.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

advert

advert

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (SERGAI) - Satres Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) kembali berhasil  mengungkap sekaligus meringkus 2 pelaku penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya, Senin (27/1/2020) pukul 20.00 s/d 23.30 WIB.

Keduanya diketahui bernama  Ahmad Fadila alias Dila, (28) sebagai pengedar narkoba dan Iskandar alias Kandai, (25) sebagai Bandar (BD), keduanya warga Dusun I Desa Pantai Cermin Kiri Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Sergai.

Keduanya diamankan dilokasi berbeda, di Cafe Bidin Pantai 88 Desa Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin dan Dusun II Desa Pantai Cermin Kiri Kecamatan Pantai Cermin, Sergai.

Berikut barang bukti dari tersangka Ahmad Fadila alias Dila berupa, 1 (satu) bungkus rokok Sampoerna yang di dlmnya berisikan 2 helai plastik klip transparan diduga berisi Sabu berat brutto 0,23 gram, 1 bal plastik klip transparan kosong dan 1 buah sekop yang terbuat dari pipet plastik.

Sedangkan dari tersangka Iskandar alias Kandai berupa
1 (satu) buah dompet yang berisikan 1 plastik klip transparan berisi kristal diduga sabu berat brutto 0,20 gram, 4 (empat) lembar selip  transfer dan 1 (satu) unit hp merk Samsung.

Kapolres Sergai, AKBP R. Simatupang, SH, M.Hum melalui Kasat Res Narkoba AKP Martualesi kepada wartawan menyampaikan,  penangkapan ini menindaklanjuti informasi dari masyarakat tentang adanya jual beli narkotika di Dusun I Desa Pantai Cermin Kiri, bahwa personil Sat Narkoba berulang kali melakukan penyelidikan, dimana diketahui pengedarnya bernama Kandai namun berulang kali penindakan terhadap Kandai dilakukan selalu lolos.

"Bahkan diawal bulan Nopember 2019, ketika Sat Narkoba Polres Sergai melakukan penggrebekan dirumahnya pada TKP 2 tersebut diatas, oleh keluarganya memprovokasi masyarakat dengan alasan polisi menjebak, sehingga tersangka saat itu tidak bisa ditangkap karena dihalang halangi masyarakat," ujar Kasat Narkoba.

Kasat narkoba menambahkan, saat akan diamankan tersangka sempat bersembunyi didalam lemari kamar ayahnya dengan telanjang hanya memakai celana dalam. 

"Sekitar satu jam didalam lemari karena sesak nafas akhirnya tersangka keluar dan langsung diamankan petugas seraya tersangka mengatakan saya menyerah pak saya salah".

Selanjutnya kata petugas, ya tapi kau hebat bisa lolos dan sekarang kau tertangkap biar tetanggamu tau bahwa kau pengedar narkoba dan polisi tidak salah tangkap ya kan dan langsung di iyakan oleh tersangka, saya salah pak kata tersangka Kandai kepada petugas.

Lalu pada Kamis (23/1) sekira pukul 20.00 Wib, personil Sat Narkoba melakukan under cover buy di Cafe Bidin Pantai 88 Desa Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin guna bertransaksi dengan Dila yang mengajak personil ke pondok tepi pantai dan ketika Dila menyerahkan 1 (satu) paket klip transparan diduga berisikan butiran kristal sabu, ia pun langsung diamankan," beber AKP Martualesi Sitepu.

Ditambahkannya, kemudian terhadap Dila dilakukan pengembangan yang menerangkan mendapatkan narkotika sabu dari target operasi bernama Kandai seketika dilakukan pengembangan dan berhasil menangkapnya di jalan Dusun II Desa Pantai Cermin Kiri Kecamatan Pantai Cermin.

Dari hasil penggeledahan badan Kandai berhasil disita barang bukti berupa 1 (satu) buah dompet yang berisikan 1 plastik klip transparan berisi kristal diduga sabu berat brutto 0,20 gram, 4 (empat) lembar selip transfer dan 1 (satu) unit hp merk Samsung namun Kandai mengelak atas kepemilikan barang bukti tersebut dan saat ini terhadap Kandai masih dikembangkan.

Kedua tersangka dijerat pasal 114 Sub 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara", tandas AKP Martualesi Sitepu. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Pancur Batu) - Unit Reskrim Polsek Pancur Batu meringkus 
Maradona (34), warga Jalan Karakatau Ujung Gg Padi Tol Mulia VI, LK XVIII, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, karena melakukan aksi pencurian di 4 (empat) gerai Swalayan yang berada di Wilkum Polsek Pancur Batu. Tersangka diamankan dari Alfa Mart tepatnya di depan Green Hill, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (23/1/2020), siang pukul 12.00 WIB, 

Kapolsek Pancur Batu, AKP Dedi Dharma, SH didampingi Kanit Reskrimnya Iptu Suhaily Amri Hasibuan SH, MH menjelaskan, tersangka menjalankan aksinya secara estapet, diantaranya mencuri barang-barang di Toko Alfamart Pancur Batu, Desa Lama, dan setelah berhasil kembali melanjutkan aksi pencurian ke samping Geray Indomaret, Pancur Batu Desa Lama dan kemudian menuju Toko Alfamart, Desa Tengah dan Toko Alfamart, Desa Suka Makmur serta Toko Indomaret SPBU Desa Suka Makmur.

"Tersangka beraksi mengendarai mobil Nissan Juke Silver BK 1839 AF ke Indomaret Suka Makmur dan masuk dengan berpura-pura belanja, namun tersangka mengambil barang milik toko dan memasukkannya ke dalam tas coklat yang disandangnya lalu keluar tanpa membayar", ungkap AKP Dedi.

Setelah itu, lanjut Kapolsek, tersangka pergi dan mendatangi Geray lainnya dan masuk kedalam dengan modus yang serupa yaitu berpura-pura berbelanja namun mengambil barang-barang milik toko dengan memasukkan ke dalam tas miliknya lalu keluar tanpa membayar.

Tetapi aksi tersangka di ketahui salah seorang pegawai Geray yang lalu kemudian tersangka di teriaki maling sehingga tersangka di amankan warga dan tersangka mengakui ada mengambil barang-barang milik toko tanpa ijin dan membayar.

"Saat tersangka diamankan warga, personil Polsek Pancur Batu yang sedang melakukan patroli di seputaran lokasi ada mendapat informasi bahwa ada seorang tersangka pencurian barang barang toko di Desa Suka Makmur sudah di amankan warga, kemudian petugas segera menuju TKP dan mengamankan tersangka berikut barang bukti," ujar Kapolsek.

Dari hasil interogasi tersangka mengakui perbuatannya  mengambil barang barang toko mulai dari kawasan Pancur Batu sampai Desa Suka Makmur dengan mengendarai mobil Nissan Juke BK 1839 AF, dan kemudian tersangka beserta barang bukti diboyong ke Mapolsek Pancur Batu guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa, 10 kotak Susu Bebelac 4 ukuran 400 Gram, 5 kotak Susu Bebelac 3 ukuran 400 Gram, 1 kotak Susu Nutrilon Royal 3 Ukuran 400 Gram, 8 kotak Ninyak Telon My Baby ukuran 85 Ml, 14 kotak Minyak Telon My Baby ukuran 57 Ml. Kemudian, 22 buah Vitamin Rambut Merk Ellips, 1 buah tas sandang kulit warna coklat, serta 1 unit Mobil merk Nissan Juke warna Silver BK 1839 AF yang dikendarai tersangka.

"Akibat perbuatan tersangka sejumlah toko mengalami kerugian ada yang sebesar Rp.2,5 juta dan Rp.327.500", tandas AKP Dedi. 
(Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Patumbak) - Unit Reskrim Polsek Patumbak membekuk dua pria pecandu narkotika jenis shabu di Jalan Pasar X Tembung, Desa Bandar Klippa, Kacamatan Percut Sei Tuan, Senin (20/1/2020) sore.
Keduanya yakni Irfan Syahputra (34), warga Jalan Pasar X Medan Tembung dan Muhammad Rezeki (35) penduduk Jalan HM Yamin Gang Ulung Kecamatan Medan Perjuangan.
"Dari kedua tersangka disita sejumlah barang bukti berupa satu paket kecil sabu senilai Rp50.000, sepeda motor Beat plat BK 4883 AIT warna hitam dan dua unit handphone," kata Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fahreza didampingi Kanit Reskrim Iptu Gindo Manurung, Kamis (23/1/2020).
Lanjut dijelaskan Kapolsek,  bahwa penangkapan kedua tersangka setelah petugas Tim Opsnal Polsek Patumbak yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Gindo Manurung didampingi Panit Ipda Darman Lumban Raja menerima informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Pancasila Tembung sering terjadi transaksi narkoba jenis sabu.
"Kemudian tim melakukan penyelidikan dan benar bahwa kedua tersangka ada membeli sabu dengan mengendarai Honda Beat plat BK 4883 AIT. Pas di Jalan Pasar X Tembubg, Tim Opsnal berhasil menghentikan sepeda motor pelaku. Saat dilakukan penggeledahan badan ditemukan narkoba jenis sabu yang dipegang pelaku Irfan," ujar Kompol Arfin.
Saat diintrogasi, sambung Kompol Arfin, kedua tersangka mengaku membeli sabu itu dari seorang laki-laki yang tidak diketahui namanya seharga Rp50.000. Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti diamankan dan diboyong ke Mapolsek Patumbak, guna di proses lebih lanjut.
"Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat  melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 114 juncto Pasal 112 Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara," pungkas Kapolsek. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Tanah Karo) - Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Tanah Karo berhasil mengamankan 1 orang Kapolsek Payung, 2 orang Pegawai Rutan Kelas IIB Kabanjahe dan 4 Orang Warga Binaan Narapidana (Napi) serta 6 masyarakat sipil dalam penyalahgunaan Narkoba jenis Sabu Sabu.
Kasat Narkoba AKP Ras Maju Tarigan, ketika menggelar Konferensi Pers, Kamis (23/1) di Ruang Pur Pur Sage Polres Karo sekira pukul 15:30 Wib mengatakan, dari 13 Tersangka tersebut, Satnarkoba juga mengamankan barang bukti berupa 43,05 gram Sabu Sabu dan 1,74 gram Daun Kering Ganja, 5 unit Hanpond dan 1 Pucuk senjata Air Soft Gun terdiri dari 8 Laporan Polisi.
"Untuk Kapolsek Payung Iptu Samson Sembiring bersama 3 orang masyarakat sipil penangganan pemeriksaan di tangani oleh DirNarkoba Poldasu. Sedangkan, 2 oknum Pegawai Rutan atas nama, M Angga Primana dan Tio Sukma Hady bersama dengan 4 Warga Binaan Narapidana ditahan di Tahanan Polres Karo," kata Ras Maju Tarigan.
Lebih lanjut Ras Maju menjelaskan,  terhadap para tersangka Pasal yang disangkakan Pasal 112 dan 114 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 dengan hukuman minimal 4 tahun maksimal 20 tahun penjara. "Dan terkhusus bagi kedua Pegawai Rutan penambahan Pasal 132 tentang kerja sama jaringan memperlancar atau mempermudah masuknya jaringan Narkoba jenis sabu ke Rutan Kabanjahe, dan hukuman minimal 6 penjara dan maksimal seumur hidup," ujarnya.
Sedangkan Ka. Rutan Kelas IIB Kabanjahe Simson Bangun SH ketika ditanya wartawan mengatakan, bahwa sesuai program tetap (Protap) menggelar Razia di setiap blok Warga Binaan. "Saya langsung memimpin razia antar blok Napi, disaat itulah kita temukan narkoba jenis sabu sabu. Setelah dikembangkan ternyata adanya keterlibatan Pegawai Rutan, sehingga kita serahkan ke Satnarkoba untuk pemeriksaan Lebih lanjut," kata Simson Bangun SH. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Muhammad Rivaldi (20) warga Jalan Simalungun Gang Plamboyan Kelurahan Satria Kecamatan P.Hilir Kodya T.Tinggi, terpaksa ditembak Polres Sergai saat hendak ditangkap di Desa Kota Galuh Kec. Perbaungan Kab. Serdang Bedagai atau tepatnya Jalinsum di depan mako Polsek Perbaungan, Rabu (22/1) sekira pukul 13.30 Wib.
Dari tersangka turut diamankan barang bukti berupa, 1 (satu) plastik klip transparan yang diduga berisi Sabu berat brutto 16,91 gram, 3 (tiga) butir pil ekstasi, 1 (satu) Unit Sp.Motor Honda Vario Bk 2560 NAR dan 1 (satu) unit hand phone merek Samsung.
Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH MHum, saat ditemui wartawan, Kamis (23/1) mengatakan, pada saat Personil Sat Lantas Polres Serdang Bedagai melaksanakan giat Razia di Jalinsum depan Mako Polsek Perbaungan, datang dari arah Medan menuju T. Tinggi satu unit Sepeda Motor Honda Vario BK.2560 NAR warna hitam dan berboncengan dua orang laki laki dewasa.
"Selanjutnya personil Sat Lantas melakukan penyetopan terhadap pengendara tersebut, dan satu orang laki-laki yang dibonceng tersebut langsung melarikan diri. Sedangkan satu orang laki-laki berhasil diamankan berikut dengan sepeda motornya, dan selanjutnya terhadap pengendara sepeda motor berikut dengan sepeda motornya di bawa ke dalam mako Polsek Perbaungan," ujar Kapolres.
Selanjutnya, kata Kapolres, di dalam Mako Polsek Perbaungan dilakukan penggeledahan badan dan tidak ditemukan adanya narkotika, lalu dilakukan penggeledahan di dalam jok sepeda motor tersebut dan ditemukan satu plastik klip tembus pandang dan di dalamnya berisikan Narkotika jenis shabu dan juga terdapat tiga pil ekstasi.
"Kemudian oleh Personil Sat Lantas menyerahkan Tersangka berikut dengan barang bukti ke Sat Narkoba dan dilakukan pengembangan, dimana tersangka menerangkan bila BB satu paket shabu tersebut diperoleh dari seorang laki-laki di Amplas Medan," ujar Kapolres.
Saat di Jembatan Sungai Ular Kec. Perbaungan, Tersangka Muhammad Rivaldi mengatakan, sesak buang air kecil, dan pada saat TSK buang air kecil ternyata berupanya melarikan diri. "Petugas memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali, namun tersangka tetap melarikan diri, dan selanjutnya oleh petugas melakukan tindakan tegas dan terukur dan mengenai kaki sebelah kanan tersangka. Selanjutnya Tersangka dibawa ke Rumah Sakit Sultan Sulaiman guna pertolongan medis. 
"Kemudian tersangka berikut barang bukti dibawa kembali ke Polres Sergai guna dilakukan proses hukum," ungkap Kapolres. (Bayu)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Meski berulangkali keluar masuk penjara atas tindak pidana dilakukannya, namun hal itu tak membuat jera resedivis satu ini, Lampos Hutauruk (40) warga Jalan Matahari 6 Nomor 172 Blok 6 Perumnas Helvetia Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia.

Bahkan, sangkin ketagihan menikmati uang hasil kejahatannya, pria yang dijuluki "jangkis" sabu sabu yang sering dibabakbelurkan massa ini, kembali nekat mengelapkan sepeda motor honda vario milik tetangganya sendiri.

Korbannya, Zam Zam Jamilah (45) warga Jalan Dorowati Gang Wongso Kelurahan Sidorame Barat I Kecamatan Medan Perjuangan, mengetahui sepeda motornya digelapkan, korban yang berprofesi sebagai ASN ini pun mendatangi Mapolsek Medan Helvetia, Senin (20/01/20).

Kedatangan ibu rumah tangga ini, untuk melaporkan Lampos Hutauruk yang menggelapkan sepeda motor Vario BK 4912 ADK miliknya. Zam Zam diketahui sebagai istri dari Aswani Hafit, seorang pejabat Wakil Pemimpin Redaksi media online Pewarta Co, yang juga wartawan bertugas di Kodam I/BB.

Kepada petugas, korban mengungkapkan, kejadian itu berawal Selasa (14/01/20) sekitar pukul 17.00 Wib lalu, ketika Lampos mendatangi rumah ibu mertua korban di Jalan Matahari 6 No 176 sambil mengatakan ingin menumpang ngecas handphone.

Setelah berbincang menanyakan kabar ibu mertua korban dan cucunya, Lampos saat itu juga bersikap terburu buru menerima percakapan telepon, ia pun bergegas pergi sambil meminjam honda vario yang sudah setahun sengaja diletakkan korban di rumah mertuanya itu sebagai transport urusan rumah tangga disana.

Karena kenal dan bertetangga lama apalagi katanya hanya sebentar 5 menit menjumpai temannya, ibu mertua korban pun meluluskan peminjaman pelaku dengan menyuruh cucunya mengambil kunci vario dan memberikannya.

Namun setelah pergi membawa sepedamotor korban, Lampos langsung tak keliatan lagi batang hidungnya, pria tersebut menghilang bagaikan ditelan bumi. Hingga sepekan berlalu, pelaku tak juga datang mengembalikan sepeda motor milik korban.

Kesal dengan pelaku dan berharap agar pelaku segera ditangkap, kemudian korban melaporkan pelaku ke Mapolsek Medan Helvetia seperti yang tertuang dalam STT/42/I/2020/SU/Polrestabes Medan/Sek Medan Helvetia. "Karena sudah seminggu kami tunggu tak ada niat baiknya untuk memulangkan kereta saya, maka kasus ini kami laporkan", kata korban.

Berbagai keterangan yang dihimpun wartawan, Lampos Hutauruk ini memiliki rekam jejak kejahatan yang tak bisa dihitung dengan jari lagi. Pria luntang lantung yang dikenal sebagai "rusa" ini, beberapa waktu lalu juga pernah menggelapkan sepeda motor tetangga depan rumahnya dengan modus serupa.

Selain itu, Lampos yang diketahui warga sering bertransaksi narkoba jenis sabu sabu, pernah juga menggelapkan uang jutaan rupiah milik tetangganya yang tersandung masalah hukum. "Pelaku dengan beraninya menjual pejabat kepolisian untuk mempeloroti korban",  sebut sumber.

Selain itu, pelaku pernah juga mengelapkan dan menjual mobil rental, hingga dirinya diuber uber warga bahkan entah berapa kali sudah di babakbelurkan massa.

Sementara sumber di kepolisian menyebutkan, hampir seluruh tugas luar Polsek Helvetia itu kenal dengan Lampos Hutauruk yang dijuluki "Rembang Abal Abal Pengedar Sabu".

Hingga berita ini ditayangkan, warga Helvetia masih melihat Lampos Hutauruk berkeliaran bebas dan lalu lalang di sekitar rumahnya. "Dia, kalau tak di rumahnya, palingan di tanah garapan tempat gendaknya, atau nongkrong di tempat penjualan sabu Sabam," sebut warga setempat. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Viki Hadi (30) warga Jalan Pelajar Timur, Kecamatan Medan Denai harus mendekam dalam sel tahanan Polsek Medan Kota. Pasalnya, gegara sewa rumah dan kredit motor belum dibayar, Viki nekat menjambret. 
Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu M Ainul Yaqin menyampaikan, Viki ditangkap usai aksi jambretnya terekam kamera CCTV, yang kemudian diselidiki hingga identitasnya terungkap. "Pelaku saat ini sudah ditahan untuk proses lebih lanjut," ungkapnya kepada wartawan, Senin (20/01/2020).
Lebih lanjut Yaqin menjelaskan, aksi tak terpuji Viki dilakukan pada Jumat (03/01/2020) sekitar pukul 23.38 WIB lalu. Saat itu, korban Lili Yanti warga Jalan Sungai Lilin Musi, Banyuasin, Sumatera Selatan yang tengah berada di Jalan Karya Bakti, Kelurahan Teladan Barat, Medan Kota didatangi oleh pelaku yang kemudian merampas tas miliknya. "Setelah itu pelaku melarikan diri dengan menggunakan sepedamotor," jelas Yaqin.
Mendapatkan laporan korban, polisi pun kemudian melakukan penyelidikan. Pada Jumat (17/01/2020) kemarin, polisi berharil mendapatkan informasi tentang keberadan pelaku, setelah sepeda motor Vario 150 warna merah maron yang digunakannya untuk melakukan aksi kejahatan terekam kamera CCTV.
Selain itu, sambung Yaqin, berdasarkan informasi lain, diketahui bahwa handphone yang berada di dalam tas korban telah mati di seputaran Jalan Pelajar, Gang Mawar, Kecamatan Medan Denai. Setelah dilakukan pendalaman di areal matinya handphone korban, tim pun dapat memastikan bahwa pelaku bernama Viki Hadi yang sehari-harinya bekerja sebagai driver ojek online. 
"Sedangkan menurut keterangan warga, pelaku memang belakangan mengalami perubahan pola hidup dan memiliki uang yang banyak ketika sedang duduk dan berkumpul bersama teman-temannya," ujarnya.
Setelah dilakukan penggeledahan dan interogasi, Viki yang tinggal di rumah orangtuanya itu mengakui perbuatannya. 

"Pelaku mengaku khilaf karena ia sedang terlilit hutang sewa rumah dan juga kredit (motor)," ungkap Yaqin seraya menambahkan bahwa  pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Vario 150 warna merah maron BK 3530 AIY milik pelaku, sebuah helm hitam, dan sisa uang korban sebanyak Rp12,5 juta. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Belawan) - Selama sepekan, belasan pelaku tindak kejahatan yang kerap beraksi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan berhasi digulung.

Adapun tindak kejahatan yang berhasil diungkap yakni pencurian kekerasan (Curas), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan narkoba. Dalam aksi tersebut, sebanyak 15 pelaku berhasil diamankan.

Kapolres Pelabuhan Belawan,  AKBP M Ramadhani Dayan SH,MH didamping Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edi Safari SH dan sejumlah Kasat, Senin (20/1/2020) mengatakan, para pelaku yang diamankan hari ini merupakan tangkapan selama sepekan. "Ini salah satu wujud komitmen kita, untuk memberantas para pelaku tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan," ucap Kapolres.

Lanjut AKBP Dayan mengatakan, ada empat kasus yang berhasil diungkap pihak Polres Pelabuhan Belawan dan jajaran. Untuk pelaku pencurian dan kekerasan berhasil diamankan Rudi Rudolf Siahaan (25), Jupri Sahputra alias Bokir (23), Pian alias Andi (39) dan Aidi Gunawan Lubis alias Igun (32) untuk kejahatan ini tiga diantaranya kita tindak tegas," cetus Kapolres.

Kemudian, 2 tersangka curanmor diantaranya, Eko Prastyo (26) serta Andi Nasution (26). Sedangkan untuk narkoba  yang berhasil diamankan Syafrizal alias Izal (28), Haris Arfian alias Melon (37) dan M Yahya alias Ahmad (39). Selanjutnya, 6 pengedar diantaranya, Hery alias Bel (28), Ramadhan Pane alias Niko (44), Boby Anggriawan (28), Riky Yogita Harahap (26) dan Supriyadi alias Kunen (37).

Selain mengamankan para pelaku, pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

"Dari tangan para pelaku berhasil sejumlah barang bukti berupa sejumlah narkoba jenis sabu beserta alat hisap, senjata tajam, sepeda motor hasil kejahatan dan sejumlah uang," ujar Kapolres.

Dalam kesempatan ini, AKBP Dayan meminta peran serta masyarakat untuk bersama-sama membantu memberantas  narkoba dan tindak kejahatan lainnya.

"Kita harap peran masyarakat untuk membantu pihak kepolisian, agar tindak kejahatan jalanan maupun narkoba bisa segera kita berantas bersama - sama," tandasnya. (Rn)