.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

advert

advert

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Belawan) - Selama sepekan, belasan pelaku tindak kejahatan yang kerap beraksi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan berhasi digulung.

Adapun tindak kejahatan yang berhasil diungkap yakni pencurian kekerasan (Curas), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan narkoba. Dalam aksi tersebut, sebanyak 15 pelaku berhasil diamankan.

Kapolres Pelabuhan Belawan,  AKBP M Ramadhani Dayan SH,MH didamping Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edi Safari SH dan sejumlah Kasat, Senin (20/1/2020) mengatakan, para pelaku yang diamankan hari ini merupakan tangkapan selama sepekan. "Ini salah satu wujud komitmen kita, untuk memberantas para pelaku tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan," ucap Kapolres.

Lanjut AKBP Dayan mengatakan, ada empat kasus yang berhasil diungkap pihak Polres Pelabuhan Belawan dan jajaran. Untuk pelaku pencurian dan kekerasan berhasil diamankan Rudi Rudolf Siahaan (25), Jupri Sahputra alias Bokir (23), Pian alias Andi (39) dan Aidi Gunawan Lubis alias Igun (32) untuk kejahatan ini tiga diantaranya kita tindak tegas," cetus Kapolres.

Kemudian, 2 tersangka curanmor diantaranya, Eko Prastyo (26) serta Andi Nasution (26). Sedangkan untuk narkoba  yang berhasil diamankan Syafrizal alias Izal (28), Haris Arfian alias Melon (37) dan M Yahya alias Ahmad (39). Selanjutnya, 6 pengedar diantaranya, Hery alias Bel (28), Ramadhan Pane alias Niko (44), Boby Anggriawan (28), Riky Yogita Harahap (26) dan Supriyadi alias Kunen (37).

Selain mengamankan para pelaku, pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

"Dari tangan para pelaku berhasil sejumlah barang bukti berupa sejumlah narkoba jenis sabu beserta alat hisap, senjata tajam, sepeda motor hasil kejahatan dan sejumlah uang," ujar Kapolres.

Dalam kesempatan ini, AKBP Dayan meminta peran serta masyarakat untuk bersama-sama membantu memberantas  narkoba dan tindak kejahatan lainnya.

"Kita harap peran masyarakat untuk membantu pihak kepolisian, agar tindak kejahatan jalanan maupun narkoba bisa segera kita berantas bersama - sama," tandasnya. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Madina) - Kapolres Madina Akbp Irsan Sinuhaji, S.I.K, M.H melalui personil Sat Narkoba Polres Madina dibawah pimpinan Akp Muhammad Rusli, S.H, Minggu (19/1/2020) sekira pukul 17.30 wib, berhasil mengamankan dua orang pelaku tidak pidana narkoba golongan 1 jenis sabu dari Jln. Williem Iskandar Kel. Panyabungan II Kec. Panyabungan Kab. Mandailing Natal.

"Nama kedua pelaku yakni  Nasri Rangkuti Alias Manggolap (35), warga Desa Sarak Matua Kec. Panyabungan Kab. Madina dan pelaku dengan inisial AH (17), Pelajar, warga Banjar Telkom Kel. Kayu Jati, Kec. Panyabungan, Kab. Madina" sebut Kasat Narkoba Polres Madina Akp Muhammad Rusli, S.H.

Dari kedua pelaku, lanjut kasat Narkoba, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) buah plastik kecil transprans yang di duga berisikan narkotika jenis shabu dengan berat Brutto 0,08 (nol koma nol delapan) gram.
 
Penangkapan kedua pelaku berawal dari informasi masyarakat, bahwa ada 2 (dua) orang laki - laki  mengendarai sepeda motor membawa narkotika jenis shabu dari arah Kel. Huta Siantar, selanjutnya personil Sat Resnarkoba melakukan pengejaran terhadap ke dua laki-laki tersebut yang melarikan diri ke arah Banjar Sibaguri dan membelok ke arah jln. Wilieam Iskandar, dan pada saat tepat di depan Bank Mandiri, laki-laki yang di bonceng menjatuhkan narkotika jenis shabu dari tangannya ke aspal dan pada saat itu kedua laki-laki tersebut terjatuh dari sepeda motornya dan selanjutnya anggota Sat Resnarkoba Polres Madina melakukan penangkapan terhadap kedua laki-laki tersebut dan  mengamankan barang bukti narkotika jenis shabu berikut kedua pelaku.

"Selanjutnya kedua pelaku dan barang bukti diamankan di Sat Narkoba Polres Madina guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut sesuai dengan Undang Undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, " pungkas
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Personel Satresnarkoba Polres Serdangbedagai (Sergai), terpaksa menembak dua pengedar sabu-sabu di Desa Cempedak Lobang Dusun V, Kecamatan Sei Rampah.
"Kedua tersangka terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan saat dibawa pengembangan kasus. Terungkapnya kasus ini berdasarkan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang menyebutkan lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi narkotika,” ujar Kapolres Sergai, AKBP Robinson Simatupang melalui Kasat Narkoba Polres Sergai, AKP Martualesi Sitepu SH MH, Jumat, (17/1/2020).
Awalnya, lanjut dijelaskan mantan Kapolsek Kutalimbaru ini, petugas yang menindaklanjuti laporan masyarakat berhasil meringkus Mahfil Azhar alias Juar (37), warga Dusun I Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai di Kampung Tempel Desa Penggalangan dengan barang bukti 10 paket serbuk kristal diduga sabu-sabu seberat 2,98 gram.
“Berdasarkan keterangan tersangka Juar, personel berhasil meringkus Idriyan Syah alias Kabul (29), warga Dusun X desa Firdaus, kecamatan Sei Rampah dengan barang bukti serbuk kristal diduga sabu-sabu seberat 12.03 gram beserta timbangan elektrik,” jelas Kasat seraya menambahkan bahwa total barang bukti yang disita seberat 17,40 gram.
Namun sayang, sebut Kasat ini lagi, tersangka melakukan perlawanan saat berada di depan Kantor Kejari Sergai mencoba melompati kasat dari mobil, seketika dengan reflex personel langsung menembak kaki kedua tersangka. Setelah tembakan peringatan yang diletuskan sebanyak dua kali tidak diindahkan para tersangka.
Usai diamankan, kedua tersangka berikut barang bukti langsung digelandang ke Mapolres Sergai untuk diproses.
“Akibat perbuatannya, para tersangka yang merupakan residivis kasus narkotika ini dijerat dengan Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika,” pungkas AKP Martualesi Sitepu. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bersama Polrestabes Medan kembali menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin (55), Kamis (16/1/2020) pagi.
Pada reka ulang yang kedua ini diperagakan proses rekontruksi persiapan eksekusi dan pembuangan jasad korban oleh ketiga tersangka yakni ZH, ZP, dan RF.
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, sebelum melakukan eksekusi ketiga tersangka mengadakan rapat terakhir pada 24 November 2019 lalu untuk memantapkan rencana eksekusi pembunuhan. 
"Mulai 24 November ini ketiga tersangka melakukan rapat terakhir untuk pengecekan persiapan pelaku. Tersangka juga mengecek kepada istri korban mengapa mesti dibunuh? Dan mereka sepakat untuk dibunuh," ujar Kapolda.
Kemudian pada 25 November, di the coffee town, istri korban menyerahkan uang Rp 2 juta kepada Reza untuk membeli perlengkapan yang digunakan pelaku dalam rangka eksekusi. Di antaranya sarung tangan, kemudian jaket, dua pasang sepatu, dan 2 unit handphone yang digunakan hanya untuk eksekusi.
"Handphone digunakan hanya untuk saat pelaksanaan eksekusi 28 menjelang 29 November 2019. Rangkaian ini semua berakhir pada jam 04.00 pagi," ujarnya.
Namun, ditegaskan Kapolda, rencana pembuangan jasad korban ke TKP perkebunan kelapa sawit Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, hanya rencana kedua atau plan B. Sebab, dari pengakuan tersangka, awalnya meninggalnya Jamaluddin akan direkayasa seperti mengalami sakit jantung. Namun karena ada bekas lebam di bagian wajah korban, ZH memutuskan agar jasad Jamaluddin yang juga suaminya harus dibuang.
"Disini terjadi perdebatan tidak sesuai rencana awal karena di skenariokan oleh para pelaku, korban meninggal karena serangan jantung pada pukul 01.00 WIB. Para tersangka terkejut karena ada lebam - lebam merah pada wajah korban. Ini yang mereka tidak duga karena kuatnya back up wajah korban ada meninggalkan jejak. Ini tidak diinginkan istri korban karena pasti dia bilang polisi menuduh saya sebagai pelaku. Kemudian mereka berdebat akhirnya disepakati membuang jenazah. Istri korban bersikeras bawa dan buang dari rumah," tegas Kapolda Sumut.

Selanjutnya, untuk menutupi perilaku pembunuhan ketiganya, ZH memberikan isyarat kepada pelaku ZP dan RF untuk tidak menjalin komunikasi selama 4-5 bulan. Sehingga Kapolda memastikan ini merupakan pembunuhan berencana.
"Istri korban memberikan warning jangan pernah menghubungi saya 4 atau 5 bulan ke depan sampai semuanya dinyatakan aman. Ini menarik, sehingga dugaan kita pasal yang kita tuduhkan mudah - mudahan nanti pak Kajari akan menguatkan kasus ini menjadi kasus pembunuhan berencana," ujarnya.
"Di sini ada 54 adegan di rumah sampai nanti ke TKP pembuangan," tambahnya.
Tiga tersangka, Zuraida Hanum (41), Jefri Pratama (42), dan Reza Fahlevi (29) kembali dihadirkan di 4 lokasi rekonstruksi. Kendaraan yang mereka gunakan juga dibawa ke lokasi TKP. Rekontruksi dilakukan di 4 lokasi, dengan total 77 adegan. (Net)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Kapolres Serdang Bedagai (Sergai), AKBP R. Simatupang, SH, M.Hum memimpin Konferensi Pers ungkap kasus di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai, Minggu I s/d Minggu II pada Bulan Januari 2020, Kamis (16/1/2020) sekitar Pukul :10.45 WIB, bertempat di Halaman Mapolres.

Turut hadir juga Waka Polres Kompol Gunawan Hery Sudarto, S.Sos, M.H, Kabag Ops Kompol Sofyan,S.H, Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu, Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno, Kasat Intel AKP T.Manurung, Kasubbag Humas IPDA Zulfan Ahmadi, Kasiwas IPDA Marthadinata, Kasi Propam IPDA A.M. Purba, Kasat Tahti IPTU T. Hutagalung, dan rekan Pers unit Polres Sergai.

Kapolres Sergai AKBP R. Simatupang dalam paparannya mengatakan bahwa hal ini juga kebijakan dan intruksi Kapolda Sumut, terkait pemberantasan narkotika, perjudian dan tindakan kejahatan lainnya, oleh karenanya kita lakukan operasi penyalahgunaan narkoba baik jajaran Polres hingga Polsek," ujarnya.

Lanjut Kapolres, dalam kasus Narkoba sebanyak 15 Laporan Polisi (LP) dengan rincian 6 LP Sat Narkoba, 1 LP Polsek Firdaus, 1 LP Polsek T. Beringin, 1 LP Polsek T. Mengkudu, 3 LP Polsek Perbaungan, 2 LP Polsek Dolok Masihul dan 1 LP Polsek Kotarih.

“Dengan jumlah tersangka 18 orang, yakni Laki-laki berjumlah 17 orang dan perempuan 1 orang. Sedangkan Barang Bukti berupa 6,84 GR Ganja, 53,3 GR Shabu dan 0.4 Gr Ekstasi dan Status tersangka yaitu Pengedar 14 orang dan Pemakai 4 orang.

Kepada tersangka, pasal yang dipersangkakan pengedar narkoba melanggar pasal 114 (1) Sub 112 UU RI nomor 35 Tahun 2009 ancaman hukuman penjara paling singkat 5 Tahun paling lama 20 Tahun, denda paling sedikit Rp. 1 Milyar paling banyak Rp.10 Milyar.

"Sedangkan bagi pemakai, melanggar pasal 112 (1) Sub 112 UU RI nomor 35 Tahun 2009 ancaman hukuman penjara singkat 4 Tahun, paling lama 12 Tahun. Denda paling sedikit Rp. 800.000.000 paling banyak, Rp 8 Milyar.

“Selain itu, nanti akan kita buat Desa Percontohan, bebas narkoba di Sergai dengan menghadirkan pos penjagaan personil sehingga meminimalisir penyalahgunaan narkotika,” ungkap mantan Kapolres Batubara ini.

Kemudian, Kapolres Sergai memaparkan pengungkapan perjudian, pencurian dengan keberatan (curat), dan pencurian kekerasan (curas).

“Untuk kasus judi, 16 Laporan Polisi dengan rincian, 7 LP Sat Reskrim, 3 LP Polsek Dolok Masihul, 1 LP Polsek Firdaus, 1 LP Polsek Kotarih, 1 LP Polsek Teluk Mengkudu, 1 LP Polsek Perbaungan dan 1 LP Polsek Pantai Cermin,” terang  Kapolres kepada awak media.

Ditambahkannya, Kasus Curat 2 LP dengan rincian 2 LP Sat Reskrim dan 1 LP Polsek Teluk Mengkudu, kemudian Kasus Curas, 1 LP Polsek Teluk Mengkudu dengan jumlah Tersangka 22 orang.

“Sementara Barang Bukti diamankan berupa 2 Mesin Jakpot, uang tunai Rp. 695.000, 8 buah HP, 4 Buku Tafsir Mimpi dan 6 Lembar Kertas Pesanan KIM,” pungkas Kapolres. (Bayu
Views

INTAIKASUS.COM, (Belawan) - Dedi Nainggolan alias Dedi (23) tersangka pembunuhan terhadap Darmansyah (44) pemilik usaha toko kelontong di Medan Labuhan, akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Medan Labuhan.
"Pelaku menyerahkan diri ke Polsek Medan Labuhan diantar oleh keluarganya. Pelaku sempat menghilang setelah melakukan penikaman terhadap korban sehari sebelumnya," ujar  Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP H MR Dayan saat memaparkan kasus tewasnya Darmawan di Mapolsek Medan Labuhan, Rabu (15/1/2020) siang.
Kapolres menjelaskan, Pembunuhan dilakukan tersangka terhadap Darmansyah, warga Jalan Rawe VII, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, pada Senin (13/1/2020) sekira pukul 23.00 WIB, diduga persoalan masalah gadai sepeda motor.
Tersangka menggadaikan sepeda motor Yamaha MX kepada korban senilai Rp 5 juta dengan jangka waktu sekira tiga bulan. Namun, saat sepeda motor akan ditebus, ternyata motor tersebut tidak ada lagi, dan  digadaikan kembali oleh korban. Karena itu, terjadi keributan antara keduanya sehingga berujung penikaman.
Tersangka yang membawa sebilah pisau dapur lalu mendatangi korban dan menghujamkan senjata tajam tersebut ke bagian leher korban yang langsung terjatuh berlumuran darah. Kemudian tersangka kabur meninggalkan lokasi.
Sejumlah tetangga yang melihat korban berlumuran darah, bersama istri dan anak korban berusaha memberikan pertolongan dengan membawa korban ke RS Delima, Martubung. Namun sesampai korban di rumah sakit, korban meninggal dunia.
"Setelah jenazah tiba di rumah, istri korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Medan Labuhan dan laporan itu ditindaklanjuti dengan mengirim kembali mayat korban pembunuhan ke RS Bhayangkara Medan serta mengejar tersangka yang telah diketahui identitasnya.
"Karena khawatir jadi buronan, tersangka didampingi pihak keluarganya menyerahkan diri ke Polsek Medan Labuhan," ungkap orang nomor satu di Mapolres Belawan ini. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Sat Reskrim unit Ranmor Polrestabes Medan, menembak seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor dengan pemberatan (Curat), karena mencoba melarikan diri saat akan dibekuk.
Tersangka yang ditembak bernama Ari Lintang (26) warga Jalan Selamat Keluraha Sitirejo III Kecamatan Medan Amplas Medan. Sedangkan dua tersangka lain, Heriputra (36) Jalan Karya Jaya Kecamatan Medan Johor dan Alex masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Tersangka ditangkap berdasarkan laporan korban Ikhsan Soliana Lubis (32) warga Jalan Garu I Gang Salak No.63 Kecamatan Medan Amplas dengan laporan Polisi Nomor : LP/104/K/I /SPKT 2020/Restabes Medan tanggal 12 Januari 2020," terang Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edizon Isir SIK MTCP melalui Kasat Reskrim AKBP Maringan Simanjuntak SH MH, Selasa (14/1/2020).
Lanjut dikatakan Kasat Reskrim ini, pencurian yang dilakukan tersangka terjadi pada Sabtu, 11 Januari 2020 sekira pukul 05.00 WIB dan tersangka berhasil ditangkap pada Minggu,12 Januari 2020 sekira pukul 02.30 WIB di Jalan Jermal VII Medan.
"Dari tersangka diamankan barang bukti berupa satu buah kunci T dan satu buah anak kunci T, satu potong baju kaos warna hitam dan sepasang sepatu warna hitam lis putih.
Kini tersangka sudah ditahan di RTP Polrestabes Medan, guna proses pemeriksaan lebih lanjut sambil menunggu berkasnya dilimpahkan ke kejaksaan.
"Akibat perbuatannya, tersangka dijerat melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 363 ayat (2) KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara," pungkas AKBP Maringan. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Tim Pegasus Polsek Medan Kota menangkap seorang pelaku pencurian handphone di Rumah Makan Joko Solo, Jalan Asrama II, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota. 
Informasi dikepolisian menyebutkan, pelaku yang nekat melakukan pencurian ini berinisial DAP (20) tahun warga Jalan Letda Sujono, Gang Kurnia, Kecamatan Medan Tembung. Pelaku ini adalah sebagai karyawan di rumah makan Joko Solo.
Pencurian itu dilakukan pelaku pada, Sabtu (11/1/2020) di Mess Rumah Makan Joko Solo, Jalan Asrama III, Kelurahan Teladan, Kecamatan Medan Kota. Kejadian itupun dilaporkan korban dalam laporan polisi nomor : LP/20/I/2020/SU/Restabes Medan/Sektor Medan Kota.
Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan melalui Kanit Reskrim Iptu M Ainul Yaqin mengatakan, saat itu pelaku datang ke kamar korban di mess Joko Solo dan mengetuk pintu kamar dimana pada saat itu korban sedang tertidur.
"Setelah korban membuka pintu, pelaku masuk ke dalam kamar. Korban kemudian pun tidur kembali karena masih mengantuk. Saat itu korban masih melihat handphone nya sedang di carger di sampingnya," ujar Yaqin, Selasa (14/1/2020).
Setelah terbangun sekitar pukul 09.30 WIB, korban melihat pelaku sudah tidak berada di kamarnya. Dia kemudian mendapati handphone miliknya sudah tidak ada lagi di tempat semula.
"Tak hanya itu, korban kemudian memeriksa kantong celana yang digantung di dinding kamar. Teryata uang sebesar Rp 400 ribu juga telah hilang," ungkap Yaqin.
Usai kejadian, kata Yaqin, korban pergi ke outlet Rumah Makan Joko solo untuk membuka rekaman CCTV. Berdasarkan rekaman tersebut, hanya pelakulah yang keluar dan masuk ke mess tersebut.
Kejadian itu kemudian dilaporkan korban ke Polsek Medan Kota pada, Sabtu (11/1/2020) sore. Petugas yang mendapat informasi tersebut, kemudian berhasil mengamankan pelaku dan barang bukti dari rumahnya.
"Tanpa perlawanan, tersangka dan barang bukti satu unit HP Oppo warna hitam kemudian kita boyong ke Mako untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ungkap Yaqin sembari menambahkan imbas perbuatannya kepada pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman minimal lima tahun kurungan penjara. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Delitua) - Dua pria pelaku pencurian dengan pembaretan (Curat) yakni Maulana Zikri Alias Molen (30) warga Jalan Sri Gunting Kec. Sunggal, Kab. Deliserdang dan Fuji Astono Alias Tono (40) warga Jalan Karya Budi No.45 Kel. Pangkalan Mansyur, Kec. Medan Johor, berhasil dibekuk unit Reskrim Polsek DelituaKamis (9/1/2020) pukul 23.00 Wib.

Kedua pelaku curat tersebut terpaksa dilumpuhkan dengan cara di tembak dibagian kaki karena melakukan perlawanan berusaha melarikan diri.

Kapolsek Delitua, AKP Zulkifli Harahap dalam Press Release nya, Selasa (14/1/2020) sekira pukul 11.00 Wib, kepada wartawan mengatakan, penangkapan terhadap kedua tersangka menindak lanjuti laporan korban bernama Sunggul Namora Sitompul (47) warga Jalan Jamin Ginting Gg. Beras Munte No.27 B Kel. Mangga, Kec. Medan Tuntungan.

"Dalam laporannya korban mengaku kehilangan sepeda motor Honda Vario, yang terparkir diteras rumahnya", ujar AKP Zulkifli.

Lanjutnya menjelaskan, kronologi kasus pencurian sepeda motor tersebut berawal pada Sabtu (26/10/2019) lalu, sekira pukul 2.00 Wib. Saat itu tersangka Fuji Astono Mengajak tersangka Maulana Zikri untuk melakukan pencurian sepeda motor dengan mengatakan "kerja kita yok". Selanjutnya dengan menggunakan sepeda motor Honda beat tersangka Fuji dan Zikri melakukan penyisiran, masuk gang keluar gang, guna mencari target.

Namun ketika tiba di Jalan Jamin Ginting Gg. Beras Munte sekira pukul 4.00 Wib, keduanya melihat ada sepeda motor jenis Honda Vario terparkir di teras rumah korban. Kemudian tersangka Fuji Astono langsung mendekati pintu gerbang rumah korban dan membuka gemboknya dengan menggunakan kuncir Leter T. 

Selanjutnya melangkah keteras rumah untuk mengambil sepeda motor Honda Vario yang sedang terparkir tersebut. Karena stang sepeda motor tersebut terkunci tersangka Fuji lalu menyentak setang sepeda motor dan berhasil merusak kunci stang, kemudian keduanya langsung melarikan sepeda motor tersebut, dengan cara didorong oleh tersangka Zikri dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat nya.

Selanjutnya kedua tersangka membawa sepeda motor hasil curian tersebut ke Pos Kamling Jalan Bunga Asoka Asam Kumbang. Kemudian tersangka Fuji menghubungi temannya bernama Widy, untuk menjualkan sepeda motor tersebut, dan Widy pun datang membawa sepeda motor tersebut, namun tunggu punya tunggu Widy pun tak kunjung datang.

Setelah kepergian Widy, akhirnya kedua tersangka mendapat kabar bahwasanya Widy sudah lebih dahulu ditangkap polisi. Mendapat kabar tersebut, kedua tersangka langsung melarikan diri. 

"Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan akhirnya tersangka Maulana Zikri Alias Molen dan Fuji Astono Alias Tono berhasil diamankan, dengan barang bukti, 1 (satu) kunci Leter T, dan 1 (satu) unit sepeda motor Honda Vario warna merah tanpa plat", jelas AKP Zulkifli.

AKP Zulkifli menambahkan, kedua tersangka terpaksa diberi tindakan tegas terukur dibagian kaki karena melawan saat akan diamankan. Dari hasil interogasi terhadap keduanya, mereka mengakui sudah 19 kali melakukan pencurian sepeda motor di Wilkum Polrestabes Medan.

"Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara", pungkas Kapolsek. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Petugas Polsek Medan Kota berhasil meringkus seorang tersangka pencurian handphone (HP),  Vijai Manik (26), warga Jalan Armada Teladan Barat No. 9 Medan.
"Tersangka ditangkap saat berada di sebuah rumah makan Jalan SM Raja," jelas Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan melalui Kanit Reskrim, Iptu Ainul Yaqin, Senin (13/1).
Dijelaskan Yaqin, pencurian itu dilakukan tersangka di Warnet Gurning Gang Jaya 1, Kelurahan Teladan Barat pada Senin (15/7) sekira pukul 17.45 WIB. Tersangka mencuri HP milik korban, Martin Marganda Sirait (24), warga Jalan Turi No 51 Medan, saat lengah.
Akibat peristiwa itu, kemudian dilaporkan korban ke Mapolsek Medan Kota sehingga petugas melakukan penyelidikan.  Berdasarkan keterangan saksi dan bukti petunjuk (CCTV) di tempat kejadian perkara (TKP), diketahui yang mencuri HP Oppo milik korban adalah tersangka.
Petugas segera melakukan penyelidikan hingga pada 9 Januari 2020 sekira pukul 10.30 WIB, diketahui keberadaan tersangka di sebuah rumah makan Jalan SM Raja. Dari penangkapan itu, disita barang bukti pakaian yang dibeli tersangka dari hasil penjualan HP curian tersebut.
"Tersangka mengakui perbuatannya dan sudah menjual HP tersebut untuk kebutuhan sehari-hari, dan selanjutnya  tersangka diboyong ke Mapolsek Medan Kota guna diproses lebih lanjut," pungkas Iptu Ainul Yaqin. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Pancur Batu) - Perbuatan Seorang ibu rumah tangga (IRT) yang satu ini tidak bisa dijadikan panutan. Pasalnya IRT yang bernama Reuni Br. Batubara (56) ini, ditangkap petugas kepolisian dari Mapolsek Pancur Batu karena kedapatan mengedar narkoba jenis sabu, hingga akhirnya ia pun harus rela dijebloskan kedalam sel tahanan.

Terungkapnya kasus IRT yang berprofesi sebagai pengedar narkoba tersebut, berkat adanya informasi masyarakat yang diterima pihak Polsek Pancur Batu yang menyebutkan bahwa di perumahan Laubekeri marak peredaran narkoba.

Menindak lanjuti informasi tersebut akhirnya Unit Reskrim Polsek Pancur Batu berhasil meringkus tersangka Reuni Br. Batubara dengan barang bukti 1 bungkus narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,90 Gram, pada Senin (13/1/2029) pukul 20:00 WIB.

Sementara itu Kapolsek Pancur Batu, AKP Dedi melalui Kanit Reskrimnya Iptu Suhaily Hasibuan yang dikonfirmasi awak media membenarkan adanya penangkapan seorang IRT tersebut.

"Ya, kita berhasil mengamankan seorang wanita IRT sebagai pengedar narkoba jenis sabu-sabu dari perumahan Bumi Tuntunggan, Desa Laubekeri. Warga masyarakat sekitar merasa resah dengan adanya peredaran narkoba. Atas laporan itu kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan di lokasi. Hingga akhirnya kami lakukan penangkapan pada tersangka yang saat itu dalam posisi duduk, namun kemudian berdiri karena terkejut melihat kedatangan Polisi, disaat itulah ada plastik berisi sabu terjatuh dari tubuhnya", ujar Iptu Suhaily Hasibuan, seraya menambahkan guna kepentingan penyidikan dan pemeriksaan, tersangka dan barang bukti diboyong ke Mapolsek Pancur Batu. 
(Rn)
Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Personel Polsek Percut Sei Tuan menembak bajing loncat yang aksinya sempat viral di Media Sosial (Medsos) di Medan, karena melakukan perlawanan ketika dibawa pengembangan kasus.
Adapun nama tersangka yakni Joni Sihombing alias Anjas (39), warga Jalan Asrama No. 5 Kampung Kristen, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur. Sedangkan seorang rekannya bernama Ricky alias Dicky tengah dalam pengejaran petugas. 
Informasi dihimpun di Mapolsek Percut Sei Tuan menyebutkan bahwa  penangkapan terhadap tersangka dipimpin langsung oleh Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Aris Wibowo SIK MH. "Sebelum ditangkap oleh personel gabungan Polsek Percut dan Polrestabes Medan pada hari Kamis, 9 Januari 2020 kemarin, aksi tersangka di Jalan Pancing Medan pada hari Rabu 25 Desember 2019 lalu sempat viral di media sosial," ujar Kompol Aris Wibowo didampingi Kanit Reskrim Iptu Luis Beltran, Jumat, (10/1/2020).
Dalam rekam vidio tersebut, lanjut Kompol Aris, tersangka beraksi mengambil satu karung pakaian jenis parasut dari mobil milik Syafrudin Lubis (42), warga Jalan Pukat 1 No. 13 Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung.
Korban yang tidak terima langsung melaporkannya ke Mapolsek Percut Sei Tuan pada 30 Desember 2019 lalu. "Nah, menindaklanjuti laporan tersebut, personel gabungan Polsek Percut dan Polrestabes Medan berhasil mengidentifikasi tersangka dan menangkapnya," terang Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2005 ini.
Namun sayang, disebutkan Aris lagi, ketika dibawa pengembangan, tersangka melakukan perlawanan sehingga yang bersangkutan diberi tindakan tegas terukur. "Tersangka terpaksa ditembak kakinya karena melakukan perlawanan saat dibawa pengembangan. Sementara tembakan peringatan yang diletuskan tidak diindahkan tersangka," sebut Kompol Aris seraya menabahkan tersangka langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan.
Usai diamankan, kata Aris, tersangka berikut barang bukti pisau sangkur, gunting, masker dan celana panjang yang digunakan dalam menjalankan aksinya langsung digelandang ke Mapolsek Percut Sei Tuan guna  diproses. 
"Imbas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana," pungkas orang nomor satu di Mapolsek Percut Sei Tuan ini. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Seorang kurir sabu jaringan Narkoba Medan – Perbaungan tersungkur ke tanah, setelah sebutir timah panas milik polisi menembus lutut kakinya, Sabtu (04/01/2020) malam.
Personel Satres Narkoba Polres Sergai menembak kaki tersangka Sugianto alias Sisu (41), warga Dusun II, Desa Lestari Dadi, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini karena tersangka  mencoba kabur dengan cara menyikut tubuh petugas.
Bukan itu saja, kurir Narkoba jaringan Medan – Perbaungan ini juga tidak mengindahkan tembakan peringatan. "Tersangka Sisu ini alasannya mau buang air kecil ketika dibawa pengembangan. Pada saat itu juga tersangka langsung menyikut serta tidak mengindahkan tembakan peringatan sehingga terpaksa ditembak kakinya, "terang Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang,SH.,M.Hum melaluiK Kasat Narkoba Polres Sergai, AKP Martualesi Sitepu kepada wartawan, Minggu (05/01/2020).


Dijelaskan Kasat Narkoba Polres Sergai ini, terbongkarnya jaringan Narkoba Medan – Perbaungan ini berawal dari menindak lanjuti informasi masyarakat tentang jual beli Narkotika jenis sabu yang dilakukan oleh seorang wanita berinisial A alias Tina,35, warga Lingkungan Randu, Kelurahan Melati Kebon, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Sergai, Provinsi Sumut, Jumat (03/01/2020) kemarin.
Lalu personel Sat Narkoba Polres Sergai ini melakukan penyelidikan, begitu menemukan tersangka Tina petugas yang datang didampingi Kepala Lingkungan (Kepling) setempat langsung menggeledah rumah ibu rumahtangga ini.
"Dan dari dalam rumahnya ditemukan 1 unit charger handphone yang di dalamnya berisikan 4 helai plastik klip transparan diduga berisikan sabu yang diletakan di atas lemari kamarnya. Dari keterangan tersangka Tina barang haram itu didapatnya dari tersangka S alias Sisu, "kata Martualesi sembari menjelaskan lalu dilakukanlah pengembangan dengan cara menghubungi tersangka Sisu oleh tersangka Tina dengan alasan ingin memesan sabu sebanyak  1 Gram.
"Begitu ditelepon ternyata tersangka Sisu ini berada di kawasan Tembung, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumut sedang menjemput sabu. Lantas kita pun membagi tugas penyergapan. Lalu, Sabtu (04/01/2020) sekira pukul 20.00 WIB, tersangka Wahyu Pradana alias Wahyu (20), warga Dusun II, Desa Lestari Dadi, Kecamatan Pergajahan, Kabupaten Sergai, Provinsi Sumut mendatangi rumah tersangka Tina.
Tersangka inipun seketika langsung ditangkap, dari pengakuannya kalau dianya disuruh oleh tersangka Sisu untuk menjemput uang dari tersangka Tina. "Sekira 15 menit kemudian, ternyata tersangka Sisu ini datang ke rumah tersangka Tina dengan mengendarai sepedamotor hendak menyusul tersangka Wahyu karena merasa lama menunggu. Begitu ditangkap dan digeledah dari rompi tersangka Sisu ini ditemukan 1 dompet di dalam saku jaket sebelah kiri yang berikan 3 helai plastik klip transparan diduga berisikan sabu, timbangan elektrik dan 2  bal plastik klip transparan kosong," ungkapnya.
Selanjutnya, sambung Martualesi, dari keterangan tersangka Sisu dilakukanlah pengembangan ke Jalan Pancasila,  Pasar VII, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan guna mencari sang  bandarnya yang diketahui berinisial Bu.

Namun sesampainya di kawasan Tembung, handphone milik Bu sudah tidak aktif lagi sehingga personel pun kembali ke Kecamatan Perbaungan dan menunggu hubungan kontak dengan tersangka Bu. Saat personel sedang standby, tersangka Sisu minta istirahat untuk buang air kecil namun ternyata tersangka menyiasati hendak kabur dengan menyikut Brigadir Firmansyah Barus.
Seketika tersangka pun berlari dan dengan gerak reflex personel pun memberikan tembakan peringatan. Namun tersangka tidak mengindahkannya sehingga dalam keadaan mendesak tersangka dilumpuhkan dan kaki kanan di bagian lutut tersangka tertembak lalu dibawa berobat ke RSU Sultan Sulaiman.
"Dari keterangan tersangka Sisu, kalau dia berperan sebagai kurir sabu dan sudah 7 kali mengantarkan pesanan sabu kepada tersangka Tina. Selanjutnya para tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Sergai untuk dilakukan proses sidik," pungkas Martaualesi mengakhiri. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Seorang pembeli dan dua pengedar narkoba jenis pil ekstasi ditangkap petugas Reskrim Polsek Medan Baru. 
Dari ketiganya disita barang bukti 179 butir pil ekstasi bergambar Hellowen dan Allien berwarna merah jambu.
Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H Tobing melalui Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba SH MH mengatakan , awalnya petugas mendapat informasi adanya seorang laki-laki memiliki pil  ekstasi.
"Dari informasi itu petugas melakukan penyelidikan dan menangkap EW Ginting (18) di Jalan Bunga Herba III, Padang Bulan, Medan pada Jumat 27 Desember 2017. Dari yang bersangkutan disita 2 butir pil ekstasi," katanya, Jumat (3/1).
Saat diinterogasi lanjut Philip, EW mengaku membeli dari AMP (23) seharga Rp160 ribu per butirnya. Kemudian Petugas melakukan pengembangan dan menangkap AMP (23) dan MG Gurusinga (20) di Jalan komplek perumahan Buena Vista Blok B 7, Padang Bulan, Medan.
"Dari keduanya disita barang bukti 177 butir pil ekstasi," bebernya.
Keduanya mengaku bahwa pil ekstasi itu merupakan milik KL juga juga pemilik rumah. Namun, saat dilakukan penangkapan KL tidak berada di rumahnya.
"Narkoba itu dititipkan KL untuk dijual jika ada yang datang membeli ke rumah tersebut," jelasnya.
Ketiganya dipersangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukumannya pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun," pungkasnya. (Rn)
Views
Teks foto :
Dua tersangka tengah diapit petugas.

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Petugas kepolisian Sektor Patumbak, berhasil menangkap dua orang pria warga Aceh, karena membawa delapan kilo narkoba jenis daun ganja kering, di Loket Bus Makmur, berada di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas Sabtu (28/12) siang, sekira pukul 13.00, WIB. 

Kedua orang pria tersebut adalah, Efendi (42), dan M. Sahril Pohan, warga Jalan Peunaren Semanah, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. ‬

‪Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza kepada wartawan Jumat (3/1) sore membenarkan penangkapan dua warga Aceh dengan barang bukti 8.32, Kg narkoba jenis daun ganja kering.‬

‪"Iya, mereka berdua (EF dan MSF) kita tangkap Sabtu 28 Desember 2019 kemarin diloket Makmur, penangkapan mereka berdasarkan informasi dari masyarakat, lalu anggota kita menindaklanjuti informasi itu, setelah itu, anggota kita curiga dengan gerak gerik keduanya yang membawa tujuh paket dalam tas koper," jelas Kapolsek.‬

‪Kemudian, lanjut Kapolsek, personel Kepolisian melakukan pemeriksaan, seluruh saku, baju, dan celana kedua pria tersebut. Namun belum ditemukan benda yang mencurigakan. Selanjutnya, petugas kepolisian memeriksa isi koper yang dibawa pelaku.‬

‪"Saat anggota memegang koper mereka, dua orang ini terlihat mencurigakan, wajah mereka berubah. Terakhir, anggota meminta keduanya untuk membuka koper yang mereka bawa. Setelah koper dibuka, disitu terdapat tujuh paket yang berisikan daun ganja, dengan berat sekitar 8,32 Kilo Gram," beber  Kapolsek.‬

‪Mendapati itu, sambung Kapolsek, kedua warga Aceh inipun langsung diinterogasi lebih detail. Mereka berdua, dan barang buktinya turut dibawa ke Mapolsek Patumbak guna di proses hukum.‬

‪"Dari interogasi awal terhadap pelaku, mereka mengakui bahwa barang haram tersebut adalah milik orang lain. Mereka hanya disuruh mengantarkan saja dengan diberi upah sebesar Rp 1 juta  dari seseorang yang tidak diketahui namanya. Yang akan diantar kesuatu tempat di luar Kota Medan. Kasus ini masih kita kembangkan," terang Kapolsek menutup. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Tim Pegasus Unit Ranmor Polrestabes Medan berhasil menangkap Dua dari tiga anggota komplotan Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang sudah beraksi lebih dari 20 kali.
Kedua tersangka yakni Surya Sakti Situmorang (22), warga Jalan Benteng, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Muhammad Gilang Pratama (23), warga Jalan Brigjen Katamso Gang Bidan, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Provinsi Sumut.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Eko Hartanto melalui Kanit Ranmornya, AKP Bambang Gunarti saat ditanya wartawan, Selasa (31/12/2019) mengatakan,  tertangkapnya kedua residivis Curanmor ini bermula dari adanya laporan korbannya bernama Fadillah Nasution ke Polsek Medan Helvetia, yang mengaku sepedamotor Honda Beat warna putih BK 3223 AHF yang diparkirkannya di depan Toko Alwi Baterai Jalan Tanjung Raya Blok 3, Lingk. X, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan telah hilang dengan kondisi kunci kontak lengket pada Rabu (25/12/2019) kemarin sekira pukul 18.20 WIB," ujarnya.
 Lanjut dikatakan AKP Bambang, Tim Pegasus Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Medan pun melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, Senin (30/12/2019) sekira pukul 22.00 WIB petugas pun mendapatkan informasi keberadaan para tersangka yang ingin menjual sepedamotor hasil kejahatannya ke seorang penadahnya di kawasan Jalan Marindal, Kota Medan.
Tidak mau buruannya Iolos, Tim Pegasus Unit Ranmor inipun langsung menyergap ke dua residivis tersebut. Namun begitu saat akan dibawa pengembangan untuk menunjukan barang bukti kejahatan lainnya, kedua bandit kambuhan malah mencoba melarikan diri dan melawan petugas. Sehingga petugas pun terpaksa menembak kaki kedua residivis ini. Guna pengusutan Iebih Ianjut, para tersangka beserta barang buktinya kini diamankan di Mapolrestabes Medan.
"Selain mengamankan kedua  tersangka, kini seorang tersangka Iainnya yang berinisial MR masih kita buru, " ungkap AKP Bambang sembari menambahkan kalau komplotan Curanmor ini sudah 20 kali beraksi di wilayah hukum Polrestabes Medan dengan modus membawa kabur sepedamotor milik para korbannya yang kunci kontaknya masih lengket di sepedamotor.
"Selain itu, modus dari komplotan ini juga menggertak para korbannya dengan bertanya telah menabrak keluarga dari tersangka, "pungkas  mengakhiri. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menggelar acara press release akhir tahun 2019, pemusnahan narkoba jenis shabu dan pil ekstasi di Lapangan Benteng Medan, Selasa (31/12/2019).
Hadir dalam pemusnahan ini Pangdam I/BB Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K, M.Hum, PJU Polda Sumut Kapolrestabes Medan, Dandim 0201/BS. Plt. Walikota Medan, Pangkosek Hanudnas lll, Danlanud Soewondo, Danlantamal, Kabinda Provsu, Ka BNNP Sumut dan Labfor Sumut.
"Inilah pengungkapan kasus menonjol tindak pidana narkoba dari hasil kegiatan rutin yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut di bulan Desember 2019 di penghujung tahun," ujar Kapoldasu.
Kapolda Sumut Irjen Pol.Martuani Sormin mengatakan, Direktorat Reserse Narkoba Poldasu dan jajarannya berhasil menangkap 33 tersangka, dan barang bukti yang dimusnahkan adalah sabu seberat 20 Kg, 1000 butir pil ecstasy serta 2000 butir pil happy five.
Kapolda Sumut melakukan pemusnahan terhadap barang bukti narkotika dengan cara merebus.
Kapoldasu Martuani Sormin berharap, terkait pengungkapan kasus ini ribuan masyarakat bisa terselamatkan. Dan kepada seluruh lapisan masyarakat Kapoldasu mengajak agar bersama-sama untuk memerangi narkoba, karena narkoba sangat berbahaya bagi anak dan cucu kita. 
"Untuk para tersangka dijerat ancaman pidana mati, ataupun pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan 20 tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar," pungkasnya. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Kelihaian Agus Susanto alias Bejo (38), Warga RT III Lingkungan Tempel, Kelurahan Simpang Tiga Pekan Perbaungan, Serdang Bedagai, kandas sudah. Diduga penghasilannya sebagai supir truck dirasa kurang, Bejo pun nekat Nyambi menjadi pengedar narkoba jenis sabu. 
Alhasil saat akan diamankan tersangka Bejo berusaha melawan hingga melarikan diri. Hingga akhirnya sebutir timah panas dihadiahi oleh personel Satres Narkoba Polres Sergai, Senin (16/12/2019) sekira pukul 16.00 Wib.
Kasat Narkoba Polres Sergai, AKP Martualesi Sitepu dalam keterangannya, Rabu (18/12/2019) malam mengatakan, penangkapan Bejo dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi bahwa ada transaksi sabu-sabu di Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Perbaungan, Senin (16/12/2019) sekira pukul 16.00 Wib.
"Kita lakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Agus Susanto," katanya.
Dari tangan Bejo ketika itu, polisi menemukan barang bukti, 7 paket sabu-sabu dengan berat total 19,82 gram (bruto) yang disembunyikan dalam kotak HP Note 3 dan kotak rokok, uang tunai Rp110.000, 3 buku bloc notes, timbangan merk Acis.
"Perkembangan informasi, diketahui Agus Susanto adalah Bejo, yang sudah selama 14 bulan masuk dalam DPO Polres Sergai dalam kasus narkotika jenis sabu dan sudah masuk dalam tahap proses penyidikan. Namun, Agus Susanto tidak mengakui dia adalah Bejo," jelas Martualesi.
Untuk memastikan hal itu, Rabu (18/12/2019) sekira pukul 06.30 Wib, tim yang dipimpin Kasatres Narkoba AKP Martualesi membawa Agus Susanto dan dipertemukan Kepala Lingkungan Tempel, Swardi di depan Mesjid Raya Perbaungan.
"Setelah dipertemukan, Pak Kepling Swardi membenarkan bahwa Agus Susanto adalah Bejo yang selama ini dicari Satres Narkoba Polres Sergai," jelasnya.
Agus Susanto pun akhirnya tak bisa berkelit dan mengakui bahwa dia adalah Bejo yang sudah selama 14 bulan melarikan diri ke Medan.
"Kemudian kita melakukan pengembangan ke Lingkungan Pasiran. Di tengah jalan, tersangka permisi hendak buang air kecil, namun saat tersangka diturunkan dengan posisi tergari ke depan, dia lompat dan berusaha kabur, sehingga terpaksa ditembak di kaki kiri, setelah tak mengindahkan tembakan peringatan," urainya.
Selanjutnya, polisi membawa Bejo ke RSUD Sultan Sulaiman untuk mendapat perawatan sebelum diboyong ke kantor Satres Narkoba Polres Sergai untuk menjalani penyidikan.
"Kita masih akan mengembangkan kasus ini," pungkas Martualesi. (Rn)