.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Iklan

Iklan

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Bursa Calon Pemilihan Dekan Fakultas Pertanian USU periode 2021 -2026 saat ini menghangat dan menjadi perbincangan serius dikalangan para akademisi, masyarakat dan juga awak media dimana adanya salah satu calon yang juga merupakan Wakil Dekan III FP USU ini terlibat dalam kasus penggelapan uang kuliah mahasiswanya sendiri.

Wakil Dekan Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis Universitas Sumatera Utara (USU) Tavi Supriana dituduh menggelapkan uang kuliah mahasiswa.Tak tanggung-tanggung, uang yang diduga digelapkan Tavi Supriana mencapai Rp 50 juta.Tavi Supriana diduga bekerja sama dengan Pegawai Tata Usaha Magister Agribisnis Fakultas Pertanian Iskandar.Kasus ini kemudian dilaporkan oleh kedua korbannya HM dan Fuad ke Polda Sumut.

Saat dipanggil penyidik, Tavi Supriana memilih mangkir. “Yang bersangkutan belum juga hadir untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan kasus penggelapan,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan pada hari Senin (22/3/2021) siang.

Dia mengatakan, bahwa Tavi Supriana seharusnya menjalani pemeriksaan hari ini.Tidak ada alasan yang jelas kenapa Tavi Supriana mangkir. Apakah karena alasan mengajar atau sengaja menghindar, Nainggolan tidak menyebutkannya karena Tavi Supriana tidak memberi kabar. 

Disinggung lebih lanjut mengenai kasus ini, Nainggolan menjelaskan bahwa kasus dugaan penggelapan uang kuliah ini berawal saat HM dan Fuad mendaftar kuliah di Magister Agribisnis Fakultas Pertanian USU pada tahun 2015 lalu. Seiring berjalannya waktu, kedua korban menitipkan uang kuliah melalui Iskandar, Pegawai TU Magister Agribisnis Fakultas Pertanian.

Dua orang Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara (USU) stambuk 2015 berinisial HJ dan FSP melaporkan dekan dan dosen mereka ke polisi. Laporan ini mereka lakukan setelah keduanya menyelesaikan sidang tesis meja hijau.

Ihwal pelaporan ini dilakukan karena keduanya tidak bisa diwisuda dan menerima ijazah karena tidak terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDT) Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti). Padahal, selama menjalankan akademik di Program Studi Pasca Sarjana Agribisnis USU, keduanya memiliki catatan dan jejak rekam yang baik, dibuktikan tidak mendapatkan teguran atau sanksi administrasi maupun lisan. 

Begitu juga berkaitkan dengan administrasi pembiayaan, keduanya tidak mengalami ketertunggakan. FSP menceritakan, pada tahun 2015 dirinya mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Pasca Sarjana Agribisnis di USU. 

Ia kemudian menjalani perkuliahan dan mengerjakan semua tugas-tugas, semua telah diikuti hingga waktunya sidang tesis. Sidang meja hijau tesis sudah selesai, inilah sebuah bukti akademik sudah selesai dan kewajiban administrasi pembiayaan juga sudah dicek oleh Tata Usaha Fakultas Pertanian Prodi Agribisnis melalui IS. 

“Kami sama seperti mahasiswa pasca sarjana lainnya, membayar sesuai kewajiban dan kami juga memiliki nomor induk mahasiswa (NIM)", katanya saat ditemui di Jalan Amir Hamzah.

Masih menurut FSP, mahasiswa yang sudah menjalankan studi dan telah selesai sidang tesis meja hijau, maka diwajibkan membayar uang wisuda Rp 600 ribu. Semuanya sudah dibayarkan, tapi saat waktu wisuda pada Februari 2020 tak kunjung ada undangan hingga selesainya waktu wisuda di USU.

“Saat saya pertanyakan, disinilah baru ketahuan kalau saya dan beberapa teman tidak terdaftar di Kemendikti, kami sangat terkejut. Akhirnya kami minta pertanggungjawaban, karena tidak selesai pertanggungjawabannya. Kami sudah laporkan ke polisi,” ujarnya.

Laporan FSP dan temannya HMJ di Polda Sumatera Utara tercantum dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi No.STTLP/408/II/2021/SUMUT/SPKT ‘I’ pada 24 Februari 2021. 

Adapun yang menjadi terlapor atas perkara dugaan penipuan terhadap mahasiswa Pasca Sarjana USU diantaranya Dekan Pertanian USU, Kepala Program Studi Pasca Sarjana Pertanian USU TA 2015-2017 dan pegawai Tata Usaha. Mereka berharap ada pertanggungjawaban dari pihak terkait atas persoalan mereka tersebut. 

Setelah dilakukan laporan oleh FSP dan temannya juga telah dilakukan pemanggilan terhadap terlapor TS oleh jajaran Poldasu pada tanggal 9 Maret 2021, dimana pada pemanggilan tersebut TS mangkir dari panggilan Poldasu. 

Setelah mangkir dari panggilan, jajaran pihak Poldasu juga telah melakukan gelar perkara dan telah meningkatkan kasus ini ketingkat penyidikan tetapi Poldasu tidak kunjung menetapkan tersangka dalam kasus ini tetapi pihak Poldasu malah akan melakukan pemanggian terhadap Dr Eri Yusni Msc yang merupakan orang tua dari Basuki yang juga merupakan korban dari kasus penggelapan yang dilakukan oleh oknum TS tersebut berdasarkan Surat pemanggilan pihak Poldasu no SPgl/1151/V/2021/Ditreskrimum yang dijadwalkan besok pukul 9 pagi.

Ada apa dengan pihak Poldasu yang tidak kunjung segera menetapkan oknum TS yang sudah jelas jelas terlibat dalam kasus penggelapan uang kuliah mahasiswa ini sebagai tersangka?, padahal pihak Poldasu telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan B/766/1V/2021/Ditreskrimum dimana telah dilakukan gelar perkara terhadap kasus tersebut tetapi mengapa pihak Poldasu tidak kunjung segera menetapkan oknum TS sebagai tersangka atas kasus penggelapan uang kuliah mahasiswa tersebut.

Seperti diketahui saat ini Fakultas Pertanian USU sedang melakukan pemilihan Dekan Fakultas pertanian USU untuk periode 5 tahun mendatang dimana TS yang saat ini juga merupakan Wakil Dekan III Fakultas Pertanian USU tetap melenggang dalam bursa calon Pemilihan dekan walaupun sedang diduga terlibat kasus penggelapan uang mahasiswa tersebut.

Yang menjadi pertanyaan mengapa walaupun terlibat dalam aksus penggelapan uang kuliah mahasiswa tersebut oknum TS yang juga merupakan Wakil Dekan Fakultas Pertanian USU ini tetap diloloskan dalam bursa Calon Pemilihan Dekan di Fakultas Pertanian USU oleh jajaran Rektorat USU. (Rel)

Views


INTAIKASUS.COM, (TAPSEL) - Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak bersama Gubsu Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanuddin, meninjau lokasi longsor di Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu (2/5/2021).

Berangkat dari Mapolda Sumut dengan menaiki helikopter, Kapolda Sumut, Gubsu dan Pangdam I/BB tiba di PLTA Batang Toru, lokasi longsor.

Kedatangan Kapoldasu, Gubsu, Pangdam I/BB didampingi Kepala BIN Daerah Sumatera Utara, Danrem 023 / KS serta Dansat Brimob Poldasu yang disambut langsung Kapolres Tapsel, Dandim 0212 / TS, Danyonif 123 / RJ, Dandenpom 1/2 Sibolga, Danyon C Brimobdasu, Bupati Tapsel, Kepala Basarnas Sumut, Kepala BPBD Sumut dan Proyek Manager PT. NSHE.

Sebelum meninjau lokasi longsor, rombongan Kapolda Sumut berpatroli udara terlebih dahulu melihat situasi terkini, pasca musibah longsor yang terjadi. Kemudian dilaksanakan rapat koordinasi penanganan longsor di Posko Terpadu Bencana Alam Tapsel di Kecamatan Marancar.

Dalam rapat koordinasi itu, Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, meminta tim gabungan yang terdiri dari Polres Tapanuli Selatan, TNI, BPBD, Batalyon C Brimobdasu, dan Basarnas agar menangani bencana alam tanah longsor di Batangtoru, dengan cepat dan tepat.

“Kerahkan segala kemampuan kalian dengan baik, lakukan penanganan korban dengan tepat dan bekerjasama dalam melakukan SAR,” katanya.

Seperti diketahui, musibah bencana alam tanah longsor terjadi pada Kamis (29/4/2021) sekira Pukul 06.30 WIB, karena wilayah sedang dilanda hujan

Sebagian material longsor jatuh ke dasar Sungai Batang Toru, yang mengakibatkan 13 korban tertimbun longsor di PLTA Batang Toru, Desa Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Tim gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, masyarakat, perusahaan dan pihak terkait lainnya pun bergerak cepat, untuk mengevakuasi para korban dan sampai sekarang sudah 5 korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi. (Rel/Rn)

Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Seorang tukang becak bernama Ganda Sitorus (57) ditemukan tak bernyawa di Jalan Asia, tepatnya di Simpang Jalan Logam, Kelurahan Sei Rengas, Medan Area, Minggu (2/5/2021) pukul 08.00 Wib.

Jasad warga Glugur Rimbun, Lau Bekeri, Kutalimbaru itu didapati dalam keadaan terlentang di samping beca dayung yang sehari-hari ia bawa.

Menurut saksi mata Bonar Lumban Gaol (56) yang juga salah seorang tukang becak mengatakan, Ganda terakhir kali terlihat, Sabtu (1/5/2021) sekira pukul 16.00 Wib.

“Dia (Almarhum) sering menyendiri. Memang sering dia bilang sesak nafas. Maklum aja, namanya juga umur udah tua”, ujarnya.

Sementara itu Unit Reskrim Polsek Medan Area yang menerima laporan adanya ditemukan mayat langsung meluncur kelokasi bersama tim inafis Polrestabes Medan. Selanjutnya petugas memboyong jenazah Ganda ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna kepentingan penyelidikan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu Rianto mengatakan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh pria kurus tersebut. Dugaannya karena sakit.

"Saat ini, jenazah Ganda telah diserahkan kepada pihak keluarga. Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi", pungkas Iptu Rianto. (Rn)

Views

INTAIKASUS.COM, (Deli Serdang) – Pengendara sepedamotor, Jaka Tomo Perangin-angin (25) warga Dusun I Desa Denai Kuala Kecamatan Pantailabu Kabupaten Deliserdang, tewas di lokasi kejadian setelah menabrak truk yang sedang parkir, Rabu (28/4/2021) pukul 18.20 WIB, di Jalan Arteri menuju Bandara Kualanamu.

Informasi diperoleh, malam itu Jaka Tomo mengendarai sepedamotor Honda Supra X 125 warna hitam, melintas dari arah Tanjungmorawa menuju Bandara Kualanamu. Di pinggir jalan fly over menuju Bandara, sebuah truk Toyota Dyna sedang parkir bermuatan bahan dan alat pekerja yang sedang mengecat marka jalan di dekat truk.

Tiba di lokasi kejadian, Jaka Tomo diduga tidak memperhatikan adanya truk parkir, hingga menabrak bak bagian belakang. Benturan keras itu mengakibatkan, Jaka Tomo tewas di lokasi kejadian dengan luka robek di dagu, kaki dan tangan serta luka patah tangan kanan, sedang hidung, telinga dan mulut mengeluarkan darah.

Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi SIK ketika dikonfirmasi melalui Kasat Lantas Kompol SL Widodo SE, Kamis (29/4/2021) pagi mengatakan, jenazah Jaka Tomo dievakuasi ke RSUD Deliserdang.

"Guna penyelidikan lebih lanjut, sepeda motor korban tewas, truk Toyota Dyna dan pengemudinya berinisial Af (60) warga Kecamatan Bulakan Balai Kandi Kota Payakumbuh Provinsi Sumbar, diamankan di Unit Laka Sat Lantas Polresta Deliserdang," tandas Kasat Lantas Kompol SL Widodo. (Red/Rel)
Views


INTAIKASUS.COM, (Deli Serdang) - Dua ruangan belajar Sekolah Madrasah Tsanawiyah Swasta Yayasan Pendidikan Sholihin di Gang Madrasah, Dusun 2, Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, terbakar, Kamis (29/4/2021) sekira pukul 07.00 Wib. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, kerugian ditaksir lebih kurang Rp 20 juta.

Informasi dihimpun, diketahuinya ruangan belajar itu terbakar ketika Feri Irwansyah (15) tiba disekolah lalu membuka pintu ruang kelasnya (kelas 8 MTS) dan melihat kondisi didalam ruang sebagian meja dan bangku sudah terbakar, dan dinding pembatas antara kelas 8 dan kelas 7 terlihat jebol akibat terbakar.

Kemudian Feri Irwansyah memberitahukan kepada Mh.Qori sebagai guru disekolah tersebut. Lalu mereka mengecek kebenarannya dengan langsung melihat kedalam ruang kelas 7, dan kondisinya hampir seluruh meja, dan bangku kelas hangus terbakar, hingga mengenai dinding kelas yang terbuat dari kayu triplek.

Selain itu, bagian atas atau rangka penahan seng juga ikut terbakar. Kemudian mereka memberitahukan Suhartoyo sebagai Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah Swasta Yayasan Pendidikan Sholihin dan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

Sekira pukul 08.30 wib, pihak kepolisian yaitu Kapolsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang AKP Sawangin SH, Kanit Reskrim dan anggota, serta KA SPK Regu “C” Aiptu Samsudin tiba dilokasi kebakaran dan melakukan pengamanan lokasi yaitu,  pemasangan police line dan kemudian melakukan Interogasi dan pemotretan dilokasi kebakaran.

Tak lama kemudian, tim inafis dari Polresta Deli Serdang tiba dilokasi kebakaran lalu melakukan identifikasi dan pemotretan lokasi kebakaran serta mengumpulkan barang bukti. “Kita masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran ini dan memeriksa saksi-saksi,” ujar Kapolsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang, AKP Sawangin SH. (Rel/Rn)
Views


INTAIKASUS.COM, (Deliserdang) - Direktorat Reserse Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, menggerebek tempat pelayanan rapid test di Kualanamu International Airport (KNIA), Kecamatan Beringin, Deliserdang, Selasa (27/4/2021) sore.

Informasi yang dihimpun,  penggrebekan itu dilakukan karena adanya dugaan alat bekas pakai yang digunakan dalam pemeriksaan pasien rapid test bagi penumpang penerbangan. Dari lokasi, petugas menyita sejumlah alat kesehatan diduga bekas pakai yang digunakan untuk rapid test.

Plt Exceutive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Bandara Kualanamu, Agoes Soepriyanto, membenarkan adanya penggerebekan yang dilakukan di ruang layanan rapid test.

“Ya, infonya tim dari Polda Sumut yang melakukan pemeriksaan di area mazzenin tempat pemeriksaan rapid test,” katanya.

Dari hasil penggerebekan itu, Agoes mengungkapkan ada lima yang diamankan, termasuk bagian kasir, administrasi serta beberapa petugas kesehatan.

“Untuk sementara lokasi pelayanan rapid test ditutup. Kita mengimbau kepada warga yang hendak bepergian melalui Bandara Kualanamu agar melakukan rapid test di tempat lain,” pungkasnya. (Ik)

Views


INTAIKASUS.COM, (Deli Serdang) - Abdullah Chaniago (90) sekarat akibat dibacok anak kandungnya bernama Amran (45) warga Blok I, Gang Pancasila, Dusun IV, Desa Dalu Sepuluh A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (18/4/2021) sekitar pukul.19.30 WIB. 

Abdullah terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Grendmed di Lubuk Pakam karena mengalami luka dikepalanya akibat dibacok anaknya.

Informasi dihimpun, menurut keterangan dari warga setempat bahwa Amran sudah lama mengalami gangguan jiwa dan dikuatkan oleh Fasilitator SLRT Dinas Sosial Deli Serdang atas nama Indra, bahwa pelaku pernah dibawa berobat ke Rumah Sakit Jiwa pada tahun 2018 yang lalu.

Saat ini Amran dibawa ke RSUD Deli Serdang karena mengalami luka-luka dikepala akibat lemparan batu dan pukulan dari massa. Sedangkan Abdullah Chaniago dalam perawatan di Rumah Sakit Grenmed Lubuk Pakam mengalami luka bacok dikepala.

Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang dan Pemerintah Kecamatan Tanjung Morawa, membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif, mengamankan pelaku dari amukkan massa dan membawa berobat akibat luka yang dideritanya dari lemparan dan pukulan dari massa serta berkoordinasi dengan Pihak Dinas terkait sehubungan dengan tindak lanjut terhadap pelaku, sebab pelaku mengalami gangguan jiwa.

Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol Muhammad Firdaus SIK, MH, ketika dikonfirmasi, Senin (19/4/2021) siang menyebutkan, jika pelaku sudah diamankan di Polresta Deli Serdang.

“Memang ada informasi awal jika pelaku mengalami gangguan jiwa, tapi untuk memastikannya kita harus memeriksa keluarganya apakah memang pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak. Soal motifnya masih didalami,” sebutnya. (Rel/Red)