.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Iklan

Iklan

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views


INTAIKASUS.COM, (MEDAN) - Menindak lanjuti instruksi Kapolri dalam rangka pemberantasan Pungli/ Premanisme, Polsek Medan Baru berhasil menangkap 43 pelaku aksi premanisme dan pungli di seputaran wilayah hukum Polsek Medan Baru, Sabtu (12/6/2021).

Razia yang dipimpin Waka Polsek Medan Baru AKP Ully Lubis SH didampingi Kanit Reskrim Iptu Irwansyah Sitorus SH MH serta Panit II Reskrim Ipda Regi Manda dan puluhan personel menyisir ke beberapa lokasi yang kerap terjadi aksi premanisme dan meresahkan warga akibat melakukan pungutan liar (pungli).

Alhasil sebanyak 43 orang yang terdiri dari 41 orang parkir liar dan 2 orang sebagai Pak Ogah diamankan petugas dari beberapa lokasi yang ada diwilayah hukum Polsek Medan Baru.

Usai diamankan, 43 orang tersebut dilakukan pendataan dan pembinaan di halaman Polsek Medan Baru yang kemudian dibagikan Masker serta Hand Sanitizer guna menerapkan Protokol Kesehatan.

"Ke 43 orang tersebut diamankan, karena tidak ada legalitas, tidak memakai seragam resmi parkir, serta tidak memiliki dokumen lengkap sebagai tukang parkir," kata Waka Polsek Medan Baru AKP Ully Lubis SH.

Untuk itu, Waka Polsek Medan Baru mengatakan demi kepentingan kenyamanan masyarakat, petugas Polsek Medan Baru melaksanakan razia penertiban premanisme yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

"Razia ini akan terus kita laksanakan guna memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi lagi namanya pungutan liar (pungli)," pungkasnya. (Rel/Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Percut Sei Tuan) - Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pungli, jambret, dan pelemparan batu terhadap pengendara di pintu Tol Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung. Polsek Percut Sei Tuan bergerak cepat meringkus para pelaku yang sudah meresahkan warga sekitar. 

"Kita meringkus delapan orang yang melakukan aksi pungli, jambret dan melempar batu ke arah pengendera," kata Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Napitupulu SH MH kepada awak media di kantornya, Jumat (11/6/2021) malam. 

Tak hanya itu, lanjut Janpiter, Tim juga berhasil menciduk penjambret telepon genggam milik warga, yang videonya sempat viral di media sosial (Medsos). Namun, ia belum merinci identitasnya karena masih dalam pengembangan guna memburu pelaku lainnya. 

"Pelaku jambret yang viral di Medsos sudah kita amankan satu orang. Kita sedang mengejar yang lain karena identitasnya telah diketahui. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita ungkap", ucap Janpiter. 

Janpiter menjelaskan, pelaku ini kerap beraksi di jalan tol dan mereka selalu memantau calon korbannya. Begitu korban terlihat menerima panggilan, pelaku dari arah belakang langsung  merampas teleponnya. 

"Kemudian, Ia berlari ke arah temannya yang sudah menunggu di atas sepeda motor. Mereka lalu kabur menuju jalan-jalan yang aman," ujarnya. 

"Kita juga telah menangkap seorang penampung barang hasil kejahatan dari pelaku," sambungnya. 

Dari tes urine, tujuh dari delapan pelaku dinyatakan positif narkoba. Mereka membeli sabu dan lem menggunakan uang hasil kejahatan yang dilakukan. 

"Demi menjaga keamanan di wilayah Percut Sei Tuan, Kita akan melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan, siapapun itu," tegasnya mengakhiri. (Rel/Rn)
Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) – Petugas penitipan Barang Rutan Kelas I Labuhan Deli berhasil menggagalkan penyelundupan Handphone yang coba di selundupkan melalui plastik gula oleh pengunjung yang hendak menitipkan makanan kepada WBP di dalam Rutan, Kamis (3/6/2021).

Untuk menitipkan makanan dan barang kepada warga binaan, pengunjung harus mengikuti prosedur dari Pihak Rutan Kelas I Labuhan Deli, salah satunya adalah penggeledahan oleh petugas penitipan barang.

Kepala Rutan Kelas 1 Labuhan Deli, Nimrot Sihotang menyebutkan kepada awak media, awal kronologisnya barang yang hendak dititipkan untuk warga binaan berinisial L di periksa oleh petugas, terlihat gerak gerik yang mencurigakan dari pengunjung yang kelihatan gelisah dan seperti tidak mau barangnya untuk di geledah, Kamis (10/6/2021) Sekira pukul 21:35 Wib.

“Benar saja ketika di geledah di temukan satu unit Handphone jenis Samsung GT E-1272 di dalam plastic gula ukuran setengah kilogram. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pengunjung pun mengakui bahwa Handphone tersebut miliknya dan akan di berikan kepada WBP berinisial L yang meminta Handphone kepadanya, ” ujar Nimrot.

Untuk tindak lanjut petugas Rutan, Handphone yang di selundupkan sudah di sita oleh Staff Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) untuk di musnahkan. Sedangkan untuk pengunjung diberi sanksi tidak boleh menitipkan barang dan makanan selama kurun waktu 2 minggu serta untuk warga binaan berinisial L diberikan sanksi tutupan sunyi sesuai dengan Permenkumham RI No. 6 Tahun 2013. (Rn)

Views

INTAIKASUS.COM, (Labuhan Deli) - Polsek Medan Labuhan kembali mengamankan mesin judi ketangkasan tembak ikan di Jalan Veteran Pasar VIII, Desa Manunggal, Kelurahan Mabar, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Rabu (9/6) pukul 01.30 WIB dini hari.

Penertiban mesin judi berawal dari informasi yang diperoleh dari masyarakat. Selanjutnya petugas Polsek Medan Labuhan langsung turun ke lokasi dan mengamankan 1 (satu) unit Mesin Ikan yang di kelola oleh inisial I.T (37) warga Jln. RPH Lingk VII Lorong, Kelurahan Mabar, Kec. Medan Deli.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari mengatakan, mesin judi itu mereka amankan atas informasi dari masyarakat yang selama ini warga resah dengan aktivitas perjudian di lokasi tersebut, sehingga pihaknya turun tangan melakukan penertiban.

“Mesin judinya sudah kita amankan di kantor (Polsek). Hal ini kita lakukan untuk mengantisipasi yang tidak diinginkan, makanya kita langsung ke lokasi dan mengamankan mesin tersebut,” ucapnya.

Lanjut dijelaskan orang nomor satu di Mapolsek Medan Labuhan ini, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk merespon setiap laporan warga mengenai Kamtibmas.

“Kami akan berusaha merespon segala laporan warga berkaitan dengan Kamtibmas di wilayah hukum kita, karena itu sudah perintah dan intruksi dari pimpinan,” tandasnya. (Rn)

Views


INTAIKASUS.COM, (Deli Serdang) – Warga Dusun III Desa Ramunia I, Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang dibuat heboh, kenapa tidak, pasalnya mereka mendapat kabar bahwa telah ditemukan mayat berjenis kelamin laki-laki yang tergeletak di dalam sawah, Senin (07/06/2021).

Mayat tanpa identitas tersebut ditemukan di sawah milik salah satu warga. Penemuan jasad korban pertama kali diketahui ketika salah seorang warga bernama Samuel Siboro turun ke sawahnya hendak memupuk padi. Tiba-tiba Samuel Siboro melihat ada sesosok mayat dalam posisi telungkup di sawah milik Redianto Sitanggang, warga Desa Sidoarjo 2 Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang.

Pada saat ditemukan, mayat yang diperkirakan berusia 40 tahunan itu memakai celana ponggol warna hitam. Mendapati temuan yang mengejutkan tersebut, kemudian Samuel Siboro langsung memanggil warga lainnya untuk melihat jasad korban dan memberitahukan temuan jasad korban ke Kepala Dusun III Desa Ramunia I.

Mendapat kabar ada penemuan mayat, Kepala dusun III Desa Ramunia I, Maston Situmorang yang tiba di lokasi langsung mengabarkan kepada pemilik sawah bernama Redianto dan personil Polsek Pantai Labu, Polresta Deli Serdang. Tidak berapa lama, Tim Inafis Polresta Deli Serdang dipimpin Aipda Edi Winata yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP yang dilakukan Tim Inafis Polresta Deli Serdang, didapati bahwa korban mengeluarkan darah di bagian mata kiri, dengan seluruh tubuh bergelimang lumpur dan diperkirakan telah satu malam terkapar di sawah milik Redianto Sitanggang.

Untuk keperluan visum mengenai penyebab meninggalnya korban, Tim Inafis Polresta Deli Serdang membawa jasad korban ke RSUD Deli Serdang dengan menggunakan mobil ambulans milik puskesmas Desa Ramunia II.

Saat dikonfirmasi,Kapolsek Pantai Labu Polresta Deli Serdang, Iptu Sopar Sitorus membenarkan temuan mayat itu.

“iya benar ada di temukan mayat yang tergeletak di sawah, berjenis kelamin laki-laki tidak memakai baju dengan celana pendek warnah abu-abu dengan kombinasi biru dongker. Untuk barang-barang di lokasi kita juga mengamankan seperti 1 (satu) buah mancis warna merah, 1 (satu) bungkus rokok Sampurna yang telah dipakai. Untuk penyebab meninggalnya kita masih menunggu hasil visum dari RSUD Deli Serdang”, ujarnya. (Rn/Humas DS)
Views


INTAIKASUS.COM, (MEDAN) - Ketua Komisi I DPRD Medan Rudiayanto Simangunsong, meminta pihak kepolisian untuk bekerja sesuai tugas pokok adan fungsi (tupoksi) dan lebih serius menangani laporan kasus investasi bodong yang baru-baru ini terjadi. Dengan adanya laporan tersebut, para korban sangat berharap besar kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjutinya. 

Dikatakannya, warga yang tadinya berharap mendapat penghasilan lebih dari investasi tersebut, terpaksa harus menelan pil pahit lantaran tertipu bujuk rayu para pelaku. Investasi apapun yang ditawarkan oleh oknum, semua keputusan ada di tangan warga. Tinggal tergantung bagaimana warga menerimanya secara akal atau tidak. 

"Saya meminta warga Medan untuk berhati-hati terhadap investasi-investasi yang ditawarkan itu. Saya berharap warga mempelajarinya dengan baik, kan dunia ini ada digenggaman kita! Investasi-investasi apa namanya itu, kan kita tinggal cari di Google cari tahu jenis investasi yang ditawarkan oknum itu. Jadi kita gak mudah tertipu," ujarnya menyarankan, Senin (7/6).

Lebih lanjut Ketua Fraksi PKS DPRD Medan ini menambahkan, pandemi Covid-19 yang hampir berjalan 2 tahun sudah membuat akal sehat warga tidak lagi menggunakan logika. Dengan menginvestasikan Rp15 juta, berharap mendapat kembalian Rp25 juta dalam jangka waktu tertentu. 

"Di masa pandemi Covid-19 ini banyak usaha warga yang tak jalan. Dibujuk berinvestasi dengan mendapatkan keuntungan, langsung tergiur. Jadi kami minta aparatur bertindak tegas. Kasihan warga, sudah susah-sudah begini tertipu lagi dia," ujarnya. 

Mantan anggota DPRD Tanjung Balai ini menyebut, persoalan investasi bodong bukanlah barang baru di Indonesia. Lima tahun yang lalu sudah mencuat kasusnya dan kerap menjadi perhatian publik. Sebab tidak sedikit kerugian yang dialami warga, bahkan mencapai miliaran rupiah.

"Ditangkapi pelakunya, dihukum. Nanti pindah sana sani pelakunya. Makanya saya meminta kasus ini ditindak tegas, supaya jangan ada lagi investasi-investasi bodong ini. Walaupun yang paling utama bagi saya, masyarakat harus mawas diri. Jangan mudah dikasih angin surga," tandasnya.

Beberapa waktu lalu mencuat kasus investasi bodong yang menyita perhatian warga Medan. Betapa tidak, pelaku Ainike Salim diduga telah menggelapkan uang nasabahnya dengan total mencapai Rp20 miliar. Tak terima dengan tindakan itu, para korbanpun melaporkan pelaku ke Polrestabes Medan, dengan harapan pelaku bertanggung jawab atas aksinya. (Rel)
Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Sejumlah korban investasi bodong dengan terlapor berinisial Aineke Salim, mendatangi Polrestabes Medan di Jalan HM Said, Senin (31/5/2021).

Kedatangan mereka ingin menanyakan perkembangan laporan pengaduan yang dibuat, terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Aineke Salim, di mana total kerugian berkisar Rp20 miliar.

Hingga hari ini, setidaknya ada lima korban yang membuat laporan dengan terlapor Aineke Salim di Polrestabes Medan. Itu masih di luar laporan yang dibuat korban lainnya di Polsek Percut Sei Tuan, dan Polda Sumut.

Dalam melancarkan aksi penipuannya, Aineke Salim meyakinkan para korban dengan cara yang berbeda-beda. Kepada korban yang perempuan, dia mengajak untuk melakukan arisan online.

Sementara korban laki-laki, dia (Aineke Salim-red) meyakinkan korbannya menyetorkan uang kepadanya untuk ikut di sebuah proyek.

Salah satu korban bernama Larasati Ririt Ardina (31) warga Jalan Pasar I Tanjung Sari, Asam Kumbang, mengatakan menyerahkan uang senilai Rp112 juta kepada Aineke Salim, untuk mengikuti arisan online.

Duit itu dia serahkan kepada Aineke Salim di Jalan Sunggal Komplek The Summer Set Regency, Selasa (29/9/2020). Seiring berjalannya waktu, Aineke Salim berulah dan keuntungan yang dia janjikan tidak sepenuhnya diterima oleh Larasati.

Laporan Larasati sendiri tertuang dalam STTP/2432/X/2020 tanggal 1 Oktober 2020. Laporan itu ditandatangani Ka SPKT melalui Kanit II Iptu B Surbakti.

“Kita berharap polisi memproses kasus ini dan Aineke Salim dapat diproses hukum,” katanya.

Kemudian, korban Aineke Salim berikutnya adalah Agung Wirawaskito. Warga Jalan AH Nasution Gang Dame itu diminta untuk menyetorkan uang senilai Rp195 juta, modusnya titip dana untuk sebuah proyek.

“Jadi dia bilang ke saya, titip Rp5 juta nanti akan dikembalikan Rp7 juta. Saya menyetorkannya bertahap mulai awal April 2020. Puncaknya pada bulan Oktober 2020 lalu, saya kasih Rp100 juta,” ungkapnya.

Agung mengingat, dia dan rekan-rekannya yang lain yang juga menjadi korban pernah bertemu dengan Aineke Salim di suatu tempat untuk menanyakan kejelasan dana yang mereka setor.

Saat itu, kata Agung, seorang pria mengaku berinisial B mayakinkan kepada mereka, kalau duit itu ada, namun semua nasabah minta dikeluarkan keuntungan saat bersamaan.

“Jadi B ini masih ada hubungan keluarga dengan Aineke Salim. Kami diminta bersabar. Lalu kami juga pernah menggeruduk kediaman B di Perumahan Puri Regency Jalan HM Joni, saat itu dia mengaku tidak mengenal Aineke Salim,” sebutnya.

Agung menambahkan, dalam waktu dekat dia juga berencana untuk membuat laporan resmi di Polrestabes Medan, dan saat ini dia sedang melengkapi berkas.

“Hari Rabu nanti saya buat laporan, tadi sudah minta saran sama petugas di sana (Polrestabes Medan)," ungkapnya.

Sementara itu, Panit Tipiter Sat Reskrim Polrestabes Medan, Iptu Zikri Sinurat, mengatakan, berkas laporan investasi bodong masih dalam pemeriksaan penyidik.

“Ya benar, tadi para korban mendatangi penyidik menanyakan perkembangan. Sampai saat ini masih diperiksa oleh penyidik,” pungkasnya. (Rel)

Views

INTAIKASUS.COM, (MEDAN) – Masyarakat di Dusun Huta Gur Gur, Desa Aek Tangga, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara dinyatakan sembuh dari terpapar Covid-19 setelah menjalani isolasi mandiri.

Kesembuhan warga itu tidak terlepas dari kerja keras Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, yang selalu intens melakukan monitoring serta koordinasi dengan pemerintah se-tempat dalam menangani masyarakat Dusun Huta Gur Gur yang terpapar Covid-19.

Hal itu dibuktikan ketika Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI Hasanuddin, beberapa waktu yang lalu melaksanakan kunjungan kerja ke Dusun Huta Gur Gur, Desa Aek Tangga, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara.

Dalam kunjunganya, orang nomor satu di Polda Sumut itu memberikan bantuan alat swab antigen kepada petugas medis untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 terhadap 300 masyarakat.

Tak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terpapar Covid-19 Kapolda Sumut turut menyediakan tempat isolasi mandiri serta memperketat pengamanan keluar masuk warga ke Dusu Huta Gur Gur dalam upaya mencegah Covid-19.

“Alhamdulillah, hari ini kerja keras kita semua terbayarkan dengan dinyatakannya warga Dusun Huta Gur Gur sembuh dari terpapar Covid-19,” kata Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, usai menerima laporan hasil swab antigen dari Dinas Kesehatan Tapanuli yang menyatakan warga Dusun Huta Gur Gur bebas Covid-19, Jumat (28/5).

Walaupun kondisi warga dusun telah dinyatakan sembut tetap diimbau dan dingatkan untuk selalu mematuhi aturan protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker, menghidari kerumunan dan tetap menjaga jarak.

“Jangan sampai karena kita abai terhadap protokol kesehatan malah membuatkan warga yang telah dinyatakan sembuh kembali terpapar pandemi Covid-19,” terang Jenderal bintang dua tersebut.

Diketahui, Warga di satu Dusun Huta Gur Gur, Desa Aek Tangga, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara, positif terpapar Covid-19.

Pantuan di lokasi, warga di dusun terlihat sepi dan tidak melakukan aktifitas sehari-hari. Selain itu, warga hanya berdiam diri di rumah masing-masing karena pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, terpaksa mengkarantina warga karena semuanya positif Covid-19. (Rn/Rel)