.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views


INTAIKASUS.COM, (Sunggal) - Tekab Polsek Sunggal Polrestabes Medan berhasil tangkap komplotan penjahat yang menyaru sebagai polisi yang bertugas di BNN, Rabu (9/9).


Keberhasilan tersebut diungkapkan Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi S.H.,S.I.K.,M.H melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak, S.E.,M.H., pada Kamis (10/9) di mako Polsek Sunggal. 

Dijelaskan Kanit bahwa pengungkapan tersebut berawal dari laporan korban JP (15) warga Jln. Asoka Asam Kumbang ke Polsek Sunggal atas kejadian yang dialaminya dimana sepeda motornya dilarikan oleh orang yang tidak dikenal sewaktu korban bersama temannya berkumpul di salah satu SPBU di kawasan ringroad. 

Saat itu, para tersangka datang menggunakan mobil, selanjutnya langsung menuduh korban dan temannya sebagai pengedar narkoba, karena ketakutan, korban dan kawan-kawan  langsung melarikan diri dengan meninggalkan sepeda motor korban, dimana kunci kontak dibawa korban.

Selanjutnya korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sunggal dan langsung di tindaklanjuti Tekab Polsek Sunggal dengan melakukan pengejaran terhadap para pelaku. 



Sewaktu berada di Ringroad, atas petunjuk korban, team melihat mobil yang digunakan para pelaku melakukan aksinya dan langsung dipepet oleh petugas sehingga para tersangka tidak dapat berbuat banyak, selanjutnya para tersangka segera digiring ke mako Polsek Sunggal guna proses selanjutnya. 

"Dari para tersangka, kita berhasil menyita barang bukti berupa 1 unit mobil Kijang capsul BK 1374 DS, 1 pucuk senpi rakitan jenis revolver, 1 pucuk senpi mainan, 1 buah HT, 9 lembar tanda pengenal BNN atas nama pelaku, 5 buah hp android, 2 buah hp Merk Mito, 1 buah lakban, 1 buah borgol, 1 lembar STNK, Sim C, sim BI, 4 lembar KTP, 2 buah kaca pirex, 1 buah plastik klip kosong, 7 buah dompet, 1 buah senter laser vointer, 1 buah senter, 1 pasang kaca spion sepeda motor, 1 unit sepeda motor vario 150 BK 4810 PBH, beberapa dokumen / surat2 dan baju seragam Polri. Saat ini, kita masih melakukan pemeriksaan intensif guna mengembangkan kasus tersebut", kata Kanit. 

Ditambahkan Kanit, adapun tersangka yang berhasil kita tangkap adalah 8 orang inisial para tersangka MB (38), Sup (38), YA (28), JDK (31), DA (26), ES (31), RE (40) dan seorang wanita KH (18), yang semuanya warga kecamatan Percut Sei Tuan. 

"Atas perbuatannya, para tersangka kita persangkakan melanggar pasal 365 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,"  tutup Kanit. (Rn/Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Personil Reskrim Polsek Medan Timur menembak dua pelaku pencurian rumah toko (ruko) di Jalan Pasar III Kecamatan Medan Timur, Selasa (8/9/2020).

Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin didampingi Kanit Reskrim AKP ALP Tambunan mengatakan, penangkapan terhadap kedua tersangka Zainal Arifin (45) dan Said Ubaidillah alias Pablo (35), keduanya warga Jalan Pasar III Gang Mesjid Kelurahan Glugur Darat I Kecamatan Medan Timur, bermula dari laporan pemilik ruko, Abdullah Sembiring. "Korban membuat laporan dalam laporan ada yang melihat saksi membawa barang curian milik korban," ucapnya, Rabu (9/9/2020).

Berdasarkan laporan korban dan beberapa saksi, petugas kemudian melakukan pengejaran terhadap tersangka. "Dari informasi seorang tersangka bernama Ubai sedang berada di Jalan Pasar III, kita langsung melakukan penangkapan," terangnya.

Setelah dilakukan introgasi, Ubai mengakui dirinya melakukan pencurian dengan temannya Pablo. "Kemudian kita dapat informasi lagi kalau, tersangka Pablo tak jauh dari lokasi penangkapan. Kita langsung melakukan penangkapan terhadap Pablo," ucap Arifin.

Namun saat dilakukan pengembangan untuk mencari barang curian, keduanya berupaya melawan petugas. "Anggota memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak dua kaki tersangka," ujarnya.

Menurut Kapolsek, aksi pencurian pelaku dilakukan dengan cara mencokel pintu. Namun, sebelumnya, kedua tersangka naik ke lantai 2 dengan menggunakan tangga yang sudah disiapkan.

"Pencurian perencanaan, mereka membawa tangga dan naik ke lantai 2 ruko milik korban," terangnya.

Setelah berhasil naik, keduanya mengambil keyboard dan kipas angin. "Kemudian menurunkan barang curian itu dengan cara diikat lalu diturunkan," ujar dia.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku sudah dua kali melakukan pencurian rumah. "Kita menduga sudah sering, masih kita kembangkan lagi," ucap dia.

Sementara itu, seorang tersangka Ubai mengaku kalau hasil pencurian dipakai untuk membeli sabu. "Sebagian untuk biaya ekonomi dan sebagian beli sabu," katanya. (Red)

Views

INTAIKASUS.COM, (Pancurbatu) - Tekab Polsek Pancur Batu berhasil mengungkap tuntas kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) milik korban Doni Artha (38) warga Jln. Jamin Ginting, Desa Tuntungan I, Kec. Pancur Batu. 

Dalam pengungkapan itu, petugas meringkus tersangka Josua Zai alias Josua Nias (16) warga Perumahan Telaga Dari Desa Sri Mencirim, Kec. Kutalimbaru, dari kediamannya, Selasa (8/9/2020) sekira pukul 17.40 WIB.

Kapolsek Pancur Batu, AKP Dedy Dharma, SH melalui Kanit Reskrim AKP Syahril Siregar, Rabu (9/9/2020) sore, mengatakan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan berkat pengembangan setelah petugas lebih dulu menangkap tersangka Ricky Hamdani Tarigan dan Rudi Hartono beserta seorang penadah Suanderean alias Katong pada Sabtu (14/3/2020) lalu. Dari penadah ini, petugas menemukan 2 unit sepeda motor Yamaha NMax warna merah BK 4317 RAZ.

"Dalam pemeriksaan, tersangka Josua Zai mengaku bahwa ia bersama kedua temannya (Ricky Hamdani Tarigan dan Rudi Hartono) melakukan aksi pencurian sepeda motor di kediaman korban, Minggu (25/3/2020) lalu sekira pukul 13.40 WIB. Para tersangka masuk ke rumah korban dengan cara merusak jendela. Dari hasil pencurian itu, tersangka hanya mendapat bagian Rp. 500 ribu," terang AKP Syahril Siregar.

Setelah berhasil menggasak sepeda motor tersebut, sambung Kanit Reskrim Polsek Pancurbatu ini, ketiga tersangka menjualnya kepada tersangka Suanderean alias Katong. Dalam kasus ini, Polsek Pancur Batu telah meringkus keseluruhan tersangkanya.

"Saat ini tersangka sudah kita amankan, dan masih dilakukan pemeriksaan," tandasnya. (Rn)

Views

INTAIKASUS.COM, (DeliSerdang) – IH (37) warga Medan Barat dan AA (17) warga Helvetia Medan harus merasakan dinginnya dinding penjara usai ditangkap Tim Tekab Polsek Lubuk Pakam Polresta Deli Serdang.

Informasi dihimpun, keduanya di tangkap Polisi di Jalan Skip, Kelurahan Medan Petisah Kodya Medan, Selasa (8/9).

Sabtu (29/8) pukul 15.30 wib, terjadi tindak pidana pencurian  HP merk Vivo warna Biru di jln. Tengku Raja Muda (Toko Rejeki) Kel. lubuk Pakam I II, Ke. Lubuk Pakam. Saat itu korban yakni Ramses Rajagukguk (53) warga  Kelurahan Cemara Lubuk Pakam sedang mencharge HP nya di meja kasir, namun selang beberapa saat HP tersebut hilang saat korban ingin mengambil HP miliknya.

Atas kejadian itu, Ramses melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubuk Pakam Polresta Deli Serdang, 
pada Selasa (8/9) hasil Penyelidikan Tim Tekab Polsek Lubuk Pakam mendapat informasi bahwa Hp yang telah dicuri diketahui berada di Jln. Skip, Kel. Medan Petisah Kota Madiyah Medan.

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Pakam, Iptu Randy Anugrah Putranto bersama anggotanya menuju alamat yang dimaksud dan berhasil menangkap tersangka berinisial IH. 

Saat diinterogasi, IH mengaku membeli HP tersebut di Marketplace Facebook dari AA. Atas informasi tersebut, Tim menuju ke tempat AA dan berhasil mengamankannya.

Atas kejadian tersebut,  Keduanya dan Barang Bukti dibawa ke Mapolsek Lubuk Pakam Polresta Deli Serdang untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Lubuk Pakam Polresta Deli Serdang AKP Hendri Yanto mengatakan, "sudah kami tangkap, keduanya masih dalam proses hukum di Mapolsek Lubuk Pakam,"  katanya. (Rn/Ril)
Views

INTAIKASUS.COM, (LABUHANBATU) - Polres Labuhanbatu menggelar Konferensi pers Mengungkap Peredaran Gelap narkoba, bertempat di Halaman Mapolres Labuhanbatu, Jalan Thamrin No.1, Rantauprapat, Labuhanbatu, Senin (07/9).

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan didampingi Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini berawal adanya informasi dari Kelompok Ormas GM-LPSN, tentang adanya peredaran Narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Labuhanbatu.

Adapun tersangka yang diaman kan berjumlah 3 orang yaitu Sutarmin, Warimin dan Japar Sidik, yang ketiganya penduduk Labuhanbatu Selatan.

"Berdasarkan informasi tersebut, Satres Narkoba 
sekira pukul 21.00 WIB, berhasil menangkap tersangka  Sutarmin (48) seorang Karyawan Perkebunan Tolan Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, darinya diamankan BB 1 bungkus plastik klip transparan berisi sabu seberat 0,06 gram dan Uang tunai sebesar Rp400 ribu rupiah, "ujar Kapolres.


Lanjut dijelaskan Kapolres, saat di introgasi, tersangka Sutarmin mengaku bahwa narkoba jenis sabu tersebut di dapat dari tersangka Warimin (56), warga Desa Perlabian Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan, kemudian Satres Narkoba menangkap Warimin dengan barang bukti berupa Sabu seberat 0,20 gram dan Uang tunai sebesar Rp 2.400 ribu rupiah.   

"Kemudian Satres Narkoba melakukan pengembangan, dengan undercover buy, dan berhasil meringkus tersangka Japar Sidik (25), di Jalan Labuhan Kelurahan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, "ungkap AKBP Deni.

Dalam Press Rilease tersebut,  Kapolres juga menyampaikan "mengapa kita gencar melakukan penangkapan kepada pengedar narkotika, karena kita tidak kompromi dengan pengguna, pengedar, apa lagi bandar narkoba," tegasnya.

"Kami juga akan menerima dan menindak lanjuti setiap informasi masyarakat terhadap tempat-rempat atau orang-orang yang di duga melakukan transaksi narkoba, karna ini yang kita butuhkan kerjasama yang baik dari masyarakat, sehingga kita mudah untuk mengungkap peredaran narkoba di kota yang sama-sama kita cintai ini", pungkas Kapolres, sembari menambahkan kepada ke 3 tersangka, dijerat dalam Pasal 114 Sub 112 UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (RN)

Views

INTAIKASUS.COM, (Delitua) -  Polsek Delitua menangkap  dua anggota Genk motor yang kerap membuat resah warga. Adapun keduanya yakni berinisial LA (16) warga Jln. Karya Perbatasan Kel.Sari Rejo Kec. Medan Polonia dan HP (16) warga Jln. Karya Perbatasan Kel. Sari Rejo Kec. Medan Polonia. Disinyalir kedua orang yang diamankan dari kelompok Genk motor "Simple Life".

Sumber di kepolisian menyebutkan, kedua anggota Genk motor yang diamankan tersebut berawal dari adanya keributan dua kelompok anggota Genk motor di Jln. Eka warni Kel.Gedung Johor Kec. Medan Johor, pada Senin (7/9/2020) Pukul 01.00 Wib dini hari.

Mendapat informasi tersebut Unit Patroli dan Unit Reskrim Polsek Delitua langsung meluncur ke TKP guna membubarkan keributan yang sedang berlangsung. 

Setelah di TKP, personil Polsek Delitua langsung membubarkan kelompok massa yang sedang bertikai tersebut, dan berhasil mengamankan dua orang remaja berinisial LA dan HP.

Setelah diintrogasi keduanya mengaku dari kelompok Genk motor Simple Life (SL), selanjutnya keduanya diboyong ke Mako Polsek Deli Tua guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap, Senin (7/9) membenarkan adanya aksi keributan tersebut dan mengamankan dua orang laki-laki dibawa umur.

"Ya, ada dua orang remaja masih dibawa umur yang kita amankan untuk dilakukan pembinaan dan memanggil orang tuanya serta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan membuat keonaran di Masyarakat", tandas AKP Zulkifli Harahap. 
(Red/Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Delitua) - Seorang pensiunan PNS, Amron Ritonga (59), warga Desa Gunung Berita, Kecamatan Namorambe‬, Kabupaten Deliserdang, terpaksa berurusan dengan Polsek Delitua,  karena nekat merampas tas dan HP milik teman wanitanya, hanya karena tidak mau diajak kencan ke Hotel, Sabtu (5/9).

Peristiwa berawal, ketika itu Riska Mayasari (26), warga Bunga Cempaka III, Kelurahan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang itu mengantarkan sepeda motor milik pelaku yang ada padanya. Melihat korban datang, lalu pelaku mengajak korban makan bersama di sebuah rumah makan. Namun korban menolak ajakan pelaku.

Tak senang ajakanya ditolak korban, Amron Ritonga merampas tas milik korban, sehingga korban terpaksa mengikuti kemauan pelaku.‬

Namun dalam perjalanan, Amron bukannya menuju ke rumah makan, melainkan membawanya kesebuah hotel di Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan Medan.

Tak ayal Riska Mayasari langsung berontak dan minta turun dari boncengan pelaku. ‬Akan tetapi, pria paruh baya itu langsung merampas tas korban sehingga korban terpaksa memilih kabur dan langsung menyetop ojek online. 

Selanjutnya korban melaporkan pelaku ke Mapolsek Delitua, tentang perampasan tas yang berisikan 1 buah HP merk Oppo K3, warna biru dongker, 1 buah tas warna hitam, dan surat-surat berharga, seperti ATM, KTP, BPJS.‬

Atas laporan korban, Polsek Delitua langsung menangkap Amron Ritonga dikediamannya.‬ Selanjutnya pelaku dan barang buktinya diboyong ke Mapolsek Delitua guna proses hukum lebih lanjut.‬

‪Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap melalui Kanit Reskrim Iptu Martua Manik, kepada wartawan Minggu (6/9/20) membenarkan penangkapan terhadap Amron Ritonga, terkait perampasan tas dan HP milik Riska Mayasari. (Rn)