.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Iklan

Iklan

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

 

INTAIKASUS.COM, (Langkat) - Unit Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal Polres Langkat meringkus tiga orang tersangka yang melakukan aksi perampokan dengan menggunakan senapan angin dan parang dari lokasi terpisah, Sabtu (31/7). Dari ketiganya, dua di antara tersangka merupakan residivis tindak pidana pencurian dan penganiayaan.

Ketiga tersangka dimaksud yakni EPB alias Betmen (31) warga Dusun I Desa Pamah Tambunan, EPP (28) warga Dusun I Desa Lau Tepu dan YTS (27) warga Kampung Aman Desa Panco Warno Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat. Kapolres Langkat, AKBP Danu Pamungkas Totok menjelaskan, EPB dan EPP merupakan residivis.

EPB pernah menjalani hukuman dua tahun dalam kasus tindak pidana penganiayaan tahun 2008 tersandung perkara tindak pidana pencurian sawit dengan vonis delapan bulan penjara tahun 2020 serta EPP yang diganjar hukuman dua tahun karena melakukan pencurian lembu. 

“Ada dua orang lagi yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang,” sebut  Kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP M Said Husein, Senin (2/8).

Ia menjelaskan, para tersangka melancarkan aksi dengan menggunakan satu unit mobil Toyota Avanza warna putih BK 1395 BM di Halte Simpang Por Desa Perkebunan Turangi Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat, Rabu (23/6). Korbannya asal Kota Binjai yang saat itu tengah berteduh.

“Para tersangka langsung melakukan penodongan dengan menggunakan senjata senapan angin dan parang,” ujarnya.

Korban tak berani melawan dan merelakan barang berharga miliknya dilarikan para tersangka. Adapun barang korban yang dirampas yakni, dua unit sepeda motor dan sejumlah telepon genggam.

Ketiga tersangka disangkakan Pasal 365 ayat (1) dan ayat (2) dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara. (Rn/Red)

Views

 

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Unit Reskrim Polsek Medan Kota mengamankan pelaku peludahan terhadap seorang petugas PLN bernama Ayu Miranda oleh pelanggannya, berinisial MRS (35) warga Jalan Halat, Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota.

Pelaku MRS diamankan saat berada di SPBU Singapore Station, Jalan Brigjen Katamso, Sabtu (31/07/2021), sekira pukul 13.00 WIB, 
Sementara, peristiwa itu sendiri terjadi pada Kamis 29 Juli 2021, akhirnya diamankan
Pelaku ditangkap atas laporan Korban yang tak terima karena perlakuan kasarnya meludahi korban. Hingga akhirnya ia pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan Kota dengan nomor laporan STTLP/313/VII/2021/SPKT/ SEK/M.Kota/Polrestabes Medan/Poldasu.

Kapolsekta Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan melalui Kanit Reskrim Iptu Nova Indra Pratama kepada wartawan membenarkan  penangkapan Mhd Reza Sitio (MRS). 

" Motifnya tersangka tidak terima saat petugas PLN melakukan penagihan rekening dan melakukan perbuatan yang tidak dibenarkan oleh hukum. Dan kita juga mengamaankan sebuah vidio.sebagai.barang bukti," jelas Iptu Nova didampingi Panit I, Iptu AE Rambe. (Rel)
Views

 

INTAIKASUS.COM, (Medan) -  Polsek Medan Kota berhasil menggagalkan pencurian kabel milik Telkom yang dilakukan oleh seorang berinisial MR (29) warga jalan Brigjen Katamso pada hari Selasa 13 Juli 2021 sekira pukul 03.30 wib, di Jalan SM Raja Simpang HM Joni.

Kepada awak Media, Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan melalui Kanit Reskrim Iptu Nova menjelaskan bahwa, pada hari selasa tanggal 13 Juli 2021 sekira pukul 03.30 Wib, saat team melaksanakan patroli di seputaran Wilayah hukum Polsek Medan Kota, ketika team melintas di jalan SM Raja, simpang HM Joni, team melihat dan mencurigai dua orang sedang memotong kabel Traffic light," kata Nova.

Ketika team hendak menghampiri, lanjut Nova, kedua tersangka langsung melarikan diri.

"Dengan Spontan, Team pun melakukan pengejaran. Alhasil, salah satu tersangka berhasil diamankan," ujar nya.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, sambungnya, tersangka di boyong ke Polsek Medan Kota bersama barang bukti 1 buah Gergaji besi, 1 buah parang, 3 buah Tang potong, 1 Gulungan kabel yang sudah di potong. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Pria yang viral di media sosial (Medsos) karena memalak supir pengakut bawang, akhirnya ditangkap Unit Reskrim Polsek Medan Timur di Jalan Bulan/Pasar Sambu Medan, Selasa (27/7/2021). 

Dihadapan penyidik, pelaku bernama Gardan Sianturi (33) itu mengakui perbuatannya melakukan pemalakan. "Iya pak, perbuatan saya salah," sebut dia. 

Ia mengakui, dengan sengaja meminta uang kepada supir yang sedang memuat bawang di Jalan Vetaran/Pasar Sambu Medan. "Saya minta uang Rp5 ribu untuk administrasi ormas (Organisasi Masyarakat)," ucap dia. 

Aksi pengutipan uang terhadap para supir di sepanjang Jalan Veteran itu sudah dilakukannya selama dua hari sebelum video pemalakan itu viral. "Baru dua hari pak," sebut Gardan. 

Uang yang dikutip itu, akunya akan disetor kepada ormas. "Itu uangnya saya setor untuk Ormas," akunya. 

Saat melakukan pemalakan terhadap supir pengakut bawang yang identiasnya tak mau disebut, dirinya tidak sadar kalau direkam melalaui handpone. "Saya tidak tau direkam oleh toke bawang (Awi)," kata Gardan. 

Setelah video pemalakan itu viral di media sosial pada Selasa (20/7/2021), personil Unit Reskrim Polsek Medan Timur langsung melakukan pengejaran. Setelah beberapa hari, akhirnya petugas menangkap pelaku di Jalan Bulan/Pasar Sambu Medan. 

Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin melalui Kanit Reskrim Iptu Jefri Simamora mengatakan, bahwa pelaku saat ini sedang dimintai keterangan. "Sudah kita amankan. Saat ini pelaku sedang diperiksa," ucapnya. 

Berdasarkan data yang kita dapat dari lapangan, pria bernama Gardan ini diduga sudah sering memintai uang para supir disepanjang Jalan Veteran. "Kita duga bukan hanya sekali saja, tapi sudah sering," ujar dia. 

Rencananya, pihak Polsek Medan Timur akan melakukan pemanggilan terhadap korban. "Sudah kita panggil, nanti akan dibuat surat pernyataan tidak berbuat lagi," (Rel/Rn)
Views

 

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Aksi kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi, kali ini yang jadi korban yakni Persada Sembiring (25), yang disebut-sebut sebagai Pemimpin Redaksi di salah satu media online di kota Medan.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun, Aksi penyiraman air keras yang dilakukan oleh Orang Tak dDkenal (OTK) terhadap korban Persada Sembiring, terjadi di Jalan Jamin Ginting, tepatnya simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, pada Minggu (25/7/2021) malam.

Insiden penyiraman air keras tersebut diketahui, dari salah seorang teman korban yang juga wartawan media online, karena di telepon oleh korban dengan mengatakan bahwa ia (korban) disiram air keras oleh orang tak dikenal disimpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan.

Saat ini korban sudah dibawa ke IGD RS Adam Malik, dan sudah mendapatkan perawatan medis. Dengan luka serius dibagian wajah.

Belum diketahui secara pasti apa sebabnya korban disiram air keras.

Terkait peristiwa tersebut, Kapolsek Medan Tuntungan, Iptu Martua Manik yang dikonfirmasi wartawan via whatsapp telpon selulernya, Minggu (25/7) malam, membenarkan kejadian tersebut.

"Benar bang, si Persada korbannya, saat ini kasusnya lagi diselidiki oleh Polsek Medan Tuntungan dan Pidum Satreskrim Polrestabes Medan", balasnya. (Red)

Views

 

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Unit Reskrim Polsek Medan Kota meringkus seorang Laki-laki berinisial RS (28) tahun, warga Pasar Merah Timur, pada Jumat (9/7/2021) sekira pukul 12.30 Wib. Tersangka diamankan karena kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan, SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Nova Indra Pratama, Senin (19/7/2021) menyampaikan, tersangkap ditangkap berkat adanya informasi masyarakat yang menyebutkan maraknya peredaran narkotika di jl.AR.Hakim Gg.Langgar Kel. Tegal Sari III Kec. Medan Area.


"Kemudian tim bergerak ke TKP guna menindak lanjuti info tersebut", ujar Iptu Nova.


Setelah di TKP, lanjut Nova, Tim melihat seorang laki-laki dengan gerak- gerik mencurigakan sesuai informasi masyarakat tersebut, kemudian melakukan penyergapan.


"Setelah berhasil diamankan, dan dilakukan penggeledahan, dari kantong celana lelaki tersebut didapati 1 plastik klip transparan kecil diduga berisikan narkotika jenis sabu", sebutnya.


"Setelah di introgasi tersangka mengaku membeli barang haram tersebut seharga Rp.40 Ribu dari orang yang tak dikenalnya. Kemudian tersangka bersama barang bukti diboyong ke Mapolsek Medan Kota untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut", tandas Iptu Nova. (Rn)

Views

 

INTAIKASUS.COM, (LANGKAT) - Kasus penyekapan dan penyiksaan terhadap Edi Suranta PA (39), Erpisken Sbrg (38) dan Susi Susanti PA oleh oknum ASN di Dinas Kesehatan Langkat berinisial Drl br S serta suaminya berinisial AKP PS yang diketahui merupakan oknum perwira pertama yang berdinas di salah satu SPN Polda Sumut yang terjadi pada tanggal 13 Juli 2020 sampai tanggal 19 Juli 2020 lalu, tidak bisa diterima Sahun br Karo (62) warga Desa Tjg.Keriahan, Kec. Serapit, Kab. Langkat.

Pasalnya, menurut Ibunda dari salah seorang korban,  penyekapan dan penganiayaan terhadap Edi Suranta Sembiring (39), akibat perbuatan penyekapan dan penganiayaan yang diduga dilakukan pasutri Drl br S dan suamianya AKP PS, anaknya mengalami luka-luka dan  trauma akut hingga saat ini.

Kepada wartawan, Sahun Br Karo menceritakan, bahwa  anaknya yang bernama Edi Suranta S, tidak ada kaitannya dengan kasus hutang piutang yang diduga dilakukan Susi Susanti PA dan  Erpisken Sembiring kepada pelaku Drl br S. Tapi mengapa anaknya ikut menjadi korban penyekapan serta penganiayaan pasangan suami istri tersebut.

"Anak saya itu gak tau menau masalah hutang yang katanya dilakukan Susi Susanti dan Erpisken Sembiring. Tapi kenapa anak saya ikut jadi korban," ujar wanita tua itu  sembari menunjukkan hasil rontgen dan rekam medis anaknya.

Saat ditanya, kenapa tidak sejak awal kasus penyekapan dan penganiayaan ini dilaporkan, Sahun Br Karo mengaku pada saat itu dirinya khawatir dan takut untuk melaporkan perbuatan keji pasangan suami istri yang dikenal sebagai rentenir kejam itu.

Sahun menceritakan bahwa anaknya Edi Suranta S dan Susi Susanti diambil (diculik) di Perbaungan, oleh oknum AKP PS dan Drl Br Sembiring. Sedangkan Erpisken di Tanah Karo, langsung disekap di rumah pasangam suami istri tersebut. Selama disekap, diduga ketiganya dianiaya, bahkan ada yang dihantam pakai palu.

Seminggu disekap dan dianiaya, ketiganya sempat lolos. Namun tertangkap lagi dan dibawa ke gudang milik Suranta Sembiring di Tjg.Keriahan, Kec. Serapit, Kab. Langkat.

Menurut Sahun, di gudang itu  ketiganya sempat dianiaya. Suami istri itu mengintimidasi ketiga korban agar tidak menceritakan penganiayaan serta penyekapan yang mereka lakukan. KTP Edi Suranta, HP, pun sampai sekarang masih sama mereka. Drl br Sembiring yang dikenal sebagai rentenir itu meminta untuk menandatangani kwitansi kosong, serta memaksa menyerahkan beberapa surat rumah dan surat tanah. Padahal Edi Suranta tidak terlibat hutang dan tidak terkait sama sekali," timpal keluarga Sahun lainnya.

Dalam kesempatan itu, Sahun yang sudah tua itu meminta agar Kapoldasu segera menangkap oknum perwira Polisi AKP PS dan istrinya. "Tolong Pak Kapolda, kami rakyat kecil minta keadilan," ucapnya sembari meneteskan air mata. (Rel)
Views

 

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Seorang pria berinisial SI (23) warga Jalan Bromo, diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Medan Kota. Pasalnya, pria ini  kedapatan mengantongi 1 plastik klip sabu saat diamankan di Jalan Sukarame, Gg. Dua, Kelurahan Tegal Sari III, Kecamatan Medan Area.

Informasi yang dihimpun, penangkapan tersebut terjadi pada Rabu (7/7/2021) lalu, dimana saat itu petugas mendapat laporan dari masyarakat yang resah akan adanya peredaran narkoba di Jalan Sukarame Gg Dua. Berbekal laporan itu, kemudian petugas pun segera turun ke lokasi.

Setibanya di lokasi, petugas melihat tersangka dengan logat yang mencurigakan. Tanpa buang waktu, petugas pun langsung meringkusnya.
Saat di geledah, petugas menemukan 1 plastik klip paket sabu-sabu dalam kantong celananya, dimana pelaku mengakui barang haram tersebut baru saja dibelinya dari OTK (orang tidak dikenal).

Saat ini polisi masih menyelidiki saksi dilapangan siapa bandar barang haram tersebut.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan, kepada wartawan menjelaskan, "berdasarkan laporan dari masyarakat kita berhasil meringkus tersangka beserta barang buktinya. 
“Barang haram itu baru ia beli seharga Rp 100 ribu dari orang yang tak dia kenal dan tak tahu juga namanya siapa,” jelasnya Sabtu (17/7/2021).

Kapolsek menambahkan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut dan tersangka dikenakan Pasal 112 ayat (1) dari UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Red/Rn)