.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Deli Serdang) - Operasi Justisi hari 4, Ratusan masyarakat di Deli Serdang masih terjaring Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Deli Serdang, Kamis (17/09).

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIK melalui Kabag Ops Polresta Deli Serdang Kompol Choky Meliala, SIK, SH, MH mengatakan, pihaknya bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Deli Serdang terus menggelar razia di Wilkum Polresta Deli Serdang untuk menindak pelanggaran protokol kesehatan.

Tak tanggung-tanggung, demi memberikan efek jera, aparat gabungan dari unsur Satpol PP, Polri, TNI, BPBD, dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Deli Serdang, memberikan hukuman berupa sanksi sosial membersihkan kota, bagi yang masih nekat tidak pakai masker saat keluar rumah.

"Dalam razia hari ini, terjaring sebanyak 340 orang yang melanggar protokol kesehatan, kebanyak tidak memakai masker. Kami melaksanakan di seluruh wilayah Hukum Polresta Deli Serdang dan diberikan hukuman kerja sosial bagi yang melanggar protokol kesehatan", jelas Kabag Ops.

"TNI  Polri membackup Pemkot dalam pelaksanaan pendisiplinan protokol kesehatan terhadap Perbup no. 77 tahun 2020", katanya. (Red/Ril)
Views

INTAIKASUS.COM, (DeliSerdang) – Hari kedua pencarian, Pelajar SD, Nazril (8) warga Dusun IV Perumahan Deli Kencana Desa Sidomulyo, Kecamatan Birubiru, Kabupaten Deliserdang, ditemukan tewas di saluran air di Jalan Pamah Gang Baru Kecamatan Delitua, Rabu (16/9/2020), pukul 15.30 WIB.

Jenazah korban ditemukan sekira 3 Km dari lokasi hanyut oleh tim Basarnas Sumut bersama tim Sabhara Polda Sumut dan Polsek Biru-Biru Polresta Deli Serdang, setelah menelusuri gorong-gorong hingga saluran air yang bermuara ke sungai. Selanjutnya jenazah Nazril diserahkan kepada orangtuanya, Andi Syahputra.

Kapolsek Biru Biru Polresta Deli Serdang, AKP Erlonggena Sembiring ketika dikonfirmasi, Rabu (16/9/2020) sore, membenarkan korban diduga hanyut ditemukan tewas setelah pencarian hari kedua.

Sebelumnya diberitakan, pelajar SD, Nazril (8) diduga hanyut dan masuk ke gorong-gorong saluran air saat mandi-mandi saat hujan deras bersama 2 orang temannya, Selasa (15/9/2020), pukul 15.45 WIB, di parit saluran air di Dusun IV Perumahan Deli Kencana persis di samping Masjid Al-Muhajirin. (Ril)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Sebanyak 231 rumah di Desa Klambir Lima Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang rusak diterjang angin puting beliung. Dari jumlah tersebut, 103 diantaranya mengalami rusak berat, namun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Camat Hamparan Perak Eko Sapriadi mengatakan, angin puting beliung itu terjadi pada Selasa (15/9/2020) petang. Di mana, sebelum kejadian, wilayah ini dilanda hujan deras yang disertai angin kencang.

"Semalam kejadiannya, rata-rata atap dan seng rumah warga beterbangan," ungkapnya, Rabu (16/9/2002).

Selain atap rumah warga, sambung dia, ada juga pohon yang tumbang dan menimpa tiang PLN, sehingga sempat terjadi padam listrik. Kendati begitu, kata Eko, tidak ada warga yang mengungsi, meski harus tidur hanya dengan menggunakan matras seadanya. 

Prihatin melihat kondisi ini, personel dari Sat Brimob Polda Sumut langsung turun ke lokasi bencana guna membantu masyarakat setempat. Bantuan itu mereka berikan, baik dengan membagikan paket makanan hingga membantu proses pemulihan rumah warga yang rusak. 

Kabag Ops Sat Brimob Polda Sumut Kompol Heriyono menjelaskan, kehadiran personel Brimob di Desa Klambir Lima Kebun ini, untuk membantu warga setempat serta memberikan support dan motivasi kepada warga yang terkena dampak bencana. Adapun bantuan yang diberikan, diantaranya 350 bungkus makanan dan puluhan face shield.

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin juga telah memberikan bantuan berupa beras sebanyak 200 karung, mie instan 150 karton dan sarung sebanyak 200 buah. (Rina)


Views

INTAIKASUS.COM, (Tiga Juhar) - Jajaran Kepolisian Sektor Tiga Juhar Polresta Deli Serdang bersama Forkopicam STM Hulu mulai melakukan langkah-langkah untuk mendisiplinkan masyarakat agar patuh pada protokol kesehatan dengan melakukan operasi Yustisi, Rabu (16/09/2020).

Operasi Yustisi ini serentak dilakukan oleh jajaran Polresta Deli Serdang termasuk Polsek Tiga Juhar yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Tiga Juhar Akp Salija bersama personil Koraamil Tiga Juhar, Personil Sat Pol PP Kec. STM Hulu Dan personil Puskesmas Tiga Juhar.
 
"Hal itu sesuai arahan Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIK kepada seluruh jajaran untuk secara serentak melakukan operasi yustisi dan Polsek Tiga Juhar menindàk lanjuti dengan melibatkan personil gabungan Polsek Tiga Juhar, TNI dan staf Kecamatan STM Hulu dalam Operasi ini.

"Adapun lokasi operasi Yustisi kali ini dilaksanakan di Pekan Rabu di Desa Tiga Juhar Wilkum Polsek Tiga Juhar",  ucap Kapolsek Tiga Juhar.

Akp Salija menjelaskan, Operasi Yustisi ini juga akan ditingkatkan dengan sasaran ke lokasi ruang publik seperti warung kopi, cafe, tempat ibadah maupun lokasi acara pernikahan, sesuai implementasi INPRES No 6 tahun 2020 tentang penegakan disiplin protokol kesehatan", pungkasnya.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIK melalui Kapolsek Tiga Juhar Akp Salija mengatakan "kegiatan Operasi Yustisi ditingkatkan terus agar masyarakat dapat menyadari dan semakin patuh pada protokol kesehatan",  terangnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Deli Serdang) - Kebakaran hanguskan gudang milik PT. Indomarco Adi Jln. Medan - Tg. Morawa KM 18,5 Desa Tg. Morawa B Kec. Tg. Morawa Kabupaten Deli Serdang terbakar, Rabu (16/09/20).

Informasi di himpun,  kebakaran terjadi Pagi ini sekira Pukul 07.30 Wib, dimana pada saat itu pekerja PT Indomarco yang bernama Ahmad sedang bekerja membersihkan lingkungan perusahaan, namun tiba – tiba melihat sambaran api akibat hubungan arus pendek Listrik. Setelah Itu secara spontan berusaha mencari Alat APAR untuk membantu memadamkan sumber titik api, namun Api tidak dapat dipadamkan sehingga semakin membesar dan sudah merembet ke barang-barang yang berada gudang.

Mengetahui terjadi kebakaran, sejumlah pekerja yang saat itu berada di lokasi PT Indomarco, mencoba memadamkan sumber api dengan memanfaatkan mesin pompa hidran milik PT Indomarco, namum usaha para pekerja memadamkan api ternyata gagal dikarenakan pompa hidran milik PT Indomarco tidak dapat bekerja dengan normal dan membuat api secara cepat membesar dan membakar isi gudang PT Indomarco.

Hinggah sekira pukul 08.05 wib, tiba 3 Unit mobil Damkar Pemkab DS dan Pukul 08.20 Wib tiba 1 unit mobil Water Canon Polresta Deli Serdang beserta Personil Polresta Deli Serdang untuk turut membatu memadamkan sumber titik Api.

Atas kejadian Tersebut, stok mie instan yang berada di Gudang PT Indomarco terbakar dan kerusakan pada bangunan perusahaan,  namun tidak ada korban jiwa dan mengalami kerugian sebesar Rp. 5.000.000.000,-.

Saat di konfirmasi Awak Media, Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi,Sik melalui Kabag Ops Polresta Deli Serdang Kompol Choky Santosa Meliala Sik,Sh,Mh mengatakan " Saat ini kita sedang menyelidiki penyebab kebakarannya, sementara informasi yang kita dapat, penyebabnya kebakaran terjadi diperkirakan akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namum sejumlah barang-barang yang berada di dalam gudang hangus terbakar ",ujarnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (SERGAI) - Lingkungan komplek Kantor Bupati Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ternyata belum bebas sampah. Pasalnya, masih tampak sampah berserakan dan menumpuk di bak sampah milik Pemkab Sergai persis di belakang Pos jaga Satpol-PP Sergai, Rabu (16/9) siang. 

Pemkab Sergai melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) dinilai tutup mata, karena itu merupakan pintu masuk pusat pelayanan kemasyarakatan seperti Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil), area parkir dan menuju kantor dinas lainnya.

Sejumlah masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya kepada ISN menyampaikan sangat menyayangkan lingkungan Kantor Bupati Sergai belum bebas sampah. Artinya, Dinas LH Sergai dinilai tutup mata karena itu dapat menimbulkan penyakit dan aroma yang tak sedap apalagi dekat pelayanan kemasyarakatan.

"Kami berharap dinas terkait agar kiranya jangan sepele terhadap kebersihan karena menyangkut kesehatan dan kenyamanan kita bersama, apalagi saat ini ditengah Pandemi Covid-19 yang melonjak tinggi kasusnya di Kabupaten kita," tegasnya.

Sementara Kadis LH Sergai, P. Tambunan saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp menyampaikan hal itu dikarenakan pasilitas alat alat persampahan kita belum memadai, mohon bantulah kami agar Dinas LH dilengkapi peralatan persampahan, biar bisa lebih baik kerjaan Dinas LH. Terima kasih," jawab Kadis. (By)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Seorang pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan masker tancap gas saat diberhentikan Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin dalam razia masker yang berlangsung di Jalan Jawa Medan, Sumatera Utara, Selasa (15/9/2020). 

Razia masker hari kedua ini digelar bersama personil Pol PP Kota Medan, Kecamatan Medan Timur dan Polsek Medan Timur. Setiap pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil yang tidak memakai masker diberhentikan petugas.

"Sasarannya adalah warga yang tidak menggunakan masker. Dan dari hasil operasi tersebut, masih banyak didapati warga yang belum disiplin mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker", kata Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin kepada wartawan.

Masyarakat belum sepenuhnya disipilin untuk menggunakan masker, sambung Kompol Arifin. Malah ada seorang pengendara sepeda motor jenis trail yang tidak memakai masker kabur dengan motornya saat diberhentikan petugas.

"Ada yang kabur saat ditanyai gak pakai masker. Dari hasil razia yang digelar tim gabungan, sebanyak 16 warga dikenakan saksi dengan menyita KTP dan di hukum push up," terang Arifin sembari menambahkan, razia masker ini akan terus digelar hingga batas tidak ditentukan. (Rn/Red)