.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

advert

advert

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Marelan) - Seorang ayah pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, meskipun ia harus mengorbankan dirinya sendiri agar bisa membahagiakan anak-anak yang dicintai. 

Peristiwa mengharukan ini
dilakukan oleh Rico Harapan  Simanjuntak, seorang ayah yang  rela menjual ginjalnya agar anaknya bisa keluar dari Rumah Sakit, Minggu (5/1/2020).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Ranzi Hanafiz, balita usia satu tahun dua bulan, pasangan dari Rico Harapan  Simanjuntak (43) dan Maysarah (30) warga Jalan Durung III, Lingkungan 19, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, ini merelakan satu ginjalnya untuk dijual, dikarenakan biaya pengobatan selama 13 hari sebesar Rp 12 juta, di ruangan lantai 3 nomor 120 RS Eshmun Jalan Marelan Raya, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan.

Rico menceritakan, bahwa anaknya jatuh dari tempat tidur pada selasa (24/12/2019) lalu sore, kemudian mengalami retak di bagian kepala dan beberapa urat mengalami putus, lalu ia memutuskan untuk dilarikan ke RS Eshmun. Setelah dirawat beberapa hari anaknya sudah membaik namun setelah dianjurkan pulang, Rico tidak memiliki uang dan BPJS.

"Saya sudah bingung dengan biaya berobatnya sebesar 12 juta, mungkin dengan cara jual ginjal baru bisa keluar anak saya ini, apapun saya lakukan demi anak dan istri, namun anak saya secepatnya harus di operasi juga karena bisa berbaya akibat retak di kepala itu, enggak tau lagi saya kalau begini," ungkapnya sembari  berdoa memohon kepada Allah SWT 

Rico juga memerlukan ratusan juta untuk biaya operasi anaknya, ia pun sudah pasrah dengan keadaan yang seperti ini.

"Saya cuman berharap kebaikan dari pemerintah sekitar, yang peduli dengan rakyat kecil seperti saya, yang memerlukan biaya cukup besar," ucapnya (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Personel gabungan Polsek Medan Baru dan Tim Innafis Polrestabes Medan mengevakuasi jasad tunawisma yang tewas di emperan toko.
Jasad tunawisma tersebut bernama Agus Toha (55) yang diduga meninggal karena sakit itu pertama kali ditemukan oleh Wandi (19), karyawan Alfamidi, Jalan Darussalam Medan.
"Dugaan korban meninggal dunia karena sakit tersebut semakin diperkuat dengan hasil pemeriksaan oleh tim Inafis Polrestabes Medan yang melakukan oleh TKP (Tempat Kejadian Perkara) bersama personel kita," ujar Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Hermindo Tobing melalui Kanit Reskrim Iptu Philip A Purba, kepada wartawan, Rabu (1/1/2020).
Lebih lanjut dijelaskan Iptu Philip, berdasarkan keterangan saksi yang sudah diperiksa, korban biasa berada di kawasan tersebut memang kelihatan kurang sehat beberapa hari terakhir.
"Saat ini, jasad tunawisma tersebut sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Wahid Hasyim No. 1 Medan. Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan kacamata, sandal dan gelas minum korban.
"Sedangkan lokasi kejadian sudah dipasangi garis polisi," pungkas mantan Kanit Reskrim Polsek Sunggal ini. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I  Medan dipimpin MP Jaya Saragih melakukan razia antisipasi peredaran narkoba di sel para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jumat (13/12/2019).
Razia tersebut sebagai tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami melalui surat Nomor PAS-PK.02.10.011442, hal : Pencegahan dan Penindakan Terhadap Peredaran Gelap Narkoba di UPT Pemasyarakatan. 
Berbagai macam jenis barang yang berhasil disita, seperti ponsel beserta alat pengisi dayanya, dispenser, pemasak nasi, teko listrik, kabel dan pisau.
Ketika diinterogasi petugas Lapas kepada warga binaan yang dari kamarnya ditemukan beberapa diantara barang dilarang tersebut, mengatakan, ponsel hanya dipergunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga mereka.
Terkait itu, Kepala Pengamanan Lapas Kelas 1 Medan, M.P Jaya Saragih mengatakan, razia ini sebagai upaya Lapas untuk membersihkan narkoba dan barang terlarang lainnya di lingkungan Lapas.
"Kami berusaha ingin mewujudkan kamar- kamar hunian yang ada di Lapas ini bersih dan steril dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba," ujar Jaya.
Lanjut dikatakan Jaya Saragih, Lapas sejauh ini sudah memaksimalkan tugas untuk menekan angka kepemilikan HP (telepon seluler) dan barang terlarang lainnya, Lapas selalu melakukan razia rutin setiap minggunya di semua blok.
"Kita cek lagi terus secara rutin dan spontan kepada warga kita dalam hal kepemilikan HP dan barang terlarang, selain tugas kita membina warga yang sudah dijatuhi Vonis dari PN," terang Jaya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas 1 Medan, Frans Elias Nico mengatakan, kegiatan tersebut (razia-red) merupakan langkah yang dilakukan terus menerus untuk mewujudkan Lapas yang bersih dari narkoba dan barang lainnya di dalam Lapas.
"Ada beberapa temuan alat berbahaya, HP dan lainya yang tidak boleh di ada di dalam lapas. Padahal kita sudah 5 kali penggeledahan dalam Desember ini (2019)," tegas Nico.
Sambungnya, kami selalu melaksanakan penggeledahan rutin yang terjadwal maupun spontanitas, tujuan kita semua sama tidak melihat sebelah mata, barang-barang yang dilarang (narkoba) ponsel dan lainnya tetap tegas tidak diperbolehkan masuk ke dalam Lapas. 
"Selain razia, kami juga terus sosialisasi peraturan dan tata tertib Lapas sesuai Permenkumham No 6 Tahun 2013 tentang Tata Tertib Lapas dan Rutan kepada warga di dalam," pungkas Nico, sembari menambahkan bahwa Lapas Kelas 1 Medan tidak akan mentolerir adanya ponsel dan barang lainnya di dalam sel warga binaan. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) menandatangani kesepakatan bersama dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam rangka efektifitas penanganan dan penyelesaian masalah hukum bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Jumat (1/11/2019) bertempat di Aula Elaeis Guineensis Kantor Direksi PTPN III (Persero) Medan.

Kesepakatan bersama ini ditandatangani oleh Seger Budiarjo selaku Direktur SDM dan Umum Holding Perkebunan Nusantara dengan Fachruddin SH, MH selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan ini merupakan perpanjangan dari kesepakatan bersama yang telah disepakati pada 2 (dua) tahun yang lalu yakni meliputi pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, pendapat hukum maupun tindakan hukum lain di bidang Keperdataan dan Tata Usaha Negara, sebagaimana mengacu kepada Undang-Undang nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI.

Kerjasama ini bertujuan untuk menangani bersama penyelesaian masalah hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara baik di dalam maupun di luar pengadilan.

Dalam sambutannya, Seger Budiarjo menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama dan hubungan baik yang telah berjalan selama ini dengan pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

"Penandatanganan kesepakatan bersama ini merupakan bentuk sinergi antara PTPN III (Persero) dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera dan kedepannya PTPN III (Persero) terus berkonsultasi dan meminta arahan dan pendampingan dari Kejaksaan Tinggi terkait dengan berbagai hal mengenai landasan hukum bidang Keperdataan maupun Tata Usaha Negara" kata Seger Budiarjo.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kejaksaan Tinggi akan tetap bersinergi dengan BUMN dalam hal memberikan pendampingan hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

"Kesepakatan bersama ini bukan merupakan tameng untuk berlindung dari hal-hal negativ, akan tetapi jadikanlah acuan untuk sama sama berniat baik demi kemajuan BUMN"  tegas Fachruddin.

Turut hadir dalam acara penandatanganan kesepakatan tersebut adalah pejabat teras PTPN III (Persero) seperti  SEVP Koordinator, SEVP SDM & Umum, Kepala Biro dan Kepala Bagian, Distrik Manajer, Kepala Urusan PTPN III (Persero), Wakil Kejaksaan Tinggi, Asdatun, Aspidum, Asintel dan pejabat teras Kejaksaan Tinggi lainnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Personel Polsek Medan Baru bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Medan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sepanjang kawasan depan Plaza Medan Fair, Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa, (5/11/2019).
Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Hermindo Tobing SIK saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya penertiban PKL bersama Satpol-PP Kota Medan.
"Benar, Personel Polsek Medan Baru bersama Satpol-PP melakukan penertiban PKL di seputaran Plaza Medan Fair," kata Kompol Martuasah.
Lebih lanjut dijelaskannya, penertiban PKL yang masih menggelar dagangannya di badan jalan bertujuan untuk menciptakan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polsek Medan Baru.
"Dalam pelaksanaannya, kegiatan penertiban dilakukan dengan cara humanis yakni mengimbau agar pedagang menutup dagangannya dan tidak kembali berjualan di lokasi tersebut," tandas Kapolsek. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Fahrurrozi, Lurah Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan dikabarkan mengancam warganya membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Apabila tidak, katanya rumah warga akan dilelang. 

Hal ini diungkapkan salah seorang warganya, yang mengaku mendapat ancaman dari oknum lurah tersebut. 

"Kami akui memang belum bayar PBB, tapi janganlah dipaksakan bahkan sampai ada pengancaman seperti itu, kalau tidak bayar PBB rumah akan dilelang. Inikan namanya penindasan. Apalagi seruan itu muncul dari mulut seorang Lurah", ujar warga Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Johor kepada wartawan, dan namanya minta dirahasiakan.

"Siapa yang tak mau bayar, tapi, sabarlah untuk makan saja saat ini dah syukur, serasa Senin-Kamis. Untung saja kita tidak ngemis dan meminta- minta serta mengkritik soal apa yang sudah dibuat oleh sang Lurah untuk kampung kita ini, dan kemana dana pembangunan untuk kelurahan Sei Mati dibuatnya. Belum lagi dana yang dikucurkan oleh Pemerintahan Jokowi sebesar Rp.1 Miliar untuk setiap Kelurahan", bebernya lagi. 

Masih dikatakannya, penekanan untuk pembayaran PBB memang merupakan kewajiban kita sebagai warga yang baik.

"Tapi maunya seimbang dengan kewajiban pemerintah membangun kampung kita", harapnya. 

"Tapi kan lucu, berpuluh tahun masyarakat menahankan banjir setiap hujan, jangankan kelurahan membantu, batang hidungnya saja tak pernah muncul di saat warga membutuhkannya", kritiknya lagi. 

Menurutnya, kalau mau menyadarkan taat bayar PBB harusnya pemerintah senangkan dulu hati rakyat. 

"Buat bersih dan nyaman kampung, baru kita sedikit bisa tekan warga untuk bayar PBB. Apa sih susahnya untuk mengatasi banjir, hanya tinggal korek parit dalamkan dan lebarkan sedikit. Beko milik Dinas Pertamanan ada, PU ada, kan tinggal mohon. Tapi yang jelas lurah tidak punya program kerja, Jangankan untuk membayar PBB, uang minyak Beko, serta gaji operator mungkin masyarakat kelurahan Sei Mati mau menyumbang", kata sumber.

Sementara itu, menindak lanjuti keluhan warga, Lurah Sei Mati Fahrurrozi membantah dirinya melakukan pemaksaan terhadap warga.

"Tidak benar, mana ada kewenangan kami menyita. Kami hanya mendampingi orang dinas", kilahnya kemarin siang. (Ik)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sunggal) - Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi, SH, SIK, MH bersama personil melaksanakan Jumat Sedekah dengan memberi makan gratis bagi kalangan masyarakat (terbuka untuk umum) di "Warung Sedekah Polsek Sunggal", bertempat di Pekan Sunggal, Simpang Tiga Jalan Sunggal, Kel. Sunggal, Kec. Medan Sunggal, Jum'at (1/11/2019) Pukul 10.00 Wib s/d 12.00 Wib.

Selain Kapolsek, turut hadir Kanit Intelkam Polsek Sunggal Iptu Sehat Tarigan, Kanit Sabhara N. Siregar, dan sejumlah personel Polsek Sunggal.



Pukul 09.45 wib, Kapolsek Sunggal tiba di Warung Sedekah Polsek Sunggal, selanjutnya personil Polsek Sunggal yang di bantu oleh Kepling XII Sunggal Azwar Syah menyampaikan kepada warga/masyarakat untuk datang ke Warung Sedekah mengambil Nasi yang telah disediakan.

Warga masyarakat yang melintas maupun anak sekolah terlihat singgah di warung untuk menikmati makanan yang telah disediakan dengan didampingi Kapolsek Sunggal. 

Pukul 12.00 wib, kegiatan sedekah dan pembagian makan gratis bagi kalangan Warga Masyarakat selesai dilaksanakan dalam situasi aman dan Tertib.

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi, SH, SIK, MH mengucapkan terimakasih kepada para personel jajaran atas perhatian dan kerjasamanya dalam melaksanakan giat Bhakti sosial dan Jumat sedekah  memberi makan gratis bagi masyarakat umum.

"Kegiatan ini sebagai bentuk terjalinnya hubungan Kemitraan yang Harmonis antara masyarakat dan Polri", tutur Yasir.

Sementara itu Kepling XII Sunggal 
Azwar Syah mengapresiasi kegiatan memberi makan gratis yang dilaksanakan Kapolsek Sunggal beserta jajarannya.

"Mewakili masyarakat kami mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Kapolsek Sunggal bersama jajaran. Kegiatan ini sangatlah mulia dan kiranya menjadi contoh bagi pemimpin lainnya", ucap  Azwar Syah. (Rn)