.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Iklan

Iklan

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views


INTAIKASUS.COM, (Kepri - Presiden RI mengharapkan vaksinasi COVID-19 yang terus digulirkan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dapat Menekan laju perkembangan wabah covid-19, hal ini disampaikan saat  memberikan arahan kepada pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) secara virtual di Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu (19/05/2021).

 Vaksinasi digelar serentak di 67 lokasi yang tersebar di tujuh Kabupaten/Kota.

“Kita harapkan sesegera mungkin di Provinsi Kepri peningkatan persentase yang divaksin semakin banyak sehingga nanti herd immunity/kekebalan komunal segera tercapai dan kita semuanya bisa kembali pada keadaan normal,” ujar Presiden. 

Presiden meminta agar dalam pelaksanaan vaksinasi, pemerintah daerah memprioritaskan pemberian vaksin kepada tenaga kesehatan, kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) dan pelayanan publik.

Kepala Negara juga mendengarkan paparan dari sejumlah pemerintah kabupaten/kota mengenai cakupan vaksinasi di wilayah masing-masing.

Presiden menekankan kepada masyarakat mengenai penggunaan masker sudah akan memproteksi kurang lebih 95 persen, "saya kira semuanya sama, harus pakai masker,” tegas Presiden.

Hadir dalam acara peninjauan vaksinasi tersebut antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. (Rel)
Views


INTAIKASUS.COM, (Deliserdang) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Deli Serdang DR. Arifin Marpaung MA mengimbau warganya agar tidak melakukan takbiran keliling. 

Himbauan itu sejalan dengan instruksi Kementerian Agama melalui Surat Edaran No 07 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul fitri Tahun 1442 H/2021 M di saat Pandemi Covid-19.

Ketua MUI Kabupaten Deli Serdang DR. Arifin Marpaung MA, mengatakan, imbauan itu semata-mata untuk menghindari kerumunan perayaan Idulfitri supaya tidak menimbulkan kluster baru penularan Covid-19. 

“Dalam menyambut 1 syahwal malam Idul Fitri 1442 H, hendaklah kita tidak melaksanakan takbiran keliling dan untuk kegiatan Sholat idul fitri cukup dilakukan di masjid saja dengan tetap mentaati protokol kesehatan, ini semua demi memutus rantai penyebaran wabah covid-19.” pungkasnya, Rabu (12/05/2021).

DR. Arifin Marpaung MA juga menyampaikan himbauan langsung dari MUI Provinsi Sumatera Utara yang telah mengeluarkan beberapa imbauan, antara lain:

Kepada umat Islam agar mempercepat untuk menunaikan zakat fitrah dan fidyah tanpa harus menunggu malam Idulfitri, dan zakat harta (mall) jika sudah tercapai nisab-nya tanpa harus menunggu haul-nya selama satu tahun penuh, hal ini dimaksudkan untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang ekonominya terdampak pandemi Covid-19.

Kepada orang yang berzakat (Muzakki) hendaknya tidak mengumpulkan umat Islam dalam penyaluran zakatnya yang dapat menimbulkan kerumunan. Akan tetapi, cukup menunjuk perwakilan untuk membagikannya atau memberikannya kepada amil zakat, Baznas setempat.

Sesuai dengan Fatwa MUI Nomor : 24 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah di Bulan Ramadan dan Syawal 1442 H dan Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor SE. 03 dan 04 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri Tahun 1442 Hijriyah/2021 maka pelaksanaan salat Idul Fitri bisa dilaksanakan.

Umat Islam yang sedang sakit, khususnya flu, batuk, dan demam sebaiknya melaksanakan salat Id di rumah saja Bersama keluarga demi menjaga kesehatan diri dan kenyamanan serta kekhusyukan jamaah salat Id.

Imam dan Khatib hendaknya memperpendek isi khutbahnya dengan tetap memperhatikan keabsahannya secara syariat serta menjaga agar tidak kontak fisik dengan orang lain seperti bersalaman dan berpelukan.

Khatib Idul Fitri agar memanjatkan doa pada khutbah yang kedua untuk keselamatan bangsa dan negara khususnya terbebas dari Pandemi Covid-19.

Pelaksanaan takbir dan salat Id dilaksanakan harus mematuhi protokoler kesehatan yang ketat dengan tetap memakai masker, sering mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Demikian himbauan kami dari MUI Kab. Deli Serdang, semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari segala bahaya khususnya wabah virus covi-19 ini, semoga wabah ini juga dapat segera berakhir Amin ya Rabbal Alamin”, tutupnya. (Rel)
Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Dandim 0201/BS Kolonel Inf Agus Setiandar S.I.P. menghadiri rapat koordinasi penegakan disiplin Protokol Kesehatan dan penanganan Covid-19 di Daerah, bersama Mendagri Jendral Polisi (Purn) Tito Carnavian, melaui V-con, bertempat di Rumah Dinas Walikota Medan Jln. Jenderal Sudirman No. 35, Kelurahan. Jati, Kecamatan Medan Maimun, Senin (03/05/2021).


Rapat tersebut adalah penjelasan dampak penyebaran wabah covid-19 oleh Kemenkes, terutama yang bahaya virus yang baru muncul di Negara India dengan varian kasus baru yaitu B.117, B.1617, B.1.351.

Kepala BNPB Letjen TNI (Purn) Doni Monardo menjelaskan, untuk saat ini kasus aktif lebih tinggi 5.559 % dan saat ini naik 6.566%, dimohon kepada kepala daerah agar di tingkatkan kepedulian kepada masyarakatnya, di karenakan naiknya angka yang aktif dan kematian karna Virus Covid-19.

"Meskipun adanya PPKM Micro, ada beberapa daerah yang naik peningkatan Covid-19, diantaranya yaitu pulau Sumatera diantaranya, Riau 4,864% dan Sumatera Barat 2,461%. 

"Sebagai prajurit TNI, Polri harus bekerja lebih keras terutama melakukan pemantauan domestik maupun non domestik dari WNI dan WNA, jangan ada yang bermain-main untuk kordinasi," tegas Letjen TNI (Purn) Doni Monardo.

"Kepada Bapak Gubernur dan Walikota di daerah, setiap ke datangan WNA yang masuk ke Indonesia wajib diperiksa Dokumen kelengkapan dan agara di antisipasi," jelas Kepala BNPB.
 
Di tempat yang sama, Mentri Perhubungan Budi Budi Karya Suryadi menambahkan, Bahwa masa di bulan Januari sampai dengan Mei banyaknya kegiatan-kegiatan berlibur, ini jadi suatu permasalahan yang harus kita sama-sama menghimbau kepada masyarakat.

"Kejadian di India adalah sebagai refrensi yang harus patut jadi contoh, jangan sampai terjadi di Indonesia,"  pungkas Menteri Perhubungan.

"Kepada masyarakat agar tidak melaksanakan mudik, yang bisa jadi dampak buruk bagi kita semua, terutam jumlah pemudik yang paling besar adalah dipulau Jawa yaitu Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah," jelas Mentri Perhubungan.

"Kami berharap kepada petugas TNI dan Polri agar memberikan himbauan larangan mudik yang sudah di sampaikan oleh bapak Presiden dan jajarannya, dengan pedomani semua unsur yang akan bertugas memiliki pemahaman dan persepsi yang sama atas ketentuan pelarangan mudik dan implementasinya di lapangan pengawasan dilakukan dengan pendekatan yang tegas namun humanis. 

"Pihak Kepolisian melalui Korlantas Pusat dan Daerah akan menjadi pelaksana utama di lapangan", ungkap Menteri Perhubungan.

"Semua pihak agar berhati-hati selama menyampaikan pernyataan-pernyataan ke media atau publik, kita harus menjaga wibawa, pemerintah jangan sampai terkesan kontradiktif dan egosentris. 

"Semua pihak diminta untuk terus menjaga koordinasi dan komunikasi yang baik agar pelaksanaan di lapangan dapat berjalan dengan lancar", jelas Mentri Perhubungan Budi Budi Karya.

Mentri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, kegiatan keagamaan pada pandemic Covid-19  pada setiap tempat beribadah agar di atur dan tidak menjadi tempat kerumunan. 

"Aturan yang dilaksanakan di tiap- tiap Daerah adalah, Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M di Daerah Zona Kuning dan Zona Hijau boleh dilaksanakan di Masjid dan di lapangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat dengan maksimal 50 % dari kapasitas tempat/lapangan. 

"Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M di daerah Zona Merah dan Zona Oranye tidak boleh dilaksanakan di masjid maupun di lapangan.

"Panitia hari besar Islam di Daerah setempat wajib berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah masing-masing berkenaan dengan status zona penyebaran Covid-19 dan pelaksanaan Sholat Idul Fitri.

"Menghimbau kepada aparatur pemerintah dan seluruh masyarakat bahwa halal bi halal
Idul Fitri dilakukan
hanya di kalangan keluarga/kerabat dekat dalam satu wilayah, sejalan dengan kebijakan larangan mudik
yang telah dikeluarkan Pemerintah.

"Jajaran Kementerian Agama akan memonitor dan memastikan pelaksanaan takbiran hanya dilakukan di Masjid/Mushala yang dihadiri oleh maksimal 50% dari kapasitas Masjid/Mushala dengan menggunakan speaker intemal.

"Kementerian Agama akan melaksanakan takbiran Nasional secara virtual yang akan diselenggarakan bekerjasama dengan badan pengelola Masjid Istiqlal dengan melibatkan ormas Islam dan media nasional.

"Jajaran Kementerian Agama akan berkoordinasi dan melibatkan seluruh tokoh Agama Islam, dan penyuluh agama Islam untuk memastikan Shalat Idul Fitriitri betul-betul dilaksanakan sesuai SE No. 04 tentang Perubahan Surat Edaran Nomor SE.03 Tahun 2021 tentang panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah / 2021.

"Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan aparatur di wajibkan membuat laporan kepada tim Satgas Penanganan Covid-19 di daerah masing-masing jika terjadi pelanggaran terhadap protokol kesehatan.

"Pelaksanaan halal bi halal Idul Fitri, seluruh jajaran Kementerian Agama akan mensosialisasikan kepada masyarakat agar halal bi halal atau silaturahim lebaran dilaksanakan di lingkungan keluarga inti, dengan protokol kesehatan, memperhatikan atau memaksimalkan fasilitas teknologi informasi (virtual),"  jelas Mentri Agama.

Mendagri Jendral Polisi (Purn) Tito Carnavian menegaskan, Pada rapat Virtual ini harus bener-bener tampil dan bertanggung jawab kepada tiap-tiap pimpinan daerah dengan melaksanakan pengamanan di setiap tempat beribadah, pusat pasar, sekolah dan universitas dengan memberikan himbauan Protokoler Kesehatan, Mencuci tangan, memakai masker, dan hindari kerumunan serta tampil dengan memberikan masker. 

"Langkah yang kita ambil saat ini adalah gambaran kedepanya, apakah mampu kita untuk mengatasi pandemic Covid-19," tegas Mendri.

Pada kesempatan tersebut As Ops Panglima TNI, yang mewakili Paglima TNI, menjelaskan peran TNI yaitu, TNI menyiapkan tempat karantina dan menyiapkan 110 (seratus sepuluh) tempat Rumah Sakit TNI untuk masyarakat yg terkena dampak covid-19.

"TNI memberikan APBD yang di lakukan menggunakan pesawat TNI AU. 

"Operasi penaganan covid-19 yg dilakukan kepada setiap daerah 17.670 (Tuju belas ribu enam ratus tuju puluh) orang personil untuk memutuskan matarantai covid-19," tegas As Ops Panglima TNI.

Dikesempatan yang sama,  Kejaksaan Agung juga menyampaikan, setiap Kepala Kejaksaan Tinggi beserta jajarannya ikut berpartisipasi menyukseskan program dan kebijakan Pemerintah terutama yang berkaitan dengan kebijakan larangan mudik, pembatasan transportasi, pelaksanaan protokol kesehatan
selama ibadah dan kegiatan Ramadhan, pembagian bantuan sosial, Program Pemulihan dan program lainnya.

Kegiatan ini di gelar dengan menerapkan Protokoler Kesehatan Covid-19 secara ketat.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Walikota Medan M. Boby Afif Nasution, S.E., M.M., Kapolres Medan Kombes Pol Riko Sunarko, Kajari Medan Teuku Rahmatsyah, SH.MH, Kapolres Belawan AKBP. DR.H.R.Dayan SH.MH, Kajari Belawan Yusnani, S.H., M.H, Kakan Kemenag Dr. H. Impun Siregar M.A. (Rn/Kodim 0201/BS)
Views


INTAIKASUS.COM, (MEDAN) - Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan Mandailing Natal (Madina) berjalan aman dan kondusif.

"Alhamdulillah, PSU di tiga Kabupaten berjalan aman, kondusif tanpa adanya gangguan," kata Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak didampingi Pangdam I/BB Mayjen TNI Hasanuddin, Sabtu (24/4).

Walaupun situasi kondusif, Panca mengungkapkan personil gabungan dari Polri-TNI masih terus melaksanakan tugas pengamanan tempat penghitungan suara di Kabupaten Labuhanbatu, Labusel dan Madina hingga proses rekapitulasi suara selesai.

"Dari pantauan kita di lapangan, masyarakat cukup antusias memberikan hak suara dengan mendatangi TPS-TPS yang melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU)," ungkapnya.

Panca mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Labuhanbatu, Labusel dan Madina tetap kondusif.

Menurutnya, siapapun calon kepala daerah yang nantinya terpilih merupakan putra-putri terbaik setiap daerah hasil pemilihan langsung secara demokrasi.

"Semoga pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) ini yang terakhir. Masyarakat saya harapkan menerima seluruh hasil pemilihan ulang tersebut," harap jenderal bintang dua itu.

Panca menambahkan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat mulai dari Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Masyarakat, Tokoh Pemuda, Partai Politik yang telah menyukseskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) ini berjalan Demokratis dan tanpa adanya gangguan keamanan.

"Terima kasih saya sebagai Kapolda dan Juga Bapak Pangdam I Bukit Barisan untuk seluruh masyarakat Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Labuhanbatu, Labusel dan Madina yang telah ikut menyukseskan PSU yang dapat berjalan Demokratis sembari menjaga situasi yang aman, kondusif," pungkasnya. (Rel/Red)
Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, SIP, MM, didampingi beberapa PJU Kodam I/BB menghadiri acara Deklarasi Tolak Narkoba Menuju Sumut bersinar yang di gelar di Mapolda Sumut  Jl. Sisingamangaraja No.Km. 12 Medan, Rabu (14/4/2021).

Acara yang bertemakan Deklarasi Tolak Narkoba Menuju Sumut bersinar ini juga dihadiri Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Kapoldasu Kajatisu dan unsur forkopimda Sumut serta Tokoh Agama.

Sejumlah pejabat yang hadir membacakan Deklarasi Tolak Narkoba. Yang isinya, Kami masyarakat Sumatera Utara bersama Pemerintah berkomitmen menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat guna terwujudnya lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Selanjutnya, mendukung dan mendorong upaya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Juga berperan aktif memberikan informasi adanya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba serta edukasi tentang bahaya narkoba.

Pada kesempatan tersebut Pangdam I/BB menyampaikan untuk mewujudkan masyarakat yang berpola pikir dan berpola tindak untuk menangkal bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. 

“Mari gelorakan semangat tolak Narkoba guna mewujudkan Sumatera Utara bersih Narkoba, dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa,” ucap Pangdam.

Usai melaksanakan acara deklarasi, Pangdam I/BB, Gubernur Sumut dan Kapoldasu serta unsur Forkopimda Sumut serta Tokoh Agama menyaksikan pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Narkoba Periode Desember 2020 sampai dengan Januari 2021. (Red/Pendam I/BB)
Views


INTAIKASUS.COM, (Deli Serdang) - Pastikan Kegiatan Taruna yang melaksanakan Latsitardanus XLI Tahun 2021 di wilayah Kab. Deli Serdang berjalan aman dan lancar, Kapolresta Deli Serdang beserta Dandim 0204 Deli Serdang dan rombongan lakukan peninjauan ke tiap – tiap lokasi kegiatan, Senin (12/04/2021) siang.

Adapun kegiatan tersebut diikuti oleh Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi SIK, Dandim 0204/ DS Letkol Kav. Jackie Yudantara, S.Sos .M.Han, Wakapolresta Deli Serdang AKBP Julianto P. Sirait SH SIK, Kapolsek Bangun Purba Akp Sodarjanto, Danramil 19/ BP Kapt Kav.Ishak Iskandar, Camat bangun Purba Bpk Mewah beserta Personil Polresta Deli Serdang dan Personil Kodim 0204/DS.

Kegiatan Latsitardanus ini dilaksanakan di Desa Mabar Kec. Bangun Purba Kab. Deli Serdang yang terbagi atas tiga titik wilayah. Dalam pelaksanaanya, Kapolresta beserta Dandim dan rombongan menuju ke lokasi giat Latsitardanus dengan mengendarai sepeda motor trail mengingat jalur yang cukup terjal dan berlumpur.

Dalam tiap kunjungannya, Kapolresta Deli Serdang beserta Dandim menyapa para Taruna sekaligus memberikan nasehat dan bimbingan agar tetap semangat dalam melaksanakan Latsitardanus dan tetap saling menjaga kekompakan antar satu dengan yang lain.

Saat dipantau oleh awak media, tampak para Taruna melaksanakan pembangunan rumah ibadah serta merenovasi rumah warga maupun musholla yang sebelumnya sudah tidak layak digunakan. Para taruna pun tampak kompak dan saling bahu membahu dalam menyelesaikan tiap tahap proses pembangunan.

Kepada awak Media, Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi SIK mengatakan, kegiatan peninjauan Latsitardanus ini semata – mata bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para taruna agar tetap semangat dalam melaksanakan Latsitardanus yang dilaksanakan lebih kurang 2 minggu di Desa mabar Kec. Bangun Purba Kab. Deli Serdang.

“Saya berpesan kepada para Taruna agar menghindari pelanggaran sekecil apapun dan tetap jalin soliditas antar taruna khususnya, mengingat para taruna tidak lama lagi akan dilantik menjadi perwira muda dan siap mengemban tugas dan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara” ,pungkas nya. (Red/Rel)
Views


INTAIKASUS.COM, (MEDAN) - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, menegaskan Polri tetap mengutamakan tranparansi dan keterbukaan informasi publik.

Hal itu disampaikannya setelah dicabutnya Telegram ST/750/IV/HUM.3.4.5/2021 tentang aturan larangan media menampilkan arogansi polisi saat menggelar keterangan pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Selasa (6/4) malam.

"Baru sehari STR itu beredar Mabes Polri mendapat sejumlah kritikan dari sejumlah kalangan (media). Sehingga kita menilai telah terjadi kekeliruan dan mencabut STR tersebut," katanya didampingi Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Wahyudi.

Argo menyebutkan, institusi menyadari adanya kekeliruan saat pembuatan aturan tersebut. Kemudian atas instruksi Kapolri dilakukan koreksi.

"Dalam TR itu menimbulkan miss dengan rekan media. Padahal masyarakat ingin Polri bisa tampil lebih tegas namun humanis," sebutnya.

Selain itu, Argo juga mengingatkan anggotanya untuk lebih tegas dan humanis menjalankan tugasnya di lapangan.

"Kiita lihat (masih) ada tayangan di beberapa media, masih ada kelihatan anggota yang arogan, makanya anggota harus lebih hati-hati bersikap di lapangan," imbaunya.

"Oleh karena itu, Mabes Polri menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi dan telah mencabut telegram yang telah diterbitkan melalui Telegram ST/759/IV/HUM.3.4.5./2021 tanggal (6/4/2021). Kami juga butuh koreksi teman-temab media untuk  perbaikan institusi Polri agar lebih baik dalam bertugas," pungkasnya. (Rel)