.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Polres Sergai menggelar Gerebek Kampung Narkoba (GKN) di Dusun I Kampung Baru Desa Nagur Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (03/10/2019) kemarin, diapresiasi lapisan masyarakat.

Atas penggrebekan tersebut, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai melalui Kecamatan Tanjung Beringgin, Desa Nagur mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto dan Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu dan jajarannya
Dari lokasi penggrebekan, petugas berhasil mengamankan seorang pengedar sabu yakni Asril alias Yen (42) warga Desa Tebing Tinggi Dungun Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai, dengan barang bukti 1 (satu) plastik klip besar transparan yang diduga berisi serbuk kristal putih jenis sabu dengan berat bruto 4,65 gram, 2 (dua) paket plastik sedang yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1,30 gram, 1 (satu) paket ganja kering yang terbungkus kertas warna coklat dengan berat bruto 1,24 gram, 4 (empat) unit alat timbangan digital, 1 (satu) bal plastik trans paran kosong, 1 (satu) pisau silet, 1 (satu) alat hisap sabu atau bong, 1 (satu) batang rokok Djie Sam Soe, uang tunai Rp.100 000, 1 (satu)dompet warna krim dan 2 (dua) pipet plastik ujung runcing sebagai sendok sabu.
Kapolres Sergai AKBP Juli Arman Eka Putra Pasaribu melalui Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu kepada wartawan, Senin (7/10) menyampaikan, kegiatan GKN ini dilakukan dalam rangka Operasi Antik Toba 2019 Sat Res Narkoba, dan menjadikan Dusun I Kampung Baru Desa Nagur Kecamatan Tanjung Beringin menjadi target Operasi Tempat (T.O Tempat), karena dusun ini sudah lama menjadi perkampungan narkoba, dimana sebagian besar warganya adalah nelayan yang meyakini narkotika jenis sabu sebagai doping penambah tenaga.
"Setelah beberapa kali berkoordinasi dengan perangkat desa tentang rencana tindak lanjut pemberantasan narkoba di Dusun I Kampung Baru Desa Nagur, sekira Kamis tanggal 3 Oktober 2019 pukul 16.30 Wib, personil gabungan Polres Sergai melibatkan Sat Res Narkoba, Sat Reskrim, Sat Sabhara, Sat Intel, Sat Binmas,Sat Lantas dan Propam berjumlah 40  Orang melakukan Grebek Kampung Narkoba," ujar Kasat.
Lanjut Kasat, dengan didampingi Kepala Desa Nagur dan Kadus I, personil gabungan berhasil mengamankan tersangka Asril. Dari hasil pengeledahan badan terhadap tersangka, ditemukan barang bukti di temukan 1 (satu) paket ganja kering yang terbungkus kertas warna coklat di saku celana sebelah kiri tersangka.
"Selanjutnya berjarak 5 Meter dari TSK ditemukan barang bukti yang lain, dalam hal ini masih penyelidikan. Selanjutnya personil juga melakukan penggeledahan rumah-rumah pengedar narkoba jenis sabu yang telah di mapping selama ini, namun pemilik rumah telah melarikan diri.
"Sekira pukul 20.00 Wib, kegiatan Grebek Kampung Narkoba selesai dengan disaksikan ratusan warga masyarakat yang sangat antusias dengan kehadiran personil Polri. Kasat juga menghimbau kepada warga masyarakat agar tidak menggunakan narkoba, karena narkoba adalah sumber petaka. Warga juga diminta tidak mudah terprovokasi dengan upaya paksa yang dilakukan kepolisian," pungkas Kasat Narkoba Polres Sergai ini. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Peristiwa berdarah yang menewaskan pasangan suami istri Aiptu Pariadi dan Fitri dikediaman mereka di Desa Lidah Tanah, Kec. Perbaungan, Kab. Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, pada Sabtu malam (5/10/2019) akhirnya terungkap.
Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu yang ditemui di lokasi kejadian mengungkapkan, peristiwa itu dipicu cekcok mulut antara korban dan pelaku yang dipicu konflik rumah tangga.
"Korban (Fitri) yang saat itu sedang menonton televisi, ditembak pelaku (Aiptu Pariadi) sebanyak dua kali di bagian kepala," ungkap Juliarman, Minggu dinihari (6/10/2019).

Usai membunuh pelaku, lanjutnya, oknum polisi itu lantas menembak kepalanya dengan senjata api yang digunakannya untuk menembak korban.
"Dia (pelaku) juga menembak kepala satu kali di depan pintu kamar," ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, suara letusan senpi pelaku turut didengar anak mereka dan tetangga yang akhirnya menemukan tubuh keduanya berlumuran darah dalam kondisi tak bernyawa.
Jelang subuh, jasad pasutri itu dievakusi ke RS Sultan Sulaiman di Sei Rampah, Sergai untuk menjalani otopsi. (Ik)
Views
Kasubdit Tipiter AKBP Herzoni Saragih saat di lokasi Karhutla kawasan Provinsi Riau yang berbatasan langsung dengan Sumut, tepatnya dengan lahan PT PAL.
INTAIKASUS.COM, (Labuhanbatu) - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) melalui Subdit Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) melakukan asistensi dan pemantauan kejadian memburuknya kondisi udara di Sumut, khususnya Medan yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Labuhanbatu.
Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Herzoni Saragih menyebut telah turun langsung ke lokasi Karhutla di Desa Pasir Limau Kapas, Kecamatan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang merupakan wilayah Provinsi Riau.
Karhutla yang terjadi itu di Provinsi Riau, berbatasan dengan lahan PT Paten Alam Lestari (PAL) di Desa Selat Beting Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhan Batu, Sumut. Kita sudah berkoordinasi dengan Polda Riau untuk penindakan karena kejadian di wilayah hukum mereka," ujar AKBP Herzoni kepada wartawan, Selasa (24/9/2019).

Dalam kesempatan asistensi itu, pihaknya bersama karyawan PT PAL bergotong royong melakukan upaya pemadaman.
"Kemarin saya juga coba ikut memadamkan. Memang tampak sudah tidak ada api, tapi karena lahan gambut yang sifatnya kalau terbakar itu seperti sekam, bara di bawahnya. Jadi memang harus benar-benar teliti dalam pemadaman. Dari data yang kita dapati ada sekira 100 hektar lebih lahan yang terbakar," ujar Herzoni.
Ia menyebutkan, upaya yang saat ini mereka lakukan adalah dengan menyekat Batas Teritorial Provinsi agar api tidak menjalar ke wilayah Provinsi Sumut.
"Dengan alat berat kita buat parit raksasa agar api tidak menjalar ke lahan wilayah Sumut yang berbatasan dengan lokasi Karhutla di Riau itu," terangnya.

Setidaknya ada 4 personel yang terlibat dalam kesempatan itu, diantaranya Kapospol beserta anggotanya juga Babinkamtibmas desa setempat.
"Kita libatkan juga karyawan PT. PAL 30 orang ikut melakukan pemadaman dan ditambah menjadi 50 orang dengan masyarakat melakukan patroli di areal yang terbakar," terangnya.
Dalam asistensi itu ia menyampaikan imbauan dari Kapolda Sumut kepada personel di sana dan karyawan PT PAL untuk terus melaksanakan patroli di sekitar wilayah antisipasi meluasnya api.
"Bagi masyarakat agar memahami bahaya membersihkan lahan dengan membakarnya mengingat kondisi tanah yang merupakan lahan gambut dapat menjadikan api terus menjalar di bawah permukaan," himbau Kapolda Sumut melalui AKBP Herzoni.
AKBP Herzoni juga menyampaikan Sosialisasi terhadap Maklumat Kapolda Sumut terkait ancaman hukuman bagi yang melanggar aturan mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan.
"Memastikan perusahaan perkebunan swasta untuk tidak membuka lahan atau menanam ulang tanaman baru sebelumnya dengan membakar lahannya terlebih dahulu," tegasnya.
Kerjasama dan koordinasi terhadap instansi terkait juga diharapkan agar terus ditingkatkan terhadap titik titik api baru bilamana ada dan segera mengambil langkah responsif untuk menanganinya.  (Ik)
Views

INTAIKASUS.COM, (Silahisabungan) - Terjadinya kebakaran semak belukar dikawasan pinggiran Danau Toba Silahisabungan mengakibatkan keresahan bagi seluruh warga sekitar. 

Pada bulan Agustus sampai dengan September tercatat kebakaran sebanyak 3 kali kebakaran yang mengakibatkan puluhan hektar semak belukar terbakar. Terakhir terjadi pada hari Minggu tanggal 22 September 2019 pukul 17.15 wib yang menghanguskan lahan sekitar 10 hektar.

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran berikutnya diharapkan kepedulian semua pihak. Dandim 0206/Dairi beserta Bupati dan Kapolres menyempatkan diri meninjau lokasi kebakaran di Juma Rumah tanggal Desa Silalahi III Kecamatan Silahisabungan, Senin (23/9/2019).

Dalam kesempatan itu, Muspida sepakat untuk membentuk Tim pengendalian terpadu sehingga apabila terjadi kebakaran maka akan cepat diatasi. Tim terpadu akan menempati pos di Kantor Kepala Desa Silalahi III yang terdiri dari Manggala Agni Daops Sembahe, BNPB, Babinsa, Polsek dan aparat desa yang dibantu oleh masyarakat. Peralatan yang disiagakan berupa Mesin pompa, ransel air dan kendaraan roda empat maupun roda dua.

Selanjutnya Muspida melaksanakan rapat dengan BNPB, manggala Agni dan masyarakat untuk membahas sebab kebakaran dan rencana tindakan pencegahan kedepan. 

Dandim 0206/Dairi menyampaikan bahwa "sudah memerintahkan anggotanya agar meningkatkan siaga dan tetap patroli  dengan mengedepankan tindakan preventif dengan menghimbau agar tidak membakar lahan untuk tujuan apapun. Apabila masih tetap membakar lahan akan dilakukan tindakan Hukum," tandasnya. (Penrem023)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sunggal) - Sejumlah warnet dikawasan Kec. Medan Selayang yang disinyalir dijadikan lapak (tempat bolos) oleh para pelajar dirazia Polsek Sunggal bersama Kec. Medan Selayang dan Koramil 07/MT,  Kamis (19/9/2019), pukul 09.00 Wib.


Razia "Kasih Sayang" itu berfokus dengan sasaran para pelajar yang bermain di warnet pada saat jam sekolah. 


Sebelum melaksanakan Rajia, dilakukan apel gabungan sebanyak 70 personil, yang terdiri dari personil Polsek Sunggal, Kecamatan Medan Selayang dan Koramil 07/MT.


Apel dipimpin Camat Medan Selayang, Sutan Tolang Lubis, S.STP, M.Sp, bertempat di halaman Kantor Camat Medan Selayang Jln. Bunga Cempaka Kel. PB Selayang II Kec. Medan Selayang.


Dalam arahannya, Sutan Tolang menyampaikan, Rajia yang dilaksanakan ini menindak lanjuti Rapat Kordinasi yang dilaksanakan (18/9), dalam Rangka membangun sinergitas 3 pilar, diantaranya, Kecamatan Medan Selayang, Polsek Sunggal dan Koramil 07/MT, yang berkaitan dengan permasalahan yang terjadi di setiap Kelurahan masing-masing.


"Pagi Ini Kita akan melaksanakan Razia Kasih Sayang, Sasaran terfokus kepada anak sekolah yang bolos dan tidak mengikuti proses belajar saat jam sekolah, serta berada di warnet yang ada dikawasan Medan Selayang", ujar Sutan.


Warnet dijadikan ajang tempat bolos oleh para pelajar, "jadi harus sedini mungkin ditertibkan, sehingga menimbulkan efek jera,  terhadap pelajar yang bolos. Kita juga menghimbau pemilik usaha Warnet agar tidak nengijinkan anak sekolah masuk pada saat Jam belajar, apalagi menggunakan seragam sekolah", jelas Sultan.


Usai melaksanakan apel, para personil bergerak menuju kesasaran Rajia yakni, warnet Cipres net di Jalan Setia Budi, Tarigan Net Jalan Setia Budi, BJ Net Jalan Setia Budi Simpang Pemda, JR Warnet Jalan Gagak Hitam/Ringroad dan RR Net Jalan Gagak Hitam Ringroad. 


Dari keseluruhan warnet yang dirajia, sebanyak delapan orang pelajar yang bolos sekolah terjaring, diantaranya : RP (13), II (16), R (16), Riz (13), D (17), AbSi (16), AnS (17) dan TB (16). Selanjutnya para pelajar tersebut diboyong ke kantor Camat Medan Selayang, untuk didata sekaligus dibina serta dipanggil orang tua nya masing-masing, untuk selanjutnya membuat surat perjanjian agar tidak mengulangi lagi perbuatannya.


Hadir pada kegiatan rajia, Camat Medan Selayang Sutan Tolang Lubis, Wakapolsek Sunggal AKP Enan Surbakti, Para Kanit dan Panit jajaran Polsek Sunggal, Kasi Trantib Kec. Medan Selayang, Lurah se-Kec. Medan Selayang,  Kepling se-Kecamatan Medan Selayang, Babinsa Koramil 07/MT, dan Sat POL PP Kec.  Medan Selayang. (Rina)
Views

INTAIKASUS.COM, (Belawan) - Tim Gabungan Polres Pelabuhan Belawan dibantu dengan Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL), menggrebek tempat permainan lokasi perjudian jackpot dan tembak ikan yang berkedok permainan ketangkasan di Kecamatan Belawan. Dalam penggrebekan tersebut ada tiga titik yang dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Erinal, Sabtu (7/9/2019) siang.


Sikap tegas aparat kepolisian ini, menyusul setelah aksi sweeping omak-omak, Jumat (6/9/2019) di Kelurahan Gabion Belawan, Kelurahan Bagan Deli. Belasan mesin jackpot diobarak-abrik kaum ibu karena kesal anaknya bermain judi.

Pantauan dilapangan, penggrebekan yang dilakukan aparat kepolisian ini melibatkan sejumlah Polisi Militer TNI AL (Pomal), berhasil mengamankan sejumlah mesin perjudian, diantaranya, dindong, jackpot, tembak ikan di lokasi Tempat Pelelangan Ikan Gabion Belawan, Kelurahan Bagan Deli.

Kemudian polisi menyisir Stasiun PMB, di Jalan Selebes Kelurahan Belawan ll dan Kampung Kolam Kelurahan Belawan Bahagia. 

Penggrebekan ini langsung diapresiasi warga sekitar. 

Atik warga Belawan Bahagia mengatakan, sangat senang dengan di grebeknya tempat permainan judi Jackpot (Dindong) ini oleh Kepolisian dan POMAL. "Karena permainan judi Jackpot (Dindong) ini membuat anak anak menjadi hancur dan sudah cukup meresahkan masyarakat," ucapnya.

Selanjutnya barang bukti alat ketangkasan perjudian tersebut diamankan ke Polres Pelabuhan Belawan. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Belawan) - Polres Pelabuhan Belawan dipimpin Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH.MH, serta melalui Kasat Binmas Kompol Justar SH.MH kembali melakukan razia kasih sayang di sejumlah warnet di kawasan Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan, Rabu (28/08/2019).
Razia kasih sayang di sejumlah warnet tersebut dilaksanakan mulai pukul 10.30 WIB hingga selesai berhasil menjaring sebanyak 12 anak pelajar SD dan SMP.
Selanjutnya ke 12 pelajar yang masih dibawah umur tersebut digiring ke ruangan Binmas Polres Pelabuhan Belawan guna diberikan pembinaan dan nasehat agar tak lagi mengulangi perbuatan bermain warnet pada jam belajar tersebut.
Kasat Binmas Polres Pelabuhan Belawan Kompol Justar Purba SH pada kesempatan itu mengatakan, pengamanan terhadap pelajar ini dalam operasi kasih sayang di sejumlah warnet guna mencegah timbulnya kenakalan remaja.
Setelah diamankan di ruangan Binmas Polres Pelabuhan Belawan ke 12 pelajar diberikan pembinaan bahkan para guru sekolah maupun orang tua pelajar yang diamankan itu di panggil untuk membuat surat peryataan guna turut melakukan pengawasan.
"Selain itu kita memberikan pengarahan dan nasehat bagi pelajar tersebut oleh dokter Susan dari Polres Pelabuhan Belawan,"ungkap Justar.
Diruangan Sat Binmas Polres Pelabuhan Belawan juga para anak-anak yang terjaring razia kasih sayang juga diberikan nasehat melalui tontonan video tentang perjuangan jeri payah orang tua demi membesarkan anaknya.
Kasat Binmas juga menghimbau pada orangtua agar senantiasa mengawasi anak dari pengaruh narkoba, tontonan dari HP atau media sosial, pengaruh lingkungan yakni kenakalan remaja, pergaulan si anak.
"Didiklah si anak kearah kebaikan melalui pendekatan diri kepada Tuhan YME seperti mengikuti pengajian, sholat, maupun pendidikan agama," pesan Kasat Binmas pada orangtua si pelajar yang berhadir.
Lebih lanjut dikatakannya, tindakan preventif pihak kepolisian dalam operasi kasih sayang ini melibatkan instansi terkait serta orangtua dengan membuat surat peryataan turut mengawasi si anak agar tak mengulangi lagi perbuatannya tersebut.
Menurut Kasat Binmas, Razia lanjutan kasih sayang digelar Rabu (28/08/2019) sekira pukul 10.30 WIB di kawasan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan.
Pada kesempatan itu pengarahan disampaikan
Dokter Susan dari Polres Pelabuhan Belawan.
Dokter Susan menghimbau anak-anak tak terpengaruh narkoba serta ngelem yang dapat berdampak buruk pada perkembangan otak berfantasi atau berhayal.
Dimana dampak lem itu bisa merusak syaraf otak yang bisa membuat ketergantungan sehingga saat dewasa bisa bersikap malam dan jadi gelandangan.Ujar Dokter Susan.
Sedangkan Guru SD yang mewakili yang berhadir bemarga Boru Sinaga menyampaikan pesan agar para anak didik yang terjaring tak lagi bermain ke warnet karena pengaruhnya dapat merusak serta mengurangi minat belajar di sekolah.
"Dengan adanya diamankannya siswa terjaring razia kasih sayang ini menjadi pelajaran beharga bagi sianak agar tak lagi mengulangi tingkah lakunya bolos sekolah bermain ke warnet," ujar guru tersebut.
Kegiatan pembinaan bagi 12 pelajar terjaring razia kasih sayang tersebut berjalan dengan baik dan lancar sekaligus berfoto bersama sebagai dokumentasi. (Red)