.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Iklan

Iklan

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Aksinya sempat viral karena nekat mencuri di ruang isolasi pasien Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan, seorang pria akhirnya ditangkap pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Timur.

Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin mengatakan, pelaku pencurian yang ditangkap merupakan Sastro Wijoyo Lumban Tobing (40), warga Jalan Ngalengko, Kecamatan Medan Timur.

"Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, diketahui identitas pelaku. Kita lihat dari video hingga mengetahui pelakunya," kata Arifin, Selasa (4/5/2021).

Dijelaskan Kapolsek Medan Timur, pelaku pencurian di RSUD Dr Pirngadi Medan ditangkap personel Reserse Kriminal (Reskrim) di lokasi tidak jauh dari kediamannya. Saat ditangkap dan diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya telah mencuri sejumlah uang.

"Setelah itu langsung diboyong ke Mako," ujarnya.

Lanjut Arifin menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, pelaku yang telah ditetapkan tersangka mengaku tidak menyadari kalau ruang di RSUD Dr Pirngadi Medan tempatnya beraksi tempat isolasi pasien Covid-19.

"Pengakuannya, saat melintas melihat tas korban, lalu masuk ke ruangan itu dan mengambil uang dari tas sebanyak Rp 2.700.000," sebutnya.

Kepada polisi, tersangka juga mengaku baru sekali melakukan pencurian di rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan itu. Sementara laporan pihak RSUD dr Pirngadi Medan sudah sering kehilangan.

"Jadi, masih kita kembangkan lagi. Kita menduga pelaku sudah lebih satu kali melakukan pencurian," terangnya.

Tidak hanya menangkap pelaku, polisi turut menyita barang bukti celana pendek dan flashdisk yang berisi rekaman CCTV (Closed Circuit Television). Terhadap pelaku sudah dilakukan rapid test Covid-19, dan hasilnya negatif.

"Pelaku juga mengaku kalau uang yang dicuri digunakan untuk membayar sewa rumah. Itu pengakuannya," ucap  Kapolsek.

Sebelumnya seorang pria terekam CCTV mengambil uang di salah satu ruang isolasi pasien Covid-19 RSUD Dr Pirngadi Medan. Korban atas nama Ilham, warga Kecamatan Medan Tembung, mengaku kehilangan uang sebesar Rp 2.700.000.

Video viral di media sosial pada Selasa, 22 April 2021. Pihak kepolisian menangkap pelaku pada Senin, 3 Mei 2021. (Red)
Views


INTAIKASUS.COM, (Sunggal) - Seorang pria inisial SS (48) warga Kel. Sempakata harus meringkuk di sel tahanan Polsek Sunggal setelah diringkus oleh Team Khusus Anti Bandit (Tekab) Polsek Sunggal, karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Demikian disampaikan Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH didampingi Kasi Hukum Aiptu Ngatijan dan Kasi Humas Aiptu Roni Sembiring kepada wartawan saat dikonfirmasi, Senin (03/04) di mako Polsek Sunggal.

Dijelaskan Kanit, penangkapan tersebut usai orang tua korban, SM (35) warga Kel. Kwala Bekala, melaporkan kejadian pencabulan yang dialami oleh anak kandungnya, sebut saja Bunga (14), yang diduga dilakukan oleh SS.

Dipaparkannya, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (21/02) sekira jam 09.00 wib di rumah terlapor di Jln. Bunga Sedap Malam, Kel. Sempakata. Saat itu korban yang merupakan pengasuh dari anak tersangka sedang memberikan susu formula kepada anak tersangka. Selanjutnya tersangka mendekati korban kemudian melakukan pencabulan terhadap korban karena situasi saat itu sedang sepi.

"Sejak itu, korban menunjukkan perubahan sikap sehingga mengundang kecurigaan dari orang tuanya,  dan saat ditanyakan korban menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada ibu kandungnya yang akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sunggal pada 2 April 2021," tambah Kanit.

Selanjutnya, ucap Kanit lagi, penyidik PPA berhasil mengumpulkan dan mendapatkan alat bukti sehingga akhirnya tersangka berhasil kita amankan pada Jumat (30/04) dirumahnya tanpa perlawanan.

"Saat ini, tersangka kita tahan di RTP Polsek Sunggal dan kita persangkakan melanggar pasal 81 ayat (2) subs pasal 82 ayat(1) Jo Pasal 76 E UU RI No. 35 Th. 2014 tentang perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara", pungkasnya mengakhiri. (Rel/Rn)
Views


INTAIKASUS.COM, (MEDAN)  - Seorang pria di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat sore ditangkap petugas unit Reskrim Polsek Medan Area, karena memiliki sepucuk senjata api rakitan. Selain sepucuk pistol, dari tangan pelaku juga disita sejumlah amunisi aktif.

Pria tersebut bernama, Sarwo Edi Sitanggang, ditangkap di Jalan Tempuling Medan, setelah sebelumnya polisi menerima informasi dari masyarakat, yang resah setelah mengetahui pelaku memiliki senjata api.

Dari informasi tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan, hingga berhasil menangkap pelaku.

Ketika ditangkap, selain menyita sepucuk senjata api rakitan, polisi juga menemukan beberapa amunisi aktif.

Wakapolrestabes Medan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Irsan Sinuhaji menyebutkan, bahwa pihaknya saat ini masih mendalami keterangan pelaku, guna memastikan apakah senjata api rakitan yang disita dari tangan pelaku, pernah digunakan untuk tindak kejahatan atau tidak.

"Pihak kepolisian juga tengah mendalami asal usul senjata yang disita dari tangan pelaku. Dalam kasus ini, pelaku terancam akan dipenjara selama 10 tahun, karena dijerat dengan Undang - Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951," tandasnya. (Red/Ik)

Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Personel Unit Reskrim Polsek Medan Area Berhasil mengungkap Kasus pembongkaran Rumah Toko (Ruko) di komplek Asia Mega Mas jalan Asia Raya Blok H 6 Kelurahan Sukaramai 2 Kecamatan Medan Area, dan meringkus 3 pelaku, Jumat (30/4/2021).

Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago dan Kanit Reskrim Iptu Rianto mengatakan, ketiga pelaku yang ditangkap yakni: Rahmad Dani Alias Dani Ayam (27) warga jalan Kepiting 7 No 221 Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Faizar Banazik Alias Faisal (26) Warga jalan Puri Gg: Waspada No 2 E, Kelurahan Komat 1 Kecamatan Medan Area, dan Zulfahmi Lubis Alias Fahmi (28) Warga jalan Pukat 2 No 130 Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung.

"Ketiga pelaku kita amankan setelah membongkar Ruko milik Korban Riyadi (31) pada hari Sabtu (17-4-2021) sekira pukul 06.45 Wib ", kata Irsan.

Irsan menjelaskan, dalam aksinya,  pelaku menggasak hampir deluruh barang berharga Mmlik korban.  Akibat dari kejadian itu korban kehilangan 1 unit TV LED merek SHARP 60 inci warna Hitam, 1 unit Tv Led merek Sharp 52 inci, 2 unit Tv merek Sony masing - masing 40 dan 22 Inci, 1 unit Tv Led Merek Toshiba 32 inci, 3 unit monitor, komputer merek Lg, 2 unit, Tv merek Lg 21 inci.

Kemudian 1 unit monitor Dei, 2 unit Ac merek Sharp 1 peka, 4 unit mesin Ac,  2 Buah microwafe, 3 unit Dvd player, 1 unit printer merek Brother, 1 unit Printer merek Canon, 1 unit Scanner merek canon, alat perlengkapan kantor, beberapa pakaian, 1 Sparepart Genset ,1 unit Stabilizer Listrik, 1 buah Blender, 2 unit Cpu, beberapa Barang pecah belah dan Sparepart Mobil fuso diantaranya, 6 buah bangku mesin belakang 10 buah baut Roda depan sebelah kanan,8 buah baut Roda depan Sebelah kiri, 250 buah karet tutup Abu, 40 buah karet Rem 55,56,20 Buah karet Rem 35,5,20 buah karet Rem 50, 5,20 Botol Lem Silikon.

Selanjutnya 5 buah batu gerenda Potong,10 buah batu gerenda Tebal,4 buah Tojok klos bawah ,5 buah Saringan oli Lohan, 8 buah saringan oli Fuso,8  Saringan solar lohan,8 buah saringan Atas Fuso 11 buah Saringan solar bawah fuso,2 buah mata gerenda potong kayu dan 30 buah baut Roda jumbo belakang,kerugian ditaksir Ratusan Juta Rupiah.

Alhasil, lanjut dikatakan mantan Kapolres Madina ini, pada Rabu (28-4-2021) sekira pukul 24.00 wib,  salah satu pelaku pencurian Ruko bernama Faisal Bawazir alias Faisal berhasil dringkus petugas saat berada dirumah orang tuanya di Jalan Karya Darma Gg  Sukur 4,  Kecamatan Medan Johor.

Setelah di interogasi, pelaku mengaku bahwa dirinya beraksi bersama 2 temannya Rahmad Dani Alias Dani Ayam dan Zulfahmi Alias Fahmi.

Selanjutnya kita lakukan pengembangan dan berhasil meringkus pelaku Dani Ayam dirumah pamannya di Jalan Sejati Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia. Kemudian petugas melakukan pengembangan lagi dan meringkus tersangka Zulfahmi dirumahnya di jalan Pukat 2 No 130. Kelurahan Bantan Timur,  Kecamatan Medan Tembung. Guna penyelidikan lebih lanjut, ketiga pelaku dibawa ke mako Polsek Medan Area," sebut Irsan.

Menurut pengakuan tersangka Dani Ayam, ia menerima uang hasil kejahatan sebesar Rp 2,2.juta. tersangka Faisal menerima Rp 1 juta dan tersangka Fahmi menerima Uang Rp 50 Ribu," katanya.

Irsan menambahkan, "bahwa Ruko milik korban dulunya Kantor dan sudah lama kosong ditinggal sama pemiliknya Hampir 1 tahun dan di buktikan dengan Keterangan saksi yakni seorang jaga malam bernama Dayat, yang melihat 3 pelaku keluar dari belakang Ruko yang di bobol", pungkasnya. (Red)


Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Penyidik Subdit III Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Sumut telah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Wildan Aswan Tanjung, Kamis (29/4).

Pemeriksaan yang dilakukan itu, mengingat status Wildan Aswan Tanjung yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas perkara dugaan secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan biaya pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan sektor perkebunan yang diterima Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan TA 2013, 2014 dan 2015. 

“Ya, Penyidik Subdit III Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Sumut telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Wildan Aswan Tanjung mantan Bupati Labusel,” kata Direktur Krimsus Poldasu Kombes Pol John Nababan melalui Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Hadi Wahyudi, Jumat (30/4).

Hadi menjelaskan, perkara tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka Wildan Aswan Tanjung menyebabkan kerugian negara sebesar Rp1.900.000.000. Menurutnya, penghitungan kerugian negera itu berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Sumut.

“Sehingga usai proses pemeriksaan terhadap Wildan Aswan Tanjung selesai dilakukan penyidik melengkapi dan mengirimkan berkas perkara tahap I ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara,” jelasnya.

Kendati demikian, Hadi mengungkapkan terhadap tersangka Wildan Aswan Tanjung setelah menjalani pemeriksaan tidak dilakukan penahanan. Penyidik menilai tersangka sangat kooperatif. Namun begitu, seluruh barang bukti telah dilakukan penyitaan. 

“Dalam kasus korupsi yang dilakukan tersangka Wildan Aswan Tanjung dikenakan Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP,” pungkasnya.(Rel)

Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Polda Sumut menetapkan lima orang tersangka dalam kasus penggunaan alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara.

Kelima tersangka itu antara lain PM (45) selaku Plt Branch Manager Laboratorium Kimia Farma Medan Jalan RA Kartini, merangkap Kepala Layanan Kimia Farma Diagnostik Bandara Kualanamu.

PM berperan sebagai penanggungjawab laboratorium. Ia juga diduga memerintahkan penggunaan cotton bud swab antigen bekas. Kemudian SR (19), DJ (20), M (30), dan R (21).

Dari hasil pengembangan, kita menetapkan 5 orang tersangka dalam pelanggaran UU kesehatan ," kata Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra, Kamis (24/4/2021) di Mapolda Sumut.

Jajaran Poldasu mengungkap  pidana di bidang kesehatan, yaitu melakukan atau memproduksi mengedarkan dan menggunakan bahan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standard keamanan khasiat atau kemanfaatan dan mutu.

Menurutnya, kasus ini terungkap pada Selasa, 27 April 2021. Saat itu Tim Penyidik Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut menerima informasi penggunaan kembali alat tes antigen di Lantai M Gedung Bandara Kualanamu.

Para tersangka ditangkap karena memproduksi mendaur ulang stik yang digunakan sebagai alat untuk melakukan tes swab antigen. Stik tersebut didaur ulang oleh para pelaku. Kemudian dicuci kembali, dibersihkan, dan dikemas kembali. Alat tes antigen itu kemudian dipakai di Bandara Kualanamu.

Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti, antara lain rapid rest deviq, brus swab, stik antigen, tabung, cairan buffer plastik ukuran 9 Ml, 2 buah stik control, hingga uang Rp177 juta.

Panca Putra mengatakan, praktik daur ulang alat rapid test antigen itu telah berjalan sejak bulan Desember 2020. Dalam menjalankan aksinya para tersangka memiliki peran masing-masing.

"Ada yang bertugas menerima pendaftaran, petugas yang membuat surat reaktif atau tidak, dan pimpinan yang merupakan bisnis manager," kata Panca.

Selain lima tersangka, ada tiga orang lainnya yang berperan sebagai petugas tes swab dan masih berstatus sebagai saksi.

Mereka menerima perintah dari PC untuk tidak menggunakan stick atau alat pengambil sampel yang baru,  melainkan yang daur ulang.

"Jadi untuk membedakan mana stick baru atau daur itu dari segel bungkusan. Kalau yang baru, kedua sisi bagian dalam bungkusan masih rapi," tukasnya.

Kelima tersangka dijerat Pasal 98 ayat (3) Jo pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

"Mereka juga dijerat dengan Pasal 8 huruf (b), (d) dan (e) Jo pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp2 miliar.," tandas panca. (Red)

Views


INTAIKASUS.COM, (Sunggal) - Tekab Polsek Sunggal Polrestabes Medan berhasil meringkus dua orang laki-laki inisial MZ alias J (20) warga Kel. SEI Sikambing CII Kec Medan Helvetia dan R (20) warga Kel. Dwikora Kec. Medan Helvetia akibat tertangkap tangan beberapa saat setelah melakukan penjambretan.

Keberhasilan tersebut disampaikan Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH, didampingi Kasi Hukum Aiptu Ngatijan dan Kasi Humas Aiptu Roni Sembiring, Selasa (27/04) saat dikonfirmasi di mako Polsek Sunggal.

Dijelaskan Kanit, pengungkapan tersebut berawal dari team Tekab Polsek Sunggal yang sedang melaksanakan tugas patroli untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan jalanan, melintas di Jln. Amal Kel. Sunggal pada Senin (26/04) sekira pukul 14.30 wib.

Saat melintas tersebut, team melihat kedua pelaku memepet sepeda motor korban Rumita (43) warga Desa Sei Semayang hingga terjatuh, namun kedua pelaku langsung melarikan diri.

Melihat kedua pelaku melarikan diri, team langsung mengejar keduanya hingga keduanya terjatuh dari sepeda motor yang dipakainya, namun masih berupaya melarikan diri sehingga team dibantu masyarakat yang kebetulan berada di tempat kejadian berhasil mengamankan keduanya.

Saat itu juga korban yang sudah dalam keadaan terluka dipertemukan dengan kedua pelaku. Korban menjelaskan bahwa keduanya telah menjambret korban hingga terjatuh dari sepeda motor.

"Kita sudah mengamankan keduanya berikut barang bukti berupa 1 (satu) buah tas sandang warna Merah Muda merk Roberto 
yang didalamnya berisikan 1 (satu) buah dompet warna gold berisi uang tunai Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah)
milik korban dan 1 (satu) unit sepeda motor Honda Beat warna Hitam No.Pol.: BK-2376-JAS milik tersangka R," tambah Kanit lagi.

"Untuk kedua tersangka kita persangkakan melanggar pasal 365 Ayat (2) ke-2e dari KUHPidana dengan ancaman
hukuman penjara selama – lamanya 12 tahun," imbuhnya.

"Untuk masyarakat, kita himbau agar senantiasa waspada apalagi jika melintasi jalanan yang sepi agar terhindar dari niat jahat pelaku kejahatan," pungkasnya mengakhiri. (Rel/Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Jakarta) -Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Satgassus Polri berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis Sabu seberat 2,5 ton asal jaringan Internasional Timur Tengah, Malaysia dan Indonesia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa,  pengungkapkan itu berasal dari tiga lokasi yang berbeda. Pertama di Parkiran Ali Kopi Lampaseh Kota, Kuta Raja, Kota Banda Aceh dan Pantai Lambada Lhok, Kabupaten Aceh Besar. Dalam hal ini, aparat mengamankan barang bukti seberat 1.278 Kilogram.

"TKP kedua, berada di Lorong Kemakmuran, Kecamatan, Meureubo, Kabupaten, Aceh Barat, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, dengan barang bukti seberat 1.267 Kilogram. Lalu, TKP ketiga Pertokoan Daan Mogot, Jalan Tampak Siring Jakarta Barat.

“Kami ungkap kurang lebih 2,5 ton narkoba sabu asal Timur Tengah, Malaysia yang masuk ke Indonesia”, kata Sigit dalam jumpa pers di Lapangan Bhayangkara, Rabu (28/4/2021).

Sigit mengungkapkan, pada pengungkapan tersebut, aparat menangkap 18 orang tersangka, dengan rincian 17 diantaranya Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu Warga Negara Asing (WNA) Nigeria. Bahkan, salah satunya harus diberikan tindakan tegas dan terukur atau tembak mati.

Adapun peran dari tersangka tersebut, yakni, tujuh orang sebagai jaringan pengendali. Mereka adalah S, AAM, KNK, AW, HG, A, dan MI.

Lalu, delapan orang sebagai jaringan transporter yaitu, M, MN,
FR, MD, B, UI, R, dan AMF. Dan tiga orang sebagai jaringan pemesan OL, AL, dan SL.

“Tersangka KNK, AW, HG, A, MI, dan AL merupakan terpidana di lapas dengan hukuman diatas 10 tahun dan hukuman mati. Namun mereka masih bisa menjadi pengendali jaringan narkotika internasional”, ungkap Sigit.

Sigit menuturkan, 2,5 ton sabu tersebut hasilnya mencapai Rp1,2 triliun. Sementara, hasil pengungkapan barang haram itu setidaknya ada 10,1 juta jiwa yang terselematkan.

“Kalau dari sisi bahayanya maka dengan kani amankan 2,5 ton narkoba kami amankan masyarakat 10,1 juta jiwa, yang tentunya bisa diselamatkan dari potensi bahaya narkoba ini”, tutur Sigit.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsidair Pasal 112 ayat (2) jo subsidiar Pasal 115 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009. (Rel/Red)

Views

 


INTAIKASUS.COM, (TANAH KARO) – Dalam upaya memerangi peredaran gelap narkoba sebagai komitmen menuju tanah karo Bersinar (Bersih Narkoba), personil dari Satres Narkoba Polres Tanah Karo Dibawah Komando Kasat Narkoba AKP Henry D B Tobing SH, kembali berhasil menangkap 2 (dua) orang yang diketahui memiliki narkoba jenis shabu.

Menurut keterangan KBO Satres Narkoba Polres Tanah Karo IPTU Hendrik Tarigan kepada awak media terkait kronologi kejadian penangkapan berawal dari adanya informasi dari warga yang layak dipercaya prihal peredaran barang gelap narkoba di wilayah hukum polsek simpang empat.

Tanpa mengulur waktu personil langsung mengarah ke target sasaran dan awalnya berhasil meringkus 1 (satu) orang pemilik narkoba atas nama Raju Sembiring (39) warga desa Gung Pinto, Kec. Naman Teran Kab. Karo, Pada hari Jumat, (23 April 2021), sekira Pukul 22.00 wib di Desa Gung Pinto Kec. Naman Teran Kab. Karo,” ujar Hendrik.

Dirinya menerangkan, “dari serangkaian penggeledahan yang dilakukan petugas menemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah plastik klip berles merah yang berisikan 17 (tujuh belas) Paket plastik klip berles merah diduga berisikan narkotika jenis shabu shabu dengan berat brutto 2,28 (dua koma dua puluh delapan) gram, yang ditemukan di dalam kantong sebelah kiri jaket yang dikenakan Raju.

Setelah menemukan barang bukti tersebut, kemudian personil melakukan penggeledahan di rumah tersangka Raju Sembiring dan ditemukan lagi barang bukti berupa 2 (dua) buah pipet plastik sebagai sekop, 1 (satu) bal plastik klip berles merah dan 1 (satu) buah timbangan elektrik warna merah kombinasi abu abu, yang ditemukan di dalam lemari,” ungkap KBO Satres Narkoba.

Lebih lanjut dikatakan Hendrik, “setelah mengamankan pemilik narkoba atas nama Raju Sembiring,  selanjutnya petugas kembali menangkap Riama Sitepu (45) petani, Warga Desa Gung Pinto Kec. Naman Teran Kab. Karo, disebuah kedai kopi,” bebernya.

Dijelaskan Hendrik lagi bahwa, “dari hasil penggeledahan terhadap tersangka Riama Sitepu , petugas kembali menemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah plastik klip berles merah yang berisikan, 1 (satu) buah plastik klip berles merah yang didalamnya terdapat 2 Paket plastik klip berles merah diduga berisikan narkotika jenis shabu shabu dengan berat brutto 0,32 (nol koma tiga puluh dua) gram yang ditemukan di atas lantai kedai kopi tersebut. Jumat (23 April 2021), sekira Pukul 22.30 Wib di Desa Gung Pinto Kec. Naman Teran Kab. Karo.

“Saat ini kedua pemilik barang haram narkoba jenis shabu berikut dengan sejumlah barang bukti (BB) yang ditemukan, sudah diamankan oleh persoil ke Satresnarkoba Polres Tanah Karo guna proses pengembangan penyelidikan lebih lanjut,” pungkas KBO IPTU Hendrik Tarigan mengakhiri. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Delitua) - Sehari melakukan penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Deli Tua Polrestabes Medan akhirnya berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di Jalan Karya Jaya Gg. Eka Putra Kel. Gedung Johor Kec. Medan Johor, Jumat (24/4/2021), sekira pukul 05.30 wib.   

Dalam pengungkapan itu, petugas berhasil menangkap Tiga tersangka, dan pelaku utamanya terpaksa ditembak polisi karena berusaha melawan petugas saat petugas melakukan pengembangan.   

Adapun ketiga tersangka yakni : DS Alias Ambo (28) warga Jalan Karya Jaya Gg. Eka Pamili Ujung, Kel. Gedung Johor, Kec. Medan Johor (pelaku utama), Sum (46) warga Jalan Pertahanan Gang Madrasah, Kel. Patumbak Kampung, Kec. Patumbak (penadah) dan BH (45) warga Jalan Pertahanan Gang Jati Kel. Patumbak Kampung, Kec. Patumbak (perantara penjual).   

Dalam pengungkapan kasus itu, petugas juga ikut mengamankan berbagai barang bukti seperti satu buah baju warna hitam yang digunakan pada saat melakukan, satu buah celana panjang warna hitam, satu buah Sp.Motor merk Yamaha Mio warna merah maron BK 6781 ABP dengan No.Rangka : MH328D305BK852393 No.Mesin : 28D2831871.

Kapolsek Deli Tua AKP. Zulkifli Harahap, SH melalui Kanit Reskrimnya Iptu Martua Manik,SH, MH menjelaskan, bahwa tersangka ditangkap berdasarkan laporan korban An. Zulkifli Harahap (65) warga Jln. Karya Jaya Gg. Eka Putra No.2 Lk.II Kel. Gedung Johor Kec. Medan Johor pada tanggal 23 April 2021, dengan nomor Lp/ 387 / K / IV / 2021 SPKT / SEKTA DELTA .

Dijelaskan Martua Manik, kalau sehari melakukan penyelidikan kasus tersebut pihaknya sudah berhasil mengetahui identitas tersangka.

” Hari Jumat tanggal 23 April 2021 korban buat laporan pengaduan ke Polsek Delitua, dan pada hari Sabtu tanggal 24 April 2021 sekira pukul 14.00 wib, team opsnal sudah berhasil menangkap tersangka utamanya An. Dani Saputra Alias Ambo di Jln. Karya Jaya Warnet 93 Kel. Gedung Johor Kec. Medan Johor,” terangnya.

Begitu dilakukan interogasi terhadap Dani Saputra, jelas Kanit Reskrim, dia mengakui perbuatannya kalau telah melakukan pencurian Sepeda Motor milik korban itu bersama temannya Yanto (DPO), dan juga menerangkan kalau BB itu telah di jualnya kepada Sumadi melalui perantara Beni Hasibuan.

Begitu mendengar keterangan dari tersangka, team Opsnal melakukan pengembangan dan mengamankan Beni Hasibuan dan Sumadi di Jalan Pertahanan Kec. Patumbak, beserta BB satu unit Sp.Motor Yamaha Mio. 

Dan pada saat Team melakukan pengembangan untuk mencari BB Sp.Motor yang satu lagi, tetapi tersangka melakukan perlawanan terhadap salah satu personil,  sehingga dilakukan tindakan tegas terukur,” kata Mantan Kasat Reskrim Polres Nias ini. (Red/Rn)

Views

INTAIKASUS.COM, (Pancur Batu) - Polsek Pancur Batu menangkap tersangka Benhur Tarigan (38), seorang Pegawai Negri Sipil yang bekerja di Kantor Bupati Tanah Karo, Sumatera Utara berhasil dibekuk oleh Reskrim Polsek Pancur Batu disebuah lokasi yang berada di Jalan Veteran Kabupaten Karo, Selasa (20/4/21).

Oknum PNS bernama Benhur tersebut, dibekuk Polisi karena melakukan aksi pencurian diduga dengan kekerasan terhadap korbannya Nofryana (42) yang tinggal di sebuah rumah yang berada di Jalan Jamin Ginting Km 40, Dusun II, Desa Sibolangit, Kecamatan Sibolangit.

Kejadian tersebut terjadi pada saat korban bersama anaknya yang baru saja dari kediaman kakaknya tiba di lokasi kejadian, dimana setibanya dirumah korban bersama anaknya langsung menutup pintu rumahnya dan berbaring didalam kamar untuk istirahat. Namun korban bersama dengan anaknya tiba - tiba terbangun karena mendengar adanya suara bising yang berasal dari ruangan belakang rumahnya .

Mendengar suara bising tersebut, korban bersama anaknya langsung terbangun dan melihat pintu belakang sudah terbuka. Seketika itu pelaku yang sudah berada di dalam rumahpun diduga langsung mencekik leher korban dan mengancam akan membunuh korban bersama anaknya yang sudah berada didepannya saat itu juga .

Korban yang saat itu sangat ketakutan memilih untuk menyerahkan harta bendanya dan meminta agar tidak dibunuh oleh pelaku yang sudah bringas ingin menghantamnya. Pada saat itu, seketika itu juga korban memohon agar pelaku tidak membunuh mereka berdua dan seketika itu pelaku yang sudah mengambil barang berharga milik korban langsung melarikan diri.

"Tersangka Benhur Tarigan kami tangkap setelah korban melapor dan menceritakan kejadian itu pada kami. Saat itu anak korban hendak menutup pintu rumahnya hendak beristirahat. Kemudian pada hari Sabtu dini hari anak korban terbangun dari tidurnya karena mendengar suara gaduh, lalu anak korban mengecek pintu belakang, saat itu muncul pelaku yang langsung mencekik leher anak korban dan mengancam akan membunuhnya," ucap Kapolsek Pancur Batu, Akp Dedy Dharma,SH melalui 
Kanit Reskrimnya Iptu Amir Sitepu.

Dijelaskan Amir Sitepu, saat dicekik anak korban meminta agar pelaku melepaskan cekikannya dengan berkata "jangan bunuh aku, pergilah kau".

"Saat itu anak korban mengenali pelaku yang merupakan tetangga korban. Kemudian kita tangkap tersangka dan kita bawa ke Polsek Pancur Batu," pungkas  Amir Sitepu.
Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Polsek Medan Area Berhasil Meringkus Pelaku penganiayaan  pacarnya sendiri, di Jln. Elang No.36, Kel. Tegal Sari  Mandala lll, Kec. Medan Denai, Jumat (23/4/2021) sekitar pukul 05.00 wib. 

Adapun Pelaku Bernama Maniur Poigar Sihotang (44), warga Jalan Pukat VIII No.13 Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Percut Seituan. Pelaku diamankan dikost pelaku.

Korban Bernama Rina Simanungkalit, (33) warga Jalan Tangguk Bongkar VII, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai.

Informasi dihimpun, pada hari Jumat tanggal 23 April 2021 Pukul 05.00 wib, Tim 7.6 mendapat informasi dari  masyarakat bahwasanya terjadi penganiayaan dan penyekapan didalam kos- kosan dan korban diamankan Kepling di Tangguk Bongkar l setelah mendapat informasi tersebut.

Unit Reskrim Polsek Medan area bergerak ke lokasi kejadian, sesampainya di TKP, ternyata memang benar ada satu orang perempuan sedang tergeletak didalam rumah pak Kepling karena semua badan sudah lebam sampe kekaki bekas penganiayaan oleh tersangka, kemudian personil menanyakan kepada tersangka siapa yang melakukan terhadap diri korban.

Kemudian korban mengatakan, kalau yang melakukannya pacar dia sendiri yang tinggal dikos  jln. Elang no.13,  korban disekap selama  tiga hari dan leher korban dirante. Pada saat tersangka tertidur, korban berhasil melarikan diri menuju rumah Kepling, selanjutnya personil bergerak ke jln. Elang untuk mengamankan tersangka didalam kos dan membawanya kekomando untuk pemeriksaan lebih lanjut dan korban kami boyong kerumah sakit Bhayangkara untuk berobat, berhubung korban tidak memungkinkan untuk membuat laporan.

Selanjutnya pelaku kami boyong kekantor Polsek Medan Area. Dan menyerahkan kepada penyidik untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago didampingi Kanit Reskrim Iptu Rianto, kepada  Awak Media mengatakan, "pelaku telah menganiaya pacar nya sendiri dan kini pelaku kita boyong ke Mako guna proses lebih lanjut," tandasnya. (Rn/Red)

Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Tim Anti Bandit (Tekab) Polsek Medan Timur berhasil meringkus seorang wanita berinisial ER (32), Warga Kecamatan Medan Timur, yang merupakan pemilik kost-kostan yang ditempati oleh tersangka Wahyu Hidayat (42) Warga Jalan Gaharu, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur. 

Keduanya ditangkap usai membobol toko suku cadang sepeda motor di Jalan Bambu, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur merupakan milik dari Korbannya bernama Julianto, Jumat, 16 April 2021 pukul 03.00 WIB.

"Tersangka melakukan pencurian ditempat usaha korban dengan cara mencongkel pintu belakang tokonya. Toko korban kan bersebelahan dengan tempat tinggal korban, saat itu korban mendengar suara yang mencurigakan dari dalam toko suku cadang sepeda motor miliknya. Dan saat dicek ternyata pintu belakang tokonya itu sudah dibobol maling dan banyak suku cadang sepeda motor miliknya yang hilang. Hal ini kemudian dilaporkan korban ke Polsek Medan Timur," ujar Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin didampingi oleh Kanit Reskrimnya Iptu J Simamora saat konferensi pers di halaman apel Polsek Medan Timur, Kamis (22/4/2021) pukul 12.00 WIB.

Lanjut Kapolsek menjelaskan, kemudian kita lakukan penyelidikan dilokasi termasuk memeriksa rekaman CCTV, dan saat itu terlihat para pelaku melakukan aksinya. Kemudian dilakukan pencarian terhadap pelaku dan akhirnya pada hari Selasa, tanggal 20 April 2021, tersangka Wahyu Hidayat berhasil diringkus di Jalan Bambu, Kecamatan Medan Timur.

"Saat diinterogasi, ia mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian bersama rekan-rekan yang lain Berinisial ER, FR serta IM.

"Kita lakukan pengembangan kasus untuk mencari tersangka lain dan berhasil meringkus seorang wanita berinisial ER sementara rekannya yang lain FR dan IM sedang kita buru," ucap Arifin.

Sementara Wahyu Hidayat saat diwawancarai mengaku mencongkel pintu belakang toko korban bersama ER, "Saya cuma mengangkat barang curian dan mencongkel pintu bang, si ER itu ibu kost aku.

Sementara itu ER saat ditanyakan tentang kondisinya, ia mengaku tengah hamil 4 bulan.

"Lagi hamil 4 bulan bang," pungkas ER tertunda malu. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sunggal) - Team khusus anti bandit (TEKAB) Polsek Sunggal Polrestabes Medan berhasil amankan 2 orang tersangka pelaku curanmor inisial AS (30) dan ZU als MENDOI (28) masing-masing warga Kel. Asam Kumbang dan seorang penadah barang haram inisial DTL (39) warga Desa Lalang Kec Sunggal DS, pada Selasa (20/04) di tiga tempat yang berbeda.

Keberhasilan pengungkapan kasus curanmor tersebut disampaikan Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH didampingi Kasi Hukum Aiptu Ngatijan dan Kasi Humas Aiptu Roni Sembiring, pada Rabu (21/04) saat dikonfirmasi di Mako Polsek Sunggal.

Dijelaskan Kanit, berawal dari pengaduan korban I (47), warga Jln. Bunga Raya Kel. Asam Kumbang Kec. Medan Selayang pada hari Minggu, 11 April 2021 sekira pukul 07.00 Wib, tentang pencurian sepeda motor miliknya saat korban sedang tertidur di sebuah warung di dekat rumahnya.

Menindaklanjuti laporan korban tersebut, selanjutnya Tekab Polsek Sunggal Polrestabes Medan segera melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut dan team penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi, di duga pelaku yang mengambil ranmor korban adalah AS dan ZU als MENDOI, selanjutnya team melakukan pengejaran terhadap keduanya," tambah Kanit.

Dipaparkannya, pengejaran terhadap keduanya berbuah hasil, dimana tersangka AS pada Selasa (20/04) sekira jam 01.00 Wib berhasil diringkus oleh team yang dipimpin oleh Panit 2 Reskrim Iptu I. Sopi, SH saat tersangka hendak keluar dari rumahnya sedangkan tersangka ZU als MENDOI berhasil diringkus pada hari yang sama sekira pukul 14.00 wib di sebuah tempat kusuk. Selanjutnya berdasarkan keterangan keduanya, team akhirnya meringkus tersangka DTL dirumahnya karena diduga menadah barang hasil kejahatan tidak lama sesudahnya berikut barang bukti berupa 1 ( satu) Unit Sp.Motor Yamaha Mio Sporty No. Pol BK 3891 SZ.

"Ketiganya telah kita amankan di mako Polsek Sunggal dan sedang kita periksa secara intensif guna pengembangan, untuk tersangka AS dan ZU als MENDOI kita persangkakan melanggar 363 (1) ancaman hukuman 7 tahun, sedangkan tsk DTL kita persangkakan melanggar pasal 480 dengan ancaman hukuman 4 tahun," tutup Budiman mengakhiri. (Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (MEDAN) – Unit Reskrim Polsek Medan Timur berhasil meringkus 2 orang tersangka pelaku Pencurian di rumah korbannya di Jalan Bambu,  Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur yang terjadi pada tanggal 16 April 2021, pukul 03.00 WIB. 

Atas kejadian itu, korban atas nama Julianto kehilangan 4 unit sepeda motor, 1 lingkar sepeda motor, 2 unit TV dan berbagai suku cadang sepeda motor.

“Kejadian ini viral di media sosial, dari vidionya terlihat para pelaku beraksi dan wajahnya dapat dikenali bernama Wahyu Hidayat (41), warga Jalan Bambu, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur dan seorang lagi rekannya merupakan seorang wanita berinisial ES (34) warga Kecamatan Medan Timur.

"Mereka kami tangkap pada hari Selasa, tanggal 20 April 2021, pukul 14.00 WIB di rumahnya. Saat diinterogasi keduanya mengakui pencurian yang dilakukannnya dan hasil curiannya dijual pada seseorang di Jalan Gaperta, Helvetia,” ucap Kapolsek Medan Timur, AKP M. Arifin melalui Kanit Reskrimnya Iptu Jefri Simamora.


Dijelaskan Iptu Jefri Simamora, kemudian dilakukan pengembangan kasus untuk menangkap pelaku penadah barang curian namun ia sudah tidak ditemukan, namun masih terus kami buru," pungkasnya. (Red)

Views

INTAIKASUS.COM, (DeliSerdang) - Bertempat di Aula Sat Narkoba Polresta Deli Serdang telah dilaksanakan kegiatan press release penyalahgunaan kasus Narkotika Golongan I jenis Sabu, Senin (19/04/2021).

Dalam Kegiatan press release ini dipimpin oleh, Waka Sat Narkoba Polresta Deli Serdang AKP Freddy Siagian SH, Di dampingi oleh Kanit idik II Satnarkoba Polresta Deli Serdang AKP Boyke Barus SH.

Waka Sat Narkoba Polresta Deli Serdang menyampaikan bahwa, Rabu (14/04/2021) pukul 08.00 wib Tim Opsnal Sat Narkoba Polresta Deli Serdang mendapatkan Informasi dari masyarakat bahwasannya dirumah SL Als Salim Dusun IV Desa Palau Tagor Baru Kec. Galang Kab. Deli Serdang yang sering dijadikan tempat untuk menggunakan Narkotika jenis Sabu.

Tak kenal lelah, Tim Opsnal Sat Narkoba Polresta Deli Serdang terus melakukan penyelidikan dan berhasil mendapatkan titik terang pada Rabu (14/04/2021) sekira pukul 12.00 wib,  petugas langsung melakukan penggerebekan kedalam rumah dan berhasil mengamankan 3 orang pria berinisial SL (40) Warga Dusun IV Desa Palau Tagor Baru Kec. Galang Kab. Deli Serdang dan AM (52) warga Dusun III Desa Palau Tagor Baru, Kec. Galang Kab. Deli Serdang dan SH (40) warga Dusun II Desa Palau Tagor Baru, Kec. Galang, Kab.  Deli Serdang, yang sedang bersama melakukan tindakan penyalahgunaan Narkotika.

Selanjutnya, Pelaku SL, JAS dan SH Beserta Barang bukti di boyong ke Sat Narkoba Polresta Deli Serdang. Hingga saat ini Satuan Narkoba Polresta Deli Serdang masih melakukan pengembangan kasus tersebut.

Adapun barang bukti pelaku yang telah di amankan oleh petugas Sat Narkoba Polresta Deli Serdang berupa 1 (satu) buah plastik klip kosong, 1 (satu) buah kain hitam yang didalamnya terdapat, 2 (dua) buah pipet plastik yang sudah dibengkokkan, 2 (dua) buah mancis gas dan 1 (satu) buah tutup botol plastik yang sudah dilubangi.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Waka Sat Narkoba Polresta Deli AKP Freddy Siagian SH  mengatakan, “Hingga saat ini para Pelaku SL, AM Dan SH dipersangkakan Melanggar Pasal 54 UU No. 35 Tahun 2009 yang berbunyi Pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani dan rehabilitasi sosial,” ujarnya. (Rel/Red)
Views


INTAIKASUS.COM, (LABUHANBATU) – Personel Satres Narkoba Polres Labuhanbatu menggerebek sebuah lokasi yang berada di Jalan Padang Bulan, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (17/04/2021) sekira pukul 22.00 WIB.

Dari lokasi yang dikenal sebagai Kampung Narkoba tersebut, personel Satres Narkoba Polres Labuhanbatu yang dipimpin langsung oleh Kasatres Narkoba, AKP Martualesi Sitepu SH MH,  berhasil mengamankan dua orang pria yang masing-masing berinisial TRD alias Tamin (24) warga Jalan Sei Tawar, Kelurahan Binaraga, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumut dan RA alias Indo (34) warga Jalan Simapang Mangga Atas, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumut.

Ketika akan ditangkap sempat terjadi aksi kejar-kejaran, dan dari tangan kedua tersangka, petugas juga turut berhasil menemukan barang bukti berupa 2 plastik klip bening berisi kristal putih diduga berisi Narkotika jenis sabu seberat 0,44 Gram, 1 buah kaca pirek kosong,1 unit handphone jenis Nokia,1 unit sepedamotor merk Suzuki Shogun tanpa plat.

“Selain menyita barang bukti dari tangan para tersangka, kita juga menemukan di sekitar TKP barang bukti 25 plastik klip kecil bening berisi kristal putih diduga sabu seberat 3,69 Gram. Diduga barang tersebut dibuang oleh seseorang yang diduga sebagai pengedarnya. Namun sayangnya, pada saat penggerebekan berhasil melarikan diri, “terang Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan SIK MH melalui Kasatres Narkoba, AKP Martualesi Sitepu SH MH. kepada wartawan, Minggu (18/04/2021) siang tadi.

Dijelaskan AKP Martualesi Sitepu, penggerebekan Kampung Narkoba di Jalan Padang Bulan, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumut ini  setelah petugas mendapat banyak informasi keluhan masyarakat, bahwa di Jalan Padang Bulan banyak beredar Narkoba jenis sabu.

"Penggerebekan pun dilakukan secara rahasia dan seluruh personel Satres Narkoba Polres Labuhanbatu mengepung Kampung Narkoba tersebut dari berbagai tempat. Sehingga kedatangan petugas membuat para pengguna dan calon pembeli Narkoba berlari berhamburan dan berusaha meyelamatkan diri.

“Dari pengepungan tersebut polisi berhasil mengamankan 2 tersangka yakni Tamin dan Indo,” ujarnya seraya menambahkan kalau penggerebekan di Padang Bulan tersebut merupakan aksi tindakan nyata dan komitmen Polres Labuhanbatu dalam pemberantasan Narkoba.

Guna pengusutan lebih lanjut, kedua tersangka langsung dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Labuhanbatu dan dijerat dengan Pasal 114 (1) Sub 112 (1) UU RI No 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (Rn/Ik)

Views


INTAIKASUS COM, (MEDAN) - Tak memberi ruang bagi para pelaku tindak pidana narkotika di wilayah hukumnya, Tim Satuan Reserse (Satres) Narkoba Unit 3 Polrestabes Medan jajaran Polda Sumut dibawah kepemimpinan Iptu Irwanta Sembiring, kembali berhasil membekuk seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Rena Susanti (26). 

Tersangka yang juga memiliki dua orang anak ini diketahui berdomisili di Jalan Pertempuran, Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan provinsi Sumatera Utara. 

Tersangka RS dibekuk karena diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu-sabu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tersangka ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa adanya peredaran sabu-sabu yang diperjualkan belikan tersangka RS di rumahnya.

Guna melakukan penangkapan terhadap pelaku, petugas melakukan Undercover dengan cara melakukan penyamaran sebagai pembeli. Dan RS, tidak mengetahui bahwa pembeli tersebut merupakan petugas dari kepolisian.

Akhirnya, tersangka dapat diamankan oleh petugas, dengan barang bukti dua bungkus plastik klip yang berisikan narkotika golongan I bukan tanaman atau disebut Sabu (Metamfetamina), dari tangan tersangka RS.

Dari hasil introgasi petugas bahwa tersangka diketahui telah memperoleh sabu-sabu tersebut dari Wisnu (DPO), dengan cara membeli seharga Rp.500.000/gram.

Dalam hal ini, tersangka mengakui sudah sekitar satu bulan menjadi pengedar barang haram tersebut. Menurutnya, keuntungan yang didapatnya dari pengedar barang haram ini, berkisar Rp 200,000/gramnya.

Kanit Idik 3 Sat Res Narkoba Polrestabes Medan Iptu Irwanta Sembiring SH MH Saat Memberikan Keterangan Pers Diruangannya (Sumber: Polrestabes Medan)Kasat Narkoba Polrestabes Medan Kompol Oloan Siahaan SH SIK MH. melalui Kanit idik 3 Sat Res Narkoba, Iptu Irwanta Sembiring SH MH saat dikonfirmasi oleh awak media, Sabtu (17/4/2021) malam, membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan, benar kami telah mengamankan seorang wanita yang berinisial RS pada hari Kamis (14/4/2021) kemarin dari rumahnya dan saat ini tersangka sudah diamankan di Mako Polrestabes Medan guna proses lebih lanjut.

"Tersangka RS kini sudah kita amankan bersama barang bukti berupa 2 (dua) plastik klip yang berisikan narkotika golongan I jenis sabu (Metamfetamina) dengan berat bersih 0.21 gram," terangnya. (Red)

Views



INTAIKASUS.COM, (Patumbak) - Unit Reskrim Polsek Patumbak berhasil meringkus tiga anggota sindikat pengedar ganja seberat 40 kg di Jalan Binjai Km 13,8, Pasar Besar, Sungai Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Jumat (9/4/2021) malam.

Ketiganya yakni, Irwan Rudiansyah alias Rudi (39), penjaga malam, warga Jalan Binjai Km 13,8, Pasar Besar, Sungai Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Saputra Lubis alias Putra (29), pedagang sate, warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal dan Muhammad Fajar alias Fajar (28), pedagang sate, warga Jalan Kacang, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru.

Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kapolsek Patumbak Kompol Irsan Sinuhari, Sabtu (17/4), menyebutkan, pengungkapan peredaran ganja itu berawal dari informasi masyarakat. Petugas kemudian menyaru sebagai pembeli melakukan transaksi dengan tersangka Rudi di Jalan Binjai Km 13,8, Pasar Besar, Sungai Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

"Tim dipimpin Kanit Reskrim, Iptu Sondy Rahardjanto kemudian berhasil menyita 2 kg ganja dari tersangka Rudi. 

"Selanjutnya dilakukan pengembangan dan ditemukan 38 bal besar ganja lainnya di rumah kontrakan tersangka," pungkas AKBP Irsan Sinuhaji mengakhiri. (Rn)

Views

INTAIKASUS.COM, (PANCUR BATU) - Polsek Pancur Batu Polrestabes Medan, berhasil meringkus dua pria yang diduga sebagai pengedar sekaligus pemakai narkoba jenis sabu sabu dari sebuah rumah yang berlokasi di Dusun IV, Desa Lama, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Kamis (08/04/2021) Pukul 01.00 Wib.

Adapun kedua tersangka yang diamankan yakni Fredy Sanjaya Bangun (35) dan Batin Simamora (34). Keduanya tinggal di Jalan Penungkiren Dusun IV, Desa Lama, Kecamatan Pancur Batu.

Saat penangkapan Keduanya sedang asik mengkonsumsi narkoba jenis sabu sabu. Tidak hanya itu saja dari penggeladahan yang dilakukan dilokasi penangkapan, petugas juga menemukan dua paket daun ganja kering.

Kapolsek Pancur Batu Kompol Dedy Dharma, SH didampingi Kanit Reskrim Iptu Amir Sitepu, SH, MH, Kamis (15/4/2021) mengatakan, Kedua tersangka berhasil ditangkap setelah pihaknya mendapatkan informasi tentang adanya kegiatan penggunaan barang terlarang di lokasi yang berada di Dusun IV, Desa Lama, Kecamatan Pancur Batu.

"Setelah mendapatkan laporan tersebut, Kanit Reskrim bersama personil langsung menuju ke lokasi. Selanjutnya melakukan penggerebekan, namun saat itu kedua tersangka sempat melarikan diri, kemudian personil langsung mengejar dan berhasil mengamankan keduanya", ujar Kompol Dedy Dharma. 

Dedy Dharma menambahkan, dari penangkapan yang dilakukan ditemukan barang bukti 1 (satu) alat isap sabu (bong), Kaca Pirex, 1 (Satu) buah plastik klip sisa sabu, 2 (Dua) Bungkus daun Ganja Kering, dua buah mancis dan (2) Dua unit Handphone berwarna putih.

"Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kedua tersangka bersama barang bukti diboyong ke Mapolsek Pancur, guna pengembangan kasusnya", pungkas Kompol Dedy Dharma. (Red/Rn)