.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

advert

advert

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Personel gabungan menggempur 5 lokasi yang kerap dijadikan sebagai 'markas' praktik perjudian serta peredaran dan penyalahgunaan Narkoba yang berada di kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Senin (13/01/2020).
Hasilnya, 10 orang pria yang diduga kuat sebagai pengguna dan penadah kendaraan bermotor (Ranmor) diduga hasil kejahatan diboyong ke Mako Polrestabes Medan. Bahkan sebanyak 30 unit Ranmor serta 29 unit mesin judi dindong (Jackpot) juga turut disita sebagai barang buktinya.
Kasat Sabhara Polrestabes Medan, AKBP, Sonny W Siregar dalam paparannya, Senin (13/01/2020) sore di Mapolrestabes Medan mengatakan, penggerebekan ini bermula adanya peristiwa perubuhan gubuk yang diduga menjadi sarang judi dan Narkoba di 5 lokasi yang jaraknya tidak berjauhan di kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumut.
"Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Sat Sabhara Polrestabes Medan dibantu Sat Brimob dan Dit Samapta Poldasu dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) bergerak menuju ke lokasi, "sebutnya sembari menambahkan begitu tiba di lokasi, petugas pun dibagi menjadi beberapa kelompok dan menyisir ke 5 lokasi berbeda tersebut.
Dari 5 lokasi itu, petugas mengamankan 10 tersangka yang terdiri atas 8 pengguna sabu, 1 pengedar yang coba melakukan perlawanan kepada petugas dan seorang penadah kendaraan bermotor gadaian dan hasil kejahatan.
Selain itu, petugas juga turut mengamankan barang bukti berupa 29 unit mesin judi jackpot, 30 unit sepedamotor berbagai merk, 1 unit mobil, 4 bilah parang, 4 unit senapan angin dan 1 paket sabu. "Salah seorang pengedar sabu yang kita amankan sempat melawan petugas. Namun petugas langsung memberikan tindakan tegas, "katanya.
Saat ini, barang bukti dan para pelaku sedang di data di Mapolrestabes Medan. Usai di data para pelaku dan barang bukti akan diserahkan ke Sat Reskrim dan Sat Narkoba guna diproses hukum selanjutnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Sebuah rumah milik seorang bandar Narkoba yang berada di Dusun IV, Desa Nagur, Kecamatan Tanjungberingin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) digerebek polisi, Sabtu (04/01/2020) malam.
Meskipun sang pengedar Narkobanya yang diketahui berinisial Ko berhasil kabur, serta tidak menemukan barang bukti Narkoba di dalam rumahnya. Namun personel kepolisian dari Satres Narkoba Polres Sergai dan Polsek Tanjungberingin inipun lantas membakar sebuah cakruk yang kerap dijadikan sebagai lokasi pesta Narkoba dan perjudian yang berada di belakang rumah tersebut.
Kasatres Narkoba Polres Sergai, AKP Martualesi Sitepu membenarkan kalau pihaknya bersama dengan Polsek Tanjungberingin telah melaksanakan Gerebek Kampung Narkoba (GKN) di Dusun IV, Desa Nagur, Kecamatan Tanjungberingin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Provinsi Sumut, Sabtu (04/01/2020) kemarin malam.
"Sayangnya pada saat dilakukan penggrebekan, pemilik rumah yang sudah menjadi target kepolisian berhasil melarikan diri, "terangnya pada intaikasus.com, Minggu (05/01/2020).

Di mana, sambung Kasat Narkoba Polres Sergai ini, penggerebekan ke rumah milik tersangka Ko yang berada di Dusun IV, Desa Nagur, Kecamatan, Tanjungberingin Kabupaten Sergai, Provinsi Sumut ini untuk menyahuti informasi dari warga setempat yang mengatakan bahwa rumah yang selama ini dihuni oleh tersangka Ko kerap dijadikan sebagai lokasi pesta Narkoba.
"Dalam Penggrebekan Kampung Narkoba (GKN) itu, kita juga membakar sebuah cakruk yang kerap dijadikan sebagai lokasi pesta Narkoba dan bermain judi yang kita temukan di belakang rumah target kita ini. Di cakruk itu banyak bekas kartu remi yang berserakan, botol minuman keras (Miras) dan alat isap sabu. Makanya kita lakukan pemusnahan dengan cara dibakar.
"Desa Nagur menjadi prioritas Desa Bersih Narkoba Polres Sergai di tahun 2020, setelah 2019 berhasil menekan peredaran Narkoba di Kampung Tempel Perbaungan dan telah mendeklarasikan Lingkungan Bersih Narkoba," terang AKP Martualesi. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sumbar) - Sepanjang 2019, sebanyak 746 kali bencana terjadi di Sumbar, begitu data yang dilansir dari BPBD. Banjir, banjir bandang dan tanah longsor merupakan musibah dominan, merata terjadi hampir di 19 Kabupaten/Kota yang ada. Selain itu ancaman gempa bumi dengan istilah megathrust, terus mengintai yang bisa setiap saat menyapu Ranah Minang ini. Bukan sesuatu yang biasa dan tidak bisa dianggap remeh.  Taruhannya, nyawa manusia.

Saat ini saja, beberapa titik masih berjibaku dengan banjir, longsor, pohon tumbang, angin puting beliung, abrasi, dan sebagainya. Ratusan nyawa sudah jadi korban, belum lagi kerugian material yang tak sedikit. Seiring dengan masuknya musim penghujan, desakan dari alam terus menguat, dan manusia sebisanya mencoba bertahan.

 Unsur militer dari jajaran Korem 032 Wirabraja, melalui perangkat Kodim di daerah terus berkutat siang malam mencoba mengatasi hal ini, dengan kolaborasi bersama para pihak, baik BNPB, BPBD, Pemda, dan komponen lainnya. Sasaran terdekat adalah mencoba meminimalisir jatuhnya korban dan menyelamatkan yang ada. Untuk saat ini hanya itu yang bisa dilakukan.

Tetapi kita tentu yakin dan percaya, bencana bukan terjadi kali ini saja. Tahun-tahun sebelumnya hal sama juga terjadi, dan diprediksi jika tidak ada penanganan serius, tahun depan hal serupa akan terus kita derita. Kita percaya, bencana bukan datang dengan sendirinya, apalagi bencana yang berhubungan dengan respon dari alam, campur tangan manusia sangat mungkin terjadi, baik sebagai penyebab maupun sebagai obat penawar agar kebodohan serupa tak terulang.

Dilihat dari tipologinya, bencana yang rutin menimpa Sumbar sebetulnya adalah kolaborasi faktor manusia dan alam, yaitu banjir (termasuk banjir bandang) dan tanah longsor. Ini adalah fenomena yang cukup banyak memakan korban, dan bisa dipastikan bukan karena fenomena alam semata (seperti gunung meletus atau gempa bumi). Jenis ini sebetulnya sangat bisa dicegah dan diantisipasi, asalkan ada upaya bersama yang komprehensif. Pengalaman saya di berbagai daerah yang rawan bencana, menunjukkan bahwa aspek manusia dan kebijakan adalah hal mendasar dalam mensikapi jenis ini.

Oleh karena itu, hemat saya agar kedepannya masalah serupa tak berulang, kita harus kembali ke gagasan awal, yaitu komitmen. Kunci penting ada pada kata-kata tersebut, seberapa kuat komitmen para pihak untuk sadar bahwa masalah ini adalah ulah manusia. Selagi komitmen ini masih dikaburkan atau "dipolitisir" dengan berbagai macam alasan, selama itu pula masyarakat akan menerima deritanya.

Alam Terkembang Jadi Guru, sudah sangat jelas berkata. Bumi yang kita tempati adalah guru terbaik, dan janganlah sesekali berbuat jahat terhadap guru. Kemarahan guru akan senantiasa datang. Rumitnya pula, manusia seringkali mencari alasan untuk mengatakan bahwa ia tak bersalah. Ini kunci awal, yang kemudian perlu diturunkan menjadi aspek konkrit dari komitmen yang ada.

 Pertama, lakukanlah restrukturilisasi lahan dan wilayah yang menjadi titik-titik sumber bencana. Daerah ini biasanya juga menjadi wilayah terdampak serius. Faktanya banyak praktek-praktek negatif dan bahkan ilegal dilakukan di wilayah ini. Kalaupun praktek tersebut legal, tapi tetap saja memberikan dampak serius. Kasus Solok Selatan, adalah salah satu bukti. Pertanyaannya, seberapa kompak unsur yang ada untuk mengatakan bahwa yang terjadi disitu adalah karena ulah manusia?

Karena itu, lakukan restrukturasi. Artinya mengembalikan struktur lahan dan wilayah pada posisi yang aman. Ini bisa dilakukan jika ada komitmen dan implementasi kebijakan serius dan berani. Bisa saja akan ditentang, karena bersinggungan dengan kepentingan banyak pihak. Disitulah keberanian dan komitmen dibutuhkan.

Kedua, harus menemukan dan menciptakan alternatif-alternatif pembukaan objek perekonomian masyarakat yang tidak bertentangan dengan keinginan mengamankan wilayah dari bencana. Hampir semua kasus banjir dan longsor bermula karena rusaknya tatanan hutan dan ekosistem. Ini berhubungan dengan aspek ekonomi masyarakat. Melarang, bukan solusi. Perlu larangan dengan mencari jalan keluar. Lamak di awak, katuju di urang, begitu orang Minang berkata. Siapa yang bisa melakukan itu? Tangan pertama adalah pemerintah dan jajarannya, selanjutnya unsur lain termasuk masyarakat sendiri.

Ketiga,  komitmen dari semua pihak untuk mencari alternatif teknologi terapan yang bisa membantu masyarakat mencari solusi ekonomi mereka. Ini belum tergali dengan baik, walau potensi sangat besar. Kita bisa pertanyakan, dimanakah dan kemanakah hasil riset para akademisi, lembaga riset, program pendidikan dan latihan, komitmen ormas, untuk menciptakan teknologi terapan menghadapi bencana? Sudah saatnya, kembali ke bumi karena masalah ada disitu. Karena itu, perlu dibangkitkan marwah lembaga riset untuk menciptakan ragam teknologi yang bisa diterapkan membantu semua pihak agar bisa tetap eksis kehidupannya, tanpa merusak alam.

Keempat, kita percaya pemerintah melalui SKPD dan Dinas-Dinas yang ada, punya kapasitas dan sumber daya untuk melakukan semua itu. Tetapi unsur tersebut tak akan bisa berbuat apa-apa tanpa adanya dukungan politik dan dorongan publik secara luas. Saya mengistilahkan, pendampingan terhadap para SKPD dan dinas-dinas, agar konsisten dan terarah pada strategi pencegahan bencana. Keterbatasan teknis maupun non teknis harus didukung oleh pihak lain. Dalam hal ini, saya bisa tekankan, TNI khususnya Korem 032 Wirabraja siap melakukannya. TNI punya sumber daya untuk itu, dan siap kolaborasi serius.

Kelima, kekuatan utama di Sumbar dan Ranah Minang sejak dulu adalah institusi adat yang begitu kuat dan dihormati. Ini harusnya jadi tonggak bersandar dan kekuatan besar yang perlu dimaksimalkan. Ribuan hektar tanah ulayat, puluhan suku, ribuan ninik mamak, adalah komponen penting yang bisa digunakan. Mari kita dorong dan dukung bersama-sama agar komitmen terhadap keselamatan alam dan kesejahteraan anak kemanakan tetap membahana. Karena itu, jauhkanlah kepentingan individu dan termasuk kepentingan politik terhadap kelompok ini. Jangan sampai Tongkat Membawa Rebah. Kalau sampai adat dijadikan alat politik, disanalah bencana tak akan selesai. Adat dan komponennya untuk semua pihak, kawallah itu.

Melalui penguatan itu, maka persoalan yang mengikutinya, seperti tata ruang, tata kelola lahan, termasuk konflik lahan dan batas wilayah bisa diminimalisir. Menguatkan unsur adat, demi kepentingan semua masyarakat, jadikan panglima.

Sasaran strategis dari semua itu adalah lambat namun pasti, dan bahkan bisa cepat terukur, perubahan mind set yang akan dirubah. Kerusahakan alam sangat dominan karena pola pikir selalu memandang alam sebagai sumber ekonomi, padahal disitu juga titik awal bencana yang terjadi.

Semua itu tak akan bisa terwujud tanpa adanya kebersamaan dan kesatuan semua pihak. Masyarakat dan wilayah memang plural, beragam, sulit untuk disamakan. Tetapi dengan menganut prinsip kepentingan orang banyak adalah yang paling utama, maka prilaku negatif satu atau dua pihak, harus dihentikan. TNI siap mengawal ini.

Cara terbaik adalah melakukan mekanisme integrasi sistem pengawasan yang bertanggungjawab. Semua pihak saling mengawasi, lembaga hukum jadi pedoman. BPBD bisa mengawali dengan membuat institusi pengawasan bersama, yang didukung oleh Pemerintah Daerah. Jika ada yang melanggar, hukum bicara dan bersama-sama kita libas. Pemahamannya, prilaku negatif satu orang akan membunuh ribuan orang lain. Ini yang harus dijaga.

Dukungan semua pihak harus muncul dan diikat oleh aturan yang jelas. Oleh sebab itu, lembaga semacam Baznas, termasuk program-program CSR dari berbagai perusahaan, bisa jadi backup metode itu. Semua butuh arah yang sama, dan komitmen adalah kuncinya. Jika tidak, jangan mengeluh jika tahun depan alam akan mengamuk lagi.

Catatan akhir tahun ini, diharapkan bisa jadi refleksi kita bersama. Korem 032 Wirabraja punya komitmen terhadap ini, dan itu tak perlu diragukan. Prajurit siap setiap saat, baik tenaga, pikiran, maupun program konkrit. Kami berharap prajurit jangan dianggap sekedar tenaga tanggap darurat kala bencana, tapi adalah unsur yang bisa berkolaborasi mencegah bencana terjadi. Kami dan kita harus sadar, bencana di Sumbar bukan sekedar bencana alam. Selamat Tahun Baru. (Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, Danrem 032 Wbr)
Views

INTAIKASUS.COM, (Delser) - Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar melayat ke rumah duka Almarhum Brigadir Surianto, personel Satlantas Polresta Deli Serdang di Jalan Setia Indah, Gang Wakaf, Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (26/12).

Bripka (Anumerta) Surianto diketahui tewas ditabrak truk saat perjalanan ke pospam Kayu Putih, Tanjung Morawa, Deli Serdang pada Rabu (25/12).

Tampak hadir Waka Polda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kapolresta Deli Serdang AKBP Yemmi Mandagi, PJU Polda Sumut dan seluruh personil Polresta Deli Serdang.

Kapolda Sumut menyampaikan bela sungkawa atas musibah yang terjadi.
"Atas nama pimpinan dan seluruh jajaran Polda Sumut, saya menyampaikan bela sungkawa atas musibah yang terjadi. Semoga Almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," katanya.
Jenazah.jpg

Ia juga meminta kepada keluarga yang ditinggal untuk tetap kuat dan tabah, karena semua adalah kehendak dari Sang Pencipta. Ia juga telah melaporkan peristiwa itu kepada Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz untuk mendapatkan kenaikan pangkat anumerta.

"Musibah yang terjadi sudah saya sampaikan kepada Bapak Kapolri. Nanti Almarhum akan mendapatkan kenaikan pangkat dari Brigadir menjadi Bripka," tandasnya.
Selanjutnya, jenazah lalu di salatkan dan dimakamkan di pemakaman yang tak jauh dari rumah korban.

Diketahui, peristiwa terjadi di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Awalnya korban dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio BK 5409 MG berangkat dari Polresta Deli Serdang menuju Pospam Kayu Besar, Tanjung Morawa untuk melaksanakan pergantian piket pospam natal dan tahun baru.
Jenazah 1.jpg

Saat di KM 23-24, tepatnya dekat Yayasan Perguruan Karya, dari arah berlawanan datang truk Colt Diesel BK 9551 VK yang ingin mendahului kendaraan di depannya. Tak ayal truk tersebut menabrak korban, dan korban mengalami luka robek dan memar di kepala, luka lecet di tangan dan kaki. Kasatlantas dan Kanit Laka Satlantas Polresta Deli Serdang yang mendapat laporan turun ke lokasi. 

Selanjutnya, korban dibawa ke RS Grand Medika, Lubuk Pakam. Korban meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis. Petugas telah melakukan olah TKP dan mengamankan kernet. Petugas juga menyita barang bukti laka lantas. (Ik)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Polsek Sunggal sedikitnya mengamankan 18 anggota geng motor dari Jalan Ampera Setia Budi, tepatnya di kawasan pinggiran Sungai.
Penangkapan anggota geng motor ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH didampingi Kanit Reskrim, Iptu Syarif Ginting, Minggu, (15/12/2019) dini hari.
"Anggota geng motor tersebut terdiri dari dua kelompok masing-masing berinisial RS (14), YS (15) dan JKS (16) yang merupakan anggota geng motor Esto," ujar Kompol Yasir.
Sementara, lanjut diungkapkan Yasir, anggota geng motor kelompok PXD yang tutut diamankan masing-masing berinisial JS (16), MI (16), MRAR (16), BS (14), H (18), RK (16), DS (16), A (16), AF (17), RBS (16), AS (18), BS (17), A (16), MGS (16) dan DF (13).
"Selain mengamankan anggota geng motor tersebut, kita juga mengamankan 38 sepeda motor berbagai merek," ungkap mantan Kapolsek Medan Labuhan ini.
Selain itu, lanjut Yasir menerangkan, anggota geng motor yang didominasi pelajar di bawah umur itu diamankan berdasarkan tindak lanjut laporan masyarakat yang resah dengan aktifitas para remaja tersebut.
"Sekira Pukul 00.00 Wib Personil Polsek Sunggal menerima laporan dari masyarakat bahwa seputaran pinggiran sungai Jalan Ampera Setia budi ada sekelompok anak muda yang diperkirakan sekitar 50 orang dengan menggunakan sepeda motor sedang berkumpul di pinggiran sungai yang diperkirakan adalah Kelompok Gemot. Setelah menerima informasi tersebut, saya bersama personil langsung menuju lokasi," terang orang nomor satu di Mapolsek Sunggal ini.
Selanjutnya, kata Yasir, melihat kedatangan petugas untuk melakukan pemeriksaan, para anggota geng motor tersebut langsung lari berhamburan. Sedangkan 18 orang yang berhasil kita amankan saat ini sedang didata di Mapolsek Sunggal," pungkasnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (SOLOK) - 
Lagi-lagi aksi heroik dilakukan Babinsa Koramil 03/ Muaralabuh Kodim 0309/Solok Korem 032/Wbr Kodam I/BB, saat banjir melanda kawasan perkampungan Tarandam, Pasar Muara Labuh Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan, Sumbar, Jumat (13/12/19). 

Setelah Serda Osman Gumandra, Babinsa Koramil 03/Muara Labuh Kodim 0309/Solok menyelamatkam Balita saat banjir datang. Kini, aksi heroik yang sedang viral dilakukan Sertu Mardi. Dengan nekad melepas seragam dinasnya Babinsa Kodam I/BB ini melompat ke Sungai Batang Pulakek Pauh Duo. Meski air deras tanpa mengenal bahaya mengancam nyawanya Bainsa ini langsung mencebur ke derasnta arus sungai untuk menyelamatkan Balita yang terseret arus. 

Detik-detik penyalamatan Balita korban hanyut ini sempat membuat heboh warga dan menjadikan moment penting bagi warga karena keberanian anggota TNI ini. 

"Yaa Allah, berani kali tentaro itu, luar biaso keberaniannya,Yaa Allah lihat itu, lihat itu dapot anak itu diselamatkan tentara, "ungkap warga setempat berdecak kagum. (Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (Adiankoting) - Babinsa  Koramil 23 Adiankoting Kodim 0210 /Tapanuli Utara pada hari Jumat 13 Desember bersama masyarakat Desa Banuaji 1 dan anak sekolah bahu membahu melaksanakan kerja bakti membersihkan material longsor yang megenai jalan desa Cuaca yang kurang bersahabat di musim hujan taun ini, mengakibatkan adanya tanah longsor.

Anggota J Koramil 23 Adiankoting yang terlibat dalam Gotong royong ini merupakan wujud kemanungalan TNI dengan rakyat. Tentu saja dengan kehadiran anggota TNI khusus nya anggota Koramil 23 Adiankoting membuat warga Desa Banuaji l semakin semangat dalam bekerja bakti.

Danramil 23 Adiankoting Kapten Inf Sugino membenarkan telah adanya bencana longsor di wilayahnya yaitu Desa Banuaji 1 Kec. Adiankoting. 

Danramil telah memerintahkan anggotanya bersama ikut serta dalam membantu menangani pembersihan longsoran tanah yang megenai jalan desa, yang menghubungkan Desa Banuaji 3 dan 4.

Kapten Inf Sugino menambahkan, Koramil 23 Adiankoting terus berupaya bersinergi dengan pihak-pihak terkait dalam membantu menangani bencana alam yang terjadi wilayah Adiankoting, seperti musibah tanah longsor di kali ini Babinsa, Bhabinkamtibmas, Anak sekolah dan masyarakat bahu membahu membersihkan matreal longsor yang mengenai jalan desa.

Sementara, Kepala Desa Banuaji 1 Ruhut Sipahutar menyampaikan banyak terimakasih kepada Babinsa Koramil 23 Adinkoting yang telah membantu dan pengangkatan matrial tanah yang megenai jalan desa. Dia berharap dengan semangat gotong royong masyarakat di desa Banuaji 1 Kecamatan Adiankoting selalu terjaga, ini menunjukkan kerukunan masyarakat Banuaji 1 sangat baik. (Pentem023)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Malang nian nasib yang dialami korban berinisial FD warga Jln. Dame Gg. Selasih Desa Bandar Kalifah Kec. Percut Seituan. Pasalnya, ibu rumah tangga beranak empat ini menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya sendiri. 

Akibatnya korban mengalami luka lebam dibagian paha kaki kiri. Tidak hanya sampai disitu saja akibat penganiayaan tersebut mata sebelah kiri korban mengalami bengkak hingga ke pipi dan berdarah.

Tak senang dengan perlakuan pelaku yang notabenenya suaminya sendiri, korban FD melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Percut Sei Tuan, yang tertuang dalam surat laporan Nomor : STTLP/2593/X/2019/SPKT Percut, pada Senin 7 Oktober 2019 lalu, namun hingga lebih dua bulan lamanya kasus tersebut dilaporkan, pihak Polsek Percut Sei Tuan belum juga mengamankan pelaku. 

Diceritakan korban, awal peristiwa penganiayaan yang dilakukan suaminya berinisial FJ ketika dirinya menegur karena suaminya sudah tiga hari tak pulang.

"Siang itu sekira pukul 11.00 Wib, FJ suami saya baru pulang kerumah, setelah tiga hari tak pulang. Namun ketika saya pertanyakan tiga hari ini kemana, dia (FJ) langsung marah-marah hingga terjadi cekcok mulut", ujar korban ketika ditemui, Sabtu (7/12/2019).

Korban membeberkan, setelah terjadi cekcok mulut, suaminya langsung emosi, spontan main pukul dan tendang secara membabi buta.

"Saya langsung ditendang dan dipukuli secara beringas. Mata sebelah kiri saya dipukulnya sekuat tenaga hingga bengkak memar dan berdarah, lengan dan badan saya juga luka lebam", ungkap korban.

Korban juga mengaku suaminya sudah sering tidak pulang. Oleh karenanya korban merasa curiga suaminya mempunyai Wanita Idaman Lain (WIL).

"Saya sudah tak tahan dengan perlakuannya, sering tak pulang, mau sukak-sukaknya saja. Saya sudah tau dia main perempuan, namun ketika ditegur marah-marah dengan mengucapkan omongan kotor yang tak pantas dan main pukul", ujar korban. 

Setelah kejadian tersebut, korban mengatakan sudah tidak serumah lagi dengan pelaku (FJ).

"Sejak kejadian itu, kami sudah pisah rumah, namun saya harapkan pihak Polsek Percut Sei Tuan menindak lanjuti laporan saya, karena memang saya sudah menjadi korban penganiayaan", ucap wanita beranak empat itu sedih.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu Luiz yang dikonfirmasi lewat telpon selulernya, Minggu (8/12/2019) mengaku masih menyelidiki dan mendalami kasus tersebut.

"Masih kami selidiki dan dalami kasus penganiayaan tersebut", balasnya singkat. 
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kecelakaan maut terjadi di Kota MedanSumatera Utara, yang mana Yamaha Lexi ringsek setelah bersenggolan dengan sebuah dump truk, Senin (9/12/2019).
Adapunpengemudi dump Truck bernama Indra Spratman (33) warga Dusun 2 Desa Purwodadi Kec. Pagar Merbau Kab. Deli Serdang. 
Sementara itu pengemudi sepeda motor yamaha Lexi yakni Suryani (52) warga Komplek Imperium Kec. Medan Sunggal, Kota Medan, sedangkan penumpang sepeda motor yang tewas ditempat bernama Mike Joequint Lievarro, bocah laki-laki berumur 7 tahun.

Akibat insiden tersebut, warga di Jalan TB Simatupang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, beramai-ramai memberhentikan laju mobil dump truk yang dikemudikan Indra Supratman.

Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi SH, SIK, MH menyebutkan, akibat insiden tersebut penumpang sepeda motor bernama Mike Joequint Lievarro tewas ditempat karena mengalami luka robek pada kaki kiri dan perut. Untuk pengemudi sepeda motor bernama Suryani mengalami luka lecet pada kaki kiri, dan sepeda motor korban rusak pada bagian depan dan belakang ringsek.
"Sejumlah barang bukti dan supir dump truck sudah kita amankan di Unit Lantas Polsek Sunggal, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut", pungkasnya. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Kerajaan) - Keberadaan Babinsa dalam setiap kejadian di wilayah Desa binaan nya tetap menjadi perhatian khusus bagi aparat kewilayahan, dengan demikian masyarakat bisa langsung merasakan kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat, seperti hal nya yang dilakukan Serda P. Lumbanraja Babinsa Koramil 06 Kodim 0206/Dairi saat membantu para pengendara untuk melintasi jalan yang berlumpur yang diakibatkan longsor menutupi badan jalan di Desa Buluh Tellang Kec. Tinada Kab. Pakpak Bharat, Selasa (03/12/2019).

Serda P.Lumbanraja menuturkan, terjadinya longsor tersebut diakibatkan Hujan yang turun cukup deras dan lama ditambah tanah yang labil di sepanjang jalan Kabupaten dari Sukaramai menuju Salak Kab. Pakpak Bharat, bagi yang berkendaraan melalui jalur tersebut agar berhati-hati dalam perjalanan terlebih saat turun hujan.

Akibat kejadian tersebut, kendaraan yang melalui jalan tersebut harus sabar dan berhati-hati, BPBB Kab. Pakpak Bharat sudah merapat ke tempat kejadian membawa alat Berat untuk membersihkan jalan tersebut, mudah-mudahan tidak terjadi lagi longsor di titik yang lain, mengingat dalam waktu dekat akan dilalui pemudik yang pulang kampung untuk Natal dan Tahun Baru mendatang,"  ujar Serda P. Lumbanraja. (Penrem023)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - . Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Klas II Tanjung Gusta Medan Helvetia, terbakar pada Minggu (1/12/2019) pagi sekitar pukul 05.30 WIB.  Kebakaran terjadi di ruangan bimbingan kerja warga binaan. 

Humas Kanwil Kemenkumham Sumut Josua Ginting mengatakan, seluruh warga binaan selamat dan tidak ada yang melarikan diri.

"Api tidak sampai ke dalam ruangan warga binaan. Hanya ruangan bimbingan kerja yang terbakar," ucap Josua ketika dikonfirmasi, Minggu siang.

Sedangkan asal api, lanjut Josua, dari salah satu kompor dengan tabung gas ukuran 3 Kg yang meledak ketika sedang digunakan para warga binaan memasak kue.

"Pagi itu para warga binaan sedang memasak kue. Kuat dugaan api berasal dari salah satu kompor yang meledak. Tetapi dipastikan tidak ada korban jiwa," jelasnya, sembari mengatakan bahwa jumlah warga binaan yang menghuni di lapas itu sebanyak 617 plus seorang anak bayi.

Dilanjutkannya, petugas pemadan kebakaran dibantu Polsek Helvetia dan warga binaan berupaya memadamkan api. 
Api tidak sempat membesar karena petugas Lapas dan personel Polsek Medan Helvetia cepat bertindak sambil menunggu pemadam kebakaran datang," ujar Josua.
Sekitar pukul 06.00 WIB, delapan unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kebakaran dan api dapat dipadamkan. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Sudah seminggu, Pelaku pembunuh Roger Siahaan, Mahasiswa Nommensen yang tewas dalam bentrok antar fakultas, juga belum berhasil diungkap Jajaran Reskrim Polrestabes Medan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Eko Hartanto saat dikonfirmasi mengakui pihaknya belum menemukan pelaku penusuk mahasiswa yang tewas dalam bentrok antar mahasiswa di kampus UHN,  Jumat, (22/11) sekira pukul 14.00.

"belum bang, nanti kalau sudah dapat tersangka penikam nya akan di release  bang" isi pesan whatsapp Eko kepada media. 

Kejadian tewasnya Mahasiswa UHN yang belum juga di temukan oleh pihak Polrestabes Medan ternyata juga menjadi perhatian khusus oleh Ketua DPRD Medan, Hasyim SE. Menurutnya,  meskipun ini tawuran antar internal mahasiswa, namun kejadian tersebut sudah menelan korban jiwa. 

"Jadi hal ini tidak bisa dianggap persoalan biasa, dan meminta petugas dapat segera menangkap pelaku pembunuhan itu" tandas Hasyim SE. (Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Cafe 77 di Jalan Bunga Rinte, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, yang dijadikan lokasi perjudian dan meresahkan warga akhirnya digrebek oleh Satuan Sabhara Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara bersama Polsek Deli Tua, pada Rabu (27/11/2019), sekira pukul 21.30 WIB.

Dari penggrebekan yang dilakukan petugas mengamankan 4 orang yang terdiri dari 2 laki-laki dan 2 perempuan, selain itu turut disita dari lokasi adalah satu set alat kocokan dadu lengkap dengan bola dadunya, serta yang tunai Rp 4,6 juta. 

Selain itu 3 lembar catatan biaya pengeluaran untuk penjaga portal (pintu masuk - keluar), 3 buah STNK motor hasil gadaian, satu buah BPKB sepeda motor hasil gadai, 8 buah kunci sepeda motor, satu doz kartu Joker, satu buah buku catatan gadai-menggadai sepeda motor, STNK, BPKB dan Handphone, satu buah kursi kerajaan untuk master/raja pada permainan dadu, satu buah kotak tempat uang tong dan satu buah bong (alat hisap sabu).

Kapolsek Deli Tua, AKP Dolly Nelson Nainggolan kepada wartawan membenarkan telah menggerebek lokasi perjudian di Cafe 77.

"Iya sudah kita lakukan penggerebekan, langsung dipimpin oleh Bapak Kasat Sabhara Polrestabes Medan bersama dengan personil Militer (POM) TNI AD beserta seluruh anggota Sabhara dan Polsek Delitua, pemilik Cafe 77 berinisial MT ketika digerebek tidak berada dilokasi. Seluruh barang bukti dan empat orang yang diamankan diserahkan ke Satuan Reskrim Polrestabes Medan, untuk proses lebih lanjut", jelas AKP Dolly Nainggolan.

Kapolsek Delitua terus berkomitmen akan menindak segala bentuk praktek perjudian yang meresahkan masyarakat di Medan.

"Perjudian itu adalah penyakit masyarakat, setiap kita mendapatkan informasi tentang praktek perjudian itu, pasti akan kita tindak lanjuti", tegasnya. 
(Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sumbul) - 
Salah satu tugas TNI AD yang dituanglan dalam 8 wajib TNI adalah membantu kesulitan rakyat sekelilingnya. Hal ini dilakukan oleh Koramil 01/Sbl dengan terjadinya kebakaran sebuah Gereje HKBP Parbuahan Desa Pegagan Julu 6 Kec. Sumbul, Kab Dairi Rabu (20/11/2019) pukul 18.30 wib. 

Babinsa Koramil 01/Sumbul, Kopda Boslan Padang langsung turun ke lokasi kebakaran beserta batuan personel Kodim 0206/Dairi dan warga setempat bahu membahu memadamkan kobaran api.

"Aksi ini dilakukan Babinsa agar api tak menjalar ke samping maupun ke kanan gereja sambil menunggu bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kab. Dairi.
Salah satu yang dilakukan dengan menyingkirkan  semua benda yang mudah terbakar dan perabotan yang masih dapat dikeluarkan dari dalam gereja.

"Untuk mengantisipasi hal yang tidak di inginkan 
maka masyarakat juga mengosongkan perabot yang ada dirumah samping sebelum api semakin membesar," ujar Kopda Boslan.

Disamping itu juga, Kopda Boslan padang memberikan semangat kepada warga agar terus berupaya memadamkan api.

Dengan berbagai upaya masyarakat secara manual dan dibantu oleh dua unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kab Dairi melawan si jago merah.
Upaya dan kerja sama dari berbagai elemen akhirnya, kebakaran Gereja dapat membuahkan hasil dengan padamnya api lebih kurang satu setengah jam kemudian.

"Peristiwa kebakaran  gereja menghanguskan bangunan sekitar 90 % kursi, Sound siatem dan peralatan - peralatan yang ada di dalamnya. "Tak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun ditaksir kerugian yang dialami mencapai ratusan juta rupiah," pungkasnya.
  
Pendeta gereja HKBP mengucapkan "banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah bersusah payah membantu memadamkan api tak ada korban jiwa dalam musibah ini, saya mohon maaf atas kelalaian kami atas musibah ini katanya. 

Info sementara dari masyarakat bahwa terjadinya kebakaran diakibatkan oleh korsleting arus pendek listrik karena adanya sambaran petir. (Penrem023)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan mengincar anggota polisi yang baru selesai apel pagi. Akibatnya 4 anggota polisi, 1 pegawai, dan 1 warga sipil luka ringan.

Tatan menjelaskan bahwa pelaku datang ke Mapolrestabes Medan sekitar pukul 08.20 WIB, Rabu pagi (13/11). Pelaku memakai jaket dan penutup kepala atau sebo. Petugas yang berjaga lalu memintanya melepaskan jaket dan penutup kepala tersebut, namun pelaku tidak keberatan.

Setelah itu, pelaku menuju gedung yang melayani pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Dia sempat berbaur bersama warga yang mengantre pembuatan SKCK.

Kemudian, setelah melihat ada beberapa polisi baru selesai bubar apel pagi, pelaku langsung menghampiri. Saat itulah bom meledak, yakni sekitar pukul 08.45 WIB.

"Mengarah ke anggota yang sudah bubar apel. Habis itulah bom itu meledak," tutur Tatan saat wawancara bersama awak media, Rabu (13/11).

Terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan,  ledakan bom bunuh diri itu mengakibatkan 6 orang terluka ringan. Dari 6 orang itu, 4 merupakan anggota polisi, 1 pegawai, 1 warga sipil.


"Mengakibatkan 6 luka, 4 anggota polri 1 phl, 1 masyarakat. Sedangkan kerusakan ada 4 kendaraan 3 milik dinas 1 pribadi. Saat ini Densus 88 dan Inafis, labfor melakukan olah TKP untuk memastikan identitas pelaku," ucap Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/11).

Anggota polisi dan warga yang berada dekat di lokasi kejadian lantas membubarkan diri. Mereka berlarian ke area yang dianggap aman.

Dedi mengatakan, saat ini kepolisian masih menyelidiki semua hal yang berkaitan dengan ledakan bom bunuh diri. Identitas pelaku masih belum diketahui.

"Kemudian apakah pelaku jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) atau lonewolf, semua masih berproses," ucapnya.

Jenis bom yang digunakan juga masih belum bisa dipastikan. Dedi mengatakan, semua partikel yang tersisa di tempat kejadian perkara tengah diselidiki tim Inafis, Puslabfor dan Densus 88.

"Partikel juga untuk mengetahui jenis bom apa high atau low explosive dan senyawa-senyawa yang digunakan merakit bom," pungkas Dedi. (Ik)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Polda Sumatera Utara menurunkan tim jinak bom (jibom) dan Gegana dari Brimob mengecek sepeda motor milik pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said Medan, Rabu (13/11/2019).

Tiga orang petugas dari jibom turun dengan peralatan lengkap, memakai rompi anti peluru, sarung tangan dan membawa linggis. Mereka bertugas membuka isi bagasi sepeda motor milik Dedek, pelaku bom bunuh diri itu.

Dengan perlengkapan dan persiapan yang dimiliki, ketiga personel jibom mulai membuka sepeda motor Honda Vario BK 6848 CH, berwarna merah.
Masing-masing petugas memiliki peran, dengan sarung tangan berwarna kuning, personel jibom mencongkel sepeda motor. Setelah lima menit, mereka bisa membuka jok sepeda motor. Hasilnya, petugas mengamankan satu buah plastik yang belum diketahui apa isinyadari dalam bagasi sepeda motor.

"Cepat bawa, cepat bawa, apa isi di dalam jok sepeda motor itu, ayo semua pakai sarung tangan, mana sarung tangan," kata Wakapolrestabes Medan, AKBP Rudi Rifani memimpin personel jibom.

Kemudian atas arahan dari Wakapolrestabes Medan, personel membawa bungkusan dari dalam bagasi dan sepeda motor ke dalam Mapolrestabes Medan.

Wakapolrestabes Medan, AKBP Rudi Rifani enggan menjelaskan apa isi bungkusan yang ada di dalam bagasi sepeda motor.
Kabag Operasional Polrestabes Kota Medan, AKBP Romadhoni membenarkan sepeda motor milik pelaku.

"Sepeda motor itu kita berikan garis polisi, agar lebih memudahkan proses penyelidikan, nantinya tim dari Brimob akan membuka apa isi dalam bagasi sepeda motor tersebut," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, ledakan dahsyat terjadi di Mapolrestabes Medan, sekitar pukul 08.45 WIB, bom dibawa oleh pelaku bernama Dedek yang saat itu menggunakan jaket ojek online.

Awalnya dia masuk melalui pintu masuk, di situ ada beberapa personel dari kepolisian yang berjaga. Lalu pelaku masuk dengan santainya dan beberapa detik melangkah, pelaku meledak.
Puing-puing bagian tubuhnya berserakan di lantai. Akibat dari kejadian itu, ada beberapa personel mengalami luka. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kepala Staf Kodam I/Bukit Barisan, Brigjen TNI Untung Budiharto langsung meninjau lokasi bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Jln. HM Said Medan, Rabu (13/11/2019).

Kasdam I/BB hadir bersama Danlantamal I Belawan, Laksma TNI Abdul Rasyid Kacong, Pangkosekhanudnas III Medan, Marsma TNI Djohn Amarul, Kabinda Sumut, Brigjen TNI Ruruh Setyawibawa, Danlanud Soewondo, Kolonel Pnb Meka Yudanto, Irdam I/BB, Kolonel Inf R Sidharta Wisnu Graha, Asintel Kasdam I/BB, Kolonel Inf Baginta Bangun, serta Kapendam I/BB, Kolonel Inf Zeni Djunaidhi, SSos, MSi.  

Kehadiran rombongan Kasdam I/BB disambut langsung Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Kabid Pamobvit Poldasu, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto dan para Perwira Staf Polrestabes Medan. 

Di sela peninjauan, Kasdam I/BB menjelaskan, kehadiran rombongannya adalah sebagai bentuk empati dan wujud sinergitas serta soliditas TNI-Polri di wilayah Sumatera Utara yang sudah terbina dengan baik selama ini. 

"Kita bersama Polri menyatakan mengutuk dan mengecam keras atas aksi yang tidak manusiawi ini," tandas Kasdam I/BB. 

Lebih lanjut Kasdam I/BB Brigjen TNI Untung Budiharto mengatakan, saat ini Kodam I/BB beserta jajaran siap membantu pihak Polri untuk mengungkap peristiwa yang terjadi. 

"Kepada masyarakat luas, Brigjen TNI Untung Budiharto menghimbau untuk tidak takut dan terpengaruh dengan kejadian tersebut, agar beraktifitas seperti biasanya, percayakan kepada pihak berwajib untuk menyelesaikan permasalahan ini," himbaunya. (Pendam I/BB)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Sontak seketika jadi ramai warga sekitar Kawasan Pasar 1 Rel Tanah Enam Ratus Medan Marelan Deli Serdang Sumatera Utara, Akses lalu lintas di jalur itu terlihat di padati oleh petugas ke polisian dari satuan Gegana Mapolda Sumut, Rabu (13/11/2019), pukul 09:00 pagi tadi.
Bukan tanpa sebab ramainya petugas ke polisian di wilayah itu, diduga Terkait insiden bom bunuh diri yang baru saja terjadi di Polrestabes jalan M Said Medan Sumatera Utara.
Setelah terjadinya insiden itu Polisi terus berupaya melakukan pengungkapan siapa pelaku bom bunuh diri itu?.
Hasil identifikasi pihak ke polisian dan dilakukan pengembangan dapat diketahui bahwa seseorang yang di duga pelaku yang meledakkan dirinya itu bernama Rabbial Muslim Nasution (24) yang merupakan warga Gg. Melati VIII, Lingkungan VI, Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan Sumatera Utara.
Polisi pun segera memasang garis pembatas Polisi Line di kawasan rumah terduga pelaku, untuk menghindari masyarakat yang berdesakan yang ingin melihat langsung dan guna memperlancar proses pemeriksaan di rumah tersebut.
Tak menyangka dan tak mengira, banyak warga sekitar yang tidak mengetahui apa kegiatan dan keseharian orang yang diduga pelaku bom bunuh diri tersebut.
Informasi dari warga menyebutkan bahwa kalau saat malam terlihat banyak tamu yang datang silih berganti. Namun tidak diketahui maksud dan untuk ke perluan apa, sebut warga sekitar yang enggan namanya di tuliskan di media ini.
Terpantau oleh awak media ini  Tim Gegana dari satuan Brimob Mapoldasu yang terdiri dari petugas taktis penjinak bom dan bahan peledak (Jihandak ) melakukan penyisiran di sekitar rumah tempat tinggal pelaku yang informasinya baru saja selama satu bulan di tempati pelaku, petugas pun melakukan Lidik guna mencari bukti baru.
Menurut warga, istri terduga pelaku yang di ketahui berinisial- DW (24) sejak terjadi nya insiden bom bunuh diri itu saat di lakukan penggeledahan sudah tidak berada di Rumah.
Saat di konfirmasi terkait rumah warga nya yang di geledah petugas, Kepala Lingkungan VI, Sum menyebutkan bahwa "terduga pelaku ini hanya tinggal berdua saja dengan istrinya yang terlihat sedang hamil. Pasutri ini baru satu bulan terakhir ini menyewa rumah di Gang melati VIII ini", ucapnya.
Sum menambahkan bahwa" sekitar tiga minggu lalu mereka pernah mendatangi saya untuk keperluan mengurus pindahan, kalau di lihat dari sisi adaptasi nya terlihat pasutri ini orangnya baik, terlihat pula keseharian pelaku bekerja sebagai driver ojek on Line," ucap Kepling itu.
Sementara salah seorang keluarga pelaku yang di sebut-sebut adalah mertua dari pelaku berinisial A,S Yang kebetulan tinggal tak jauh di kawasan Kecamatan yang sama turut di mintai keterangan dan dari beliau lah petunjuk rumah terduga pelaku di ketahui.
A,S yang merupakan mertua terduga pelaku terlihat di antarapit ketat oleh Kapolsek Medan Labuhan AKP Edy Safari SH menuju mobil untuk di boyong ke Makopolda Sumut guna di mintai keterangan untuk bukti bukti terkait selanjutnya.
Berjalan sekitar satu jam proses penggeledahan dan penyisiran di rumah terduga pelaku bom bunuh diri, petugas pun menemukan barang barang yang di anggap dapat di gunakan sebagai petunjuk berupa besi ,buku ,dan barang barang lainnya.
Terpisah, Kadiv Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyampaikan ke pada Awak media " petugas masih melakukan tahapan penyelidikan dan melakukan pendalaman kasus ini," tutur Kombes Tatan yang belum bisa memberikan keterangan lanjut karena masih proses penyelidikan.
Guna ke butuhan terkait penyelidikan oleh pihak ke polisian, saat ini rumah terduga pelaku bom bunuh diri sudah di pasang garis polisi dan di jaga oleh pihak kepolisian Polsek Medan labuhan. (Ik)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Seketika warga Jalan Pesantren, Sei Sikambing B dihebohkan dengan terbakarnya bangunan TK Yayasan Pesantren Modern Adnan (YPMA). Tidak ada korban jiwa, namun kerugian mencapai puluhan juta rupiah, Minggu (10/11/2019), Pukul 09.30 Wib. 

Menurut informasi dihimpun, awal mula
 kebakaran tersebut diketahui oleh saksi bernama Robi. Saat itu saksi melihat ada api diatas asbes disalahsatu ruangan yang terbuat dari kayu. Spontan api dengan cepat membesar hingga melahap ruang kantor yang berisikan berkas-berkas disekolahan tersebut.

Melihat hal itu, saksi berlari seraya berteriak minta tolong, hingga mengundang perhatian warga sekitar. Kemudian masyarakat setempat yang datang berhamburan mencoba berusaha membantu memadamkan api dengan alat seadanya, selanjutnya menghubungi pihak kepolisian Polsek Sunggal.

Mendapat informasi tersebut, Piket Fungsi Polsek Sunggal dipimpin Pawas, Panit 1 Lantas Ipda AG. Lubis langsung turun ke Tkp guna memastikan info tersebut, dan segera menghubungi dinas pemadam kebakaran.

Beberapa saat kemudian sebanyak 6 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemko Medan turun kelokasi guna melakukan pemadaman.

Sekitar lebih kurang 30 menit berjibako, akhirnya petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api.

Setelah api padam pihak kepolisian Polsek Sunggal selanjutnya melakukan olah TKP, guna mengetahui motif dari insiden kebakaran tersebut.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui seberapa besar kerugian yang ditafsir akibat kebakaran tersebut. Pihak kepolisian Polsek Sunggal masih melakukan penyelidikan dan sudah memeriksa tiga orang saksi diantaranya Robi (41), penjaga sekolah, Dedi (27) warga Jln.  Pesantren Kel. Sei Sekambing B Kec. Medan Sunggal, dan Purwanto (54) Kepala sekolah Pesantren.

Terpisah, Manager Pusdalops-PB/Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan,  
Nurly saat dikonfirmasi mengatakan, tidak ada korban jiwa hanya kerugian material.

"Yang terbakar hanya bangunan aula sekolah dan ruang kelas TK pesantren. Tidak korban jiwa, hanya saja kerugian material kita taksir mencapai ratusan juta rupiah," pungkasnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Deliserdang) - Reli Kemit (57) seorang Kepala Desa (Kades) di Desa Tengkuhen, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah, pisau menancap didada kiri dan leher tersayat, didalam kamar mandi rumah milik Gayus Bangun di Komplek Taman Permata Surya Blok E 15, Minggu (10/11/2019).

Informasi dihimpun menyebutkan, insiden tewasnya Kades tersebut berawal kecurigaan salah seorang pembantu rumah tangga bernama Lestari Br Sembiring (25). Saat itu saksi Lestari merasa heran melihat korban yang masuk ke kamar mandi namun tak kunjung keluar.

Selanjutnya saksi menelpon majikannya Gayus Bangun. Mendapat keterangan tersebut Gayus pun menghubungi temannya bernama Hidayat Kadus 8, guna meminta tolong untuk datang kerumahnya melihat kondisi korban.

Lalu sekira pukul 11.15 Wib, Kadus 8 beserta salah seorang warga tiba dirumah Gayus Bangun. Dan ketika membuka pintu kamar mandi melihat korban sudah tidak bernyawa dalam posisi duduk diatas kloset dengan pisau tertancap di dada sebelah kiri.

Karena merasa takut melihat kondisi korban, saksi langsung menghubungi pihak Polsek Delitua. Tak berapa lama kemudian personel polisi Polsek Delitua yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Doly B. Nainggolan, SH, MH didampingi Camat Delitua tiba di Tkp, dan selanjutnya menghubungi Tim INAFIS Polrestabes Medan guna melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban.

Kapolsek Delitua AKP Doly B. Nainggolan, SH, MH menjelaskan, dari hasil pemeriksaan ditemukan ada lima luka tusukan didada korban. Dari keterangan saksi-saksi untuk sementara kita simpulkan bahwa korban mengalami tekanan dari pihak keluarga, dikarenakan korban lagi dalam proses perceraian dengan isterinya, namun korban sementara tinggal di rumah pendetanya Gayus Bangun di komplek Taman Permata Surya Blok E 15", ujar AKP Doly.

AKP Doly menambahkan, saat ini jasad korban sudah dibawah ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna dilakukan otopsi, dan pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi guna mengungkap motif penyebab kematian korban.

"Dugaan awal korban bunuh diri, namun kita masih menyelidiki pastinya, sabar ya, nanti pasti kita kabari", ungkapnya. (Red)