.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Iklan

Iklan

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Aksinya sempat viral karena nekat mencuri di ruang isolasi pasien Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan, seorang pria akhirnya ditangkap pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Timur.

Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin mengatakan, pelaku pencurian yang ditangkap merupakan Sastro Wijoyo Lumban Tobing (40), warga Jalan Ngalengko, Kecamatan Medan Timur.

"Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, diketahui identitas pelaku. Kita lihat dari video hingga mengetahui pelakunya," kata Arifin, Selasa (4/5/2021).

Dijelaskan Kapolsek Medan Timur, pelaku pencurian di RSUD Dr Pirngadi Medan ditangkap personel Reserse Kriminal (Reskrim) di lokasi tidak jauh dari kediamannya. Saat ditangkap dan diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya telah mencuri sejumlah uang.

"Setelah itu langsung diboyong ke Mako," ujarnya.

Lanjut Arifin menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, pelaku yang telah ditetapkan tersangka mengaku tidak menyadari kalau ruang di RSUD Dr Pirngadi Medan tempatnya beraksi tempat isolasi pasien Covid-19.

"Pengakuannya, saat melintas melihat tas korban, lalu masuk ke ruangan itu dan mengambil uang dari tas sebanyak Rp 2.700.000," sebutnya.

Kepada polisi, tersangka juga mengaku baru sekali melakukan pencurian di rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan itu. Sementara laporan pihak RSUD dr Pirngadi Medan sudah sering kehilangan.

"Jadi, masih kita kembangkan lagi. Kita menduga pelaku sudah lebih satu kali melakukan pencurian," terangnya.

Tidak hanya menangkap pelaku, polisi turut menyita barang bukti celana pendek dan flashdisk yang berisi rekaman CCTV (Closed Circuit Television). Terhadap pelaku sudah dilakukan rapid test Covid-19, dan hasilnya negatif.

"Pelaku juga mengaku kalau uang yang dicuri digunakan untuk membayar sewa rumah. Itu pengakuannya," ucap  Kapolsek.

Sebelumnya seorang pria terekam CCTV mengambil uang di salah satu ruang isolasi pasien Covid-19 RSUD Dr Pirngadi Medan. Korban atas nama Ilham, warga Kecamatan Medan Tembung, mengaku kehilangan uang sebesar Rp 2.700.000.

Video viral di media sosial pada Selasa, 22 April 2021. Pihak kepolisian menangkap pelaku pada Senin, 3 Mei 2021. (Red)
Views


INTAIKASUS.COM, (Sunggal) - Seorang pria inisial SS (48) warga Kel. Sempakata harus meringkuk di sel tahanan Polsek Sunggal setelah diringkus oleh Team Khusus Anti Bandit (Tekab) Polsek Sunggal, karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Demikian disampaikan Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH didampingi Kasi Hukum Aiptu Ngatijan dan Kasi Humas Aiptu Roni Sembiring kepada wartawan saat dikonfirmasi, Senin (03/04) di mako Polsek Sunggal.

Dijelaskan Kanit, penangkapan tersebut usai orang tua korban, SM (35) warga Kel. Kwala Bekala, melaporkan kejadian pencabulan yang dialami oleh anak kandungnya, sebut saja Bunga (14), yang diduga dilakukan oleh SS.

Dipaparkannya, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (21/02) sekira jam 09.00 wib di rumah terlapor di Jln. Bunga Sedap Malam, Kel. Sempakata. Saat itu korban yang merupakan pengasuh dari anak tersangka sedang memberikan susu formula kepada anak tersangka. Selanjutnya tersangka mendekati korban kemudian melakukan pencabulan terhadap korban karena situasi saat itu sedang sepi.

"Sejak itu, korban menunjukkan perubahan sikap sehingga mengundang kecurigaan dari orang tuanya,  dan saat ditanyakan korban menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada ibu kandungnya yang akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sunggal pada 2 April 2021," tambah Kanit.

Selanjutnya, ucap Kanit lagi, penyidik PPA berhasil mengumpulkan dan mendapatkan alat bukti sehingga akhirnya tersangka berhasil kita amankan pada Jumat (30/04) dirumahnya tanpa perlawanan.

"Saat ini, tersangka kita tahan di RTP Polsek Sunggal dan kita persangkakan melanggar pasal 81 ayat (2) subs pasal 82 ayat(1) Jo Pasal 76 E UU RI No. 35 Th. 2014 tentang perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara", pungkasnya mengakhiri. (Rel/Rn)
Views


INTAIKASUS.COM, (MEDAN)  - Seorang pria di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat sore ditangkap petugas unit Reskrim Polsek Medan Area, karena memiliki sepucuk senjata api rakitan. Selain sepucuk pistol, dari tangan pelaku juga disita sejumlah amunisi aktif.

Pria tersebut bernama, Sarwo Edi Sitanggang, ditangkap di Jalan Tempuling Medan, setelah sebelumnya polisi menerima informasi dari masyarakat, yang resah setelah mengetahui pelaku memiliki senjata api.

Dari informasi tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan, hingga berhasil menangkap pelaku.

Ketika ditangkap, selain menyita sepucuk senjata api rakitan, polisi juga menemukan beberapa amunisi aktif.

Wakapolrestabes Medan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Irsan Sinuhaji menyebutkan, bahwa pihaknya saat ini masih mendalami keterangan pelaku, guna memastikan apakah senjata api rakitan yang disita dari tangan pelaku, pernah digunakan untuk tindak kejahatan atau tidak.

"Pihak kepolisian juga tengah mendalami asal usul senjata yang disita dari tangan pelaku. Dalam kasus ini, pelaku terancam akan dipenjara selama 10 tahun, karena dijerat dengan Undang - Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951," tandasnya. (Red/Ik)

Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Personel Unit Reskrim Polsek Medan Area Berhasil mengungkap Kasus pembongkaran Rumah Toko (Ruko) di komplek Asia Mega Mas jalan Asia Raya Blok H 6 Kelurahan Sukaramai 2 Kecamatan Medan Area, dan meringkus 3 pelaku, Jumat (30/4/2021).

Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago dan Kanit Reskrim Iptu Rianto mengatakan, ketiga pelaku yang ditangkap yakni: Rahmad Dani Alias Dani Ayam (27) warga jalan Kepiting 7 No 221 Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Faizar Banazik Alias Faisal (26) Warga jalan Puri Gg: Waspada No 2 E, Kelurahan Komat 1 Kecamatan Medan Area, dan Zulfahmi Lubis Alias Fahmi (28) Warga jalan Pukat 2 No 130 Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung.

"Ketiga pelaku kita amankan setelah membongkar Ruko milik Korban Riyadi (31) pada hari Sabtu (17-4-2021) sekira pukul 06.45 Wib ", kata Irsan.

Irsan menjelaskan, dalam aksinya,  pelaku menggasak hampir deluruh barang berharga Mmlik korban.  Akibat dari kejadian itu korban kehilangan 1 unit TV LED merek SHARP 60 inci warna Hitam, 1 unit Tv Led merek Sharp 52 inci, 2 unit Tv merek Sony masing - masing 40 dan 22 Inci, 1 unit Tv Led Merek Toshiba 32 inci, 3 unit monitor, komputer merek Lg, 2 unit, Tv merek Lg 21 inci.

Kemudian 1 unit monitor Dei, 2 unit Ac merek Sharp 1 peka, 4 unit mesin Ac,  2 Buah microwafe, 3 unit Dvd player, 1 unit printer merek Brother, 1 unit Printer merek Canon, 1 unit Scanner merek canon, alat perlengkapan kantor, beberapa pakaian, 1 Sparepart Genset ,1 unit Stabilizer Listrik, 1 buah Blender, 2 unit Cpu, beberapa Barang pecah belah dan Sparepart Mobil fuso diantaranya, 6 buah bangku mesin belakang 10 buah baut Roda depan sebelah kanan,8 buah baut Roda depan Sebelah kiri, 250 buah karet tutup Abu, 40 buah karet Rem 55,56,20 Buah karet Rem 35,5,20 buah karet Rem 50, 5,20 Botol Lem Silikon.

Selanjutnya 5 buah batu gerenda Potong,10 buah batu gerenda Tebal,4 buah Tojok klos bawah ,5 buah Saringan oli Lohan, 8 buah saringan oli Fuso,8  Saringan solar lohan,8 buah saringan Atas Fuso 11 buah Saringan solar bawah fuso,2 buah mata gerenda potong kayu dan 30 buah baut Roda jumbo belakang,kerugian ditaksir Ratusan Juta Rupiah.

Alhasil, lanjut dikatakan mantan Kapolres Madina ini, pada Rabu (28-4-2021) sekira pukul 24.00 wib,  salah satu pelaku pencurian Ruko bernama Faisal Bawazir alias Faisal berhasil dringkus petugas saat berada dirumah orang tuanya di Jalan Karya Darma Gg  Sukur 4,  Kecamatan Medan Johor.

Setelah di interogasi, pelaku mengaku bahwa dirinya beraksi bersama 2 temannya Rahmad Dani Alias Dani Ayam dan Zulfahmi Alias Fahmi.

Selanjutnya kita lakukan pengembangan dan berhasil meringkus pelaku Dani Ayam dirumah pamannya di Jalan Sejati Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia. Kemudian petugas melakukan pengembangan lagi dan meringkus tersangka Zulfahmi dirumahnya di jalan Pukat 2 No 130. Kelurahan Bantan Timur,  Kecamatan Medan Tembung. Guna penyelidikan lebih lanjut, ketiga pelaku dibawa ke mako Polsek Medan Area," sebut Irsan.

Menurut pengakuan tersangka Dani Ayam, ia menerima uang hasil kejahatan sebesar Rp 2,2.juta. tersangka Faisal menerima Rp 1 juta dan tersangka Fahmi menerima Uang Rp 50 Ribu," katanya.

Irsan menambahkan, "bahwa Ruko milik korban dulunya Kantor dan sudah lama kosong ditinggal sama pemiliknya Hampir 1 tahun dan di buktikan dengan Keterangan saksi yakni seorang jaga malam bernama Dayat, yang melihat 3 pelaku keluar dari belakang Ruko yang di bobol", pungkasnya. (Red)


Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Penyidik Subdit III Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Sumut telah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Wildan Aswan Tanjung, Kamis (29/4).

Pemeriksaan yang dilakukan itu, mengingat status Wildan Aswan Tanjung yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas perkara dugaan secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan biaya pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan sektor perkebunan yang diterima Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan TA 2013, 2014 dan 2015. 

“Ya, Penyidik Subdit III Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Sumut telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Wildan Aswan Tanjung mantan Bupati Labusel,” kata Direktur Krimsus Poldasu Kombes Pol John Nababan melalui Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Hadi Wahyudi, Jumat (30/4).

Hadi menjelaskan, perkara tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka Wildan Aswan Tanjung menyebabkan kerugian negara sebesar Rp1.900.000.000. Menurutnya, penghitungan kerugian negera itu berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Sumut.

“Sehingga usai proses pemeriksaan terhadap Wildan Aswan Tanjung selesai dilakukan penyidik melengkapi dan mengirimkan berkas perkara tahap I ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara,” jelasnya.

Kendati demikian, Hadi mengungkapkan terhadap tersangka Wildan Aswan Tanjung setelah menjalani pemeriksaan tidak dilakukan penahanan. Penyidik menilai tersangka sangat kooperatif. Namun begitu, seluruh barang bukti telah dilakukan penyitaan. 

“Dalam kasus korupsi yang dilakukan tersangka Wildan Aswan Tanjung dikenakan Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP,” pungkasnya.(Rel)

Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Polda Sumut menetapkan lima orang tersangka dalam kasus penggunaan alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara.

Kelima tersangka itu antara lain PM (45) selaku Plt Branch Manager Laboratorium Kimia Farma Medan Jalan RA Kartini, merangkap Kepala Layanan Kimia Farma Diagnostik Bandara Kualanamu.

PM berperan sebagai penanggungjawab laboratorium. Ia juga diduga memerintahkan penggunaan cotton bud swab antigen bekas. Kemudian SR (19), DJ (20), M (30), dan R (21).

Dari hasil pengembangan, kita menetapkan 5 orang tersangka dalam pelanggaran UU kesehatan ," kata Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra, Kamis (24/4/2021) di Mapolda Sumut.

Jajaran Poldasu mengungkap  pidana di bidang kesehatan, yaitu melakukan atau memproduksi mengedarkan dan menggunakan bahan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standard keamanan khasiat atau kemanfaatan dan mutu.

Menurutnya, kasus ini terungkap pada Selasa, 27 April 2021. Saat itu Tim Penyidik Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut menerima informasi penggunaan kembali alat tes antigen di Lantai M Gedung Bandara Kualanamu.

Para tersangka ditangkap karena memproduksi mendaur ulang stik yang digunakan sebagai alat untuk melakukan tes swab antigen. Stik tersebut didaur ulang oleh para pelaku. Kemudian dicuci kembali, dibersihkan, dan dikemas kembali. Alat tes antigen itu kemudian dipakai di Bandara Kualanamu.

Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti, antara lain rapid rest deviq, brus swab, stik antigen, tabung, cairan buffer plastik ukuran 9 Ml, 2 buah stik control, hingga uang Rp177 juta.

Panca Putra mengatakan, praktik daur ulang alat rapid test antigen itu telah berjalan sejak bulan Desember 2020. Dalam menjalankan aksinya para tersangka memiliki peran masing-masing.

"Ada yang bertugas menerima pendaftaran, petugas yang membuat surat reaktif atau tidak, dan pimpinan yang merupakan bisnis manager," kata Panca.

Selain lima tersangka, ada tiga orang lainnya yang berperan sebagai petugas tes swab dan masih berstatus sebagai saksi.

Mereka menerima perintah dari PC untuk tidak menggunakan stick atau alat pengambil sampel yang baru,  melainkan yang daur ulang.

"Jadi untuk membedakan mana stick baru atau daur itu dari segel bungkusan. Kalau yang baru, kedua sisi bagian dalam bungkusan masih rapi," tukasnya.

Kelima tersangka dijerat Pasal 98 ayat (3) Jo pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

"Mereka juga dijerat dengan Pasal 8 huruf (b), (d) dan (e) Jo pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp2 miliar.," tandas panca. (Red)

Views


INTAIKASUS.COM, (Sunggal) - Tekab Polsek Sunggal Polrestabes Medan berhasil meringkus dua orang laki-laki inisial MZ alias J (20) warga Kel. SEI Sikambing CII Kec Medan Helvetia dan R (20) warga Kel. Dwikora Kec. Medan Helvetia akibat tertangkap tangan beberapa saat setelah melakukan penjambretan.

Keberhasilan tersebut disampaikan Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH, didampingi Kasi Hukum Aiptu Ngatijan dan Kasi Humas Aiptu Roni Sembiring, Selasa (27/04) saat dikonfirmasi di mako Polsek Sunggal.

Dijelaskan Kanit, pengungkapan tersebut berawal dari team Tekab Polsek Sunggal yang sedang melaksanakan tugas patroli untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan jalanan, melintas di Jln. Amal Kel. Sunggal pada Senin (26/04) sekira pukul 14.30 wib.

Saat melintas tersebut, team melihat kedua pelaku memepet sepeda motor korban Rumita (43) warga Desa Sei Semayang hingga terjatuh, namun kedua pelaku langsung melarikan diri.

Melihat kedua pelaku melarikan diri, team langsung mengejar keduanya hingga keduanya terjatuh dari sepeda motor yang dipakainya, namun masih berupaya melarikan diri sehingga team dibantu masyarakat yang kebetulan berada di tempat kejadian berhasil mengamankan keduanya.

Saat itu juga korban yang sudah dalam keadaan terluka dipertemukan dengan kedua pelaku. Korban menjelaskan bahwa keduanya telah menjambret korban hingga terjatuh dari sepeda motor.

"Kita sudah mengamankan keduanya berikut barang bukti berupa 1 (satu) buah tas sandang warna Merah Muda merk Roberto 
yang didalamnya berisikan 1 (satu) buah dompet warna gold berisi uang tunai Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah)
milik korban dan 1 (satu) unit sepeda motor Honda Beat warna Hitam No.Pol.: BK-2376-JAS milik tersangka R," tambah Kanit lagi.

"Untuk kedua tersangka kita persangkakan melanggar pasal 365 Ayat (2) ke-2e dari KUHPidana dengan ancaman
hukuman penjara selama – lamanya 12 tahun," imbuhnya.

"Untuk masyarakat, kita himbau agar senantiasa waspada apalagi jika melintasi jalanan yang sepi agar terhindar dari niat jahat pelaku kejahatan," pungkasnya mengakhiri. (Rel/Rn)