.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Iklan

Iklan

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

 

INTAIKASUS.COM, (MEDAN) - Selamat Sianipar, pasien Covid-19 yang sempat dianiaya warga karena ingin menularkan virus di Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, belum lama ini, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, Minggu (1/7/21) sekira pukul 16.30 WIB.

Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik Medan Rossario Simanjuntak membenarkan hal tersebut. “Ya betul,” sebutnya kepada Mistar, Minggu (1/8/21) sekira pukul 20.40 WIB. 

Ia mengatakan, kalau pasien dirujuk ke rumah sakit Kemenkes RI ini karena positif Covid-19. “Kalau data kami beliau adalah pasien Covid-19,” ucapnya. 

Dengan hal inilah ia menyebutkan kalau Selamat Sianipar meninggal dunia karena Covid-19. “Ya betul,” jawabnya.

Pihak rumah sakit sendiri telah melakukan pemulasaran sesuai protokol kesehatan. “Rencana mau dibawa ke Toba,” ungkapnya. 

Diketahui, Instagram @jhosua_lubis ada memosting video kekerasan yang dilakukan beberapa orang pria. Kejadian kekerasan tersebut pun diketahui terjadi di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Sabtu (24/7/21).


Seorang pria yang dipukuli secara masal dengan membabi buta itu disebut-sebut bernama Selamat Sianipar yang berusia 45 tahun. Amukan masyarakat terhadap warga Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba itu berawal ketika Selamat Sianipar terpapar (positif) Covid-19, dari hasil tes swab antigen.

Lewat postingan video tersebut, sejumlah warga mengikatnya bahkan menariknya dan memukuli dengan kayu sehingga Selamat Sianipar merasa tubuhnya sakit. 

Menurut warga ketika itu, korban diikat setelah lari dari lokasi isolasi mandiri dan kemudian saat bertemu warga lantas meludahi warga yang ditemuinya. (Red)

Views

 

INTAIKASUS.COM, (MEDAN) - Sosok Ristani Samosir (50) ibu kandung dari Persada Bhayangkara Sembiring (25) pimpinan redaksi media online jelajahperkara.com di Medan Sumatera Utara yang mengalami kekerasan penyiraman air keras ke wajahnya oleh OTK tak menyangka anaknya diberlakukan dengan keji dan kejam seperti itu.

Ristani Samosir menilai, kalaupun misalnya anaknya ada berbuat salah kenapa harus diberlakukan seperti itu, dan bagaimana kalau kejadian tersebut dilakukan kepada anak para pelaku.

Dikatakan Ristani, setelah mengetahui anak pertamanya disiram dengan air keras, ia selaku ibu kandung merasa sedih yang amat dalam dan sangat terpukul. Ia beranggapan perbuatan pelaku sangat biadap dan itu perencanaan pembunuhan kepada anaknya.

"Saya selaku orang tua, setelah saya dengar anak saya disiram air keras oleh orang yang tidak dikenal, saya merasa sedih mendengarnya. Setelah kejadian itu saya sangat sedih dan terpukul. Boleh dikatakan yang dilakukan ini sudah perencanaan pembunuhan kepada anak saya," ungkap Ristani Samosir kepada wartawan, Selasa (27/7/2021) siang.

Dikatakannya, saat ini setelah selesai operasi kondisi anaknya sudah semakin baik dan sudah bisa diajak berbicara. Kendati masih dalam perawatan secara intensif diruang ICU. Dan belum dapat dijenguk siapapun karena kondisi usai operasi masih dalam pemulihan.

"Saya melihat sesudah operasi sudah lumayan baik perubahannya. Namun saya lihat wajahnya itu masih parah tapi sudah bisa dia membuka mulutnya itulah yang saya lihat," ujarnya.

Untuk itu, Ristani memohon kepada Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak agar menuntaskan menangkap dan menghukum para pelaku dengan seberat beratnya berdasarkan hukum yang berlaku, terutama kepada dalang dan otak pelaku supaya diproses dan ditangkap.

"Saya minta kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara agar kasus ini dituntaskan ditangkap pelakunya, khususnya dalangnya supaya kasus ini dituntaskan dengan baik," kata ibu paruh baya ini dengan penuh harap.

Seperti diketahui, Persada Bhayangkara Sembiring yang merupakan pemimpin redaksi salah satu media online di Kota Medan disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK) pada Minggu (25/7/2021) sekitar pukul 21.40 WIB di Jalan Jamin Ginting, Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Akibatnya, Persada mengalami luka pada bagian wajahnya dan membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Dan saat ini korban masih dirawat di RSU H Adam Malik Medan Sumatera Utara.

Informasi yang berhasil dihimpun, dua orang pelaku kabarnya telah diamankan oleh pihak kepolisian dan sempat beredar kabar kasus tersebut akan dirilis langsung oleh Kapolda Sumut. Namun sampai saat ini belum juga dilakukan rilis kendati masyarakat dan keluarga sudah menunggu.

Sementara itu, dari rekaman video CCTV yang di dapat dari rumah makan BPK Tesalonika, terlihat dua orang pelaku penyiraman berboncengan menaiki sepeda motor Vixion.

Saat itu korban tepat berada di depan halaman sebelah rumah makan BPK Tesalonika berdiri di pinggir Jalan Jamin Ginting, menggunakan helm putih.

Tiba-tiba dua orang pelaku datang dari arah Simpang Pos mendekati pelaku dan langsung menyiram korban dengan air keras. Lalu korban langsung berlari masuk ke dalam rumah makan dan meminta bantuan kepada para pekerja rumah makan. (Rel)
Views

 

INTAIKASUS.COM, (Ada-ada saja ulah oknum polisi yang satu ini. Bukannya menjadi pengayom masyarakat yang baik, oknum Polisi yang diketahui bernama Bripka Joko Albar dan mengaku bertugas di Satuan Shabara Polres Pelabuhan Belawan malah melakukan kerja sampingan sebagai debt collector. Naas nya saat melakukan aksi perampasan motor yang menunggak bersama komplotannya, oknum polisi ini tertangkap oleh massa, hingga akhirnya menjadi bulan bulanan, babak belur pun tak dapat terelakkan. Sepak terjang oknum Polisi ini berakhir di tangan puluhan warga Dusun Lestari, Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang, Kamis (22/07/2021) sore sekitar pukul 18.20 wib.

Pelaku menjadi sasaran kemarahan warga yang sudah resah dengan keberadaan pencuri sepeda motor, begal, termasuk debt collector yang suka merampas paksa kendaraan di jalanan.

Warga meringkus pelaku dan menghajarnya hingga nyaris tewas. Beruntung petugas Kepolisian Polsek Beringin datang ke TKP dan mengamankan pelaku dari amukan warga.

Informasi dihimpun, awalnya, korban bernama Winda (20) berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Vario dengan temannya Wati. Ternyata saat diperjalanan dari Desa Baru Kecamatan Batang Kuis, mereka sudah diikuti oleh delapan orang pria yang mengendarai sepeda motor besar.

Lalu para pelaku yang mengaku debt collector ini menghentikan korban dan menyebutkan kalau sepeda motor yang dikendarainya menunggak cicilan. Namun korban tetap bertahan hingga sempat dipukul dan diancam dengan pisau oleh salah seorang pelaku.

Saat melihat Winda dianiaya dan diancam para pelaku debt collector ini, Wati berteriak ‘rampok’. Sontak jeritan Wati mengundang perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Tanpa dikomando, warga berdatangan. Seketika itu juga sebanyak tujuh orang debt collector kabur sembari melarikan sepeda motor Winda.

Naas, sepeda motor Yamaha Vixion BK 5678 MB yang dikendarai salah satu pelaku susah dihidupkan. Moment itu lah dimanfaatkan oleh Wati untuk mengambil paksa kunci sepada motor. Ketika masyarakat sekitar tiba, sontak saja pelaku langsung dihajar.
Saat dipukuli warga, pelaku mengaku anggota Polisi aktif berpangkat Bripka dan bertugas di Polres Belawan. Warga yang sudah sangat geram tak peduli, pelaku digimbali hingga tak berdaya.

Sekitar pukul 19.30 wib, Mobil Patroli Polsek Beringin tiba di lokasi dan mengevakuasi pelaku ke Rumah Sakit Patat Asih Desa Tumpatan. Selanjutnya Personil Polsek Beringin membawa Sepeda motor Yamaha Vixion milik pelaku sebagai barang bukti dan meminta korban agar membuat laporan Polisi.

Terkait kasus ini, Kapolsek Beringin AKP Dony Simanjuntak SH saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian ini. " Pelaku anggota Polri . Bukan begal, tapi debt collector. Saat ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit", pungkasnya. (Red) SERDANG) - . (Red)

Views

 

INTAIKASUS.COM, (MEDAN) - Tokoh masyarakat yang berada di lokasi bentrokan antar pemuda mengatakan Tidak ada gereja dibakar, tapi menyesalkan tawuran antar pemuda pada Rabu (21/7).

Salah satu tokoh masyarakat tersebut adalah Jon Piter Siagian (52) yang mengatakan semoga bentrokan yang terjadi tidak terulang lagi.

"Situasi saat ini sedang sulit karena corona, jadi kalau ribut terus kapan lagi mau cari uang untuk makan, janganlah ribut-ribut lagi", ucapnya. 

Senada dengan bapak Jon Piter, Ibu Nur Adewati (50) yang rumahnya mengalami kerusakan juga menyesalkan terjadinya bentrokan,  dirinya mengatakan bahwa sebelumnya warga bertetangga dengan baik, namun karena bentrokan saat ini semuanya jadi susah. 

Begitu juga dengan Ibu Lince Br. Pardede (67) yang rumahnya juga mengalami kerusakan, mengatakan akibat bentrokan dirinya mengalami kerugian dan berharap tidak terjadi lagi bentrokan. 

Saat ini situasi di lokasi telah kondusif, dimana rumah - rumah dan kios serta gereja yang mengalami kerusakan diperbaiki oleh warga dan petugas P3SU bersama - sama TNI dan Polri. (Rel/Red)
Views

 

INTAIKASUS.COM, (Percut Sei Tuan) - Sebanyak empat kafe di Jalan Tempuling, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan disegel petugas gabungan Polrestabes Medan bersama Satpol PP karena melanggar jam operasional yang telah disepakati.

Penyegelan tersebut akan dilakukan selama 14 hari. Sebelumnya petugas sudah memberikan surat peringatan namun tidak dihiraukan para pengusaha kafe yang masih membandel.

Penyegelan ini membuat sejumlah pengujung kafe yang berkerumun mendadak heboh keluar kafe. Dalam razia ini petugas melakukan penindakkan dengan penyegelan penutupan paksa.

Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Janpiter Napitupulu yang langsung memimpin razia mengatakan, dalam razia ini sebanyak 4 kafe yang disegel, kerap kali menimbulkan kerumunan dan melewati jam. 

 “Razia prokes ini dilakukan oleh tiga pilar dan akan dilakukan. Kemungkinan masih banyak lagi kafe membandel akan dilakukan penyegelan,” tandasnya. (Rn)

Views

 

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Tim Densus 88 Antiteror Polri menggerebek sebuah rumah di Jalan Gambir, Desa Bandar Klippa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (1/7) sore. 

Tim Densus 88 menangkap satu orang terduga teroris beserta sepucuk senjata api rakitan dari rumah tersebut.

Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Jan Piter Napitupulu membenarkan mengenai adanya penangkapan terduga teroris di wilayahnya itu. 

"Itu Densus 88 yang melakukan penggerebekan dan penangkapan," ujar Piter ketika dikonfirmasi wartawan.

Ketua RT Desa Bandar Klippa, Sidik membenarkan adanya penangkapan terduga teroris yang bekerja sebagai tukang rukiah. Dia menyebutkan, terduga teroris itu, biasa dipanggil Pak Min dan diperkirakan usianya 50 tahun.

Terduga teroris yang diamankan Tim Densus 88 itu, selama ini orang yang dikenal cukup baik di wilayahnya.

"Tidak disangka orang dikenal baik ternyata terduga teroris. Warga tersebut juga selama ini mengajar ngaji dan tukang jahit," ujar Sidik. (Ik)

Views

 

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Pohon tumbang menimpa mobil angkutan kota (angkot) KPUM 62, BK 1955 UA, di depan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, Senin (28/6) sekitar pukul 17.30 WIB. Dua orang meninggal dan dua lainnya mengalami luka-luka dalam peristiwa itu.

Peristiwa itu terjadi saat hujan deras yang melanda Kota Medan. Selain angkot, pohon tumbang itu juga menimpa mobil Daihatsu Terios BK 1407 KD yang tengah diparkir.

Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik Medan Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, dua korban meninggal dunia merupakan pegawai rumah sakit. Begitu juga dengan dua orang korban luka-luka.

"Yang mobil pribadi tidak ada korban, karena dalam keadaan kosong. Tapi yang mobil angkot ada empat korbannya dari pegawai RSUP H Adam Malik, dua di antaranya meninggal dunia," kata Rosario, Senin (28/6).

Korban yang meninggal dunia diketahui bernama Lisda Siagian dan Teja. Keduanya merupakan perawat di bagian poliklinik bedah dan pegawai administrasi.

"Sedangkan untuk korban luka-luka masing-masing merupakan pegawai gizi dan diagnostik terpadu. Empat orang itu semuanya perempuan," ungkap Rosario.

Peristiwa nahas itu terjadi ketika empat pegawai yang baru selesai bekerja hendak pulang menumpang angkot. Tak lama setelah mereka menaiki kendaraan umum itu, sebatang pohon tumbang dan menimpa angkot yang mereka tumpangi.

"Kami dari RSUP H Adam Malik berduka. Korban dievakuasi oleh pihak rumah sakit dan warga," ungkap Rosario. (Ik)

Views

 



INTAIKASUS.COM, (Medan) – Puluhan wartawan yang berasal dari berbagai media demo di Mapoldasu. Mereka menuntut Poldasu untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan Mara Salem Harahap yang ditembak di Simalungun.

Dengan membawa berbagai spanduk yang mengecam aksi barbar yang dialami wartawan, para wartawan meminta perlindungan hukum dan menegakkan keadilan keluarga almarhum Mara Salem Harahap.

Hermansjah selaku kordinator lapangan dalam orasinya menilai aksi pembunuhan terhadap Mara Salem Harahap merupakan bentuk teror kepada wartawan.

“Kami datang ke Polda ini sebagai bentuk dorongan buat Kapoldasu untuk semangat melakukan penyelidikan,” katanya.

Setelah beberapa saat melakukan orasi didepan Mapoldasu, sebanyak 5 perwakilan pengunjuk rasa diterima Kabid Humas Poldasu Kombes Hadi Wahyudi didampingi Kasubbid Penmas Bid Humas AKBP MP Nainggolan.

Kepada perwakilan pendemo, Kabid Humas Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, tim Poldasu dan Polres Simalungun yang sudah dibentuk masih bekerja dilapangan melakukan penyelidikan.

Sebanyak 43 orang saksi sudah dimintai keterangan termasuk mengamankan barang bukti berupa mobil, pakaian korban dan lain-lain. Mayat korban juga sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk keperluan autopsi.

“Semua diamankan sebagai bahan penyelidikan,” katanya.

Juru bicara Poldasu itu mengatakan, sebagai bentuk keseriusan Poldasu dalam mengungkap kasus itu, pak Kapoldasu Irjen Panca Putra Simanjuntak dan pak Pangdam I/BB sudah turun kelokasi.

Bahkan, penyidikan langsung dipimpin Dirreskrimum Poldasu Kombes Tatan Dirsan Atmaja bersama Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum AKBP Taryono Raharja.

“Doakan teman-teman agar kasus ini segera terungkap, dan bilamana ada perkembangan akan disampaikan kepada teman-teman media,” pungkasnya. (Rel)

Views


INTAIKASUS.COM, (Siantar) - Wartawan media online Marshal Harahap (Pemred media online lasernewstoday.com), di Pematang Siantar, Sumatera Utara, tewas ditembak orang tak dikenal (OTK) di Huta 7 Pasar 3 Nagori Karang Anyer Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (19/6/2021) dini hari. Korban tewas dengan luka tembak di bagian dada dan paha kiri.

Informasi yang dihimpun, Marsal ditemukan warga di dalam mobil sekitar 300 meter dari kediamannya. Warga kemudian membawa Marsal ke RS Vita Insani Pematangsiantar, namun setibanya di rumah sakit sudah dinyatakan meninggal dunia.

“Kami pihak keluarga minta agar pihak kepolisian segara mengusut kejadian yang menyebabkan adik kami meninggal dunia,” ujar kakak korban, Hasanudin Harahap.

Kabar meninggalnya korban dibenarkan Humas RS Vita Insani Pematangsiantar Sutrisno Dalimunthe. Namun Sutrisno mengaku belum mengetahui detail kematian korban.

“Iya benar (korban meninggal). Waktu dibawa ke rumah sakit sudah meninggal. Saya tadi dapat laporan,” katanya.

Saat ini jenazah Marsal sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk keperluan autopsi. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian terkait insiden penembakan tersebut. (Ik)

Views

INTAIKASUS.COM, (Deli Serdang) - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tinggal di Dusun V Desa Telaga Sari, Kec. Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, menjadi korban pengancaman.

Korban yang berinisial NY (27) ini, diancam akan dibunuh oleh seorang laki - laki yang diketahui bernama Adi menggunakan senjata tajam jenis pisau pada Rabu (9/6/2021), sekira pukul 17.00 Wib Sore.

Atas kejadian itu, korban mendatangi Mapolsek Tanjung Morawa, pada Kamis (10/6/2021). Kedatangan Ibu dua anak ini guna melaporkan kasus percobaan pembunuhan yang dialaminya.

Di Mapolsek Tanjung Morawa, usai membuat laporan pengaduan, NY selaku korban, menceritakan peristiwa naas yang menimpah dirinya tersebut.

Berawal, sore itu korban sedang duduk sendiri di depan rumahnya. Namun dari kawasan ladang-ladang jagung disamping rumah korban, secara tiba-tiba muncul seorang laki-laki (pelaku) bernama Adi, dengan perawakan tinggi berkulit hitam, memakai topi dan kaca mata. Korban sempat terkejut melihat pelaku muncul, karena memang pelaku sudah ada beberapa kali dilihat oleh korban.

Namun korban semakin terkejut karena pada saat pelaku mendekatinya, pelaku langsung memiting dan membekap mulut korban dari belakang seraya menodongkan pisau ke arah perut korban. Pelaku juga mengancam korban untuk tidak berteriak.

"Jangan teriak, kalau teriak kubunuh kau", ujar korban meniru ucapan pelaku.

Korban yang merasa terancam spontan melakukan perlawanan, dengan cara meronta-ronta, berusaha melepaskan diri dari pitingan pelaku. Hingga akhirnya usaha korban membuahkan hasil, korban terlepas dari pitingan pelaku dan langsung berlari menjauh sembari berteriak "maling.....rampok...".

Mendengar korban berteriak sekuatnya, pelaku pun ketakutan dan berusaha kabur kearah sepeda motor Vario hitam yang memang sudah terlebih dahulu distandby kan oleh pelaku diparkiran cakro dekat rumah korban. 

Akibat kerasnya suara teriakan korban, terdengar oleh penjaga Sekolahan yang berada dibelakang rumah korban, spontan penjaga sekolah yang dipanggil dengan sebutan " Wak Kuto" langsung mengejar pelaku, hingga berusaha memukul pelaku dengan menggunakan sapu, namun pelaku berhasil mengelak dan langsung menancap gas sepeda motornya. 

Korban NY bersama ibunya berinisial JS juga berusaha mengejar pelaku, seraya berteriak "rampok...maling..", namun gagal.

Saat itu juga salah seorang tetangga korban yang juga saksi bernama Eka mengaku mengenal pelaku yang lari yakni bernama Adi. 

Korban NY membeberkan,  sudah dua hari ini dia (pelaku) kerap datang dan memarkirkan sepeda motornya di cakro samping rumah saya. "Makanya, saya sudah kenal wajahnya", ungkap korban.

Korban juga mengungkapkan, pelaku datang kerumahnya dan memarkirkan sepeda motor, beralasan mau mancing, padahal pelaku tidak ada membawa pancing.

"Sebelum peristiwa yang menimpa diri saya terjadi, Dia (pelaku) ada dua kali titip parkir kereta di cakro samping rumah saya, katanya mau mancing, padahal saya lihat dia tidak bawa pancing, namun saya tidak curiga, hingga akhirnya dia (pelaku) rupanya berniat ingin membunuh saya", ungkap korban.

Akibat peristiwa tersebut korban akhirnya membuat laporan pengaduan ke Mapolsek Tanjung Morawa, yang tertuang dalam Nomor : STTLP/56/IV/2021/SPK, pada 10 Juni 2021 sekira pukul 12.51 Wib.

Ironinya, usai korban membuat pengaduan ke Mapolsek Tanjung Morawa, giliran ayah korban bernama Rin mendapat teror dari pelaku. 

"Ketika ayah saya dan adik saya berboncengan naik sepeda motor ingin membeli sesuatu di warung, saat berpapasan dengan adik pelaku, langsung dimaki dan ditantang oleh adik pelaku dengan mengucapkan kata-kata kotor", beber Korban.

Tidak hanya sampai disitu saja, korban juga mengungkapkan, pada pagi dini hari, pada Jumat (11/6/2021), sekira pukul 2.00 wib, keluarga korban juga diduga mendapat teror.

"Pada saat dini hari itu, kami mendengar ada suara berisik kaki melangkah dihalaman rumah kami, namun ketika ayah saya ingin melihat keluar rumah melalui pintu depan ternyata dikunci dari luar, terpaksa ayah saya lewat pintu belakang, namun ketika diluar rumah ayah saya melihat ada orang lari, hingga ayah saya membentak, "siapa itu", ungkap korban.

Terkait kasus tersebut, keluarga korban mengaku resah dan terancam, hingga mengharapkan pihak kepolisian Polsek Tanjung Morawa segera menindak lanjuti kasus tersebut.

"Keluarga kami berharap agar pihak kepolisian Polsek Tanjung Morawa segera menindak lanjuti laporan pengaduan saya, dan segera menangkap pelaku. Karena memang perbuatannya sudah sangat kelewatan dan kami merasa terancam", ujar korban seraya menambahkan akibat kejadian tersebut dirinya mengaku shock dan trauma. 

Terkait tindak lanjut kasus tersebut, Kapolsek Tanjung Morawa AKP Sawangin, SH yang dikonfirmasi lewat WhatsApp telpon selulernya, Kamis (17/6/2021), mengarahkan wartawan menemui Kanit Reskrim.

"Silahkan datangi pak Kanit Reskrim ya, sudah saya sampaikan pada dia", balasnya.

AKP Sawangin juga mengaku, pihaknya sudah melaksanakan gelar perkara di Polresta terkait kasus tersebut.

"Mereka baru selesai gelar perkara di Polresta, silahkan temui Kanit Reskrim", tambahnya. (Ik)
Views


INTAIKASUS.COM, (Percut Sei Tuan) - Polsek Percut Sei Tuan bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga terkait dugaan Pungli di Bagan Percut yang videonya sempat viral di media sosial (Medsos) beberapa hari lalu. 

Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Napitupulu SH MH mengatakan, pihaknya langsung bergerak ke lokasi begitu mendapat informasi terkait dugaan Pungli yang terjadi di lokasi wisata Bagan Percut tersebut. Setibanya di sana, personel berhasil menemukan juru parkir (Jukir) yang terekam di dalam video. 

"Setelah kita berikan pengarahan dengan yang bersangkutan. Akhirnya dia bersedia membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya, dan minta maaf kepada masyarakat," kata Janpiter ketika dikonfirmasi wartawan di kantornya, Senin (14/6/2021) malam. 

Janpiter menjelaskan, keterangan dari Jukir itu menyebutkan bahwa lahan parkir yang digunakannya tersebut adalah milik pribadinya, bukan fasilitas pemerintah. Namun, kekeliruan yang dilakukannya tidak ada membuat plang berapa tarif parkir yang harus dibayar pengunjung.

"Karena tidak ada plang tarif parkir, pengunjung terkejut dan keberatan begitu diminta parkir sebesar Rp.25 ribu," ujar Janpiter. 

Atas kejadian itu, sambung Janpiter, pihaknya mengimbau pemilik lahan untuk duduk bersama perangkat daerah guna membicarakan berapa besaran tarif parkir yang layak. Tujuannya agar masyarakat tidak keberatan sehingga jumlah pengunjung bisa lebih banyak lagi. 

"Jika masyarakat tidak keberatan, maka akan lebih banyak lagi pengunjung yang datang ke tempat wisata itu. Sehingga nantinya penjaga parkir di sana bisa lebih baik lagi", pungkas AKP Janpiter Napitupulu SH MH. (Rel)
Views



INTAIKASUS.COM, (Medan Deli) - Guna merespon keluhan warga terkait maraknya aktivitas judi tembak ikan, Tim Reskrim Polsek Medan Labuhan bersama dengan pihak Kelurahan Mabar, menggrebek lokasi perjudian ketangkasan jenis tembak ikan yang berada di Jalan Rumah Potong Hewan, Gang Rahmad, Lingkungan VII, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kamis (10/6) sekira pukul 15:30 Wib.

Penggrebekan langsung dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Andi Rahmadsyah SH bersama Bhabinkamtibmas dan juga Pj Lurah Mabar M Taufik SE juga didampingi Kepala Lingkungan setempat.

Dalam kegiatan tersebut, ada lima lokasi yang didatangi oleh tim gabungan yakni lingkungan III, IV, VII, X dan XI.

Namun, hanya dilingkungan VII tim gabungan berhasil mengamankan satu unit mesin tembak ikan yang dikelola Ian Tajuk, 30.

Oleh petugas, mesin judi tembak ika tersebut langsung diboyong ke Mapolsek Medan Labuhan.

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edy Safari SH melalui Kanit Reskrim Iptu Andi Rahmadsyah saat dihubungi wartawan membenarkan pengrebekan tersebut.

“Tim Reskrim Polsek Medan Labuhan bersama pihak kelurahan didampingi Kepling menggrebek lokasi yang diduga tempat permainan judi,” sebutnya.

Lanjut Iptu Andi, hal ini dilakukan menindak lanjuti laporan warga yang resah atas aktifitas judi tembak ikan tersebut.

“Ada beberapa warga yang melapor ke kita, kalau ada kegiatan judi tembak ikan yang sangat meresakan warga sekitar. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kita langsung kelokasi dan mengamankan mesin tersebut ke Mapolsek,” jelasnya.

Andi juga mengatakan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk merespon setiap laporan warga mengenai kamtibmas.

“Kami akan berusaha merespon segala laporan warga berkaitan dengan kamtibmas diwilayah hukum kita, karena itu sudah perintah dan intruksi dari pimpinan,” tandasnya. (Rn)

Views


INTAIKASUS.COM, (MEDAN) - Menindak lanjuti instruksi Kapolri dalam rangka pemberantasan Pungli/ Premanisme, Polsek Medan Baru berhasil menangkap 43 pelaku aksi premanisme dan pungli di seputaran wilayah hukum Polsek Medan Baru, Sabtu (12/6/2021).

Razia yang dipimpin Waka Polsek Medan Baru AKP Ully Lubis SH didampingi Kanit Reskrim Iptu Irwansyah Sitorus SH MH serta Panit II Reskrim Ipda Regi Manda dan puluhan personel menyisir ke beberapa lokasi yang kerap terjadi aksi premanisme dan meresahkan warga akibat melakukan pungutan liar (pungli).

Alhasil sebanyak 43 orang yang terdiri dari 41 orang parkir liar dan 2 orang sebagai Pak Ogah diamankan petugas dari beberapa lokasi yang ada diwilayah hukum Polsek Medan Baru.

Usai diamankan, 43 orang tersebut dilakukan pendataan dan pembinaan di halaman Polsek Medan Baru yang kemudian dibagikan Masker serta Hand Sanitizer guna menerapkan Protokol Kesehatan.

"Ke 43 orang tersebut diamankan, karena tidak ada legalitas, tidak memakai seragam resmi parkir, serta tidak memiliki dokumen lengkap sebagai tukang parkir," kata Waka Polsek Medan Baru AKP Ully Lubis SH.

Untuk itu, Waka Polsek Medan Baru mengatakan demi kepentingan kenyamanan masyarakat, petugas Polsek Medan Baru melaksanakan razia penertiban premanisme yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

"Razia ini akan terus kita laksanakan guna memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi lagi namanya pungutan liar (pungli)," pungkasnya. (Rel/Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Percut Sei Tuan) - Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pungli, jambret, dan pelemparan batu terhadap pengendara di pintu Tol Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung. Polsek Percut Sei Tuan bergerak cepat meringkus para pelaku yang sudah meresahkan warga sekitar. 

"Kita meringkus delapan orang yang melakukan aksi pungli, jambret dan melempar batu ke arah pengendera," kata Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Napitupulu SH MH kepada awak media di kantornya, Jumat (11/6/2021) malam. 

Tak hanya itu, lanjut Janpiter, Tim juga berhasil menciduk penjambret telepon genggam milik warga, yang videonya sempat viral di media sosial (Medsos). Namun, ia belum merinci identitasnya karena masih dalam pengembangan guna memburu pelaku lainnya. 

"Pelaku jambret yang viral di Medsos sudah kita amankan satu orang. Kita sedang mengejar yang lain karena identitasnya telah diketahui. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita ungkap", ucap Janpiter. 

Janpiter menjelaskan, pelaku ini kerap beraksi di jalan tol dan mereka selalu memantau calon korbannya. Begitu korban terlihat menerima panggilan, pelaku dari arah belakang langsung  merampas teleponnya. 

"Kemudian, Ia berlari ke arah temannya yang sudah menunggu di atas sepeda motor. Mereka lalu kabur menuju jalan-jalan yang aman," ujarnya. 

"Kita juga telah menangkap seorang penampung barang hasil kejahatan dari pelaku," sambungnya. 

Dari tes urine, tujuh dari delapan pelaku dinyatakan positif narkoba. Mereka membeli sabu dan lem menggunakan uang hasil kejahatan yang dilakukan. 

"Demi menjaga keamanan di wilayah Percut Sei Tuan, Kita akan melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan, siapapun itu," tegasnya mengakhiri. (Rel/Rn)
Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) – Petugas penitipan Barang Rutan Kelas I Labuhan Deli berhasil menggagalkan penyelundupan Handphone yang coba di selundupkan melalui plastik gula oleh pengunjung yang hendak menitipkan makanan kepada WBP di dalam Rutan, Kamis (3/6/2021).

Untuk menitipkan makanan dan barang kepada warga binaan, pengunjung harus mengikuti prosedur dari Pihak Rutan Kelas I Labuhan Deli, salah satunya adalah penggeledahan oleh petugas penitipan barang.

Kepala Rutan Kelas 1 Labuhan Deli, Nimrot Sihotang menyebutkan kepada awak media, awal kronologisnya barang yang hendak dititipkan untuk warga binaan berinisial L di periksa oleh petugas, terlihat gerak gerik yang mencurigakan dari pengunjung yang kelihatan gelisah dan seperti tidak mau barangnya untuk di geledah, Kamis (10/6/2021) Sekira pukul 21:35 Wib.

“Benar saja ketika di geledah di temukan satu unit Handphone jenis Samsung GT E-1272 di dalam plastic gula ukuran setengah kilogram. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pengunjung pun mengakui bahwa Handphone tersebut miliknya dan akan di berikan kepada WBP berinisial L yang meminta Handphone kepadanya, ” ujar Nimrot.

Untuk tindak lanjut petugas Rutan, Handphone yang di selundupkan sudah di sita oleh Staff Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) untuk di musnahkan. Sedangkan untuk pengunjung diberi sanksi tidak boleh menitipkan barang dan makanan selama kurun waktu 2 minggu serta untuk warga binaan berinisial L diberikan sanksi tutupan sunyi sesuai dengan Permenkumham RI No. 6 Tahun 2013. (Rn)

Views

INTAIKASUS.COM, (Labuhan Deli) - Polsek Medan Labuhan kembali mengamankan mesin judi ketangkasan tembak ikan di Jalan Veteran Pasar VIII, Desa Manunggal, Kelurahan Mabar, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Rabu (9/6) pukul 01.30 WIB dini hari.

Penertiban mesin judi berawal dari informasi yang diperoleh dari masyarakat. Selanjutnya petugas Polsek Medan Labuhan langsung turun ke lokasi dan mengamankan 1 (satu) unit Mesin Ikan yang di kelola oleh inisial I.T (37) warga Jln. RPH Lingk VII Lorong, Kelurahan Mabar, Kec. Medan Deli.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari mengatakan, mesin judi itu mereka amankan atas informasi dari masyarakat yang selama ini warga resah dengan aktivitas perjudian di lokasi tersebut, sehingga pihaknya turun tangan melakukan penertiban.

“Mesin judinya sudah kita amankan di kantor (Polsek). Hal ini kita lakukan untuk mengantisipasi yang tidak diinginkan, makanya kita langsung ke lokasi dan mengamankan mesin tersebut,” ucapnya.

Lanjut dijelaskan orang nomor satu di Mapolsek Medan Labuhan ini, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk merespon setiap laporan warga mengenai Kamtibmas.

“Kami akan berusaha merespon segala laporan warga berkaitan dengan Kamtibmas di wilayah hukum kita, karena itu sudah perintah dan intruksi dari pimpinan,” tandasnya. (Rn)

Views


INTAIKASUS.COM, (Deli Serdang) – Warga Dusun III Desa Ramunia I, Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang dibuat heboh, kenapa tidak, pasalnya mereka mendapat kabar bahwa telah ditemukan mayat berjenis kelamin laki-laki yang tergeletak di dalam sawah, Senin (07/06/2021).

Mayat tanpa identitas tersebut ditemukan di sawah milik salah satu warga. Penemuan jasad korban pertama kali diketahui ketika salah seorang warga bernama Samuel Siboro turun ke sawahnya hendak memupuk padi. Tiba-tiba Samuel Siboro melihat ada sesosok mayat dalam posisi telungkup di sawah milik Redianto Sitanggang, warga Desa Sidoarjo 2 Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang.

Pada saat ditemukan, mayat yang diperkirakan berusia 40 tahunan itu memakai celana ponggol warna hitam. Mendapati temuan yang mengejutkan tersebut, kemudian Samuel Siboro langsung memanggil warga lainnya untuk melihat jasad korban dan memberitahukan temuan jasad korban ke Kepala Dusun III Desa Ramunia I.

Mendapat kabar ada penemuan mayat, Kepala dusun III Desa Ramunia I, Maston Situmorang yang tiba di lokasi langsung mengabarkan kepada pemilik sawah bernama Redianto dan personil Polsek Pantai Labu, Polresta Deli Serdang. Tidak berapa lama, Tim Inafis Polresta Deli Serdang dipimpin Aipda Edi Winata yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP yang dilakukan Tim Inafis Polresta Deli Serdang, didapati bahwa korban mengeluarkan darah di bagian mata kiri, dengan seluruh tubuh bergelimang lumpur dan diperkirakan telah satu malam terkapar di sawah milik Redianto Sitanggang.

Untuk keperluan visum mengenai penyebab meninggalnya korban, Tim Inafis Polresta Deli Serdang membawa jasad korban ke RSUD Deli Serdang dengan menggunakan mobil ambulans milik puskesmas Desa Ramunia II.

Saat dikonfirmasi,Kapolsek Pantai Labu Polresta Deli Serdang, Iptu Sopar Sitorus membenarkan temuan mayat itu.

“iya benar ada di temukan mayat yang tergeletak di sawah, berjenis kelamin laki-laki tidak memakai baju dengan celana pendek warnah abu-abu dengan kombinasi biru dongker. Untuk barang-barang di lokasi kita juga mengamankan seperti 1 (satu) buah mancis warna merah, 1 (satu) bungkus rokok Sampurna yang telah dipakai. Untuk penyebab meninggalnya kita masih menunggu hasil visum dari RSUD Deli Serdang”, ujarnya. (Rn/Humas DS)
Views


INTAIKASUS.COM, (MEDAN) - Ketua Komisi I DPRD Medan Rudiayanto Simangunsong, meminta pihak kepolisian untuk bekerja sesuai tugas pokok adan fungsi (tupoksi) dan lebih serius menangani laporan kasus investasi bodong yang baru-baru ini terjadi. Dengan adanya laporan tersebut, para korban sangat berharap besar kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjutinya. 

Dikatakannya, warga yang tadinya berharap mendapat penghasilan lebih dari investasi tersebut, terpaksa harus menelan pil pahit lantaran tertipu bujuk rayu para pelaku. Investasi apapun yang ditawarkan oleh oknum, semua keputusan ada di tangan warga. Tinggal tergantung bagaimana warga menerimanya secara akal atau tidak. 

"Saya meminta warga Medan untuk berhati-hati terhadap investasi-investasi yang ditawarkan itu. Saya berharap warga mempelajarinya dengan baik, kan dunia ini ada digenggaman kita! Investasi-investasi apa namanya itu, kan kita tinggal cari di Google cari tahu jenis investasi yang ditawarkan oknum itu. Jadi kita gak mudah tertipu," ujarnya menyarankan, Senin (7/6).

Lebih lanjut Ketua Fraksi PKS DPRD Medan ini menambahkan, pandemi Covid-19 yang hampir berjalan 2 tahun sudah membuat akal sehat warga tidak lagi menggunakan logika. Dengan menginvestasikan Rp15 juta, berharap mendapat kembalian Rp25 juta dalam jangka waktu tertentu. 

"Di masa pandemi Covid-19 ini banyak usaha warga yang tak jalan. Dibujuk berinvestasi dengan mendapatkan keuntungan, langsung tergiur. Jadi kami minta aparatur bertindak tegas. Kasihan warga, sudah susah-sudah begini tertipu lagi dia," ujarnya. 

Mantan anggota DPRD Tanjung Balai ini menyebut, persoalan investasi bodong bukanlah barang baru di Indonesia. Lima tahun yang lalu sudah mencuat kasusnya dan kerap menjadi perhatian publik. Sebab tidak sedikit kerugian yang dialami warga, bahkan mencapai miliaran rupiah.

"Ditangkapi pelakunya, dihukum. Nanti pindah sana sani pelakunya. Makanya saya meminta kasus ini ditindak tegas, supaya jangan ada lagi investasi-investasi bodong ini. Walaupun yang paling utama bagi saya, masyarakat harus mawas diri. Jangan mudah dikasih angin surga," tandasnya.

Beberapa waktu lalu mencuat kasus investasi bodong yang menyita perhatian warga Medan. Betapa tidak, pelaku Ainike Salim diduga telah menggelapkan uang nasabahnya dengan total mencapai Rp20 miliar. Tak terima dengan tindakan itu, para korbanpun melaporkan pelaku ke Polrestabes Medan, dengan harapan pelaku bertanggung jawab atas aksinya. (Rel)
Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Sejumlah korban investasi bodong dengan terlapor berinisial Aineke Salim, mendatangi Polrestabes Medan di Jalan HM Said, Senin (31/5/2021).

Kedatangan mereka ingin menanyakan perkembangan laporan pengaduan yang dibuat, terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Aineke Salim, di mana total kerugian berkisar Rp20 miliar.

Hingga hari ini, setidaknya ada lima korban yang membuat laporan dengan terlapor Aineke Salim di Polrestabes Medan. Itu masih di luar laporan yang dibuat korban lainnya di Polsek Percut Sei Tuan, dan Polda Sumut.

Dalam melancarkan aksi penipuannya, Aineke Salim meyakinkan para korban dengan cara yang berbeda-beda. Kepada korban yang perempuan, dia mengajak untuk melakukan arisan online.

Sementara korban laki-laki, dia (Aineke Salim-red) meyakinkan korbannya menyetorkan uang kepadanya untuk ikut di sebuah proyek.

Salah satu korban bernama Larasati Ririt Ardina (31) warga Jalan Pasar I Tanjung Sari, Asam Kumbang, mengatakan menyerahkan uang senilai Rp112 juta kepada Aineke Salim, untuk mengikuti arisan online.

Duit itu dia serahkan kepada Aineke Salim di Jalan Sunggal Komplek The Summer Set Regency, Selasa (29/9/2020). Seiring berjalannya waktu, Aineke Salim berulah dan keuntungan yang dia janjikan tidak sepenuhnya diterima oleh Larasati.

Laporan Larasati sendiri tertuang dalam STTP/2432/X/2020 tanggal 1 Oktober 2020. Laporan itu ditandatangani Ka SPKT melalui Kanit II Iptu B Surbakti.

“Kita berharap polisi memproses kasus ini dan Aineke Salim dapat diproses hukum,” katanya.

Kemudian, korban Aineke Salim berikutnya adalah Agung Wirawaskito. Warga Jalan AH Nasution Gang Dame itu diminta untuk menyetorkan uang senilai Rp195 juta, modusnya titip dana untuk sebuah proyek.

“Jadi dia bilang ke saya, titip Rp5 juta nanti akan dikembalikan Rp7 juta. Saya menyetorkannya bertahap mulai awal April 2020. Puncaknya pada bulan Oktober 2020 lalu, saya kasih Rp100 juta,” ungkapnya.

Agung mengingat, dia dan rekan-rekannya yang lain yang juga menjadi korban pernah bertemu dengan Aineke Salim di suatu tempat untuk menanyakan kejelasan dana yang mereka setor.

Saat itu, kata Agung, seorang pria mengaku berinisial B mayakinkan kepada mereka, kalau duit itu ada, namun semua nasabah minta dikeluarkan keuntungan saat bersamaan.

“Jadi B ini masih ada hubungan keluarga dengan Aineke Salim. Kami diminta bersabar. Lalu kami juga pernah menggeruduk kediaman B di Perumahan Puri Regency Jalan HM Joni, saat itu dia mengaku tidak mengenal Aineke Salim,” sebutnya.

Agung menambahkan, dalam waktu dekat dia juga berencana untuk membuat laporan resmi di Polrestabes Medan, dan saat ini dia sedang melengkapi berkas.

“Hari Rabu nanti saya buat laporan, tadi sudah minta saran sama petugas di sana (Polrestabes Medan)," ungkapnya.

Sementara itu, Panit Tipiter Sat Reskrim Polrestabes Medan, Iptu Zikri Sinurat, mengatakan, berkas laporan investasi bodong masih dalam pemeriksaan penyidik.

“Ya benar, tadi para korban mendatangi penyidik menanyakan perkembangan. Sampai saat ini masih diperiksa oleh penyidik,” pungkasnya. (Rel)

Views

INTAIKASUS.COM, (MEDAN) – Masyarakat di Dusun Huta Gur Gur, Desa Aek Tangga, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara dinyatakan sembuh dari terpapar Covid-19 setelah menjalani isolasi mandiri.

Kesembuhan warga itu tidak terlepas dari kerja keras Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, yang selalu intens melakukan monitoring serta koordinasi dengan pemerintah se-tempat dalam menangani masyarakat Dusun Huta Gur Gur yang terpapar Covid-19.

Hal itu dibuktikan ketika Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI Hasanuddin, beberapa waktu yang lalu melaksanakan kunjungan kerja ke Dusun Huta Gur Gur, Desa Aek Tangga, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara.

Dalam kunjunganya, orang nomor satu di Polda Sumut itu memberikan bantuan alat swab antigen kepada petugas medis untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 terhadap 300 masyarakat.

Tak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terpapar Covid-19 Kapolda Sumut turut menyediakan tempat isolasi mandiri serta memperketat pengamanan keluar masuk warga ke Dusu Huta Gur Gur dalam upaya mencegah Covid-19.

“Alhamdulillah, hari ini kerja keras kita semua terbayarkan dengan dinyatakannya warga Dusun Huta Gur Gur sembuh dari terpapar Covid-19,” kata Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, usai menerima laporan hasil swab antigen dari Dinas Kesehatan Tapanuli yang menyatakan warga Dusun Huta Gur Gur bebas Covid-19, Jumat (28/5).

Walaupun kondisi warga dusun telah dinyatakan sembut tetap diimbau dan dingatkan untuk selalu mematuhi aturan protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker, menghidari kerumunan dan tetap menjaga jarak.

“Jangan sampai karena kita abai terhadap protokol kesehatan malah membuatkan warga yang telah dinyatakan sembuh kembali terpapar pandemi Covid-19,” terang Jenderal bintang dua tersebut.

Diketahui, Warga di satu Dusun Huta Gur Gur, Desa Aek Tangga, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara, positif terpapar Covid-19.

Pantuan di lokasi, warga di dusun terlihat sepi dan tidak melakukan aktifitas sehari-hari. Selain itu, warga hanya berdiam diri di rumah masing-masing karena pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, terpaksa mengkarantina warga karena semuanya positif Covid-19. (Rn/Rel)