.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Deli Serdang) - Operasi Justisi hari 4, Ratusan masyarakat di Deli Serdang masih terjaring Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Deli Serdang, Kamis (17/09).

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIK melalui Kabag Ops Polresta Deli Serdang Kompol Choky Meliala, SIK, SH, MH mengatakan, pihaknya bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Deli Serdang terus menggelar razia di Wilkum Polresta Deli Serdang untuk menindak pelanggaran protokol kesehatan.

Tak tanggung-tanggung, demi memberikan efek jera, aparat gabungan dari unsur Satpol PP, Polri, TNI, BPBD, dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Deli Serdang, memberikan hukuman berupa sanksi sosial membersihkan kota, bagi yang masih nekat tidak pakai masker saat keluar rumah.

"Dalam razia hari ini, terjaring sebanyak 340 orang yang melanggar protokol kesehatan, kebanyak tidak memakai masker. Kami melaksanakan di seluruh wilayah Hukum Polresta Deli Serdang dan diberikan hukuman kerja sosial bagi yang melanggar protokol kesehatan", jelas Kabag Ops.

"TNI  Polri membackup Pemkot dalam pelaksanaan pendisiplinan protokol kesehatan terhadap Perbup no. 77 tahun 2020", katanya. (Red/Ril)
Views

INTAIKASUS.COM, (DeliSerdang) – Hari kedua pencarian, Pelajar SD, Nazril (8) warga Dusun IV Perumahan Deli Kencana Desa Sidomulyo, Kecamatan Birubiru, Kabupaten Deliserdang, ditemukan tewas di saluran air di Jalan Pamah Gang Baru Kecamatan Delitua, Rabu (16/9/2020), pukul 15.30 WIB.

Jenazah korban ditemukan sekira 3 Km dari lokasi hanyut oleh tim Basarnas Sumut bersama tim Sabhara Polda Sumut dan Polsek Biru-Biru Polresta Deli Serdang, setelah menelusuri gorong-gorong hingga saluran air yang bermuara ke sungai. Selanjutnya jenazah Nazril diserahkan kepada orangtuanya, Andi Syahputra.

Kapolsek Biru Biru Polresta Deli Serdang, AKP Erlonggena Sembiring ketika dikonfirmasi, Rabu (16/9/2020) sore, membenarkan korban diduga hanyut ditemukan tewas setelah pencarian hari kedua.

Sebelumnya diberitakan, pelajar SD, Nazril (8) diduga hanyut dan masuk ke gorong-gorong saluran air saat mandi-mandi saat hujan deras bersama 2 orang temannya, Selasa (15/9/2020), pukul 15.45 WIB, di parit saluran air di Dusun IV Perumahan Deli Kencana persis di samping Masjid Al-Muhajirin. (Ril)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Sebanyak 231 rumah di Desa Klambir Lima Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang rusak diterjang angin puting beliung. Dari jumlah tersebut, 103 diantaranya mengalami rusak berat, namun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Camat Hamparan Perak Eko Sapriadi mengatakan, angin puting beliung itu terjadi pada Selasa (15/9/2020) petang. Di mana, sebelum kejadian, wilayah ini dilanda hujan deras yang disertai angin kencang.

"Semalam kejadiannya, rata-rata atap dan seng rumah warga beterbangan," ungkapnya, Rabu (16/9/2002).

Selain atap rumah warga, sambung dia, ada juga pohon yang tumbang dan menimpa tiang PLN, sehingga sempat terjadi padam listrik. Kendati begitu, kata Eko, tidak ada warga yang mengungsi, meski harus tidur hanya dengan menggunakan matras seadanya. 

Prihatin melihat kondisi ini, personel dari Sat Brimob Polda Sumut langsung turun ke lokasi bencana guna membantu masyarakat setempat. Bantuan itu mereka berikan, baik dengan membagikan paket makanan hingga membantu proses pemulihan rumah warga yang rusak. 

Kabag Ops Sat Brimob Polda Sumut Kompol Heriyono menjelaskan, kehadiran personel Brimob di Desa Klambir Lima Kebun ini, untuk membantu warga setempat serta memberikan support dan motivasi kepada warga yang terkena dampak bencana. Adapun bantuan yang diberikan, diantaranya 350 bungkus makanan dan puluhan face shield.

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin juga telah memberikan bantuan berupa beras sebanyak 200 karung, mie instan 150 karton dan sarung sebanyak 200 buah. (Rina)


Views

INTAIKASUS.COM, (Tiga Juhar) - Jajaran Kepolisian Sektor Tiga Juhar Polresta Deli Serdang bersama Forkopicam STM Hulu mulai melakukan langkah-langkah untuk mendisiplinkan masyarakat agar patuh pada protokol kesehatan dengan melakukan operasi Yustisi, Rabu (16/09/2020).

Operasi Yustisi ini serentak dilakukan oleh jajaran Polresta Deli Serdang termasuk Polsek Tiga Juhar yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Tiga Juhar Akp Salija bersama personil Koraamil Tiga Juhar, Personil Sat Pol PP Kec. STM Hulu Dan personil Puskesmas Tiga Juhar.
 
"Hal itu sesuai arahan Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIK kepada seluruh jajaran untuk secara serentak melakukan operasi yustisi dan Polsek Tiga Juhar menindàk lanjuti dengan melibatkan personil gabungan Polsek Tiga Juhar, TNI dan staf Kecamatan STM Hulu dalam Operasi ini.

"Adapun lokasi operasi Yustisi kali ini dilaksanakan di Pekan Rabu di Desa Tiga Juhar Wilkum Polsek Tiga Juhar",  ucap Kapolsek Tiga Juhar.

Akp Salija menjelaskan, Operasi Yustisi ini juga akan ditingkatkan dengan sasaran ke lokasi ruang publik seperti warung kopi, cafe, tempat ibadah maupun lokasi acara pernikahan, sesuai implementasi INPRES No 6 tahun 2020 tentang penegakan disiplin protokol kesehatan", pungkasnya.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIK melalui Kapolsek Tiga Juhar Akp Salija mengatakan "kegiatan Operasi Yustisi ditingkatkan terus agar masyarakat dapat menyadari dan semakin patuh pada protokol kesehatan",  terangnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Deli Serdang) - Kebakaran hanguskan gudang milik PT. Indomarco Adi Jln. Medan - Tg. Morawa KM 18,5 Desa Tg. Morawa B Kec. Tg. Morawa Kabupaten Deli Serdang terbakar, Rabu (16/09/20).

Informasi di himpun,  kebakaran terjadi Pagi ini sekira Pukul 07.30 Wib, dimana pada saat itu pekerja PT Indomarco yang bernama Ahmad sedang bekerja membersihkan lingkungan perusahaan, namun tiba – tiba melihat sambaran api akibat hubungan arus pendek Listrik. Setelah Itu secara spontan berusaha mencari Alat APAR untuk membantu memadamkan sumber titik api, namun Api tidak dapat dipadamkan sehingga semakin membesar dan sudah merembet ke barang-barang yang berada gudang.

Mengetahui terjadi kebakaran, sejumlah pekerja yang saat itu berada di lokasi PT Indomarco, mencoba memadamkan sumber api dengan memanfaatkan mesin pompa hidran milik PT Indomarco, namum usaha para pekerja memadamkan api ternyata gagal dikarenakan pompa hidran milik PT Indomarco tidak dapat bekerja dengan normal dan membuat api secara cepat membesar dan membakar isi gudang PT Indomarco.

Hinggah sekira pukul 08.05 wib, tiba 3 Unit mobil Damkar Pemkab DS dan Pukul 08.20 Wib tiba 1 unit mobil Water Canon Polresta Deli Serdang beserta Personil Polresta Deli Serdang untuk turut membatu memadamkan sumber titik Api.

Atas kejadian Tersebut, stok mie instan yang berada di Gudang PT Indomarco terbakar dan kerusakan pada bangunan perusahaan,  namun tidak ada korban jiwa dan mengalami kerugian sebesar Rp. 5.000.000.000,-.

Saat di konfirmasi Awak Media, Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi,Sik melalui Kabag Ops Polresta Deli Serdang Kompol Choky Santosa Meliala Sik,Sh,Mh mengatakan " Saat ini kita sedang menyelidiki penyebab kebakarannya, sementara informasi yang kita dapat, penyebabnya kebakaran terjadi diperkirakan akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namum sejumlah barang-barang yang berada di dalam gudang hangus terbakar ",ujarnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (SERGAI) - Lingkungan komplek Kantor Bupati Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ternyata belum bebas sampah. Pasalnya, masih tampak sampah berserakan dan menumpuk di bak sampah milik Pemkab Sergai persis di belakang Pos jaga Satpol-PP Sergai, Rabu (16/9) siang. 

Pemkab Sergai melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) dinilai tutup mata, karena itu merupakan pintu masuk pusat pelayanan kemasyarakatan seperti Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil), area parkir dan menuju kantor dinas lainnya.

Sejumlah masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya kepada ISN menyampaikan sangat menyayangkan lingkungan Kantor Bupati Sergai belum bebas sampah. Artinya, Dinas LH Sergai dinilai tutup mata karena itu dapat menimbulkan penyakit dan aroma yang tak sedap apalagi dekat pelayanan kemasyarakatan.

"Kami berharap dinas terkait agar kiranya jangan sepele terhadap kebersihan karena menyangkut kesehatan dan kenyamanan kita bersama, apalagi saat ini ditengah Pandemi Covid-19 yang melonjak tinggi kasusnya di Kabupaten kita," tegasnya.

Sementara Kadis LH Sergai, P. Tambunan saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp menyampaikan hal itu dikarenakan pasilitas alat alat persampahan kita belum memadai, mohon bantulah kami agar Dinas LH dilengkapi peralatan persampahan, biar bisa lebih baik kerjaan Dinas LH. Terima kasih," jawab Kadis. (By)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Seorang pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan masker tancap gas saat diberhentikan Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin dalam razia masker yang berlangsung di Jalan Jawa Medan, Sumatera Utara, Selasa (15/9/2020). 

Razia masker hari kedua ini digelar bersama personil Pol PP Kota Medan, Kecamatan Medan Timur dan Polsek Medan Timur. Setiap pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil yang tidak memakai masker diberhentikan petugas.

"Sasarannya adalah warga yang tidak menggunakan masker. Dan dari hasil operasi tersebut, masih banyak didapati warga yang belum disiplin mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker", kata Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin kepada wartawan.

Masyarakat belum sepenuhnya disipilin untuk menggunakan masker, sambung Kompol Arifin. Malah ada seorang pengendara sepeda motor jenis trail yang tidak memakai masker kabur dengan motornya saat diberhentikan petugas.

"Ada yang kabur saat ditanyai gak pakai masker. Dari hasil razia yang digelar tim gabungan, sebanyak 16 warga dikenakan saksi dengan menyita KTP dan di hukum push up," terang Arifin sembari menambahkan, razia masker ini akan terus digelar hingga batas tidak ditentukan. (Rn/Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sei Bamban) - Warga Sukadamai, Sei Bamban dibuat terkejut atas penemuan sebuah granat nanas, tepat didusun V Pasar Serong Desa Sukadamai, Selasa (15/9/2020) jam 12.30 wib.

Wagimin yang menemukan granat ini mengatakan "penemuan ini ketika saya sedang mencangkul tanah  untuk pengolahan bahan batu bata saya menemukan sebuah granat, saya langsung singkirkan dan saya lapor kepada toke batu saya", katanya Senin (14/9/2020)  sekitar jam 12.30 wib.

Diketahui, awal penemuan granat ini dari tanah pembelian yang digunakan untuk mengolah batu bata. Saat mencangkul tanah saya melihat sebuah geranat. Karena saya duga ini berbahaya saya langsung pinggirkan agar mengantisipasi resiko terjadi ledakan.

Saat di konfirmasi oleh Kamtibmas yang sedang berada dilokasi, bapak Daswir, menuturkan, granat ini jenis geranat nanas. Ukuran kurang lebih 6 inci, melihat kondisi granatnya, geranat ini digunakan masa sebelum penjajahan jepang.

"Kondisi granat masih di duga aktif, walau kondisi berkarat. Selanjutnya penanganan granat ini sudah diinfokan oleh bapak Daswir kepada Danramil.

Sementara itu, Kades Sukadamai bapak Karnain, kepada intaikasus.com mengatakan "saya sudah lapor ke Kamtibmas dan Polsek untuk penanganannya,  agar tidak membahayakan warga saya," ucapnya. (Bayu)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) -  Mobil Pick Up di supiri Riduan (60) bersama istri Butet (52) dan anaknya Fawwas (9) ketiga warga Dusun XIII, Desa Celawan, Kec Pantai Cermin, Sergai menabrak pengendara sepeda motor Honda Beat BK 5787 AIH di jalan Umum Pantai Cermin menuju Perbaungan Desa Celawan Sabtu (12/9) sekitar pukul 08:00 WIB. Akibatnya tiga terluka.

Informasi di himpun. Mobil Pick up di supiri Riduan datang dari arah Pantai Cermin menuju Perbaungan. Setiba dilokasi ia hendak belok ke kanan untuk menuju rumahnya. Namun sial Riduan tidak melihat adanya sepeda motor Honda Beat yang di kendarai Gunawan (45) berboncengan dengan Husin (52) keduanya warga Jln. Aluminium, Link XIII, Kel.  Tanjung Mulia, Medan yang datang dari arah sebaliknya.

Brakk! Pick Up menabrak Sepeda motor yang melaju kencang tersebut, kereta terpental begitu juga dengan dua pengendara ikut terpental, Pick Up yang mencoba mengelakkan sepeda motor kandas di pinggir jalan hingga kedua kendaraan ringsek.

Riduan mengalami luka di bagian hidung, sedangkan Gunawan dan Husin mengalami luka di bagian kepala wajah dan tangan, sedangkan istri dan anak Riduan mengalami luka memar pada kepala dan pinggang. Kelima korban terluka langsung di evakuasi warga ke RS. Sawit Indah Simpang Pantai Cermin.

Pihak Pos Lantas Sei Sejenggi Polres Sergai yang mendapat informasi langsung kelokasi dan mengamankan kedua kendaraan ke Pos Lantas Sei Sejenggi. 

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang melalui Kasat Lantas Polres Sergai AKP. Agung Basuni SH. SIK mengatakan, akibat kejadian itu tiga warga mengalami luka.

" Peristiwa itu sudah ditangani Sat Lantas Polres Sergai kedua kendaraan sudah diamankan, akibatnya tiga orang terluka sedangkan kendaraan ringsek," papar Kasat Lantas ini. (Bayu)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Dua pengendara sepeda motor tewas setelah 'adu kuat' di Jalan Medan Tebing tinggi KM 57-58, tepatnya di depan SPBU Desa Firdaus Dusun XIV Desa Firdaus Kec. Sei Rampah Kab. Sergai, Sabtu (12/9/ 2020) sekira pukul 23.30 WIB.

Kedua yang terlibat, sepeda motor Yamaha RX king Nopol BK 2090 NP yang dikendarai AR 15 tahun, masih pelajar SMA.
  
Dia  mengalami luka berat dibagian kepala dan meninggal dunia di RSUD Sultan Sulaiman Sei Rampah pada saat hendak dirawat. 

Sedangkan kontranya, sepeda motor Honda Genio tanpa plat yan dikendarai inisial YU (16), Pelajar SMA.

Dia  mengalami luka dan meninggal dunia di RSUD Sultan Sulaiman Sei Rampah pada saat hendak dirawat juga meninggal dunia. Dan keduanya berdomisili di Sei Rampah.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang SH,MHum didampingi Kasat Lantas AKP Agung BasuniSH,SIK mengatakan peristiwa kecelakaan lalulintas berawal pada saat pengendara sepeda motor v Yamaha RX King Nopol BK-2090--NP, inisial AR melaju kencang datang dari arah jalan Tebing Tinggi menuju arah jalan Medan.

Ia terlalu mengambil jalan terlalu kekanan dan tidak memperhatikan situasi arus lalu lintas jalan pada arah yang berlawanan sehingga menabrak bagian depan (tabrak depan) motor Honda Genio tanpa plat yang dikendarai inisial YU yang datang dari arah jalan berlawanan yaitu arah jalan Medan menuju arah jalan Tebing Tinggi.

"Akibat kejadian tersebut, kedua pengendara sepeda motor yang berkontra meninggal dunia di RSUD Sultan Sulaiman Sei Rampah pada saat hendak dirawat.

Kasusnya ditangani Unit Laka Satlantas Polres Serdang Bedagai," pungkas Kapolres. (By)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - 7 unit rumah di Jalan Pipit 13, Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, hangus dilalap si jago merah, Minggu (13/9/2020) dini hari. 

Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 03.15 dini hari Wib. Api yang melalap rumah tersebut dengan cepat merembet ke rumah warga lainnya.

"Tujuh unit rumah warga yang terbakar," katanya kepada  wartawan.

Ia menjelaskan, pada saat kejadian pihaknya langsung meluncur ke lokasi dan menghubungi pihak pemadam kebakaran.

"Kita yang mendapat informasi ini kemudian turun ke lokasi kebakaran, dan memberitahukan kepada petugas pemadam kebakaran," ungkapnya.

Ricky menambahkan, api dapat dipadamkan sekira pukul 05.00 Wib. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan kerugian belum dapat ditafsir.

"Korban jiwa tidak ada. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," pungkas Ricky. (Red)

Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) -  Tabrak roda truk Colt Diesel yang terlepas. Pengendara sepeda motor Honda Nopol  BK 2848 YBC, mengalami kecelakaan lalulintas di Jalan Lintas  Medan -Tebing Tinggi  tepatnya Dsn. I Desa Liberia, Kec. Teluk Mengkudu, Kab. Serdang Bedagai, Jumat (11/9/2020) sekira pukul  16.00 WIB.

Mobil Truk Colt Diesel Nopol BM 8073 EO dikemudikan Basrido (34) warga Jln. Datuk Paduko, Kel. Harapan Makmur, Kec. Bagan Sinembah, Kab. Rokan Hilir Prov. Riau. Namun dia tidak mengalami luka.

Sedangkan kontranya sepeda motor Honda  Nopol BK 2848 YBC yang dikendarai Pikrianto (26) warga Jl. Tapa, Lingk. RM I Desa  Pardamean, Kec. Rantau Selatan, Kab. Labuhan Batu.

Dia mengalami luka memar pada bagian mata sebelah kiri, luka lecet pada kening, luka lecet pada pipi kiri, luka memar pada pipi kanan, dibawa berobat ke RSUD Sultan Sulaiman kemudian meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Sultan Sulaiman.

Sedangkan yang dibonceng, Titin Hervina Rambe (24) warga Jln. Nenas No. 10 Lingk. Nenas I, Kel. Padang Bulan, Kec. Rantau Utara, Kab. Labuhan Batu.

Dia mengalami luka robek pada bagian kepala sebelah kanan, luka memar pada bibir atas, luka lecet pada kaki sebelah kanan, berobat di RSUD Sultan Sulaiman.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang SH,MHum didampingi Kasatlantas AKP Agung Basuni,SH,SIK mengatakan kepada wartawan, Sabtu (12/9/2020), kejadian bermula saat mobil truk Colt Diesel Nopol BM 8073 EO yang melaju dari  arah Medan  menuju arah Tebing-Tinggi 

Sesampainya di TKP  sepeda motor Honda  Nopol BK 2848 YBC yang melaju dari arah yang sama hendak mendahului mobil truk Colt Diesel Nopol BM 8073 EO.

Akan tetapi,  sambung Kapolres, pada saat yang bersamaan roda belakang sebelah kanan dari mobil truk Colt Diesel Nopol BM 8073 EO terlepas.

Sehingga sepeda motor Honda Nopol BK 2848 YBC menabrak roda yang terlepas tersebut, kemudian  pengendara dan yang dibonceng jatuh keberam jalan sebelah kanan dari arah Medan.

Akibat kecelakaan tersebut pengendara sepeda motor dan yang dibonceng mengalami luka-luka tersebut diatas.

Selanjutnya dibawa berobat ke RSUD Sultan Sulaiman, kemudian pengendara sepeda motor meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Sultan Sulaiman.

"Kasusnya ditangani Unit Laka Satlantas Polres Serdang Bedagai," pungkas Kapolres. (By)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Laka lantas merenggut tiga nyawa terjadi di Jalan Tol Medan Tebing Tinggi tepatnya di Jalur Ambon KM 54-600 Desa Melati II, Kec Perbaungan, Sergai Selasa (08/09/2020) sekitar pukul 04:20 WIB. Dari tiga korban dua identitas korban lainnya belum diketahui pihak kepolisian Sat Lantas Polres Sergai.

Tiga korban merupakan supir mobil Pic Up Grand Max BK 8983 WO yakni Tohom Tadeus Lubis (37) warga Jl. Bahkora II Bawah, Kel Sukaraja, Kec Marihat, Pematang Siantar dan dua penumpang berjenis kelamin laki-laki diperkirakan usia 30an memakai baju kaos celana panjang dan satu korban lainnya menggunakan celana pendek.

Informasi dihimpun, Grand Max tanpa muatan itu melaju kencang dari Medan menuju Tebing Tinggi, setiba dilokasi mobil yang di supiri Tohom Tadeus Lubis mengambil jalur lambat dengan kecepatan rata-rata 100 KM/jam. 

Naas diduga tidak mengukur jarak pandang Grand Max menghantam bagian belakang truk Trado BK 8606 XD yang disupiri Julian (37) warga Jln. T. Amir Hamzah GG Rukun, Kel Nangka, Kec. Binjai Utara, Kota Binjai. Kuatnya hantaman itu membuat bagian depan Grand Max ringsek berat. Supir dan dua penumpangnya mengalami luka berat di bagian kepala serta dada, ketiganya tewas di tempat dengan mengeluarkan darah segar di bagian mulut, kuping dan hidung. Sedangkan supir truk tidak mengalami luka.

Pihak Sat Lantas Polres Sergai dan Jasa Marga Jalan Tol yang tiba dilokasi mengevakuasi ketiga korban ke rumah sakit Trianda Pasar Bengkel, Perbaungan sedangkan kedua kendaraan dan supir truk diamankan ke Sat Lantas Polres Sergai.

Kapolres Sergai AKBP. Robin Simatupang SH. M.Hum melalui Kasat Lantas Polres Sergai AKP. Agung Basuni Kepada wartawan, Rabu (9/9) membenarkan peristiwa tersebut. Tiga korban tewas di tempat dan dua identitas korban hingga saat ini belum diketahui.

"Kasusnya sudah di tangani Unit Laka Lantas Polres Serdang Bedagai," ungkap Agung Basuni. (Bayu)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Tiga lokasi hiburan malam yang berada di wilayah Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), yang diduga kerap dijadikan sebagai lokasi peredaran dan penyalahgunaan Narkoba dirazia polisi.

Hasilnya, 36 pengujung yang terdiri dari 23 pria dan 13 wanita turut diamankan, yang selanjutnya diboyong ke Mako Satres Narkoba Polrestabes Medan untuk dimintai keterangannya.

"Benar, ada 36 orang pengunjung yang terjaring saat razia di 3 lokasi hiburan malam yang digelar, Minggu (06/09/2020) dini hari kemarin, "kata
Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Ronny Nicholas Sidabutar saat ditanya wartawan, Selasa (08/09/2020).


Dikatakan AKBP Ronny Nicholas Sidabutar, adapun ketiga lokasi hiburan malam yang menjadi sasaran razia  yakni SCB di Jalan Kapten Pattimura, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Provinsi Sumut, NZ di Jalan Wajir, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Provinsi Sumut dan Diskotik LG di Jalan Nibung Raya, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Provinsi Sumut.

"Dari ketiga lokasi hiburan malam yang kita razia, hanya dua lokasi yang berhasil kita amankan 36 pengujung terduga Narkoba," terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Kasatres Narkoba Polrestabes Medan ini lagi, dalam razia pemberantasan dan peredaran penyalahgunaan Narkoba ini, Sabtu (05/09/2020) malam dimulai dari SCB yang berada di Jalan Kapten Pattimura, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Provinsi Sumut.

Namun di lokasi hiburan malam ini, personel Satres Narkoba Polrestabes Medan tidak ada mengamankan pengunjung yang terindikasi mengunakan Narkoba dan sejenisnya.

Setelah itu, Minggu (06/09/2020) dini hari personel kembali bergerak ke Diskotik NZ yang berada di Jalan Wajir, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Provinsi Sumut dan mengamankan 23 pengujungnya.

"Di mana 21 orang positif menggunakan Narkotika setelah dilakukan test urine dan 2 orang lagi terbukti memiliki Pil Ekstasi," bebernya.

Lalu, lanjut Kasat, tim melanjutkan razianya ke Diskotik LG di Jalan Nibung Raya, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Provinsi Sumut. Dari sini petugas pun menjaring 13 orang pengunjung.

"Setelah dilakukan test urine, 11 orang dinyatakan positif Narkoba dan 2 orang terbukti memiliki Narkotika jenis ganja," ujar Ronny seraya menambahkan, selain menjaring 36 terduga Narkoba, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa 4 butir Pil Ekstasi, 1 amplop Ganja, kaca pirex, 5 lembar kertas Tiktak dan beberapa unit handphone," tandasnya. (Red)

Views

INTAIKASUS.COM, (Deliserdang) - Setelah satu malam menghilang akibat hanyut terbawa arus sungai Blumai tepatnya di Aliran Sungai Blumei, Jln. Khatib Malik Dusun III Bandar Labuhan Bawah Desa Bandar Labuhan Kec. Tanjung Morawa Kab. Deli Serdang, akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi, Sabtu (05/09/2020) Sore. 

Sebelumnya, Korban Dustine Diego (17) warga Gang Pekong Lingkungan IV Kelurahan Pekan Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa pada hari Jumat 04 September 2020 pada sore hari bermain dan berenang bersama empat orang temannya di Aliran Sungai Blumei, Jalan Khatib Malik Dusun III Bandar Labuhan Bawah Desa Bandar Labuhan Kec. Tanjung Morawa, Derasnya arus sungai membuat korban tidak bisa menyelamatkan diri namun keempat temannya berhasil selamat. 

Selama pencarian sejak hanyutnya Dustine Diego, Personil Polsek Tanjung Morawa bersama Team Basarnas Deliserdang dibantu warga setempat hingga pukul 00.00 Wib, kemarin belum berhasil menemukan korban, yang kemudian pencarian dilanjutkan tadi pagi. 

Personil Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang Bersama Tim Basarnas pada pukul 16.30 Wib yang dibantu salah seorang warga bernama Awaluddin (52) warga Jalan Khatib Malik Dusun III Bandar Labuhan Bawah Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjung  Morawa, Ketika menyelam ke dasar sungai, merasakan telah memegang tubuh korban lalu berusaha menarik hingga ke permukaan air, Pihak keluarga yang sedang menunggu dipinggir sungai, membantu menarik jenazah korban ke pinggir sungai dan kemudian jenazah dimasukkan ke dalam kantong mayat Basarnas. 

Selanjutnya pihak Keluarga membawa jenazah kerumah duka dengan menggunakan ambulance untuk disemayamkan.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kapolsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang AKP Sawangin, SH  mengatakan "Personil Polsek Tanjung Morawa dibantu Tim Basarnas dan dibantu warga sekitar berhasi menemukan korban yang hanyut. Saat ini jenazah dibawa pihak keluarga kerumah duka untuk proses pemakaman," ujarnya. (Ril)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Bengkel merangkap tempat tinggal milik Sitopu alias Kengkeng (52) berkokasi di Dusun I, Desa Kotarih Pekan, Kecamatan Kotarih, Kabupaten Serdang Bedagai, ludes terbakar, Sabtu (5/9/2020) sekitar pukul 20.20 WIB.

"Belum diketahui sumber api yang menghanguskan bengkel tersebut, tetapi akibat kebakaran itu, ruang tengah hingga ke dapur bangunan hangus terbakar dan kerugian material mencapai Rp50 juta," terang Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Robinson Simatupang SH,MHum melalui Kapolsek Kotarih, IPTU Domdom Panjaitan kepada wartawan, Minggu (6/9/2020).

Selain itu, sambung Panjaitan, api juga menyambar empat rumah disekitarnya, antara lain rumah milik Masa Br Saragih alias Mamak Parla (60) bangunan dapur habis terbakar dan mengalami kerugian mencapai Rp10 juta.

Kemudian, rumah Masniah Br Sipayung, (63) dapur terbakar dengan kerugian mencapai Rp5 juta. Rumah milik Horna Br Saragih, (65) kondisi asbes dan atap seng hangus terbakar dengan kerugian Rp5 juta dan rumah milik Naik Damanik, (70) kondisi dinding kanan bagian atas bangunan rumah terbakar dan mengalami kerugian mencapai Rp5 juta.

Kapolsek Kotarih, IPTU Domdom Panjaitan mengungkapkan bahwa kejadian terjadi pada hari Sabtu (5/9/2020) sekira pukul 20.00 WIB. 

Pada saat itu, kata Domdom, lampu listrik PLN baru menyala dan sekitar pukul 20.20 WIB, saksi Masa Br Saragih alias Mamak Parla melihat api di bagian dapur bangunan Bengkel Sitopu alias Kengkeng sudah membesar.

"Lalu dengan spontan dia berteriak keras mengatakan Api...!Api...! Kebakaran...!" ungkap Panjaitan.

Kemudian dijelaskan kapolsek lagi, saksi mata Masniah Br Sipayung keluar dari rumahnya dan melihat api di dalam ruang tengah rumah tetangga rumahnya yaitu di Bengkel Sitopu alias Kengkeng api telah marak membesar.

Kemudian Masniah Br Dipayung berteriak minta tolong sambil berkata " Api.. Api... Terbakar... Terbakar sambil menunjuk rumah sebelahnya" .

Akhirnya dengan spontan warga berdatangan untuk membantu memadamkan api tersebut dengan menyiramkan air pakai ember secara beramai ramai dan juga dibantu personel Polsek Kotarih, karena TKP dari Polsek hanya berjarak 300 meter 

Selanjutnya, sekitar pukul 21.30 WIB, mobil Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang yang di pimpin oleh Eka Sianipar dan Tim Damkar Kecamatan Dolok Masihol, Kabupaten Serdang Bedagai yang di pimpin oleh Ahmad Alwil Harahap tiba di TKP langsung melakukan pemadaman api untuk lebih menyakinkan supaya api tersebut benar benar telah padam 

" Diduga api bersumber dari rumah Bengkel Sitopu dan api tersebut telah sempat merambat ke rumah di sebelahnya atau tetangga, sehingga sebagian bangunan rumah ikut terbakar," ujar Kapolsek.

Pada saat sebelum kejadian , Bengkel Sitopu alias Kengkeng tidak berada di dalam rumah namun berada di kedai kopi 

Bangunan rumah Bengkel Sitopu als Kengkeng terbuat dari berbahan kayu dan bangunan tersebut merupakan bangunan lama sehingga sangat mudah untuk terbakar.

Bahan bangunan rumah yang bertetangga dengan rumah bangunan Bengkel Sitopu alias Kengkeng juga dominan berbahan kayu dan tepas bambu sehingga sangatlah mudah untuk terbakar.

Petugas juga menemukan pada saat di TKP, meteran lisrik yang ada di rumah Bengkel Sitopu alias Kengkeng masih dalam keadaan aktif dan normal.

" Dugaan sementara terjadinya kebakaran tersebut masih dalam Lidik. Dan data sementara total kerugian materil atas kejadian tersebut sekitar Rp70 juta dan tidak ada korban jiwa," pungkas Panjaitan. (By)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) -  Dua bocah SD, inisial D Br P (12) dan E Br Manullang (11) tewas tenggelam di  kebun kelapa sawit milik PT. KHI, berlokasi di Desa Havea, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (5/9/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang SH,MHum melalui Kapolsek Dolok Masihul AKP J Panjaitan mengatakan, sebelumnya 
Kanit IK Polsek Dolok Masihul Aiptu R Sianturi melaksanakan monitoring baket serta deteksi sehubungan adanya kabar telah hanyut 2  orang anak-anak dibawah umur di kolam atau waduk di areal Afdeling Kebun Sawit Perkebunan PT. KHI Desa Havea  Kec. Dolok Masihul.

Kapolres mengungkapkan, bahwa pada hari Sabtu(5/9/ 2020) sekitar  pukul 10.30 WIB. Kedua  korban  bermain-main disekitar kolam atau waduk di Afdeling kebun Sawit milik Perk. PT KHI Desa Havea Kec. Dolok Masihul. 

Selanjutnya, kata kapolres, kedua bocah itu, masuk kedalam kolam atau waduk untuk mandi mandi sementara Moses Purba tidak ikut masuk ke  kolam tersebut dan setelah masuk ke dalam kolam, kedua anak perempuan tersebut tidak bisa berenang dan tenggelam di kolam atau waduk tersebut. 

Melihat temannya tidak muncul dari kolam atau waduk, selanjutnya saksi seorang temannya  berlari minta tolong ke rumahnya dan memberitahukan ayahnya Rajali Purba yang kebetulan dekat dengan kolam atau waduk.

Setelah mengetahui anaknya dan temannya tenggelam di kolam atau waduk selanjutnya meminta pertolongan kepada warga dan warga secara bersama-sama melakukan pencarian kedua korban yang tenggelam.

Setelah warga melakukan pencarian dengan alat seadanya sekira pukul 11.30 WIB, pertama yang ditemukan adalah korban E Br M dengan  tubuh telah membiru dan sempat di bawa ke RS namun nyawanya tidak tertolong lagi.

Selanjutnya warga tetap melakukan pencarian dan sekira pukul 12.30 WIB, korban an. D Br P  berhasil ditemukan warga dan tubuh sudah membiru tidak bernyawa lagi dan keluarga langsung membawa pulang jenazahnya ke Dusun IV Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul.

Petugas yang berada di TKP menemukan bahwa TKP berada di tengah areal tanaman buah kelapa sawit milik Perkebunan PT Karya Havea Indonesi (KHI).

Lokasi  kolam atau waduk dengan kedalaman 5 M dan  merupakan tempat pengisapan air untuk kebutuhan Pabrik PKS PT. Karya Havea Indonesia (KHI).

Di pinggir kolam atau waduk pihak Pabrik PKS PT KHI, telah memasang Plang pemberitahuan bahwa dilarang memasuki areal kolam dan pihak security tetap kontrol di areal kolam untuk melarang masyarakat memasukinya.

Pasca kejadian, personel Polsek Dolok Masihul membawa korban untuk VER luar ke Rumah Sakit dan  menyarankan kepada keluarga korban agar membuat surat pernyataan tidak dilakukan Outopsi.

"' Kasusnya ditangani Polsek Dolok Masihul dan dari pihak keluarga korban membuat surat pernyataan bahwa korban meninggal dunia dikarenakan tenggelam di kolam atau waduk dan bukan dikarenakan tidakan kriminal," tandas Kapolres. (By)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) -  Pasangan suami isteri (Pasutri) terpaksa dilarikan ke RSU Melati Desa Pon setelah bertabrakan di Jalan Umum Medan - Tebing Tinggi, KM 65-66, tepatnya di Simpang Kamp. Jati Desa Sei. Bamban, Kecamatan Sei. Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (1/9/ 2020) sekira pukul 15.55 WIB.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang SH,MHum kepada wartawan, Rabu (02/09) mengatakan,  bahwa sepeda motor Honda Revo fit Nopol BK 4819 NAR yang dikendarai Joni (38) warga Dusun V, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai Sergai menderita luka robek dan memar di kening sebelah kanan, tulang jari tengah kiri patah, luka robek tangan kiri dan luka lecet lutut kaki. Berobat di RSU Melati Desa Pon.

Berboncengan dengan isterinya, Emma Hariani Tanjung (34) warga Desa Bakaran batu Dusun V Kec. Sei. Bamban Kab. Sergai. Ia menderita luka robek lengan kiri, kening bengkak dan memar dan luka luka lecet pada tangan dan berobat di RSU Melati Desa Pon. 

Sedangkan kontranya, mobil Truck Fuso tangki Nopol BK 9188 BS yang dikemudikan Hartono (40) warga Desa Penggalangan Dusin III Kec. Sei. Bamban, Kab. Serdang Bedagai. 

Dijelaskan Kapolres tentang kronologis kejadian, kejadian bermula sewaktu sepeda motor Honda Revo Fit Nopol BK 4819 NAR yang dikendarai Joni datang dari arah Medan menuju arah Tebing Tinggi, sesampainya di TKP diduga kurang hati hati saat membelok atau menyeberang kekanan masuk ke Simpang Kampung Jati.

Sehingga bertabrakan antara sudut depan kiri (setang kiri) sepeda motor tersebut dengan sudut kiri depan mobil Truck fuso Tangki Nopol BK 9188 BS yang bersamaan datang dari arah berlawanan dari arah Tebing Tinggi menuju arah Medan.

"Kasusnya ditangani Unit Laka Satlantas Polres Serdang Bedagai, guna proses selanjutnya," tandas Kapolres. (Bayu)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Diduga mengalami depresi, Salbiah Lubis alias Kundur (48) wanita paru baya mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri dengan seutas tali plastik warna hitam yang diikat di galangan dalam rumahnya di Dusun Rambutan, Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (1/9/2020).

Dari informasi yang dihimpun,  kejadian pertama kali diketahui Desi (26) anak korban sekitar pukul 13.15 WIB, anak korban melihat kondisi ibunya sudah terduduk dengan leher terikat dengan tali plastik warna hitam dengan mengenakan pakaian baju kaos warna merah dan celana warna merah. Atas kejadian tersebut, anak korban histeris dan meminta pertolongan kepada tetangganya, dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Perbaungan.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robin Simatupang kepada wartawan membenarkan kejadian tersebut, Kapolres menjelaskan bahwa korban sudah ditangani Tim Inafis bersama Polsek Perbaungan. 

"Dari pemeriksaan oleh tim Inafis dan Polsek Perbaungan tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan dan tindak pidana," bilang Kapolres.

Kapolres juga menambahkan, dari keterangan keluarga korban, bahwa korban mengalami depresi dan sudah sering melakukan percobaan bunuh diri namun berhasil digagalkan pihak keluarga.

"Korban diduga depresi, sudah sering melakukan percobaan bunuh diri namun aksinya beberapa kali berhasil digagalkan keluarga," kata Kapolres.

"Saat ini Jenazah korban sudah serahkan ke Pihak keluarga, keluarga juga sudah membuat surat pernyataan untuk tidak di autopsi," tambahnya. (Bayu)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Tol Tebingtinggi -  Kualanamu (Jalur B) KM 70-69, tepatnya di KM 70.56,  Desa Simpang Empat, Kecamatan  Sei Rampah, Kab. Sergai, Senin (31/9/ 2020) sekira pukul 18.10 WIB.

Mobil pribadi Toyota New Fortuner Nopol BK-1759-FP yang dikemudikan Ahmad Suryadi (25)  beralamat di Komplek Kamelia II Blok B24 Pasir Nan Tigo Kota Tengah, Kota Padang, Prov. Sumbar. 

Dia mengalami luka yaitu luka robek pada kening, terasa sakit pada kaki kiri berobat di RSU Sultan Sulaiman Sei Rampah, setelah menabrak tembok batas tengah pemisah Jalur A dan Jalur B pada jalan Tol namun tidak mengalami kerusakan.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang SH,MHum mengatakan,Selasa (1/9/2020), berawal pada saat mobil pribadi Toyota New Fortuner Nopol BK-1759-FP yang dikemudikan Ahmad Suryadi melaju kencang pada jalan Tol Tebing Tinggi menuju Kualanamu (jalur B) pada saat di TKP hilang konsentrasi oleng sehingga menabrak tembok pembatas jalan tengah pemisah Jalur. 

"Akibat kejadian tersebut tidak afa korban jiwa maupun luka negatif, hanya kerusakan kendaraan. Dan luka pada pengemudi atau penyebab dari kecelakaan tersebut. Kasusnya ditangani UnitLaka Satlantas Polres Serdang Bedagai," pungkas Robin. (Bayu)