.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Petugas Unit Reskrim Polsek Medan Barat terpaksa melumpuhkan tersangka pencuri sepeda motor berinisial D '20' warga Jalan Serba Guna Gang Bunga, Desa Manunggal Labuhan Deli, dengan timah panas kaki kanannya, lantaran pemuda yang bekerja sebagai buruh bangunan tersebut kedapatan mencuri sepeda motor.

Kapolsek Medan Barat Kompol Choky S Meliala didampingi Kanit Reskrim Iptu Herison Manulang mengatakan, penangkapan terhadap Diki dilakukan karena  korbannya membuat laporan ke kantor polisi, bahwa pada Kamis (10/10/2019) sekitar pukul 03.30 WIB, Tim Pegasus Polsek Medan Barat yang sedang melakukan patroli di Jalan Pertempuran, melihat pelaku bersama seorang temannya sedang membawa 2 unit sepeda motor, dengan cara satu sepeda motor didorong oleh motor lainnya.

"Melihat hal itu tim pun curiga dan mencoba memberhentikan mereka. Tapi keduanya malah melarikan diri," ungkap Kapolsek kepada wartawan, Minggu (13/10/2019)

Dijelaskan Kapolsek, selanjutnya  tim pun melakukan pengejaran sehingga berhasil menangkap Diki beserta satu unit sepeda motor curiannya. Namun satu temannya berhasil melarikan diri.

"Namun saat pengembangan, pelaku berusaha melarikan diri dan melawan petugas, sehingga harus diberi tindakan tegas terukur dikakinya, sebelum akhirnya di bawa ke RS Bhayangkara lalu ditahan di Polsek," ucapnya.

"Dari hasil introgasi yang dilakukan, sambung orang nomor satu di Mapolsek Medan Barat ini, Diki mengakui bahwasanya dirinya melakukan pencurian sepeda motor bersama 2 temannya berinisial A (33) dan H (35), Diki juga mengaku telah melakukan 2 kali aksi pencurian sepeda motor, yakni sepeda motor Supra FIT di Jalan Kapten Sumarsono Gang Bunga, Labuhan Deli serta 2 unit sepeda motor Honda Beat hitam dan Honda Beat biru putih di Jalan Karya Gang Buntu, Karang Berombak, Medan Barat," pungkasnya. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Patumbak) - Tim Pegasus Polsek Patumbak dipimpin Kanit Reskrim Iptu Gindo Manurung, SH, berhasil menangkap lima tersangka narkoba dari berbagai lokasi berbeda bersama barang buktinya, Selasa (8/10/2019) lalu sekira pukul 16.00 WIB.
Kelima tersangka yakni, Charles Pangaribuan (46) warga Jalan Perjuangan Dusun Bulan Suari Desa Amplas Kabupaten Deli Serdang, Poltak Nainggolan (37) warga Jalan Keramat Kuda Kecamatan Medan Denai, Sandra  Rangkuti (38) warga Jalan Perjuangan Kecamatan Medan Denai/Jalan Sultan Sori Pada Muli P. Sidempuan, Rosmawati Pasaribu (33) warga Jalan Perjuangan Kecamatan Medan Denai, dan Yusrizal (39) warga Jalan Ringroad Kecamatan Medan Sunggal.
Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi, SH, SIK, MH, didampingi Kanit Reskrim Iptu Gindo Manurung, SH, kepada Wartawan, Sabtu (12/10/2019) mengatakan, saat itu Team Pegasus Polsek Patumbak menerima informasi bahwa di Jalan Perjuangan No.19 Dusun Bulan Suari Desa Amplas Kabupaten Deli Serdang persisnya di rumah Charles Pangaribuan sering dijadikan sebagai tempat transaksi jual beli narkoba, lalu petugas bergerak melakukan penyelidikan dan cek TKP.
"Setibanya di lokasi, Team Pegasus langsung melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap 4 orang yang berada didalam rumah dan sewaktu diperiksa ditemukan 4 paket (4 gram) sabu didalam bungkus rokok, kemudian Team mengamankan barang bukti tersebut beserta tersangka.
"Menurut keterangan dari salah seorang tersangka, sabu tersebut dibeli dari Yusrizal, kemudian Team melakukan pencarian terhadap tersangka Yusrizal, dengan melakukan penyamaran sebagai pembeli dan kemudian sepakat untuk bertemu di Jalan Gagak Hitam Simpang Jalan Sunggal SPBU Pelangi Sunggal," ujar Kapolsek.
Ketika bertemu dengan Yusrizal, lanjut Kapolsek, Team langsung menangkapnya dan diamankan dari tersangka 1 bungkus plastik berisi sabu dengan berat 4 gram, selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan ke Polsek Patumbak guna proses lebih lanjut.
"Tersangka Charles Pangaribuan dan Yusrizal diduga adalah pengedar sabu. Dari keduanya disita barang bukti  4 plastik klip berisi sabu dengan berat 4 gram, 1 plastik klip berisi sabu dengan berat 4 gram, 3 bong, 1 gulungan aluminium foil, 2 buku tulis warna hijau dan merah, 1 buah mancis warna biru, 2 unit timbangan elektrik, 4 pack plastik klip kosong, 2 buah jarum.
"Atas perbuatannya, kelima tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) Subs 112 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," pungkas Kompol Ginanjar Fitriadi. (Rn) 
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Tim Pegasus Unit Reskrim Polsek Percut Seituan menangkap pelaku Pencurian dengan kekerasan (Curas).

Adapun nama pelaku yakni,  Ramadani alias Rahmad (24) ini mencuri sepeda motor korban Nurlela (32) warga Jalan Kamboja, Dusun VIII Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.

"Pelaku ditangkap di Jalan Kamboja, Tanah Garapan Laut Dendang, Percut Seituan, Deli Serdang pada 10 Oktober 2019," kata Kapolsek Percut Seituan, Kompol Aris Wibowo melalui Kanit Reskrim Iptu Luis Beltran, Sabtu (12/10/2019).

Iptu Luis menjelaskan, awalnya korban bersama anaknya memarkirkan sepeda motor Honda Vario BK 5496 AGR di pinggir Jalan Kamboja, Tanah Garapan Lau Dendang, Percut Sei Tuan pada Minggu 6 Oktober 2019.

"Saat korban belanja pelaku datang dan membawa kabur sepeda motor tersebut. Korban yang melihat sempat berteriak dan mengejar pelaku namun tidak berhasil," ujarnya.

Atas peristiwa tersebut dilaporkan ke polisi. Petugas lalu melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku.
Saat diinterogasi pelaku mengaku telah menjual sepeda motor kepada Agus dengan meminjam uang Rp3 juta kepada Hilda.

"Saat mencari barang bukti sepeda motor yang dijualnya pelaku mencoba melarikan diri. Petugas memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan pelaku. Petugas lalu memberikan tindakan tegas dengan menembak kaki kanan pelaku," jelasnya.

Pelaku telah empat kali melakukan aksi kejahatan di wilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan. Dari pelaku disita barang bukti 2 unit HP, 1 jam, 1 tas sandang, kaos, kalung dan gelang besi.

"Untuk pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana. Untuk Hilda dijerat dengan Pasal 480 KUHPidana," pungkasnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Belawan) - Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan menangani 46 kasus narkoba selama berlangsung operasi Antik Toba 2019 di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.
"Operasi Antik Toba yang digelar mulai tanggal 26 September hingga 10 Oktober 2019, ada 46 kasus narkoba ditangani dengan 59 tersangka yang diamanakan," kata Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Soekarman kepada awak media, Sabtu (13/10/2019). 
Soekarman menyebutkan, dari para tersangka diamankan barang bukti 49,3 gram sabu, puluhan alat hisap bong, puluhan HP, pipet kaca, puluhan klip plastik kecil warna transparan dan timbangan digital.
"Semua tersangka sudah menjalani proses Berita Acara Pemeriksaan, empat orang diantaranya merupakan target operasi dan kasusnya telah dilimpahkan berkasnya ke kejaksaan," ungkapnya, sembari menambahkan kepada para tersangka dijerat pasal 114 (1), pasal 112 (1) atau pasal 127 (1) a UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkoba. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Akibat merampas handphone milik pelajar di Jalan Periuk, Ayahanda, AH (22) warga Jalan Sumarsono Gg. Amal Ujung Kel. Helvetia Medan ditangkap Team Pegasus Polsek Medan Baru.
Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H.Tobing SIK melalui Kanit Reskrimnya Iptu Philip Antonio Purba SH MH mengatakan, adapun kejadiannya berawal pada hari Senin tanggal 07 Oktober 2019 sekitar pukul 22.00 Wib, korban Era Prisilia Tambunan, warga Jalan Periuk Gg. Waspada Medan sedang duduk-duduk bersama kakaknya di depan Gang rumah.
"Disaat korban bermain dengan menggunakan HP, secara tiba-tiba datang pelaku yang mengenderai sepeda motor berboncengan lalu merampas HP yang sedang dipegang oleh korban," ucap Kanit Reskrim Iptu Philip, Jumat (11/10/2019).
Tak terima Hp nya dirampas, sambung Philip, kemudian korban berteriak jambret.. dan saat bersamaan Team Pegasus Polsek Medan Baru yang dipimpin Panit 2 Reskrim Ipda Immanuel Ginting SH MH yang sedang melintas melaksanakan mobile di seputaran TKP langsung mengejar pelaku.
"Ketika dikejar petugas, sepeda motor pelaku terjatuh dan salah satu pelaku AH dapat ditangkap petugas, sedangkan satu orang teman pelaku berinisial L melarikan diri. Selanjutnya, pelaku bersama barang bukti 1 (satu) buah HP milik korban diamankan ke Polsek Medan Baru untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Dari hasil introgasi, pelaku mengakui telah 3 (tiga) kali melakukan perampasan Hp
di Jalan Muktar Basri UMSU, Jalan Periuk Medan dan di daerah jalan Marelan," pungkas Kanit Reskrim ini sembari menambahkan, kepada pelaku dijerat dalam Pasal 365 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 9 Tahun Penjara. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Masih ingatkah kita dengan aksi bajing loncat yang viral di Media Sosial (Medsos) yang terjadi di Jalan Cemara, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur berhasil diringkus tim khusus Satreskrim Polrestabes Medan pada Senin (4/10/2019) sekira pukul 11.30 WIB.

Mengetahui Peristiwa itu, Timsus Satreskrim Polrestabes Medan langsung bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan dan akhirnya Timsus berhasil menyergap pelaku saat berada dipinggir Jalan Karakatau, Kecamatan Medan Timur, pada Senin (7/10 /2019).
Tersangka Mulyadi alias Imul (40) warga Jalan Perwira I Gang Mufakat, Kelurahan Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur diringkus beserta barang bukti 1 unit sepeda motor buatan Cina, 3 Pcs bantal, 1 topi dan 1 pasang sepatu yang digunakan sewaktu beraksi.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Eko Hartanto didampingi Kanit Pidum Iptu Said Husein, Kamis (10/10/2019), mengatakan, tersangka Mulyadi beraksi bersama seorang rekannya bernama Anjas Sihombing alias Kardo (DPO). Mulyadi merupakan seorang yang pernah mendekam di sel tahanan dalam kasus narkoba pada tahun 2016 dan dihukum 2,6. tahun penjara, para tersangka beraksi dengan menggunakan senjata tajam dan tidak segan-segan melukai korbannya," terangnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini juga menghimbau  masyarakat Kota Medan untuk selalu berhati-hati sebab di kawasan Jalan Cemara memang rawan aksi kejahatan.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman 3 sampai 5 tahun penjara. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Delitua) - Seorang pria yang berprofesi sebagai tukang becak motor (Betor), tak berkutik saat diamankan petugas Reskrim Polsek Delitua karena kedapatan sedang asyik mengisap ganja, Rabu (9/10/2019) pagi.
Pelaku diketahui bernama Rinto Manihuruk (39) warga Jalan Bunga Rampe Gang Mawar, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan.
Kapolsek Deli Tua, Kompol Efianto melalui Kanit Reskrim Iptu Idem Sitepu mengatakan bahwa penangkapan pelaku berkat laporan yang masuk dari masyarakat. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa di lokasi sering dijadikan tempat untuk melakukan transaksi narkoba," ujar Iptu Idem, Rabu (9/10/2019).
Idem menjelaskan, Penangkapan terhadap tersangka, langsung dipimpin Panit II Reskrim Iptu AT Pakpahan SH, bersama beberapa anggota, tersangka mencoba mengelabui petugas dengan Membuang BB nya dan sambil memijak dengan sandal.
Saat di lakukan pemeriksaan. Kertas yang diinjak tersangka, ternyata didalamnya adalah narkotika jenis ganja yang masih di bungkus rapi. Tersangka pun di bawa ke Polsek Delitua dengan barang bukit yang ada.

Ketika diintograsi petugas, tersangka mengakui narkotika jenis ganja tersebut miliknya, yang baru di belinya seharga Rp.10 ribu dari seseorang di kawasan Medan Johor.

" Tersangka di kenakan UU No. 35 Tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman 4 tahun penjara," pungkas Idem Sitepu. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Tim Pegasus Polsek Medan Kota, berhasil meringkus seorang tersangka pencurian di toko Jalan Pusat Pasar Medan. Polisi juga mengamankan barang bukti 48 potong kemeja baru.
"Pelaku ini tertangkap tangan mencuri 48 potong pakaian di toko TRI R yang berada di lantai III Pusat Pasar sehingga langsung diamankan," kata Kapolsek Medan Kota, AKP Rikki Ramadhan didampingi Kanit Reskrim, Iptu Ainul Yaqin, Senin (7/10).
Dijelaskan Kapolsek, terungkapnya aksi tersangka Junaedi Simangunsong (37), Jalan Pasar X Tembung setelah terlihat saksi Muhammad Zaini (36), karyawan toko ADCR, warga Jalan Bromo Medan turun dari asbes.
Ketika itu, tersangka menggasak 48 potong kemeja senilai Rp 4.320.000. Tersangka beraksi menggunakan alat bantu sepotong kayu untuk merusak asbes.
Tersangka melakukan aksinya pada Sabtu (5/10) sekira pukul 09.00 WIB. Kejahatan itu selesai dilakukan tersangka pada pukul 14.30 WIB. Dia berniat kabur membawa barang curiannya. Beruntung, aksi tersangka dipergoki saksi sehingga berteriak maling.
"Petugas yang kebetulan melakukan patroli rutin di wilayah hukumnya segera mengamankan tersangka sebelum menjadi bulan-bulanan massa. Selanjutnya tersangka dan barang bukti digelandang ke Mapolsek Medan Kota," tandas AKP Rikki. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Belawan) - Muamar alias Amar (33) terpaksa digelandang ke sel milik Polres Pelabuhan Belawan karena terjerat kasus penipuan dan membobol sejumlah uang dari mesin ATM. Dari sejumlah aksinya, pelaku sudah mengantongi uang hingga Rp. 700 juta.
Pria yang  tinggal di jalan Baru Gg.  Sederek desa Percut Kecamatan Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang ini ditangkap saat berada di ATM BNI Anugerah Swalayan Jalan Marelan Raya Pasar V Kecamatan Medan Marelan, Jumat (13/09/2019).
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH saat menggelar press release di Aula Wira Satya Polres Pelabuhan Belawan mengatakan, tersangka dilaporkan berdasarkan Laporan Polisi Nomor:LP/309/IX/2019/SU/SPKT PEL BLWN,TANGGAL 17 SEPTEMBER 2019 Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan oleh korban Rasmun Efendi Lubis (41) yang beralamat Jalan Kapten Rahmad Buddin Gg.  Permai No.8 Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan.
"Korban ini awalnya mau ngambil uang di ATM di Swalayan Anugrah, ternyata ATM tersebut sangkut, bisa masuk tak bisa keluar, lalu datang tersangka Muhammad dan pura-pura membantu," jelas Kapolres.
Lanjut Kapolres, Pelaku dengan kemahirannya seolah olah membantu, namun ternyata menipu korbannya dengan mengatakan bahwa korban salah menggunakan kartu ATMnya. Pelaku lantas meminta Pin kartu ATM korban, dengan dalih agar kartu ATM tersebut dapat keluar kembali.
"Pin korban ternyata ditukar tersangka, setelah korban terkecoh, kartunya ditukar. Sedangkan kartu ATM korban dibawa lari. Kemudian dari ATM lain, tersangka menggunakan kartu ATM milik korban dan mengambil uang sebesar Rp7.73 63.270," ujarnya.
Perwira berpangkat dua melati emas ini juga mengungkapkan, Aksi penipuan ini sudah dilakukan tersangka sebanyak tiga kali bersama dua orang temannya. Dan saat ini kedua pelaku lainnya masih diburu petugas.
"Adapun barang bukti dari tersangka Muamar yakni, 2 unit sepeda motor, satu unit handphone uang sebesar Rp 4.200.000, satu unit HP merk Oppo F5, 1 buah kalung emas, 1 pasang anting, 2 buah cincin mas,1 buah dompet, 62 buku tabungan, satu unit handphone merk Samsung, 1 buah kartu ATM 1, unit AC merk Sharp dan 1 buah baju berwarna merah," ujar Kapolres.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jeriko Lavian Chandra SIK SH juga menyampaikan, modus pelaku menjalankan aksinya dengan mengganjal ATM menggunakan tusuk gigi dan menawarkan jasanya untuk membantu ngeluarkan ATM.
"Pertama pelaku mengganjal ATM menggunakan tusuk gigi, kemudian datanglah korban-korban mencoba untuk memasukkan ATM nya tetapi tidak bisa, kemudian oleh komplotannya teman pelaku didatangin kembali menawarkan bantuan. Pada waktu ditawarkan bantuan itulah, ATMnya korban ditukar, setelah mereka melakukan pertukaran, di situlah mereka mengambil ATM korban dan dibawa lari.
"Saat melakukan aksinya yang pertama, para pelaku ini berhasil membobol uang korbannya sebanyak Rp.700 juta, dan kasus ini masih terus didalami pihak Kepolisian, dan tersangka akan dijerat pasal penipuan dengan ancaman diatas 5 tahun penjara," pungkasnya. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Pancur Batu) - Tim Pegasus Polsek Pancur Batu meringkus Bambang Irawan  (24) warga Dusun I A Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, merupakan seorang penjual narkoba jenis sabu, Sabtu (5/10/2019) sekira pukul 02.00.
Tersangka ditangkap dari sebuah lokasi yang berada di Perumahan Griya Suka Maju Blok D, Desa Suka Maju Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang.
Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chaniago melalui Kanit Reskrimnya Iptu Suhaily Hasibuan SH MH mengatakan, tim Pegasus Polsek Pancur Batu mendapatkan laporan bahwa di Desa Suka Maju sering ada transaksi narkoba jenis sabu.
"Mendapatkan laporan tersebut kami langsung melakukan penyidikan ke lokasi yang di maksud. Setibanya kami di lokasi  kami melihat tersangka Bambang sedang menjajakan barang haram tersebut dan kami pun langsung melakukan penangkapan," ujar  Suhaily.
Saat kami lakukan penggeledahan terhadap tersangka, lanjut Suhaily, kami menemukan sebuah plastik klip berisikan serbuk kristal bening yang diduga berisikan sabu 0,94 gram, 1 tas sandang kulit warna coklat yang berisikan : 1 dompet kecil warga pink yang berisikan 13 plastik klip kosong berukuran sedang.
Saat kami introgasi di lokasi penangkapan, tersangka Bambang mengakui bahwa barang bukti tersebut adalah miliknya yang akan ia jual kepada para pecandu.
"Kami tak bosan menghimbau kepada masyarakat jika mengetahui adanya peredaran narkotika dan obat-obatan yang terlarang agar melaporkanya kepada kami," imbuh Suhaily. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Personel Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan menembak mati salah seorang buronan kasus begal yang kerap meresahkan warga yang telah diburu sejak tahun 2016 lalu.
Adapun tersangka berinisial TS alias Tongat (25) warga Jalan Griya II Martubung Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumetera Utara (Sumut) yang sudah beraksi di 27 lokasi bersama dengan para pelaku lainnya yang sudah tertangkap terlebih dahulu itu terpaksa ditembak, karena mencoba melawan dan merampas senjata api (Senpi) milik petugas saat dibawa pengembangan mencari barang bukti hasil kejahatannya.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto dan Kanit Pidum Iptu Husain, Sabtu (5/10/2019) di depan kamar mayat RS Bhayangkara Medan di Jalan KH Wahid Hasyim Medan mengungkapkan, tersangka diamankan pihak kepolisian pada, Jumat (4/10/2019) kemarin di sekitar kediamannya.
"Saat itu kita mendapatkan informasi bahwa tersangka Tongat yang sudah menjadi buron sejak 3 tahun lalu sedang berada di kawasan Martubung. Informasi itu langsung ditindaklanjuti personel yang langsung menuju lokasi untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka begal ini," ungkap Dadang.
Tak memakan waktu lama, lanjut Dadang, Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim yang turun ke lokasi pun berhasil menemukan tersangka yang saat itu bertepatan sedang mengendarai sepedamotor. Meski sempat kabur tancap gas karena mengetahui dikejar petugas.
Namun tersangka kemudian berhasil diamankan petugas setelah diberikan tindakan tegas terukur dengan tembakan di bagian kakinya. "Begitu kita tangkap, tersangka pada Sabtu (5/10/2019) diniharinya selanjutnya melakukan upaya pengembangan dan membawa tersangka ke lokasi pembuangan barang curian di kawasan Medan Tembung, "urainya.
Sayangnya tersangka Tongat ini mendadak melakukan upaya perlawanan dan berusaha merebut senjata api petugas, hingga akhirnya terpaksa ditindak tegas dengan tembakan di bagian dadanya. Tersangka tewas sebelum tiba di RS Bhayangkara Medan untuk diberi pertolongan medis.
Lebih lanjut Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto menyampaikan, tersangka Tongat ini merupakan salah seorang anggota komplotan dari tiga tersangka lain yang telah ditangkap pihak kepolisian diantaranya bernama Rohis, Alex dan Cikape.
Di mana keempatnya pernah beraksi menjalankan pencurian dan kekerasan di kawasan Jalan MT Haryono Medan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia. Keempat tersangka bahkan telah beraksi melakukan kejahatan serupa di 27 lokasi di lain di wilayah Kota Medan. 
Berikut daftar lokasi para tersangka beraksi yakni di antaranya Jalan Juanda Medan, Jalan Sutrisno Medan, Denai Medan, Karakatau Medan, AH. Nasution Medan, Jalan Cemara Medan, Kolonel Yos Sudarso / Brayan Medan, MT Haryono Medan, Sriwijaya Medan, Gatot Subroto Medan, Sutrisno Medan, AR. Hakim Medan, Jalan Perguruan Medan, SM Raja, Sutrisno Medan, Sutomo Medan, Pandu Medan, Gatot Subroto Medan, Sudirman Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis Medan dan Jalan Abdullah Lubis Medan. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Gegara persoalan kain lap pembersih mobilnya hilang, nyawa Nurdin (48),  warga Jalan Utama Gang Pengabdian, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melayang setelah kepalanya dihantam balok berujung paku oleh seorang tukang sapu di Komplek Perumahan Villa Makmur yang berada di Jalan Makmur, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.
Kini tersangka berinisial UN (64)  warga Jalan Sekata Gang Seroja, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, yang merupakan tukang sapu di komplek perumahan itupun ditangkap Tim Pegasus Unit Reskrim Polsek Medan Barat.
Kapolsek Medan Barat Kompol Choky Meliala melalui Kanit Reskrim Iptu H Manullang kepada wartawan, Rabu (2/10/2019) menjelaskan,  peristiwa yang berujung kematian itu berawal dari perkelahian keduanya yang hanya karena masalah sepele. Dimana tersangka UN yang sedang duduk-duduk di komplek Villa Makmur yang berada Jalan Makmur, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan ini didatangi oleh korban sembari menuduhnya telah mengambil kain lap pembersih mobilnya.
"Lantas tersangka yang tak merasa mengambilnya membantah tuduhan tersebut. Akan tetapi, korban tetap bersikukuh. Kemudian korban yang sehariannya sebagai sopir mobil pribadi itu terus berusaha memaksa tersangka untuk memeriksa tas miliknya.
Tak terima dituduh mencuri tersangka inipun naik pitam. Sehingga cekcok mulut pun tak terelakkan. "Sudah sama-sama emosi, korban mengambil sapu lidi dan memukulkan ke badan tersangka. Sedangkan tersangka mengambil kayu balok yang ada pakunya dan memukulkan kayu balok itu ke arah kepala korban sebanyak 1 kali, sehingga kepala korban mengeluarkan darah," beber Iptu Manullang.
Lalu sambung Manullang, korban pun pun terjatuh dengan belumuran darah. Tersangka yang tak mengira pukulannya menyebabkan korban terkapar lantas pergi ke rumahnya. Sementara, korban dibawa warga dan teman-temannya ke rumah sakit. Sayangnya korban meninggal dunia saat dalam perjalanan.
"Dari hasil interogasi di lokasi dan keterangan beberapa saksi, diketahui kalau pelakunya adalah UN. Beberapa jam setelah kejadian, Tim Pegasus Unit Reskrim Polsek Medan Barat langsung bergerak ke rumah UN dan berhasil mengamankannya," ungkap Manullang.
Setelah mengakui perbuatannya, polisi langsung memboyong tersangka dan barang buktinya ke Polsek Medan Barat. "Tersangka melakukan tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 atau 351 (3 ) KUHPidana. Ancamannya sekitar 15 tahun penjara," pungkasnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Patumbak) - Dua preman Terminal Amplas yang kerap beraksi merampok  penumpang tak berkutik ketika diamankan petugas kepolisian, Kamis (26/9/2019) malam sekira pukul 20.00 WIB.
Keduanya yakni Wendi Wibowo (26) warga Jalan Bajak 4, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas dan Reza Angga Pratama (25) warga Jalan Jermal 15 diamankan Polsek Patumbak atas laporan dari Ade Eka Pratama (16), warga Kuta Gajing Hutahean, Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.
Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar melalui Kanit Reskrimnya Iptu Gindo Manurung kepada awak media mengatakan, aksi perampokan itu bermula ketika korban turun di pangkalan KUPJ Jalan SM Raja, Medan. Selanjutnya kedua pelaku yang melihat korbannya masih anak di bawah umur kemudian datang dan mengancam menggunakan senjata tajam. 
"Saat itu kedua pelaku mengancam akan menikam korban bila tidak memberikan HP dan uang korban. Tak terima begitu saja dirampok, korban kemudian membuat laporan ke Mapolsek Patumbak saat itu juga," terang Kanit Reskrim.
Terungkapnya kasus ini, lanjut Kanit, setelah kita memintai keterangan saksi-saksi diantaranya sopir dan kernet bus KUPJ, dari keterangan itu barulah kami ketahui identitasnya.
Tak lama setelah laporan itu, kedua pelaku berhasil diamankan tak jauh dari seputaran lokasi. Dari tangan keduanya polisi mengamankan satu unit HP merk Xiomi dan uang tunai Rp 200.000 milik korban.
"Atas tindakan para tersangka kini harus mendekam di tahanan Polsek Patumbak guna  mempertanggung jawabkan perbuatannya," pungkas Iptu Gindo Manurung. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Hamparan Perak) - Dua orang diduga sebagai pengedar uang palsu berhasil di amankan Unit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Minggu (29/09/2019) pukul 20.00 Wib.
Kejadian bermula, Polsek Hamparan perak menerima telepon dari Scurity PTPN ll bahwasanya mereka telah mengamankan dua orang laki laki yang di duga telah mengedarkan uang palsu.
Mendapat laporan dari Scurity PTPN Il Kapolsek Hamparan Perak AKP Azharuddin SH memerintahkan Kepada Kanit Reskrim Iptu H. Bonar Pohan agar turun kelokasi untuk mengecek kebenaran kabar yang didapat.
Selanjutnya Unit Reskrim Polsek Hamparan Perak yang di pimpin langsung oleh Kanit Reskrim Iptu H Bonar Pohan bersama dengan Panit Reskrim Ipda Siagian mengamankan dua orang tersangka pengedar uang palsu yang sudah diamankan di kedai Misnan Dusun lV Desa Klambir, Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang.
Saat di konfirmasi melalui selulernya,  Kanit Reskrim Iptu H Bonar Pohan membenarkan telah mengamankan dua orang tersangka pengedar uang palsu yang di ketahui identitas tersangka bernama Muhammad Nuh alias Wak No (50) warga Jln. Selebes Gang X Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan bersama rekannya Bram Wahyudi Sirait alias Bram (39) Warga Jln. Cikampak, Gang 13 Ujung Kelurahan Belawan ll Kecamatan Medan Belawan.
"Dan dari tangan tersangka kita juga turut mengamankan sebagai barang bukti Lima Lembar uang Palsu Uang Kertas seratus ribu rupiah dan satu Kunci leter T.
"Untuk melengkapi berkas penahanan kami juga mengarahkan meminta kepada korban Nova Rahmat Hidayat (25) Warga Dusun IV Desa Kelambir Kecamatan Hamparan Perak agar membuat Laporan Ke Polsek Hamparan Perak agar kedua tersangka bisa di proses dan mendapatkan hukuman sesuai dengan UU yang berlaku, "tandas Bonar. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Pancur Batu) - Unit Reskrim Polsek Pancur Batu berhasil meringkus seorang ayah yang tega membunuh anak kandungnya dan melukai istrinya hanya karena malu anaknya kerap melakukan pencurian di ladang milik warga. Tersangka tega menikam leher anaknya dengan menggunakan pisau.

Menang Sitepu alias Gondang (31) warga dusun 5 Desa Namoriam Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang tega menikam leher Kristian Sitepu (12) dan melukai tangan istrinya Natara Br Sembiring (42), Jumat (27/9/2019) pukul 23:30 WIB.

Kejadiannya bermula, pada saat itu  tersangka bersama istri dan kedua anaknya berbincang-bincang sebelum tidur dikamar tidur rumahnya dengan posisi tersangka berbaring di depan pintu kamar, setelah lama berbincang-bincang dan mengantuk, tersangka mengajak tidur anak dan istrinya.

Setelah beberapa jam terlena dalam tidurnya, istrinya Natara Br Sembiring terbangun dari tidurnya, dan saat itu ia melihat suaminya sedang memegang sebilah pisau dalam keadaan berdarah  dan melihat anak lelakinya (korban) dalam keadaan bersimbah darah dengan bekas tikaman dileher.

"Waktu itu kami lagi ngomong-ngomong dikamar, lakiku tiduran didepan pintu, aku sama kedua anakku tidur diatas tempat tidur, udah lama kami ngomong-ngomong kamipun tidur. Setelah beberapa jam kami tertidur, aku terbangun, saat itu kulihat suamiku lagi pegang pisau yang penuh darah, ku tengok badan anakku si Kristian udah berceceran darah, dilehernya aku lihat ada luka...bang," ucap Natara Br Sembiring saat ditemui di Polsek Pancur Batu.

Lanjut ibu korban lagi, saat itu ia terkejut sambil berteriak-teriak" apa yang kau lakukan" lalu dipeluknya tersangka sambil berusaha merebut pisau yang dipegang tersangka, alhasil jemarinya mengalami luka robek.
"Pas ku rebut pisau itu, disela ibu jariku terluka, aku langsung menjerit minta pertolongan warga, setelah warga dan para tetangga datang, suamiku langsung melarikan diri," ucap Natara.

Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chaniago melalui Kanit reskrimnya Iptu Suhaily Hasibuan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian pembunuhan tersebut.
"Benar dan tersangkanya adalah ayah kandung korban dan telah kami ringkus dari tempat persembunyianya di kawasan perladangan di Desa Durin Simbelang, Kecamatan Pancur Batu, satu jam setelah kejadian tepatnya jam 01:45 WIB. 

"Dari hasil intrograsi terhadap tersangka yang tega menghabisi nyawa anak kandungnya yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama lantaran ia malu karena anaknya itu sering mencuri di ladang milik warga dan malas sekolah," jelas Iptu Suhaily Hasibuan.

Selain menangkap tersangka, pihak kepolisian sektor Pancur Batu juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 pisau tumbuk lada bergagang kayu berwarna hitam. (Red)
Views
Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu didampingi Kasat Res Narkoba AKP Martualesi Sitepu SH MH, Kanit II Sat Res Narkoba, Ipda Dwi Made Krisnanda S. Trk, Brigadir Toni Sehendro Sipayung SH saat gelar konferensi Pers di Mapolres Sergai.

INTAIKASUS.COM, (SERDANG BEDAGAI) - Sat Res Narkoba Polres Serdang Bedagai berhasil menangkap 2 (dua)  orang pelaku peredaran narkotika jenis sabu, masing masing bernama KA alias Iril (36) warga Dusun II, Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Sergai, dan RK alias Rusman (31) warga  Dusun Jejaring II, Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Sergai. 

Keduanya ditangkap pada hari Jumat (20/9/2019). 
Hal ini disampaikan Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu S.Sos, SIK, MSi didampingi Kasat Res Narkoba AKP Martualesi Sitepu SH, MH, Kanit II Sat Res Narkoba, Ipda Dwi Made Krisnanda S. Trk, dan Brigadir Toni Sehendro Sipayung SH,  saat gelar konferensi Pers di depan  Mapolres Sergai di Seirampah, Rabu (25/9/2019) siang.

Juliarman menjelaskan, Dari tersangka KA alias Iril (36) berhasil amankan barang bukti 14 paket plastik klip transfaran kristal diduga sabu seberat brotto 63,78 gram, 4 butir pil exstasi berat brotto 1,47 gram dan 1 buah tas sandang warna abu-abu, adapun tersangka Iril adalah merupakan DPO dari 2 perkara sebelumnya yang ditangani Sat Narkoba Polres Sergai.

"Sedangkan untuk barang bukti tersangka RK alias Rusman (31) berhasil amankan 1 helai  plastik klip trasfaran berisikan kristal diduga narkotika jenis sabu berat brotto 4,5 gram, 2 unit hadphone dan uang tunai senilai Rp 1.000.000,-.Jadi total barang bukti narkotika jenis sabu dari kedua tersangka sebanyak 68,28 gram," kata AKBP H Juliarman.

Menurutnya, kedua tersangka merupakan satu jaringan penyalahgunaan narkotika jenis sabu dimana team menangkap terlebih terdahulu tersangka KA alias Iril ditangkap saat bersembunyi didalam kamar dan menemukan tas yang berisikan sabu.

Saat di introgasi terhadap tersangka KA alias Iril untuk melakukan pengembangan bahwa barang bukti sabu diperoleh dari tersangka RK alias Rusman. Kemudian team melakukan penangkapan terhadap RK alias Rusman pada sekitar pukul 22:00WIB.

Lanjut Juliarman, hasil keterangan tersangka RK alias Rusman mengaku memperoleh narkotika jenis sabu dari seorang tersangka W (30) warga aceh yang kenal menjalani hukuman di Lp Lubuk Pakam. 

"Sedangkan tersangka RK alias Rusman merupakan seorang residivis narkoba yang baru keluar dari LP setelah menjalani hukuman 7 tahun penjara. Sementara tersangka KA alias Iril juga seorang residivis narkoba dan baru keluar dari LP setelah menjalan hukuman 1,5 tahun penjara. Dan untuk tersangka inisial W warga Aceh masih dilakukan penyelidikan,"jelas Kapolres Sergai.

Tersangka KA alias Iril bapak tiga anak ini kepada wartawan mengaku, bahwa dirinya menjalan bisnis haram ini sudah berjalan enam bulan setelah keluar 
dari LP masa hukuman 1,5 tahun.

"Baru berjalan enam bulan saya melakukan jual beli narkoba bang. Karna sebelumnya saya baru keluar dari penjara, jadi kita jual sabu lagi," kilah KA alias Iril.

Begitu juga RK alias Rusman bapak tiga anak ini juga mengaku baru tiga bulan menjalani jual sabu di wilayahnya, bahkan dirinya di ajak rekan satu LP yang kini sudah bebas merupahkan warga aceh dan mengajak untuk menjual narkoba karna faktor ekonomi.

" Kita karna diajak teman sewaktu sesama di LP bang, awalnya kita masih menjalani hukuman tujuh tahun penjara, namun rekan kita sudah bebas. Baru-baru ini saya baru bebas bang, karna tidak ada kerjaan dan faktor ekonomi akhirnya kita komunikasi rekan kita di Aceh, itulah bang saya jual sabu lagi," kurang lebih masih tiga bukan saya jual sabu," kilah RK alias Rusman usai pemaparan.

"Kepada kedua tersangka dikenakan pasal 114(2) Sub pasal 112(2) UU RI nomor 35 tahun 2009 ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp 1 Milyar paling banyak 10 Milyar," pungkas Kapolres Sergai AKBP H Juliarman. (Rel)


Views

INTAIKASUS.COM, (Sunggal) - Tim Petugas Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal meringkus dua tersangka jambret HP milik seorang Pelajar wanita yang sedang menaiki becak bermotor di Jalan Rajawali Kelurahan Sei Sekambing B Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (18/9/2019).

Kedua tersangka yang diamankan diantaranya berinisial AHD (21), warga Jalan Murai Kelurahan Sei Sekambing B Kecamatan Medan Sunggal dan MUH (17), warga Jalan Banteng Gang Sidodadi no. 17 Kelurahan Dwi Kora Kecamatan Helvetia, diringkus karena menjambret Hp korban Rizky Sakinah Sari (13), warga Jalan Garuda, Kelurahan Sei Sekambing B Kecamatan Medan Sunggal, langsung diboyong ke Mako Polsek Medan Sunggal.

Kapolsek Medan Sunggal Kompol Yasir Ahmadi melalui Kanit Reskrim Iptu Syarif Ginting pada Wartawan, Selasa (24/9/2019) mengatakan, " saat itu korban bersama kakaknya baru pulang dari rumah teman sekolahnya dengan menggunakan becak bermotor menuju tempat tinggalnya, saat berada di Jalan Rajawali, becak yang ditumpangin korban dipepet dari sebelah kiri oleh kedua pelaku dengan menggunakan sepeda motor.

Korban yang sedang duduk pada sebelah kiri memegang HP miliknya langsung dirampas dan korban berteriak-teriak sekuat tenaga, namun sayang kedua pelaku berhasil kabur. Selanjutnya ditemani keluarga akhirnya korban membuat laporan Pengaduan ke Polsek Sunggal," sebut.

Tambah Syarif, dengan kejadian tersebut, korban membuat laporan  dan Unit Reskrim Polsek Sunggal langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mencari keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian.

"Dari hasik olah TKP, kami berhasil mengidentifikasi dua pelaku dan berhasil menangkap keduanya di Jalan Garuda. Dari hasil intrograsi keduanya sudah tiga kali Beraksi dan yang terakhir langsung diringkus Polisi. 

Kedua tersangka kita ancam dengan pasal 365 ayat (2) KUHPidana dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara, sebutnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Dua pekan menjadi buronan, pelaku copet bernama Rinto Harahap (37) warga Jalan Pancing akhirnya berhasil diringkus personel Unit Reskrim Polsek Medan Kota.

Kapolsek Medan Kota AKP Rikki Ramadhan melalui Kanit Reskrim Iptu M Ainul Yaqin menyampaikan bahwa tersangka Rinto sendiri berhasil ditangkap saat tengah asik nongkrong di kawasan Jalan Mangkubumi Kecamatan Medan Maimun, Jumat (20/9/2019) sekitar pukul 04.00 WIB.

"Pelaku ditangkap saat sedang duduk-duduk dalam pemukiman warga di Mangkubumi," kata Ainul Yaqin kepada wartawan, Senin (23/9/2019).

Lanjut Yaqin menjelaskan, aksi kejahatan yang dilakukan Rinto berlangsung di Jalan MT Haryono Kecamatan Medan Kota, atau tepatnya di depan toko Cathay, pada Sabtu (7/9/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu korban bernama Gabriela Br Limbong (21) warga Jalan Sei Silau Kecamatan Medan Baru yang sedang diparkiran sepeda motor tiba-tiba didekati pelaku, kemudian merampas dompet miliknya.

Tak terima, korban pun membuat laporan ke Mapolsek Medan Kota dengan LP/811/K/IX/2019/RESTABES MEDAN/SEK MEDAN KOTA tanggal September 2019. Mendapatkan laporan ini, petugas kemudian langsung melakukan penyelidikan.

Setelah melakukan penyelidikan, kita mendapatkan informasi bahwasanya pelaku sedang berada di Jalan Mangkubumi, sehingga dilakukan penangkapan. Dari tangan Rinto, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah bon pembelian handphone dan 1 dompet kecil. 

"Saat ini, terhadap pelaku sudah dilakukan penahanan untuk proses lanjut," tandas Iptu Yaqin. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Belawan) - Pelaku kejahatan bajing loncat yang marak di pintu tol Tanjung Mulia dan Mabar yang telah viral di media sosial kini telah di ringkus Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan dan pelaku telah diboyong ke Mapolres, Sabtu (21/9/2019).

Pelaku yang punya keahlian bajing loncat beberapa waktu lalu yang mencuri dengan memanjat bak mobil truck dan mengambil pelg besi ban truck yang telah viral kini pelaku telah di ringkus polisi.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa pelaku bernama Maratua Nasib Aritonang alis Tua (26) warga Jalan Tol Kampung Salam Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan telah di tertangkap.

"Pelaku berhasil di tangkap di Jalan Pelabuhan Raya persis di depan Gudang Multi Jaya Bestari (MJB) dan petugas juga menyita barang bukti berupa dua velg besi, topi pelaku yang sedang melakukan aksi bajingnya di depan pintu tol Mabar," ujar Kapolres.

Menurut keterangan pelaku saat diinterogasi petugas, sambung Ikhwan Lubis, mengakui perbuatannya melakukan pencurian mengambil velg tersebut.

Dan pelaku juga mengaku bahwa topi yang di pakainya saat melakukan aksi di pintu tol dan kini Tua dalam pemeriksaan oleh penyidik Polres Pelabuhan Belawan guna pengembangan lebih lanjut. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Unit Reskrim Polsek Medan Kota berhasil menangkap 1 dari 2 orang pelaku pencurian sepeda motor di Jalan Karya Jaya, Medan Kota. Dan dari tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti sepeda motor Jupiter Z BK 6527 LH milik korban, Kamis (19/9/2019).

Adapun tersangka yang diamankan yakni M Adhan Pulungan (27) warga Jalan Brigjen Katamso, Sei Mati,  Medan Maimun. Namun sayang, rekan pelaku, Karnen (30) berhasil melarikan diri dari kejaran petugas.

Menurut informasi yang didapat, penangkapan tersangka berkat hasil penyidikan petugas yang mendapat informasi identitas para pelaku. Setelah dilakukan pengejaran, petugas berhasil mengamankan M Adhan Pulungan.

Kapolsek Medan Kota, AKP Rikki Ramadhan melalui Kanit Reskrim, Iptu Ainul Yaqin saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. 
"Dari hasil interogasi, pelaku mengakui telah melakukan pencurian motor milik tetangganya, pelaku bersama temannya Karnen (DPO) mencuri dengan merusak kunci kontak," ujarnya.

Yaqin menambahkan, pelaku ditangkap saat hendak memperjualbelikan sepeda motor curian tersebut. "Pelaku mengaku baru pertama kali melakukan pencurian sepeda motor," ucapnya mengakhiri. (Rn)