.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Ardi Liyadi Samsu Ariansyah Pulungan (23) warga Jalan Bahagia Gang Sederhana, Medan Kota diciduk unit Reskrim Polsek Medan Kota. 
Pasalnya, pria pengangguran ini melakukan pencurian sepedamotor (Curanmor) terekam CCTV saat mencuri sepeda motor Suzuki FU milik Juhari (22) di Jalan Brigjen Katamso Gang Baru.
Kapolsek Medan Kota, AKP M Rikki Ramadhan SIK SH didampingi Kanit Reskrim Iptu M Ainul Yaqin SIK SH, kepada wartawan, Kamis (5/12/2019) mengatakan bahwa penangkapan tersangka setelah Tim Pegasus mendapat informasi tentang keberadaan tersangka di seputaran Jalan Juanda. 
"Mendapat info itu, selanjutnya Tim Pegasus menuju lokasi yang dimaksud dan berhasil mengamankan pelaku.
"Tersangka mencuri sepeda motor milik korban di seputaran Gang Baru, Jalan Brigjen Katamso pada Minggu, 6 Oktober 2019 sekira pukul 07.30 WIB dengan cara menggunakan kunci palsu," urai Kapolsek.
Setelah berhasil mengambil sepeda motor korbannya, kemudian pelaku menitipkan motor tersebut kepada adiknya. Setelah diperiksa ke tempat kerja adiknya di Pusat Pasar, ternyata adiknya mengatakan bahwa motor tersebut berada di tempat kostnya di Jalan Tuamang.
"Selanjutnya, Tim Pegasus kemudian bergerak ke tempat kost dimaksud ternyata benar bahwa sepeda motor Satria FU milik korban tersebut berada di tempat kost itu," beber Kapolsek.
Kini, sambung Kapolsek,  tersangka sudah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Kepada tersangka dijerat melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 363 dari KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," tandas AKP M Rikki Ramadhan. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Pancurbatu) - Seorang pria pelaku pencuri sepeda motor (Curanmor) di Desa Baru, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang diringkus personel Polsek Pancurbatu.
Pelaku curanmor tersebut  berinisial DA (17), warga Jalan Karya Desa Baru Jamin Gunting, Pancurbatu.
"Sebelum diringkus oleh tim Pegasus (Penanganan Gangguan Khusus), tersangka berhasil mencuri Honda Beat pelat BK 6454 AES milik seorang tukang pompa air di desa tersebut pada hari Jumat, 10 Mei 2019 lalu," ujar Kapolsek Pancurbatu, Kompol Fadir Chan SH MH didampingi Kanit Reskrim, Iptu Suhailly Hasibuan SH MH, Rabu (4/12/2019).
Dijelaskan mantan Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Medan ini, korban yang mengetahui sepeda motornya raib, langsung melaporkannya ke Mapolsek Pancurbatu. Selanjutnya petugas yang melakukan penyelidikan atas kasus tersebut memperoleh informasi tentang keberadaan pelaku dan berhasil meringkusnya dari kampung Tujuh, desa Salam Tani, Kecamatab Pancurbatu," jelas Kompol Faidir.
Ketika diinterogasi, kata Faidir, tersangka mengakui perbuatannya mencuri Honda Beat milik korban dan telah menjualnya kepada seorang pria yang biasa dipanggil Doni di kawasan Sei Mencirim.
"Selanjutnya, tersangka berikut barang bukti pakaian yang dipakai saat beraksi langsung digelandang ke Mapolsek Pancurbaru guna diproses lebih lanjut. 
"Sementara itu, Doni (penadah barang hasil kejahatan) masih diburon," pungkasnya seraya menambahkan kepada tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (MEDAN) - Warga yang bermukim di Jalan Punak Simpang Jalan PWS Lingkungan IV Kelurahan Sei Putih Timur Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara digegerkan dengan kasus pembunuhan, Rabu (4/12/2019) pagi. 

Seorang wanita muda berinisial AH alias Biyan (25) ditemukan meninggal dunia di lantai 2 rumah kos-kosan yang ditempatinya, dengan kondisi mengenaskan akibat luka sayatan benda tajam di tubuhnya, diantaranya di leher, dan luka benturan di kepala.

Penemuan korban pertama kali diketahui oleh penghuni kos, sontak kabar tewasnya wanita muda ini seketika menyebar. Tak lama berselang, petugas Polsek Medan Baru dan Polrestabes Medan kemudian turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Diduga kuat korban ini dibunuh dan diduga dilakukan orang dekat," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto di lokasi kejadian.

Informasi diperoleh, warga sering melihat korban kerap bertengkar dengan kekasihnya. Saat disinggung hal itu, Eko mengatakan pihaknya belum mengetahui dan masih melakukan penyelidikan.

Sementara Supiatman, Kepala Lingkungan IV Medan Petisah mengatakan, "korban baru sebulan menghuni kos di Jalan Punak, kalau kerjanya apa saya gak tahu," katanya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jalan KH Wahid Hasyim Medan. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Patumbak) - Tim Pegasus Polsek Patumbak berhasil menangkap dua orang pemuda yang selama ini kerap  melakukan perampokan terhadap penumpang angkot. Untuk mengungkap aksi perampokan ini Polisi juga  melibatkan oknum supir.
"Kedua tersangka ini sudah berulang kali melakukan aksinya terhadap penumpang angkot. Seorang pelaku lagi atas nama Sehat Antonio masih dalam pengejaran dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),"  sebut Kapolsek Patumbak,  AKP Ginanjar Fitriadi melalui Kanit Reskrim, Iptu Gindo Manurung, Rabu (4/12/2019).
Gindo menguraikan, aksi pencurian dengan kekerasan (curas) ini bekerjasama dengan sopir salah satu angkutan kota di Medan  berinisial HB (25), warga Jalan Dame Pasar IV, Marindal II.
Pada Sabtu (30/11), korban Rizky Syahputra (20), warga Jalan Flamboyan Raya, Lingkungan III, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan menaiki angkot tersangka dari Jalan SM Raja, persis dekat jembatan Sungai Denai.
Bersamaan, naik tersangka Khoirul Pasaribu (26), warga Jalan Panglima Denai Gang Seser dan pelaku Sehat Antonio. Bekerjasama dengan sopir yang memperlambat laju kendaraan, ketika hanya mereka bertempat dalam angkot, tersangka langsung mengeluarkan pisau dan menodong korban.
Namun, setelah diberi Rp 20.000, tersangka malah merasa kurang dan keranjingan, lalu menghunuskan pisau ke leher korban dan meminta paksa handphone (HP) miliknya. Korban hanya bisa pasrah, karena sopir angkot tidak menolongnya.
"Awalnya, tersangka meminta uang korban untuk membeli tuak dan diberi. Tapi, alasannya kurang, lalu menodong leher korban menggunakan pisau dan merampas HP-nya," terang Gindo.
Setelah kejadian itu, korban melapor ke Mapolsek Patumbak dan petugas langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, tersangka berhasil ditangkap di sebuah pos OKP Jalan Panglima Denai. HP korban juga berhasil diamankan polisi.
"Dari tersangka kita sita barang bukti satu unit mobil angkot Medan Bus  135 biru BK 1780 UE dan satu unit HP Vivo type Y5. Tersangka kita jerit pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun," pungkas Gindo. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Apes yang dialami Nurhayati (25), warga Jalan Brigjen Katamso Gang Merdeka, Medan. 
Pasalnya, ia ditangkap lantaran menjual narkotika jenis sabu oleh Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Medan Kota, Kamis, 21 November 2019 lalu.
"Dari ibu rumah tangga (IRT) ini, Tim Pegasus berhasil mengamankan barang bukti dua plastik sedang berisi narkotika jenis sabu dan satu timbangan elektrik," kata Kapolsek Medan Kota, AKP M Rikki Ramadhan didampingi Waka Polsek AKP Sangkot Simare-mare dan Kanit Reskrim Iptu M Ainul Yaqin SIK, Selasa (3/12/2019).
Lanjut dikatakan Kapolsek bahwa tersangka Nurhayati berhasil ditangkap Tim Pegasus yang sebelumnya mendapatkan informasi bahwa ada orang yang menjual narkotika di tempat tersebut.
"Mendapat info tersebut, Tim Pegasus kemudian melakukan pemancingan membeli narkotika tersebut. Setelah mencapai kesepakatan harga dan tempat transaksi di Jalan Brigjen Katamso depan Gang Merdeka.
Selanjutnya Tim Pegasus langsung menerobos masuk ke dalam rumah dan menemukan sejumlah barang bukti sabu dan timbangan elektrik yang terletak di atas meja.
"Suami tersangka berhasil melarikan diri melalui atap rumah dan berhasil mengamankan tersangka berikut barang bukti.
"Untuk pemeriksaan lebih lanjut, tersangka dan barang bukti diboyong ke Mapolsek Medan Kota, untuk diproses lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar dalam Pasal 112 juncto Pasal 114 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang peredaran narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara," pungkas Kapolsek. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Satresnarkoba Polres Sergai berhasil menangkap terduga kurir sabu yang sudah sangat meresahkan warga sekitar khususnya di Kecamatan Seirampah.

Pelaku ini berinisial MA alias Amdan (33) warga Dusun IV, Desa Firdaus, Kecamatan Seirampah, Kab. Sergai. Ditangkap pada hari Sabtu (30/11/2019) sekira pukul 18:00WIB. Tepatnya Dusun III, Desa Cempedak Lobang Kec Sei Rampah Kab. Sergai.

"Pada saat pengembangan pelaku mencoba melarikan diri meskipun sudah diborgol, sehingga petugas memberikan peringatan namun tidak dihiraukan oleh pelaku, sehingga petugas memberikan tindakan tegas timah panas di bagian kaki kirinya," ujar Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu melalui Kasat Narkoba Polres Sergai AKP Martualesi Sitepu, di halaman Mako Polres Sergai, Senin (2/12/2019).

Di jelaskan AKP Martualesi Sitepu, dari tangan pelaku  berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu 3 (tiga) helai plastik klip transparan berisi kristal diduga sabu berat bruto 15,76 Gram, satu unit hp merek vivo, Dompet warna biru dan uang tunai Rp. 25000,-.

"Penangkapan pelaku menindak lanjuti informasi dari masyarakat bahwa adanya transaksi jual beli Narkotika jenis sabu di sebuah rumah di Dusun III Desa Cempedak Lobang.

"Selanjutnya personil Sat Narkoba melakukan penyelidikan dilokasi. Dan hasil penyelidikan diketahui rumah yang menjadi sasaran, seketika langsung dilakukan penggrebekan dan melakukan penangkapan terhadap terduga sebagai kurir sabu," ujarnya.
Dari hasil introgasi terhadap pelaku, sambung Kasat Narkoba Polres Sergai ini, bahwa barang tersebut dari seorang berinisial B, warga Jermal Medan Denai. Dimana dirinya berperan selaku kurir yang selalu memikul sabu dari Medan. Bahkan dirinya sudah 2 bulan jadi kurir sabu dan menjadi kurir sabu dirinya mendapatkan gaji sebesar Rp 600.000,- rupiah dari bandar sabu warga denai yang pernah bekerja sebagai Grab selama satu tahun.

" Baru dua bulan saya jadi kurir bang, dan menerima gaji 600.000 ribu. Saya jadi kurir hanya iseng-iseng aja bang. Baru3 kali berhasil, keempat kali ketangkul polisi," kilah tersangka MA alias Amdan.

" Atas perbuatannya, kepada tersangka dijerat melanggar pasal 114 Sub 112 UU RI NO.35 Th 2009 tentang Narkotika," tandas AKP Martualesi Sitepu. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Sunggal berhasil mengungkap pencurian mobil dengan menangkap lima anggota sindikat pencuri.
Ironisnya, satu dari lima tersangka merupakan putri dari Pratikno yang kehilangan Mobil Daihatsu Grand Max hitam pelat BK 8350 DC.
Kelima tersangka yang memiliki peran berbeda itu ialah Siti Pratiwi (30), warga Jalan Stasiun Gang Amal No. 81 Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Hairulsyah alias Irul (41), warga Jalan Stasiun Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Erwin (35), warga Jalan Klambir Lima Gang Alansa No. 55 Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Rudi (39), warga Jalan Binjai Km 10 Gang Jadi Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal dan terkahir Ridwan Iwan (35), warga Jalan Pendidikan Ulayat C Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal.
Nama teratas, merupakan anak korban yang merupakan otak pelaku pencurian.
"Para tersangka memiliki peran berbeda. Untuk otak pelakunya sendiri ialah putri kandung korban," ujar Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH didampingi Kanit Reskrim, Iptu Syarif Ginting dalam siaran persnya di Mapolsek Sunggal, Jalan TB Simatupang, Senin, (2/12/2019).
Lebih lanjut dijelaskan mantan Kapolsek Patumbak ini, sedangkan eksekutor dalan aksi pencurian tersebut ialah Irul bersama Heri yang saat ini masih dalam pengejaran.
"Jadi, putri korban yang merupakan otak pelaku pencurian awalnya mengambil kunci mobil milik orang tuanya. Kemudian ia menyerahkan kunci tersebut kepada Irul yang mengajak Heri," jelas Kompol Yasir.
Selain itu, disebutkan Yasir, "untuk tersangka Erwin berperan mengantar otak pelaku kepada Irul. Sedangkan Rudi membantu mencari pembeli mobil. Sementara Iwan menyimpan mobil hasil kejahatan tersebut," sebut Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2005 ini seraya menambahkan para tersangka melakukan aksinya pada hari Selasa, 26 November 2019 lalu.
Kasus ini, kata Yasir, terungkap setelah Polsek Sunggal menindaklanjuti laporan korban. Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 363 subs 367 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," pungkasnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Unit Reskrim Polsek Percut Seituan membongkar jaringan narkoba Malaysia-Aceh-Sumut dalam under cover (penyamaran). Selain itu juga meringkus enam tersangkanya dari berbagai lokasi di Medan. 

"Salah seorang tersangka itu warga Malaysia bernama Osman bin Mukiban (45). Darinya disita 1 Kg sabu," kata Kombes Pol Dadang Hartanto dalam paparannya di Mapolrestabes Medan, Jumat (29/11/2019).

Dadang yang didampingi Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Aris Wibowo dan Kasat Narkoba Porestabes Medan AKBP Raphael mengatakan,  lima tersangka lainnya merupakan warga Medan, Aceh dan Jawa.

Mereka adalah Hasna Siregar (wanita) (27), Syukri alias Kuri (25), Syaryulis (20), Kamaruddin (36) dan Denny Irawan alias Mutadi alias Alex (39). "Total barang bukti sabu yang kita amankan dari para tersangka sekitar 10 Kg," sebutnya.

Dadang menjelaskan, penangkapan bermula dari informasi masyarakat pada 22 Oktober 2019 pukul 17.00 WIB terkait adanya seorang pria di Swissbell Hotel yang memiliki sabu-sabu untuk dijual.

Kemudian petugas melakukan penggeledahan dan mengamankan tersangka berikut barang bukti berupa 1 bungkus warna kuning bertuliskan Guan Yin Wang narkotika jenis sabu seberat 1 Kg.

Pada Rabu 27 November 2019 pukul 17.00 WIB ada dua pria memiliki narkotika jenis sabu di Bumi Malaya Hotel Jalan Gatot Subroto Medan dan ditemukan pula satu tersangka lainnya berikut barang bukti berupa 8 bungkus plastik dengan berat kurang lebih 1 Kg diduga sabu-sabu.

Dari pengembangan, polisi mengamankan seorang lainnya di Jalan Sudirman dan ditemukan sabu 5 Kg. Tersangka lain juga diringkus di apartemen Royal Condeful dan diamankan sabu sebanyak 3 Kg. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Gunungsitoli) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Gunungsitoli berhasil meringkus salah seorang tersangka pengedar Narkotika golongan I jenis sabu-sabu seberat 32,32 gram.

Plt. Kepala BNNK Gunungsitoli, Kompol Arifieli Zega, kepada Radio Republik Indonesia usai menggelar press release mengatakan, tersangka berhasil diamankan saat melakukan perjalanan dari Kabupaten Nias Barat menuju Kota Gunungsitoli di jalan Pendidikan.

"Dari tangan tersangka berhasil diamankan satu bungkus plastik putih seberat 32,32 gram diduga narkotika jenis sabu-sabu yang ditafsir sekitar 50 juta rupiah," ujarnya, Jumat (29/11/2019).

"Rencananya barang tersebut akan diserahkan tersangka kepada PW. PW diketahui salah seorang warga di Kabupaten Nias Barat, namun hingga kini masih dilakukan penyelidikan," tambahnya.

Dari hasil interogasi petugas, lanjut Kompol Arifeli, tersangka mengaku bernama Joni Naibaho warga Brian Bengkel di Medan Provinsi Sumatera Utara.

"Tersangka ini datang ke Nias menggunakan jalur laut tanpa membawa kartu identitas namun mengaku bernama Joni Naibaho asal Bengkel Medan," jelasnya.

Sementara itu, tersangka Joni Naibaho, mengaku hanya sebagai kurir dan akan mendapatkan upah dari bandar besar di Medan usai melakukan misi haramnya.

"Saya baru kali ini datang ke Nias bang. Jika berhasil mengantar paket ini dapat upah 5 juta rupiah," katanya.

"Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara," pungkas Kompol Arifieli Zega. (Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Seorang kawanan spesialis pembobol gudang bernama Bobi Syahdan alias Bobi warga Jalan Sei Deli Medan ditembak petugas Polsek Medan Barat, sementara  teman pelaku bernama Solihin masih dalam pengejaran. 

"Pelaku ditembak karena hendak kabur dari Jalan Sei Deli Medan," terang Kapolsek Medan Barat, Kompol Choky Meliala didampingi Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu Herison Manulang kepada wartawan, Rabu (27/11/2019).

Dijelaskan Choky, pelaku yang sudah diboyong ke Mako Polsek Medan Barat itu berdasarkan Laporan Polis Nomor : 219/VI/2015/Sektor Medan Barat, tanggal 19 Juni 2015, atas nama Sujendi Tarsono warga Jalan Gatot Subroto Medan.

"Mengetahui itu, petugas langsung membentuk tim untuk memburu pelaku. Tim Pegasus Unit Reskrim Polsek Medan Barat mendapat informasi, DPO kasus pencurian, Bobi berada di Jalan Sei Deli Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat. Setelah mengetahui itu, Tim Pegasus Unit Reskrim Polsek Medan Barat langsung meluncur ke Jalan Sei Deli dan mengamankan DPO.

"Selanjutnya Tim Pegasus Unit Reskrim Polsek Medan Barat melakukan introgasi, dan pelaku Bobi mengakui ada melakukan pencurian bersama-sama dengan Khairul alias Oncik dan Solihin pada Kamis, 18 Juni 2015 sekira pukul 05.00 WIB di Gudang korban.

"Kemudian Tim Pegasus Unit Reskrim Polsek Medan Barat melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainnya, saat dilakukan pengembangan pelaku Bobi melawan petugas dan mencoba melarikan diri sehingga diberi tembakan peringatan, namun pelaku tidak mengindahkannya, sehingga pelaku diberikan tindakan tegas dan terukur," ujar Kapolsek.

Setelah itu, lanjut Kapolsek, Tim Pegasus Unit Reskrim Polsek Medan Barat membawa pelaku ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan," pungkasnya.

Diketahui kejadian itu berawal pada Kamis, 18 Juni 2015 sekira pukul 05.00 WIB, saat itu korban sedang tidur maka pembantunya yang bernama Sumiati membangunkan korban, dan setelah bangun maka mereka berdua memberitahukan ada orang yang sedang berdiri di depan gudang pelapor yang terletak di belakang rumah pelapor di Jalan Sei Deli Gang Sauh Nomor 10 Kelurahan Silalas Kecamatan Medan Barat.

Selanjutnya, korban diajak pembantu untuk melihat dari jendela dapur dan setelah di dapur korban melihat benar ada tiga orang laki-laki yang sedang keluar masuk di gudang korban tersebut. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Patumbak) - Pelaku Pengedar narkotika jenis ganja bernama Saidina Hamzah (33) warga Jalan Bajak V Gang Cemara Advokat Patumbak Kabupaten Deli Serdang, tak berkutik saat didatangi team Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Patumbak. 

Menurut informasi yang diperoleh, penangkapan yang dilakukan petugas terhadap pria pengangguran (Tersangka) ini berawal dari adanya informasi warga yang selanjutnya pihak petugas unit Reskrim Polsek Patumbak, langsung menindaklanjuti informasi tersebut.

Tak mau buang kesempatan, Team Pegasus yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Iptu Gindo Manurung, SH, segera meluncur ke sasarannya dan menggerebek rumah yang dihunjuk. Tanpa mengadakan perlawanan, tersangka berhasil diamankan dari dalam kamarnya pada Sabtu (23 November 2019) bersama barang bukti 3 Paket daun ganja dan sebuah bong alat isap sabu.

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi, SH, SIK, MH, melalui Kanit Reskrim Iptu Gindo Manurung, SH, kepada wartawan, Selasa (26/11/2019) siang membenarkan adanya penangkapan tersebut.

"Kasus ini masih dikembangkan, dan kami bertekad akan memberantas peredaran narkoba yang ada di wilayah hukum Polsek Patumbak," tegas Kanit Reskrim Polsek Patumbak ini. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara mengungkap sindikat narkoba jaringan Internasional Malaysia-Indonesia. Dalam pengungkapan ini, polisi menyita 48.815,2 Gram sabu dan 3.000 butir pil ecstasy serta serbuk ecstasy seberat 811 Gram.


Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH mengatakan, narkoba sebanyak itu disita dari Empat kali pengungkapan jaringan narkoba yang diungkap Ditres Narkoba Polda Sumut kurun waktu dua pekan.

"Pengungkapan ini berawal dari adanya informasi tentang sindikat narkoba jaringan internasional yang akan mengedarkan sabu di wilayah hukum Polda Sumut. Petugas kemudian melakukan penyelidikan secara intensif terhadap informasi tersebut," kata Irjen Agus Andrianto, Selasa (26/11/2019) di Mapolda Sumut.

Penangkapan pertama pada hari Kamis tanggal 07 Nopember 2019 sekira pukul 20.00 Wib. Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumut beserta anggota melakukan penangkapan terhadap Dua pelaku tindak pidana narkoba atas nama Iswandi als Aseng dan temannya Eko Lesmana als Eko tepatnya di Jalan Lintas Sumatera Utara Kota Pinang Kab. Labuhan Batu Selatan.

Petugas Kepolisian Unit ll Subdit l Ditresnarkoba Polda Sumut memberhentikan 1 (Satu) Unit mobil Panther warna silver No Pol.BM 1399-JQ dan mendapatkan barang bukti berupa 10 (Sepuluh) bungkus plastik berwarna Hijau bertuliskan Guan yin Wang diduga sabu dengan berat masing-masing seberat 1 (satu) Kg dengan total keseluruhan seberat 10 (Sepuluh) Kg.

Setelah di interogasi dilakukan pengembangan tentang adanya jaringan Narkoba yang berada di Medan. Petugas kemudian melakukan penangkapan kedua pada Selasa tanggal 12 Nopember 2019 sekira pukul 00.30 Wib.

"Berdasarkan informasi tersebut dilakukan penyelidikan terhadap Jaringan tersebut oleh anggota Subdit ll Ditresnarkoba Polda Sumut dan berhasil menangkap satu orang tersangka lagi bernama Azwar als A di pintu tol Helvetia Kec. Sunggal Kab. Deli Serdang di berhentikan 1 (Satu) unit mobil Terios Warna Hitam No.Pol BL 1087 PG dan disita barang bukti berupa 1 bungkus Coffee Alicaffe di bawah Jok depan sebelah kiri yang didalamnya berisikan Narkotika Jenis Pil Ecstasy sebanyak 3.000 butir dan serbuk sebanyak 8 bungkus plastik klip seberat lebih kurang 811 gram," beber Kapolda.

Setelah di introgasi dan dilakukan pengembangan, lanjut Kapoldasu, dari Tersangka Azwar als A, Unit 2 Subdit ll Ditresnarkoba Polda Sumut pada hari Senin tanggal 18 Nopember 2019 sekira pukul 00.45 Wib, tepatnya didepan pintu Tol Binjai Kota Binjai diberhentikan 1  Unit Mobil Toyota Avanza warna hitam No Pol.BL 1180- UL yang dikendarai oleh Sarifuddin M Jafar dan Saifudin.

Usai dilakukan pengembangan dan mendapat informasi adanya pengiriman narkotika golongan I jenis sabu dari Aceh menuju Medan. Sehingga dilakukan penangkapan ketiga pada hari Senin tanggal 18 Nopember 2019 tepatnya di depan Pintu Tol Binjai Kota atas nama Saripuddin M Jafar dan temannya atas nama Saifuddin.

Selanjutnya petugas menyita barang bukti 1 Tas jinjing di bagasi belakang mobil yang terdapat didalamnya 30 bungkus teh berwarna hijau yang bertuliskan Gwanyiwang yang diduga berisikan Narkotika jenis Sabu dengan berat 30 Kg.

Penangkapan keempat lanjut Agus,pada hari Rabu tanggal 20 Nopember 2019,Sekira pukul 03.00 Wib dipimpin oleh Kasubdit Ill Ditresnarkoba dan anggota memberhentikan 1 Unit Sepeda Motor Merk Honda CB 150 R warna hitam No Pol BK 5014-SAG.

Dari hasil Interogasi tersangka Saifuddin M Jafar dan Saifuddin, petugas melakukan pengembangan dan menangkap Edy Syahputra als Edy dan menyita 2.747 gram,3 bungkus plastik bening tembus pandang yang di balut dengan lakban warna coklat yang berisikan narkotika jenis sabu dengan berat kesrluruhan seberat 2.954 gram,1 bungkus plastik teh warna hijau yang bertuliskan Cina QingShan berisikan diduga Narkotika jenis Sabu seberat 990 gram.Jumlah keseluruhan 6.691 Gram."Kita punya komitmen untuk menjaga dan melindungi putra-putri bangsa, khususnya warga Sumatera Utara," tegasnya.

" Kepada para tersangka dijerat dengan Pasal 114  Ayat (2) Subs. Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman  Pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana mati, pidana seumur hidup dan pidana denda paling sedikit satu miliar rupiah dan paling banyak sepuluh miliar rupiah," tandas Agus sembari menambahkan dari pengungkapan ini pihaknya telah menyelamatkan sebanyak 471.911 anak bangsa dari bahaya narkoba. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Medan Kota, meringkus seorang pelaku pencurian barang elektronik di toko Global Electric, Jalan Cirebon, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Medan Kota, Rabu 20 November 2019. 
Adapun nama pelaku yakni, Berton Mangaranap (35), warga Jalan Elang Ujung, Kelurahan Kenangan, Kecamatan Percut Sei Tuan. Sementara teman tersangka Botak Sinurat lolos dari tangkapan.
"Barang bukti yang diamankan di toko Global Electric milik Johan (40) warga Jalan Perwira, Medan ini berupa satu unit becak barang yang digunakan membawa barang hasil curian, 12 rol gulungan kabel warna putih. Kerugian ditaksir mencapai tiga juta rupiah," ujar Kapolsek Medan Kota, AKP M Rikki Ramadhan SIK yang disampaikan melalui Kanit Reskrim Iptu M Ainul Yaqin SIK, Sabtu (23/11/2019).
Lanjut dikatakan Iptu Yaqin, tersangka melakukan aksi pencurian ini diduga berdua dengan rekannya bernama Botak Sinurat yang yang kini masih dalam pengejaran.
Aksi kedua pelaku ini diduga dengan cara mencongkel kunci atau gembok lalu masuk kedalam toko, karena toko tersebut lagi tidak ada penghuninya.
"Namun aksi kedua pelaku ini ada beberapa saksi yang mengetahuinya, sehingga dengan cepat tersangka dapat kita tangkap. Tersangka mengakui segala perbuatannya. Guna diproses  tersangka kita masukan ke dalam sel tahanan Polsek Medan Kota," pungkasnya. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Pancurbatu) - Tiga orang pelaku dan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu di Bungalow Puncak Juwita, Bandar Baru, Sibolangit, diringkus Tim Unit Reskrim Polsek Pancur Batu.

Adapun nama pelaku : BG (27), warga Dusun III Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi, FM (45) warga Desa Laugedek Kecamatan Dolok Raya Kabupaten Karo dan YD (33) warga Jalan Serbaguna, Helvetia Medan.

Ketiganya tak berkutik saat Reskrim dari Polsek Pancur Batu meringkus dari Bungalow Puncak Juwita, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit bersama barang bukti 5 plastik klip berisi sabu seberat 0,85 gram dan 1 alat hisap sabu. Hari Jumat (22/11/2019) pukul 15:40 WIB.

Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chaniago SH MH melalui Kanit Reskrim Iptu Suhaily Hasibuan, SH MH mengatakan, penangkapan ketiga orang tersangka berawal dari laporan warga masyarakat yang menyebutkan bahwa di Bungalow Puncak Juwita marak peredaran narkotika atau sabu sabu. 

"Atas informasi itu, kami lakukan penyelidikan di lokasi tersebut dan sembari melakukan penggeledahan di salah satu kamar, pada saat itu kami melihat seorang pria yang sedang duduk-duduk di depan kamar, lalu kepolisian pancur batu dan meminta pria tersebut untuk masuk kedalam kamarnya," kata Iptu Suhaily.

Kemudian pintu dibuka didalamnya terdapat dua orang pria sedang duduk di sofa kamar, kemudian selanjutnya dilakukan penggeledahan di tubuh keduanya.

"Namun tak ditemukan apapun, lalu kami coba melakukan penggeledahan di sofa tempat mereka duduk, berhasil di sofa itu kami temukan 5 plastik klip berisi sabu-sabu," tandas Kanit Reskrim Iptu Suhaily Hasibuan ini mengakhiri. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) -  Polrestabes Medan menangkap lima tersangka kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Kasus ini dipaparkan di halaman Mapolrestabes Medan, Selasa (19/11/2019).

"Pengungkapan kasus ini adalah keberhasilan Polsek Medan Kota," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim Kompol Eko Hartanto SH SIK MH dan Kapolsek Medan Kota AKP Rikki Ramadan.

Petugas meringkus kelima tersangka setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan dari para korban. Dari lima tersangka itu, dua di antaranya terpaksa ditembak pada bagian kaki.

"Mereka menjalankan aksinya pagi hari dengan cara memperhatikan aktivitas pemilik rumah yang telah ditargetkan. Lalu diamati lingkungan sekitarnya yang sepi dari aktivitas warga baru masuk ke dalam rumah," jelasnya.

Dijelaskan Kombes Dadang, sebenarnya para tersangka berjumlah delapan orang. Yang kita amankan baru lima orang dari 4 kasus yang diungkap.

Sementara barang bukti yang diamankan dari para tersangka berupa lima unit sepeda motor dan sejumlah peralatan yang digunakan dalam menjalankan aksi pembongkaran rumah. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Karena panik kediamannya digerebek Satuan Reserse Narkoba Polres Sergai, terduga pengedar narkoba mencoba melarikan diri dengan terbang dari atap rumah. Namun usahanya ini sia-sia, dikarenakan pihak Kepolisian sudah mengepung kediamannya.
Peristiwa penggerebekan ini terjadi di Dusun IV Desa Jambur Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai, Sabtu (16/11) sekira pukul 15.00 Wib. 
Dari lokasi tersebut, pihak Kepolisian berhasil mengamankan Erwin Susanto Alias Wiwin (30) dengan barang bukti, 1 (satu) plastik klip berisi kristal diduga sabu berat bruto 0,13 Gram, 1 (satu) plastik klip berisi kristal diduga sabu berat 0,13 gram, 1 (satu) mancis warna biru terpasang jarum, 1 (satu) mancis warna hijau, 7 (tujuh) ball plastik klip kosong, 1 (satu) alat hisap terakit/bong, uang tunai 350000 (tiga ratus lima puluh ribu) dan 1 (satu) dompet warna coklat.
Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu melalui Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu mengatakan, penggerebekan ini dilakukan untuk menindak lanjuti keresahan masyarakat di Dusun IV Desa Jampur Pulau Perbaungan, yang dilaporkan sering terjadinya transaksi jual beli narkoba.
"Kemudian tim menyuruh informan yang bisa di percaya untuk mencoba membeli narkoba jenis sabu seharga 100 ribu, dan tim memfoto nomor seri uang tersebut uang 50 ribu 2 lembar, untuk mengecek kebenaran tentang jual beli narkoba di Dusun IV Jambur Pulau," terangnya.
Lanjut Kasat, selang 20 menit berjalan, informan datang dan memberikan hasil yang dibelinya dari terduga pelaku yang menjadi target, dan team bergegas ke TKP yang akan dituju. 
"10 menit dari perjalanan ke TKP, kita berhenti di depan rumah yang menjadi target. Lalu TSk melarikan diri dari rumah orangtuanya, dan berlari ke samping rumah keluarganya atau kakak sepupuhnya, dan TSK bersembunyi di atas plapon rumah, lalu tim di dampingi Kaur Desa datang untuk melihat rumah kakak sepupunya untuk mengecek ke plapon rumah.
"Melihat Tersangka sembunyi di plapon rumah, tin menyuruh turun, namun Tersangka mau memukul tim Kepolisian pakai galah. Lalu Tim menyuruh turun, namun TSK malah lari dari atas rumah, dan bersembunyi di plapon teras rumah. Kemudian TSK naik ke atas seng rumah, dan memegang batu mau melempar team, dan akhirnya tim berhasil menurunkan TSK dan mengamankannnya," beber Martualesi.
Lanjutnya mengatakan,  dari rumah orangtua tersangka menemukan 1 bong terakit dan 1 paket plastik klip trans paran yang berisi serbuk Kristal. Menurut pengakuan TSK dirinya lagi makai, dan 1 paket ditemukan di ruang tamu depan dengan bong.
Tersangka juga mengakui bahwa sabu-sabu tersebut juga hendak dijualnya kembali. 
"Saya lagi makai pak, dan di suruh abang saya jual kan tadi pak, dan di upah setiap paket 100 ribu. Keuntungannya 10 ribu pak," ucapnya.
Saat tim melakukan introgasi dari mana mendapatkan barang haram tersebut, wiwin mengatakan mendapatkan barang haram tersebut dari ES abang kandung Tersangka. Namun saat mengetahui adiknya telah tertangkap, ES sudah keburu kabur.
" Terhadap Tersangka dijerat dengan pasal 114 Sub 112 UU RI Nomor.35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," pungkas AKP Martualesi Sitepu. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Tim Pegasus Polsek Medan Kota  meringkus seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), yakni Rahmad Syahputra (32) warga jalan Yos Sudarso Medan, diringkus setelah beraksi mencuri sepeda motor milik korban Mhd Rizkie Oktavian di kos-kosan Jalan Jati III Gang Ampera No.14 Kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota pada Senin, 11 November 2019 lalu.
"Pencurian yang dialami korban terjadi saat ia dan temannya baru pulang dari warkop dan kembali ke kos untuk istirahat. Saat tiba di kosnya, korban memarkirkan sepeda motornya di halaman kos dengan stang terkunci," terang Kapolsek Medan Kota AKP Rikki Ramadhan didampingi Kanit Reskrim Iptu Muhammad Ainul Yaqin ,S.I.K dan Panit Reskrim, Ipda Asrul Efendi Rambe di Mapolsek Medan Kota, Jumat (15/11/2019).
Tak lama kemudian, lanjut Kapolsek, teman korban yang masih main handphone mendengar suara berisik di luar kamar. Begitu pintu kamar kos dibuka, teman korban melihat pelaku Indra (DPO) sedang mengangkat ban depan motor korban sambil menarik sepeda motor korban sampai ke depan pagar. 
Melihat itu, teman korban spontan berteriak maling.. hingga didengar penghuni kos lainnya dan langsung menghubungi Tim Pegasus Polsek Medan Kota.
Mendapatkan informasi tersebut,  Tim Pegasus Polsek Medan Kota langsung menuju tempat kejadian dan berhasil menangkap Rahmad Syahputra. Sementara pelaku Indra berhasil melarikan diri. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Medan Kota, guna proses penyidikan lebih lanjut.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni, Honda Supra milik korban pelat BB 3376 KF, Vario warna hitam plat BK 6541 AIW milik pelaku, tang pemotong besi yang digunakan pelaku untuk membuka gembok pagar, dan gembok pagar yang sudah bengkok.
"Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara," pungkas Kapolsek Medan Kota AKP M.Riki Ramadhan. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Delitua) - Dua orang pemuda pengguna barang haram Narkotika jenis Sabu – sabu di amankan anggota Unit Reskrim Polsek Delitua, Selasa (12/11/2019). 
Kedua pemuda tersebut yakni, Krisna Mahendra (21) dan IA (16). Keduanya merupakan warga Jalan Luku V Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor.
"Keduanya diringkus di kediaman Krisna Mahendra berdasarkan laporan masyarakat yang menyebutkan di Jalan Luku V Gang Pertemuan, Kwala Bekala, Medan Johor kerap dijadikan tempat mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu," ujar Kapolsek Delitua, AKP Dolly Nelson Nainggolan didampingi Kanit Reskrimnya Iptu Idem Sitepu SH dan Panit I Reskrim Ipda Bambang Wahid SH dalam siaran persnya di Mapolsek Delitua, Jumat, (15/11/2019).
Setibanya di lokasi, lanjut dijelaskan orang nomor satu di Mapolsek Delitua ini, petugas yang menindaklanjuti laporan tersebut mendapati kedua tersangka sedang mengisap sabu-sabu. 
"Melihat petugas datang, tersangka IA berusaha membuang sesuatu. Namun, tim yang dipimpin oleh Panit II Reskrim, Iptu AT Pakpahan berhasil mendapatkan alat isap sabu (bong) lengkap dengan kaca pirex berisikan sisa narkoba jenis sabu-sabu yang sempat dibuang tersangka.
"Kepada petugas, kedua tersangka mengakui bong dan kaca pirex berisikan sisa sabu-sabu tersebut merupakan miliknya.
"Selanjutnya kedua tersangka bersama barang bukti tersebut langsung digelandang ke Mapolsek Delitua untuk diproses lebih lanjut," ungkap Kapolsek seraya menambahkan bahwa kepada kedua tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 5 tahun penjara. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Delitua) - Unit Reskrim Polsek Delitua, meringkus dua buruh bangunan pemakai narkotika jenis sabu-sabu, keduanya yakni bernama Ferdiansyah (31) warga Jalan B.Zein Hamid Gang Perak 2 No 17, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor dan Ramadhani (38) warga Jalan Karya Darma No. 21A, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor.

Keduanya ditangkap pada hari Kamis (7/11/2019) kemarin sekira pukul 20.30 wib, di Jalan Karya Darma No. 21, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor.

Kapolsek Delitua AKP Doly Nelson Nainggolan SH MH didampingi Panit I Ipda Bambang Wahid, mengatakan, saat itu kedua buruh bangunan ini pulang beristirahat  ke rumahnya di Jalan Karya Darma. Kemudian sekira pukul 20.00 wib, keduanya terbangun tidur. Lalu kedua tersangka menghisap narkotika sabu sabu dengan menggunakan alat isap (bong)," jelasnya, Rabu (13/11/2019) sore.

Namun, lanjut Kapolsek, sekira pukul 20.30 wib, petugas yang mendapat informasi kemudian  melakukan penyelidikan kelokasi tersebut dan sesampainya di TKP langsung menangkap kedua tersangka.

"Dalam penangkapan itu, petugas kita mengamankan 1 buah bong kaca pirek berisi sabu, 1 buah mancis, 1 buah sekop terbuat dari pipet, 1 buah jarum.

"Dari hasil intrograsi terhadap kedua tersangka mengaku sabu tersebut diperolehnya dari AT yang datang ke rumah Ramadhan menawarkan sabu. Saat petugas datang maka AT sedang pergi untuk belanja lagi karena tanggung. 

"Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolsek Delitua guna penyelidikan lebih lanjut. Dan kepada kedua tersangka dikenakan pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," terang Kapolsek mengakhiri. (Rn)