.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

advert

advert

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Personel gabungan menggempur 5 lokasi yang kerap dijadikan sebagai 'markas' praktik perjudian serta peredaran dan penyalahgunaan Narkoba yang berada di kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Senin (13/01/2020).
Hasilnya, 10 orang pria yang diduga kuat sebagai pengguna dan penadah kendaraan bermotor (Ranmor) diduga hasil kejahatan diboyong ke Mako Polrestabes Medan. Bahkan sebanyak 30 unit Ranmor serta 29 unit mesin judi dindong (Jackpot) juga turut disita sebagai barang buktinya.
Kasat Sabhara Polrestabes Medan, AKBP, Sonny W Siregar dalam paparannya, Senin (13/01/2020) sore di Mapolrestabes Medan mengatakan, penggerebekan ini bermula adanya peristiwa perubuhan gubuk yang diduga menjadi sarang judi dan Narkoba di 5 lokasi yang jaraknya tidak berjauhan di kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumut.
"Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Sat Sabhara Polrestabes Medan dibantu Sat Brimob dan Dit Samapta Poldasu dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) bergerak menuju ke lokasi, "sebutnya sembari menambahkan begitu tiba di lokasi, petugas pun dibagi menjadi beberapa kelompok dan menyisir ke 5 lokasi berbeda tersebut.
Dari 5 lokasi itu, petugas mengamankan 10 tersangka yang terdiri atas 8 pengguna sabu, 1 pengedar yang coba melakukan perlawanan kepada petugas dan seorang penadah kendaraan bermotor gadaian dan hasil kejahatan.
Selain itu, petugas juga turut mengamankan barang bukti berupa 29 unit mesin judi jackpot, 30 unit sepedamotor berbagai merk, 1 unit mobil, 4 bilah parang, 4 unit senapan angin dan 1 paket sabu. "Salah seorang pengedar sabu yang kita amankan sempat melawan petugas. Namun petugas langsung memberikan tindakan tegas, "katanya.
Saat ini, barang bukti dan para pelaku sedang di data di Mapolrestabes Medan. Usai di data para pelaku dan barang bukti akan diserahkan ke Sat Reskrim dan Sat Narkoba guna diproses hukum selanjutnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sergai) - Sebuah rumah milik seorang bandar Narkoba yang berada di Dusun IV, Desa Nagur, Kecamatan Tanjungberingin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) digerebek polisi, Sabtu (04/01/2020) malam.
Meskipun sang pengedar Narkobanya yang diketahui berinisial Ko berhasil kabur, serta tidak menemukan barang bukti Narkoba di dalam rumahnya. Namun personel kepolisian dari Satres Narkoba Polres Sergai dan Polsek Tanjungberingin inipun lantas membakar sebuah cakruk yang kerap dijadikan sebagai lokasi pesta Narkoba dan perjudian yang berada di belakang rumah tersebut.
Kasatres Narkoba Polres Sergai, AKP Martualesi Sitepu membenarkan kalau pihaknya bersama dengan Polsek Tanjungberingin telah melaksanakan Gerebek Kampung Narkoba (GKN) di Dusun IV, Desa Nagur, Kecamatan Tanjungberingin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Provinsi Sumut, Sabtu (04/01/2020) kemarin malam.
"Sayangnya pada saat dilakukan penggrebekan, pemilik rumah yang sudah menjadi target kepolisian berhasil melarikan diri, "terangnya pada intaikasus.com, Minggu (05/01/2020).

Di mana, sambung Kasat Narkoba Polres Sergai ini, penggerebekan ke rumah milik tersangka Ko yang berada di Dusun IV, Desa Nagur, Kecamatan, Tanjungberingin Kabupaten Sergai, Provinsi Sumut ini untuk menyahuti informasi dari warga setempat yang mengatakan bahwa rumah yang selama ini dihuni oleh tersangka Ko kerap dijadikan sebagai lokasi pesta Narkoba.
"Dalam Penggrebekan Kampung Narkoba (GKN) itu, kita juga membakar sebuah cakruk yang kerap dijadikan sebagai lokasi pesta Narkoba dan bermain judi yang kita temukan di belakang rumah target kita ini. Di cakruk itu banyak bekas kartu remi yang berserakan, botol minuman keras (Miras) dan alat isap sabu. Makanya kita lakukan pemusnahan dengan cara dibakar.
"Desa Nagur menjadi prioritas Desa Bersih Narkoba Polres Sergai di tahun 2020, setelah 2019 berhasil menekan peredaran Narkoba di Kampung Tempel Perbaungan dan telah mendeklarasikan Lingkungan Bersih Narkoba," terang AKP Martualesi. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sumbar) - Sepanjang 2019, sebanyak 746 kali bencana terjadi di Sumbar, begitu data yang dilansir dari BPBD. Banjir, banjir bandang dan tanah longsor merupakan musibah dominan, merata terjadi hampir di 19 Kabupaten/Kota yang ada. Selain itu ancaman gempa bumi dengan istilah megathrust, terus mengintai yang bisa setiap saat menyapu Ranah Minang ini. Bukan sesuatu yang biasa dan tidak bisa dianggap remeh.  Taruhannya, nyawa manusia.

Saat ini saja, beberapa titik masih berjibaku dengan banjir, longsor, pohon tumbang, angin puting beliung, abrasi, dan sebagainya. Ratusan nyawa sudah jadi korban, belum lagi kerugian material yang tak sedikit. Seiring dengan masuknya musim penghujan, desakan dari alam terus menguat, dan manusia sebisanya mencoba bertahan.

 Unsur militer dari jajaran Korem 032 Wirabraja, melalui perangkat Kodim di daerah terus berkutat siang malam mencoba mengatasi hal ini, dengan kolaborasi bersama para pihak, baik BNPB, BPBD, Pemda, dan komponen lainnya. Sasaran terdekat adalah mencoba meminimalisir jatuhnya korban dan menyelamatkan yang ada. Untuk saat ini hanya itu yang bisa dilakukan.

Tetapi kita tentu yakin dan percaya, bencana bukan terjadi kali ini saja. Tahun-tahun sebelumnya hal sama juga terjadi, dan diprediksi jika tidak ada penanganan serius, tahun depan hal serupa akan terus kita derita. Kita percaya, bencana bukan datang dengan sendirinya, apalagi bencana yang berhubungan dengan respon dari alam, campur tangan manusia sangat mungkin terjadi, baik sebagai penyebab maupun sebagai obat penawar agar kebodohan serupa tak terulang.

Dilihat dari tipologinya, bencana yang rutin menimpa Sumbar sebetulnya adalah kolaborasi faktor manusia dan alam, yaitu banjir (termasuk banjir bandang) dan tanah longsor. Ini adalah fenomena yang cukup banyak memakan korban, dan bisa dipastikan bukan karena fenomena alam semata (seperti gunung meletus atau gempa bumi). Jenis ini sebetulnya sangat bisa dicegah dan diantisipasi, asalkan ada upaya bersama yang komprehensif. Pengalaman saya di berbagai daerah yang rawan bencana, menunjukkan bahwa aspek manusia dan kebijakan adalah hal mendasar dalam mensikapi jenis ini.

Oleh karena itu, hemat saya agar kedepannya masalah serupa tak berulang, kita harus kembali ke gagasan awal, yaitu komitmen. Kunci penting ada pada kata-kata tersebut, seberapa kuat komitmen para pihak untuk sadar bahwa masalah ini adalah ulah manusia. Selagi komitmen ini masih dikaburkan atau "dipolitisir" dengan berbagai macam alasan, selama itu pula masyarakat akan menerima deritanya.

Alam Terkembang Jadi Guru, sudah sangat jelas berkata. Bumi yang kita tempati adalah guru terbaik, dan janganlah sesekali berbuat jahat terhadap guru. Kemarahan guru akan senantiasa datang. Rumitnya pula, manusia seringkali mencari alasan untuk mengatakan bahwa ia tak bersalah. Ini kunci awal, yang kemudian perlu diturunkan menjadi aspek konkrit dari komitmen yang ada.

 Pertama, lakukanlah restrukturilisasi lahan dan wilayah yang menjadi titik-titik sumber bencana. Daerah ini biasanya juga menjadi wilayah terdampak serius. Faktanya banyak praktek-praktek negatif dan bahkan ilegal dilakukan di wilayah ini. Kalaupun praktek tersebut legal, tapi tetap saja memberikan dampak serius. Kasus Solok Selatan, adalah salah satu bukti. Pertanyaannya, seberapa kompak unsur yang ada untuk mengatakan bahwa yang terjadi disitu adalah karena ulah manusia?

Karena itu, lakukan restrukturasi. Artinya mengembalikan struktur lahan dan wilayah pada posisi yang aman. Ini bisa dilakukan jika ada komitmen dan implementasi kebijakan serius dan berani. Bisa saja akan ditentang, karena bersinggungan dengan kepentingan banyak pihak. Disitulah keberanian dan komitmen dibutuhkan.

Kedua, harus menemukan dan menciptakan alternatif-alternatif pembukaan objek perekonomian masyarakat yang tidak bertentangan dengan keinginan mengamankan wilayah dari bencana. Hampir semua kasus banjir dan longsor bermula karena rusaknya tatanan hutan dan ekosistem. Ini berhubungan dengan aspek ekonomi masyarakat. Melarang, bukan solusi. Perlu larangan dengan mencari jalan keluar. Lamak di awak, katuju di urang, begitu orang Minang berkata. Siapa yang bisa melakukan itu? Tangan pertama adalah pemerintah dan jajarannya, selanjutnya unsur lain termasuk masyarakat sendiri.

Ketiga,  komitmen dari semua pihak untuk mencari alternatif teknologi terapan yang bisa membantu masyarakat mencari solusi ekonomi mereka. Ini belum tergali dengan baik, walau potensi sangat besar. Kita bisa pertanyakan, dimanakah dan kemanakah hasil riset para akademisi, lembaga riset, program pendidikan dan latihan, komitmen ormas, untuk menciptakan teknologi terapan menghadapi bencana? Sudah saatnya, kembali ke bumi karena masalah ada disitu. Karena itu, perlu dibangkitkan marwah lembaga riset untuk menciptakan ragam teknologi yang bisa diterapkan membantu semua pihak agar bisa tetap eksis kehidupannya, tanpa merusak alam.

Keempat, kita percaya pemerintah melalui SKPD dan Dinas-Dinas yang ada, punya kapasitas dan sumber daya untuk melakukan semua itu. Tetapi unsur tersebut tak akan bisa berbuat apa-apa tanpa adanya dukungan politik dan dorongan publik secara luas. Saya mengistilahkan, pendampingan terhadap para SKPD dan dinas-dinas, agar konsisten dan terarah pada strategi pencegahan bencana. Keterbatasan teknis maupun non teknis harus didukung oleh pihak lain. Dalam hal ini, saya bisa tekankan, TNI khususnya Korem 032 Wirabraja siap melakukannya. TNI punya sumber daya untuk itu, dan siap kolaborasi serius.

Kelima, kekuatan utama di Sumbar dan Ranah Minang sejak dulu adalah institusi adat yang begitu kuat dan dihormati. Ini harusnya jadi tonggak bersandar dan kekuatan besar yang perlu dimaksimalkan. Ribuan hektar tanah ulayat, puluhan suku, ribuan ninik mamak, adalah komponen penting yang bisa digunakan. Mari kita dorong dan dukung bersama-sama agar komitmen terhadap keselamatan alam dan kesejahteraan anak kemanakan tetap membahana. Karena itu, jauhkanlah kepentingan individu dan termasuk kepentingan politik terhadap kelompok ini. Jangan sampai Tongkat Membawa Rebah. Kalau sampai adat dijadikan alat politik, disanalah bencana tak akan selesai. Adat dan komponennya untuk semua pihak, kawallah itu.

Melalui penguatan itu, maka persoalan yang mengikutinya, seperti tata ruang, tata kelola lahan, termasuk konflik lahan dan batas wilayah bisa diminimalisir. Menguatkan unsur adat, demi kepentingan semua masyarakat, jadikan panglima.

Sasaran strategis dari semua itu adalah lambat namun pasti, dan bahkan bisa cepat terukur, perubahan mind set yang akan dirubah. Kerusahakan alam sangat dominan karena pola pikir selalu memandang alam sebagai sumber ekonomi, padahal disitu juga titik awal bencana yang terjadi.

Semua itu tak akan bisa terwujud tanpa adanya kebersamaan dan kesatuan semua pihak. Masyarakat dan wilayah memang plural, beragam, sulit untuk disamakan. Tetapi dengan menganut prinsip kepentingan orang banyak adalah yang paling utama, maka prilaku negatif satu atau dua pihak, harus dihentikan. TNI siap mengawal ini.

Cara terbaik adalah melakukan mekanisme integrasi sistem pengawasan yang bertanggungjawab. Semua pihak saling mengawasi, lembaga hukum jadi pedoman. BPBD bisa mengawali dengan membuat institusi pengawasan bersama, yang didukung oleh Pemerintah Daerah. Jika ada yang melanggar, hukum bicara dan bersama-sama kita libas. Pemahamannya, prilaku negatif satu orang akan membunuh ribuan orang lain. Ini yang harus dijaga.

Dukungan semua pihak harus muncul dan diikat oleh aturan yang jelas. Oleh sebab itu, lembaga semacam Baznas, termasuk program-program CSR dari berbagai perusahaan, bisa jadi backup metode itu. Semua butuh arah yang sama, dan komitmen adalah kuncinya. Jika tidak, jangan mengeluh jika tahun depan alam akan mengamuk lagi.

Catatan akhir tahun ini, diharapkan bisa jadi refleksi kita bersama. Korem 032 Wirabraja punya komitmen terhadap ini, dan itu tak perlu diragukan. Prajurit siap setiap saat, baik tenaga, pikiran, maupun program konkrit. Kami berharap prajurit jangan dianggap sekedar tenaga tanggap darurat kala bencana, tapi adalah unsur yang bisa berkolaborasi mencegah bencana terjadi. Kami dan kita harus sadar, bencana di Sumbar bukan sekedar bencana alam. Selamat Tahun Baru. (Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, Danrem 032 Wbr)
Views

INTAIKASUS.COM, (Delser) - Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar melayat ke rumah duka Almarhum Brigadir Surianto, personel Satlantas Polresta Deli Serdang di Jalan Setia Indah, Gang Wakaf, Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (26/12).

Bripka (Anumerta) Surianto diketahui tewas ditabrak truk saat perjalanan ke pospam Kayu Putih, Tanjung Morawa, Deli Serdang pada Rabu (25/12).

Tampak hadir Waka Polda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kapolresta Deli Serdang AKBP Yemmi Mandagi, PJU Polda Sumut dan seluruh personil Polresta Deli Serdang.

Kapolda Sumut menyampaikan bela sungkawa atas musibah yang terjadi.
"Atas nama pimpinan dan seluruh jajaran Polda Sumut, saya menyampaikan bela sungkawa atas musibah yang terjadi. Semoga Almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," katanya.
Jenazah.jpg

Ia juga meminta kepada keluarga yang ditinggal untuk tetap kuat dan tabah, karena semua adalah kehendak dari Sang Pencipta. Ia juga telah melaporkan peristiwa itu kepada Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz untuk mendapatkan kenaikan pangkat anumerta.

"Musibah yang terjadi sudah saya sampaikan kepada Bapak Kapolri. Nanti Almarhum akan mendapatkan kenaikan pangkat dari Brigadir menjadi Bripka," tandasnya.
Selanjutnya, jenazah lalu di salatkan dan dimakamkan di pemakaman yang tak jauh dari rumah korban.

Diketahui, peristiwa terjadi di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Awalnya korban dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio BK 5409 MG berangkat dari Polresta Deli Serdang menuju Pospam Kayu Besar, Tanjung Morawa untuk melaksanakan pergantian piket pospam natal dan tahun baru.
Jenazah 1.jpg

Saat di KM 23-24, tepatnya dekat Yayasan Perguruan Karya, dari arah berlawanan datang truk Colt Diesel BK 9551 VK yang ingin mendahului kendaraan di depannya. Tak ayal truk tersebut menabrak korban, dan korban mengalami luka robek dan memar di kepala, luka lecet di tangan dan kaki. Kasatlantas dan Kanit Laka Satlantas Polresta Deli Serdang yang mendapat laporan turun ke lokasi. 

Selanjutnya, korban dibawa ke RS Grand Medika, Lubuk Pakam. Korban meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis. Petugas telah melakukan olah TKP dan mengamankan kernet. Petugas juga menyita barang bukti laka lantas. (Ik)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Polsek Sunggal sedikitnya mengamankan 18 anggota geng motor dari Jalan Ampera Setia Budi, tepatnya di kawasan pinggiran Sungai.
Penangkapan anggota geng motor ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH didampingi Kanit Reskrim, Iptu Syarif Ginting, Minggu, (15/12/2019) dini hari.
"Anggota geng motor tersebut terdiri dari dua kelompok masing-masing berinisial RS (14), YS (15) dan JKS (16) yang merupakan anggota geng motor Esto," ujar Kompol Yasir.
Sementara, lanjut diungkapkan Yasir, anggota geng motor kelompok PXD yang tutut diamankan masing-masing berinisial JS (16), MI (16), MRAR (16), BS (14), H (18), RK (16), DS (16), A (16), AF (17), RBS (16), AS (18), BS (17), A (16), MGS (16) dan DF (13).
"Selain mengamankan anggota geng motor tersebut, kita juga mengamankan 38 sepeda motor berbagai merek," ungkap mantan Kapolsek Medan Labuhan ini.
Selain itu, lanjut Yasir menerangkan, anggota geng motor yang didominasi pelajar di bawah umur itu diamankan berdasarkan tindak lanjut laporan masyarakat yang resah dengan aktifitas para remaja tersebut.
"Sekira Pukul 00.00 Wib Personil Polsek Sunggal menerima laporan dari masyarakat bahwa seputaran pinggiran sungai Jalan Ampera Setia budi ada sekelompok anak muda yang diperkirakan sekitar 50 orang dengan menggunakan sepeda motor sedang berkumpul di pinggiran sungai yang diperkirakan adalah Kelompok Gemot. Setelah menerima informasi tersebut, saya bersama personil langsung menuju lokasi," terang orang nomor satu di Mapolsek Sunggal ini.
Selanjutnya, kata Yasir, melihat kedatangan petugas untuk melakukan pemeriksaan, para anggota geng motor tersebut langsung lari berhamburan. Sedangkan 18 orang yang berhasil kita amankan saat ini sedang didata di Mapolsek Sunggal," pungkasnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (SOLOK) - 
Lagi-lagi aksi heroik dilakukan Babinsa Koramil 03/ Muaralabuh Kodim 0309/Solok Korem 032/Wbr Kodam I/BB, saat banjir melanda kawasan perkampungan Tarandam, Pasar Muara Labuh Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan, Sumbar, Jumat (13/12/19). 

Setelah Serda Osman Gumandra, Babinsa Koramil 03/Muara Labuh Kodim 0309/Solok menyelamatkam Balita saat banjir datang. Kini, aksi heroik yang sedang viral dilakukan Sertu Mardi. Dengan nekad melepas seragam dinasnya Babinsa Kodam I/BB ini melompat ke Sungai Batang Pulakek Pauh Duo. Meski air deras tanpa mengenal bahaya mengancam nyawanya Bainsa ini langsung mencebur ke derasnta arus sungai untuk menyelamatkan Balita yang terseret arus. 

Detik-detik penyalamatan Balita korban hanyut ini sempat membuat heboh warga dan menjadikan moment penting bagi warga karena keberanian anggota TNI ini. 

"Yaa Allah, berani kali tentaro itu, luar biaso keberaniannya,Yaa Allah lihat itu, lihat itu dapot anak itu diselamatkan tentara, "ungkap warga setempat berdecak kagum. (Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (Adiankoting) - Babinsa  Koramil 23 Adiankoting Kodim 0210 /Tapanuli Utara pada hari Jumat 13 Desember bersama masyarakat Desa Banuaji 1 dan anak sekolah bahu membahu melaksanakan kerja bakti membersihkan material longsor yang megenai jalan desa Cuaca yang kurang bersahabat di musim hujan taun ini, mengakibatkan adanya tanah longsor.

Anggota J Koramil 23 Adiankoting yang terlibat dalam Gotong royong ini merupakan wujud kemanungalan TNI dengan rakyat. Tentu saja dengan kehadiran anggota TNI khusus nya anggota Koramil 23 Adiankoting membuat warga Desa Banuaji l semakin semangat dalam bekerja bakti.

Danramil 23 Adiankoting Kapten Inf Sugino membenarkan telah adanya bencana longsor di wilayahnya yaitu Desa Banuaji 1 Kec. Adiankoting. 

Danramil telah memerintahkan anggotanya bersama ikut serta dalam membantu menangani pembersihan longsoran tanah yang megenai jalan desa, yang menghubungkan Desa Banuaji 3 dan 4.

Kapten Inf Sugino menambahkan, Koramil 23 Adiankoting terus berupaya bersinergi dengan pihak-pihak terkait dalam membantu menangani bencana alam yang terjadi wilayah Adiankoting, seperti musibah tanah longsor di kali ini Babinsa, Bhabinkamtibmas, Anak sekolah dan masyarakat bahu membahu membersihkan matreal longsor yang mengenai jalan desa.

Sementara, Kepala Desa Banuaji 1 Ruhut Sipahutar menyampaikan banyak terimakasih kepada Babinsa Koramil 23 Adinkoting yang telah membantu dan pengangkatan matrial tanah yang megenai jalan desa. Dia berharap dengan semangat gotong royong masyarakat di desa Banuaji 1 Kecamatan Adiankoting selalu terjaga, ini menunjukkan kerukunan masyarakat Banuaji 1 sangat baik. (Pentem023)