.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views



INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Satresnarkoba Polres Serdang Bedagai berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu. Dengan menyaru sebagai pembeli (under cover buy) akhirnya tersangka diciduk dengan barang bukti sabu seberat 500 gram (0.5 Kg)


Tersangka Restu Fauzi Siregar alias Restu (36) ditangkap petugas di pinggir Sungai Jalan Kabupaten Desa Kota Galuh Kec. Perbaungan, Kab. Sergai, dengan barang bukti, sehelai plastik klip transparan yang berisikan narkotika diduga jenis sabu dgn berat brutto 500 gram (0.5 kg), 1 HP, 1 kotak lampu Hannochs, 1 (satu) tas merk voltker warna biru, Rabu (16/9/2020) sekira pukul 22.00 WIB.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang SH,MHum mengatakan kepada wartawan, Sabtu (19/9/2020), identitas tersangka Restu Fauzi Siregar alias Restu (36) alamat KTP, Jalan Bajak III Kel.Harjo Sari II Kec.Medan Amplas, Medan, dan tempat tinggal : Jl.Sampali Kel.Saentis, Kec.Percut Sei Tuan, Kab.Deli Serdang.

Dijelaskan Kapolres, pengungkapan kasus ini menindaklanjuti informasi masyarakat tentang adanya transaksi sabu yang dilakukan tersangka Restu Fauzi Siregar bersama seorang teman nya, namun sayangnya dia tidak diketahui identitas temannya tersebut.

Selanjutnya, Tim mencoba melakukan undercover buy dan disepakati untuk melakukan transaksi di tepi sungai Jalan Kabupaten Desa Kota Galuh, Kec. Perbaungan, namun ketika tersangka Restu Fauzi Siregar datang menghampiri personel yang menyamar.

Tersangka langsung diamankan, sedangkan temannya langsung melarikan diri tancap gas dengan menggunakan sepeda motor Honda J
jenis Vario Warna Merah No Pol tidak diketahui 

Lagi lagi pada saat hendak diamankan tersangka Restu Fauzi Siregar melakukan perlawanan sehinga dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan kaki kanannya, dan kemudian langsung diamankan dan dilakukan penggeledahan dan di dalam tas yang dibawanya.

Petugas menemukan kotak lampu hannochs yang berisikan 1 (satu) almunium foil yang berisikan butiran kristal diduga sabu dengan berat sekitar 500 gram (1/2 Kg ), lalu tim membawa tersangka ke Rumah Sakit untuk dilakukan tindak medis.

Kemudian dilakukan interogasi awal terhadap tersangka RFS menerangkan disuruh Ibas untuk menemui temannya yang tidak diketahui identitasnya oleh tersangka di depan SPBU seputaran Amplas untuk mengantarkan Sabu-Sabu ke Perbaungan.

Lalu dilakukan pengembangan ke Medan dengan memancing Ibas namun sesampainya di Amplas, Ibas tidak dapat dihubungi dan tersangka RFS tidak mengetahui alamat rumah Ibas.

"Selanjutnya Tim mengamankan tersangka dengan barang bukti. Untuk selanjutnya kasusnya sedang dikembangkan Satresnarkoba," pungkas Kapolres.
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) – Tim Unit 2 Subdit V Siber Dit Reskrimsus Polda Sumut (Poldasu) menangkap netizen pemilik akun instagram Maya.maya635 yang telah memposting serta memviralkan video perusakan Bendera Merah Putih serta penghinaan terhadap Presiden RI dan Wakil Presiden RI.

Diketahui, pemilik akun instagram yang telah melakukan penghinaan itu bernama RPurba (27) warga Jalan Negara, Lingkungan III, Kelurahan Petapahan, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang.

Penangkapan itu dibenarkan Kasubbid Penmas Poldasu, AKBP MP Nainggolan, Jumat (18/09/2020).

Menurutnya, netizen yang ditangkap itu terbukti melakukan tindak pidana karena merusak lambang negara, menghina kepala negara dan menyebarluaskan melalui media elektronik (media sosial).

“Dari hasil penyidikan sementara,  motivasi tersangka melakukan perbuatan itu ingin mencari perhatian seluruh warga dunia atas tindakannya yang berpacaran dengan warga Malaysia. Namun tidak didukung bahkan cenderung ditolak di tengah keluarga dan semua kenalannya,” ungkapnya.

Dalam penangkapan itu, Nainggolan menuturkan turut disita barang bukti handphone Samsung A20 akun facebook atas nama Lovelyta Putri Valentine dengan URL.

Kemudian, akun Instagram atas nama maya.maya635, sikat WC warna biru, foto Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden atas nama KH Ma’ruf Amin yang telah dirusak serta Bendera Republik Indonesia yang telah dibakar.

“Tersangka sudah diamankan di Polda Sumut. Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 57 Jo Pasal 68 Undang-Undang RI Nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan dan/atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 perubahan atas Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 310 Jo Pasal 316 KUHPidana,” pungkasnya. (Red)

Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan berhasil bongkar peredaran gelap narkotika jenis sabu dan dan pil ekstasi yang dikendalikan oleh jaringan internasional di Kota Medan. Hasilnya polisi berhasil mengamankan 12 orang tersangka dan menyita barang bukti 4.443, 24 gram narkotika jenis sabu dan 2.600 butir pil ekstasi.

Jumlah tersangka 12 orang itu, masing – masing berinsial MAN (20) warga Jalan Serdang, Gang Ketoprak, Kelurahan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan. Dari pelaku ini petugas menyita barang bukti 2.150 gram sabu, J (57) warga Jalan Amaliun, Kelurahan Kota Matsum 4, Kecamatan Medan Kota.

Dari pelaku ini petugas menyita barang bukti sabu seberat 1.000 gram. LW alias L (54) warga Jalan Balai Desa, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal dan J (39) warga Jalan Binjai KM 10, Komplek Asrama Abdul Hamid, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal. Dari kedua pelaku ini petugas berhasil menyita barang bukti 2.000 butir pil ekstasi, RG alias B (33) warga Jalan Bandengan Utara III, No 19, Pekojan, Tambora, Jakarta Selatan dan SI allias H (28) warga Jalan Sirandorung, Gang Amal, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, dari kedua pelaku ini petugas berhasil menyita barang bukti 439, 69 gram sabu, KR alias J (31) warga Jalan Sidoarjo, Gang Surip warga Kecamatan Percut Sei Tuan dari pelaku ini petugas menyita barang bukti 412, 5 gram sabu, J (29) warga Komplek Bumi Asri Blok G No 201, dari pelaku ini petugas menyita barang bukti 229, 06 gram sabu, SW (38) warga Jalan Cokro Winoto, Gang Natawijaya Medan, dari pelaku ini petugas menyita barang bukti 193, 61 gram sabu dan SA (41) warga Jalan Lorong Tengku Mathon, Desa Ule Pulo Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, dari pelaku ini petugas menyita barang bukti 600 pil ekstasi.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicolas Sidabutar SH SIK MH kepada wartawan, Kamis (17/9/2020 mengatakan, penangkapan dan penyitaan barang bukti narkotika jenis sabu dan pil ekstasi itu selama periode bulan September 2020 di wilayah hukum Polrestabes Medan. Sehingga keberhasilan itu tidak terlepas dari laporan masyarakat yang berperan aktif untuk memberantas narkotika di Kota Medan.

Disebutkannya, seperti pelaku MAN yang ditangkap di Jalan Serdang Medan itu pada tanggal 1 September sekitar pukul 15.00 WIB, bahwa di Jalan Serdang adanya transaksi narkotika jenis sabu. Guna menindaklanjuti laporan tersebut, tim bergerak menuju ke TKP dan melakukan hunting di seputaran Jalan Serdang, kemudian ditemukan dua orang pria mencurigakan sedang mengendarai sepeda motor.

Selanjutnya tim melakukan penangkapan dan pengeledahan terhadap tersangka. Kemudian ditemukan dua bungkus plastik teh Cina dalam jok sepeda motor tersangka dan satu orang tersangka melarikan diri. Sementara itu, tersangka MAN menerangkan, bahwa si putih rencananya akan diantar kepada seseorang di Jalan Serdang, Gang Obat Medan.

Sehubungan dengan itu, sambung AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, petugas Satuan Narkoba Polrestabes Medan tidak segan menindak dengan keras untuk memberikan efek jera kepada pengedar narkotika di Kota Medan. "Kita tidak segan menembak mati pengedar narkotika di Kota Medan, " jelas mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini. (Rel/Rn)


Views

INTAIKASUS.COM, (DeliSerdang) – Dua bandar narkotika dan obat–obatan berbahaya (narkoba), THS alias Bolon (37), warga Jalan Pertahanan, Komplek Perumahan Sigara–Gara, Blok C–11, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang dan AS alias Cokna (28), warga Dusun II, Desa Namo Simpur, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, dibekuk personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Deli Serdang, Kamis malam (10/9), pukul 19.00 WIB.

Salah seorang tersangka, AS alias Cokna, tewas saat penangkapan, diduga sesak nafas.

Hal ini disampaikan Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Yemi Mandagi, SIK didampingi Kasat Narkoba Polresta Deliserdang, AKP Ginanjar Fitriadi, SIK saat Confrensi Pers Sabtu (12/9) sore, Tersangka THS dan barang bukti kepada wartawan di Aula Tribrata Mapolresta Deli Serdang ditampilkan.

"Jenazah AS sudah diotopsi di RS Bahayangkara, namun hasil belum keluar, namun menurut keterangan keluarganya AS memiliki riwayat sesak nafas," jelasnya.

Kapolresta memaparkan, tersangka pertama yang ditangkap adalah THS alias Bolon yang. Dia ditangkap di rumahnya, dengan barang bukti dua paket sabu seberat 13,24 gram, 26 butir ekstasi warna cream seberat 12,89 gram, satu unit hape merek Oppo F9, satu unit timbangan elektrik, satu pucuk softgun dan uang Rp45 juta.

Kepada polisi, Bolon 'bunyi' dan mengatakan dia mendapatkan barang haram tersebut dari AS alias Cokna. Polisi kemudian melakukan pengembangan, dan akhirnya menangkap Cokna, Jumat dini hari (11/9), pukul 02.00 WIB.

"Setelah menangkap tersangka pertama yakni THS, petugas kita melakukan pengembangan dan menangkap tersangka, AS alias Cokna di Jalan Djamin Ginting, Desa Baru, Kecamatan Pancurbatu, dengan barang bukti satu paket sabu seberat 113 gram dan satu unit hape merek Vivo," terangnya.

AS alias Cokna mendadak lemas. Melihat kondisi Cokna yang mengkhawatirkan, polisi membawanya ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM) Medan. Setibanya di rumah sakit, dokter yang menangani menyatakan Abdi Sanjaya alias Cokna sudah tiada.

Kemudian, polisi membawanya ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Medan, untuk diotopsi.

"Hasil otopsi belum kita terima, jadi belum diketahui penyebab kematian AS alias Cokna. Untuk tersangka THS dijerat Pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 dengan ancaman paling singkat enam tahun dan maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya. (Ril/Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Personel Polsek Medan Kota menangkap dua orang pengedar pil ekstasi di Kota Medan. Dari tangan kedua pelaku, petugas mengamankan barang bukti sebanyak 1.000 pil ekstadi siap edar.

Informasi yang dihimpun, kedua tersangka yakni berinisial RM (55) dan RD (35). Mereka ditangkap di salah satu wisma yang berlokasi di Jalan HM Joni, Kota Medan. Penangkapan kedua tersangka berasal dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran ekstasi.

Dari keduanya diperoleh barang bukti dua bungkus pil ekstasi, masing-masing bungkus terdiri atas 500 butir," ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, didampingi Kapolsek Medan Kota Kompol M.Rikki Ramadhan serta Kanit Reskrim Iptu Ainul Yaqin, Sabtu (13/9/2020).

Kepada petugas, sambung Kapolrestabes Medan kedua pelaku mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seorang bandar berinisi S. Mereka mengaku membeli 1.000 pil ekstasi tersebut seharga Rp80 juta.

Mereka mengaku baru tiga bulan beroperasi. Tapi dari informasi yang diperoleh di lapangan, mereka sudah beroperasi dalam waktu yang lama, dan kerap menyediakannya (ekstasi) ke beberapa tempat hiburan malam.

"Kedua tersangka kini diamankan di Polsek Medan Kota. Sementara itu, bandar ekstasi yang berinisial S masih dalam pengejaran," tandasnya. (Rn)

Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Sering transaksi narkoba jenis Sabu di lingkungan tempat tinggalnya. Personel Polsek Dolok Masihul akhirnya menangkap tersangka Nurdin Purba alias Udin alias PU (52) di Dusun I Desa Blok 10 Kec. Dolok Masihul, Kab. Serdang Bedagai, Rabu, (9/9/2020) sekira pukul 16.10 WIB.

Selain tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti, 4 plastik klip transparan ukuran kecil berisikan butiran kristal warna putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat 1,13 Gram.

6 lembar plastik klip transparan dalam keadaan kosong. 1 batang kaca pirex yang ada cairan putih sudah membeku.2 batang pipet yang salah satu sudah dimodif jadi huruf L, 1 batang pipet plastik yang salah satu ujun dimodif jadi sekop dan 1 buah botol kaca.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang SH,MHum didampingi Kapolsek Dolok Masihul, AKP J Panjaitan,SH, Minggu (13/9/2020) mengatakan penangkapan tersangka menindak lanjuti informasi dari masyarakat.

Diperoleh informasi tersangka Nurdin Purba alias Udin PU sering melakukan transaksi narkotika yang diduga jenis sabu dirumahnya yang terletak di Dusun I Desa Blok 10 kec. Dolok Masihul Kab. Sergai.

Selanjutnya Kanit Sabhara Polsek Dolok Masihul, Iptu H. Sagala melaporkan informasi tersebut Kepada Kapolsek Dolok masihul AKP J Panjaitan, SH. 

Setelah melaporkan hal tersebut kepada Kapolsek langsung memerintahkan Kanit Sabhara Iptu H. Sagala dan Team Buser (Opsnal) Polsek Dolmas untuk menindak lanjuti laporan dari masyarakat setempat. 

Sewaktu melakukan penyelidikan, tepatnya disekitar rumah tersangka berlari dari kamar mandi yang berada diluar rumah langsung dilakukan pengejaran dan berhasil diamankan.

Setelah dilakukan pengeledahan badan, namun tidak dijumpai barang apapun dan setelah di-interogasi tersangka akhirnya menunjukkan penyimpanan barang barang didalam lemari plastik.

Setelah diperiksa ditemukan dari dalam laci lemari plastik yaitu, 4 lembar plastik klip transfaran berisi butiran kristal warna putih yang diduga narkotika jenis sabu, 6 lembar plastik klip transfaran dalam keadaan kosong, 2 batang pipet yang sudah dimodif menjadi huruf L, 1 batang pipet plastik yang sudah dimodif menjadi sekop dan satu buah botol kosong.

Saat dilakukan Pengeledahan didalam rumah yang disaksikan oleh Kepala Dusun I Desa Blom 10 kec. Dolok Masihul Kab. Sergai, Rismanto. 

Berdasarkan bukti permulaan yang cukup kemudian tersangka, dan barang bukti tersebut di amankan ke komando Polsek Dolok Masihul untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Tersangka dijerat pasal 114 subs pasal112, UU RI No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 Tahun penjara", pungkas Kapolres. (By)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) – Setelah 4 bulan, empat pelaku penganiayaan terhadap Johanes Pasaribu (19) dibekuk Tekab Polsek Delitua,  Kamis (10/9/2920). Para pelaku menganiaya korban diduga karena masalah urusan perempuan (cemburu).

Perjalanan Panjang ke empat pelaku penganiayaan terhadap Johanes Pasaribu (19) berakhir setelah dibekuk unit Reskrim Polsek Delitua yang dimpimpin oleh Iptu Martua Manik,SH,MH, Kamis (10/9/2020). Para pelaku menganiaya korban diduga karena masalah urusan perempuan (cemburu).

‪Kapolsek Delitua AKP Zulkipli Harahap,SH melalui Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Martua Manik ,SH,MH menjelaskan, bahwa Korban yang merupakan warga Jln. Bunga Raya Blok C No. 25, Perumnas Griya Asam Kumbang, Kec. Medan Tuntungan dianiaya ketika sedang begadang dengan seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai pacar salah satu pelaku. Insiden penganiayaan itu terjadi, Minggu (10/5/2020) silam sekira pukul 03.00 WIB.‬

"Adapun ke 4 pelaku yang diamankan masing-masing Regi Ginting (24), Ginta Ginting (21), Brema Surbakti (19) dan Ade Tarigan (17) yang kesemuanya merupakan warga Kecamatan Medan Tuntungan", ujar Iptu Martua Manik.

Iptu Martua Manik menjelaskan, bahwa berdasarkan laporan dari korban dengan No LP /540/K /V/ 2020/ SPKT/ Sek Delta, tgl 10 Mei 2020, ke 4 pelaku diamankan berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang dimiliki. Mereka (para pelaku) diamankan di salah satu rumah makan di Jln. Kapten Purba, Kel. Mangga, Kec. Medan Tuntungan.

‪Motif dalam insiden ini  menurut hasil pemeriksaan sementara adalah masalah pacar. Dimana korban diduga begadang dengan pacar salah satu pelaku hingga membuat pelaku cemburu, sehingga pelaku utama menyusun rencana untuk melakukan penganiayaan.

‪"Saat itu korban bersama dengan temannya sedang begadang atau manggang-manggang di Jln. Bunga Encole Gg. Surbakti, Kel. Kemenangan Tani, Kec. Medan Tuntungan. Korban terlihat pelaku sedang bersama wanita, kemudian salah satu pelaku mendatangi korban sambil mengatakan jangan ambil pacarku. Kemudian ke-empatnya melakukan penganiayaan kepada korban sampai berlumuran darah," urai Kanit Reskrim Polsek Delitua ini.‬

‪Beruntung insiden itu dapat dilerai oleh warga dan para pelaku melarikan diri, sambungnya, sementara korban dibawa oleh teman-temannya ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan.‬

‪"Jadi, keempat pelaku masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dipersangkakan melanggar pasal tentang penganiayaan secara bersama-sama," ungkap Mantan Kasat Reskrim Polres Nias tersebut. (Rn)

Views


INTAIKASUS.COM, (Sunggal) - Tekab Polsek Sunggal Polrestabes Medan berhasil tangkap komplotan penjahat yang menyaru sebagai polisi yang bertugas di BNN, Rabu (9/9).


Keberhasilan tersebut diungkapkan Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi S.H.,S.I.K.,M.H melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak, S.E.,M.H., pada Kamis (10/9) di mako Polsek Sunggal. 

Dijelaskan Kanit bahwa pengungkapan tersebut berawal dari laporan korban JP (15) warga Jln. Asoka Asam Kumbang ke Polsek Sunggal atas kejadian yang dialaminya dimana sepeda motornya dilarikan oleh orang yang tidak dikenal sewaktu korban bersama temannya berkumpul di salah satu SPBU di kawasan ringroad. 

Saat itu, para tersangka datang menggunakan mobil, selanjutnya langsung menuduh korban dan temannya sebagai pengedar narkoba, karena ketakutan, korban dan kawan-kawan  langsung melarikan diri dengan meninggalkan sepeda motor korban, dimana kunci kontak dibawa korban.

Selanjutnya korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sunggal dan langsung di tindaklanjuti Tekab Polsek Sunggal dengan melakukan pengejaran terhadap para pelaku. 



Sewaktu berada di Ringroad, atas petunjuk korban, team melihat mobil yang digunakan para pelaku melakukan aksinya dan langsung dipepet oleh petugas sehingga para tersangka tidak dapat berbuat banyak, selanjutnya para tersangka segera digiring ke mako Polsek Sunggal guna proses selanjutnya. 

"Dari para tersangka, kita berhasil menyita barang bukti berupa 1 unit mobil Kijang capsul BK 1374 DS, 1 pucuk senpi rakitan jenis revolver, 1 pucuk senpi mainan, 1 buah HT, 9 lembar tanda pengenal BNN atas nama pelaku, 5 buah hp android, 2 buah hp Merk Mito, 1 buah lakban, 1 buah borgol, 1 lembar STNK, Sim C, sim BI, 4 lembar KTP, 2 buah kaca pirex, 1 buah plastik klip kosong, 7 buah dompet, 1 buah senter laser vointer, 1 buah senter, 1 pasang kaca spion sepeda motor, 1 unit sepeda motor vario 150 BK 4810 PBH, beberapa dokumen / surat2 dan baju seragam Polri. Saat ini, kita masih melakukan pemeriksaan intensif guna mengembangkan kasus tersebut", kata Kanit. 

Ditambahkan Kanit, adapun tersangka yang berhasil kita tangkap adalah 8 orang inisial para tersangka MB (38), Sup (38), YA (28), JDK (31), DA (26), ES (31), RE (40) dan seorang wanita KH (18), yang semuanya warga kecamatan Percut Sei Tuan. 

"Atas perbuatannya, para tersangka kita persangkakan melanggar pasal 365 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,"  tutup Kanit. (Rn/Rel)