.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Griya Furniture yang terletak di Jalan Karya No.81 Sei Agul Medan, melaksanakan kegiatan bakti sosial berbagi taliasih, dengan memberikan nasi bungkus gratis, kepada para pengguna jalan yang melintas di Jalan Karya Sei Agul Medan, Rabu (1/4/2020) pukul 11.30 Wib.

Menurut keterangan pengusaha Griya Furniture yang tidak bersedia menyebutkan namanya ketika ditemui menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan ini sebagai wujud berbagi kepada warga yang membutuhkan.

"Kegiatan ini rencananya kita laksanakan selama satu bulan, dan saat ini memasuki hari ke empat, setiap harinya kita bagikan sebanyak 20 nasi bungkus kepada warga yang membutuhkan, seperti halnya Abang becak, driver ojol, tukang parkir dan warga yang melintas lainnya", ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, terlaksananya kegiatan bakti sosial ini tidak terlepas adanya dukungan teman-teman lainnya dengan tujuan berbagi terhadap sesama.

"Tidak hanya Griya Furniture tetapi kegiatan yang kita lakukan ini, juga didukung teman-teman lain yang ikut menyumbangkan bantuannya", jelasnya.

Kembali ditambahkannya, ditengah kondisi mewabahnya virus Corona (Covid-19) saat ini diharapkan warga tidak panik dan tetap tenang dan berdoa, serta tetap mengikuti anjuran pemerintah.

"Mari sama-sama kita berdoa agar kondisi Virus Corona ini segera berakhir, dan ekonomi warga kembali berjalan normal", tandasnya seraya mengharapkan kegiatan berbagi terhadap sesama ini dapat dilakukan oleh pelaku usaha lainnya. 
(Rina)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-94 Nahdlatul Ulama (31 Januari 1926 - 31 Januari 2020), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara mengimbau seluruh warganya di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara untuk menyemarakkannya dengan beberapa kegiatan.

Kegiatan tersebut yakni, istighosah dan pertemuan alim ulama, ziarah kepada tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama, kunjungan Ke pesantren dan tabligh akbar, gerakan pengibaran 1.000 bendera dan spanduk Nahdlatul Ulama, lomba Qira'atul Kutub, lomba kaligrafi kreasi logo Nahdlatul Ulama, lomba Tahfiz Juz 30 untuk anak-anak, lomba Mars Syubbanul Wathan, lomba Marhaban, lomba membuat video pendek sketsa "Aku Bangga menjadi Warga Nahdlatul Ulama", lomba pidato melalui video pendek mengenai ke-NU-an dan Keaswajaan, lomba karya tulis artikel/opini mengenai Ke-NU-an dan Keaswajaan, lomba Tahtim-Tahlil, pelatihan bilal mayit, silaturrahim dan dialog mubalig muda Nahdlatul Ulama.
Ketua Panitia Harlah PWNU Sumut Khairuddin Hutasuhut mengatakan, instruksi ini berlaku untuk seluruh pengurus NU dari anak ranting hingga Pengurus Cabang NU serta pengurus 14 lembaga dan 18 Badan Otonom NU dari cabang hingga ranting, serta warga NU di kabupaten/kota Se Sumatera Utara pada umumnya.
"Tujuan rangkaian kegiatan ini adalah memohon pertolongan kepada Allah agar keluarga, masyarakat dan bangsa kita hidup aman, damai, makmur dan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, di mana kegiatan tersebut di antaranya mendoakan para ulama, pejuang, syuhada shalihin yang merupakan perintis kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Hutasuhut didampingi Sekretaris Panitia Muslim Pulungan, dalam keterangan tertulis yang diterima Wartanu, Selasa (7/1/2020).
Hutasuhut juga menyebutkan bahwa pelaksanaan puncak Harlah nantinya akan dilaksanakan di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU) yang mana peserta perlombaan final tingkat provinsi akan hadir dari seluruh PCNU, Lembaga dan Banom akan memadati lokasi acara di halaman parkir Kampus UNUSU, Jalan HA Manaf Lubis No 2, Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara..
Sementara itu ditempat terpisah,  Ketua PCNU Medan Burhanuddin SE yang diwawancarai disela-sela kesibukannya mengatakan, PCNU dan jajarannya siap mendukung dan mensukseskan gelaran berbagai kegiatan PWNU Sumut, namun disisi lain PCNU mempunyai kegiatan tersendiri yang akan dilangsungkan di Lapangan Istana Maimoon Medan, pada 23 Februari 2020. dengan berbagai kegiatan PCNU tersebut kita juga minta support dan dukungan dari PWNU Sumut agar berbagai kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar, ucapnya.Insya Allah berbagai kegiatan tersebut akan langsung dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj dan jajaran pengurus PBNU pusat," ungkapnya. (Red)

PCNU Medan Siap Sukseskan Harlah NU ke-94.

Dalam rangka memeriahkan hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke 94, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Medan turut memeriahkannya dengan berbagai kegiatan, diantaranya Pildacil, Lomba ayat-ayat pendek, Azan yang diikuti oleh anak-anak mulai tingkat TK/PAUD dan SD, Sabtu (01/02), bertempat di halaman parkir Kampus UNUSU, Jalan HA Manaf Lubis No 2, Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara, pukul 08.00 WIB.

Kemudian Istighosah Qubro yang akan dilangsungkan pada pukul 13.00 WIB dan malamnya harinya pukul 19.30 WIB pagelaran budaya walisongo dan perjalan NU di Indonesia dari masa kemasa yang kesemua kegiatan tersebut direncanakan pada Minggu 23 Februari 2020 di lapangan Istana Maimoon Medan," ucap Ketua PCNU Medan Burhanuddin SE kepada Wartawan, Sabtu  (1/2).

Menurut Burhan, berbagai rangkain kegiatan nantinya akan dihibur artis Haddad Alwi dan artis-artis binaan PCNU Kota Medan. 

"Untuk memeriahkan acara tersebut dihimbau kepada pengurus PCNU Medan, MWC NU Medan dan Ranting NU Medan se Kota Medan agar memasang bendera, spanduk, dan baliho disudut-sudut atau sejumlah titik jalan di Kota Medan, sebagai tanda bahwa NU Medan telah hadir ditengah-tengah masyarakat," ucapnya. 

Kemudian, lanjut Burhan, Insya Allah berbagai kegiatan tersebut akan langsung dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj dan jajaran PBNU Pusat," ungkapnya mengakhiri. (Rina)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Tahun baru Imlek merupakan perayaan Tahun Baru bagi etnis Tionghua. Pada Tahun 2020 ini perayaannya tepat pada  tanggal 25 Januari 2020. Tahun 2020 merupakan tahun "Tikus Logam" dalam kelender China. 

Masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama 15 hari yang biasanya disebut Cap Go Meh. Cap Go Meh merupakan hari ke-15 atau hari terakhir masa perayaan Tahun Baru Imlek etnis Tionghua diseluruh dunia. 

Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara Harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap : Sepuluh, Go : Lima, Meh : Malam). Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan hiburan lainnya.

Untuk memeriahkan hari raya Imlek Tahun 2020 ini, Djohnpao Comedy Show akan hadir di Regale Internasional Convention Centre Jalan Adam Malik Medan, Sabtu (8/2/2020) mendatang. 

Acara diisi dengan penampilan Singer Kota Medan diantaranya Djohnpao, Andy Chenxing, Sherly Suretno, Andi Pg, Wiliam Tandean dan Zettarius. Ditambah Actor dari Singapore, Alamak Hui & Mark Lee.

Djohnpao dalam temu pers nya kepada wartawan, Selasa (21/1/2020) di Regale Internasional Convention Centre, menyebutkan, Djohnpao Comedy Show ini digelar pada malam Cap Go Meh dengan tujuan memeriahkan malam terakhir perayaan hari raya Imlek di Tahun Tikus 2020.

"Comedy Show yang kita gelar ini juga sebagai jembatan memperkenalkan, mensosialisasikan, dan memasyarakatkan budaya Tionghua, seperti berkumpul makan keluarga dengan saudara atau teman terdekat, seni atraksi Barongsai, lagu Imlek, penyampaian makna Imlek dengan Comedy Show dan lain sebagainya kepada masyarakat umum dan Tionghua pada khususnya", ujar Djohnpao.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan penampilan para Singer Kota Medan maupun Actor dari Singapore, Djohnpao Comedy Show diharapkan dapat menghibur para penonton yang datang sambil menikmati makan bersama.

"Mudah-mudahan Djohnpao Comedy Show bisa menghibur para penonton. Karena akan menampilkan kelucuan-kelucuan yang spesial", tandasnya, seraya menambahkan hingga hari ini untuk persiapan Djohnpao Comedy Show sudah mencapai 80 persen. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Sejumlah elemen serikat buruh yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Buruh Daerah Sumatera Utara (APBD-SU) menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Kebijakan ini dinilai hanya berpihak kepada kepentingan investor serta merugikan kelompok pekerja khususnya para buruh.
"Aturan itu sangat merugikan buruh. Seperti perubahan waktu kerja, status dan penghapusan pesangon bagi pekerja yang terkena PHK. Karena itu kami menolak aturan yang sedang diusulkan pemerintah itu," ujar Koordinator APBD-SU Natal Sidabutar kepada sejumlah awak media, Senin (20/1/2020).
Natal mengungkapkan, buruh akan menggelar aksi demontrasi untuk meminta pengkajian kembali RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.
“Ini aturan yang mengelabui para pekerja. Terlihat dari hilangnya sanksi pidana kepada para pengusaha yang melanggar aturan," katanya.
Natal merinci, ada sejumlah poin yang menjadi perhatian utama APBD-SU. 
Pertama, menyangkut penerapan upah. Yakni skema upah per jam pada jenis pekerjaan tertentu dan paruh waktu.

Dalam hal ini, memberi peluang pengusaha menerapkan pekerjaan paruh waktu pada semua bidang kerja yang ada dalam satu perusahaan. Sebagaimana halnya penerapan jenis pekerjaan yang dapat dibuat dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama ini.
Kedua, penjelasan mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) belum merinci atau belum ada penetapan besaran pesangon yang akan diberikan bagi pekerja. Sementara besaran nilai pesangon sesungguhnya menjadi hal krusial yang dipersoalkan pekerja. Besar kemungkinan, nilai besaran pesangon akan turun dari yang sebelumnya, jika melihat dari jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) yang didengungkan pemerintah, berupa cash benefit (imbalan tunai), vocational training (pelatihan kejuruan) dan job placement access (akses penempatan kerja).
Ketiga, dalam hal waktu kerja. Disebutkan waktu kerja paling lama 8 jam dalam 1 hari. Artinya pemerintah memberi ruang bagi pengusaha untuk mempekerjakan buruh kurang dari 8 jam dalam 1 hari.
“Hal ini tentu akan berdampak pada besaran upah yang akan diterima pekerja setiap bulannya dan juga berdampak pada status kerjanya dalam perusahaan,” ungkapnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) -  Kapendam I/BB Kolonel Inf Zeni Djunadhi, S.Sos., M.Si. bersama seluruh personel Pendam I/BB, Purnawirawan dan Warakauri beserta Insan Media melaksanakan syukuran dalam rangka HUT ke-69 Penerangan angkatan darat dan pelepasan personel Pendam I/BB yang akan melaksanakan Satgas Penebalan Kodim TA. 2020, Media Center Pendam I/BB Jl. Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Jumat (17/1/2020).

Dalam amanatnya, Kapendam I/BB Kolonel Inf Zeni Djunadhi, S.Sos., M.Si. mengajak kepada seluruh personel Pendam untuk selalu bersyukur dan memanjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas ridhonya kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka syukuran memperingati hari ulang Tahun ke-69 Penerangan Angkatan Darat dan pelepasan anggota Satgas Penebalan aparat teritorial ke Kodam XVII/Cenderawasih dan Kodam XVIII/Kasuari, dalam keadaan sehat wal'afiat dan penuh suasana kekeluargaan. 

Adapun tema peringatan HUT ke-69 Penerangan Angkatan Darat Tahun 2020, yaitu "Citra TNI AD adalah kita". citra atau image tersebut hanya dapat dibangun dengan menunjukkan kiprah nyata dan sumbangsih, yang ditopang oleh peran optimal dari insan-insan penerangan dan media.

Oleh karena itu, kita seluruh personel penerangan TNI AD beserta media merupakan motor utama dalam membangun citra positif TNI AD di mata masyarakat, bahkan dunia. melalui peringatan HUT ke-69 Penerangan TNI AD tahun 2020 ini, marilah kita berbenah diri, meningkatkan segala kemampuan, memperbaiki segala kekurangan, dan memberikan sumbangsih nyata kita demi menjadikan tni ad sebagai institusi yang terpercaya, serta menjadi tameng yang tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman dan tantangan di era informasi ini.

Lebih lanjut pada kesempatan ini juga, kita akan melepas keberangkatan 6 personel Pendam I/Bukit Barisan, yang tergabung dalam Satgas penebalan aparat teritorial di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih dan Kodam XVIII/Kasuari, yang direncanakan akan dilaksanakan acara pengantaran oleh Kodam I/Bukit Barisan pada senin 20 januari 2020 yang akan datang, sebagai prajurit sapta marga, penugasan dalam bentuk apapun merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan.

"Kepada kalian yang mendapat perintah penugasan penebalan aparat teritorial jangan pernah berkecil hati, laksanakan tugas ini dengan penuh semangat dan dedikasi yang tinggi, sehingga kalian memperoleh nilai positif dari penugasan ini. Tetap jalin komunikasi dengan satuan pendam dan laporkan hal-hal menonjol pada kesempatan pertama selama penugasan kalian," ucap Kapendam.

Tampak hadir dalam acara tersebut Kapendam I/BB, Waka Pendam, para Kasi Pendam, Seluruh  personel Pendam I/BB, Purnawirawan dan Warakauri serta beberapa Insan Media binaan Kodam I/BB. (Pendam I/BB)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Ribuan masyarakat dari berbagai kepercayaan, baik nasrani maupun non nasrani, ikut memeriahkan perayaan Natal Polres Serdang Bedagai (Sergai) yang berlangsung di Wisma Karina, Dusun I, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai, Sabtu (11/01/2020) pukul 16.00 WIB. 
Natal ini mengambil tema 'Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang' (Yohannes 15:14-15) dan Subtema 'Damai Natal Membawa Personel Polri Semakin Dekat Masyarakat Sekaligus Meneladani Kristus Sebagai Garam dan Terang Dunia di Tengah-tengah Masyarakat Serdang Bedagai'.
Perayaan natal ini dihadiri oleh Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robin Simatupang, SH, M.Hum, Ketua Cabang Bhayangkari Polres Serdang Bedagai Ny. Vera R. Simatupang, Wakapolres Serdang Bedagai Kompol Gunawan Heri Sudarto, S.Sos, MH, PJU Polres Serdang Bedagai, Ketua Panitia Natal AKP Martualesi Sitepu, Kasat Pol PP Serdang Bedagai Fajar Simbolon, mewakili DAN BRIGIF 07 RR Kapten Inf Richard Pasaribu, anggota DPRD Serdang Bedagai dari Partai Golkar Longway Maospin Pakpahan, SH, anggota DPRD Serdang Bedagai dari Partai Hanura Depriati Tamba, S.Pd, anggota DPRD Serdang Bedagai dari Partai Hanura Hotnaili Sinurat, mewakili Kakan Kemenag Kabupaten Serdang Bedagai Drs R Lumban Gaol, Pdt. Drs. Ruddin Aruan, SH, Pdt. Jawarmab Simarmata, Pdt. Hairul Gultom, S.Th. 
Kemudian, FKUB Serdang Bedagai Pdt. BS. Situmorang, S.Th, Ketua BKAG Serdang Bedagai Pdt. Santo Hutauruk, S.Th, Camat Silindak AE br Damanik, Camat Teluk Mengkudu Romian P. Siagian SSTP, M.Si, Camat Sei Rampah Nasaruddin Nasution, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Ir. Loso Mena, Sekda Kabupaten Serdang Bedagai Faisal Hasrimmy AP, MAP,  Tokoh Agama Serdang Bedagai H. Kisay Dalimunthe, para pengusaha Serdang Bedagai, Ketua Pengadilan Sei Rampah Rio Banten Timbul Hasahatan, SH, MH, personel Polres Serdang Bedagai, serta para undangan.
Perayaan natal ini diawali dengan prosesi memasuki ruang ibadah dan seluruh Jemaat Berdiri, sedangkan Kapolres, Pendeta, Ibu Ketua Bhayangkari Polres Serdang Bedagai dan Wakapolres maju ke depan dengan membawa alkitab, salib, lilin, pohol dan air.
Dalam sambutannya, Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang mengucapkan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan dan jemaat. Natal yang seyogianya diadakan pada bulan Desember tahun 2019 tapi baru bisa dilaksanakan pada hari ini berhubung kesibukan Polres Serdang Bedagai dalam rangka pengamanan libut Natal dan Tahun Baru pada Desember lalu.
"Dalam kesempatan natal ini, izinkan saya mengucapkan Selamat Natal kepada kita semua dan mohon maaf atas segala kekurangan," ujar Kapolres menutup kata sambutannya.
Sementara itu, Bupati Sergai Ir. H. Soekirman yang diwakilkan oleh Sekda Faisal Hasrimmy AP, MAP, mengakui sangat bangga atas perayaan natal Polres Sergai yang dinilai sangat meriah jika dibandingkan dengan tahun-tahun lalu. Ia juga minta pengertian kepada jemaat terkait ketidakhadiran Bupati Soekirman pada perayaan natal tersebut.
"Saya merasakan baru tahun ini perayaan natal Polres Serdang Bedagai yang cukup meriah, dan mohon maaf bapak Bupati tidak dapat hadir karena ada tugas lain. Dalam kesempatan ini Pak Bupati sangat mengapresiasi acara natal karena momen tepat untuk berkumpul dengan para jemaat dan masyarakat. Bupati juga menyampaikan terima kasihnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya karena dalam perayaan natal dan tahun baru dapat berjalan dalam keadaan aman dan kondusif. Selamat merayakan natal dan tahun baru tahun 2020," ucap Sekda Sergai, Faisal.
Selanjutnya, perwakilan FKUB Pdt. BS. Situmorang S.Th, juga meminta maaf dan pengertian seluruh jajaran Polres Sergai karena Ketua FKUB tidak dapat hadir berhubung ada kegiatan lain. 
"Ketua FKUB tidak hadir karena ada kegiatan lain di hari yang sama, sehingga diwakilkan oleh saya Pdt BS Situmorang. Semoga dalam perayaan natal Polres Serdang Bedagai ini kita lebih semakin memperkuat komunikasi dan silaturahmi antarumat beragama," ucap Pdt. BS Situmorang.

Panitia Natal AKP Martualesi Sitepu SH, MH dalam laporannya menyampaikan, puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya perayaan natal ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan kepada seluruh personel Polres Serdang Bedagai yang telah bekerjasama sehingga tercapainya acara natal keluarga Polres Serdang Bedagai.
"Saya juga memohon maaf bila masih banyak kekurangan disana-sini terkait penyelenggaraan natal ini," ucap AKP Martualesi.
Renungan natal disampaikan oleh Pdt. Drs. Ruddin Aruan, S.Th disadur dari kitab Yohannes 15 : 14-15. "Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang" untuk dapat menjadi sahabat bagi semua orang maka kita harus menerima Yesus," demikian pernyataan Pdt Ruddin dalam kotbahnya.
Acara perayaan natal ini diisi dengan kidung jemaat dan liturgi serta lantunan vokal grup dan juga koor dari setiap dominasi gereja. Perayaan ini juga dihibur oleh Perdana Trio dan Persada Band sambil menikmati makan bersama. 
Tak ketinggalan, Door Prize juga menjadi momen yang ditunggu-tunggu para jemaat. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Kasat Narkoba Polres Sergai AKP Martualesi Sitepu, SH., MH didampingi KBO Iptu Defta mendirikan POSKO LINGKUNGAN BERSIH NARKOBA di Lingkungan III Tempel Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan Kab.  Sergai, tepatnya di warung kopi Pak Anto, turut hadir dalam kegaiatan tersebut Pak Swardi Kepling Tempel.

Dalam pertemuan tersebut, Kasat Narkoba menjelaskan, bahwa Polres Sergai serius dalam pemberantasan narkoba dimana selama tahun 2019 penanganan kasus TP.Narkoba meningkat menjadi 200 LP dengan 248 tersangka, dari 248 tersangka ini sebanyak 8 orang diberikan tindakan tegas dan terukur saat penangkapan tertembak di lapangan dengan penyelesaian perkara 174 kasus dibandingkan tahun 2018 hanya 139 LP dengan 182 tersangka dari 182 tersangka 2 orang diberikan tindakan tegas dan terukur tertembak di lapangan dan penyelesaian perkara 101 kasus.

Kepling Swardi mengakui dan mengapresiasi atas pendirian Posko Lingkungan Bersih Narkoba di Lingkungan Tempel.

 "Kami sudah melihat dan merasakan dimana sebelumnya lingkungan tempel terkenal dengan kampung narkoba tetapi selama setahun ini kampung kami sudah bersih dari narkoba ini berkat keseriusan Polres Sergai memberantas narkoba, semoga kampung kami tetap terjaga dari pelaku-pelaku yang ingin mengotori kampung kami," katanya.

Di akhir pertemuan, Kasat Narkoba menghimbau kepada warga agar tetap bekerja sama dan memberikan informasi tentang penyalah gunaan narkoba dengan menghubungi Kasat Narkoba dengan nomor 08126345618. (Rina)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Tahun Baru menjadi momentum paling tepat untuk deSatu Hotel meramaikan industri perhotelan di Medan Metropolitan. Kehadiran deSatu Hotel menambah pilihan para pelancong dan pebisnis yang menjajakan kakinya di kota ini. deSatu Hotel didirikan dikomplek Center Point' yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan dan bisnis terbesar di kota ini. Tak hanya itu berada di lokasi strategis yang tepat dijantung Kota Medan membuat deSatu Hotel menjadi pilihan "pulang" untuk siapa saja yang jauh dari rumah.

Sementara itu, Saut Otniel Panggabean selaku Hotel Manager deSatu Hotel Medan, dalam siaran pers kepada sejumlah wartawan, Kamis (9/1/20201) siang mengatakan, deSatu Hotel merupakan hotel terbaru dengan manajemen lokal menyediakan akomodasi modern, simple namun elegan dengan serangkaian fasilitas yang terdiri dari 73 Kamar dengan 3 tipe diantaranya Superior, Deluxe dan Premium dengan 1 tempat tidur besar atau 2 tempat tidur terpisah yang didesain secara modern, minimalis dan elok membuat pengalaman menginap yang intim, nyaman dan tak terlupakan.



deSatu Hotel memiliki balkoni Cafe yang terletak di loby hotel. Balkoni Cafe adalah kebanggaan kami yang menyajikan ragam makanan favorit sepanjang masa dengan rasa enak yang diutamakan racikan Chef berpengalaman untuk masakan Barat seperti Italian Pasta, Pan Fried Norwegian Salmon dan seterusnya. Hidangan lokal otentik dengan bumbu lokal spesialis ikan bakar andaliman, mie goreng mamak. Juga tersedia fresh roasted coffee dari roaster sendiri dengan blend local coffee Sumut dan Aceh dengan harga makanan dan minuman yang sangat bersahabat dengan suasana yang cozy. Meeting room di lantai 10 dengan kapasitas 50 pax class room.

Melangkah keluar hotel anda sudah berada di pusat perbelanjaan Centre Point' Mall. Beberapa meter dari lokasi anda sudah berada di Stasiun Kereta Api, Pasar Tradisional Pajak Lama, Pasar Hindu, Tjong A Fie Mansion, Tip Top Restaurant dan masih banyak lagi. Intinya akan memudahkan siapa saja yang singgah di kota ini.

"Kami ingin melayani siapa pun yang membutuhkan kenyamanan, kemudahan dan waktu bersantai selama di Kota Medan. deSatu Hotel ingin mewujudkan pengalaman menginap yang memberi kesan terbaik dengan segala fasilitas lengkap yang ditawarkan", ujar Hotel Manager deSatu Hotel Medan, Saut Otniel Panggabean menutup. (Rina)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) -  Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pangdam I/BB, Mayjen TNI MS Fadhilah bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumatera Utara melakukan sidak ke sejumlah pasar di Kota Medan, Senin (23/12/2019).

Sidak bersama unsur FKPD Sumut, di antaranya Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Sekdaprov Sumut, Dr Ir Hj Sabrina, MSi, Kepala Pimpinan BI Wilayah Sumut, Arif Budi Santoso, dan Kadisperindag Sumut, Zonny Waldi ini bertujuan untuk mengecek harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) di sejumlah pasar tradisional dan modern di Kota Medan. 

Dalam sidak ini, Pangdam dan unsur FKPD Sumut melakukannya di Pasar Petisah Medan. Di sana, rombongan menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pedagang yang ada, terutama di bagian Basement Pasar Petisah yang umumnya menjual aneka kebutuhan bahan pangan pokok. 

Di kesempatan ini, Pangdam mengimbau para pedagang untuk tidak menaikkan harga terlalu tinggi dari ambang batas yang telah ditetapkan pemerintah. 

Pangdam menjelaskan, tujuan berdagang memang untuk mencari untung, tetapi tidak dengan cara-cara yang menyulitkan keuangan konsumen. 

Sementara, Sekdaprov Sumut menjelaskan, tujuan sidak ini juga untuk memastikan ketersediaan bahan pangan pokok di tingkat pedagang, serta sebagai langkah antisipasi terjadinya praktik penimbunan yang akan berdampak kepada inflasi. (Rina/Pendam I/BB)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Bersamaan dengan soft opening Delipark Mall Medan (@deliparkmedan), SOGO Dept Store (@sogo_ind) pun melakukan seremoni grand opening store ke-2 mereka di Delipark Medan sekaligus menjadi store ke 19 di Indonesia.
Acara seremoni grand opening SOGO Delipark Medan, dihadiri langsung oleh Bapak Handaka Santosa - Director SOGO, Ibu Nawal Lubis - Istri Gubernur Sumatera Utara, Ibu Sri Ayu Mihari - Istri Wakil Gubernur Sumatera Utara dan berbagai undangan VIP lainnya. 
Dalam sambutannya, Bapak Handaka Santosa menyampaikan, SOGO sangat optimis hadir di Delipark Mall Medan, mengingat daya beli masyarakat Medan yang relatif bagus. Selain itu, beliau berharap, dengan kehadiran store ke-2 SOGO di Delipark Medan ini, dapat mengurangi keinginan masyarakat kota Medan untuk berbelanja ke luar negeri, karena SOGO menawarkan berbagai kebutuhan yang lengkap dan beragam.

"Kehadiran SOGO Delipark Medan juga memberikan kontribusi bagi kota Medan dari penyerapan tenaga kerja. Menurut catatan Pak Handaka, terdapat 650 penyerapan tenaga kerja baru yang berasal dari warga kota Medan dan sekitarnya. Secara luasan, SOGO Delipark Medan menempati tempat seluas 13.000 m², mulai dari lantai G, UG, 1 dan 2," ujarnya.
Pak Handaka juga menambahkan, SOGO Delipark Mall menawarkan pengalaman berbelanja yang berbeda dan pengunjung akan lebih mudah menemukan produk yang mereka cari.
Untuk masa openingSOGO Delipark Mall Medan pun memberikan berbagai penawaran menarik, untuk informasi promo nya, dapat langsung cek social media instagram @sogo_ind atau @deliparkmedan. (Ik)
Views

INTAIKASUS.COM, (DELISERDANG) - Kapolresta Deliserdang baru AKBP Yemi Mandagi menggantikan AKBP Eddy Suryantha Tarigan oleh jajaran Personel Polresta Deliserdang dikemas dalam acara pisah sambut di Halaman Mapolresta Deliserdang, Sabtu (7/12/2019).

Selama dua tahun satu bulan AKBP Eddy Suryantha Tarigan menjabat Kapolres Deliserdang memiliki catatan kinerja yang cukup baik seperti pengungkapan sejumlah kasus Pembunuhan diantaranya pembunuhan satu keluarga di Gang Rasmi Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa.

Kemudian, pembunuhan pelajar Salsabila di Gang Sumber Desa Bangun Sari Baru Tanjung Morawa, pembunuhan biduan organ tunggal di Kecamatan Patumbukan Galang, pembunuhan jemaat Gereja di Desa Limau Manis Tanjung Morawa dan berbagai kasus lain.

Selain itu, AKBP Eddy Suryantha Tarigan juga mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab mengamankan Pilkada Kabupaten Deliserdang dan puncaknya pengamanan pemilu legislatif dan pemilihan Presiden RI dengan aman dan Lancar.

AKBP Eddy kini mendapat promosi jabatan baru Kabag BinOps Roops Polda Sumut.

Dalam kesempatan itu, AKBP Eddy memberikan apresiasi pada seluruh jajaran yang menjalankan tugas dengan baik serta masyarakat di wilkum Polresta Deliserdang yang telah mendukung tugasnya selama menjabat sebagai Kapolresta Deliserdang.

"Saya ucapkan terimakasih kepada personel dan masyarakat yang mendukung kerja kami dan bekerjasama dengan baik tanpa ada dukungan dari semua pihak, tentunya saya tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Deliserdang AKBP Yemi Mandagi menyebutkan dirinya merasakan keguyuban yang baik di Polresta Deliserdang.

"Hal ini mulai saya rasakan semenjak menginjakkan kaki di Mapolresta Deliserdang," katanya.

AKBP Yemi berharap rasa kebersamaan yang ada senantiasa dapat dipelihara sehingga dapat membantu kinerjanya dalam mewujudkan wilkum Polresta Deliserdang yang aman dan kondusif.

"Saya berharap kesuksesan yang diberikan kepada pejabat yang lama juga dapat diberikan kepada saya, apa yang sudah dikerjakan dengan baik oleh pejabat lama dapat saya lanjutkan bahkan kalau bisa lebih baik dan saya minta dukungan dan doa semua pihak," ujar AKBP Yemi Mandagi yang pernah menjabat sebagai Kapolres Asahan ini. (Rina)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Dinilai lamban dan tak profesional dalam menangani Laporan kasus penganiayaan disertai perampasan harta benda, akhirnya korban Sarinah Siregar (44), warga Jalan Klambir V Gg. Anisa Lala No.162. Kel. Tanjung Gusta, Kec. Medan Helvetia, Medan, secara resmi melaporkan kembali penyidik Polsek Helvetia ke Wassidik Ditreskrimum Polda Sumut.

"Saya laporkan ke Wassidik, pasalnya hingga hampir lima bulan kasus penganiayaan disertai perampasan harta benda milik saya tak kunjung ada kejelasan ditangani oleh penyidik Polsek Helvetia", ujar Sarinah ketika ditemui di Mapolda Sumut usai dirinya menyurati Kabag Wassidik Ditreskrimum Polda Sumut, Rabu (27/11/2019).

Sarinah menjelaskan kasus yang telah dilaporkannya ke Mapolsek Helvetia tertuang dalam LP/423/VI/2019/SU/Polrestabes Medan/Sek Mdn Helvetia, pada Rabu, tanggal 19 Juni 2019 lalu. Dirinya menuding pihak Polsek Helvetia terkesan mengistimewakan para pelaku, padahal sudah jelas perbuatan para pelaku bisa dikategorikan  perbuatan kriminal.

"Setelah saya dikeroyok, diseret dan dianiaya, para pelaku yang notabenenya anak tiri saya membawa kabur 
uang tunai milik saya sebesar Rp.50 Juta yang rencananya akan dipakai untuk merehab rumah, 1 unit mobil merk Sigra warna Merah BK. 1178 EL, beserta BPKB dan STNK atas nama saya, 1 unit sepeda motor Honda Vario warna putih tahun 2017, BK. 6925 AHC, beserta BPKB atas nama saya, sertifikat rumah di Jalan Kelambir V yakni tempat kejadian perkara (tkp) milik kakak saya, surat tanah SK Camat dan notaris atas nama Marasutan Siregar dan surat tanah pernyataan sawah di Sipirok keduanya milik orang tua kandung saya, 2 buah buku nikah, buku tabungan BRI, buku tabungan BNI, kartu BPJS, baju-baju milik saya dan suami, 2 buah helm, dan alat pijat Repleksi serta laptop", beber Sarinah.

Diceritakan korban Sarinah, peristiwa penganiayaan hingga perampasan harta benda miliknya yang dilakukan anak tirinya terjadi pada Rabu (19/6/2019) sekira pukul 20.30 Wib malam.

"Saat itu saya dan suami saya sedang nonton tv diruangan bawah (garasi), karena memang suami saya baru saja terserang sakit strok, sulit berjalan dan sulit berbicara", ujarnya.

Korban menjelaskan, malam itu sekira pukul 20.30 Wib, pintu rumahnya diketuk hingga ada tiga kali, namun korban tak membuka pintu karena memang yang mengetuk pintu rumahnya tak berbicara sedikitpun. Selanjutnya pintu rumah kembali  diketuk, melihat hal itu korban kemudian meneriaki dari dalam siapa yang datang, dan dibalas salah seorang pelaku berteriak dari luar "saya Vera". Karena merasa kenal, korban kemudiaan membuka pintu dan terlihat ada sekitar 12 orang yang datang dengan mengendarai dua mobil dan sepeda motor, diantaranya anak tiri serta mantu, kemudian korban mempersilahkan masuk.

Setelah dipersilahkan masuk, bukan perlakuan baik yang diterima korban dari para pelaku, malahan salah seorang dari pelaku bernama Apriansyah Alias Apri membentak dengan mengatakan "tak perlu kau suruh-suruh kami masuk bukan rumah kau ini". Spontan perkataan tersebut dibalas korban dengan jawaban "Loh...kok kasar kali kalian". Namun para pelaku semakin berang dan mencerca korban dengan sejumlah omongan-omongan kotor tak senonoh.

"Saya dimaki-maki dengan sejumlah omongan kotor tak pantas, mereka ada enam orang yakni Rita Rohana Alias Ayu, Elvira Alias Vera, Ashari Alias Heri, Apriansyah Alias Apri, Yunita Sari Alias Yuyun, Ariyani Alias Yani, ke enamnya memang orang yang saya kenal", ungkap Sarinah.

Setelah terjadi cekcok mulut, tak berselang lama datang Kepala Lingkungan kami, mungkin dipanggil oleh anak tiri saya atau karena mendengar ada keributan, tapi tak menyelesaikan masalah, hanya melihat-melihat dan kembali pergi  begitu saja, jelas korban.

Karena merasa semakin terancam, korban mengaku sempat menelpon polisi dari Polsek Helvetia. Namun setelah dua orang personil polisi berpakaian preman datang, para pelaku mengusir personil polisi tersebut dengan mengatakan "ini urusan keluarga tak perlu dicampuri polisi". 

Selanjutnya, sebelum pergi salah seorang personil polisi sempat menasehati para pelaku dengan mengatakan, "jangan ribut-ribut lah, kasian bapak itu lagi sakit". Karena memang suami korban yang notabenenya ayah kandung para pelaku sedang sakit dan tergeletak ditempat tidur.

Setelah kedua personil polisi dari Polsek Helvetia pergi, para pelaku semakin beringas mencerca korban, dengan mengatakan "polisi kek gitu kau panggil, Jendral kau panggil kesini tak ada apa-apanya sama  kami", hardik pelaku bernama Apriansyah dan spontan menyeret tubuh korban, disuruh menunjukkan barang-barang berharga dimana disimpan. Korban sempat melakukan perlawanan namun tak berdaya karena kembali ditarik dan dijambak oleh pelaku yang lainnya.

Korban sempat beralasan mau tukar pakaian dulu kelantai atas rumahnya, karena memang saat itu korban hanya memakai daster saja. Namun setelah pergi kelantai atas berniat tukar pakaian, para pelaku kembali mengejar dan menyeret serta menjambak rambut korban. Bahkan korban diseret turun tangga hingga dicampakkan keluar rumah. 

Tas sandang korban yang sempat diambilnya dilantai atas rumah dirampas olerh pelaku bernama Yunita Sari Alias Yuyun, dan dibongkari seraya berkata "mana harta kau simpan semua". Korban juga kemudian diseret kembali serta ditunjang dan dicampakkan keluar rumah. Selanjutnya para pelaku mengunci pintu dari dalam, hingga korban berteriak-teriak menggedor pintu rumahnya namun tak dihiraukan para pelaku. Diduga saat didalam rumah, para pelaku mengambil dan membongkari lemari hingga mengambil harta benda milik  korban. 

Setelah puas menguras habis harta benda milik korban, para pelaku menaikan orang tuanya yang sedang sakit keatas mobil merk Sigra Merah milik korban dan juga membawa sepeda motor Honda Vario milik korban, selanjutnya membuka pintu garasi berniat kabur.

Sebelum pergi para pelaku sempat mengancam korban dengan mengatakan "kalau dia (korban) masuk kerumah ini lagi kita bakar aja rumahnya" seraya pergi meninggalkan korban begitu saja.

"Saat mereka (para pelaku) mau pergi, sempat aku halangi mobil saya yang mereka bawa, tapi saya mau ditabraknya, yang bawa mobil saya yakni di Apri. Selanjutnya saya ambil batu dan melempar mobil yang mereka bawa kabur, tapi karena memang saya sudah dianiaya hingga ditunjang dan dipijak-pijak saya tidak berdaya melakukan perlawanan", jelas korban.

Korban yang sudah tidak berdaya juga melihat sepeda motor Honda Vario miliknya dibawa kabur oleh pelaku bernama Aryani Alias Yani.

Setelah kejadian malam itu korban langsung melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Helvetia, namun hingga saat ini kasusnya tak kunjung jelas.

"Setelah saya laporkan kasus yang menimpah saya ke Polsek Helvetia tapi hingga kini saya tak mendapat keadilan, padahal saya sudah menjadi korban penganiayaan dan perampasan", ungkap Sarinah.

Yang lebih anehnya lagi, lanjut Sarinah, pihak Polsek Helvetia hanya menerima laporan kasus penganiayaan saja, sementara kasus perampasan harta benda milik saya tak tertuang dalam surat laporan yang saya terima, hingga saya melaporkan kembali kasus perampokan harta benda milik saya ke Mapolrestabes Medan yang tertuang dalam surat laporan polisi Nomor : STTLP/1470/YAN.2.5/K/VII/2019/SPKT Restabes Medan, pada 9 Juli 2019. 

"Gawatnya, walaupun sudah saya laporkan ke Polsek Helvetia, pelaku dengan seenaknya mengembalikan mobil dan sepeda motor saya yang mereka bawa kabur ke Polsek Helvetia tanpa ada menahan satu orangpun pelaku, dan kini mobil dan sepeda motor saya sudah disita pihak penyidik Polrestabes Medan sebagai barang bukti. Intinya saya sudah menjadi korban dan mencari keadilan demi tegaknya hukum, namun berbanding terbalik saya merasa tidak mendapatkan hal tersebut. Jadi saya harapkan Wassidik Ditreskrimum Polda Sumut segera memproses laporan saya", ucap  Sarinah mengharapkan.

Sementara itu ditempat terpisah, menanggapi lambannya penanganan kasus yang dilakukan pihak Polsek Helvetia, pengamat sosial dan hukum Maripatua Purba, SH, mengaku heran dengan kinerja Polsek Helvetia dalam menangani kasus.

"Perbuatan para pelaku sudah bisa dikategorikan perbuatan keji, dan tidak berprikemanusiaan, apalagi menyerang pada malam hari. Padahal mereka (para pelaku) adalah anak tiri korban, kok Setega itu melakukan penganiayaan terhadap istri bapaknya", ujar Mari.

Jadi melihat lambannya penanganan kasus tersebut, hingga hampir lima bulan lamanya, sudah pantas korban melaporkan pihak penyidik Polsek Helvetia ke Wassidik Polda Sumut yang notabenenya berfungsi sebagai pengawasan penyidikan, dalam rangka mengawal proses hukum transparansi dan obyektivitas proses penyidikan.

"Anak kandung sekalipun tidak dibenarkan melakukan penganiayaan terhadap orang tuanya, apalagi setelah itu mengambil harta bendanya, sudah jelas perbuatan tersebut melanggar hukum dan murni perbuatan kriminal", jelas Maripatua.

Maripatua menambahkan, terkait laporan korban ke Wassidik Polda Sumut, hal ini sudah jelas menunjukkan sebagai bukti dari ketidak puasan korban terhadap Polsek Helvetia. Jadi sangat diharapkan pihak Wassidik mendalami kasus ini dan segera memanggil pihak Polsek Helvetia, apalagi korban mengaku pelaku bisa dengan seenaknya mengembalikan mobil dan sepeda motornya yang dibawa kabur tanpa ada menahan pelakunya.

"Kalau memang para anak tiri korban mengklaim harta tersebut milik bapaknya, silahkan gugat kepengadilan melalui jalur hukum, bukan serta Merta main serang, menganiaya dan merampas, itu sudah jelas melanggar hukum dan tidak bisa ditoleransi lagi", pungkasnya. (Tim)