.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Iklan

Iklan

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views


INTAIKASUS.COM, (BELAWAN) - Menindak lanjuti instruksi Kapolri dalam rangka pemberantasan Pungli/ Premanisme, Polres Pelabuhan Belawan meringkus 21 pelaku aksi premanisme dan pungli di seputaran Pelabuhan Gabion, Jalan Tol Belawan dan wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan Lainnya.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Dr. Mhd. R. Dayan, SH.,MH., langsung memberi instruksi kepada Sat Reskrim dan Polsek jajaran untuk membentuk Tim Khusus Pemberantasan Pungli/ Premanisme di Wilayahnya.

Dalam operasi yang dilakukan selama dua hari, Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengamankan 21 pelaku aksi premanisme dan pungli yang selama ini meresahkan para supir dan warga, baik yang berada di Pelabuhan, di jalan Tol Belawan maupun di lokasi – lokasi rawan lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Pelabuhan Belawan dalam Konferensi Pers nya, yang dilaksanakan pada Sabtu (12/06/2021) bertempat di halaman Polres Pelabuhan Belawan.

Dari Pelaku Pungli, Petugas mengamankan barang bukti Uang tunai sebesar Rp 431.000,-, sejumlah sajam, dan stempel kwitansi penerimaan uang yang seolah-olah resmi.

“Para pelaku yang berhasil diamankan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut, satu diantaranya akan dilanjutkan ke proses penyidikan”, ucap Kapolres menutup. (Red)

Views

INTAIKASUS.COM, (Deli Serdang) - Penanganan Pelanggaran Prokes di Deliserdang telah dilakukan jajaran Polresta Deliserdang dengan melakukan pemanggilan kepada empat  Pemilik pelaku usaha yang telah tiga kali lebih mendapat peringatan tertulis atas pelanggaran melewati jam operasional dalam masa pandemi Covid-19, Rabu (09/06/21).

Beranjak setelah dilakukan pemanggilan tersebut, Polresta Deliserdang tetap memantau ketaatan ke empat pemilik pelaku usaha yang sudah diperiksa tersebut, dalam kegiatan Ops Yustisi juga terhadap pelaku pelaku usaha ekonomi lainnya.

Alhasil dari upaya yang sudah dilakukan Polresta Deliserdang dalam giat Ops Yustisi ini, untuk beberapa pelaku usaha ekonomi sudah dapat mentaati batas waktu jam operasional yang sudah ditentukan pemerintah seperti yang tertuang dalam instruksi Gubernur Sumatera Utara No.188.54/20/INST/2021 tentang Perpanjangan Pembatasan Kegiatan  Masyarakat.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada pelaku pelaku usaha ekonomi yang sudah dapat mentaati instruksi Gubernur Sumatera Utara  No.188.54/20/INST/2021 tentang Perpanjangan Pembatasan Kegiatan  Masyarakat, harapan kita  agar pelaku usaha lainnya juga wajib mentaati, selanjutnya Ops Yustisi terus berjalan guna menerapkan Protokol kesehatan dan memberikan sanksi bagi pelanggarnya, sebagaimana peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah dalam upaya Pencegahan Penyebaran Covid 19," ujar Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi,SIK, di ruang kerjanya.
(Red/Humas Polresta DS)
Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Divisi Propam Mabes Polri melakukan pemeriksaan disiplin dan ketidakpatuhan personel jajaran secara mendadak dan bergiliran. 

Selasa (9/6/2021), giliran Polda Sumut yang dilakukan pengecekan yang  dipimpin oleh Kabag gaktiblin Biro Provos Divisi Propam Mabes Polri, Kombes Pol Jamaluddin Party. Kegiatan itu juga melibatkan Pusdokkes Mabes Polri.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menyebutkan, kegiatan itu dilakukan sebagai upaya pencegahan pelanggaran dan kejahatan disiplin serta kode etik personel. 

"Arahannya kira-kira semua peristiwa pelanggaran disiplin dan kode etik maupun pidana yang dilakukan anggota Polri itu biasanya didahului karena ketidakdisiplinan dan ketidakpatuhan", sebut Nainggolan.

Dijelaskannya, pelaksanaan pengecekan yang dibantu personel Subbid Provoost Polda Sumut dan  Bid Dokkes Polda Sumut itu juga dilakukan terhadap Kapolda Sumut, Waka Poldasu, Irwasda dan para pejabat utama (PJU) serta seluruh personel dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pengecekan dan pengawasan itu wajib dilakukan oleh semua pimpinan sampai  ke  tingkat perwira pertama (Pama) agar tidak terjadi pelanggaran dan kejahatan anggota.

"Mereka melakukan cek seluruh personel dan ASN, antara lain administrasi identitas berupa KTA, kartu kepemilikan senjata, KTP, SIM, kerapian dilanjutkan dengan pemeriksaan test urine", jelasnya.

Tes urine ini diikuti 480 personel. Kegiatan pengecekan itu sebelumnya juga sudah dilakukan Divisi Propam dan Pusdokkes Mabes Polri di Polrestabes Medan, Polres Pelabuhan Belawan, Polres Sergai, Polres Deliserdang, Direktorat (Dit) Polair dan Dit Samapta. 

Menurut Nainggolan, pelanggaran dan tindak kejahatan itu lebih sering terjadi atau dilakukan anggota karena tidak disiplin dan ketidakpatuhan.

"Tujuan kegiatan ini memperbaiki kedisiplinan dan kepatuhan diawali oleh seluruh pimpinan sampai tingkat Pama", tandasnya. (Rel/Rn)
Views

INTAIKASUS.COM, (Medan) - Polsek Medan Area dibawah pimpinan Kompol Faidir Chaniago SH MH kembali mendapat surprise dari sejumlah orang pecinta binatang. Hal tersebut dapat dilihat dengan hadirnya sejumlah papan bunga dilingkungan Mapolsek yang terletak di Jalan Semeru tersebut.

Ini bukan rekayasa ataupun disengaja, tapi ini bukti dari keseriusan jajaran Kepolisian khususnya Polsek Medan Area dalam menangani perkara pembegalan kucing yang dilakukan sejumlah orang yang berhasil ditangani oleh Kepolisian Polsek Medan Area, Selasa (08/06/2021) sekitar pukul 06.00 pagi.

Terlihat kehadiran papan bunga tersebut diberikan oleh pecinta binatang yang benar-benar berterima kasih kepada Kapolsek yang telah banyak menuai prestasi tersebut, diantaranya ada dari Pejabat Pemerintahan Jawa Barat yakni Bupati Indramayu Hj.Nina Agustina SH MH CRA yang merupakan anak dari mantan Kapolri Jenderal Polisi Purn.Dai Bachtiar, serta beberapa pihak lainnya.

Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago SH MH ketika ditemui diruangannya, kepada awak media mengatakan bahwa, dirinya sangat kaget mendapatkan surprise dihari ini, apalagi dirinya mengatakan ini bukanlah hasil kerja keras dirinya seorang, melainkan kerja keras seluruh jajaran kepolisian khususnya Polsek Medan Area. Kasus pembegalan kucing yang terjadi di kota Medan dan dilakukan oleh tersangka bernama RS Alias Neno (29), warga Jalan Tangguk Bongkar VII Nomor 50 Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai. Pembegalan kucing yang sempat viral beberapa waktu lalu tersebut membuat beberapa pecinta binatang murka dan membuat pengaduan ke pihak kepolisian khususnya Polsek Medan Area dan Kapolsek beserta jajarannya pun segera merespon hal tersebut," sebutnya.

Lanjutnya mengatakan, hal tersebut bermula dari hilangnya kucing milik Sonia Rizkika (22) warga Jalan Karya Gg. Wakaf, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat. Korban yang merasa kehilangan kucing kesayangannya tersebut pun mencari ke seantero sudut Kota Medan dan sempat memviralkan photo kucing kesayangannya tersebut disejumlah linimasa terutama Instagram dan hal kehilangan binatang kesayangannya tersebut membuat dirinya sempat sedih serta murung. 

"Begitu korban memasuki Jalan Tangguk Bongkar VII, korban pun curiga pada seseorang yang bernama RS alias Neno tersebut. Kemudian korban pun segera membuat laporan ke Polsek Medan Area", kata Kapolsek

Mengetahui dirinya dicurigai dan dilaporkan, sambung Kapolsek, Tersangka RS alias Neno pun segera melarikan diri ke tempat keluarganya di Pekanbaru untuk bersembunyi dari pihak Kepolisian. Beberapa bulan dalam pelariannya, tersangka RS alias Neno yang merasa bahwa kasusnya telah aman pun segera kembali kekediamannya di Jalan Tangguk Bongkar VII Medan. 

Begitu mengetahui bahwa tersangka telah kembali dari pelariannya, Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago pun segera memerintahkan jajarannya terutama Kanit Reskrim Iptu Rianto SH untuk melakukan penangkapan. 

Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu Rianto SH pun bergerak cepat meminta pada Panit Reskrimnya Iptu Surya Prayitna SH agar segera menangkap tersangka RS alias Neno yang saat itu berada dikediamannya. Tersangka yang tidak mengetahui kehadiran aparat Kepolisian terlihat pasrah saat hendak dibawa menuju Makopolsek Medan Area.

Yang membuat Kapolsek dan jajarannya terperangah ialah, dari awal kasus tersebut Kapolsek dan jajarannya sengaja tidak terlalu mengeksposnya. Tetapi masyarakat pecinta hewan yang tetap memonitor kasus ini dan mengawal sampai ke pengadilan. 

Untuk itu, pihaknya atas nama Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Polrestabes Medan mengucapkan, terima kasih atas kepedulian dan animo masyarakat yang begitu besar kepada jajaran Kepolisian khususnya Polsek Medan Area.

Pihaknya juga meminta kepada seluruh masyarakat Kota Medan terutama di wilayah hukum Polsek Medan Area, "agar dapat melaporkan segala hal-hal ataupun tindakan yang mencurigakan terjadi di lingkungannya. Agar segala kejahatan dapat ditindaklanjuti oleh jajaran Kepolisian khususnya Polsek Medan Area," pungkas  Kapolsek. (Rn)

Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Kapolda Sumut, Irjen Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S, M.Si, melaksanakan penjemputan kepada Rombongan Komisi III DPR RI yang baru tiba di Provinsi Sumatera Utara tepatnya di KNIA Deli Serdang, Jumat (04/06/21) 

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka,  Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI di Provinsi Sumatera Utara.
Pada rombongan Komisi III DPR RI tersebut terdapat 18 anggota Komisi III DPR RI beserta staf yang datang ke Provinsi Sumatera Utara.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI H. Ahmad Sahroni, S.E, M.I.KOM saat tiba di Polda Sumut menerima Jajar Hormat dari Personel Polda Sumut.

Dalam kesempatan ini, Kapolda Sumut, Irjen Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S, M.Si turut hadir pula Kajati Sumut, PJU Polda Sumut, PJU Kejati Sumut dan Kapolresta Deli Serdang. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka,  kegiatan Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI di Provinsi Sumatera Utara yg di laksanakan di Aula Tribrata Mapolda Sumut, kegiatan berjalan lancar dan rombongan Komisi lll DPR RI kembali ke Jakarta. (Rn/Humas Poldasu)
Views


INTAIKASUS.COM, (Deliserdang) - Polresta Deli Serdang mulai melakukan tindakan tegas kepada para pemilik usaha yang kedapatan melanggar dan tidak mengindahkan instruksi Gubenur Sumatera Utara Nomor 188.54/15/inst/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro, Rabu (02/06/2021).

Tindakan tegas tersebut dilakukan Polresta Deli Serdang melalui Sat Reskrim dengan cara memanggil 4 (Empat) pemilik café diantaranya Warung Kopi BZ yang berada di Kecamatan. Tanjung Morawa, USK di Kecamatan Lubuk Pakam, WLT di Kecamatan Lubuk Pakam serta KV di Kecamatan Lubuk Pakam.

" Saat ini masih dalam tahap proses penyelidikan terhadap para Pelaku usaha yang telah mendapat peringatan tertulis  sebanyak tiga kali lebih, dua pemilik kafe tersebut sudah kita panggil dan sudah kita mintai keterangan, untuk dua kafe lagi selanjutnya juga akan kita panggil untuk dimintai keterangan," ucap Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol Muhammad Firdaus S.I.K. M.H, di ruang kerjanya.

Pemanggilan tersebut dilakukan Sat Reskrim Polresta Deli Serdang dikarenakan keempat café tersebut sudah beberapa kali mendapatkan surat peringatan yang diberikan oleh Polresta Deli Serdang melalui operasi Yustisi yang dilakukan bersama dengan TNI dan Sat Pol PP Pemkab Deli Serdang.

Saat dikonfirmasi oleh media, Kapolresta Deli Serdang, Kombes.Pol Yemi Mandagi, S.I.K menjelaskan,  “Pemanggilan tersebut kita lakukan karena pemilik usaha tidak mematuhi instruksi Gubenur Sumatera Utara Nomor 188.54/15/inst/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro, tidak hanya itu saja, keempatnya juga sudah tiga kali bahkan lebih diberikan surat peringatan melalui operasi Yustisi. Hal ini kita lakukan untuk membuat efek jera kepada pemilik usaha yang membandel dan juga untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Deli Serdang”, pungkasnya. (Red/Humas Polresta DS)
Views


INTAIKASUS.COM, (Percut Seituan) - Polsek Percut Sei Tuan menggelar operasi yustisi dalam rangka mendisplinkan masyarakat mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) untuk mencegah penularan covid-19. Sejumlah lokasi keramaian, seperti kafe dan warnet diseser petugas dan membubarkan kerumunan.

Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Jan Piter Napitupulu menuturkan, kegiatan ini rutin dilakukan di masa pandemi covid-19 agar masyarakat menjaga kesehatan dengan mematuhi prokes. Seperti menggunakan masker saat beraktifitas, mencuci tangan pakai sabun, menggunakan handsanitizer, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

“Adapun bentuk kegiatan ini adalah memberikan peringatan kepada masyarakat agar memakai masker dan membubarkan kerumunan karena lewat jam malam di kafe dan warnet sesuai Peraturan Gubernur Sumut,”ujar Jan Piter, Minggu (30/5/2021).

Operasi yustisi digelar Sabtu malam (29/5/2021) sekira pukul 22.00 wib hingga selesai. Kegiatan ini dipimpin Kapolsek dan didamping Iptu Ahmad Albar bersama personel lainnya.

Dalam hasil yang dicapai operasi yustisi tersebut, membubarkan dan melakukan penyitaan terhadap warnet dan PS 3 berupa :3 Unit CPU Komputer 1 Kardus Stick PS 3.

“Lokasi yang kita bubarkan karena ada kerumunan dan sudah melewati jam malam, yakni Lexus Cafe jalan PWI Desa Sampali dan Kafe Kana Desa Laut Dendang. Selanjutnya, Biliar D Boel Desa Medan Estate, Warnet Pasgo PS 3 jalan Pancing, Arca Net Komplek MMTC, Marco Net Komplek MMC dan Britannia Sport Jalan Pancing Medan Estate.

“Dalam operasi ini kapolsek Juga menyampaikan himbauan pemerintah agar masyarakat mematuhi prokes dan menjauhi kerumunan untuk memutuskan mata rantai penularan covid-19,” pungkas. (Rn)