.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

advert

advert

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views

INTAIKASUS.COM, (Patumbak) - Suasana di Jalan Tuar, Kecamatan Medan Amplas, seketika geger. Pasalnya, sesosok orok bayi yang dimasukkan ke dalam kotak mie instan ditemukan warga dalam tumpukan sampah. 

Sontak temuan tersebut langsung jadi tontonan warga sebelum akhirnya dilaporkan ke Polsek Patumbak yang mengevakuasi orok bayi tersebut, Selasa (25/2/2020) sore. 

‪Informasi yang dihimpun, orok bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga yang bernama, Sofyan yang melintas dilokasi. Melihat ada kotak yang masih bagus, Sofyan pun mendekatinya dan mengambilnya.

‪"Saat saya temukan, kotaknya dalam posisi berdiri dan tertutup. Begitu saya ambil dan buka, ternyata didalamnya ada orok bayi. Lalu saya laporkan sama warga lainnya," ucap Sofyan.

‪Dikatakan Sofyan, usai warga berdatangan dilokasi, warga lainnya pun memberi tahu pada Kepala Lingkungan (Kepling) dan diteruskan ke Polsek Patumbak. 
‪"Sekitar 30 menit setelah kami temukan, polisi datang dan langsung mengamankan kotak yang berisi orok bayi itu," tandas Sofyan.

‪Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Gindo Manurung saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya sudah turun ke lokasi.

‪"Iya benar, tadi dilaporkan warga ke kita (Polsek Patumbak) dan anggota sudah turun ke lokasi mengamankannya," ungkap Gindo singkat. (Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (Serdang Bedagai) - Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum pimpin penggerebekan perkampungan yang diduga menjadi sarang/tempat mengonsumsi narkoba di Dusun I dan Dusun IV dan V Desa Nagur, Kecamatan Tanjung beringin Kab. Serdang Bedagai, Rabu (19/2/2020) sekira pukul 17.30 WIB. 

Bedasarkan informasi dari  masyarakat, beberapa orang tersangka ditangkap diantaranya, Irfan (42) dan Legino (28), keduanya warga Dusun III, Desa Pematang cermai, Kecamatan Tanjungberingin, Kabupaten Sergai dengan barang bukti 1 (satu) paket shabu dengan berat 0,04 gram dan 1 satu (unit) Sepedamotor CBR warna hitam ditangkap didepan rumah warga Dusun I Kp.Baru Desa Nagur.

Kemudian, Ismail alias Mail (42) warga Dusun I Kampung Baru Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, berhasil diamankan petugas Adapun barang bukti yang disita petugas yakni, 1 (satu)  lembar plastik klip diduga berisi sabu seberat 0,35 gram dan satu lembar plastik klip kosong.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Kabag Ops Kompol Sofyan SH, Kasat Res Narkoba AKP Martualesi Sitepu SH MH, Kasat Intel AKP T. Manurung, Kasat Shabara AKP Abdul Rahman, Kasat Lantas AKP Agung Basuni SH SIK, Kapolsek Tanjung beringin AKP Khairul Saleh, Kasubbag Humas Ipda Zulfan Ahmadi, SH, puluhan personel Polres Sergai, BNN Kab.Sergai, Satpol PP Kab. Sergai dan Dinas Kesehatan Kab. Sergai.

Tampak juga Camat Tanjung Beringin Safruddin, Kepala Desa Nagur M Syairajul Yahdi beserta Sekretaris Desa Muklis, tokoh agama maupun masyarakat setempat. Ratusan warga tampak berkerumun guna mendukung aksi Kapolres sejajaran yang sudah terbilang sangat meresahkan masyarakat sekitar.

Saat dilakukan penggerebekan di Dusun I Kampung Baru Desa Nagur isak tangis dari istri pelaku sabu, Ismail pecah saat melihat petugas memboyong suaminya dari kediamannya. Setelah itu, petugas langsung memboyong ketiga tersangka berikut barang bukti ke Mako Polres Sergai.

Kemudian, penyeseran dilanjutkan ke areal kebun sawit yang berada di Dusun IV dan V Desa Nagur. Sepanjang jalan dalam penyisiran  petugas banyak menemukan puluhan plastik klip bekas dan alat isap yang tampak baru saja digunakan untuk mengkonsumsi sabu. 

"Kami sangat resah dengan kegiatan yang sering dilakukan ditempat itu,"ungkap seorang warga pada media. 

Kapolres dan jajaran juga memasuki sebuah rumah kosong yang diduga dijadikan sebagai tempat pesta sabu dan menyeser salah satu kediaman warga, dimana halaman belakang rumahnya diduga kerap dijadikan tempat berkumpul dan mengonsumsi sabu. 

Pada kesempatan itu, Kapolres mengimbau kepada pemilik rumah agar melarang warga masuk ke halaman belakang rumahnya dan membongkar gubuk tersebut. 

Kepada awak media, Kapolres Sergai AKBP ROBIN menyampaikan "kegiatan ini merupakan Tindak lanjut Laporan masyarakat kepada kita dan kami langsung melakukan aksi bersih-bersih narkoba di Desa Nagur ini supaya para bandar ataupun pengguna yang selama ini sudah sangat meresahkan akan takut tinggal di Tanah Bertuah Negeri Beradat". 
Ianya juga menyampaikan, kegiatan tersebut akan rutin dilakukan.

Sebab, menurutnya, "dari hasil penyisiran di lapangan, hampir 20 persen masyarakat Desa Nagur sudah terkontaminasi dengan sabu-sabu. Terbukti dari banyaknya alat hisap sabu maupun plastik klip bekas pakai yang kita amankan," ujar Mantan Kapolres Batu Bara ini.

Untuk itu, tidak ada ampun bagi para pelaku kejahatan khususnya narkoba, judi dan 3C.

"Saya imbau kepada segenap tokoh baik agama maupun masyarakat setempat, untuk membantu tugas-tugas kepolisian dengan melaporkan jika melihat dan mengetahui kejahatan Narkoba,  judi dan 3 C," tegas Kapolres. (Bayu)
Views

INTAIKASUS.COM, (Serdang Bedagai) - Menanggapi keluhan masyarakat terkait aktifitas judi jack pot di Kecamatan Tanjung Beringin, Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang langsung melakukan Penggerebekan di dua tempat berbeda yakni Desa Pekan Tanjung Beringin dan Desa Nagur Kec. Tanjung Beringin, Selasa (18/02/2020) sekira pukul 15.00 WIB.

Turut hadir mendampingi Kapolres melakukan penggerebekan, Camat Tanjung beringin Safruddin, Danramil Tanjung Beringin Mayor Inf Muchsin, Waka Polres Kompol Gunawan Hery Sudarto, Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu, Kasat Lantas AKP Agung Basuni, Kasat Sabhara AKP Abdul Rahman, Kapolsek Tanjung Beringin AKP Khairul, Ps.Kasubag Humas IPDA Zulfan Ahmadi, SH serta Kepala Desa Nagur dan Kepala Desa Pekan Tanjung Beringin.

Kepada Media AKBP Robin Simatupang saat di TKP mengatakan, dari hasil penggerebekan Polisi berhasil menemukan barang bukti 4 buah mesih Judi Jackpot, dua di dapat didalam rumah Mulia (48) di Dusun IX, Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai dan 2 mesih jackpot lain di temukan pada rumah Dina (53) warga Dusun II, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai. 

"Kita menanggapi keluhan masyarakat terkait aktifitas Judi Jackpot, kita lakukan penggerebekan bersama camat, dan ramil, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat," ucap Kapolres Robin.

Masih dikatakan Kapolres, pemberantasan judi akan secara intens dilakukan di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai yang merupakan Program Bapak Kapolda yang tindak lanjuti dengan menggandeng m k.. Pemerintah, Kodim, tokoh agama, tokoh Masyarakat dan tokoh Pemuda sehingga para pelaku kejahatan takut tinggal di Kab. Serdang Bedagai.

"Barang bukti 4 buah Jackpot akan kita bawa ke Polres Serdang Bedagai untuk kita proses, Pemilik rumah saat kita grebek sudah melarikan diri," pungkasnya.

Kapolres akan terus gencar memerangi kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum di wilayahnya untuk menciptakan Serdang Bedagai bersih dari judi dan narkotika. (Bayu)
Views

INTAIKASUS.COM, (Samosir) - Sedikitnya puluhan Kepala Keluarga (KK) yang berdomisili di Dusun Labuan Desa Ambarita Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir menolak digusur. Pasalnya, lahan yang sudah empat generasi dikuasai oleh masyarakat, saat ini akan dibangun sarana dan prasarana darat oleh Kementerian Perhubungan.

ironinya, penggusuran tanpa ada ganti rugi yang layak. Terkait hal tersebut akhirnya masyarakat mengadukan kasus ini ke Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) Sumatera Utara (Sumut).

"Sejak tahun 2017 masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Komunikasi Masyarakat Labuhan Ambarita dan Perantau (LKMLAP) yang diketuai oleh Monang Sidabutar telah melakukan upaya-upaya negoisasi dengan Pemkab Samosir dan Instansi lainnya untuk mempertahankan hak mereka, namun sampai saat ini belum berhasil, hingga akhirnya mereka memberi kuasa ke LPRI, guna meminta menyelesaikan kasus ini".

Hal ini diungkapkan Ketua LPRI Sumut Eduward Pangaribuan didampingi Mangara Samosir dan Jauhum Sinaga serta AKBP (Pur) Tohap Siregar kepada wartawan, Senin (17/2/2020).

Eduward menegaskan, tindakan Bupati Samosir yang dengan seenaknya mengibahkan lahan masyarakat kepihak Kementrian Perhubungan, tanpa ada kordinasi dengan masyarakat, sama artinya tindakan sewenang-wenang dan terjadi Abuse of Power (penyalahgunaan kekuasaan).

"Dalam hal ini, Masyarakat menolak dengan keras pembangunan sarana dan prasarana darat yang akan dilakukan pihak Kementerian Perhubungan. Karena masyarakat merasa lahannya dirampok begitu saja tanpa ada ganti rugi atau relokasi tempat yang layak", ujar Eduward.

Disatu sisi, lanjut Eduward, masyarakat sudah turun temurun selama empat generasi menguasai lahan tersebut, yakni sejak Indonesia belum merdeka.

"Ada beberapa masyarakat mengakui neneknya lahir disitu pada tahun 1929, inikan belum merdeka, hingga turun temurun sampai saat ini, kok bisanya lahan tersebut diklaim milik pemerintah?", ucap Eduward.

Eduward menambahkan, lahan yang akan digunakan membangun fasilitas darat dermaga Ambarita tersebut juga dari sejak dahulu digunakan warga untuk menyambung kebutuhan hidup, yakni sebagai nelayan dan petani, namun kok Setega itu pihak Pemkab Samosir mengusir mereka begitu saja.

Penggusuran yang dilakukan Bupati Samosir dengan menerbitkan surat hibah lahan kepada pihak Kementerian Perhubungan Yang tertuang dalam surat Nomor HK.201/16/DJPD/2017, pada Tanggal 12-9-2017, dengan Luas 7011 M2.  

"Sebelum mengibahkan lahan tersebut, seharusnya Bupati menyelesaikan terlebih dahulu dengan masyarakat, dalam hal memberi ganti rugi dan tidak serta Merta main usir-usir paksa", tegas Eduward.

Ketua LPRI Sumut ini mengatakan siap memperjuangkan hak masyarakat, dengan mengambil langkah-langkah hukum, dan bila perlu akan melaporkan kasus ini ke Presiden Republik Indonesia.

"Kalau memang Bupati Samosir terus memaksakan kehendak dan tidak menyelesaikan persoalan lahan masyarakat ini secara Arif dan bijaksana, hingga tidak merugikan pihak manapun, kita akan laporkan kasus ini ke Presiden", tegas Eduward.

Eduward juga menyampaikan kepada pihak manapun yang terlibat dalam melakukan pembangunan di Desa Labuhan Ambarita harus menyelesaikan sengketa lahan tersebut terlebih dahulu dengan masyarakat, karena memang saat ini persoalan lahan tersebut menjadi atensi LPRI Sumut.

"Intinya, kami meminta kepada Bupati Samosir menyelesaikan terlebih dahulu sengketa lahan dengan masyarakat, jangan korbankan rakyat, hanya demi kemajuan pembangunan hingga rakyat menjadi sengsara, LPRI Sumut siap digaris terdepan dalam membela hak-hak masyarakat", tandas Eduward. 
(Rel)
Views

INTAIKASUS.COM, (SERGAI) - Sebanyak 50 personil Polres Sergai terdiri Pejabat Utama (PJU) dan seluruh Kapolsek Jajaran Polres Sergai dilakukan Tes Urine dan Pemeriksaan perlengkapan secara mendadak. Dari hasil tes urine 1 orang personil di nyatakan positif terindikasi pemakai narkoba, Sabtu pagi (17/2/2020) sekira pukul 09:00WIB.

Dalam kegiatan pemeriksaan tes urine dipimpin langsung oleh Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, MH didampingi Waka Polres Sergai Kompol Gunawan Hery Sudarto, Kabag Ops Kompol Sofyan SH dan pejabat utama (PJU) dan Para Kapolsek Jajaran Polres Sergai dan Seluruh Personil Polres Sergai dan perwakilan Dinas Kesehatan Kab. Sergai yang dipimpin Bapak Sapuan Skep.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang usai melakukan tes urine secara mendadak di halaman Mapolres Sergai, tepatnya di Depan kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu ( SPKT), kepada awak media, Selasa (17/2/2020) mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan usai upacara kenaikan bendera setiap Senin, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan senjata api organik dinas dan kelengkapan surat -surat pribadi anggota terdiri KTA, KTP dan surat senjata api dinas serta dilakukan dadakan pemeriksaan tes urine untuk seluruh anggota Personil Polres Sergai termasuk para Pejabat Utama (PJU) dan para Kapolsek Jajaran Polres Sergai. 

Kapolres Robin menambahkan, dari pemeriksaan Urine kita bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Pemkab Sergai dan pelaksana kita undang secara indenpenden sehingga tidak ada saling curiga.

"Hasil pemeriksaaan 99 persen
bersih dari narkoba dan hanya 1 orang personil yang terindikasi mengunakan narkoba dan hari ini masih pendalaman untuk dilakukan pemeriksaan, jika melanggar hukum tentu ada aspek hukum yang harus di jalaninya," kata Kapolres Sergai.

Menurutnya, untuk yang positif diketahui inisial BG berpangkat Brigadir yang merupakan Personil Polsek Tanjung Beringin dan pindahan dari Polres Sergai, hal ini sudah pantauan kami dari awal. 

Kita mengharapkan anggota ini semua bersih dari narkoba, sehingga programnya bapak Kapolda untuk membuat Kabupaten Serdang Bedagai ini bersih dari narkoba bisa tercapai,"ungkap Mantan Kapolres Batubara ini.

Kapolres Sergai dihadapan seluruh personil merasa bangga saat melihat personil Polres Sergai dilakukan pemeriksaan tes urine mendadak dan hasilnya sangat memuaskan.

"Saya sangat bangga kepada seluruh jajaran Polres Sergai saat dilakukan tes urine mendadak. Tes urine ini boleh kalian simpan dan bawa pulang serta tunjukan kepada istri bahwasanya tadi diadakan Tes urine oleh Kapolres dan hasilnya rekan - rekan bersih dari narkoba.

Sehingga istri dan keluarga merasa bangga juga, karna di tempat kita ini masih banyak yang masih doyan dengan narkoba," ucapnya.

Saya yakin kedepan, mulai hari ini sampai kedepan rekan- rekan bisa menolak masalah masalah narkoba dan mendukung program bapak Kapolri dan Kapolda  untuk memberantas permasalahan kejahatan khususnya Kabupaten Serdang Bedagai, seperti Narkoba, Judi, Curat, Curas dan Curanmor tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan tersebut di Serdang Bedagai. Penjahat kita buat takut tinggal di Kab. Serdang Bedagai, inilah pesan bapak Kapolda.

"Mudah- mudahan kedepan Kabupaten Serdang Bedagai menjadi Kabupaten kondusif," tegas Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang di hadapan seluruh Anggota Personil Polres Sergai.

Selanjutnya, Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang bersama seluruh Jajaran Polres Sergai berfoto bersama sekaligus menunjukan hasil tes urine. (Bayu)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Satu unit mobil Honda BRV BK 1917 QX ringsek akibat menabrak sebatang pohon yang berada di pinggir Jalan Adam Malik Medan, Minggu (16/2/2020) pagi. 
Atas kejadian ini, bagian depan mobil tersebut mengalami kerusakan berat, bagian kacanya pecah, dan kapnya remuk. Namun anehnya, saat pihak berwajib melakukan olah TKP di lokasi kejadian, pengemudi dan penumpang mobil tersebut malah raib. 
Kasatlantas Polrestabes Medan Kompol M Reza Chairul Akbar mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP di lokasi, mobil tersebut melintas dari arah Jalan Adam Malik Medan menuju Jalan KL Yos Sudarso. "Diduga pengemudi mobil tersebut kurang hati-hati, sehingga mengakibatkan kecelakaan lalulintas. Untuk identitas pengemudinya masih kita selidiki," ungkapnya kepada wartawan.
Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih menyelidiki mengapa pengemudi dan penumpangnya raib dari lokasi yang diduga kuat kabur meninggalkan kendaraannya yang ringsek.

"Kecelakaan tunggal tersebut disebabkan faktor manusia, dan saat ini mobil sudah diboyong ke Kayu Putih," jelasnya.

Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat khususnya pengendara, agar selalu mengutamakan keselamatan daripada kecepatan dan tetap mematuhi peraturan lalulintas ketika berkendara supaya terhindar dari kecelakaan yang membahayakan nyawa diri sendiri dan orang lain.

Pantauan wartawan di lokasi, akibat kecelakaan ini sempat menghebohkan masyarakat yang berada di seputaran lokasi dengan mengerumuni mobil yang rusak parah tersebut. Tak lama berselang, petugas Satlantas Polrestabes Medan tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan menderek mobil tersebut. (Red)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Akibat hujan deras yang terjadi sejak malam Jumat (14/2/2020) hingga Sabtu pagi membuat Sungai Babura meluap dan merendam ratusan rumah warga Gg. Sareman Kelurahan Beringin, Medan Selayang. Banjir merendam hingga hanya menyisahkan atap rumah, Sabtu (15/2/2020).

Kepling Lingkungan VI Kelurahan Beringin, Arfa Lubis menyebutkan ada sekitar seratusan warga yang terkena dampak banjir. Dimana air menerjang Gang Sariaman dan Gang Mandor Kelurahan Beringin, Medan Selayang.

"Di lingkungan kita ini ada 40 KK,  ada sekitar 200 orang yang saat ini sedang mengungsi di Masjid Al-qomar dan rumah-rumah warga. Dimana ketinggian banjir saat ini mencapai 1,5 meter hingga 2 meter," ucapnya.

Arfa menyebutkan bahwa ada sekitar 20 orang yang masih bertahan di dalam rumah-rumah.

"Jadi banjirnya tadi mulai datang sekitar jam 6 gitu, Ada 20 yang bertahan di dalam rumah, karena punya loteng rumah, dan yang lainnya sudah mengungsi" ujarnya.

Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah bekerjasama dengan personil BPBD dan Polsek Medan Sunggal untuk mengevakuasi para warga yang masih mengungsi. 

"Kita masih pantau terus ini dan bekerjasama dengan pihak kepolisian dan BPBD untuk mengevakuasi korban banjir ini,  sampai sekarang belum ada korban," ungkapnya.

Banjir sebelumnya pada September 2018 lalu juga membuat seluruh rumah di daerah Kelurahan Beringin ini terendam. (Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Kabanjahe) - Kericuhan terjadi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (12/11).
Ratusan warga binaan yang ada disana mengamuk dan membakar sejumlah ruangan. Narapidana yang menghuni Rutan tersebut terpaksa harus dievakuasi keluar Rutan.
"Untuk sementara ini kami masih lakukan evakuasi sebagian napi yang ada di Rutan tersebut," kata Kapolres Tanah Karo, AKBP Benny Hutajulu kepada wartawan.
Benny mengatakan, belum diketahui pemicu kericuhan. Saat ini petugas masih berupaya memadamkan api di dalam rutan. "Api masih upaya kita padamkan," ujarnya.
Menurut Benny, pihak kepolisian kini sudah berada di lokasi untuk melakukan penyekatan. "Penanganan kericuhan juga dilakukan dengan bantuan TNI," ujarnya.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut, Jahari Sitepu mengatakan, kerusuhan dipicu dari razia yang dilakukan petugas kamar Rutan tersebut. Saat razia, ditemukan sejumlah ponsel dan narkoba. 
"Ada razia pegawai kita di Rutan Kabanjahe, lalu ditemukan banyak narkoba dan handphone, narkoba ditemukan dankemudian diserahkan ke polisi," katanya.
Kemudian, sejumlah tahanan beserta barang bukti narkoba dan ponsel dibawa ke Polres Tanah Karo. Akan tetapi, razia itu menyulut emosi para warga binaan. Mereka mengamuk dan membakar sejumlah ruangan. "Tidak terima mereka semua karena razia itu. Informasi yang saya dapat, yang terbakar itu ruangan administrasi," katanya.
Menurutnya, petugas kepolisian bersama TNI AD sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan. Lima unit pemadam kebakaran juga telah di lokasi memadamkan api.
"Kondisi di sana mulai kondusif, api memang masih berkobar, pemadam kebakaran agak susah masuk ke sana, karena rumah rapat-rapat. Semua tahanan ditarik ke Polres," jelasnya.
Jahari Sitepu menambahkan,  jumlah warga binaan yang menghuni Rutan tersebut saat ini ada 410 orang. Sedangkan kapasitasnya hanya 145 orang. "Untuk penjagaan hanya sekitar 24 sipir," ucapnya. (Net)