.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

advert

advert

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Belawan) - Selama sepekan, belasan pelaku tindak kejahatan yang kerap beraksi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan berhasi digulung.

Adapun tindak kejahatan yang berhasil diungkap yakni pencurian kekerasan (Curas), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan narkoba. Dalam aksi tersebut, sebanyak 15 pelaku berhasil diamankan.

Kapolres Pelabuhan Belawan,  AKBP M Ramadhani Dayan SH,MH didamping Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edi Safari SH dan sejumlah Kasat, Senin (20/1/2020) mengatakan, para pelaku yang diamankan hari ini merupakan tangkapan selama sepekan. "Ini salah satu wujud komitmen kita, untuk memberantas para pelaku tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan," ucap Kapolres.

Lanjut AKBP Dayan mengatakan, ada empat kasus yang berhasil diungkap pihak Polres Pelabuhan Belawan dan jajaran. Untuk pelaku pencurian dan kekerasan berhasil diamankan Rudi Rudolf Siahaan (25), Jupri Sahputra alias Bokir (23), Pian alias Andi (39) dan Aidi Gunawan Lubis alias Igun (32) untuk kejahatan ini tiga diantaranya kita tindak tegas," cetus Kapolres.

Kemudian, 2 tersangka curanmor diantaranya, Eko Prastyo (26) serta Andi Nasution (26). Sedangkan untuk narkoba  yang berhasil diamankan Syafrizal alias Izal (28), Haris Arfian alias Melon (37) dan M Yahya alias Ahmad (39). Selanjutnya, 6 pengedar diantaranya, Hery alias Bel (28), Ramadhan Pane alias Niko (44), Boby Anggriawan (28), Riky Yogita Harahap (26) dan Supriyadi alias Kunen (37).

Selain mengamankan para pelaku, pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

"Dari tangan para pelaku berhasil sejumlah barang bukti berupa sejumlah narkoba jenis sabu beserta alat hisap, senjata tajam, sepeda motor hasil kejahatan dan sejumlah uang," ujar Kapolres.

Dalam kesempatan ini, AKBP Dayan meminta peran serta masyarakat untuk bersama-sama membantu memberantas  narkoba dan tindak kejahatan lainnya.

"Kita harap peran masyarakat untuk membantu pihak kepolisian, agar tindak kejahatan jalanan maupun narkoba bisa segera kita berantas bersama - sama," tandasnya. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Madina) - Kapolres Madina Akbp Irsan Sinuhaji, S.I.K, M.H melalui personil Sat Narkoba Polres Madina dibawah pimpinan Akp Muhammad Rusli, S.H, Minggu (19/1/2020) sekira pukul 17.30 wib, berhasil mengamankan dua orang pelaku tidak pidana narkoba golongan 1 jenis sabu dari Jln. Williem Iskandar Kel. Panyabungan II Kec. Panyabungan Kab. Mandailing Natal.

"Nama kedua pelaku yakni  Nasri Rangkuti Alias Manggolap (35), warga Desa Sarak Matua Kec. Panyabungan Kab. Madina dan pelaku dengan inisial AH (17), Pelajar, warga Banjar Telkom Kel. Kayu Jati, Kec. Panyabungan, Kab. Madina" sebut Kasat Narkoba Polres Madina Akp Muhammad Rusli, S.H.

Dari kedua pelaku, lanjut kasat Narkoba, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) buah plastik kecil transprans yang di duga berisikan narkotika jenis shabu dengan berat Brutto 0,08 (nol koma nol delapan) gram.
 
Penangkapan kedua pelaku berawal dari informasi masyarakat, bahwa ada 2 (dua) orang laki - laki  mengendarai sepeda motor membawa narkotika jenis shabu dari arah Kel. Huta Siantar, selanjutnya personil Sat Resnarkoba melakukan pengejaran terhadap ke dua laki-laki tersebut yang melarikan diri ke arah Banjar Sibaguri dan membelok ke arah jln. Wilieam Iskandar, dan pada saat tepat di depan Bank Mandiri, laki-laki yang di bonceng menjatuhkan narkotika jenis shabu dari tangannya ke aspal dan pada saat itu kedua laki-laki tersebut terjatuh dari sepeda motornya dan selanjutnya anggota Sat Resnarkoba Polres Madina melakukan penangkapan terhadap kedua laki-laki tersebut dan  mengamankan barang bukti narkotika jenis shabu berikut kedua pelaku.

"Selanjutnya kedua pelaku dan barang bukti diamankan di Sat Narkoba Polres Madina guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut sesuai dengan Undang Undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, " pungkas
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Personel Satresnarkoba Polres Serdangbedagai (Sergai), terpaksa menembak dua pengedar sabu-sabu di Desa Cempedak Lobang Dusun V, Kecamatan Sei Rampah.
"Kedua tersangka terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan saat dibawa pengembangan kasus. Terungkapnya kasus ini berdasarkan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang menyebutkan lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi narkotika,” ujar Kapolres Sergai, AKBP Robinson Simatupang melalui Kasat Narkoba Polres Sergai, AKP Martualesi Sitepu SH MH, Jumat, (17/1/2020).
Awalnya, lanjut dijelaskan mantan Kapolsek Kutalimbaru ini, petugas yang menindaklanjuti laporan masyarakat berhasil meringkus Mahfil Azhar alias Juar (37), warga Dusun I Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai di Kampung Tempel Desa Penggalangan dengan barang bukti 10 paket serbuk kristal diduga sabu-sabu seberat 2,98 gram.
“Berdasarkan keterangan tersangka Juar, personel berhasil meringkus Idriyan Syah alias Kabul (29), warga Dusun X desa Firdaus, kecamatan Sei Rampah dengan barang bukti serbuk kristal diduga sabu-sabu seberat 12.03 gram beserta timbangan elektrik,” jelas Kasat seraya menambahkan bahwa total barang bukti yang disita seberat 17,40 gram.
Namun sayang, sebut Kasat ini lagi, tersangka melakukan perlawanan saat berada di depan Kantor Kejari Sergai mencoba melompati kasat dari mobil, seketika dengan reflex personel langsung menembak kaki kedua tersangka. Setelah tembakan peringatan yang diletuskan sebanyak dua kali tidak diindahkan para tersangka.
Usai diamankan, kedua tersangka berikut barang bukti langsung digelandang ke Mapolres Sergai untuk diproses.
“Akibat perbuatannya, para tersangka yang merupakan residivis kasus narkotika ini dijerat dengan Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika,” pungkas AKP Martualesi Sitepu. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bersama Polrestabes Medan kembali menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin (55), Kamis (16/1/2020) pagi.
Pada reka ulang yang kedua ini diperagakan proses rekontruksi persiapan eksekusi dan pembuangan jasad korban oleh ketiga tersangka yakni ZH, ZP, dan RF.
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, sebelum melakukan eksekusi ketiga tersangka mengadakan rapat terakhir pada 24 November 2019 lalu untuk memantapkan rencana eksekusi pembunuhan. 
"Mulai 24 November ini ketiga tersangka melakukan rapat terakhir untuk pengecekan persiapan pelaku. Tersangka juga mengecek kepada istri korban mengapa mesti dibunuh? Dan mereka sepakat untuk dibunuh," ujar Kapolda.
Kemudian pada 25 November, di the coffee town, istri korban menyerahkan uang Rp 2 juta kepada Reza untuk membeli perlengkapan yang digunakan pelaku dalam rangka eksekusi. Di antaranya sarung tangan, kemudian jaket, dua pasang sepatu, dan 2 unit handphone yang digunakan hanya untuk eksekusi.
"Handphone digunakan hanya untuk saat pelaksanaan eksekusi 28 menjelang 29 November 2019. Rangkaian ini semua berakhir pada jam 04.00 pagi," ujarnya.
Namun, ditegaskan Kapolda, rencana pembuangan jasad korban ke TKP perkebunan kelapa sawit Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, hanya rencana kedua atau plan B. Sebab, dari pengakuan tersangka, awalnya meninggalnya Jamaluddin akan direkayasa seperti mengalami sakit jantung. Namun karena ada bekas lebam di bagian wajah korban, ZH memutuskan agar jasad Jamaluddin yang juga suaminya harus dibuang.
"Disini terjadi perdebatan tidak sesuai rencana awal karena di skenariokan oleh para pelaku, korban meninggal karena serangan jantung pada pukul 01.00 WIB. Para tersangka terkejut karena ada lebam - lebam merah pada wajah korban. Ini yang mereka tidak duga karena kuatnya back up wajah korban ada meninggalkan jejak. Ini tidak diinginkan istri korban karena pasti dia bilang polisi menuduh saya sebagai pelaku. Kemudian mereka berdebat akhirnya disepakati membuang jenazah. Istri korban bersikeras bawa dan buang dari rumah," tegas Kapolda Sumut.

Selanjutnya, untuk menutupi perilaku pembunuhan ketiganya, ZH memberikan isyarat kepada pelaku ZP dan RF untuk tidak menjalin komunikasi selama 4-5 bulan. Sehingga Kapolda memastikan ini merupakan pembunuhan berencana.
"Istri korban memberikan warning jangan pernah menghubungi saya 4 atau 5 bulan ke depan sampai semuanya dinyatakan aman. Ini menarik, sehingga dugaan kita pasal yang kita tuduhkan mudah - mudahan nanti pak Kajari akan menguatkan kasus ini menjadi kasus pembunuhan berencana," ujarnya.
"Di sini ada 54 adegan di rumah sampai nanti ke TKP pembuangan," tambahnya.
Tiga tersangka, Zuraida Hanum (41), Jefri Pratama (42), dan Reza Fahlevi (29) kembali dihadirkan di 4 lokasi rekonstruksi. Kendaraan yang mereka gunakan juga dibawa ke lokasi TKP. Rekontruksi dilakukan di 4 lokasi, dengan total 77 adegan. (Net)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Kapolres Serdang Bedagai (Sergai), AKBP R. Simatupang, SH, M.Hum memimpin Konferensi Pers ungkap kasus di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai, Minggu I s/d Minggu II pada Bulan Januari 2020, Kamis (16/1/2020) sekitar Pukul :10.45 WIB, bertempat di Halaman Mapolres.

Turut hadir juga Waka Polres Kompol Gunawan Hery Sudarto, S.Sos, M.H, Kabag Ops Kompol Sofyan,S.H, Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu, Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno, Kasat Intel AKP T.Manurung, Kasubbag Humas IPDA Zulfan Ahmadi, Kasiwas IPDA Marthadinata, Kasi Propam IPDA A.M. Purba, Kasat Tahti IPTU T. Hutagalung, dan rekan Pers unit Polres Sergai.

Kapolres Sergai AKBP R. Simatupang dalam paparannya mengatakan bahwa hal ini juga kebijakan dan intruksi Kapolda Sumut, terkait pemberantasan narkotika, perjudian dan tindakan kejahatan lainnya, oleh karenanya kita lakukan operasi penyalahgunaan narkoba baik jajaran Polres hingga Polsek," ujarnya.

Lanjut Kapolres, dalam kasus Narkoba sebanyak 15 Laporan Polisi (LP) dengan rincian 6 LP Sat Narkoba, 1 LP Polsek Firdaus, 1 LP Polsek T. Beringin, 1 LP Polsek T. Mengkudu, 3 LP Polsek Perbaungan, 2 LP Polsek Dolok Masihul dan 1 LP Polsek Kotarih.

“Dengan jumlah tersangka 18 orang, yakni Laki-laki berjumlah 17 orang dan perempuan 1 orang. Sedangkan Barang Bukti berupa 6,84 GR Ganja, 53,3 GR Shabu dan 0.4 Gr Ekstasi dan Status tersangka yaitu Pengedar 14 orang dan Pemakai 4 orang.

Kepada tersangka, pasal yang dipersangkakan pengedar narkoba melanggar pasal 114 (1) Sub 112 UU RI nomor 35 Tahun 2009 ancaman hukuman penjara paling singkat 5 Tahun paling lama 20 Tahun, denda paling sedikit Rp. 1 Milyar paling banyak Rp.10 Milyar.

"Sedangkan bagi pemakai, melanggar pasal 112 (1) Sub 112 UU RI nomor 35 Tahun 2009 ancaman hukuman penjara singkat 4 Tahun, paling lama 12 Tahun. Denda paling sedikit Rp. 800.000.000 paling banyak, Rp 8 Milyar.

“Selain itu, nanti akan kita buat Desa Percontohan, bebas narkoba di Sergai dengan menghadirkan pos penjagaan personil sehingga meminimalisir penyalahgunaan narkotika,” ungkap mantan Kapolres Batubara ini.

Kemudian, Kapolres Sergai memaparkan pengungkapan perjudian, pencurian dengan keberatan (curat), dan pencurian kekerasan (curas).

“Untuk kasus judi, 16 Laporan Polisi dengan rincian, 7 LP Sat Reskrim, 3 LP Polsek Dolok Masihul, 1 LP Polsek Firdaus, 1 LP Polsek Kotarih, 1 LP Polsek Teluk Mengkudu, 1 LP Polsek Perbaungan dan 1 LP Polsek Pantai Cermin,” terang  Kapolres kepada awak media.

Ditambahkannya, Kasus Curat 2 LP dengan rincian 2 LP Sat Reskrim dan 1 LP Polsek Teluk Mengkudu, kemudian Kasus Curas, 1 LP Polsek Teluk Mengkudu dengan jumlah Tersangka 22 orang.

“Sementara Barang Bukti diamankan berupa 2 Mesin Jakpot, uang tunai Rp. 695.000, 8 buah HP, 4 Buku Tafsir Mimpi dan 6 Lembar Kertas Pesanan KIM,” pungkas Kapolres. (Bayu
Views

INTAIKASUS.COM, (Belawan) - Dedi Nainggolan alias Dedi (23) tersangka pembunuhan terhadap Darmansyah (44) pemilik usaha toko kelontong di Medan Labuhan, akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Medan Labuhan.
"Pelaku menyerahkan diri ke Polsek Medan Labuhan diantar oleh keluarganya. Pelaku sempat menghilang setelah melakukan penikaman terhadap korban sehari sebelumnya," ujar  Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP H MR Dayan saat memaparkan kasus tewasnya Darmawan di Mapolsek Medan Labuhan, Rabu (15/1/2020) siang.
Kapolres menjelaskan, Pembunuhan dilakukan tersangka terhadap Darmansyah, warga Jalan Rawe VII, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, pada Senin (13/1/2020) sekira pukul 23.00 WIB, diduga persoalan masalah gadai sepeda motor.
Tersangka menggadaikan sepeda motor Yamaha MX kepada korban senilai Rp 5 juta dengan jangka waktu sekira tiga bulan. Namun, saat sepeda motor akan ditebus, ternyata motor tersebut tidak ada lagi, dan  digadaikan kembali oleh korban. Karena itu, terjadi keributan antara keduanya sehingga berujung penikaman.
Tersangka yang membawa sebilah pisau dapur lalu mendatangi korban dan menghujamkan senjata tajam tersebut ke bagian leher korban yang langsung terjatuh berlumuran darah. Kemudian tersangka kabur meninggalkan lokasi.
Sejumlah tetangga yang melihat korban berlumuran darah, bersama istri dan anak korban berusaha memberikan pertolongan dengan membawa korban ke RS Delima, Martubung. Namun sesampai korban di rumah sakit, korban meninggal dunia.
"Setelah jenazah tiba di rumah, istri korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Medan Labuhan dan laporan itu ditindaklanjuti dengan mengirim kembali mayat korban pembunuhan ke RS Bhayangkara Medan serta mengejar tersangka yang telah diketahui identitasnya.
"Karena khawatir jadi buronan, tersangka didampingi pihak keluarganya menyerahkan diri ke Polsek Medan Labuhan," ungkap orang nomor satu di Mapolres Belawan ini. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Sat Reskrim unit Ranmor Polrestabes Medan, menembak seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor dengan pemberatan (Curat), karena mencoba melarikan diri saat akan dibekuk.
Tersangka yang ditembak bernama Ari Lintang (26) warga Jalan Selamat Keluraha Sitirejo III Kecamatan Medan Amplas Medan. Sedangkan dua tersangka lain, Heriputra (36) Jalan Karya Jaya Kecamatan Medan Johor dan Alex masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Tersangka ditangkap berdasarkan laporan korban Ikhsan Soliana Lubis (32) warga Jalan Garu I Gang Salak No.63 Kecamatan Medan Amplas dengan laporan Polisi Nomor : LP/104/K/I /SPKT 2020/Restabes Medan tanggal 12 Januari 2020," terang Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edizon Isir SIK MTCP melalui Kasat Reskrim AKBP Maringan Simanjuntak SH MH, Selasa (14/1/2020).
Lanjut dikatakan Kasat Reskrim ini, pencurian yang dilakukan tersangka terjadi pada Sabtu, 11 Januari 2020 sekira pukul 05.00 WIB dan tersangka berhasil ditangkap pada Minggu,12 Januari 2020 sekira pukul 02.30 WIB di Jalan Jermal VII Medan.
"Dari tersangka diamankan barang bukti berupa satu buah kunci T dan satu buah anak kunci T, satu potong baju kaos warna hitam dan sepasang sepatu warna hitam lis putih.
Kini tersangka sudah ditahan di RTP Polrestabes Medan, guna proses pemeriksaan lebih lanjut sambil menunggu berkasnya dilimpahkan ke kejaksaan.
"Akibat perbuatannya, tersangka dijerat melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 363 ayat (2) KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara," pungkas AKBP Maringan. (Rn)