.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Iklan

Iklan

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Bursa Calon Pemilihan Dekan Fakultas Pertanian USU periode 2021 -2026 saat ini menghangat dan menjadi perbincangan serius dikalangan para akademisi, masyarakat dan juga awak media dimana adanya salah satu calon yang juga merupakan Wakil Dekan III FP USU ini terlibat dalam kasus penggelapan uang kuliah mahasiswanya sendiri.

Wakil Dekan Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis Universitas Sumatera Utara (USU) Tavi Supriana dituduh menggelapkan uang kuliah mahasiswa.Tak tanggung-tanggung, uang yang diduga digelapkan Tavi Supriana mencapai Rp 50 juta.Tavi Supriana diduga bekerja sama dengan Pegawai Tata Usaha Magister Agribisnis Fakultas Pertanian Iskandar.Kasus ini kemudian dilaporkan oleh kedua korbannya HM dan Fuad ke Polda Sumut.

Saat dipanggil penyidik, Tavi Supriana memilih mangkir. “Yang bersangkutan belum juga hadir untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan kasus penggelapan,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan pada hari Senin (22/3/2021) siang.

Dia mengatakan, bahwa Tavi Supriana seharusnya menjalani pemeriksaan hari ini.Tidak ada alasan yang jelas kenapa Tavi Supriana mangkir. Apakah karena alasan mengajar atau sengaja menghindar, Nainggolan tidak menyebutkannya karena Tavi Supriana tidak memberi kabar. 

Disinggung lebih lanjut mengenai kasus ini, Nainggolan menjelaskan bahwa kasus dugaan penggelapan uang kuliah ini berawal saat HM dan Fuad mendaftar kuliah di Magister Agribisnis Fakultas Pertanian USU pada tahun 2015 lalu. Seiring berjalannya waktu, kedua korban menitipkan uang kuliah melalui Iskandar, Pegawai TU Magister Agribisnis Fakultas Pertanian.

Dua orang Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara (USU) stambuk 2015 berinisial HJ dan FSP melaporkan dekan dan dosen mereka ke polisi. Laporan ini mereka lakukan setelah keduanya menyelesaikan sidang tesis meja hijau.

Ihwal pelaporan ini dilakukan karena keduanya tidak bisa diwisuda dan menerima ijazah karena tidak terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDT) Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti). Padahal, selama menjalankan akademik di Program Studi Pasca Sarjana Agribisnis USU, keduanya memiliki catatan dan jejak rekam yang baik, dibuktikan tidak mendapatkan teguran atau sanksi administrasi maupun lisan. 

Begitu juga berkaitkan dengan administrasi pembiayaan, keduanya tidak mengalami ketertunggakan. FSP menceritakan, pada tahun 2015 dirinya mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Pasca Sarjana Agribisnis di USU. 

Ia kemudian menjalani perkuliahan dan mengerjakan semua tugas-tugas, semua telah diikuti hingga waktunya sidang tesis. Sidang meja hijau tesis sudah selesai, inilah sebuah bukti akademik sudah selesai dan kewajiban administrasi pembiayaan juga sudah dicek oleh Tata Usaha Fakultas Pertanian Prodi Agribisnis melalui IS. 

“Kami sama seperti mahasiswa pasca sarjana lainnya, membayar sesuai kewajiban dan kami juga memiliki nomor induk mahasiswa (NIM)", katanya saat ditemui di Jalan Amir Hamzah.

Masih menurut FSP, mahasiswa yang sudah menjalankan studi dan telah selesai sidang tesis meja hijau, maka diwajibkan membayar uang wisuda Rp 600 ribu. Semuanya sudah dibayarkan, tapi saat waktu wisuda pada Februari 2020 tak kunjung ada undangan hingga selesainya waktu wisuda di USU.

“Saat saya pertanyakan, disinilah baru ketahuan kalau saya dan beberapa teman tidak terdaftar di Kemendikti, kami sangat terkejut. Akhirnya kami minta pertanggungjawaban, karena tidak selesai pertanggungjawabannya. Kami sudah laporkan ke polisi,” ujarnya.

Laporan FSP dan temannya HMJ di Polda Sumatera Utara tercantum dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi No.STTLP/408/II/2021/SUMUT/SPKT ‘I’ pada 24 Februari 2021. 

Adapun yang menjadi terlapor atas perkara dugaan penipuan terhadap mahasiswa Pasca Sarjana USU diantaranya Dekan Pertanian USU, Kepala Program Studi Pasca Sarjana Pertanian USU TA 2015-2017 dan pegawai Tata Usaha. Mereka berharap ada pertanggungjawaban dari pihak terkait atas persoalan mereka tersebut. 

Setelah dilakukan laporan oleh FSP dan temannya juga telah dilakukan pemanggilan terhadap terlapor TS oleh jajaran Poldasu pada tanggal 9 Maret 2021, dimana pada pemanggilan tersebut TS mangkir dari panggilan Poldasu. 

Setelah mangkir dari panggilan, jajaran pihak Poldasu juga telah melakukan gelar perkara dan telah meningkatkan kasus ini ketingkat penyidikan tetapi Poldasu tidak kunjung menetapkan tersangka dalam kasus ini tetapi pihak Poldasu malah akan melakukan pemanggian terhadap Dr Eri Yusni Msc yang merupakan orang tua dari Basuki yang juga merupakan korban dari kasus penggelapan yang dilakukan oleh oknum TS tersebut berdasarkan Surat pemanggilan pihak Poldasu no SPgl/1151/V/2021/Ditreskrimum yang dijadwalkan besok pukul 9 pagi.

Ada apa dengan pihak Poldasu yang tidak kunjung segera menetapkan oknum TS yang sudah jelas jelas terlibat dalam kasus penggelapan uang kuliah mahasiswa ini sebagai tersangka?, padahal pihak Poldasu telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan B/766/1V/2021/Ditreskrimum dimana telah dilakukan gelar perkara terhadap kasus tersebut tetapi mengapa pihak Poldasu tidak kunjung segera menetapkan oknum TS sebagai tersangka atas kasus penggelapan uang kuliah mahasiswa tersebut.

Seperti diketahui saat ini Fakultas Pertanian USU sedang melakukan pemilihan Dekan Fakultas pertanian USU untuk periode 5 tahun mendatang dimana TS yang saat ini juga merupakan Wakil Dekan III Fakultas Pertanian USU tetap melenggang dalam bursa calon Pemilihan dekan walaupun sedang diduga terlibat kasus penggelapan uang mahasiswa tersebut.

Yang menjadi pertanyaan mengapa walaupun terlibat dalam aksus penggelapan uang kuliah mahasiswa tersebut oknum TS yang juga merupakan Wakil Dekan Fakultas Pertanian USU ini tetap diloloskan dalam bursa Calon Pemilihan Dekan di Fakultas Pertanian USU oleh jajaran Rektorat USU. (Rel)

Views


INTAIKASUS.COM, (TAPSEL) - Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak bersama Gubsu Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanuddin, meninjau lokasi longsor di Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu (2/5/2021).

Berangkat dari Mapolda Sumut dengan menaiki helikopter, Kapolda Sumut, Gubsu dan Pangdam I/BB tiba di PLTA Batang Toru, lokasi longsor.

Kedatangan Kapoldasu, Gubsu, Pangdam I/BB didampingi Kepala BIN Daerah Sumatera Utara, Danrem 023 / KS serta Dansat Brimob Poldasu yang disambut langsung Kapolres Tapsel, Dandim 0212 / TS, Danyonif 123 / RJ, Dandenpom 1/2 Sibolga, Danyon C Brimobdasu, Bupati Tapsel, Kepala Basarnas Sumut, Kepala BPBD Sumut dan Proyek Manager PT. NSHE.

Sebelum meninjau lokasi longsor, rombongan Kapolda Sumut berpatroli udara terlebih dahulu melihat situasi terkini, pasca musibah longsor yang terjadi. Kemudian dilaksanakan rapat koordinasi penanganan longsor di Posko Terpadu Bencana Alam Tapsel di Kecamatan Marancar.

Dalam rapat koordinasi itu, Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, meminta tim gabungan yang terdiri dari Polres Tapanuli Selatan, TNI, BPBD, Batalyon C Brimobdasu, dan Basarnas agar menangani bencana alam tanah longsor di Batangtoru, dengan cepat dan tepat.

“Kerahkan segala kemampuan kalian dengan baik, lakukan penanganan korban dengan tepat dan bekerjasama dalam melakukan SAR,” katanya.

Seperti diketahui, musibah bencana alam tanah longsor terjadi pada Kamis (29/4/2021) sekira Pukul 06.30 WIB, karena wilayah sedang dilanda hujan

Sebagian material longsor jatuh ke dasar Sungai Batang Toru, yang mengakibatkan 13 korban tertimbun longsor di PLTA Batang Toru, Desa Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Tim gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, masyarakat, perusahaan dan pihak terkait lainnya pun bergerak cepat, untuk mengevakuasi para korban dan sampai sekarang sudah 5 korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi. (Rel/Rn)

Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Seorang tukang becak bernama Ganda Sitorus (57) ditemukan tak bernyawa di Jalan Asia, tepatnya di Simpang Jalan Logam, Kelurahan Sei Rengas, Medan Area, Minggu (2/5/2021) pukul 08.00 Wib.

Jasad warga Glugur Rimbun, Lau Bekeri, Kutalimbaru itu didapati dalam keadaan terlentang di samping beca dayung yang sehari-hari ia bawa.

Menurut saksi mata Bonar Lumban Gaol (56) yang juga salah seorang tukang becak mengatakan, Ganda terakhir kali terlihat, Sabtu (1/5/2021) sekira pukul 16.00 Wib.

“Dia (Almarhum) sering menyendiri. Memang sering dia bilang sesak nafas. Maklum aja, namanya juga umur udah tua”, ujarnya.

Sementara itu Unit Reskrim Polsek Medan Area yang menerima laporan adanya ditemukan mayat langsung meluncur kelokasi bersama tim inafis Polrestabes Medan. Selanjutnya petugas memboyong jenazah Ganda ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna kepentingan penyelidikan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu Rianto mengatakan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh pria kurus tersebut. Dugaannya karena sakit.

"Saat ini, jenazah Ganda telah diserahkan kepada pihak keluarga. Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi", pungkas Iptu Rianto. (Rn)

Views

INTAIKASUS.COM, (Deli Serdang) – Pengendara sepedamotor, Jaka Tomo Perangin-angin (25) warga Dusun I Desa Denai Kuala Kecamatan Pantailabu Kabupaten Deliserdang, tewas di lokasi kejadian setelah menabrak truk yang sedang parkir, Rabu (28/4/2021) pukul 18.20 WIB, di Jalan Arteri menuju Bandara Kualanamu.

Informasi diperoleh, malam itu Jaka Tomo mengendarai sepedamotor Honda Supra X 125 warna hitam, melintas dari arah Tanjungmorawa menuju Bandara Kualanamu. Di pinggir jalan fly over menuju Bandara, sebuah truk Toyota Dyna sedang parkir bermuatan bahan dan alat pekerja yang sedang mengecat marka jalan di dekat truk.

Tiba di lokasi kejadian, Jaka Tomo diduga tidak memperhatikan adanya truk parkir, hingga menabrak bak bagian belakang. Benturan keras itu mengakibatkan, Jaka Tomo tewas di lokasi kejadian dengan luka robek di dagu, kaki dan tangan serta luka patah tangan kanan, sedang hidung, telinga dan mulut mengeluarkan darah.

Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi SIK ketika dikonfirmasi melalui Kasat Lantas Kompol SL Widodo SE, Kamis (29/4/2021) pagi mengatakan, jenazah Jaka Tomo dievakuasi ke RSUD Deliserdang.

"Guna penyelidikan lebih lanjut, sepeda motor korban tewas, truk Toyota Dyna dan pengemudinya berinisial Af (60) warga Kecamatan Bulakan Balai Kandi Kota Payakumbuh Provinsi Sumbar, diamankan di Unit Laka Sat Lantas Polresta Deliserdang," tandas Kasat Lantas Kompol SL Widodo. (Red/Rel)
Views


INTAIKASUS.COM, (Deli Serdang) - Dua ruangan belajar Sekolah Madrasah Tsanawiyah Swasta Yayasan Pendidikan Sholihin di Gang Madrasah, Dusun 2, Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, terbakar, Kamis (29/4/2021) sekira pukul 07.00 Wib. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, kerugian ditaksir lebih kurang Rp 20 juta.

Informasi dihimpun, diketahuinya ruangan belajar itu terbakar ketika Feri Irwansyah (15) tiba disekolah lalu membuka pintu ruang kelasnya (kelas 8 MTS) dan melihat kondisi didalam ruang sebagian meja dan bangku sudah terbakar, dan dinding pembatas antara kelas 8 dan kelas 7 terlihat jebol akibat terbakar.

Kemudian Feri Irwansyah memberitahukan kepada Mh.Qori sebagai guru disekolah tersebut. Lalu mereka mengecek kebenarannya dengan langsung melihat kedalam ruang kelas 7, dan kondisinya hampir seluruh meja, dan bangku kelas hangus terbakar, hingga mengenai dinding kelas yang terbuat dari kayu triplek.

Selain itu, bagian atas atau rangka penahan seng juga ikut terbakar. Kemudian mereka memberitahukan Suhartoyo sebagai Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah Swasta Yayasan Pendidikan Sholihin dan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

Sekira pukul 08.30 wib, pihak kepolisian yaitu Kapolsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang AKP Sawangin SH, Kanit Reskrim dan anggota, serta KA SPK Regu “C” Aiptu Samsudin tiba dilokasi kebakaran dan melakukan pengamanan lokasi yaitu,  pemasangan police line dan kemudian melakukan Interogasi dan pemotretan dilokasi kebakaran.

Tak lama kemudian, tim inafis dari Polresta Deli Serdang tiba dilokasi kebakaran lalu melakukan identifikasi dan pemotretan lokasi kebakaran serta mengumpulkan barang bukti. “Kita masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran ini dan memeriksa saksi-saksi,” ujar Kapolsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang, AKP Sawangin SH. (Rel/Rn)
Views


INTAIKASUS.COM, (Deliserdang) - Direktorat Reserse Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, menggerebek tempat pelayanan rapid test di Kualanamu International Airport (KNIA), Kecamatan Beringin, Deliserdang, Selasa (27/4/2021) sore.

Informasi yang dihimpun,  penggrebekan itu dilakukan karena adanya dugaan alat bekas pakai yang digunakan dalam pemeriksaan pasien rapid test bagi penumpang penerbangan. Dari lokasi, petugas menyita sejumlah alat kesehatan diduga bekas pakai yang digunakan untuk rapid test.

Plt Exceutive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Bandara Kualanamu, Agoes Soepriyanto, membenarkan adanya penggerebekan yang dilakukan di ruang layanan rapid test.

“Ya, infonya tim dari Polda Sumut yang melakukan pemeriksaan di area mazzenin tempat pemeriksaan rapid test,” katanya.

Dari hasil penggerebekan itu, Agoes mengungkapkan ada lima yang diamankan, termasuk bagian kasir, administrasi serta beberapa petugas kesehatan.

“Untuk sementara lokasi pelayanan rapid test ditutup. Kita mengimbau kepada warga yang hendak bepergian melalui Bandara Kualanamu agar melakukan rapid test di tempat lain,” pungkasnya. (Ik)

Views


INTAIKASUS.COM, (Deli Serdang) - Abdullah Chaniago (90) sekarat akibat dibacok anak kandungnya bernama Amran (45) warga Blok I, Gang Pancasila, Dusun IV, Desa Dalu Sepuluh A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (18/4/2021) sekitar pukul.19.30 WIB. 

Abdullah terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Grendmed di Lubuk Pakam karena mengalami luka dikepalanya akibat dibacok anaknya.

Informasi dihimpun, menurut keterangan dari warga setempat bahwa Amran sudah lama mengalami gangguan jiwa dan dikuatkan oleh Fasilitator SLRT Dinas Sosial Deli Serdang atas nama Indra, bahwa pelaku pernah dibawa berobat ke Rumah Sakit Jiwa pada tahun 2018 yang lalu.

Saat ini Amran dibawa ke RSUD Deli Serdang karena mengalami luka-luka dikepala akibat lemparan batu dan pukulan dari massa. Sedangkan Abdullah Chaniago dalam perawatan di Rumah Sakit Grenmed Lubuk Pakam mengalami luka bacok dikepala.

Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang dan Pemerintah Kecamatan Tanjung Morawa, membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif, mengamankan pelaku dari amukkan massa dan membawa berobat akibat luka yang dideritanya dari lemparan dan pukulan dari massa serta berkoordinasi dengan Pihak Dinas terkait sehubungan dengan tindak lanjut terhadap pelaku, sebab pelaku mengalami gangguan jiwa.

Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol Muhammad Firdaus SIK, MH, ketika dikonfirmasi, Senin (19/4/2021) siang menyebutkan, jika pelaku sudah diamankan di Polresta Deli Serdang.

“Memang ada informasi awal jika pelaku mengalami gangguan jiwa, tapi untuk memastikannya kita harus memeriksa keluarganya apakah memang pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak. Soal motifnya masih didalami,” sebutnya. (Rel/Red)
Views


INTAIKASUS.COM, (Deliserdang) - Mengantisipasi keributan antar remaja saat asmara subuh dan balap liar di bulan suci Ramadan, Polresta Deli Serdang melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan salah satunya melakukan patroli pada subuh.

Menurut Kasubbag Humas Polres Deli Serdang, AKP Ansari, hal ini dilakukan sebagai bentuk mengantisipasi keributan antar kelompok remaja saat subuh maka patroli yang dilakukan ke sejumlah tempat yang dianggap rawan Kamtibmas.

Bahkan, jalan menuju Bandara KNIA juga menjadi salah satu sasaran patroli. Pasalnya, wilayah tersebut kerap dijadikan lokasi balap liar anak-anak remaja.

Dia menambahkan, patroli saat subuh hari akan rutin dilakukan selama bulan suci Ramadan. Dalam pelaksanaan patroli, petugas juga memberi imbauan protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran copid-19.

“Himbauan secara rutin setiap pagi subuh dilakukan kepada remaja yang keluar dan berkumpul,” ujar dia, Jum’at (16/4).

Sejauh ini, pihaknya belum memberikan sanksi kepada para remaja yang ditemui saat asmara subuh. Namun apabila terjadi keributan yang disebabkan oleh para remaja saat asmara subuh, pihaknya dengan tegas akan mengambil sikap.

“Petugas akan memberikan nasehat kepada remaja yang berkumpul saat subuh hari,” tukasnya. (Rn/Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (Percut Sei Tuan) - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Polsek Percut Sei Tuan menggelar Razia Ops Yustisi disejumlah cafe remang-remang, yang berlokasi di kawasan tanah garapan Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (10/4/2021) malam.

Pelaksanaan dipimpin langsung Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Janpiter Napitupulu, SH, MH, didampingi Kanit Lantas Percut Sei Tuan, Iptu S. Ramadhan dan Panit Reskrim Iptu Bakri, SH, serta puluhan Personel dari Brimob Polda Sumut.

Kapolsek Percut Seituan AKP Janpiter Napitupulu, SH, MH mengatakan, pihaknya menghimbau kepada pemilik/pengelola tempat hiburan malam, atau Cafe remang-remang yang ada di wilayah hukum (wilkum) Polsek Percut Sei Tuan, agar Menutup tempat Hiburan selama Bulan Suci Ramadhan, karena itu akan mengganggu kekhusuk’an Umat Muslim dalam menjalankan Ibadah Puasa dan Sholat tarawih", tegas AKP Janpiter Napitupulu.


AKP Janpiter Napitupulu, SH, MH., menambahkan,  Giat Ops Yustisi ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan (Bulan Puasa) dan dalam upaya membasmi penyakit masyarakat (Pekat).

Dari hasil pelaksanaan Ops Yustisi petugas menyita lusinan minuman keras dalam kemasan botol, serta puluhan sepeda motor, (karena pemiliknya tidak dapat menunjukkan surat-surat bukti kepemilikan kendaraannya.

"Giat Ops Yustisi ini sebagai wujud memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat menjalankan ibadah puasa", tandas AKP Janpiter Napitupulu, SH.MH. (Rina/Red)

Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kapolsek Percut Sei Tuan meninjau lokasi kejadian pasca kejadian angin puting beliung yang melanda Desa Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang,  pada Rabu (7/4/2021) kemarin.

Kedatangan Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Jan Piter Napitupulu bersama rombongan terlihat turut membagikan beras bagi korban angin puting beliung.

Kepada wartawan, AKP Jan Piter Napitupulu mengatakan, Polsek Percut Sei Tuan saat ini sedang mendatangi warga yang terkena musibah  angin puting beliung yang terjadi pada 7 April 2021 pada pukul 15.00 WIB.

Saat ini kami berada di sini, memberikan sembako kepada saudara-saudara yang terkena musibah. Semoga dengan bantuan ini dapat membantu bapak ibu yang terkena bencana alam. mudah-mudahan rekan lainya turun ke sini untuk memberi bantuan," ujarnya, Kamis (8/4/2021).

Lanjut Kapolsek, pihaknya juga meningkatkan keamanan di wilayah yang terkena dampak angin puting beliung.

"Untuk menjamin keamanan kami dari Kepolisian akan berupaya semaksimal mungkin untuk kamtibmas ini terjamin sebaik-baiknya. Kami akan menempatkan Bhabinkamtibmas dari desa yang terdekat akan kita geser  kesini dengan melakukan LKMD. Posko-posko telah disiapkan Polsek Percut Sei Tuan. Ini langkah awal yang dilakukan saat ini," katanya.

Masih dikatakan Jan Piter, sesuai dengan laporan dari Intel Percut Sei Tuan, untuk jumlah korban terkena bencana musibah sejumlah 45 rumah. "Yang kita terima belum ada yang luka korban pada peristiwa ini. Saat ini kita berikan sembako sebanyak 45 rumah," pungkasnya. (Rn/Red)


Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kapolsek Medan Area Kompol Faidir, SH, MH, didampingi Kanit Reskrim Iptu Rianto, SH, MAP, beserta Ketua Ranting Bhayangkari Medan Area NY. Faidir dan anggota, melaksanakan anjangsana/ Silaturahmi mengunjungi kediaman Aiptu T.P. Silalahi, jabatan Kasikum Polsek Medan Area yang telah mengalami Musibah kebakaran.

Telah Terjadinya musibah kebakaran Pada hari Rabu, tanggal 7 April 2021 sekira pukul 15.30 Wib, akibat hujan deras mengguyur Kota Medan sekitarnya, pada saat bersamaan tiba-tiba petir menyambar aliran listrik ruang tamu rumah dinas Polri Aspol Selambo yang dihuni oleh Aiptu T.P. Silalahi dan keluarga, sehingga terjadi kosleting listrik penyebab terjadinya kebakaran yang menghanguskan seluruh dinding dan Plafon bangunan ruangan tamu serta isinya, perabotan rumah, yang mengakibatkan kerugian materil lebih kurang sebesar Rp. 50.000.000.,- (lima puluh juta rupiah).

Pada kegiatan Anjangsana tersebut, Kapolsek Medan Area Kompol Faidir, SH, MH, menyerahkan Tali Asih berupa dana bantuan untuk perbaikan pembangunan kembali ruangan tamu yang telah hangus terbakar.

Pada kesempatan Anjangsana tersebut Kapolsek Faidir SH MH, mengatakan “Pemberian taliasih tersebut jangan di lihat dari nilainya, tapi itu adalah sebagai  wujud perhatian  Pimpinan kepada anggota yang sedang tertimpa musibah”, ucap nya.

Adapun kegiatan dilaksanakan Pada hari Kamis tanggal 8 April 2021, pukul 11.00 Wib S/d 12.00 Wib, di Asrama Polisi Selambo, jalan Selambo Raya Kelurahan Amplas Kecamatan Medan Amplas ( Wilkum Polsek Patumbak).

Kegiatan Anjangsana dan Silaturahmi telah selesai dilaksanakan dengannsituasi aman terkendali. (Rel)

Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Polda Sumut dalam hal ini Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan oleh OTK yang terjadi di Jln. Yos Sudarso KM 13 didepan SPBU Martubung Kel. Besar, Kec. Medan Labuhan.

Penembakan tersebut terjadi pada hari Minggu tanggal 28 Maret 2021 sekira pukul 02.00 wib, dan mengakibatkan satu orang warga bernama Mhd Ridho Gufa (37) meninggal dunia. 

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi saat dikonfirmasi mengatakan, korban mengalami luka tembak pada bagian kepala belakang tembus kekening kepala bagian depan sehingga nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia ditempat.

"Kami menerima informasi dari masyarakat pada hari Minggu tanggal 28 Maret 2021 sekira pkl 02.00 wib telah terjadi penembakan oleh OTK tepatnya didepan SPBU Martubung. Segera setelah mendapat informasi anggota berangkat menuju ke TKP", jelas Kombes Pol Hadi.

Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan saat ini telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saki yakni Aditia Prayoga (20), Mahatir Alvin (24), Sugeng (35), Aldo Lazio (20), serta Muhsinin Als Ivan (33). 

Berdasarkan hasil interogasi para saksi, diketahui bahwa sebelum terjadi penembakan, korban sedang melakukan balapan liar bersama beberapa orang rekan-rekannya. Tiba-tiba terdengar 2 (dua) kali suara tembakan dari arah belakang dan korban langsung terjatuh di TKP.

"Selanjutnya rekan-rekan korban membawa korban ke RS Delima yang jaraknya tidak jauh dari TKP dengan menggunakan mobil Ambulance RS Delima namun nyawa korban sudah tidak tertolong", ucap Kombes Pol Hadi.

Turut diamankan barang bukti berupa 1 (satu) unit sepeda motor yamaha RX King warna hitam list merah coklat, tanpa plat depan dan belakang, 1 (satu) unit sepeda motor Kawasaki Ninja 150 warna hitam kombinasi jingga dan 2 (dua) buah selongsong peluru.

"Korban telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Saat ini kami juga tengah mencari saksi-saksi lain yang ada di TKP. Polres Pelabuhan Belawan juga berkoordinasi dengan Dit Reskrimum Polda Sumut guna menyelidiki pelaku penembakan", ucap Kombes Pol Hadi. (Red)
Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Berawal informasi dari masyarakat, bahwasanya ada satu orang laki-laki tergeletak tidak sadarkan diri di jalan Wahidin di depan Toko Sinar Baru, Kel. Pandahulu, Kec. Medan Area, Medan, Sumatera Utara, Selasa (23/3/2021), pukul 10.00 WIB.

Mendapatkan informasi tersebut, selanjutnya dengan gerak cepat unit piket Reskrim dan unit piket Satuan Lalulintas Polsek Medan Area Polrestabes Medan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Dan memang benar kejadian tersebut ada ditemukan satu orang laki-laki tergeletak tidak sadarkan diri di pinggir jalan. 

Kemudian Personil Polsek Medan Area membawa anak laki-laki tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Polisi Daerah Sumatera Utara (Poldasu).

Korban yang ternyata diketahui bernama Gilang (16) warga di Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, Kotamadya Medan, Sumatera Utara, tersebut akhirnya dapat sadarkan diri setelah dilakukan tindakan penanganan yang cepat
oleh personil Rumah Sakit Bhayangkara Poldasu.

Gilang dengan lirih menceritakan,  "bahwa dia adalah sebatang kara, kedua orang tuanya sudah meninggal dunia dan dia adalah anak tunggal, selama ini penghidupan beliau tidur berpindah dari mesjid ke mesjid," katanya. (Rn)

Views


INTAIKASUS.COM, (MEDAN) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara terus menggalakkan pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Medan dan sekitarnya. 

Kegiatan PPKM mikro yang dipimpin langsung Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Suheru, dengan pembagian waktu kegiatan pagi, siang, dan malam berdasarkan 10 rayon yang dianggap zona orange Covid-19.

Dalam kegiatan pengetatan PPKM mikro itu Polda Sumut menurunkan 108 personil gabungan. Adapun 10 rayon yang menjadi titik fokus PPKM yakni Kecamatan Medan Area.

Kemudian Medan Kota, Medan Timur, Medan Baru, Medan Barat, Percut Seituan, patumbak, Delitua, Medan Sunggal dan Medan Helvetia. 

Dari sejumlah lokasi personil yang bertugas melaksanakan pengetatan PPKM mikro itu menindak 38 tempat usaha yang terbukti melanggar aturan protokol kesehatan serta masih mendapati 100 orang yang tidak memakai saat beraktifitas di luar rumah. 

Selain menindak tempat usaha yang melanggar prokes, Sat Brimob Polda Sumut turut melaksanakan penyemprotan desinfektan di enam lokasi dalam menghambat penyebaran klaster baru Covid-19 serta sebanyak 100 kali memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap patuh menerapkan protokol kesehatan. 

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, Selasa (23/3), mengatakan Polda Sumut bersama jajaran akan secara terus menerus melaksanakan Operasi Yustisi dalam pengetatan PPKM mikro serta penerapan protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

“Kita akan kuatkan pengawasan dan Operasi Yusitisi di zona yang berdasarkan hasil maping Polda sumut dan satgas covid 19 masih merah, agar masyarakat Patuh dan terpenting adalah masyarakat kita sehat terhindar dari bahaya covid 19,” tegasnya.

“Karena itu diharapkan masyarakat dapat mematuhi imbauan pemerintah dengan menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah, mencuci tangan dan menjaga jarak, hindari kerumunan,” pungkasnya. (Red/Rel)
Views


INTAIKASUS.COM, (Sei Bilah) - Sungguh biadab prilaku oknum aparat di Langkat berinisial AA ini, karena tega melakukan dugaan pelecehan terhadap seorang bocah ingusan sebut saja Mawar, dengan dalih untuk membuat rekaman video Tik Tok, Kamis (18/03/2021) sore.

Peristiwa itu terjadi, ketika Mawar sedang bermain bersama empat temannya di sekitar tempat oknum AA bertugas.

Melihat keriangan bocah ingusan itu, lantas oknum AA mamanggil korban dan temannya untuk bermain bersamanya. 

Sejurus kemudian, oknum AA menyuruh bocah laki - laki teman Mawar membelikan kwaci ke warung terdekat.

Melihat adanya kesempatan, oknum AA langsung melampiaskan nafsu setannya, dengan meraba raba alat kelamin korban yang masih duduk di bangku SD itu.

"Tekejut kali aku begitu mendengar anak ku jadi korban nafsu setan oknum itu," ungkap orang tua korban Mawar ketika dihubungi melalui sambungan telepon seluler.

Mendengar anaknya jadi korban pelecehan, orang tua Mawar yang pada saat itu sedang berada di tempat berbeda, langsung bergegas menuju lokasi kejadian. 

Disana, Mawar menceritakan kalau dirinya dipangku oleh oknum AA dan kemaluannya  diraba-raba dengan alasan mau membuat video Tik-Tok. 

"Gitu saya sampai, warga sudah ramai di tempat oknum AA bertugas. Aksi bejatnya itu sempat direkam oknum AA dengan kamera HP nya, tapi begitu  hp-nya diperiksa, video itu telah dihapusnya. Hancur kali perasaanku gitu dengar anakku dilecehkan," umpat orang tua korban.

Kepada orang tua Mawar, oknum AA sempat meminta maaf dan mengaku khilaf dan menyesal telah melakukan pelecehan tersebut.

 "Sekarang dia (oknum AA) sudah dibawa oleh petugas Intel kedinasannya. Aku minta agar dia diproses sesuai hukun yang berlaku. Gak terima kali aku, anakku dilecehkan seperti itu," geram orang tua Mawar.

Sementara, seorang perwira atasan oknum AA ketika dikonfirmasikan membenarkan peristiwa tersebut. 

" Saya sangat menyayangkan kejadian ini dan oknum AA sudah mengakuinya. Yang jelas, pelecehan terhadap anak dibawah umur adalah pelanggaran berat. Sekarang AA sudah diamankan untuk diproses," jelasnya.

Camat Setempat Muhammad Iqbal SE membenarkan adanya peristiwa pelecehan yang dialami warganya itu. Dia berharap, oknum AA bisa diproses sesuai dengan peraturan perundang undang -undangan yang berlaku.

"Padahal oknum itu rajin berbaur dengan masyarakat sekitar, dengan menggelar gotong royong. Gak nyangka juga sampai seperti ini. Tadi oknum AA sudah dibawa petugas. "Semoga bisa diproses sesuai hukum agar kejadian ini tidak terulang dikemudian hari," sebutnya. (AVID/RED)
Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Medan) - Warga Jalan Raya Menteng, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai mendadak heboh penemuan jenazah bayi oleh wanita sakit jiwa di bantaran Sungai Denai.

Seorang bayi laki-laki yang diperkirakan berumur 5 hari, ditemukan warga di bawah jembatan Sungai Denai Jln. Raya Menteng Kel. Binjai Kec. Medan Denai, pada Minggu (14/3/2021) Sekira Pukul 10.00 Wib.

Namun bayi yang ditemukan masih dalam keadaan bernyawa tersebut akhirnya meninggal dunia setelah dievakuasi ke RS Ridos.

Berawal personil Unit Reskrim Polsek Medan Area menerima laporan dari masyarakat adanya penemuan bayi berjenis kelamin laki - laki di bawah Jembatan Sungai Denai Jln. Menteng Raya Kel. Binjai Kec. Medan Denai dan telah diamankan ke RS. RIDOS Jln. Menteng VII.

Selanjutnya meluncur ke RS. RIDOS dan menemukan bayi telah meninggal dunia. Berdasarkan keterangan dokter jaga di RS. RIDOS yakni Dr. Fauzi, bahwa pada saat bayi dibawa ke rumah sakit masih bernyawa dan sekira pukul 11.22 Wib bayi dinyatakan meninggal dunia.

Kemudian petugas kembali meluncur ke TKP bayi pertama kali ditemukan dan mengamankan seorang perempuan tanpa identitas (diduga mengalami gangguan kejiwaan). 

Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan dari saksi dan masyarakat sekitar bahwa sekira pukul 10.00 Wib masyarakat melihat wanita tanpa identitas tersebut menggendong seorang bayi kemudian masyarakat berusaha membujuk dan mengambil bayi tersebut.

Kemudian Saksi an. Nova Azizah Manurung membawa bayi (masih bernyawa) tersebut ke RS. Ridos, selanjutnya kepling 16 Binjai an. Muklis memanggil ambulance PMI dan sekira pukul 13.06 Wib wanita tanpa identitas beserta bayi yang dinyatakan sudah meninggal tersebut dibawa ke RS. Pirngadi Medan untuk mendapatkan pertolongan. 

Kapolsek Medan Area Kompol Faidir, SH, MH melalui Kanit Reskrimnya Iptu Arianto, SH, Senin (15/3/2021) menyampaikan, dari hasil interogasi yang dilakukan terhadap wanita tanpa identitas tersebut, dirinya mengaku pada Rabu tanggal 10 Maret 2021 sekira pukul 01.00 Wib, melihat 2 (dua) orang yakni laki dan perempuan berboncengan menggunakan sepeda motor warna merah dan menggunakan masker membuang bungkusan plastik warna hitam dari atas jembatan sungai Denai. Selanjutnya pergi meninggalkan lokasi.

Kemudian wanita tanpa identitas yang melihat kejadian langsung mengambil bungkusan plastik tersebut dan menemukan seorang bayi dengan ari-arinya dibalut kain dan didalam plastik terdapat batu sebagai pemberat. 

Kemudian bayi tersebut dibawa - bawa oleh wanita tanpa identitas tersebut selama beberapa hari hingga akhirnya bayi tersebut diamankan oleh warga yang melihat.

"Kita sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi serta mendatangkan tim INAFIS Polrestabes Medan guna melakukan identifikasi, saat ini kasusnya masih kita selidiki", tandas Iptu Rianto. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Deliserdang) - Seorang ibu rumah tangga ditemukan tewas tergantung dengan seutas tali di pintu kamar mandi rumahnya, Dusun II, Desa Marjandi Pematang, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (11/3/2021) sekira pukul 10.30 WIB.

Jasad wanita yang diketahui bernama, Enike boru Sinulingga (30) itu ditemukan sudah tergantung oleh ibu kandungnya sendiri, Rosiana boru Ginting. Temuan itu spontan membuat nenek 60 tahun itu histeris.

Buru-buru ia mencoba memotong tali yang masih mencekik leher anaknya dan menurunkan Enike guna berusaha menyelamatkan nyawanya. Karena tak juga bangun, Rosiana lalu menyiramkan air ke wajah anaknya itu agar terkejut dan sadar, akan tetapi anaknya itu sudah tak bernyawa lagi.

Padahal Rosiana baru pulang mencari kayu bakar di ladang miliknya. Saat berangkat dari rumahnya itu, Rosiana meninggalkan anak dan cucunya yang baru berusia 1 tahun, dalam kondisi baik. Namun sepulangnya, ia tak menyangka Enike nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali di pintu kamar mandi rumah mereka.

Kesedihan Nenek Rosiana pun semakin teriris begitu melihat Elo, bayi berusia 1 tahun yang merupakan cucunya dari Enike terus menangis tak jauh dari jasad ibunya yang telah kaku tergantung.

Disitu ia tak kuasa menahan kesedihan akan nasib cucunya. Sebelumnya ia sempat curiga pada saat baru pulang dari ladang. Sebab, begitu masuk ke dalam rumah, suara tangisan Elo terdengar nyaring. Ternyata firasat aneh di fikirannya terbukti. Dibalik tangisan cucunya itu, Enike anaknya sudah tewas tergantung.

Jerit tangis Rosiana pun pecah. Warga disana ceoat-cepat datang. Melihat kejadian itu, Wakina Zaskia boru Tarigan yang merupakan warga sekitar memanggil warga lainnya, Karinta boru Saragih. Kejadian itu sempat membuat geger warga disana hingga polisi dari Poksek Gunung Meriah Polresta Deli Serdang datang ke lokasi.

Dari hasil pemeriksaan luar sementara yang dilakukan tim  Inafis dari Polresta Deli Serdang dibantu polisi, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka memar pada tubuhnya.

Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, Kompol Mhd Firdaus SIK kepada wartawan, Jum’at (12/3/2021) menjelaskan, bahwa keluarga korban keberatan untuk dilakukan autopsi dan tidak keberatan dengan kejadian yang dialami korban. Selain itu, Firdaus menyatakan, korban diduga depresi karena ditinggal suaminya.

“Penyebabnya diduga korban depresi karena sudah tiga bulan pisah ranjang dengan suaminya. Pun begitu, polisi tetap mengamankan seutas tali nilon dalam keadaan simpul mati yang telah dipotong, 1 kursi kayu (mane-mane), pakaian korban berupa 1 helai baju kaos warna merah bertuliskan Lovely Girl, dan 1 helai celana warna krem corak hijau merah untuk dijadikan barang bukti," terang Kompol Mhd Firdaus. (Red)

Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Tiga remaja diamankan tekab Polsek Medan Area dari lokasi tawuran di Jalan Tangguk Bongkar, Mandala, Medan, Rabu (10/3/2021). Aksi tawuran lempar batu tersebut menimbulkan keresahan dan ketakutan warga, sehingga petugas pun turun ke lokasi.

Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chaniago SH MH melalui Kanit Reskrim Iptu Rianto SH menjelaskan, Polsek Medan Area yang menerima laporan dari masyarakat karena adanya peperangan aksi tawuran dari kedua kelompok remaja yang saling lempar, selanjutnya memerintahkan Tekab Unit Reskrim turun ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang dimaksud.

"Aksi anak-anak ini kerap mengganggu kenyamanan warga, mereka sering ribut di Jalan Mandala, tepatnya di depan Jalan Tangguk Bongkar," kata Iptu Rianto SH kepada wartawan. 

Dengan adanya laporan dari pihak warga sekitar, sambung Rianto, Polsek Medan Area langsung bergerak menuju ke lokasi kejadian. Melihat kehadiran petugas, puluhan remaja ini langsung kabur. Mereka berlarian menyelamatkan diri dari kejaran petugas. Ada yang masuk ke dalam lorong jalan, ada sembunyi di rumah orang. Akhirnya, petugas berhasil menangkap 3 orang tepat didepan jalan Jermal 1, Kecamatan Medan Denai.

"Kami berterimakasih kepada warga atas laporannya. Anak-anak ini akan kami beri edukasi agar tak mengulang perbuatan serupa,'' tandasnya. (Rn)

Views

INTAIKASUS.COM, (Percut Seituan) - Polsek Percut Sei Tuan Polrestabes Medan laksanakan giat Operasi Yustisi di Cafe dan tempat hiburan malam di Dusun VIII, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (7/3/2021) sekitar pukul 00.15- 02.00 Wib.

Giat Yustisi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Jan Piter Napitupulu SH. MH, didampingi Kanit Reskrim AKP Mambela Karo Karo, Panit 1 Intel Polsek Percut Sei Tuan Iptu Syahrul Nasution, 10 Personel Polsek Percut Sei Tuan dan 10 Personel Brimob, lakukan
penegakan dan pendisiplinan Protokol kesehatan kepada para pengunjung cafe, dengan sopan dan santun melakukan himbauan kepada para pengunjung cafe untuk tetap mematuhi Protokol kesehatan.

Kapolsek Percut Sei Tuan, ÀKP Jan Piter Napitupulu SH. MH, kepada awak media mengatakan, Pelaksanaan Operasi Yustisi ini kami lakukan secara rutin dan melaksanakan Patroli gabungan untuk menegakkan disiplin Protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Dalam kesempatan tersebut, kami juga melakukan razia tentang Pekat (Penyakit masyarakat) seperti miras, ini semua dilakukan untuk menciptakan wilayah hukum (wilkum) Percut Sei Tuan yang aman dan sejuk,” ujarnya.

Semoga, sambung Kapolsek,  dengan semakin seringnya dilakukan Operasi penegakkan Protokol kesehatan ini diharapkan peneyabaran virus corona dapat dikendalikan, sehingga kita dapat hidup normal kembali tanpa gangguan Covid-19, sekaligus untuk menekan angka kriminal,” tegasnya. (Rina)

Views


INTAIKASUS.COM, (Sumbul) - Sertu Jamansen Sinaga anggota Babinsa Koramil 01/Sbl dengan sigap membantu pencarian korban hanyut atas nama Irvan Kaloko (20), bersama Tim SAR, BPBD, dan Bhabinkamtibmas serta Masyarakat di Kecamatan Pegagan Hilir Kabupaten Dairi, Jumat (5/3/2021).

Bernard Lingga salah satu warga yang kebetulan melihat ada beberapa pemuda main di sekitar tepi sungai, namun karena kondisi air sungai surut anak sering main di sekitar lokasi.
“Ya saat itu air sedang surut, jadi  beberapa pemuda banyak main di sungai itu,” katanya.

Saat itu Parlahutan Kaloko Orang Tua Korban mencari anaknya namun ditemukannya pakaian di pinggir sungai tersebut. Setelah di cari tidak ditemukan, warga menyampaikan jika tadi ada beberapa pemuda mandi di sungai tersebut.

Lalu Babinsa Sertu Jamansen Sinaga dan Tim Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri  dan BPBD, beserta warga sekitar ikut mencari keberadaan korban dengan peralatan tradisional berupa jaring dan perahu, pada pukul 09.00 Wibb upaya Tim Gabungan membuahkan hasil, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh disekitar perkiraan lokasi korban mandi, dimana korban tersangkut di jala ikan masyarakat yang ikut membantu mencari korban.

Babinsa Sertu Sinaga membantu evakuasi Korban untuk di bawa ke rumah duka Kecamatan Pegagan hilir untuk disemayamkan.

“Korban ditemukan tak jauh dari lokasi bermain, dan saat ini korban akan disemayamkan dirumah duka,” jelas Sertu Sinaga. (Penrem023/KS)