.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Belawan) - Muamar alias Amar (33) terpaksa digelandang ke sel milik Polres Pelabuhan Belawan karena terjerat kasus penipuan dan membobol sejumlah uang dari mesin ATM. Dari sejumlah aksinya, pelaku sudah mengantongi uang hingga Rp. 700 juta.
Pria yang  tinggal di jalan Baru Gg.  Sederek desa Percut Kecamatan Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang ini ditangkap saat berada di ATM BNI Anugerah Swalayan Jalan Marelan Raya Pasar V Kecamatan Medan Marelan, Jumat (13/09/2019).
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH saat menggelar press release di Aula Wira Satya Polres Pelabuhan Belawan mengatakan, tersangka dilaporkan berdasarkan Laporan Polisi Nomor:LP/309/IX/2019/SU/SPKT PEL BLWN,TANGGAL 17 SEPTEMBER 2019 Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan oleh korban Rasmun Efendi Lubis (41) yang beralamat Jalan Kapten Rahmad Buddin Gg.  Permai No.8 Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan.
"Korban ini awalnya mau ngambil uang di ATM di Swalayan Anugrah, ternyata ATM tersebut sangkut, bisa masuk tak bisa keluar, lalu datang tersangka Muhammad dan pura-pura membantu," jelas Kapolres.
Lanjut Kapolres, Pelaku dengan kemahirannya seolah olah membantu, namun ternyata menipu korbannya dengan mengatakan bahwa korban salah menggunakan kartu ATMnya. Pelaku lantas meminta Pin kartu ATM korban, dengan dalih agar kartu ATM tersebut dapat keluar kembali.
"Pin korban ternyata ditukar tersangka, setelah korban terkecoh, kartunya ditukar. Sedangkan kartu ATM korban dibawa lari. Kemudian dari ATM lain, tersangka menggunakan kartu ATM milik korban dan mengambil uang sebesar Rp7.73 63.270," ujarnya.
Perwira berpangkat dua melati emas ini juga mengungkapkan, Aksi penipuan ini sudah dilakukan tersangka sebanyak tiga kali bersama dua orang temannya. Dan saat ini kedua pelaku lainnya masih diburu petugas.
"Adapun barang bukti dari tersangka Muamar yakni, 2 unit sepeda motor, satu unit handphone uang sebesar Rp 4.200.000, satu unit HP merk Oppo F5, 1 buah kalung emas, 1 pasang anting, 2 buah cincin mas,1 buah dompet, 62 buku tabungan, satu unit handphone merk Samsung, 1 buah kartu ATM 1, unit AC merk Sharp dan 1 buah baju berwarna merah," ujar Kapolres.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jeriko Lavian Chandra SIK SH juga menyampaikan, modus pelaku menjalankan aksinya dengan mengganjal ATM menggunakan tusuk gigi dan menawarkan jasanya untuk membantu ngeluarkan ATM.
"Pertama pelaku mengganjal ATM menggunakan tusuk gigi, kemudian datanglah korban-korban mencoba untuk memasukkan ATM nya tetapi tidak bisa, kemudian oleh komplotannya teman pelaku didatangin kembali menawarkan bantuan. Pada waktu ditawarkan bantuan itulah, ATMnya korban ditukar, setelah mereka melakukan pertukaran, di situlah mereka mengambil ATM korban dan dibawa lari.
"Saat melakukan aksinya yang pertama, para pelaku ini berhasil membobol uang korbannya sebanyak Rp.700 juta, dan kasus ini masih terus didalami pihak Kepolisian, dan tersangka akan dijerat pasal penipuan dengan ancaman diatas 5 tahun penjara," pungkasnya. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Pancur Batu) - Tim Pegasus Polsek Pancur Batu meringkus Bambang Irawan  (24) warga Dusun I A Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, merupakan seorang penjual narkoba jenis sabu, Sabtu (5/10/2019) sekira pukul 02.00.
Tersangka ditangkap dari sebuah lokasi yang berada di Perumahan Griya Suka Maju Blok D, Desa Suka Maju Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang.
Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chaniago melalui Kanit Reskrimnya Iptu Suhaily Hasibuan SH MH mengatakan, tim Pegasus Polsek Pancur Batu mendapatkan laporan bahwa di Desa Suka Maju sering ada transaksi narkoba jenis sabu.
"Mendapatkan laporan tersebut kami langsung melakukan penyidikan ke lokasi yang di maksud. Setibanya kami di lokasi  kami melihat tersangka Bambang sedang menjajakan barang haram tersebut dan kami pun langsung melakukan penangkapan," ujar  Suhaily.
Saat kami lakukan penggeledahan terhadap tersangka, lanjut Suhaily, kami menemukan sebuah plastik klip berisikan serbuk kristal bening yang diduga berisikan sabu 0,94 gram, 1 tas sandang kulit warna coklat yang berisikan : 1 dompet kecil warga pink yang berisikan 13 plastik klip kosong berukuran sedang.
Saat kami introgasi di lokasi penangkapan, tersangka Bambang mengakui bahwa barang bukti tersebut adalah miliknya yang akan ia jual kepada para pecandu.
"Kami tak bosan menghimbau kepada masyarakat jika mengetahui adanya peredaran narkotika dan obat-obatan yang terlarang agar melaporkanya kepada kami," imbuh Suhaily. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Personel Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan menembak mati salah seorang buronan kasus begal yang kerap meresahkan warga yang telah diburu sejak tahun 2016 lalu.
Adapun tersangka berinisial TS alias Tongat (25) warga Jalan Griya II Martubung Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumetera Utara (Sumut) yang sudah beraksi di 27 lokasi bersama dengan para pelaku lainnya yang sudah tertangkap terlebih dahulu itu terpaksa ditembak, karena mencoba melawan dan merampas senjata api (Senpi) milik petugas saat dibawa pengembangan mencari barang bukti hasil kejahatannya.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto dan Kanit Pidum Iptu Husain, Sabtu (5/10/2019) di depan kamar mayat RS Bhayangkara Medan di Jalan KH Wahid Hasyim Medan mengungkapkan, tersangka diamankan pihak kepolisian pada, Jumat (4/10/2019) kemarin di sekitar kediamannya.
"Saat itu kita mendapatkan informasi bahwa tersangka Tongat yang sudah menjadi buron sejak 3 tahun lalu sedang berada di kawasan Martubung. Informasi itu langsung ditindaklanjuti personel yang langsung menuju lokasi untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka begal ini," ungkap Dadang.
Tak memakan waktu lama, lanjut Dadang, Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim yang turun ke lokasi pun berhasil menemukan tersangka yang saat itu bertepatan sedang mengendarai sepedamotor. Meski sempat kabur tancap gas karena mengetahui dikejar petugas.
Namun tersangka kemudian berhasil diamankan petugas setelah diberikan tindakan tegas terukur dengan tembakan di bagian kakinya. "Begitu kita tangkap, tersangka pada Sabtu (5/10/2019) diniharinya selanjutnya melakukan upaya pengembangan dan membawa tersangka ke lokasi pembuangan barang curian di kawasan Medan Tembung, "urainya.
Sayangnya tersangka Tongat ini mendadak melakukan upaya perlawanan dan berusaha merebut senjata api petugas, hingga akhirnya terpaksa ditindak tegas dengan tembakan di bagian dadanya. Tersangka tewas sebelum tiba di RS Bhayangkara Medan untuk diberi pertolongan medis.
Lebih lanjut Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto menyampaikan, tersangka Tongat ini merupakan salah seorang anggota komplotan dari tiga tersangka lain yang telah ditangkap pihak kepolisian diantaranya bernama Rohis, Alex dan Cikape.
Di mana keempatnya pernah beraksi menjalankan pencurian dan kekerasan di kawasan Jalan MT Haryono Medan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia. Keempat tersangka bahkan telah beraksi melakukan kejahatan serupa di 27 lokasi di lain di wilayah Kota Medan. 
Berikut daftar lokasi para tersangka beraksi yakni di antaranya Jalan Juanda Medan, Jalan Sutrisno Medan, Denai Medan, Karakatau Medan, AH. Nasution Medan, Jalan Cemara Medan, Kolonel Yos Sudarso / Brayan Medan, MT Haryono Medan, Sriwijaya Medan, Gatot Subroto Medan, Sutrisno Medan, AR. Hakim Medan, Jalan Perguruan Medan, SM Raja, Sutrisno Medan, Sutomo Medan, Pandu Medan, Gatot Subroto Medan, Sudirman Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis Medan dan Jalan Abdullah Lubis Medan. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Gegara persoalan kain lap pembersih mobilnya hilang, nyawa Nurdin (48),  warga Jalan Utama Gang Pengabdian, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melayang setelah kepalanya dihantam balok berujung paku oleh seorang tukang sapu di Komplek Perumahan Villa Makmur yang berada di Jalan Makmur, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.
Kini tersangka berinisial UN (64)  warga Jalan Sekata Gang Seroja, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, yang merupakan tukang sapu di komplek perumahan itupun ditangkap Tim Pegasus Unit Reskrim Polsek Medan Barat.
Kapolsek Medan Barat Kompol Choky Meliala melalui Kanit Reskrim Iptu H Manullang kepada wartawan, Rabu (2/10/2019) menjelaskan,  peristiwa yang berujung kematian itu berawal dari perkelahian keduanya yang hanya karena masalah sepele. Dimana tersangka UN yang sedang duduk-duduk di komplek Villa Makmur yang berada Jalan Makmur, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan ini didatangi oleh korban sembari menuduhnya telah mengambil kain lap pembersih mobilnya.
"Lantas tersangka yang tak merasa mengambilnya membantah tuduhan tersebut. Akan tetapi, korban tetap bersikukuh. Kemudian korban yang sehariannya sebagai sopir mobil pribadi itu terus berusaha memaksa tersangka untuk memeriksa tas miliknya.
Tak terima dituduh mencuri tersangka inipun naik pitam. Sehingga cekcok mulut pun tak terelakkan. "Sudah sama-sama emosi, korban mengambil sapu lidi dan memukulkan ke badan tersangka. Sedangkan tersangka mengambil kayu balok yang ada pakunya dan memukulkan kayu balok itu ke arah kepala korban sebanyak 1 kali, sehingga kepala korban mengeluarkan darah," beber Iptu Manullang.
Lalu sambung Manullang, korban pun pun terjatuh dengan belumuran darah. Tersangka yang tak mengira pukulannya menyebabkan korban terkapar lantas pergi ke rumahnya. Sementara, korban dibawa warga dan teman-temannya ke rumah sakit. Sayangnya korban meninggal dunia saat dalam perjalanan.
"Dari hasil interogasi di lokasi dan keterangan beberapa saksi, diketahui kalau pelakunya adalah UN. Beberapa jam setelah kejadian, Tim Pegasus Unit Reskrim Polsek Medan Barat langsung bergerak ke rumah UN dan berhasil mengamankannya," ungkap Manullang.
Setelah mengakui perbuatannya, polisi langsung memboyong tersangka dan barang buktinya ke Polsek Medan Barat. "Tersangka melakukan tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 atau 351 (3 ) KUHPidana. Ancamannya sekitar 15 tahun penjara," pungkasnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Patumbak) - Dua preman Terminal Amplas yang kerap beraksi merampok  penumpang tak berkutik ketika diamankan petugas kepolisian, Kamis (26/9/2019) malam sekira pukul 20.00 WIB.
Keduanya yakni Wendi Wibowo (26) warga Jalan Bajak 4, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas dan Reza Angga Pratama (25) warga Jalan Jermal 15 diamankan Polsek Patumbak atas laporan dari Ade Eka Pratama (16), warga Kuta Gajing Hutahean, Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.
Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar melalui Kanit Reskrimnya Iptu Gindo Manurung kepada awak media mengatakan, aksi perampokan itu bermula ketika korban turun di pangkalan KUPJ Jalan SM Raja, Medan. Selanjutnya kedua pelaku yang melihat korbannya masih anak di bawah umur kemudian datang dan mengancam menggunakan senjata tajam. 
"Saat itu kedua pelaku mengancam akan menikam korban bila tidak memberikan HP dan uang korban. Tak terima begitu saja dirampok, korban kemudian membuat laporan ke Mapolsek Patumbak saat itu juga," terang Kanit Reskrim.
Terungkapnya kasus ini, lanjut Kanit, setelah kita memintai keterangan saksi-saksi diantaranya sopir dan kernet bus KUPJ, dari keterangan itu barulah kami ketahui identitasnya.
Tak lama setelah laporan itu, kedua pelaku berhasil diamankan tak jauh dari seputaran lokasi. Dari tangan keduanya polisi mengamankan satu unit HP merk Xiomi dan uang tunai Rp 200.000 milik korban.
"Atas tindakan para tersangka kini harus mendekam di tahanan Polsek Patumbak guna  mempertanggung jawabkan perbuatannya," pungkas Iptu Gindo Manurung. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Hamparan Perak) - Dua orang diduga sebagai pengedar uang palsu berhasil di amankan Unit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Minggu (29/09/2019) pukul 20.00 Wib.
Kejadian bermula, Polsek Hamparan perak menerima telepon dari Scurity PTPN ll bahwasanya mereka telah mengamankan dua orang laki laki yang di duga telah mengedarkan uang palsu.
Mendapat laporan dari Scurity PTPN Il Kapolsek Hamparan Perak AKP Azharuddin SH memerintahkan Kepada Kanit Reskrim Iptu H. Bonar Pohan agar turun kelokasi untuk mengecek kebenaran kabar yang didapat.
Selanjutnya Unit Reskrim Polsek Hamparan Perak yang di pimpin langsung oleh Kanit Reskrim Iptu H Bonar Pohan bersama dengan Panit Reskrim Ipda Siagian mengamankan dua orang tersangka pengedar uang palsu yang sudah diamankan di kedai Misnan Dusun lV Desa Klambir, Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang.
Saat di konfirmasi melalui selulernya,  Kanit Reskrim Iptu H Bonar Pohan membenarkan telah mengamankan dua orang tersangka pengedar uang palsu yang di ketahui identitas tersangka bernama Muhammad Nuh alias Wak No (50) warga Jln. Selebes Gang X Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan bersama rekannya Bram Wahyudi Sirait alias Bram (39) Warga Jln. Cikampak, Gang 13 Ujung Kelurahan Belawan ll Kecamatan Medan Belawan.
"Dan dari tangan tersangka kita juga turut mengamankan sebagai barang bukti Lima Lembar uang Palsu Uang Kertas seratus ribu rupiah dan satu Kunci leter T.
"Untuk melengkapi berkas penahanan kami juga mengarahkan meminta kepada korban Nova Rahmat Hidayat (25) Warga Dusun IV Desa Kelambir Kecamatan Hamparan Perak agar membuat Laporan Ke Polsek Hamparan Perak agar kedua tersangka bisa di proses dan mendapatkan hukuman sesuai dengan UU yang berlaku, "tandas Bonar. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Pancur Batu) - Unit Reskrim Polsek Pancur Batu berhasil meringkus seorang ayah yang tega membunuh anak kandungnya dan melukai istrinya hanya karena malu anaknya kerap melakukan pencurian di ladang milik warga. Tersangka tega menikam leher anaknya dengan menggunakan pisau.

Menang Sitepu alias Gondang (31) warga dusun 5 Desa Namoriam Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang tega menikam leher Kristian Sitepu (12) dan melukai tangan istrinya Natara Br Sembiring (42), Jumat (27/9/2019) pukul 23:30 WIB.

Kejadiannya bermula, pada saat itu  tersangka bersama istri dan kedua anaknya berbincang-bincang sebelum tidur dikamar tidur rumahnya dengan posisi tersangka berbaring di depan pintu kamar, setelah lama berbincang-bincang dan mengantuk, tersangka mengajak tidur anak dan istrinya.

Setelah beberapa jam terlena dalam tidurnya, istrinya Natara Br Sembiring terbangun dari tidurnya, dan saat itu ia melihat suaminya sedang memegang sebilah pisau dalam keadaan berdarah  dan melihat anak lelakinya (korban) dalam keadaan bersimbah darah dengan bekas tikaman dileher.

"Waktu itu kami lagi ngomong-ngomong dikamar, lakiku tiduran didepan pintu, aku sama kedua anakku tidur diatas tempat tidur, udah lama kami ngomong-ngomong kamipun tidur. Setelah beberapa jam kami tertidur, aku terbangun, saat itu kulihat suamiku lagi pegang pisau yang penuh darah, ku tengok badan anakku si Kristian udah berceceran darah, dilehernya aku lihat ada luka...bang," ucap Natara Br Sembiring saat ditemui di Polsek Pancur Batu.

Lanjut ibu korban lagi, saat itu ia terkejut sambil berteriak-teriak" apa yang kau lakukan" lalu dipeluknya tersangka sambil berusaha merebut pisau yang dipegang tersangka, alhasil jemarinya mengalami luka robek.
"Pas ku rebut pisau itu, disela ibu jariku terluka, aku langsung menjerit minta pertolongan warga, setelah warga dan para tetangga datang, suamiku langsung melarikan diri," ucap Natara.

Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chaniago melalui Kanit reskrimnya Iptu Suhaily Hasibuan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian pembunuhan tersebut.
"Benar dan tersangkanya adalah ayah kandung korban dan telah kami ringkus dari tempat persembunyianya di kawasan perladangan di Desa Durin Simbelang, Kecamatan Pancur Batu, satu jam setelah kejadian tepatnya jam 01:45 WIB. 

"Dari hasil intrograsi terhadap tersangka yang tega menghabisi nyawa anak kandungnya yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama lantaran ia malu karena anaknya itu sering mencuri di ladang milik warga dan malas sekolah," jelas Iptu Suhaily Hasibuan.

Selain menangkap tersangka, pihak kepolisian sektor Pancur Batu juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 pisau tumbuk lada bergagang kayu berwarna hitam. (Red)
Views
Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu didampingi Kasat Res Narkoba AKP Martualesi Sitepu SH MH, Kanit II Sat Res Narkoba, Ipda Dwi Made Krisnanda S. Trk, Brigadir Toni Sehendro Sipayung SH saat gelar konferensi Pers di Mapolres Sergai.

INTAIKASUS.COM, (SERDANG BEDAGAI) - Sat Res Narkoba Polres Serdang Bedagai berhasil menangkap 2 (dua)  orang pelaku peredaran narkotika jenis sabu, masing masing bernama KA alias Iril (36) warga Dusun II, Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Sergai, dan RK alias Rusman (31) warga  Dusun Jejaring II, Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Sergai. 

Keduanya ditangkap pada hari Jumat (20/9/2019). 
Hal ini disampaikan Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu S.Sos, SIK, MSi didampingi Kasat Res Narkoba AKP Martualesi Sitepu SH, MH, Kanit II Sat Res Narkoba, Ipda Dwi Made Krisnanda S. Trk, dan Brigadir Toni Sehendro Sipayung SH,  saat gelar konferensi Pers di depan  Mapolres Sergai di Seirampah, Rabu (25/9/2019) siang.

Juliarman menjelaskan, Dari tersangka KA alias Iril (36) berhasil amankan barang bukti 14 paket plastik klip transfaran kristal diduga sabu seberat brotto 63,78 gram, 4 butir pil exstasi berat brotto 1,47 gram dan 1 buah tas sandang warna abu-abu, adapun tersangka Iril adalah merupakan DPO dari 2 perkara sebelumnya yang ditangani Sat Narkoba Polres Sergai.

"Sedangkan untuk barang bukti tersangka RK alias Rusman (31) berhasil amankan 1 helai  plastik klip trasfaran berisikan kristal diduga narkotika jenis sabu berat brotto 4,5 gram, 2 unit hadphone dan uang tunai senilai Rp 1.000.000,-.Jadi total barang bukti narkotika jenis sabu dari kedua tersangka sebanyak 68,28 gram," kata AKBP H Juliarman.

Menurutnya, kedua tersangka merupakan satu jaringan penyalahgunaan narkotika jenis sabu dimana team menangkap terlebih terdahulu tersangka KA alias Iril ditangkap saat bersembunyi didalam kamar dan menemukan tas yang berisikan sabu.

Saat di introgasi terhadap tersangka KA alias Iril untuk melakukan pengembangan bahwa barang bukti sabu diperoleh dari tersangka RK alias Rusman. Kemudian team melakukan penangkapan terhadap RK alias Rusman pada sekitar pukul 22:00WIB.

Lanjut Juliarman, hasil keterangan tersangka RK alias Rusman mengaku memperoleh narkotika jenis sabu dari seorang tersangka W (30) warga aceh yang kenal menjalani hukuman di Lp Lubuk Pakam. 

"Sedangkan tersangka RK alias Rusman merupakan seorang residivis narkoba yang baru keluar dari LP setelah menjalani hukuman 7 tahun penjara. Sementara tersangka KA alias Iril juga seorang residivis narkoba dan baru keluar dari LP setelah menjalan hukuman 1,5 tahun penjara. Dan untuk tersangka inisial W warga Aceh masih dilakukan penyelidikan,"jelas Kapolres Sergai.

Tersangka KA alias Iril bapak tiga anak ini kepada wartawan mengaku, bahwa dirinya menjalan bisnis haram ini sudah berjalan enam bulan setelah keluar 
dari LP masa hukuman 1,5 tahun.

"Baru berjalan enam bulan saya melakukan jual beli narkoba bang. Karna sebelumnya saya baru keluar dari penjara, jadi kita jual sabu lagi," kilah KA alias Iril.

Begitu juga RK alias Rusman bapak tiga anak ini juga mengaku baru tiga bulan menjalani jual sabu di wilayahnya, bahkan dirinya di ajak rekan satu LP yang kini sudah bebas merupahkan warga aceh dan mengajak untuk menjual narkoba karna faktor ekonomi.

" Kita karna diajak teman sewaktu sesama di LP bang, awalnya kita masih menjalani hukuman tujuh tahun penjara, namun rekan kita sudah bebas. Baru-baru ini saya baru bebas bang, karna tidak ada kerjaan dan faktor ekonomi akhirnya kita komunikasi rekan kita di Aceh, itulah bang saya jual sabu lagi," kurang lebih masih tiga bukan saya jual sabu," kilah RK alias Rusman usai pemaparan.

"Kepada kedua tersangka dikenakan pasal 114(2) Sub pasal 112(2) UU RI nomor 35 tahun 2009 ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp 1 Milyar paling banyak 10 Milyar," pungkas Kapolres Sergai AKBP H Juliarman. (Rel)