.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Labuhan) - Petugas Polsek Medan Labuhan mengamankan dua unit mesin judi ketangkasan jenis tembak ikan dari hasil operasi Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KRYD), Minggu (29/3).

Informasi yang di himpun, tidakan tegas kepolisian itu dilaksanakan guna menyahuti aspirasi warga sekitar yang keberatan dengan beroperasinya mesin judi ikan tersebut.

Kemudian personil Polsek Medan Labuhan dengan cepat mengamankan dua mesin judi ikan tersebut dari TKP, dan dengan menggunakan satu unit mobil truk sampah milik Pemko Medan, dua unit mesin judi ikan itu dibawa ke Mapolsek Medan Labuhan.

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Eddy Safari SH, Senin (30/3/2020) sore saat dikonfirmasi wartawan  membenarkan personil Polsek Medan Labuhan telah mengamankan dua unit mesin judi ikan dari Paluh Nibung Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Deliserdang) - AWT (42) warga Dusun I Perumahan Geria Makmur 3 Blok B 18  Desa Namo Suro Baru Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang,  ditemukan tewas dengan kondisi tergantung dirumahnya, Senin (30/3/2020) malam.

Menurut keterangan istrinya, malam itu sekitar pukul 21.00 wib AWT berada dikamar bersama dengan dua anak nya sambil menghidupkan radio. Saat istrinya masuk ke kamar, AWT justru keluar kamar dengan alasan ingin tidur di kamar sebelah.

Selanjutnya istri korban langsung istirahat dan tertidur bersama kedua anaknya di dalam kamar tersebut. Sekira pukul 22.00 wib, istri korban terbangun dan melihat korban tidak ada di dalam kamar sebelah, setelah itu istri korban menuju kamar mandi yang letaknya di dapur namun pada saat membuka pintu dapur, istri korban melihat korban sudah dalam posisi tergantung di dapur rumah. Melihat kejadian tersebut istri korban pun terkejut dan histeris melihat suaminya sudah dalam posisi tergantung.

Kemudian istri korban menghubungi mertua dan warga sekitar, Kadus I Namo Suro Baru yang tiba di lokasi langsung menghubungi Pihak Kepolisian Sektor Biru-Biru Polresta Deli Serdang. Personil Polsek Biru-Biru yang turun ke TKP langsung melakukan olah TKP dan membawa  jasad AWT ke puskesmas Kecamatan Biru-Biru untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Kapolresta Deli Serdang, melalui Kapolsek Biru-Biru AKP E. Sembiring saat dikonfirmasi menjelaskan, "setelah dilakukan visum atau pemeriksaan luar kepada jasad korban, tidak ditemukan adanya tindakan kekerasan di tubuh korban, pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jasad AWT dan mengaku sudah ikhlas atas kepergian korban."

Mengingat banyaknya kasus dugaan bunuh diri yang terjadi di wilkum Polresta Deli Serdang, AKP E. Sembiring mengajak masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

"Kami pihak Kepolisian Resor Kota Deliserdang menghimbau kepada masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan dapat berfikir jernih dalam menghadapi hidup, segala cobaan pasti Tuhan beri jalan keluarnya," tutupnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Tanjung Morawa) - Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang langsung turun kelokasi melakukan pengamanan/ melakukan sterilisasi disekitar lokasi Super Market Irian Swalayan, Jalan Irian Link. II Kel. Pekan Tg. Morawa Kec. Tg. Morawa, sesaat begitu mendapatkan informasi terdapat/ditemukannya kembali titik api dari supermarket Irian swalayan, Senin (30/03/20).

Sebagaiamana diberitakan media ini sebelumnya, diketahui pada Minggu dini hari 29 Maret 2020 sekira pukul 02.00 wib, sijago merah melalap sebuah bangunan ruko 3 lantai bernama Irian Swalayan berlokasi Jalan Irian Link. II Kel. Pekan Tg. Morawa Kec. Tg. Morawa, dan sebanyak 6 unit mobil pemadam kebakaran dibutuhkan serta memakan waktu hampir 7 jam untuk dapat memadam api yan berkobar tersebut.

Namun pagi ini sekitar pukul 11.00 wib, warga sekitar dikejutkan dengan ditemukannya kembali titik api dari dalam Irian Swalayan yang sudah dipadamkan sebelumnya 24 jam yang lalu. Mendapati informasi tersebut, personil Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang langsung turun kelokasi melakukan pengamanan dan sterilisasi disekitaran dan seputaran Irian Swalayan.

Saat tiba dilokasi tampak warga masyarakat berkumpul berkerumunan ingin mengetahui yang terjadi diIrian Swalayan. Melihat kerumunan dan keramaian masyarakat, dengan sigap dan secara persuasif personil Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang melakukan himbauan untuk membubarkan diri dan kembali pulang kerumah selain mengantisipasi sterilisasi diseputaran TKP juga sebagai langkah pencegahan penyebaran penularan virus corona (Covid-19).

Kapolsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang AKP Sawangin, SH ketika dikonfirmasi oleh awak media ini, membenarkan adanya laporan tentang ditemukannya kembali titik api dari dalam lokasi Irian Swalayan.

"Ya benar, tadi kita terima informasi dan laporan begitu ada ditemukan titik api dari dalam lokasi, oleh sebab itu petugas Damkar langsung turun kelokasi dan kami juga langsung turun melakukan pengamanan dan sterilisasi TKP", ujarnya.

"Selain itu, tadi ada warga masyarakat yang berkumpul ramai-ramai mau melihat, langsung kami himbau membubarkan dan kembali pulang kerumah sebagai proteksi serta langkah mencegah penyebaran penularan virus corona (Covid-19)", ujar AKP Sawangin menambahkan. (Rina/Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (Tanjung Morawa) - Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat adanya seorang pria tergeletak berada dibawah jembatan pinggir sungai Belumei Desa Limau Manis Kec. Tanjung Morawa, Kamis (26/03/20).

Bermula pada hari Kamis 26/03/20 sekitar pukul 14.50 wib datang seorang perempuan bernama Rahmasari (45), yang sering jualan di pinggir jalan Besar Tanjung Morawa, Alamat desa Limau manis Tanjung Morawa melaporkan kepada IPTU JM. Gabe Napitupulu yang sedang melaksanakan piket di Piket Pos Keamanan RS. GL TOBING PTPN2 Tanjung Morawa memberitahukan adanya seorang sosok pria tergeletak dibawah jembatan sungai Belumei.

Selanjutnya menerima laporan tersebut IPTU JM. Gabe Napitupulu melaporkan kepada Kapolsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang. Kemudian Kapolsek bersama Wakapolsek dan personil Unit Reskrim dengan didampingi tim medis Puskesmas Tanjung Morawa turun kelokasi untuk melakukan olah TKP dan benar ditemukan seorang pria dalam keadaan telungkup dan tanpa identitas (MR.X).

Kemudian tim medis dari Puskesmas Tanjung Morawa dr. Una melakukan pemeriksaan luar dan MR.X tersebut dinyatakan telah meninggal dunia dan selanjutnya mayat MR.X tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tk.II Medan untuk dilakukan Visum et Repertum.

Belum diketahui penyebab dari meninggalnya MR.X tersebut, namun dari keterangan warga yang bertempat tinggal sekitaran jembatan sungai Belumei yang dihimpun oleh awak media bahwa MR.X tersebut setiap malamnya tidur dibawah kolong jembatan sungai Belumei dan dalam keadaan yang tidak terurus atau bisa dikatakan tidak waras.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIk melalui Kapolsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang AKP Sawangin saat dikonfirmasi membenarkan adanya temuan mayat tanpa identitas (MR.X) dibawah jembatan sungai Belumei  namun belum diketahui penyebab meninggalnya.

"Saat ini MR X sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.II Medan untuk dilakukan visum", ujarnya. (Red)Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Ledakan terjadi di Ramayana Plaza, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Rabu (25/3/2020) siang. 
Informasi yang diperoleh, ledakan ini diduga berasal dari tabung gas yang berada pada Fountain Cafe di dalam plaza tersebut.
Akibat kejadian tersebut, sebagian dari bangunan depan Plaza Ramayana ini porak poranda dihantam ledakan. Tak hanya itu, 2 orang juga dikabarkan harus dilarikan ke Rumah Sakit karena terluka saat peristiwa ledakan itu terjadi.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, ledakan terjadi pada sekitar pukul 11.45 WIB. Awalnya aktivitas Plaza yang masih berjalan seperti biasa, tiba-tiba dikejutkan dengan suara ledakan yang cukup kuat.

Karenanya, warga yang mendengar ledakan ini pun spontan menjadi heboh. Sehingga tak lama kemudian, petugas kepolisian termasuk dari tim gegana langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan atas kejadian yang terjadi.

Manager Pusdalops-PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Nurly menyampaikan, berdasarkan laporan yang didapat tim Pusdalops, ledakan yang terjadi ini diduga berasal dari tabung gas. Adapun dampak ledakan ini membuat sebuah tempat makan Fountain Cafe di Plaza ini rusak cukup parah dengan persentase sekitar 60%.

"Namun ledakan ini masih dalam tahap penyelidikan pihak yang berwajib," jelasnya.

Selain bangunan yang rusak, kata Nurly, terdapat 2 orang korban yang mengalami luka ringan saat peristiwa berlangsung. Akan tetapi Nurly tidak merincikan, apakah kedua korban tersebut berasal dari pihak karyawan atau malah dari pengunjung.

"Saat ini keduanya sudah mendapatkan penanganan dari tim medis," katanya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu M Ainul Yaqin yang dikonfirmasi mengaku bahwa sejauh ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan. Sebab, sambungnya, pihak kepolisian masih dalam tahap penyelidikan.
"Belum bisa ngasi statemen. Karena masih proses penyelidikan," tandasnya. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Polsek Medan Kota dipenuhi puluhan siswa dari beberapa SMK di Kota Medan. Mereka diamankan karena melakukan konvoi dijalanan tanpa mengenakan helm dan knalpot blong.
Menurut informasi yang diterima, sebelum diamankan puluhan siswa ini melakukan aksi coret baju pasca melaksanakan Ujian Nasional (UN). Selanjutnya mereka lakukan konvoi dijalanan secara bergerombolan sehingga menganggu kenyamanan masyarakat.
Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan mengatakan, tidak akan mentolerir aksi-aksi yang meresahkan masyarakat. "Setelah didata dan diberi pengarahan, para siswa tersebut dikembalikan kepada orangtua masing-masing, namun jika diketahui terlibat kejahatan akan diproses hukum," katanya.
Para siswa SMK itu dijaring dari sejumlah lokasi, mengenakan pakaian seragam yang sudah dicoret-coret, termasuk rambut mereka dicat warna warni. Sebagian dari mereka diketahui sudah ada yang lulus setahun lalu, dan ada yang masih kelas 2 namun ikut konvoi dan coret baju. Bahkan ada beberapa diantaranya bertato. 
Hingga malam, mereka masih diamankan dan diberi pengarahan langsung oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edison Isir, yang datang langsung ke Polsek Medan Kota. Ia menekankan kepada para siswa untuk taat hukum.
Sementara para orangtua yang diberi tau soal penangkapan itu, terlihat menunggu di luar pagar Polsek, sampai pengarahan dan pendataan selesai. (Ik)
Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Seorang pria yang bekerja sebagai tukang pencari barang bekas (botot), Dewasli Manalu (49) warga Jln. Karya VII, Desa Helvetia Kec. Sunggal, Kab. Deliserdang, 
ditemukan meninggal dunia di Jln. Bunga Asoka, Kecamatan Medan Selayang, Senin (16/3/2020) sekira pukul 5.30 Wib.

Saksi mata menyebutkan, Senin (16/3/2020) sekira pukul 05.30 wib, korban terlihat datang untuk mengambil sisa-sisa makanan, sembari mengambil sampah plastik kosong aqua di depan rumah salah satu warga bernama Hayarni.

Namun tidak lama kemudian, saksi melihat korban tergeletak di sebelah becaknya. Melihat hal itu kemudian saksi mengabari kepada Kepling setempat dan kemudian menghubungi pihak Kepolisian Polsek Sunggal. 

Piket Reskrim Polsek Sunggal yang mendapat informasi adanya seorang lelaki tergeletak dipinggir jalan Bunga Asoka dalam keadaan sudah meninggal dunia langsung turun ke Tkp guna melakukan olah Tkp dan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi melalui Kanit Reskrim AKP M Syarif Ginting saat dikomfirmasi wartawan membenarkan temuan mayat tersebut
"Dari hasil pemeriksaan petugas tidak ada ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. Posisi korban tergeletak disebelah becaknya," ujarnya.

Selanjutnya, sambung AKP M Syarif Ginting, korban dibawah ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk di otopsi dan pihak kepolisian mengamankan becak korban yang berisikan barang bekas tersebut. (Rn)