," sebut Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin didampingi Kanit Reskrim Iptu J Simamora, Senin (28/6/2021).

Menerima laporan dari korban, lanjut Kapolsek, selanjutnya  melakukan penyelidikan dengan  cek TKP, termasuk memeriksa rekaman CCTV Mesjid.

Setelah mengetahui pelakunya, sambung dia, petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka di tempat kostnya Jalan Gaharu Kelurahan Gaharu Kecamatan Medan Timur. "Kita amankan tersangka beserta barang bukti sepeda motor korban yang belum sempat terjual," terangnya.

Setelah dilakukan introgasi, kedua tersangka mengakui telah mengambil sepeda motor milik korban di halaman mesjid.

Tersangka Riki menggunakan kunci T untuk mengambil sepeda motor milik korban, adapun setelah kunci kontak terbuka, selanjutnya kedua tersangka langsung membawa lari sepeda motor korban," kata Arifin.

Pasangan suami istri yang menikah secara sirih ini, mengaku telah melakukan Curanmor lebih dari satu kali dan ditangkap polisi tahun 2016 dan 2018.

"Pernah mencuri motor di daerah Deli Serdang dan Serdangbedagai dan sebelumnya juga sudah dua kali masuk penjara. Kita masih dalami lagi, kita menduga setelah bebas, pelaku juga sudah sering melakukan Curanmor. Melanggar Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian, ancaman 5 tahun penjara," tandas Kapolsek. (Red)

Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Petugas Kepolisian Polsek Medan Kota menangkap oknum satpam yang sempat viral menganiaya pria disabilitas, di Pajak Simpang Limun Jalan SM Raja, Sabtu (26/6) siang.

Oknum satpam yang diamankan tersebut berinisial MLT (47), warga Jalan Selamat Medan Amplas.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadan, mengatakan, “Iya (oknum Satpam) sudah diamankan, pelaku dibawa ke Mako Polsek Medan Kota untuk dilakukan pemeriksaan.

"Petugas menangkap tersangka setelah vidio tersebut viral di media sosial tanpa melakukan perlawanan,” sebutnya.

Saat ini, sambung Rikki, petugas masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait tindak penganiayaan tersebut, dan saat ini petugas masih mencari korban yang diketahui berdomisili di Lubuk Pakam.

“Masih kita periksa, korban sedang kami cari,” tandasnya. (Rn)

Views


INTAIKASUS.COM, (Pematangsiantar) - Kepolisian tetapkan tiga tersangka kasus pembunuhan wartawan yang juga pemilik media online atau daring lassernewstoday di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Keterangan itu disampaikan Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak didampingi Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin dalam konferensi pers di markas Polres Pematangsiantar, Kamis (24/6/2021) sore.

Ketiga tersangka berinisial YFP (31) dan S (57) warga Kota Pematangsiantar, dan A, seorang oknum TNI selaku eksekutor penembakan.

Kapolda Sumut mengungkapkan, tersangka S sakit hati atas pemberitaan korban terkait peredaran narkoba di tempat hiburan malam miliknya, dan menyuruh orang untuk memberikan pelajaran.

Namun, tembakan di paha kiri bagian atas mengenai pembuluh arteri yang menyebabkan pendarahan hebat, sehingga korban kehabisan darah dan akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kapolda Sumut menambahkan, korban diduga memberitakan tempat usaha tersangka S, karena tidak memenuhi permintaan jatah sebesar Rp12 juta per bulan atau dua butir pil ekstasi per hari yang harganya diperkirakan Rp200.000 per butir.

Dalam kasus ini, kepolisian menyita barang bukti satu pucuk pistol dengan enam butir peluru aktif yang sempat ditanam salah seorang tersangka di areal pemakaman untuk menghilangkan barang bukti, satu senjata air sofgun, mobil korban dan satu unit sepedamotor, dan parang.

Dari uji balistik peluru yang mengenai paha kiri korban cocok dengan proyektil yang ditemukan polisi serta pistol yang digunakan menembak korban.

Menurut Kapolda Sumut, pengungkapan kasus tersebut berkat kerja sama Polda dan Kodam Bukit Barisan dan setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 57 saksi mata dan petunjuk lainnya.

Para tersangka, kata jendral polisi bintang dua itu, dijerat Pasal 340 sub 338 yo 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

Pada konferensi pers tersebut, Kapolda Sumut menyampaikan terimakasih atas dukungan wartawan hingga kasus pembunuhan itu bisa terungkap.

Korban, Mara Salem Harahap atau Marsal (42), tewas dengan luka tembak pada Jumat, 18 Juni 2021, tengah malam, saat dalam perjalanan pulang ke rumah.

Rumah korban berada di Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (MEDAN) - Polsek Medan Timur menangkap  M.Zulfikri (37) warga Jalan Yakub Gang Titi Batu, Kelurahan Sei Kera Hilir 2, Kecamatan Medan Perjuangan, merupakan seorang pelaku pembobol rumah, Kamis (17/6/2021).

Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin didampingi Kanit Reskrim nya, Iptu J Simamora menyebutkan, berawal korban bersama suaminya keluar rumah, Rabu (16/6/2021). “Sore harinya korban pulang melihat barangnya seperti TV, tabung gas dan 10 pasang sepatu sudah hilang,.

"Menyadari kalau rumahnya baru saja disantroni maling, Sukma kemudian membuat pengaduan ke Polsek Medan Timur," ucapnya kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

Setelah menerima pengaduan, sambung Arifin, anggota melakukan penyelidikan. Tak perlu waktu lama, setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengetahui pelakunya. Esok harinya kita tangkap pelaku di Kawasan Jalan M Yakub Medan Perjuangan. Saat ditangkap pelaku tidak melawan.

Setelah dilakukan introgasi, tersangka mengaku telah mencuri barang milik korban. Pelaku melihat kunci rumah tertinggal (lengket),  kemudian masuk lewat pintu depan.

Setelah berada di rumah korban, pelaku mengambil barang seperti TV, tabung gas dan 10 pasang sepatu. Selanjutnya menjual barang milik korban yang sebagian disimpan.

"Hasil curian yang dijual tersangka digunakan untuk untuk kebutuhan sehari-hari dan sebagian untuk membeli sandal jepit dan baju kaos. “Hasil curian sebesar Rp850 ribu,” pungkas Kapolsek. (Rn)

Views


INTAIKASUS.COM, (Sunggal) - Tekab Polsek Sunggal Polrestabes Medan berhasil menangkap seorang pria inisial Z (27) warga Jln. Veteran Kec. Medan Helvetia karena diduga telah melakukan pembunuhan terhadap rekan kerjanya.

Demikian disampaikan Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH didampingi Kasi Hukum Aiptu Ngatijan dan Kasi Humas Aiptu Roni Sembiring saat dikonfirmasi pada Selasa (22/06) dimako Polsek Sunggal.

Dijelaskan Kanit, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (19/06) sekira pukul 13.30 wib di salah satu gudang di Jl. Kapten Sumarsono Kec. Sunggal DS, yang mana awalnya antara Z dan korban R als Bagong warga Kec. Medan Marelan, terjadi saling ejek sehingga menimbulkan rasa sakit hati Z.

Karena sakit hati tersebut, selanjutnya Z mengambil sebilah pisau yang telah disiapkannya dan langsung menikam leher korban sehingga korban langsung roboh sedangkan pelaku segera melarikan diri, tambahnya lagi.

"Rekan kerja keduanya yang melihat kejadian tersebut segera mengevakuasi korban ke RSU Hermina untuk mendapatkan perawatan namun takdir berkata lain, sehingga korban tidak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir saat mendapat perawatan", imbuhnya.

Polsek Sunggal yang mendapat informasi tersebut,  segera meluncur ke TKP dan segera mengejar terduga pelaku dan berhasil menangkap pelaku saat bersembunyi tidak jauh dari tempat kejadian, namun saat dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti yang telah dibuangnya, terduga pelaku berupaya melawan petugas untuk melarikan diri, sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku", papar mantan Kanit Reskrim Polsek Patumbak tersebut.

"Setelah mendapatkan perawatan medis atas luka yang dideritanya, saat ini tersangka Z dan barang bukti berupa sebilah pisau berukuran sekitar 13 cm telah kita amankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keluarga korban juga sudah membuat pengaduan serta terhadap tersangka kita persangkakan dengan pasal berlapis, pasal 340 subs 338 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara", pungkasnya mengakhiri. (Rel/Rn)
Views


INTAIKASUS.COM, (Labuhanbatu) - Panglima Komando Daerah Militer I Bukit Barisan (Pangdam I/BB) bersama Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menggelar Konferensi Pers terkait Keberhasilan Satresnarkoba Polres Labuhanbatu membongkar Narkoba jenis Sabu seberat 60 Kg dan 2.000 butir ekstasi dari Tanjung Balai ke Riau, Jumat (18/6/2021).

Dikatakan Kapoldasu bahwa,  pengungkapan bermula saat melakukan Operasi Rutin Polres Labuhan Batu di Pos Polisi Beruhur, Senin (14/6/2021), saat diperiksa, petugas curiga dengan barang bawaan dari dalam mobil Suzuki APV BK 1912 VS yang ditumpangi tersangka, dan benar saja saat digeledah barang bawaan, petugas menemukan 60 kg sabu bersama 2000 butir ekstasi yang disimpan didalam koper.

"Tersangka N alias I kepada petugas mengaku ia membawa sabu tersebut dari Tanjung Balai, lalu kita lakukan pengembangan dengan menggerebek rumah tersangka. Hasilnya kita temukan barang bukti 3 buah kaca pirex, 1 buah plastik klip diduga berisi sabu, 2 buah kartu ATM, 3 buah buku rekening BRI dengan nominal keseluruhan Rp 324 juta,” ungkap mantan Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) ini.

Dijelaskan Panca, dari penangkapan tersebut, tersangka mengaku jika dirinya disuruh oleh suaminya, I alias B alias T (DPO) yang kini masih kita lakukan pengejaran.

Kini kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 subs Pasal 112 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. Tersangka juga kita jerat Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan Pasal 5 ayat 1 jo Pasal 2 ayat 1 UU RI No 8 Tahun 2010 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan denda 10 Miliar,” pungkasnya. 

Kegiatan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hadir dalam konferensi pers,Pangdam l/BB Mayjen Hassanudin, Kapoldasu, Irjen Panca Simanjuntak, Kapolres Labuhan batu, AKBP Deni Kurniawan, PJU, Kasat Narkoba, AKP Martualesi Sitepu, Personil Sat Narkoba. (Rel/Rn)