.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Delitua) - Acara pisah sambut Kapolsek Delitua Kompol H. Efianto,SH.,M.Hum kepada AKP Doly Nelson Nainggolan,SH.,MH. berlangsung cukup sederhana namun penuh keakrapan dan kekeluargaan. Acara lepas kenal tersebut dilaksanakan di Aula UPT Mekanisasi Pertanian Medan, Kamis (31/10/2019).
Dalam sambutannya, mantan Kapolsek Delitua Kompol H. Efianto,SH.,M.Hum yang kini menjabat sebagai Kabagren Polres Tanah Karo menyampaikan ucapan terima kasih atas kinerja dari seluruh anggota Polsek Delitua yang selama ini selalu bersama sama di Polsek Delitua. Kapolsek juga menyampaikan permohonan maaf jika selama bersama dengan anggota ada perlakuan maupun perilaku yang kurang berkenan di hati anggota.
"Dengan adanya pergantian Kapolsek Delitua yang baru diharapkan agar kinerja anggota yang sudah baik dipertahankan dan bila perlu kinerja dari seluruh anggota terus ditingkatkan demi untuk mewujudkan kondusifitas kamtibmas serta untuk memberikan pelayanan kepada warga masyarakat," terang Kompol H. Efianto.
Sementara itu, Kapolsek Delitua yang baru AKP Doly Nelson Nainggolan,SH.,MH menyampaikan,  akan melanjutkan tugas Kapolsek lama dengan optimal dan memberikan pelayanan kepolisian yang baik kepada masyarakat serta menciptakan situasi yang aman terkendali dan kondusif. Untuk itu, ia berjanji akan melakukan hal yang sama bahkan lebih baik lagi.

Ia berharap agar masyarakat dan seluruh anggota Polsek Delitua dapat memberikan dukungan dan kerjasamanya.
"Kami berharap semua elemen masyarakat mendukung dan  bekerjasama dengan kami supaya kami bisa lebih baik lagi," kata Kapolsek Delitua AKP. Doly Nelson Nainggolan.
Hadir pada kegiatan tersebut Camat Medan Tuntungan, Camat Delitua, Camat Medan Johor, Danramil, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan seluruh anggota Polsek Delitua. (Rina)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sunggal) - Bertempat di Warung Bebek  (Warbek) Gokil, Jalan Merak, Kecamatan Medan Sunggal, Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH menggelar Silaturahmi dan Makan Siang Bersama dengan Wartawan dari berbagai Media Cetak, Online dan Elektronik yang berunit di Polsek Sunggal, Selasa (29/10/2019) siang.
Hadir pada acara tersebut, Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH, Wakapolsek Sunggal AKP Enan Surbakti, Kanit Sabhara Polsek Sunggal Iptu N Siregar, Kanit Binmas Iptu M. Subakir, Panit 2 Reskrim Ipda Japry Simamora SH, Kasi Humas Polsek Sunggal Aiptu Roni Sembiring dan para  wartawan.
Kegiatan silaturahmi yang digelar Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi, selain untuk membangun sinergitas Polri khususnya Polsek Sunggal dan wartawan Unit Polsek Sunggal, sekaligus makan siang bersama.
Disela-sela kegiatan silaturahmi dan makan siang bersama itu,        Kapolsek Sunggal menyampaikan bahwa paska pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) yang telah terlaksana pada Minggu (20/10/2019) kemarin di Jakarta,  Kamtibmas di wilayah hukum (Wilkum) Sunggal hingga sampai kini aman dan kondusif," terangnya. 
Orang nomor satu di Mapolsek Sunggal ini menambahkan, kondusifnya kamtibmas di wilkum Polsek Sunggal adalah hasil kerja dan upaya kebersamaan yang dibangun bersama TNI-Polri, dan masyarakat diantaranya wartawan.
"Situasi tanpa adanya gejolak yang terjadi pada pengamanan dan paska pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, adalah hasil kerja nyata semua pihak dimana didalamnya terdapat unsur keikut sertaan TNI-Polri, dan masyarakat bagaimana tetap menjaga NKRI dan menjujung tinggi norma rasa satu kesatuan sebagai warga negara Indonesia," ucap Kompol Yasir.
Lebih lanjut, Kapolsek Sunggal mengajak wartawan untuk terus memupuk kemitraan yang telah terjalin baik selama ini dan ikut memberikan informasi kepada Polri serta juga mendukung program pembangunan pemerintah.
Kapolsek juga menghimbau agar masyarakat jangan mudah terprofokasi dengan informasi dan isu hoax, ujaran kebencian yang dapat merusak kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif," imbuhnya. (Rina)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Relawan Bela Jokowi (Bejo) menggelar Dialog Kebangsaan dengan tajuk "Memperkokoh Semangat Cinta Tanah Air,  NKRI Harga Mati" yang digelar di Pendopo Medan Club, Jalan RA Kartini, No.36, Kelurahan Madras Hulu, Kota Medan, Senin (28/10/2019). Dialog ini juga merupakan momentum memperingatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
Acara juga dihadiri berbagai organisasi kepemudaan di Kota Medan.

Ketua panitia pelaksana, Daulat Sinaga menyampaikan, proses politik di Indonesia sudah selesai. Semuanya sudah bersatu.
Dengan berlandaskan Pancasila ingin mengajak semua komponen masyarakat Sumut mengikrarkan diri bahwa, puluhan tahun yang lalu pemuda-pemuda bangsa ini mengatakan berbangsa satu, bertumpah darah satu dan berbahasa satu, Indonesia, ujar Daulat.

Oleh karena itu untuk menjaga kesatuan NKRI harus berpedoman pada bingkai Bhinekka Tunggal Ika. Daulat menyampaikan doa agar pemuda pemudi Sumatera Utara bisa memimpin negara ini dengan tanpa dipengaruhi ideologi - ideologi manapun selain Pancasila.

Daulat juga menyampaikan pertemuan -pertemuan untuk memupuk cinta NKRI harus menjadi program rutinitas.

"Agar masyarakat Indonesia khususnya kelompok milenial memahami persatuan dan kesatuan bangsa sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945", ucapnya.

Dialog Kebangsaan memperingati hari Sumpah Pemuda ini dihadiri oleh seluruh komponen masyarakat Sumatera Utara, baik dari kalangan akademik, alim ulama, musyawarah pimpinan daerah dan organisasi kemasyarakatan. Lebih kurang sedikitnya 200 pemuda hadir dalam acara ini.

Penekanan untuk bersatu dipertegas oleh Ketua Relawan Bela Jokowi (Bejo), Paulus Serang mengatakan, berdasarkan hari Sumpah Pemuda masyarakat harus optimis dengan bersatunya Presiden Jokowi dengan lawan tarungnya pada Pilpres April 2019, yang kini menjadi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

"Setelah presiden kita dilantik tidak ada lagi 01 ataupun 02. Semua sudah menjadi NKRI harga mati. Kita sudah letih mendukung presiden pilihan kita pada Pilpres April 2019 lalu. Tidak ada lagi 01 atau 02. Pak Jokowi dan Pak Prabowo sudah bersatu dalam Kabinet Maju", tegasnya.

Paulus menambahkan, kebangsaan Indonesia ini harus didiskusikan, agar kaum muda paham apa itu NKRI.

"Sebab akhir akhir ini kebangsaan kita agak terganggu, apalagi sebelum pilpres banyak gangguan. Namun sekali lagi Capres sudah jadi menteri. Artinya semua sudah menyatu. Pemerintah mengusung Kabinet Indonesia Maju demi kepentingan bangsa dan negara", tandas Paulus seraya berharap semua pemuda memahami persatuan. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Penyidik dari Polsek Helvetia resmi dilaporkan oleh Sarinah Siregar (44), warga Jalan Klambir V Gg. Anisa Lala No.162. Kel. Tanjung Gusta Kec. Medan Helvetia, Medan, ke Propam Polda Sumut. 

Pasalnya, wanita  yang berprofesi sebagai Pemred disalah satu media online ini merasa kecewa akibat laporan kasus penganiayaan disertai perampasan harta benda miliknya yang dilakukan oleh sejumlah anak tirinya, hingga kini masih ngambang di Polsek Helvetia. Laporan tersebut tertuang dalam LP/423/VI/2019/SU/Polrestabes Medan/Sek Mdn Helvetia, pada Rabu, tanggal 19 Juni 2019 lalu.

"Saya merasa kecewa dengan kinerja  penyidik Polsek Helvetia, yang terkesan mengistimewakan para pelaku, terkait hal itu saya sudah menyurati Propam Polda Sumut, guna melaporkannya, pada Kamis (17/10/2019)", ujar Sarinah, ketika ditemui, Sabtu, (19/10/2019).

Sarinah menjelaskan, perbuatan anak tirinya sudah diluar batas dan tak bisa ditolerir, karena setelah menganiaya dirinya, para pelaku membawa kabur sejumlah harta benda maupun uang tunai miliknya.

"Sudah jelas saya dikeroyok para pelaku, dianiaya, ditunjang, dijambak, diseret, hingga sekujur tubuh saya menderita luka lebam, dan harta benda serta uang milik saya dibawa kabur, namun ketika kasusnya saya laporkan ke Polsek Helvetia, hingga lebih empat bulan lamanya, tak jelas tindak lanjutnya", tuturnya kecewa.

Yang lebih anehnya lagi, lanjut Sarinah, ketika dirinya melaporkan kasus tersebut, pihak penyidik Polsek Helvetia  hanya menerima laporan kasus penganiayaannya saja, seperti yang tertuang di LP, sementara untuk kerugian yang dialami korban tidak tertulis di LP.

"Pihak penyidik beralasan hanya bisa memproses kasus penganiayaan saya saja, sementara untuk kasus perampasan harta benda serta uang tunai yang notabenenya milik saya tidak bisa dilaporkan, penyidik beralasan karena yang melakukan anak tiri saya", beber Sarinah.

Merasa janggal dan kecewa dengan laporannya di Mapolsek Helvetia korban kembali membuat laporan ke Mapolrestabes Medan.

"Saya lapor kembali ke Polrestabes Medan, untuk kasus perampasan harta milik saya, yang tertuang dalam laporan polisi Nomor : STTLP/1470/YAN.2.5/K/VII/2019/SPKT Restabes Medan, pada 9 Juli 2019", ungkap Sarinah.

Korban juga mengaku keberatan dalam penyelidikan kasus tersebut pihak Polsek Helvetia hanya menetapkan satu orang sebagai tersangka.

"Sudah jelas saya diserang dan dikeroyok, namun hanya satu orang ditetapkan sebagai tersangka, itupun hingga saat ini tak kunjung ditangkap", beber Sarinah kecewa.

Akibat peristiwa penganiayaan dan perampokan tersebut, korban mengaku mengalami kerugian uang tunai sebesar Rp.50 Juta yang rencananya akan dipakai untuk merehab rumah, 1 unit mobil merk Sigra warna Merah beserta BPKB dan STNK atas nama korban, 1 unit sepeda motor Honda Vario warna putih merah tahun 2017, BK. 6925 AHC, beserta BPKB atas nama korban, sertifikat rumah di Jalan Kelambir V (tkp) milik kakak korban, surat tanah SK Camat dan notaris atas nama Marasutan Siregar dan surat tanah pernyataan sawah di Sipirok keduanya milik orang tua kandung korban, 2 buah buku nikah, buku tabungan BRI, buku tabungan BNI, kartu BPJS, baju-baju milik korban dan suaminya, 2 buah helm, dan alat pijat Repleksi. Korban juga mengalami memar disekujur tubuh karena dianiaya.

"Anehnya lagi, pelaku dengan seenaknya mengembalikan mobil dan sepeda motor saya yang mereka bawa kabur ke Polsek Helvetia tanpa ada menahan satu orangpun, dan kini sudah disita pihak penyidik Polrestabes Medan sebagai barang bukti. Intinya saya sudah menjadi korban dan mencari keadilan demi tegaknya hukum, namun berbanding terbalik saya merasa tidak mendapatkan hal tersebut. Jadi saya harapkan pihak Propam Polda Sumut segera memproses laporan saya", ucap Sarinah mengharapkan. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (MEDAN) -  Pangdam I/BB Mayjen TNI MS. Fadhilah, menghadiri kegiatan olah raga  dan panggung hiburan prajurit TNI-POLRI, Bertempat di lapangan Benteng Medan, Jumat  (18/10/2019). 

Pangdam I/BB Mayjen TNI MS. Fafdilah dalam kata sambutannya mengaku bangga saat berada ditengah-tengah prajurit, beliau menyampaikan "Saya bangga berada diantara kalian, terus jaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetap bersinergi untuk mewujudkan Medan yang kondusif".

"Kegiatan ini dilaksanakan guna menjaga sinergitas TNI-Polri yang selama ini sudah terjalin baik serta menciptakan kenyamanan dan keamanan masyarakat Sumut khususnya menjelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi", ucap Mayjen TNI MS.Fadhilah

Sementara itu, Kapolda Sumut, Irjend Pol Agus Andrianto dalam kata sambutannya juga menyampaikan bahwa dalam kegiatan panggung prajurit ini merupakan wujud sinergitas TNI-POLRI. "Pagi ini kita berada di acara panggung prajurit adalah bukti kekompakan dan wujud sinergitas TNI-POLRI dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan nyaman di kota Medan dan di Sumatera Utara, Mari kita jaga keamanan kota yang kita cintai ini, dan mari kita sukseskan tugas kita dalam rangka pengamanan pelantikan presiden dan wakil yang sebentar lagi akan dilaksanakan," ucap Kapoldasu.

Acara dilaksanakan dengan jalan santai sepanjang 3 km, diteruskan dengan senam bersama, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan, Usai memberikan kata sambutanya, Pangdam I/BB, Kapoldasu, Danlantamal I, Kabindasu, Wakil Wali kota Medan, Danlanud Soewondo diminta untuk menyanyikan dua lagu yang sempat membakar semangat para prajurit untuk bergoyong,  Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Sarapan  pagi bersama, hiburan dan pembagian Doorprice berbagai macam hadiah diantara beberapa unit sepeda motor, sepeda gunung, TV, mesin cuci, kulkas dan lain sebagainya.

Turut hadir dalam acara ini Pangdam I/BB Mayjen TNI MS. Fadhilah, Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto beserta PJU Polda Sumut, Kasdam I/BB dan para Asisten Kasdam I/BB, Pangkosek Hanudnas III yang diwakilkan oleh Asisten, Danlantamal I Belawan dan para Asisten, Kabindasu, Danlanud Soewondo, Kapolrestabes Medan,  Pjs Walikota, Danwing III, Paskhas, Danyon Maharlan, Dandim 0201/BS. (Pendam I/BB)
Views

INTAIKASUS.COM, (Agam) - Bertempat di ruang Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Agam, dilaksanakan penyerahan surat kerjasama PKBM Ar-Rasyid dengan Lapas Klas IIB Agam, hal penuntasan wajib belajar 9 tahun bagi Warga Binaan Lapas melalui Program Pendidikan Kesetaraan Kelompok Belajar (Kejar) Paket A setara SD, Paket B setara SMP, Paket C setara SMA, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Lifeskill (Kecakapan Hidup), Senin (14/10/2019).

Surat kerjasama ini diserahkan langsung oleh Pengelola PKBM Ar-Rasyid Linda, A. Md didampingi Sekretaris Program M. Riza Zulfikar, SH dan diterima langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Marten. S, SH didampingi KTU Nova. R, SH.

Kepala Lapas Klas IIB Agam Martin. S, SH sangat mendukung dan menyambut baik kerjasama ini mengingat pendidikan merupakan cara tercepat dalam meningkatkan moral dan psikologis warga binaan agar bisa dan sadar bahwa kejahatan itu harus dihindari sehingga mereka tidak lagi menjadi binaan lembaga pemasyarakatan.

"Kerjasama ini sangat dibutuhkan dan sudah lama kami harapkan, kita sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PKBM Ar-Rasyid atas kesediaannya bermitra dengan Lapas Klas IIB ini dalam menuntaskan wajib belajar 9 tahun melalui program Kejar Paket A, B dan C ini, pihak Lapas Klas IIB Agam akan menyiapkan sarana prasarana belajar dan perkantoran bagi PKBM," ujar Martin.

Pengelola PKBM Ar-Rasyid Linda, A. Md menghaturkan terima kasih kepada pihak Lapas Klas IIB Agam atas sambutan kerjasama dalam melaksanakan program Kejar Paket A, B, C TBM dan Lifeskill di Lapas Klas IIB Agam, mengingat target program adalah orang- orang yang butuh pendidikan kemasyarakatan seperti warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Agam ini sehingga tuntas wajib belajar 9 tahun di Agam tahun 2025 bisa dicapai. (Zerh)
Views

INTAIKASUS.COM, (Belawan) - Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP H.Ikhwan Lubis SH,MH memimpin pelaksanaan Apel Pagi sekaligus membuka acara latihan menembak personel Polres Pelabuhan Belawan di Markas Komando Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Mako Yonmarhanlan I), di Jalan Serma Hanafiah, Belawan, Jumat (11/10/2019).
Kedatangan Kapolres dan rombongan langsung disambut Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan I), Letkol Marinir James Munthe,M.Tr Hanla bersama 125 personel Marinir TNI Angkatan Laut Lantamal 1 Belawan.
Dalam Kegiatan Apel dan latihan menembak tersebut di ikuti 125 personel Marinir, para pejabat utama (PJU) Polres serta 100 personil Polres Pelabuhan Belawan.

Dalam arahannya Kapolres menguncapkan terimakasih kepada Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan I) Letkol Marinir James Munthe,M.Tr Hanla dan seluruh prajurit Marinir atas kesediaannya menyambut kedatangan personil Polres Pelabuhan Belawan.
"Terimakasihatas dukungan Danyonmarhanlan I Belawan yang selama ini telah membantu dan bersama-sama dengan Polres Pelabuhan Belawan menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, " ucap Kapolres.

Kapolres juga berharap agar kekompakan yang telah terjalin selama ini tetap dijaga bersama dan ditingkatkan lagi untuk menjaga kamtibmas yang kondusif serta mengucapkan terimakasih kepada Dan Yon Marinir yang telah mengizinkan Polres Pelabuhan Belawan untuk latihan menembak di lapangan tembak Markas Komando Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Mako Yonmarhanlan I) Belawan.
Dalam kesempatan ini juga, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan secara resmi membuka kegiatan Latihan menembak personil Polres Pelabuhan Belawan di Markas Marinir tersebut. (Rina)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sibolga) - Kegiatan Upacara Puncak serta Syukuran Peringatan HUT TNI Ke – 74 Tahun 2019 di wilayah Korem 023/KS digelar setelah Upacara dan kegiatan tari kolosal, demontrasi prajurit TNI, defile, Sabtu (05/10/2019).

Kapenrem 023/KS Mayor Arm Ojak Simarmata  menyampaikan bahwa Peringatan HUT TNI ke 74 Tahun 2019 digelar  demonstrasi kemampuan prajurit TNI dan tari massal Kawal Samudera, stand  Korem 023/KS, Lanal Sibolga, Satradar 234 Sibolga dan Stand persit jajaran Korem 023/KS serta gelar alutsista yang di pamerkan kepada Tamu undangan. 



Kegiatan Perayaaan HUT TNI kali ini digelar dengan  berbagai macam bantuan baik personel maupun bantuan berupa sembako dan pengobatan gratis kepada warga.

Pada Rangkain kegiatan tambahan Peringatan HUT TNI Ke 74 Tahun 2019  Danrem 023/KS Kolonel Inf Tri Saktiyono juga berkesempatan untuk memberikan kursi roda kepada warga yang cacat, tongkat dan kaca mata, dilanjutkan Pemotongan tumpeng kue ulang tahun.


Penutup Acara Peringatan HUT TNI ke 74 Tahun 2019 Wilayah Korem 023/KS dilaksanakan kegiatan Panggung Prajurit yang dimeriahkan oleh artis Lokal. (Penrem023)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Sarinah Br. Siregar (42), warga Jalan Klambir V Gg. Anisa Lala No.162. Kel. Tanjung Gusta Kec. Medan Helvetia, Medan, mengaku kecewa dengan kinerja Polsek Helvetia. Pasalnya, setelah dirinya melaporkan kasus penganiayaan dan perampokan yang dilakukan oleh anak tirinya, tertuang dalam laporan polisi LP/423/VI/2019/SU/Polrestabes Medan/Sek Mdn Helvetia, pada Rabu, tanggal 19 Juni 2019 lalu, namun hingga saat ini belum ada satupun pelaku yang diamankan. Padahal akibat peristiwa tersebut korban mengalami luka lebam disekujur tubuhnya dan juga kerugian sejumlah harta benda akibat dibawa kabur para pelaku.

Yang lebih anehnya, ketika korban melaporkan kasus tersebut, penyidik Polsek Helvetia hanya menerima laporan penganiayaannya saja, sementara untuk kerugian harta benda yang dialami korban tidak tertuang dalam surat laporan pengaduan.

"Aneh memang penyidik Polsek Helvetia ini, padahal selain dianiaya, harta benda milik saya juga dibawa kabur para pelaku. Namun ketika saya laporkan kasus tersebut, pihak penyidik hanya menerima laporan kasus penganiayaan yang tertulis didalam berita acara surat laporan, untuk kerugian harta benda yang saya alami tidak masuk dalam surat laporan, hingga akhirnya dengan terpaksa saya laporkan kembali kasus perampokan harta benda yang notabenenya milik saya diantaranya, mobil, sepeda motor, surat tanah, uang tunai, surat kendaraan dll, ke Mapolrestabes Medan", ujar Sarinah.

Sarinah juga mengaku kecewa, ketika pihak penyidik Polsek Helvetia melakukan konfrontir, yang mempertemukan dirinya dengan para pelaku, hingga ujung-ujungnya pelaku mengembalikan mobil dan sepeda motornya ke Mapolsek Helvetia tanpa ada menahan tersangkanya.

"Saya pernah dipertemukan dengan para pelaku, tetapi tak menghasilkan solusi, padahal akhirnya penyidik menetapkan pelaku menjadi tersangka, namun terkesan untuk menyenangkan hati saya sebagai korban, terbukti hingga kini belum juga ditangkap. Yang lebih anehnya lagi pelaku juga bisa seenaknya mengembalikan mobil dan sepeda motor milik saya ke Mapolsek Helvetia tanpa ada menahan pelakunya. Padahal notabenenya mobil dan sepeda motor saya itu diambil paksa dan dibawa kabur mereka (para pelaku), karena memang mobil dan sepeda motor itu saya beli dengan hasil keringat saya mencari uang, terbukti surat-surat mobil dan sepeda motor tersebut atas nama saya pribadi", beber Sarinah.

Akibat lambannya penanganan kasus tersebut, Sarinah Siregar berencana melaporkan pihak penyidik Polsek Helvetia ke Propam Polda Sumut.

"Intinya saya merasa kecewa dengan lambannya penanganan kasus ini, sudah lebih kurang empat bulan lamanya tak jelas. Dalam hal ini saya merasa tidak mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum, jadi saya sudah kordinasi dengan penasehat hukum, kasus ini akan segera kami laporkan ke Propam Polda Sumut yakni pengaduan masyarakat (Dumas)", ungkapnya.


Terkait sejauh mana tindak lanjut laporan pengaduan korban Sarinah Siregar, Kanit Reskrim Polsek Helvetia Iptu Suyanto Usman
yang dikonfirmasi lewat telpon selulernya, Senin (30/9/2019) mengatakan, sudah menetapkan tersangkanya, dan telah mencoba melakukan penangkapan tapi tak berhasil.

"Sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah kami datangi rumahnya tapi belum ketemu. Manakala ada info bisa juga dibagi untuk mempercepat", ucap Iptu Suyanto.

Sementara itu, Kapolsek Helvetia AKP Saudur Br.  Sitinjak yang juga dikonfirmasi lewat telpon selulernya, Senin (30/9/2019) menyebutkan masih mengejar tersangka.

"Bantu kami informasi bang kalo Tsk nya terlihat", ujarnya.

Pemberitaan sebelumnya, Tragis....! nasib yang dialami Sarinah Siregar, warga Jalan Klambir V Gg. Anisa Lala No.162. Kel. Tanjung Gusta Kec. Medan Helvetia, Medan ini. Pasalnya wanita yang berprofesi sebagai Pemred disalah satu media online di medan ini, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh anak tirinya. Tidak hanya sampai disitu saja sejumlah harta benda  dan uang tunai yang notabenenya milik korban dibawa kabur oleh para pelaku. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami luka memar dan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Diceritakan korban, peristiwa penganiayaan hingga perampasan harta benda dan uang miliknya yang dilakukan oleh para pelaku (anak tirinya), berawal pada Rabu (19/6/2019) sekira pukul 20.30 Wib malam.

"Saat itu saya dan suami saya sedang nonton tv diruangan bawah (garasi), karena memang suami saya dalam kondisi sakit struk, tidak bisa berjalan dan sulit berbicara", ujar korban.

Korban menjelaskan, malam itu sekira pukul 20.30 Wib, pintu rumah korban diketuk hingga ada tiga kali, namun korban tak membuka pintu karena memang yang mengetuk pintu rumahnya tak berbicara sedikitpun. Selanjutnya pintu rumah kembali  diketuk, melihat hal itu korban kemudian meneriaki dari dalam siapa yang datang, dan dibalas salah seorang pelaku berteriak dari luar "saya Vera". Karena merasa kenal, korban kemudiaan membuka pintu dan terlihat ada sekitar lebih kurang 12 orang yang datang dengan mengendarai dua mobil dan sepeda motor, termasuk juga anak serta menantu dari anak tirinya, kemudian korban mempersilahkan masuk.

Setelah dipersilahkan masuk, bukan perlakuan baik yang diterima korban dari para pelaku, malahan salah seorang dari pelaku membentak dengan mengatakan "tak perlu kau suruh-suruh kami masuk bukan rumah kau ini", perkataan tersebut dibalas korban dengan jawaban "Loh...kok kasar kali kalian". Namun para pelaku semakin berang dan mencerca korban dengan sejumlah omongan-omongan kotor tak senonoh.

"Saya dimaki-maki dengan sejumlah omongan kotor (tak pantas), namun tak berselang lama datang Kepala Lingkungan kami, mungkin dipanggil oleh anak tiri saya atau karena mendengar ada keributan, tapi kedatangan Kepling tak menyelesaikan masalah, hanya melihat dan pergi begitu saja", jelas korban.

Karena semakin merasa terancam, korban selanjutnya menelpon polisi dari Polsek Helvetia. Namun setelah dua orang personil polisi berpakaian preman datang, para pelaku mengusir personil polisi yang datang seraya mengatakan "ini urusan keluarga tak perlu dicampuri polisi". 

Selanjutnya, sebelum pergi salah seorang personil polisi sempat menasehati para pelaku dengan mengatakan, "jangan ribut-ribut lah, kasian bapak itu lagi sakit". Karena memang suami korban yang notabenenya ayah kandung para pelaku sedang sakit dan tergeletak ditempat tidur.

Setelah kedua personil polisi dari Polsek Helvetia pergi, para pelaku semakin beringas mencerca korban, dengan mengatakan "polisi kek gitu kau panggil, Jendral kau panggil kesini tak ada apa-apanya sama  kami", hardik pelaku, dan spontan menyeret tubuh korban, disuruh menunjukkan barang-barang berharga dimana disimpan. Korban sempat melakukan perlawanan namun tak berdaya karena dikeroyok oleh lebih kurang enam orang pelaku.

Korban sempat beralasan mau tukar pakaian dulu kelantai atas rumahnya, karena memang saat itu korban hanya memakai daster saja. Namun setelah pergi kelantai atas berniat tukar pakaian, para pelaku kembali mengejar dan menyeret serta menjambak rambut korban. Bahkan korban diseret turun tangga hingga dicampakkan keluar rumah. 

Tas sandang korban yang sempat diambilnya dilantai atas rumah dirampas pelaku dan dibongkari seraya berkata "mana harta kau simpan semua". Korban juga kemudian diseret kembali serta ditunjang dan dicampakkan keluar rumah. Selanjutnya para pelaku mengunci pintu dari dalam, hingga korban berteriak-teriak menggedor pintu rumah namun tak dihiraukan para pelaku. Diduga saat didalam rumah, para pelaku mengambil membongkari lemari hingga mengambil harta benda milik  korban. 

Setelah puas menguras habis harta benda milik korban, para pelaku menaikan orang tuanya yakni suami korban yang memang dalam kondisi sedang sakit keatas mobil merk Sigra Merah milik korban dan pelaku lainnya juga membawa sepeda motor Honda Vario milik korban, selanjutnya membuka pintu garasi dan membawa keluar mobil beserta sepeda motor korban, kemudian menggembok pintu rumah korban dari luar. 

Korban juga mengatakan sebelum pergi para pelaku sempat mengancam korban dengan mengatakan "kalau dia (korban) masuk kerumah ini lagi kita bakar aja rumahnya", seraya pergi meninggalkan korban begitu saja.

"Saat mereka (para pelaku) mau pergi, sempat aku halangi mobilnya tapi aku mau ditabraknya, selanjutnya aku ambil batu kulempar mobilnya, tapi karena memang saya sudah dianiaya hingga ditunjang dan dipijak-pijak saya tidak berdaya melakukan perlawanan, dengan leluasa kemudian mereka membawa mobil dan sepeda motor saya", ucap korban seraya meneteskan air mata.

Setelah kepergian para pelaku, korban kembali masuk kerumahnya dan melihat kondisi didalam sudah berserakan. Ketika diperiksa sejumlah harta benda serta uang tunai raib, dibawa kabur pelaku. 

Akibat peristiwa tersebut, korban mengaku mengalami kerugian uang tunai sebesar Rp.50 Juta yang rencananya akan dipakai untuk merehab rumah, 1 unit mobil merk Sigra warna Merah beserta BPKB dan STNK atas nama korban, 1 unit sepeda motor Honda Vario warna putih merah tahun 2017, BK. 6925 AHC, beserta BPKB atas nama korban, sertifikat rumah di Jalan Kelambir V (tkp), surat tanah SK Camat dan notaris atas nama Marasutan Siregar dan surat tanah pernyataan sawah di Sipirok keduanya milik orang tua kandung korban, 2 buah buku nikah, buku tabungan BRI, buku tabungan BNI, kartu BPJS, baju-baju milik korban dan suaminya, 2 buah helm, dan alat pijat Repleksi. Korban juga mengalami memar disekujur tubuh karena dianiaya, hingga akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Helvetia. (Ik)
Views

INTAIKASUS.COM, (Marelan) - Sebagai upaya memberikan edukasi terhadap pelajar dan meningkatkan dunia pendidikan, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH.,MH melaksanakan giat Go To School ke Yayasan Pendidikan Harapan Mekar, Jalan Marelan Raya, Pasar III, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Senin, (30/9/19) pukul 07:30 s/d 09:30 Wib.

Kegiatan tersebut dalam rangka menanggulangi kenakalan remaja dan menangkal penyebaran berita hoax, sekaligus untuk mengantisipasi keterlibatan pelajar tingkat SMA dan SMK dalam aksi demo atau unjuk rasa yang berpotensi terjadinya kekerasan.

Selain Kapolres Pelabuhan Belawan turut hadir mendampingi, Kasat Binmas Polres Pelabuhan Belawan Kompol Justar Purba, Kasat Intel Polres Pelabuhan belawan Belawan, KBO Sat Binmas Polres Pelabuhan Belawan.

Terlihat hadir dari pihak sekolah Ketua Yayasan Dr. Efriyani Sembiring, M.Kt, Kepala SMK Harapan Mekar 1 Martua Nasution, ST, Kepala SMK Harapan Mekar 2 Andri Ahmad Desa, ST, Kepala SMA Harapan Mekar Hafizan, S.Pd.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH.,MH beserta rombongan tiba disekolah Yayasan Pendidikan Harapan Mekar pukul 07:00 Wib. Dilokasi, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan SH.,MH Langsung mengambil posisi sebagai Moderator pemberi bimbingan disekolah Yayasan Pendidikan Harapan Mekar, yang diikuti oleh guru dan siswa - siswi.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan SH.,MH, dalam pertemuan itu mengatakan " Perkembangan teknologi hingga Media sosial saat ini sangat dekat sekali dengan para remaja, jangan mudah percaya dengan berita yang belum tentu kebenarannya", ucapnya.

Kapolres juga memberikan saran dan Memotivasi kepada para siswa-siswi untuk tetap semangat belajar dan meraih cita - cita agar berguna bagi nusa dan bangsa.

"Peran orang tua, sekolah, pihak kepolisian dan pemerintahan harus saling bersinergi untuk memberikan kegiatan yang positif seperti olahraga dan mengadakan perlombaan "ujar Kapolres.

Dirinyapun menjelaskan pihak Kepolisian juga mengeluarkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). "Apabila seorang remaja sudah pernah melakukan pelanggaran, akan tertera di lampiran surat tersebut sehingga akan berimbasan pada masa depannya sendiri"

"Mari kita bersama - sama menjaga keutuhan NKRI" tandas AKBP Ikhwan.

Usai memberikan pesan Kamtibmas, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan bersilahturahmi dan foto bersama.

Selama kegiatan sambang Go To School  berjalan dengan aman dan lancar. (Rina)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Pemerhati Sosial Politik dan Hukum Sumatera Utara Ikhwaluddin Simatupang S.H.,M.Hum mengingatkan semua Pihak agar tidak membenturkan POLRI dan Mahasiswa dalam penyampaian aspirasi menolak beberapa RUU atau UU yang masih dalam proses pengesahan oleh Pemerintah.
Reaksi keberatan masyarakat melalui aspirasi mahasiswa atas beberapa RUU atau UU yang akan disahkan telah mendapat tanggapan positif dari Pembuat UU (DPR) dan Pemerintah.
Jadi langkah selanjutnya adalah bagaimana UU yang akan disahkan nantinya benar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber dari segala hukum di Indonesia seperti yang menjadi keberatan dari masyarakat dan mahasiswa," ujar Ikhwal kepada wartawan di Medan, Kamis (26/9/2019).
Ikhwal meminta DPRD Provinsi atau Kabupaten/Kota harus meneruskan aspirasi ini dengan terlebih dahulu berdiskusi bersama kalangan perwakilan mahasiswa dan universitas. Mantan Direktur LBH Medan ini mengemukakan apabila Wakil Rakyat memaksimalkan perannya menyerap aspirasi masyarakat terhadap kisruh perUUan sangat mungkin tidak terjadi benturan antara mahasiswa dan aparat keamanan. Wakil Rakyat bekerja sama dengan Fakultas-fakultas hukum untuk menginventarisir keberatan-keberratan masyarakat dan mahasiswa terhadap Rancangan UU yang menjadi polemik saat ini. Dunia kampus juga harus membuka komunikasi dengan wakil rakyat terhadap persoalan-persoalan RUU saat ini.
"Jangan biarkan keberatan terhadap RUU atau UU menjadi konflik antara Mahasiswa dan POLRI atau bahkan mungkin dapat melebar ke Aparatur Sipil Negara. Tidak ada hubungannya RUU atau UU dengan POLRI atau ASN. Tugas Wakil Rakyatlah (DPRD) untuk berjuang mewakili rakyat agar perUUan disahkan sesuai dengan harapan masyarakat. Saya mengapresiasi gerakan mahasiswa yang menyuarakan kepentingan-kepentingan masyarakat, tetapi tidak boleh melakukan perusakan terhadap aset-aset negara, pemerintah apalagi harus benturan dengan aparat keamanan. Bukan itu cara untuk mencapai tujuan perubahan perUUan,malah itu akan menggeser permasalahan yang seharusnya issu perUUan yang menjadi akar masalah dituntaskan bergeser dengan issu mahasiswa lawan Polri bahkan menurunkan pemerintah yang merupakan hasil pemilu yang demokratis," jelas Ikhwal yang juga mantan aktivis Mahasiswa 98 ini.
Demikian pria yang aktif di bidang advokat ini mengapresiasi langkah Kapoldasu memeriksa Mahasiswa atau Personil POLRI yang diduga terlibat dalam tindakan langgar hukum di DPRDSU.
"Kita harus cerdas melihat akar masalah dan mencari problem solvingnya jangan menggeser persoalan keberatan terhadap perUUan menjadi keributan antara mahasiswa dan aparat keamanan. Polri dan Mahasiswa merupakan potensi yang besar untuk menjaga kedamaian dan mewujudkan kesejahteraan," pungkas Aktifis Mahasiswa 98 ini mengakhiri. (Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kapendam I/BB Kolonel Inf Zeni Djunaidhi, S. Sos, M.Si. kompak menjalin silaturahmi bersama Insan Media sekaligus menyelengarakan Makan Bersama dengan Insan Media dan Prajurit serta PNS Pendam I/BB, Jumat (19/9/2019) di Ruang Media Centre Kodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan.

Pada kesempatan tersebut, dalam arahannya, Kapendam I/BB menyampaikan bahwa acara seperti ini memang sengaja diambil pada hari Jumat, karena merupakan kesempatan kita untuk ketemu dan saling berkoordinasi, saling memberikan informasi antar staf maupun antar anggota karena tidak menutup kemungkinan dalam satu minggu kita tidak sempat ketemu. Penyelenggaraan kegiatan itu untuk lebih mendekatkan para anggota dengan pimpinannya, sehingga lebih terjalin interaksi antara pimpinan dengan yang dipimpin, serta meningkatkan tali silaturrahmi antara atasan dengan bawahan yang akhirnya ada rasa keterbukaan di antara sesama, karena agama manapun menyampaikan jangan putuskan tali silaturrahmi antara sesama umat.

"Tujuan ini untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan yang selama ini telah terwujud bersama Insan Media dan juga sebagai sarana komunikasi dalam kegiatan Operasional Kodam IBB", ujar Kapendam I/BB.

Melalui kegiatan ini, sambung Kapendam, saya berharap kita dapat memelihara dan meningkatkan hubungan kerjasama yang lebih baik, menjalin komunikasi yang lebih intensif dan tukar menukar informasi yang berlandaskan prinsip kebenaran dan saling percaya. Tugas dan peran media sangat besar dalam penyebarluasan informasi ke masyarakat, dan berharap wartawan dan TNI khususnya di Jajaran Kodam I/BB bisa bersinergi dengan baik khususnya dalam peliputan dan penyampaian informasi yang semakin baik kepada masyarakat.

Selanjutnya Kapendam I/BB menyampaikan pembagunan daerah, peran wartawan sangat berpengaruh dan pihaknya beharap agar setiap goyangan ujung pena para wartawan menjauhi berita hoax dan tetap menjaga merah putih (NKRI) supaya jangan ada perpecahan antara Masyarakat dan insan media.

Kapendam I/BB berpesan agar momen ini dimanfaatkan semaksimal mungkin, guna lebih mempererat keakraban, kebersamaan dan rasa persaudaraan diantara kita sebagai prajurit dan PNS Penerangan Kodam I/BB serta Insan Media.

Usai melaksanakan Sholat Jum'at, keluarga besar Pendam I/BB makan siang bersama dengan para wartawan, dilanjutkan dengan foto bersama di Ruang Media Center Pendam I/BB

Hadir dalam acara tersebut, Kapok Sahli Pangdam I/BB Wakapendam I/BB, Ketua PWI Sumut, pada Kasi Pendam I/BB, para Kaur
Pendam I/BB, para Paur Pendam I/BB beserta anggota Pendam I/BB, Wartawan Media Cetak, Elektronik dan Online. (Pendam I/BB)