.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

advert

advert

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Tim Pegasus Polsek Medan Kota menangkap seorang pelaku pencurian handphone di Rumah Makan Joko Solo, Jalan Asrama II, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota. 
Informasi dikepolisian menyebutkan, pelaku yang nekat melakukan pencurian ini berinisial DAP (20) tahun warga Jalan Letda Sujono, Gang Kurnia, Kecamatan Medan Tembung. Pelaku ini adalah sebagai karyawan di rumah makan Joko Solo.
Pencurian itu dilakukan pelaku pada, Sabtu (11/1/2020) di Mess Rumah Makan Joko Solo, Jalan Asrama III, Kelurahan Teladan, Kecamatan Medan Kota. Kejadian itupun dilaporkan korban dalam laporan polisi nomor : LP/20/I/2020/SU/Restabes Medan/Sektor Medan Kota.
Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan melalui Kanit Reskrim Iptu M Ainul Yaqin mengatakan, saat itu pelaku datang ke kamar korban di mess Joko Solo dan mengetuk pintu kamar dimana pada saat itu korban sedang tertidur.
"Setelah korban membuka pintu, pelaku masuk ke dalam kamar. Korban kemudian pun tidur kembali karena masih mengantuk. Saat itu korban masih melihat handphone nya sedang di carger di sampingnya," ujar Yaqin, Selasa (14/1/2020).
Setelah terbangun sekitar pukul 09.30 WIB, korban melihat pelaku sudah tidak berada di kamarnya. Dia kemudian mendapati handphone miliknya sudah tidak ada lagi di tempat semula.
"Tak hanya itu, korban kemudian memeriksa kantong celana yang digantung di dinding kamar. Teryata uang sebesar Rp 400 ribu juga telah hilang," ungkap Yaqin.
Usai kejadian, kata Yaqin, korban pergi ke outlet Rumah Makan Joko solo untuk membuka rekaman CCTV. Berdasarkan rekaman tersebut, hanya pelakulah yang keluar dan masuk ke mess tersebut.
Kejadian itu kemudian dilaporkan korban ke Polsek Medan Kota pada, Sabtu (11/1/2020) sore. Petugas yang mendapat informasi tersebut, kemudian berhasil mengamankan pelaku dan barang bukti dari rumahnya.
"Tanpa perlawanan, tersangka dan barang bukti satu unit HP Oppo warna hitam kemudian kita boyong ke Mako untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ungkap Yaqin sembari menambahkan imbas perbuatannya kepada pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman minimal lima tahun kurungan penjara. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Delitua) - Dua pria pelaku pencurian dengan pembaretan (Curat) yakni Maulana Zikri Alias Molen (30) warga Jalan Sri Gunting Kec. Sunggal, Kab. Deliserdang dan Fuji Astono Alias Tono (40) warga Jalan Karya Budi No.45 Kel. Pangkalan Mansyur, Kec. Medan Johor, berhasil dibekuk unit Reskrim Polsek DelituaKamis (9/1/2020) pukul 23.00 Wib.

Kedua pelaku curat tersebut terpaksa dilumpuhkan dengan cara di tembak dibagian kaki karena melakukan perlawanan berusaha melarikan diri.

Kapolsek Delitua, AKP Zulkifli Harahap dalam Press Release nya, Selasa (14/1/2020) sekira pukul 11.00 Wib, kepada wartawan mengatakan, penangkapan terhadap kedua tersangka menindak lanjuti laporan korban bernama Sunggul Namora Sitompul (47) warga Jalan Jamin Ginting Gg. Beras Munte No.27 B Kel. Mangga, Kec. Medan Tuntungan.

"Dalam laporannya korban mengaku kehilangan sepeda motor Honda Vario, yang terparkir diteras rumahnya", ujar AKP Zulkifli.

Lanjutnya menjelaskan, kronologi kasus pencurian sepeda motor tersebut berawal pada Sabtu (26/10/2019) lalu, sekira pukul 2.00 Wib. Saat itu tersangka Fuji Astono Mengajak tersangka Maulana Zikri untuk melakukan pencurian sepeda motor dengan mengatakan "kerja kita yok". Selanjutnya dengan menggunakan sepeda motor Honda beat tersangka Fuji dan Zikri melakukan penyisiran, masuk gang keluar gang, guna mencari target.

Namun ketika tiba di Jalan Jamin Ginting Gg. Beras Munte sekira pukul 4.00 Wib, keduanya melihat ada sepeda motor jenis Honda Vario terparkir di teras rumah korban. Kemudian tersangka Fuji Astono langsung mendekati pintu gerbang rumah korban dan membuka gemboknya dengan menggunakan kuncir Leter T. 

Selanjutnya melangkah keteras rumah untuk mengambil sepeda motor Honda Vario yang sedang terparkir tersebut. Karena stang sepeda motor tersebut terkunci tersangka Fuji lalu menyentak setang sepeda motor dan berhasil merusak kunci stang, kemudian keduanya langsung melarikan sepeda motor tersebut, dengan cara didorong oleh tersangka Zikri dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat nya.

Selanjutnya kedua tersangka membawa sepeda motor hasil curian tersebut ke Pos Kamling Jalan Bunga Asoka Asam Kumbang. Kemudian tersangka Fuji menghubungi temannya bernama Widy, untuk menjualkan sepeda motor tersebut, dan Widy pun datang membawa sepeda motor tersebut, namun tunggu punya tunggu Widy pun tak kunjung datang.

Setelah kepergian Widy, akhirnya kedua tersangka mendapat kabar bahwasanya Widy sudah lebih dahulu ditangkap polisi. Mendapat kabar tersebut, kedua tersangka langsung melarikan diri. 

"Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan akhirnya tersangka Maulana Zikri Alias Molen dan Fuji Astono Alias Tono berhasil diamankan, dengan barang bukti, 1 (satu) kunci Leter T, dan 1 (satu) unit sepeda motor Honda Vario warna merah tanpa plat", jelas AKP Zulkifli.

AKP Zulkifli menambahkan, kedua tersangka terpaksa diberi tindakan tegas terukur dibagian kaki karena melawan saat akan diamankan. Dari hasil interogasi terhadap keduanya, mereka mengakui sudah 19 kali melakukan pencurian sepeda motor di Wilkum Polrestabes Medan.

"Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara", pungkas Kapolsek. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Petugas Polsek Medan Kota berhasil meringkus seorang tersangka pencurian handphone (HP),  Vijai Manik (26), warga Jalan Armada Teladan Barat No. 9 Medan.
"Tersangka ditangkap saat berada di sebuah rumah makan Jalan SM Raja," jelas Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan melalui Kanit Reskrim, Iptu Ainul Yaqin, Senin (13/1).
Dijelaskan Yaqin, pencurian itu dilakukan tersangka di Warnet Gurning Gang Jaya 1, Kelurahan Teladan Barat pada Senin (15/7) sekira pukul 17.45 WIB. Tersangka mencuri HP milik korban, Martin Marganda Sirait (24), warga Jalan Turi No 51 Medan, saat lengah.
Akibat peristiwa itu, kemudian dilaporkan korban ke Mapolsek Medan Kota sehingga petugas melakukan penyelidikan.  Berdasarkan keterangan saksi dan bukti petunjuk (CCTV) di tempat kejadian perkara (TKP), diketahui yang mencuri HP Oppo milik korban adalah tersangka.
Petugas segera melakukan penyelidikan hingga pada 9 Januari 2020 sekira pukul 10.30 WIB, diketahui keberadaan tersangka di sebuah rumah makan Jalan SM Raja. Dari penangkapan itu, disita barang bukti pakaian yang dibeli tersangka dari hasil penjualan HP curian tersebut.
"Tersangka mengakui perbuatannya dan sudah menjual HP tersebut untuk kebutuhan sehari-hari, dan selanjutnya  tersangka diboyong ke Mapolsek Medan Kota guna diproses lebih lanjut," pungkas Iptu Ainul Yaqin. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Pancur Batu) - Perbuatan Seorang ibu rumah tangga (IRT) yang satu ini tidak bisa dijadikan panutan. Pasalnya IRT yang bernama Reuni Br. Batubara (56) ini, ditangkap petugas kepolisian dari Mapolsek Pancur Batu karena kedapatan mengedar narkoba jenis sabu, hingga akhirnya ia pun harus rela dijebloskan kedalam sel tahanan.

Terungkapnya kasus IRT yang berprofesi sebagai pengedar narkoba tersebut, berkat adanya informasi masyarakat yang diterima pihak Polsek Pancur Batu yang menyebutkan bahwa di perumahan Laubekeri marak peredaran narkoba.

Menindak lanjuti informasi tersebut akhirnya Unit Reskrim Polsek Pancur Batu berhasil meringkus tersangka Reuni Br. Batubara dengan barang bukti 1 bungkus narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,90 Gram, pada Senin (13/1/2029) pukul 20:00 WIB.

Sementara itu Kapolsek Pancur Batu, AKP Dedi melalui Kanit Reskrimnya Iptu Suhaily Hasibuan yang dikonfirmasi awak media membenarkan adanya penangkapan seorang IRT tersebut.

"Ya, kita berhasil mengamankan seorang wanita IRT sebagai pengedar narkoba jenis sabu-sabu dari perumahan Bumi Tuntunggan, Desa Laubekeri. Warga masyarakat sekitar merasa resah dengan adanya peredaran narkoba. Atas laporan itu kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan di lokasi. Hingga akhirnya kami lakukan penangkapan pada tersangka yang saat itu dalam posisi duduk, namun kemudian berdiri karena terkejut melihat kedatangan Polisi, disaat itulah ada plastik berisi sabu terjatuh dari tubuhnya", ujar Iptu Suhaily Hasibuan, seraya menambahkan guna kepentingan penyidikan dan pemeriksaan, tersangka dan barang bukti diboyong ke Mapolsek Pancur Batu. 
(Rn)
Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Personel Polsek Percut Sei Tuan menembak bajing loncat yang aksinya sempat viral di Media Sosial (Medsos) di Medan, karena melakukan perlawanan ketika dibawa pengembangan kasus.
Adapun nama tersangka yakni Joni Sihombing alias Anjas (39), warga Jalan Asrama No. 5 Kampung Kristen, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur. Sedangkan seorang rekannya bernama Ricky alias Dicky tengah dalam pengejaran petugas. 
Informasi dihimpun di Mapolsek Percut Sei Tuan menyebutkan bahwa  penangkapan terhadap tersangka dipimpin langsung oleh Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Aris Wibowo SIK MH. "Sebelum ditangkap oleh personel gabungan Polsek Percut dan Polrestabes Medan pada hari Kamis, 9 Januari 2020 kemarin, aksi tersangka di Jalan Pancing Medan pada hari Rabu 25 Desember 2019 lalu sempat viral di media sosial," ujar Kompol Aris Wibowo didampingi Kanit Reskrim Iptu Luis Beltran, Jumat, (10/1/2020).
Dalam rekam vidio tersebut, lanjut Kompol Aris, tersangka beraksi mengambil satu karung pakaian jenis parasut dari mobil milik Syafrudin Lubis (42), warga Jalan Pukat 1 No. 13 Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung.
Korban yang tidak terima langsung melaporkannya ke Mapolsek Percut Sei Tuan pada 30 Desember 2019 lalu. "Nah, menindaklanjuti laporan tersebut, personel gabungan Polsek Percut dan Polrestabes Medan berhasil mengidentifikasi tersangka dan menangkapnya," terang Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2005 ini.
Namun sayang, disebutkan Aris lagi, ketika dibawa pengembangan, tersangka melakukan perlawanan sehingga yang bersangkutan diberi tindakan tegas terukur. "Tersangka terpaksa ditembak kakinya karena melakukan perlawanan saat dibawa pengembangan. Sementara tembakan peringatan yang diletuskan tidak diindahkan tersangka," sebut Kompol Aris seraya menabahkan tersangka langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan.
Usai diamankan, kata Aris, tersangka berikut barang bukti pisau sangkur, gunting, masker dan celana panjang yang digunakan dalam menjalankan aksinya langsung digelandang ke Mapolsek Percut Sei Tuan guna  diproses. 
"Imbas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana," pungkas orang nomor satu di Mapolsek Percut Sei Tuan ini. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Seorang kurir sabu jaringan Narkoba Medan – Perbaungan tersungkur ke tanah, setelah sebutir timah panas milik polisi menembus lutut kakinya, Sabtu (04/01/2020) malam.
Personel Satres Narkoba Polres Sergai menembak kaki tersangka Sugianto alias Sisu (41), warga Dusun II, Desa Lestari Dadi, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini karena tersangka  mencoba kabur dengan cara menyikut tubuh petugas.
Bukan itu saja, kurir Narkoba jaringan Medan – Perbaungan ini juga tidak mengindahkan tembakan peringatan. "Tersangka Sisu ini alasannya mau buang air kecil ketika dibawa pengembangan. Pada saat itu juga tersangka langsung menyikut serta tidak mengindahkan tembakan peringatan sehingga terpaksa ditembak kakinya, "terang Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang,SH.,M.Hum melaluiK Kasat Narkoba Polres Sergai, AKP Martualesi Sitepu kepada wartawan, Minggu (05/01/2020).


Dijelaskan Kasat Narkoba Polres Sergai ini, terbongkarnya jaringan Narkoba Medan – Perbaungan ini berawal dari menindak lanjuti informasi masyarakat tentang jual beli Narkotika jenis sabu yang dilakukan oleh seorang wanita berinisial A alias Tina,35, warga Lingkungan Randu, Kelurahan Melati Kebon, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Sergai, Provinsi Sumut, Jumat (03/01/2020) kemarin.
Lalu personel Sat Narkoba Polres Sergai ini melakukan penyelidikan, begitu menemukan tersangka Tina petugas yang datang didampingi Kepala Lingkungan (Kepling) setempat langsung menggeledah rumah ibu rumahtangga ini.
"Dan dari dalam rumahnya ditemukan 1 unit charger handphone yang di dalamnya berisikan 4 helai plastik klip transparan diduga berisikan sabu yang diletakan di atas lemari kamarnya. Dari keterangan tersangka Tina barang haram itu didapatnya dari tersangka S alias Sisu, "kata Martualesi sembari menjelaskan lalu dilakukanlah pengembangan dengan cara menghubungi tersangka Sisu oleh tersangka Tina dengan alasan ingin memesan sabu sebanyak  1 Gram.
"Begitu ditelepon ternyata tersangka Sisu ini berada di kawasan Tembung, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumut sedang menjemput sabu. Lantas kita pun membagi tugas penyergapan. Lalu, Sabtu (04/01/2020) sekira pukul 20.00 WIB, tersangka Wahyu Pradana alias Wahyu (20), warga Dusun II, Desa Lestari Dadi, Kecamatan Pergajahan, Kabupaten Sergai, Provinsi Sumut mendatangi rumah tersangka Tina.
Tersangka inipun seketika langsung ditangkap, dari pengakuannya kalau dianya disuruh oleh tersangka Sisu untuk menjemput uang dari tersangka Tina. "Sekira 15 menit kemudian, ternyata tersangka Sisu ini datang ke rumah tersangka Tina dengan mengendarai sepedamotor hendak menyusul tersangka Wahyu karena merasa lama menunggu. Begitu ditangkap dan digeledah dari rompi tersangka Sisu ini ditemukan 1 dompet di dalam saku jaket sebelah kiri yang berikan 3 helai plastik klip transparan diduga berisikan sabu, timbangan elektrik dan 2  bal plastik klip transparan kosong," ungkapnya.
Selanjutnya, sambung Martualesi, dari keterangan tersangka Sisu dilakukanlah pengembangan ke Jalan Pancasila,  Pasar VII, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan guna mencari sang  bandarnya yang diketahui berinisial Bu.

Namun sesampainya di kawasan Tembung, handphone milik Bu sudah tidak aktif lagi sehingga personel pun kembali ke Kecamatan Perbaungan dan menunggu hubungan kontak dengan tersangka Bu. Saat personel sedang standby, tersangka Sisu minta istirahat untuk buang air kecil namun ternyata tersangka menyiasati hendak kabur dengan menyikut Brigadir Firmansyah Barus.
Seketika tersangka pun berlari dan dengan gerak reflex personel pun memberikan tembakan peringatan. Namun tersangka tidak mengindahkannya sehingga dalam keadaan mendesak tersangka dilumpuhkan dan kaki kanan di bagian lutut tersangka tertembak lalu dibawa berobat ke RSU Sultan Sulaiman.
"Dari keterangan tersangka Sisu, kalau dia berperan sebagai kurir sabu dan sudah 7 kali mengantarkan pesanan sabu kepada tersangka Tina. Selanjutnya para tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Sergai untuk dilakukan proses sidik," pungkas Martaualesi mengakhiri. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Seorang pembeli dan dua pengedar narkoba jenis pil ekstasi ditangkap petugas Reskrim Polsek Medan Baru. 
Dari ketiganya disita barang bukti 179 butir pil ekstasi bergambar Hellowen dan Allien berwarna merah jambu.
Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H Tobing melalui Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba SH MH mengatakan , awalnya petugas mendapat informasi adanya seorang laki-laki memiliki pil  ekstasi.
"Dari informasi itu petugas melakukan penyelidikan dan menangkap EW Ginting (18) di Jalan Bunga Herba III, Padang Bulan, Medan pada Jumat 27 Desember 2017. Dari yang bersangkutan disita 2 butir pil ekstasi," katanya, Jumat (3/1).
Saat diinterogasi lanjut Philip, EW mengaku membeli dari AMP (23) seharga Rp160 ribu per butirnya. Kemudian Petugas melakukan pengembangan dan menangkap AMP (23) dan MG Gurusinga (20) di Jalan komplek perumahan Buena Vista Blok B 7, Padang Bulan, Medan.
"Dari keduanya disita barang bukti 177 butir pil ekstasi," bebernya.
Keduanya mengaku bahwa pil ekstasi itu merupakan milik KL juga juga pemilik rumah. Namun, saat dilakukan penangkapan KL tidak berada di rumahnya.
"Narkoba itu dititipkan KL untuk dijual jika ada yang datang membeli ke rumah tersebut," jelasnya.
Ketiganya dipersangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukumannya pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun," pungkasnya. (Rn)