.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Kerajaan) - Keberadaan Babinsa dalam setiap kejadian di wilayah Desa binaan nya tetap menjadi perhatian khusus bagi aparat kewilayahan, dengan demikian masyarakat bisa langsung merasakan kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat, seperti hal nya yang dilakukan Serda P. Lumbanraja Babinsa Koramil 06 Kodim 0206/Dairi saat membantu para pengendara untuk melintasi jalan yang berlumpur yang diakibatkan longsor menutupi badan jalan di Desa Buluh Tellang Kec. Tinada Kab. Pakpak Bharat, Selasa (03/12/2019).

Serda P.Lumbanraja menuturkan, terjadinya longsor tersebut diakibatkan Hujan yang turun cukup deras dan lama ditambah tanah yang labil di sepanjang jalan Kabupaten dari Sukaramai menuju Salak Kab. Pakpak Bharat, bagi yang berkendaraan melalui jalur tersebut agar berhati-hati dalam perjalanan terlebih saat turun hujan.

Akibat kejadian tersebut, kendaraan yang melalui jalan tersebut harus sabar dan berhati-hati, BPBB Kab. Pakpak Bharat sudah merapat ke tempat kejadian membawa alat Berat untuk membersihkan jalan tersebut, mudah-mudahan tidak terjadi lagi longsor di titik yang lain, mengingat dalam waktu dekat akan dilalui pemudik yang pulang kampung untuk Natal dan Tahun Baru mendatang,"  ujar Serda P. Lumbanraja. (Penrem023)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - . Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Klas II Tanjung Gusta Medan Helvetia, terbakar pada Minggu (1/12/2019) pagi sekitar pukul 05.30 WIB.  Kebakaran terjadi di ruangan bimbingan kerja warga binaan. 

Humas Kanwil Kemenkumham Sumut Josua Ginting mengatakan, seluruh warga binaan selamat dan tidak ada yang melarikan diri.

"Api tidak sampai ke dalam ruangan warga binaan. Hanya ruangan bimbingan kerja yang terbakar," ucap Josua ketika dikonfirmasi, Minggu siang.

Sedangkan asal api, lanjut Josua, dari salah satu kompor dengan tabung gas ukuran 3 Kg yang meledak ketika sedang digunakan para warga binaan memasak kue.

"Pagi itu para warga binaan sedang memasak kue. Kuat dugaan api berasal dari salah satu kompor yang meledak. Tetapi dipastikan tidak ada korban jiwa," jelasnya, sembari mengatakan bahwa jumlah warga binaan yang menghuni di lapas itu sebanyak 617 plus seorang anak bayi.

Dilanjutkannya, petugas pemadan kebakaran dibantu Polsek Helvetia dan warga binaan berupaya memadamkan api. 
Api tidak sempat membesar karena petugas Lapas dan personel Polsek Medan Helvetia cepat bertindak sambil menunggu pemadam kebakaran datang," ujar Josua.
Sekitar pukul 06.00 WIB, delapan unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kebakaran dan api dapat dipadamkan. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Sudah seminggu, Pelaku pembunuh Roger Siahaan, Mahasiswa Nommensen yang tewas dalam bentrok antar fakultas, juga belum berhasil diungkap Jajaran Reskrim Polrestabes Medan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Eko Hartanto saat dikonfirmasi mengakui pihaknya belum menemukan pelaku penusuk mahasiswa yang tewas dalam bentrok antar mahasiswa di kampus UHN,  Jumat, (22/11) sekira pukul 14.00.

"belum bang, nanti kalau sudah dapat tersangka penikam nya akan di release  bang" isi pesan whatsapp Eko kepada media. 

Kejadian tewasnya Mahasiswa UHN yang belum juga di temukan oleh pihak Polrestabes Medan ternyata juga menjadi perhatian khusus oleh Ketua DPRD Medan, Hasyim SE. Menurutnya,  meskipun ini tawuran antar internal mahasiswa, namun kejadian tersebut sudah menelan korban jiwa. 

"Jadi hal ini tidak bisa dianggap persoalan biasa, dan meminta petugas dapat segera menangkap pelaku pembunuhan itu" tandas Hasyim SE. (Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Cafe 77 di Jalan Bunga Rinte, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, yang dijadikan lokasi perjudian dan meresahkan warga akhirnya digrebek oleh Satuan Sabhara Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara bersama Polsek Deli Tua, pada Rabu (27/11/2019), sekira pukul 21.30 WIB.

Dari penggrebekan yang dilakukan petugas mengamankan 4 orang yang terdiri dari 2 laki-laki dan 2 perempuan, selain itu turut disita dari lokasi adalah satu set alat kocokan dadu lengkap dengan bola dadunya, serta yang tunai Rp 4,6 juta. 

Selain itu 3 lembar catatan biaya pengeluaran untuk penjaga portal (pintu masuk - keluar), 3 buah STNK motor hasil gadaian, satu buah BPKB sepeda motor hasil gadai, 8 buah kunci sepeda motor, satu doz kartu Joker, satu buah buku catatan gadai-menggadai sepeda motor, STNK, BPKB dan Handphone, satu buah kursi kerajaan untuk master/raja pada permainan dadu, satu buah kotak tempat uang tong dan satu buah bong (alat hisap sabu).

Kapolsek Deli Tua, AKP Dolly Nelson Nainggolan kepada wartawan membenarkan telah menggerebek lokasi perjudian di Cafe 77.

"Iya sudah kita lakukan penggerebekan, langsung dipimpin oleh Bapak Kasat Sabhara Polrestabes Medan bersama dengan personil Militer (POM) TNI AD beserta seluruh anggota Sabhara dan Polsek Delitua, pemilik Cafe 77 berinisial MT ketika digerebek tidak berada dilokasi. Seluruh barang bukti dan empat orang yang diamankan diserahkan ke Satuan Reskrim Polrestabes Medan, untuk proses lebih lanjut", jelas AKP Dolly Nainggolan.

Kapolsek Delitua terus berkomitmen akan menindak segala bentuk praktek perjudian yang meresahkan masyarakat di Medan.

"Perjudian itu adalah penyakit masyarakat, setiap kita mendapatkan informasi tentang praktek perjudian itu, pasti akan kita tindak lanjuti", tegasnya. 
(Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Sumbul) - 
Salah satu tugas TNI AD yang dituanglan dalam 8 wajib TNI adalah membantu kesulitan rakyat sekelilingnya. Hal ini dilakukan oleh Koramil 01/Sbl dengan terjadinya kebakaran sebuah Gereje HKBP Parbuahan Desa Pegagan Julu 6 Kec. Sumbul, Kab Dairi Rabu (20/11/2019) pukul 18.30 wib. 

Babinsa Koramil 01/Sumbul, Kopda Boslan Padang langsung turun ke lokasi kebakaran beserta batuan personel Kodim 0206/Dairi dan warga setempat bahu membahu memadamkan kobaran api.

"Aksi ini dilakukan Babinsa agar api tak menjalar ke samping maupun ke kanan gereja sambil menunggu bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kab. Dairi.
Salah satu yang dilakukan dengan menyingkirkan  semua benda yang mudah terbakar dan perabotan yang masih dapat dikeluarkan dari dalam gereja.

"Untuk mengantisipasi hal yang tidak di inginkan 
maka masyarakat juga mengosongkan perabot yang ada dirumah samping sebelum api semakin membesar," ujar Kopda Boslan.

Disamping itu juga, Kopda Boslan padang memberikan semangat kepada warga agar terus berupaya memadamkan api.

Dengan berbagai upaya masyarakat secara manual dan dibantu oleh dua unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kab Dairi melawan si jago merah.
Upaya dan kerja sama dari berbagai elemen akhirnya, kebakaran Gereja dapat membuahkan hasil dengan padamnya api lebih kurang satu setengah jam kemudian.

"Peristiwa kebakaran  gereja menghanguskan bangunan sekitar 90 % kursi, Sound siatem dan peralatan - peralatan yang ada di dalamnya. "Tak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun ditaksir kerugian yang dialami mencapai ratusan juta rupiah," pungkasnya.
  
Pendeta gereja HKBP mengucapkan "banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah bersusah payah membantu memadamkan api tak ada korban jiwa dalam musibah ini, saya mohon maaf atas kelalaian kami atas musibah ini katanya. 

Info sementara dari masyarakat bahwa terjadinya kebakaran diakibatkan oleh korsleting arus pendek listrik karena adanya sambaran petir. (Penrem023)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan mengincar anggota polisi yang baru selesai apel pagi. Akibatnya 4 anggota polisi, 1 pegawai, dan 1 warga sipil luka ringan.

Tatan menjelaskan bahwa pelaku datang ke Mapolrestabes Medan sekitar pukul 08.20 WIB, Rabu pagi (13/11). Pelaku memakai jaket dan penutup kepala atau sebo. Petugas yang berjaga lalu memintanya melepaskan jaket dan penutup kepala tersebut, namun pelaku tidak keberatan.

Setelah itu, pelaku menuju gedung yang melayani pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Dia sempat berbaur bersama warga yang mengantre pembuatan SKCK.

Kemudian, setelah melihat ada beberapa polisi baru selesai bubar apel pagi, pelaku langsung menghampiri. Saat itulah bom meledak, yakni sekitar pukul 08.45 WIB.

"Mengarah ke anggota yang sudah bubar apel. Habis itulah bom itu meledak," tutur Tatan saat wawancara bersama awak media, Rabu (13/11).

Terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan,  ledakan bom bunuh diri itu mengakibatkan 6 orang terluka ringan. Dari 6 orang itu, 4 merupakan anggota polisi, 1 pegawai, 1 warga sipil.


"Mengakibatkan 6 luka, 4 anggota polri 1 phl, 1 masyarakat. Sedangkan kerusakan ada 4 kendaraan 3 milik dinas 1 pribadi. Saat ini Densus 88 dan Inafis, labfor melakukan olah TKP untuk memastikan identitas pelaku," ucap Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/11).

Anggota polisi dan warga yang berada dekat di lokasi kejadian lantas membubarkan diri. Mereka berlarian ke area yang dianggap aman.

Dedi mengatakan, saat ini kepolisian masih menyelidiki semua hal yang berkaitan dengan ledakan bom bunuh diri. Identitas pelaku masih belum diketahui.

"Kemudian apakah pelaku jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) atau lonewolf, semua masih berproses," ucapnya.

Jenis bom yang digunakan juga masih belum bisa dipastikan. Dedi mengatakan, semua partikel yang tersisa di tempat kejadian perkara tengah diselidiki tim Inafis, Puslabfor dan Densus 88.

"Partikel juga untuk mengetahui jenis bom apa high atau low explosive dan senyawa-senyawa yang digunakan merakit bom," pungkas Dedi. (Ik)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Polda Sumatera Utara menurunkan tim jinak bom (jibom) dan Gegana dari Brimob mengecek sepeda motor milik pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said Medan, Rabu (13/11/2019).

Tiga orang petugas dari jibom turun dengan peralatan lengkap, memakai rompi anti peluru, sarung tangan dan membawa linggis. Mereka bertugas membuka isi bagasi sepeda motor milik Dedek, pelaku bom bunuh diri itu.

Dengan perlengkapan dan persiapan yang dimiliki, ketiga personel jibom mulai membuka sepeda motor Honda Vario BK 6848 CH, berwarna merah.
Masing-masing petugas memiliki peran, dengan sarung tangan berwarna kuning, personel jibom mencongkel sepeda motor. Setelah lima menit, mereka bisa membuka jok sepeda motor. Hasilnya, petugas mengamankan satu buah plastik yang belum diketahui apa isinyadari dalam bagasi sepeda motor.

"Cepat bawa, cepat bawa, apa isi di dalam jok sepeda motor itu, ayo semua pakai sarung tangan, mana sarung tangan," kata Wakapolrestabes Medan, AKBP Rudi Rifani memimpin personel jibom.

Kemudian atas arahan dari Wakapolrestabes Medan, personel membawa bungkusan dari dalam bagasi dan sepeda motor ke dalam Mapolrestabes Medan.

Wakapolrestabes Medan, AKBP Rudi Rifani enggan menjelaskan apa isi bungkusan yang ada di dalam bagasi sepeda motor.
Kabag Operasional Polrestabes Kota Medan, AKBP Romadhoni membenarkan sepeda motor milik pelaku.

"Sepeda motor itu kita berikan garis polisi, agar lebih memudahkan proses penyelidikan, nantinya tim dari Brimob akan membuka apa isi dalam bagasi sepeda motor tersebut," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, ledakan dahsyat terjadi di Mapolrestabes Medan, sekitar pukul 08.45 WIB, bom dibawa oleh pelaku bernama Dedek yang saat itu menggunakan jaket ojek online.

Awalnya dia masuk melalui pintu masuk, di situ ada beberapa personel dari kepolisian yang berjaga. Lalu pelaku masuk dengan santainya dan beberapa detik melangkah, pelaku meledak.
Puing-puing bagian tubuhnya berserakan di lantai. Akibat dari kejadian itu, ada beberapa personel mengalami luka. (Red)