.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views



INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Satresnarkoba Polres Serdang Bedagai berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu. Dengan menyaru sebagai pembeli (under cover buy) akhirnya tersangka diciduk dengan barang bukti sabu seberat 500 gram (0.5 Kg)


Tersangka Restu Fauzi Siregar alias Restu (36) ditangkap petugas di pinggir Sungai Jalan Kabupaten Desa Kota Galuh Kec. Perbaungan, Kab. Sergai, dengan barang bukti, sehelai plastik klip transparan yang berisikan narkotika diduga jenis sabu dgn berat brutto 500 gram (0.5 kg), 1 HP, 1 kotak lampu Hannochs, 1 (satu) tas merk voltker warna biru, Rabu (16/9/2020) sekira pukul 22.00 WIB.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang SH,MHum mengatakan kepada wartawan, Sabtu (19/9/2020), identitas tersangka Restu Fauzi Siregar alias Restu (36) alamat KTP, Jalan Bajak III Kel.Harjo Sari II Kec.Medan Amplas, Medan, dan tempat tinggal : Jl.Sampali Kel.Saentis, Kec.Percut Sei Tuan, Kab.Deli Serdang.

Dijelaskan Kapolres, pengungkapan kasus ini menindaklanjuti informasi masyarakat tentang adanya transaksi sabu yang dilakukan tersangka Restu Fauzi Siregar bersama seorang teman nya, namun sayangnya dia tidak diketahui identitas temannya tersebut.

Selanjutnya, Tim mencoba melakukan undercover buy dan disepakati untuk melakukan transaksi di tepi sungai Jalan Kabupaten Desa Kota Galuh, Kec. Perbaungan, namun ketika tersangka Restu Fauzi Siregar datang menghampiri personel yang menyamar.

Tersangka langsung diamankan, sedangkan temannya langsung melarikan diri tancap gas dengan menggunakan sepeda motor Honda J
jenis Vario Warna Merah No Pol tidak diketahui 

Lagi lagi pada saat hendak diamankan tersangka Restu Fauzi Siregar melakukan perlawanan sehinga dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan kaki kanannya, dan kemudian langsung diamankan dan dilakukan penggeledahan dan di dalam tas yang dibawanya.

Petugas menemukan kotak lampu hannochs yang berisikan 1 (satu) almunium foil yang berisikan butiran kristal diduga sabu dengan berat sekitar 500 gram (1/2 Kg ), lalu tim membawa tersangka ke Rumah Sakit untuk dilakukan tindak medis.

Kemudian dilakukan interogasi awal terhadap tersangka RFS menerangkan disuruh Ibas untuk menemui temannya yang tidak diketahui identitasnya oleh tersangka di depan SPBU seputaran Amplas untuk mengantarkan Sabu-Sabu ke Perbaungan.

Lalu dilakukan pengembangan ke Medan dengan memancing Ibas namun sesampainya di Amplas, Ibas tidak dapat dihubungi dan tersangka RFS tidak mengetahui alamat rumah Ibas.

"Selanjutnya Tim mengamankan tersangka dengan barang bukti. Untuk selanjutnya kasusnya sedang dikembangkan Satresnarkoba," pungkas Kapolres.
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) – Tim Unit 2 Subdit V Siber Dit Reskrimsus Polda Sumut (Poldasu) menangkap netizen pemilik akun instagram Maya.maya635 yang telah memposting serta memviralkan video perusakan Bendera Merah Putih serta penghinaan terhadap Presiden RI dan Wakil Presiden RI.

Diketahui, pemilik akun instagram yang telah melakukan penghinaan itu bernama RPurba (27) warga Jalan Negara, Lingkungan III, Kelurahan Petapahan, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang.

Penangkapan itu dibenarkan Kasubbid Penmas Poldasu, AKBP MP Nainggolan, Jumat (18/09/2020).

Menurutnya, netizen yang ditangkap itu terbukti melakukan tindak pidana karena merusak lambang negara, menghina kepala negara dan menyebarluaskan melalui media elektronik (media sosial).

“Dari hasil penyidikan sementara,  motivasi tersangka melakukan perbuatan itu ingin mencari perhatian seluruh warga dunia atas tindakannya yang berpacaran dengan warga Malaysia. Namun tidak didukung bahkan cenderung ditolak di tengah keluarga dan semua kenalannya,” ungkapnya.

Dalam penangkapan itu, Nainggolan menuturkan turut disita barang bukti handphone Samsung A20 akun facebook atas nama Lovelyta Putri Valentine dengan URL.

Kemudian, akun Instagram atas nama maya.maya635, sikat WC warna biru, foto Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden atas nama KH Ma’ruf Amin yang telah dirusak serta Bendera Republik Indonesia yang telah dibakar.

“Tersangka sudah diamankan di Polda Sumut. Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 57 Jo Pasal 68 Undang-Undang RI Nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan dan/atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 perubahan atas Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 310 Jo Pasal 316 KUHPidana,” pungkasnya. (Red)

Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan berhasil bongkar peredaran gelap narkotika jenis sabu dan dan pil ekstasi yang dikendalikan oleh jaringan internasional di Kota Medan. Hasilnya polisi berhasil mengamankan 12 orang tersangka dan menyita barang bukti 4.443, 24 gram narkotika jenis sabu dan 2.600 butir pil ekstasi.

Jumlah tersangka 12 orang itu, masing – masing berinsial MAN (20) warga Jalan Serdang, Gang Ketoprak, Kelurahan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan. Dari pelaku ini petugas menyita barang bukti 2.150 gram sabu, J (57) warga Jalan Amaliun, Kelurahan Kota Matsum 4, Kecamatan Medan Kota.

Dari pelaku ini petugas menyita barang bukti sabu seberat 1.000 gram. LW alias L (54) warga Jalan Balai Desa, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal dan J (39) warga Jalan Binjai KM 10, Komplek Asrama Abdul Hamid, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal. Dari kedua pelaku ini petugas berhasil menyita barang bukti 2.000 butir pil ekstasi, RG alias B (33) warga Jalan Bandengan Utara III, No 19, Pekojan, Tambora, Jakarta Selatan dan SI allias H (28) warga Jalan Sirandorung, Gang Amal, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, dari kedua pelaku ini petugas berhasil menyita barang bukti 439, 69 gram sabu, KR alias J (31) warga Jalan Sidoarjo, Gang Surip warga Kecamatan Percut Sei Tuan dari pelaku ini petugas menyita barang bukti 412, 5 gram sabu, J (29) warga Komplek Bumi Asri Blok G No 201, dari pelaku ini petugas menyita barang bukti 229, 06 gram sabu, SW (38) warga Jalan Cokro Winoto, Gang Natawijaya Medan, dari pelaku ini petugas menyita barang bukti 193, 61 gram sabu dan SA (41) warga Jalan Lorong Tengku Mathon, Desa Ule Pulo Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, dari pelaku ini petugas menyita barang bukti 600 pil ekstasi.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicolas Sidabutar SH SIK MH kepada wartawan, Kamis (17/9/2020 mengatakan, penangkapan dan penyitaan barang bukti narkotika jenis sabu dan pil ekstasi itu selama periode bulan September 2020 di wilayah hukum Polrestabes Medan. Sehingga keberhasilan itu tidak terlepas dari laporan masyarakat yang berperan aktif untuk memberantas narkotika di Kota Medan.

Disebutkannya, seperti pelaku MAN yang ditangkap di Jalan Serdang Medan itu pada tanggal 1 September sekitar pukul 15.00 WIB, bahwa di Jalan Serdang adanya transaksi narkotika jenis sabu. Guna menindaklanjuti laporan tersebut, tim bergerak menuju ke TKP dan melakukan hunting di seputaran Jalan Serdang, kemudian ditemukan dua orang pria mencurigakan sedang mengendarai sepeda motor.

Selanjutnya tim melakukan penangkapan dan pengeledahan terhadap tersangka. Kemudian ditemukan dua bungkus plastik teh Cina dalam jok sepeda motor tersangka dan satu orang tersangka melarikan diri. Sementara itu, tersangka MAN menerangkan, bahwa si putih rencananya akan diantar kepada seseorang di Jalan Serdang, Gang Obat Medan.

Sehubungan dengan itu, sambung AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, petugas Satuan Narkoba Polrestabes Medan tidak segan menindak dengan keras untuk memberikan efek jera kepada pengedar narkotika di Kota Medan. "Kita tidak segan menembak mati pengedar narkotika di Kota Medan, " jelas mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini. (Rel/Rn)


Views

INTAIKASUS.COM, (DeliSerdang) – Dua bandar narkotika dan obat–obatan berbahaya (narkoba), THS alias Bolon (37), warga Jalan Pertahanan, Komplek Perumahan Sigara–Gara, Blok C–11, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang dan AS alias Cokna (28), warga Dusun II, Desa Namo Simpur, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, dibekuk personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Deli Serdang, Kamis malam (10/9), pukul 19.00 WIB.

Salah seorang tersangka, AS alias Cokna, tewas saat penangkapan, diduga sesak nafas.

Hal ini disampaikan Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Yemi Mandagi, SIK didampingi Kasat Narkoba Polresta Deliserdang, AKP Ginanjar Fitriadi, SIK saat Confrensi Pers Sabtu (12/9) sore, Tersangka THS dan barang bukti kepada wartawan di Aula Tribrata Mapolresta Deli Serdang ditampilkan.

"Jenazah AS sudah diotopsi di RS Bahayangkara, namun hasil belum keluar, namun menurut keterangan keluarganya AS memiliki riwayat sesak nafas," jelasnya.

Kapolresta memaparkan, tersangka pertama yang ditangkap adalah THS alias Bolon yang. Dia ditangkap di rumahnya, dengan barang bukti dua paket sabu seberat 13,24 gram, 26 butir ekstasi warna cream seberat 12,89 gram, satu unit hape merek Oppo F9, satu unit timbangan elektrik, satu pucuk softgun dan uang Rp45 juta.

Kepada polisi, Bolon 'bunyi' dan mengatakan dia mendapatkan barang haram tersebut dari AS alias Cokna. Polisi kemudian melakukan pengembangan, dan akhirnya menangkap Cokna, Jumat dini hari (11/9), pukul 02.00 WIB.

"Setelah menangkap tersangka pertama yakni THS, petugas kita melakukan pengembangan dan menangkap tersangka, AS alias Cokna di Jalan Djamin Ginting, Desa Baru, Kecamatan Pancurbatu, dengan barang bukti satu paket sabu seberat 113 gram dan satu unit hape merek Vivo," terangnya.

AS alias Cokna mendadak lemas. Melihat kondisi Cokna yang mengkhawatirkan, polisi membawanya ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM) Medan. Setibanya di rumah sakit, dokter yang menangani menyatakan Abdi Sanjaya alias Cokna sudah tiada.

Kemudian, polisi membawanya ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Medan, untuk diotopsi.

"Hasil otopsi belum kita terima, jadi belum diketahui penyebab kematian AS alias Cokna. Untuk tersangka THS dijerat Pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 dengan ancaman paling singkat enam tahun dan maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya. (Ril/Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Personel Polsek Medan Kota menangkap dua orang pengedar pil ekstasi di Kota Medan. Dari tangan kedua pelaku, petugas mengamankan barang bukti sebanyak 1.000 pil ekstadi siap edar.

Informasi yang dihimpun, kedua tersangka yakni berinisial RM (55) dan RD (35). Mereka ditangkap di salah satu wisma yang berlokasi di Jalan HM Joni, Kota Medan. Penangkapan kedua tersangka berasal dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran ekstasi.

Dari keduanya diperoleh barang bukti dua bungkus pil ekstasi, masing-masing bungkus terdiri atas 500 butir," ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, didampingi Kapolsek Medan Kota Kompol M.Rikki Ramadhan serta Kanit Reskrim Iptu Ainul Yaqin, Sabtu (13/9/2020).

Kepada petugas, sambung Kapolrestabes Medan kedua pelaku mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seorang bandar berinisi S. Mereka mengaku membeli 1.000 pil ekstasi tersebut seharga Rp80 juta.

Mereka mengaku baru tiga bulan beroperasi. Tapi dari informasi yang diperoleh di lapangan, mereka sudah beroperasi dalam waktu yang lama, dan kerap menyediakannya (ekstasi) ke beberapa tempat hiburan malam.

"Kedua tersangka kini diamankan di Polsek Medan Kota. Sementara itu, bandar ekstasi yang berinisial S masih dalam pengejaran," tandasnya. (Rn)

Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Sering transaksi narkoba jenis Sabu di lingkungan tempat tinggalnya. Personel Polsek Dolok Masihul akhirnya menangkap tersangka Nurdin Purba alias Udin alias PU (52) di Dusun I Desa Blok 10 Kec. Dolok Masihul, Kab. Serdang Bedagai, Rabu, (9/9/2020) sekira pukul 16.10 WIB.

Selain tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti, 4 plastik klip transparan ukuran kecil berisikan butiran kristal warna putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat 1,13 Gram.

6 lembar plastik klip transparan dalam keadaan kosong. 1 batang kaca pirex yang ada cairan putih sudah membeku.2 batang pipet yang salah satu sudah dimodif jadi huruf L, 1 batang pipet plastik yang salah satu ujun dimodif jadi sekop dan 1 buah botol kaca.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang SH,MHum didampingi Kapolsek Dolok Masihul, AKP J Panjaitan,SH, Minggu (13/9/2020) mengatakan penangkapan tersangka menindak lanjuti informasi dari masyarakat.

Diperoleh informasi tersangka Nurdin Purba alias Udin PU sering melakukan transaksi narkotika yang diduga jenis sabu dirumahnya yang terletak di Dusun I Desa Blok 10 kec. Dolok Masihul Kab. Sergai.

Selanjutnya Kanit Sabhara Polsek Dolok Masihul, Iptu H. Sagala melaporkan informasi tersebut Kepada Kapolsek Dolok masihul AKP J Panjaitan, SH. 

Setelah melaporkan hal tersebut kepada Kapolsek langsung memerintahkan Kanit Sabhara Iptu H. Sagala dan Team Buser (Opsnal) Polsek Dolmas untuk menindak lanjuti laporan dari masyarakat setempat. 

Sewaktu melakukan penyelidikan, tepatnya disekitar rumah tersangka berlari dari kamar mandi yang berada diluar rumah langsung dilakukan pengejaran dan berhasil diamankan.

Setelah dilakukan pengeledahan badan, namun tidak dijumpai barang apapun dan setelah di-interogasi tersangka akhirnya menunjukkan penyimpanan barang barang didalam lemari plastik.

Setelah diperiksa ditemukan dari dalam laci lemari plastik yaitu, 4 lembar plastik klip transfaran berisi butiran kristal warna putih yang diduga narkotika jenis sabu, 6 lembar plastik klip transfaran dalam keadaan kosong, 2 batang pipet yang sudah dimodif menjadi huruf L, 1 batang pipet plastik yang sudah dimodif menjadi sekop dan satu buah botol kosong.

Saat dilakukan Pengeledahan didalam rumah yang disaksikan oleh Kepala Dusun I Desa Blom 10 kec. Dolok Masihul Kab. Sergai, Rismanto. 

Berdasarkan bukti permulaan yang cukup kemudian tersangka, dan barang bukti tersebut di amankan ke komando Polsek Dolok Masihul untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Tersangka dijerat pasal 114 subs pasal112, UU RI No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 Tahun penjara", pungkas Kapolres. (By)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) – Setelah 4 bulan, empat pelaku penganiayaan terhadap Johanes Pasaribu (19) dibekuk Tekab Polsek Delitua,  Kamis (10/9/2920). Para pelaku menganiaya korban diduga karena masalah urusan perempuan (cemburu).

Perjalanan Panjang ke empat pelaku penganiayaan terhadap Johanes Pasaribu (19) berakhir setelah dibekuk unit Reskrim Polsek Delitua yang dimpimpin oleh Iptu Martua Manik,SH,MH, Kamis (10/9/2020). Para pelaku menganiaya korban diduga karena masalah urusan perempuan (cemburu).

‪Kapolsek Delitua AKP Zulkipli Harahap,SH melalui Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Martua Manik ,SH,MH menjelaskan, bahwa Korban yang merupakan warga Jln. Bunga Raya Blok C No. 25, Perumnas Griya Asam Kumbang, Kec. Medan Tuntungan dianiaya ketika sedang begadang dengan seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai pacar salah satu pelaku. Insiden penganiayaan itu terjadi, Minggu (10/5/2020) silam sekira pukul 03.00 WIB.‬

"Adapun ke 4 pelaku yang diamankan masing-masing Regi Ginting (24), Ginta Ginting (21), Brema Surbakti (19) dan Ade Tarigan (17) yang kesemuanya merupakan warga Kecamatan Medan Tuntungan", ujar Iptu Martua Manik.

Iptu Martua Manik menjelaskan, bahwa berdasarkan laporan dari korban dengan No LP /540/K /V/ 2020/ SPKT/ Sek Delta, tgl 10 Mei 2020, ke 4 pelaku diamankan berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang dimiliki. Mereka (para pelaku) diamankan di salah satu rumah makan di Jln. Kapten Purba, Kel. Mangga, Kec. Medan Tuntungan.

‪Motif dalam insiden ini  menurut hasil pemeriksaan sementara adalah masalah pacar. Dimana korban diduga begadang dengan pacar salah satu pelaku hingga membuat pelaku cemburu, sehingga pelaku utama menyusun rencana untuk melakukan penganiayaan.

‪"Saat itu korban bersama dengan temannya sedang begadang atau manggang-manggang di Jln. Bunga Encole Gg. Surbakti, Kel. Kemenangan Tani, Kec. Medan Tuntungan. Korban terlihat pelaku sedang bersama wanita, kemudian salah satu pelaku mendatangi korban sambil mengatakan jangan ambil pacarku. Kemudian ke-empatnya melakukan penganiayaan kepada korban sampai berlumuran darah," urai Kanit Reskrim Polsek Delitua ini.‬

‪Beruntung insiden itu dapat dilerai oleh warga dan para pelaku melarikan diri, sambungnya, sementara korban dibawa oleh teman-temannya ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan.‬

‪"Jadi, keempat pelaku masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dipersangkakan melanggar pasal tentang penganiayaan secara bersama-sama," ungkap Mantan Kasat Reskrim Polres Nias tersebut. (Rn)

Views


INTAIKASUS.COM, (Sunggal) - Tekab Polsek Sunggal Polrestabes Medan berhasil tangkap komplotan penjahat yang menyaru sebagai polisi yang bertugas di BNN, Rabu (9/9).


Keberhasilan tersebut diungkapkan Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi S.H.,S.I.K.,M.H melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak, S.E.,M.H., pada Kamis (10/9) di mako Polsek Sunggal. 

Dijelaskan Kanit bahwa pengungkapan tersebut berawal dari laporan korban JP (15) warga Jln. Asoka Asam Kumbang ke Polsek Sunggal atas kejadian yang dialaminya dimana sepeda motornya dilarikan oleh orang yang tidak dikenal sewaktu korban bersama temannya berkumpul di salah satu SPBU di kawasan ringroad. 

Saat itu, para tersangka datang menggunakan mobil, selanjutnya langsung menuduh korban dan temannya sebagai pengedar narkoba, karena ketakutan, korban dan kawan-kawan  langsung melarikan diri dengan meninggalkan sepeda motor korban, dimana kunci kontak dibawa korban.

Selanjutnya korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sunggal dan langsung di tindaklanjuti Tekab Polsek Sunggal dengan melakukan pengejaran terhadap para pelaku. 



Sewaktu berada di Ringroad, atas petunjuk korban, team melihat mobil yang digunakan para pelaku melakukan aksinya dan langsung dipepet oleh petugas sehingga para tersangka tidak dapat berbuat banyak, selanjutnya para tersangka segera digiring ke mako Polsek Sunggal guna proses selanjutnya. 

"Dari para tersangka, kita berhasil menyita barang bukti berupa 1 unit mobil Kijang capsul BK 1374 DS, 1 pucuk senpi rakitan jenis revolver, 1 pucuk senpi mainan, 1 buah HT, 9 lembar tanda pengenal BNN atas nama pelaku, 5 buah hp android, 2 buah hp Merk Mito, 1 buah lakban, 1 buah borgol, 1 lembar STNK, Sim C, sim BI, 4 lembar KTP, 2 buah kaca pirex, 1 buah plastik klip kosong, 7 buah dompet, 1 buah senter laser vointer, 1 buah senter, 1 pasang kaca spion sepeda motor, 1 unit sepeda motor vario 150 BK 4810 PBH, beberapa dokumen / surat2 dan baju seragam Polri. Saat ini, kita masih melakukan pemeriksaan intensif guna mengembangkan kasus tersebut", kata Kanit. 

Ditambahkan Kanit, adapun tersangka yang berhasil kita tangkap adalah 8 orang inisial para tersangka MB (38), Sup (38), YA (28), JDK (31), DA (26), ES (31), RE (40) dan seorang wanita KH (18), yang semuanya warga kecamatan Percut Sei Tuan. 

"Atas perbuatannya, para tersangka kita persangkakan melanggar pasal 365 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,"  tutup Kanit. (Rn/Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Personil Reskrim Polsek Medan Timur menembak dua pelaku pencurian rumah toko (ruko) di Jalan Pasar III Kecamatan Medan Timur, Selasa (8/9/2020).

Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin didampingi Kanit Reskrim AKP ALP Tambunan mengatakan, penangkapan terhadap kedua tersangka Zainal Arifin (45) dan Said Ubaidillah alias Pablo (35), keduanya warga Jalan Pasar III Gang Mesjid Kelurahan Glugur Darat I Kecamatan Medan Timur, bermula dari laporan pemilik ruko, Abdullah Sembiring. "Korban membuat laporan dalam laporan ada yang melihat saksi membawa barang curian milik korban," ucapnya, Rabu (9/9/2020).

Berdasarkan laporan korban dan beberapa saksi, petugas kemudian melakukan pengejaran terhadap tersangka. "Dari informasi seorang tersangka bernama Ubai sedang berada di Jalan Pasar III, kita langsung melakukan penangkapan," terangnya.

Setelah dilakukan introgasi, Ubai mengakui dirinya melakukan pencurian dengan temannya Pablo. "Kemudian kita dapat informasi lagi kalau, tersangka Pablo tak jauh dari lokasi penangkapan. Kita langsung melakukan penangkapan terhadap Pablo," ucap Arifin.

Namun saat dilakukan pengembangan untuk mencari barang curian, keduanya berupaya melawan petugas. "Anggota memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak dua kaki tersangka," ujarnya.

Menurut Kapolsek, aksi pencurian pelaku dilakukan dengan cara mencokel pintu. Namun, sebelumnya, kedua tersangka naik ke lantai 2 dengan menggunakan tangga yang sudah disiapkan.

"Pencurian perencanaan, mereka membawa tangga dan naik ke lantai 2 ruko milik korban," terangnya.

Setelah berhasil naik, keduanya mengambil keyboard dan kipas angin. "Kemudian menurunkan barang curian itu dengan cara diikat lalu diturunkan," ujar dia.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku sudah dua kali melakukan pencurian rumah. "Kita menduga sudah sering, masih kita kembangkan lagi," ucap dia.

Sementara itu, seorang tersangka Ubai mengaku kalau hasil pencurian dipakai untuk membeli sabu. "Sebagian untuk biaya ekonomi dan sebagian beli sabu," katanya. (Red)

Views

INTAIKASUS.COM, (Pancurbatu) - Tekab Polsek Pancur Batu berhasil mengungkap tuntas kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) milik korban Doni Artha (38) warga Jln. Jamin Ginting, Desa Tuntungan I, Kec. Pancur Batu. 

Dalam pengungkapan itu, petugas meringkus tersangka Josua Zai alias Josua Nias (16) warga Perumahan Telaga Dari Desa Sri Mencirim, Kec. Kutalimbaru, dari kediamannya, Selasa (8/9/2020) sekira pukul 17.40 WIB.

Kapolsek Pancur Batu, AKP Dedy Dharma, SH melalui Kanit Reskrim AKP Syahril Siregar, Rabu (9/9/2020) sore, mengatakan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan berkat pengembangan setelah petugas lebih dulu menangkap tersangka Ricky Hamdani Tarigan dan Rudi Hartono beserta seorang penadah Suanderean alias Katong pada Sabtu (14/3/2020) lalu. Dari penadah ini, petugas menemukan 2 unit sepeda motor Yamaha NMax warna merah BK 4317 RAZ.

"Dalam pemeriksaan, tersangka Josua Zai mengaku bahwa ia bersama kedua temannya (Ricky Hamdani Tarigan dan Rudi Hartono) melakukan aksi pencurian sepeda motor di kediaman korban, Minggu (25/3/2020) lalu sekira pukul 13.40 WIB. Para tersangka masuk ke rumah korban dengan cara merusak jendela. Dari hasil pencurian itu, tersangka hanya mendapat bagian Rp. 500 ribu," terang AKP Syahril Siregar.

Setelah berhasil menggasak sepeda motor tersebut, sambung Kanit Reskrim Polsek Pancurbatu ini, ketiga tersangka menjualnya kepada tersangka Suanderean alias Katong. Dalam kasus ini, Polsek Pancur Batu telah meringkus keseluruhan tersangkanya.

"Saat ini tersangka sudah kita amankan, dan masih dilakukan pemeriksaan," tandasnya. (Rn)

Views

INTAIKASUS.COM, (DeliSerdang) – IH (37) warga Medan Barat dan AA (17) warga Helvetia Medan harus merasakan dinginnya dinding penjara usai ditangkap Tim Tekab Polsek Lubuk Pakam Polresta Deli Serdang.

Informasi dihimpun, keduanya di tangkap Polisi di Jalan Skip, Kelurahan Medan Petisah Kodya Medan, Selasa (8/9).

Sabtu (29/8) pukul 15.30 wib, terjadi tindak pidana pencurian  HP merk Vivo warna Biru di jln. Tengku Raja Muda (Toko Rejeki) Kel. lubuk Pakam I II, Ke. Lubuk Pakam. Saat itu korban yakni Ramses Rajagukguk (53) warga  Kelurahan Cemara Lubuk Pakam sedang mencharge HP nya di meja kasir, namun selang beberapa saat HP tersebut hilang saat korban ingin mengambil HP miliknya.

Atas kejadian itu, Ramses melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubuk Pakam Polresta Deli Serdang, 
pada Selasa (8/9) hasil Penyelidikan Tim Tekab Polsek Lubuk Pakam mendapat informasi bahwa Hp yang telah dicuri diketahui berada di Jln. Skip, Kel. Medan Petisah Kota Madiyah Medan.

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Pakam, Iptu Randy Anugrah Putranto bersama anggotanya menuju alamat yang dimaksud dan berhasil menangkap tersangka berinisial IH. 

Saat diinterogasi, IH mengaku membeli HP tersebut di Marketplace Facebook dari AA. Atas informasi tersebut, Tim menuju ke tempat AA dan berhasil mengamankannya.

Atas kejadian tersebut,  Keduanya dan Barang Bukti dibawa ke Mapolsek Lubuk Pakam Polresta Deli Serdang untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Lubuk Pakam Polresta Deli Serdang AKP Hendri Yanto mengatakan, "sudah kami tangkap, keduanya masih dalam proses hukum di Mapolsek Lubuk Pakam,"  katanya. (Rn/Ril)
Views

INTAIKASUS.COM, (LABUHANBATU) - Polres Labuhanbatu menggelar Konferensi pers Mengungkap Peredaran Gelap narkoba, bertempat di Halaman Mapolres Labuhanbatu, Jalan Thamrin No.1, Rantauprapat, Labuhanbatu, Senin (07/9).

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan didampingi Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini berawal adanya informasi dari Kelompok Ormas GM-LPSN, tentang adanya peredaran Narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Labuhanbatu.

Adapun tersangka yang diaman kan berjumlah 3 orang yaitu Sutarmin, Warimin dan Japar Sidik, yang ketiganya penduduk Labuhanbatu Selatan.

"Berdasarkan informasi tersebut, Satres Narkoba 
sekira pukul 21.00 WIB, berhasil menangkap tersangka  Sutarmin (48) seorang Karyawan Perkebunan Tolan Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, darinya diamankan BB 1 bungkus plastik klip transparan berisi sabu seberat 0,06 gram dan Uang tunai sebesar Rp400 ribu rupiah, "ujar Kapolres.


Lanjut dijelaskan Kapolres, saat di introgasi, tersangka Sutarmin mengaku bahwa narkoba jenis sabu tersebut di dapat dari tersangka Warimin (56), warga Desa Perlabian Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan, kemudian Satres Narkoba menangkap Warimin dengan barang bukti berupa Sabu seberat 0,20 gram dan Uang tunai sebesar Rp 2.400 ribu rupiah.   

"Kemudian Satres Narkoba melakukan pengembangan, dengan undercover buy, dan berhasil meringkus tersangka Japar Sidik (25), di Jalan Labuhan Kelurahan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, "ungkap AKBP Deni.

Dalam Press Rilease tersebut,  Kapolres juga menyampaikan "mengapa kita gencar melakukan penangkapan kepada pengedar narkotika, karena kita tidak kompromi dengan pengguna, pengedar, apa lagi bandar narkoba," tegasnya.

"Kami juga akan menerima dan menindak lanjuti setiap informasi masyarakat terhadap tempat-rempat atau orang-orang yang di duga melakukan transaksi narkoba, karna ini yang kita butuhkan kerjasama yang baik dari masyarakat, sehingga kita mudah untuk mengungkap peredaran narkoba di kota yang sama-sama kita cintai ini", pungkas Kapolres, sembari menambahkan kepada ke 3 tersangka, dijerat dalam Pasal 114 Sub 112 UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (RN)

Views

INTAIKASUS.COM, (Delitua) -  Polsek Delitua menangkap  dua anggota Genk motor yang kerap membuat resah warga. Adapun keduanya yakni berinisial LA (16) warga Jln. Karya Perbatasan Kel.Sari Rejo Kec. Medan Polonia dan HP (16) warga Jln. Karya Perbatasan Kel. Sari Rejo Kec. Medan Polonia. Disinyalir kedua orang yang diamankan dari kelompok Genk motor "Simple Life".

Sumber di kepolisian menyebutkan, kedua anggota Genk motor yang diamankan tersebut berawal dari adanya keributan dua kelompok anggota Genk motor di Jln. Eka warni Kel.Gedung Johor Kec. Medan Johor, pada Senin (7/9/2020) Pukul 01.00 Wib dini hari.

Mendapat informasi tersebut Unit Patroli dan Unit Reskrim Polsek Delitua langsung meluncur ke TKP guna membubarkan keributan yang sedang berlangsung. 

Setelah di TKP, personil Polsek Delitua langsung membubarkan kelompok massa yang sedang bertikai tersebut, dan berhasil mengamankan dua orang remaja berinisial LA dan HP.

Setelah diintrogasi keduanya mengaku dari kelompok Genk motor Simple Life (SL), selanjutnya keduanya diboyong ke Mako Polsek Deli Tua guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap, Senin (7/9) membenarkan adanya aksi keributan tersebut dan mengamankan dua orang laki-laki dibawa umur.

"Ya, ada dua orang remaja masih dibawa umur yang kita amankan untuk dilakukan pembinaan dan memanggil orang tuanya serta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan membuat keonaran di Masyarakat", tandas AKP Zulkifli Harahap. 
(Red/Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Delitua) - Seorang pensiunan PNS, Amron Ritonga (59), warga Desa Gunung Berita, Kecamatan Namorambe‬, Kabupaten Deliserdang, terpaksa berurusan dengan Polsek Delitua,  karena nekat merampas tas dan HP milik teman wanitanya, hanya karena tidak mau diajak kencan ke Hotel, Sabtu (5/9).

Peristiwa berawal, ketika itu Riska Mayasari (26), warga Bunga Cempaka III, Kelurahan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang itu mengantarkan sepeda motor milik pelaku yang ada padanya. Melihat korban datang, lalu pelaku mengajak korban makan bersama di sebuah rumah makan. Namun korban menolak ajakan pelaku.

Tak senang ajakanya ditolak korban, Amron Ritonga merampas tas milik korban, sehingga korban terpaksa mengikuti kemauan pelaku.‬

Namun dalam perjalanan, Amron bukannya menuju ke rumah makan, melainkan membawanya kesebuah hotel di Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan Medan.

Tak ayal Riska Mayasari langsung berontak dan minta turun dari boncengan pelaku. ‬Akan tetapi, pria paruh baya itu langsung merampas tas korban sehingga korban terpaksa memilih kabur dan langsung menyetop ojek online. 

Selanjutnya korban melaporkan pelaku ke Mapolsek Delitua, tentang perampasan tas yang berisikan 1 buah HP merk Oppo K3, warna biru dongker, 1 buah tas warna hitam, dan surat-surat berharga, seperti ATM, KTP, BPJS.‬

Atas laporan korban, Polsek Delitua langsung menangkap Amron Ritonga dikediamannya.‬ Selanjutnya pelaku dan barang buktinya diboyong ke Mapolsek Delitua guna proses hukum lebih lanjut.‬

‪Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap melalui Kanit Reskrim Iptu Martua Manik, kepada wartawan Minggu (6/9/20) membenarkan penangkapan terhadap Amron Ritonga, terkait perampasan tas dan HP milik Riska Mayasari. (Rn)

Views

INTAIKASUS.COM, (Deliserdang) - Satuan Reskrim Polresta Deli Serdang, Polda Sumut berhasil menangkap N (22) Warga Dusun Anggrek Desa Beringin Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang, tersangka Kasus Curanmor di Jalan Sempurna Gang Buntu, Desa Sekip Kec. Lubuk Pakam, Rabu (2/9).

Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol Muhammad Firdaus, SIK, MH menerangkan, berawal  kejadian tersebut pada hari Selasa (1/9) sekira pikul 21.00 wib, di Jln. Kh.Ahmad dahlan, Kel. Lubuk Pakam Pekan, Kec. Lubuk Pakam.

"Saat itu korban bernama Heriansyah (17) warga Desa Wono Sari Tanjung Morawa melihat hiburan kuda kepang dan memakirkan sepeda motornya tidak jauh dari acara tersebut, selang beberapa menit terdengar suara teriakan maling dari salah seorang yang juga sedang melihat hiburan ditempat tersebut. Pada saat itu juga korban langsung melihat sepeda motornya, ternyata sudah tidak ada ditempat," jelasnya.

Mendapat informasi tentang keberadaan pelaku, Tim Tekab Sat Reskrim Polresta Deli Serdang langsung melakukan penyelidikan terhadap pelaku.

"Dipimpin Kasubbnit II Unit Sat Reskrim, Ipda Ade Hasmairi, SH, tersangka berinisial N (22) berhasil ditangkap," kata Kasat Reskrim.

Hasil interogasi Polisi, N mengakui perbuatannya dan dibawa ke Mapolresta Deli Serdang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Tersangka sudah menjadi incaran kami dan sudah beberapa kali melakukan aksinya namun berhasil meloloskan diri, atas perbuatannya, N dikenakan Pasal 363 (1) ke 4e dan 5e KUHPidana," tutup Kompol Firdaus. (Rn/Ril)
Views

INTAIKASUS.COM, (Lubuk Pakam) - Tim Tekab Polsek Lubuk Pakam Polresta Deli Serdang berhasil mengamankan 2 orang pria diduga pelaku tindak pidana pertolongan jahat 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion FZ 150 warna hitam tahun 2013 dengan nomor Polisi BK 5878 XAL di Jln. Sei Mencirim Gg. Pondok V Dsn II Kec. Kotalim Baru Kab. Deli Serdang, Kamis (03/09/2020).

Kejadian bermula pada Sabtu, 15 Agustus 2020 sekira pukul 18.00 Wib, dimana korban Prayudi (34) warga Lingk. II Kel. Melati Kebun Kec. Pegajahan Kab. Serdang Bedagai pemilik sepeda motor motor Yamaha Vixion FZ 150 warna hitam tahun 2013 dengan nomor Polisi BK 5878 XAL, hendak pulang kerumahnya dari tempat ia bekerja di Kantor Devisa Cash and Credit jln. Cokroaminoto Kel. Lubuk Pakam Pekan Kec. Lubuk Pakam Kab. Deli Serdang, namun pelaku  berinisial CS alias Tinoto dan SH alias Aji sudah diamankan oleh tim tekab Polsek Lubuk.

Tim Tekab Polsek Lubuk Pakam melakukan pengembangan terhadap kedua pelaku CS alias Tinoto dan SH alias Aji bahwasanya sepeda motor Yamaha Vixion tersebut telah di jual ke S Alias Man warga Jln. Sei Mencirim Gg. Pondok V Dsn II Kec. Kotalim Baru Kab. Deli Serdang. Tim bergerak dan berhasil mengamankan S alias Man dan dari hasil introgasi bahwa S alias Man menjelaskan sudah dijualnya ke M alias Muslim dan tim tekab langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan M alias muslim dan tim berhasil mengamankan M alias Muslim.

Kemudian berdasarkan hasil introgasi M Alias Muslim sepeda motor vixion telah di jual ke DN warga Dsn II Desa Suka Rende/Pasar VI Kec. Kotalim Baru Kab. Deli Serdang, Selanjutnya Tim melakukan pengejaran namun DN tidak berada di lokasi. 

Selanjutnya Tim memboyong pelaku S alias Man dan M alias Muslim ke Mako Polsek Lubuk Pakam guna di mintai keterangan dan di hukum sesuai UU yang berlaku.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kapolsek Lubuk Pakam Polresta Deli Serdang AKP Hendri Yanto S. mengatakan "dari hasil pengembangan kita berhasil mengamankan pelaku S alias Man dan M alias Muslim, dan kedua pelaku dikenakan Pasal 480 Ayat 1e dan 2e dari KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara", ujarnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Deliserdang) - Tim Tekab Polsek Beringin Polresta Deli Serdang dibawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Beringin Iptu Desman Manalu, SH mengamankan seorang pria diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu, di Dusun VIII Desa Karang Anyar Kec. Beringin Kab. Deli Serdang,  tepatnya di depan Warnet Kembar, Rabu (03/09/2020).

Berawal dari informasi masyarakat sekitar yang mengatakan bahwa di Dusun VIII Desa Karang Anyar Kec. Beringin Kab. Deli Serdang sering terjadi transaksi  Narkotika jenis sabu, selanjutnya Tim Tekab Polsek Beringin Polresta Deli Serdang langsung bergerak menuju Tkp untuk membuktikan kebenarannya.

Dan benar saja, Tim Tekab Polsek Beringin berhasil mengamankan pria berinisial SCP (16) warga Dusun I Desa Emplasmen Kualanamu Kec. Beringin Kab. Deli Serdang yang mana saat dilakukan pemeriksaan terdapat 2 paket sabu di dalam dompet yang dikantongi pelaku.

Saat diintrogasi di Tkp, dari pengakuan SCP bahwa sabu tersebut diperoleh dari pria berinisial P warga Gg. VII Desa Karang Anyar Kec. Beringin Kab. Deli Serdang, Selanjutnya SCP dan barang bukti dibawa ke Polsek Beringin guna proses hukum lebih lanjut.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kapolsek Beringin Polresta Deli Serdang AKP Mkl. Tobing, SH mengatakan "SCP sudah kami amankan, saat ini yang bersangkutan dilimpahkan dan sedang menjalani proses hukum di Satuan Reserse Narkoba Polresta Deli Serdang, Sementara P masih buron", ujarnya. (Rn/Ril)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Sering pamerkan sabu kepada masyarakat, Kusno alias Atim (40) diciduk personel Tekab Polsek Dolok Masihul, Selasa (1/9/2020) sekira pukul 15.00 WIB, di Jalan umum Bisnis Center depan Ruko yang terletak di Lingkungan I, Kel. Pekan Dolok Masihul,Kec. Dolok Masihul, Kab. Serdang Bedagai.

Dari tangan pelaku yang menetap di Lingkungan I Kel. Pekan Dolok Masihul Kec. Dolok Masihul, Kab. Serdang Bedagai, petugas menemukan barang bukti, 1 plastik klip transparan ukuran kecil berisikan butiran kristal warna putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat 0,6 Gram.

Kemudian, 1 lembar plastik transparan dalam keadaan terlipat berisikan, 1 batang kaca pirex yang ada cairan putih sudah membeku dan ada kompeng, 1 batang kaca pirex yang ada kompeng, 2 batang pipet yang salah satu sudah dimodif jadi huruf L, 1 buah merk Tokai mancis warna biru dan 1 buah mancis warna merah.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang SH,MHum didampingi Kapolsek Dolok Masihul, AKP J. Panjaitan SH, mengatakan kepada wartawan, Kamis (3/9/2020), bahwa penangkapan tersangka menindak lanjuti informasi dari masyarakat tersangka sering membawa dan memperlihatkan kepada masyarakat sekaligus mengunakan narkotika yang diduga jenis sabu di lingkungan tersebut. 

"Atas informasi tersebut,  Polsek Dolmas langsung menindak lanjuti laporan dari masyarakat setempat dan melakukan penyelidikan," ujarnya.

Sewaktu melakukan penyelidikan, lanjutnya mengatakan, yang tepatnya di depan salah satu Ruko di Jalan umum Bisnis Center yang terletak di Lingkungan I Kel. Pekan Dolok Masihul, Kec. Dolok Masihul, Kab. Sergai.

Petugas melihat tersangka Atim sedang mengangkat tangan sebelah kanan memperlihatkan sesuatu yang ada ditangannya. Melihat hal tersebut selanjutnya langsung dilakukan penangkapan terhadap tersangka dan ditemukan pada tangan kanan barang bukti narkoba.

Selanjutnya dilakukan penggeledahan terhadap tersangka dan ditemukan disaku kantong celana depan yang dipakai ditemukan sesatu mancis warna biru dan mancis warna merah.

"Berdasarkan bukti permulaan yang cukup, kemudian tersangka dan barang bukti tersebut di amankan ke komando Polsek Dolok Masihul untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku. Tersangka dijerat dengan pasal 114 subs pasal 112, UU RI No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksilam 20 tahun penjara," tandas Kapolres. (By)
Views

INTAIKASUS.COM, (Pancur Batu) - Berawal dari pertengkaran mulut, seorang pria nekat menikam pacarnya sendiri hingga kritis di Jln. Jamin Ginting KM 49 simpang tikungan Amoi, Desa Bandar Baru, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang, Rabu (2/9/2020) siang.

Informasi yang diperoleh di kepolisian menjelaskan, korban pertama kali ditemukan tergeletak di Jln. Jamin Ginting simpang tikungan Amoi oleh seorang saksi bernama Hendra Sembiring (43) warga Dusun III Desa Bandar Baru, Kec. Sibolangit. 

Saat itu sekira pukul 11.00 WIB, saksi keluar dari rumahnya untuk bekerja memperbaiki kran air. Ketika melintas di jalan tikungan Amoi, saksi melihat korban yang diketahui bernama Donna br Ginting (42) warga Rumah Mbacang, Desa Rumah Mbacang, Kec. Namo Rambe, Kab. Deli Serdang, sudah tergeletak dalam kondisi bagian perut korban telah mengeluarkan darah sembari meminta pertolongan.

Melihat itu, saksi kemudian menolong korban sambil meminta bantuan masyarakat yang melintas di TKP. Selanjutnya, saksi membawa korban ke Puskesmas Bandar Baru untuk pertolongan pertama. 

Saat bersamaan, Kepala Desa Sembahe, Esra, yang mengetahui kejadian tersebut bergegas melaporkan peristiwa itu ke Polsek Pancur Batu.

Mendapat laporan tersebut, Tekab Polsek Pancur Batu dipimpin Kapolsek AKP Dedy Dharma dan Kanit Reskrim AKP Syahril Siregar langsung turun ke TKP melakukan penyelidikan.

"Setelah kita lakukan penyelidikan, diketahui identitas pelakunya adalah pacar korban, Aritha Ersada Sembiring (38) warga Desa Kuta Mbelin, Kec. Namantran, Kab. Tanah Karo," kata Kapolsek Pancur Batu, AKP Dedy Dharma kepada wartawan, Rabu (2/8/2020) sekira pukul 23.00 WIB.

Selanjutnya, Tim Tekab Pancur Batu dipimpin Kapolsek melakukan pengejaran menuju Kabupaten Tanah Karo. Alhasil, sekira pukul 16.00 WIB, tepatnya 5 jam setelah ditemukannya korban, pelaku Aritha Ersada Sembiring diringkus petugas di Desa Simpang 4, Kec. Namantran, Tanah Karo. Guna penyidikan lebih lanjut, pelaku diboyong ke Polsek Pancur Batu.

Berdasarkan keterangan pelaku saat diinterogasi, pada Selasa (1/9/2020) sekira pukul 23.00 WIB, pelaku pergi bersama korban dengan mengendarai sepeda motor Honda Revo milik korban ke pemandian air panas Sidebuk Debuk, Tanah Karo dan menginap di sana," kata Dedy.

Kemudian, sambungnya, pada Rabu (2/9/2020) sekira pukul 10.00 WIB, pelaku dan korban meninggalkan penginapan dan hendak kembali ke rumah korban. Saat di perjalanan, pelaku dan korban bertengkar mulut di atas sepeda motor dikarenakan korban selalu meminta uang dengan pelaku, namun tidak diberikan sehingga korban marah.

Lantaran kesal, pelaku lalu menghentikan laju sepeda motor dan berhenti di pinggir Jln. Jamin Ginting simpang tikungan Amoi. Disitu, pelaku dan korban berkelahi serta bergumul hingga terjatuh ke semak-semak, dimana kala itu posisi korban yang kalah tenaga tengah berada di bawah (tertindih) oleh pelaku.

"Setelah korban tertindih, pelaku lalu mencabut sebilah pisau belati yang sudah dibawanya, kemudian menusuk perut korban sebanyak 3 kali. Setelah itu, pelaku meninggalkan korban dan membawa kabur sepeda motor serta Hp milik korban," ucapnya.

Dari tersangka, petugas menyita barang bukti sepeda motor Honda Supra warna Hitam BK 6116 ACI, 1 unit Hp Android Oppo warna hitam, KTP dan KK korban, 1 unit Hp Samsung lipat warna putih dan sebilah pisau belati bergagang kayu yang panjangnya 20 cm.

"Korban saat ini kritis dan sedang mendapatkan perawatan di RS Adam Malik," 

Mantan Kasat Reskrim Polres Langkat ini menambahkan, karena perbuatannya, pelaku diduga melakukan tindak pidana penganiayaan berencana yang mengakibatkan korban luka berat dan atau penganiayaan yang mengakibatkan korban luka berat sebagaimana dimaksud Pasal 353 ayat (2) yo Pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara," tandas AKP Dedy Dharma. (Rn)

Views

INTAIKASUS.COM, (Deli Serdang) - Dendam jadi motif pembunuhan yang dilakukan Masri (25), yang tega menghabisi nyawa Nick Wilson, yang masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Galang, dan jenazahnya ditemukan dalam karung di Sungai Sei Merah, Kabupaten Deli Serdang beberapa waktu lalu.

Masri yang merupakan warga Dusun I Desa Tanjung Sporkis, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang diamankan di Kabupaten Mandailing Natal Pada 29 Agustus 2020.

"Dari hasil pengembangan, Masri ini membunuh Nick Wilson karena dendam dan sakit hati lantaran rumah orangtua pelaku disebut abang korban sering dijadikan penyalahgunaan narkoba," ujar Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Yemi Mandagi SIK, didampingi Kasat Reskrim, Kompol Muhammad Firdaus dan Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, dalam konfrensi persnya, Rabu (2/9/2020).

Yemi menerangkan, ikhwal pembunuhan ini terjadi ketika pelaku yang membawa tali dan karung bertemu dengan korban.

"Nick Wilson bertemu dengan si Masri. Di situ, korban bertanya hendak kemana. Lantas, pelaku menjawab mau ke Tanjung Morawa. Karena tak menaruh curiga lantaran berteman dekat, korban pun mengantarkannya dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z BK 3978 SU," terang mantan Kapolres Belawan ini.

Selanjutnya, sebut Yemi, setiba di jembatan Permina, Kecamatan Tanjung Morawa, pelaku meminta korban berhenti sebentar dengan maksud untuk membuang air kecil.

Tanpa ada prasangka buruk, Nick Wilson menuruti permintaan Masri yang kemudian membelokkan sepeda motor di bawah jembatan tepatnya di Sungai Sei Merah, Kecamatan Tanjung Morawa. Di sana, pelaku dengan korban duduk sejenak.

Di saat sedang duduk, pelaku berdiri kemudian mengikat korban dengan tali yang di bawah.

"Karena leher Nick Wilson diikat sekaligus ditarik dengan seutas tali, akibatnya terjatuh sambil merintih kesakitan. Setelah itu, pelaku mengambil batu di seputaran Sungai Sei Merah yang kemudian memukul di bagian kepala korban hingga pingsan dan tewas. Lalu memasukkan ke dalam karung dan dibuang ke sungai," urai Kapolres.

Setelah korban dibunuh, sambung Yemi, pelaku mengambil sepeda motor yang kemudian akan dijual melalui perantara sepupunya, Eko (34) warga jalan Tirta Deli Desa Tanjung Morawa A, Kecamatan Tanjung Morawa.

Sepupu pelaku menawarkan kepada temannya, Bowo (37) penduduk Dusun II Desa bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa yang kemudian dibeli seharga Rp. 2 juta rupiah. Dari hasil penjualan motor, Masri langsung menghilangkan jejak dengan pergi ke Kabupaten Mandailing Natal.

Akan tetapi, pelarian Masri diketahui setelah Satreskrim Polresta Deli Serdang dibantu Ditreskrimsus Polda Sumatra Utara yang menangani kasusnya mendapatkan keterangan dari Ayah pelaku bahwa anaknya berada di Kabupaten Mandailing Natal.

"Pelaku kami amankan tanpa perlawanan. Bersama dia (Masri) turut juga ditangkap dua penadah sepeda motor masing-masing Eko dan Bowo. Berkas perkaranya akan segera dilimpahkan ke jaksaan," pungkas lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 1997 ini. (Red)