.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Ardi Liyadi Samsu Ariansyah Pulungan (23) warga Jalan Bahagia Gang Sederhana, Medan Kota diciduk unit Reskrim Polsek Medan Kota. 
Pasalnya, pria pengangguran ini melakukan pencurian sepedamotor (Curanmor) terekam CCTV saat mencuri sepeda motor Suzuki FU milik Juhari (22) di Jalan Brigjen Katamso Gang Baru.
Kapolsek Medan Kota, AKP M Rikki Ramadhan SIK SH didampingi Kanit Reskrim Iptu M Ainul Yaqin SIK SH, kepada wartawan, Kamis (5/12/2019) mengatakan bahwa penangkapan tersangka setelah Tim Pegasus mendapat informasi tentang keberadaan tersangka di seputaran Jalan Juanda. 
"Mendapat info itu, selanjutnya Tim Pegasus menuju lokasi yang dimaksud dan berhasil mengamankan pelaku.
"Tersangka mencuri sepeda motor milik korban di seputaran Gang Baru, Jalan Brigjen Katamso pada Minggu, 6 Oktober 2019 sekira pukul 07.30 WIB dengan cara menggunakan kunci palsu," urai Kapolsek.
Setelah berhasil mengambil sepeda motor korbannya, kemudian pelaku menitipkan motor tersebut kepada adiknya. Setelah diperiksa ke tempat kerja adiknya di Pusat Pasar, ternyata adiknya mengatakan bahwa motor tersebut berada di tempat kostnya di Jalan Tuamang.
"Selanjutnya, Tim Pegasus kemudian bergerak ke tempat kost dimaksud ternyata benar bahwa sepeda motor Satria FU milik korban tersebut berada di tempat kost itu," beber Kapolsek.
Kini, sambung Kapolsek,  tersangka sudah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Kepada tersangka dijerat melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 363 dari KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," tandas AKP M Rikki Ramadhan. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Pancurbatu) - Seorang pria pelaku pencuri sepeda motor (Curanmor) di Desa Baru, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang diringkus personel Polsek Pancurbatu.
Pelaku curanmor tersebut  berinisial DA (17), warga Jalan Karya Desa Baru Jamin Gunting, Pancurbatu.
"Sebelum diringkus oleh tim Pegasus (Penanganan Gangguan Khusus), tersangka berhasil mencuri Honda Beat pelat BK 6454 AES milik seorang tukang pompa air di desa tersebut pada hari Jumat, 10 Mei 2019 lalu," ujar Kapolsek Pancurbatu, Kompol Fadir Chan SH MH didampingi Kanit Reskrim, Iptu Suhailly Hasibuan SH MH, Rabu (4/12/2019).
Dijelaskan mantan Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Medan ini, korban yang mengetahui sepeda motornya raib, langsung melaporkannya ke Mapolsek Pancurbatu. Selanjutnya petugas yang melakukan penyelidikan atas kasus tersebut memperoleh informasi tentang keberadaan pelaku dan berhasil meringkusnya dari kampung Tujuh, desa Salam Tani, Kecamatab Pancurbatu," jelas Kompol Faidir.
Ketika diinterogasi, kata Faidir, tersangka mengakui perbuatannya mencuri Honda Beat milik korban dan telah menjualnya kepada seorang pria yang biasa dipanggil Doni di kawasan Sei Mencirim.
"Selanjutnya, tersangka berikut barang bukti pakaian yang dipakai saat beraksi langsung digelandang ke Mapolsek Pancurbaru guna diproses lebih lanjut. 
"Sementara itu, Doni (penadah barang hasil kejahatan) masih diburon," pungkasnya seraya menambahkan kepada tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (MEDAN) - Warga yang bermukim di Jalan Punak Simpang Jalan PWS Lingkungan IV Kelurahan Sei Putih Timur Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara digegerkan dengan kasus pembunuhan, Rabu (4/12/2019) pagi. 

Seorang wanita muda berinisial AH alias Biyan (25) ditemukan meninggal dunia di lantai 2 rumah kos-kosan yang ditempatinya, dengan kondisi mengenaskan akibat luka sayatan benda tajam di tubuhnya, diantaranya di leher, dan luka benturan di kepala.

Penemuan korban pertama kali diketahui oleh penghuni kos, sontak kabar tewasnya wanita muda ini seketika menyebar. Tak lama berselang, petugas Polsek Medan Baru dan Polrestabes Medan kemudian turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Diduga kuat korban ini dibunuh dan diduga dilakukan orang dekat," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto di lokasi kejadian.

Informasi diperoleh, warga sering melihat korban kerap bertengkar dengan kekasihnya. Saat disinggung hal itu, Eko mengatakan pihaknya belum mengetahui dan masih melakukan penyelidikan.

Sementara Supiatman, Kepala Lingkungan IV Medan Petisah mengatakan, "korban baru sebulan menghuni kos di Jalan Punak, kalau kerjanya apa saya gak tahu," katanya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jalan KH Wahid Hasyim Medan. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Patumbak) - Tim Pegasus Polsek Patumbak berhasil menangkap dua orang pemuda yang selama ini kerap  melakukan perampokan terhadap penumpang angkot. Untuk mengungkap aksi perampokan ini Polisi juga  melibatkan oknum supir.
"Kedua tersangka ini sudah berulang kali melakukan aksinya terhadap penumpang angkot. Seorang pelaku lagi atas nama Sehat Antonio masih dalam pengejaran dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),"  sebut Kapolsek Patumbak,  AKP Ginanjar Fitriadi melalui Kanit Reskrim, Iptu Gindo Manurung, Rabu (4/12/2019).
Gindo menguraikan, aksi pencurian dengan kekerasan (curas) ini bekerjasama dengan sopir salah satu angkutan kota di Medan  berinisial HB (25), warga Jalan Dame Pasar IV, Marindal II.
Pada Sabtu (30/11), korban Rizky Syahputra (20), warga Jalan Flamboyan Raya, Lingkungan III, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan menaiki angkot tersangka dari Jalan SM Raja, persis dekat jembatan Sungai Denai.
Bersamaan, naik tersangka Khoirul Pasaribu (26), warga Jalan Panglima Denai Gang Seser dan pelaku Sehat Antonio. Bekerjasama dengan sopir yang memperlambat laju kendaraan, ketika hanya mereka bertempat dalam angkot, tersangka langsung mengeluarkan pisau dan menodong korban.
Namun, setelah diberi Rp 20.000, tersangka malah merasa kurang dan keranjingan, lalu menghunuskan pisau ke leher korban dan meminta paksa handphone (HP) miliknya. Korban hanya bisa pasrah, karena sopir angkot tidak menolongnya.
"Awalnya, tersangka meminta uang korban untuk membeli tuak dan diberi. Tapi, alasannya kurang, lalu menodong leher korban menggunakan pisau dan merampas HP-nya," terang Gindo.
Setelah kejadian itu, korban melapor ke Mapolsek Patumbak dan petugas langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, tersangka berhasil ditangkap di sebuah pos OKP Jalan Panglima Denai. HP korban juga berhasil diamankan polisi.
"Dari tersangka kita sita barang bukti satu unit mobil angkot Medan Bus  135 biru BK 1780 UE dan satu unit HP Vivo type Y5. Tersangka kita jerit pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun," pungkas Gindo. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Apes yang dialami Nurhayati (25), warga Jalan Brigjen Katamso Gang Merdeka, Medan. 
Pasalnya, ia ditangkap lantaran menjual narkotika jenis sabu oleh Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Medan Kota, Kamis, 21 November 2019 lalu.
"Dari ibu rumah tangga (IRT) ini, Tim Pegasus berhasil mengamankan barang bukti dua plastik sedang berisi narkotika jenis sabu dan satu timbangan elektrik," kata Kapolsek Medan Kota, AKP M Rikki Ramadhan didampingi Waka Polsek AKP Sangkot Simare-mare dan Kanit Reskrim Iptu M Ainul Yaqin SIK, Selasa (3/12/2019).
Lanjut dikatakan Kapolsek bahwa tersangka Nurhayati berhasil ditangkap Tim Pegasus yang sebelumnya mendapatkan informasi bahwa ada orang yang menjual narkotika di tempat tersebut.
"Mendapat info tersebut, Tim Pegasus kemudian melakukan pemancingan membeli narkotika tersebut. Setelah mencapai kesepakatan harga dan tempat transaksi di Jalan Brigjen Katamso depan Gang Merdeka.
Selanjutnya Tim Pegasus langsung menerobos masuk ke dalam rumah dan menemukan sejumlah barang bukti sabu dan timbangan elektrik yang terletak di atas meja.
"Suami tersangka berhasil melarikan diri melalui atap rumah dan berhasil mengamankan tersangka berikut barang bukti.
"Untuk pemeriksaan lebih lanjut, tersangka dan barang bukti diboyong ke Mapolsek Medan Kota, untuk diproses lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar dalam Pasal 112 juncto Pasal 114 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang peredaran narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara," pungkas Kapolsek. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Satresnarkoba Polres Sergai berhasil menangkap terduga kurir sabu yang sudah sangat meresahkan warga sekitar khususnya di Kecamatan Seirampah.

Pelaku ini berinisial MA alias Amdan (33) warga Dusun IV, Desa Firdaus, Kecamatan Seirampah, Kab. Sergai. Ditangkap pada hari Sabtu (30/11/2019) sekira pukul 18:00WIB. Tepatnya Dusun III, Desa Cempedak Lobang Kec Sei Rampah Kab. Sergai.

"Pada saat pengembangan pelaku mencoba melarikan diri meskipun sudah diborgol, sehingga petugas memberikan peringatan namun tidak dihiraukan oleh pelaku, sehingga petugas memberikan tindakan tegas timah panas di bagian kaki kirinya," ujar Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu melalui Kasat Narkoba Polres Sergai AKP Martualesi Sitepu, di halaman Mako Polres Sergai, Senin (2/12/2019).

Di jelaskan AKP Martualesi Sitepu, dari tangan pelaku  berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu 3 (tiga) helai plastik klip transparan berisi kristal diduga sabu berat bruto 15,76 Gram, satu unit hp merek vivo, Dompet warna biru dan uang tunai Rp. 25000,-.

"Penangkapan pelaku menindak lanjuti informasi dari masyarakat bahwa adanya transaksi jual beli Narkotika jenis sabu di sebuah rumah di Dusun III Desa Cempedak Lobang.

"Selanjutnya personil Sat Narkoba melakukan penyelidikan dilokasi. Dan hasil penyelidikan diketahui rumah yang menjadi sasaran, seketika langsung dilakukan penggrebekan dan melakukan penangkapan terhadap terduga sebagai kurir sabu," ujarnya.
Dari hasil introgasi terhadap pelaku, sambung Kasat Narkoba Polres Sergai ini, bahwa barang tersebut dari seorang berinisial B, warga Jermal Medan Denai. Dimana dirinya berperan selaku kurir yang selalu memikul sabu dari Medan. Bahkan dirinya sudah 2 bulan jadi kurir sabu dan menjadi kurir sabu dirinya mendapatkan gaji sebesar Rp 600.000,- rupiah dari bandar sabu warga denai yang pernah bekerja sebagai Grab selama satu tahun.

" Baru dua bulan saya jadi kurir bang, dan menerima gaji 600.000 ribu. Saya jadi kurir hanya iseng-iseng aja bang. Baru3 kali berhasil, keempat kali ketangkul polisi," kilah tersangka MA alias Amdan.

" Atas perbuatannya, kepada tersangka dijerat melanggar pasal 114 Sub 112 UU RI NO.35 Th 2009 tentang Narkotika," tandas AKP Martualesi Sitepu. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Sunggal berhasil mengungkap pencurian mobil dengan menangkap lima anggota sindikat pencuri.
Ironisnya, satu dari lima tersangka merupakan putri dari Pratikno yang kehilangan Mobil Daihatsu Grand Max hitam pelat BK 8350 DC.
Kelima tersangka yang memiliki peran berbeda itu ialah Siti Pratiwi (30), warga Jalan Stasiun Gang Amal No. 81 Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Hairulsyah alias Irul (41), warga Jalan Stasiun Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Erwin (35), warga Jalan Klambir Lima Gang Alansa No. 55 Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Rudi (39), warga Jalan Binjai Km 10 Gang Jadi Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal dan terkahir Ridwan Iwan (35), warga Jalan Pendidikan Ulayat C Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal.
Nama teratas, merupakan anak korban yang merupakan otak pelaku pencurian.
"Para tersangka memiliki peran berbeda. Untuk otak pelakunya sendiri ialah putri kandung korban," ujar Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH didampingi Kanit Reskrim, Iptu Syarif Ginting dalam siaran persnya di Mapolsek Sunggal, Jalan TB Simatupang, Senin, (2/12/2019).
Lebih lanjut dijelaskan mantan Kapolsek Patumbak ini, sedangkan eksekutor dalan aksi pencurian tersebut ialah Irul bersama Heri yang saat ini masih dalam pengejaran.
"Jadi, putri korban yang merupakan otak pelaku pencurian awalnya mengambil kunci mobil milik orang tuanya. Kemudian ia menyerahkan kunci tersebut kepada Irul yang mengajak Heri," jelas Kompol Yasir.
Selain itu, disebutkan Yasir, "untuk tersangka Erwin berperan mengantar otak pelaku kepada Irul. Sedangkan Rudi membantu mencari pembeli mobil. Sementara Iwan menyimpan mobil hasil kejahatan tersebut," sebut Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2005 ini seraya menambahkan para tersangka melakukan aksinya pada hari Selasa, 26 November 2019 lalu.
Kasus ini, kata Yasir, terungkap setelah Polsek Sunggal menindaklanjuti laporan korban. Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 363 subs 367 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," pungkasnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Unit Reskrim Polsek Percut Seituan membongkar jaringan narkoba Malaysia-Aceh-Sumut dalam under cover (penyamaran). Selain itu juga meringkus enam tersangkanya dari berbagai lokasi di Medan. 

"Salah seorang tersangka itu warga Malaysia bernama Osman bin Mukiban (45). Darinya disita 1 Kg sabu," kata Kombes Pol Dadang Hartanto dalam paparannya di Mapolrestabes Medan, Jumat (29/11/2019).

Dadang yang didampingi Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Aris Wibowo dan Kasat Narkoba Porestabes Medan AKBP Raphael mengatakan,  lima tersangka lainnya merupakan warga Medan, Aceh dan Jawa.

Mereka adalah Hasna Siregar (wanita) (27), Syukri alias Kuri (25), Syaryulis (20), Kamaruddin (36) dan Denny Irawan alias Mutadi alias Alex (39). "Total barang bukti sabu yang kita amankan dari para tersangka sekitar 10 Kg," sebutnya.

Dadang menjelaskan, penangkapan bermula dari informasi masyarakat pada 22 Oktober 2019 pukul 17.00 WIB terkait adanya seorang pria di Swissbell Hotel yang memiliki sabu-sabu untuk dijual.

Kemudian petugas melakukan penggeledahan dan mengamankan tersangka berikut barang bukti berupa 1 bungkus warna kuning bertuliskan Guan Yin Wang narkotika jenis sabu seberat 1 Kg.

Pada Rabu 27 November 2019 pukul 17.00 WIB ada dua pria memiliki narkotika jenis sabu di Bumi Malaya Hotel Jalan Gatot Subroto Medan dan ditemukan pula satu tersangka lainnya berikut barang bukti berupa 8 bungkus plastik dengan berat kurang lebih 1 Kg diduga sabu-sabu.

Dari pengembangan, polisi mengamankan seorang lainnya di Jalan Sudirman dan ditemukan sabu 5 Kg. Tersangka lain juga diringkus di apartemen Royal Condeful dan diamankan sabu sebanyak 3 Kg. (Red)