.widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;} .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;} .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;} .fcbok { background: #3B5999; } .twitt { background: #01BBF6; } .gplus { background: #D54135; } .digg { background: #5b88af; } .lkdin { background: #005a87; } .tchno { background: #008000; } .ltsme { background: #fb8938; }
Select Menu

Slider

Iklan

Iklan

Travel

Performance

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Views


INTAIKASUS.COM, (Medan)  - Kodam I/BB terus berupaya gencarkan vaksinasi Covid-19 guna mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran dan penularan Virus Corona di masyarakat, maka Kodam I/Bukit Barisan kembali melaksanakan Serbuan Vaksinasi kepada Keluarga Besar TNI (KBT) dan PNS di lingkungan Kodam I/ BB, Kamis (17/6/2021). 

Kegiatan ini dilangsungkan di RS Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB, Jln Putri Hijau Medan, dipimpin  oleh Kepala RS, Kolonel Ckm dr Mhd Irsan Basyroel, SpKK-FINSDV bersama sejumlah Perwira Staf. 

"Selain mencegah serta memutus mata rantai penularan Virus Corona, tujuan lain dari Serbuan Vaksinasi ini juga untuk membentuk kekebalan kelompok (Herd Immunity) di masyarakat, khususnya di lingkungan KBT dan PNS Kodam I/BB," ucap Pangdam I/BB.

Mayjen TNI Hassanudin, SIP, MM, mengingatkan kepada personel yang sudah divaksin untuk tetap melakukan Protokol Kesehatan, terutama memakai masker.  

"Laksanakan 3T; tracing, testing, dan treatment, sehingga kasus infeksi Virus Corona lebih cepat ditangani dan diminimalisir dampak penyebaran maupun penularannya," pungkasnya.

Kegiatan berlangsung dengan menerapkan disiplin Protokol Kesehatan secara ketat. (Red/Pendam I/BB)
Views


INTAIKASUS.COM, (MEDAN) – Selama kurun waktu lima hari sejak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengintruksikan untuk menindak pelaku preman dan pungutan liar (pungli), sebanyak 911 preman dan pungli diamankan Sejajaran Polres dan Polda Sumut.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menyebutkan setelah intruksi Kapolri itu keluar, pihaknya terus melakukan razia preman di 621 lokasi di Sumatera Utara. “Mulai dari tanggal 13 hingga 17 Juni kita merazia preman di sejumlah lokasi,” kata AKBP MP Nainggolan, Kamis (17/6/2021).

Dia mengatakan, dari hasil kegiatan selama lima hari, petugas menjaring 911 orang preman dan pungli. “Total selama lima hari sebanyak 911 orang kita amankan,” sebut dia.

Setelah menjalani pemeriksaan terhadap seluruh preman dan pungli yang diamankan itu, sebanyak 17 orang dinyatakan dalam proses sidik. Selebihnya dalam proses pembinaan sedangkan 17 orang yang proses sidik.


“Petugas terus melakukan razia preman dan pelaku pungli guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, Polda Sumut tidak memberikan ruang sedikitpun bagi oknum-oknum yang melakukan aksi premanisme. Pihaknya terus meminta kepada para Kapolres jajaran Polda Sumut untuk merilis setiap penangkapan preman. Hal itu bertujuan untuk memberangus dan membuat efek jera para preman.

“Negara tidak Boleh kalah dengan aksi premanisme. Oknum dan preman segera bersihkan, tangkap dan tuntaskan,” tegasnya. (Rn)

Views


INTAIKASUS.COM, (MEDAN) - Divisi Humas Mabes Polri melakukan Uji petik sekaligus menyampaikan sosialiasi kepada personil Bhabinkamtibmas dalam penyampaian Informasi publik yang dikecualikan.

Dalam uji petik tersebut disampaikan Kabag Anev RO PID Div Humas Mabes Polri Kombes Pol Sugeng didampingi Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi saat mengunjungi Mapolsek Medan Timur, Kamis (17/6).

Kedatangan Tim Divisi Humas Polri dalam rangka uji petik tersebut disambut hangat Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin bersama Waka Polsek Medan Timur,  AKP Edisman Purba, Kanit Intelkam Iptu Handel Sembiring, Kanit Provost Aiptu Indra, serta pejabat Polsek Medan Timur lainnya.

Kabag Anev RO PID Div Humas Mabes Polri Kombes Pol Sugeng, mengatakan Divisi Humas Mabes Polri telah melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) dan uji konsekuensi informasi yang dikecualikan di masing-masing Satker Polda Sumut.

"Hari ini kita menyambangi Polrestabes Medan dan Polsek Medan Timur untuk mengumpulkan seluruh informasi yang bisa kita jadikan sebuah dokumen termasuk dalam menangani penyebaran Covid19," katanya.

Sugeng menyebutkan, dalam penanganan Covid-19 peran Bhabinkamtibmas menjadi garda terdepan untuk menyampaikan seiap informasi terkini (update) yang terjadi setiap saat.

"Dari informasi yang didapat nanti lalu dilaporkan untuk membantu pimpinan mengambil langkah kebijakan untuk melakukan mapping zona merah, orange, hijau, berapa jumlah yang telah divaksin, terpapar, dan meninggal dunia di setiap wilayah atau lingkungan dalam upaya menekan Covid-19," sebutnya.

Sugeng menambahkan, hal ini untuk memberikan edukasi dan menyatukan presepsi mengenai hal-hal apa saja yang menjadi informasi internal maupun terbuka untuk publik yang bersifat dikecualikan. 

"PPID sangatlah penting sebagai bank penyimpanan data-data seluruh kegiatan Polri humanis maupun pengungkapan kasus di Wilayah Polda Sumut," pungkasnya. (Rel)
Views


INTAIKASUS.COM, (Medan) - Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, SIP, MM, mengikuti Rakor Percepatan Penanganan Covid-19 dengan Kepala Staf Kepresidenan RI, yang diikuti dari ruang Vidcon Lt IV Makodam I/BB, Kamis  (17/6/2021).

Rapat koordinasi percepatan penanganan covid-19 yang dipimpin langsung Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal (Purn) Moeldoko, melalui Video Conference (Vicon) yang diikuti sejumlah Pangdam di seluruh Indonesia.

Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal (Purn) Moeldoko mengatakan, pelaksanaan rapat koordinasi via teleconfarance ini, sebagai upaya untuk memastikan sinkronisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait program percepatan penanganan Covid-19.

Beberapa topik yang perlu pembahasan, terkait kembali meningkatnya Covid-19 di berbagai wilayah di Indonesia, yaitu diantaranya kesiapan petugas TNI, Polri dalam mengawal Vaksinasi dan pelaksanaan PPKM Mikro, peran aparat Kowil Dandim/Danramil dan Babinsa untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, lock down agar lebih diefektifkan, antisipasi dan berusaha jangan sampai pasien tidak terlayani serta mewaspadai keamanan Prajurit dan petugas medis.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam I/BB juga menekankan, agar selalu berkolaborasi sinergis  dengan seluruh anggota dalam upaya pencegahan penularan Covid-19. Apabila kekurangan personel, agar mengerahkan anggota dari Satpur dan Satbanpur. 

"Tetap laksanakan himbauan dalam menerapkan Protokol Kesehatan,baik tempat wisata maupun fasilitas umum lainnya, dengan penerapan 5M yaitu, Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas kegiatan,” pungkas Mayjen TNI Hassanudin.

Kegiatan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Turut hadir dalam acara tersebut Kasdam I/BB, Irdam I/BB, Kapoksahli Pangdam I/BB, para Asisten Kasdam I/BB dan para Kabalakdam I/BB. (Rn/Pendam I/BB)
Views

INTAIKASUS.COM, (Deli Serdang) - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tinggal di Dusun V Desa Telaga Sari, Kec. Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, menjadi korban pengancaman.

Korban yang berinisial NY (27) ini, diancam akan dibunuh oleh seorang laki - laki yang diketahui bernama Adi menggunakan senjata tajam jenis pisau pada Rabu (9/6/2021), sekira pukul 17.00 Wib Sore.

Atas kejadian itu, korban mendatangi Mapolsek Tanjung Morawa, pada Kamis (10/6/2021). Kedatangan Ibu dua anak ini guna melaporkan kasus percobaan pembunuhan yang dialaminya.

Di Mapolsek Tanjung Morawa, usai membuat laporan pengaduan, NY selaku korban, menceritakan peristiwa naas yang menimpah dirinya tersebut.

Berawal, sore itu korban sedang duduk sendiri di depan rumahnya. Namun dari kawasan ladang-ladang jagung disamping rumah korban, secara tiba-tiba muncul seorang laki-laki (pelaku) bernama Adi, dengan perawakan tinggi berkulit hitam, memakai topi dan kaca mata. Korban sempat terkejut melihat pelaku muncul, karena memang pelaku sudah ada beberapa kali dilihat oleh korban.

Namun korban semakin terkejut karena pada saat pelaku mendekatinya, pelaku langsung memiting dan membekap mulut korban dari belakang seraya menodongkan pisau ke arah perut korban. Pelaku juga mengancam korban untuk tidak berteriak.

"Jangan teriak, kalau teriak kubunuh kau", ujar korban meniru ucapan pelaku.

Korban yang merasa terancam spontan melakukan perlawanan, dengan cara meronta-ronta, berusaha melepaskan diri dari pitingan pelaku. Hingga akhirnya usaha korban membuahkan hasil, korban terlepas dari pitingan pelaku dan langsung berlari menjauh sembari berteriak "maling.....rampok...".

Mendengar korban berteriak sekuatnya, pelaku pun ketakutan dan berusaha kabur kearah sepeda motor Vario hitam yang memang sudah terlebih dahulu distandby kan oleh pelaku diparkiran cakro dekat rumah korban. 

Akibat kerasnya suara teriakan korban, terdengar oleh penjaga Sekolahan yang berada dibelakang rumah korban, spontan penjaga sekolah yang dipanggil dengan sebutan " Wak Kuto" langsung mengejar pelaku, hingga berusaha memukul pelaku dengan menggunakan sapu, namun pelaku berhasil mengelak dan langsung menancap gas sepeda motornya. 

Korban NY bersama ibunya berinisial JS juga berusaha mengejar pelaku, seraya berteriak "rampok...maling..", namun gagal.

Saat itu juga salah seorang tetangga korban yang juga saksi bernama Eka mengaku mengenal pelaku yang lari yakni bernama Adi. 

Korban NY membeberkan,  sudah dua hari ini dia (pelaku) kerap datang dan memarkirkan sepeda motornya di cakro samping rumah saya. "Makanya, saya sudah kenal wajahnya", ungkap korban.

Korban juga mengungkapkan, pelaku datang kerumahnya dan memarkirkan sepeda motor, beralasan mau mancing, padahal pelaku tidak ada membawa pancing.

"Sebelum peristiwa yang menimpa diri saya terjadi, Dia (pelaku) ada dua kali titip parkir kereta di cakro samping rumah saya, katanya mau mancing, padahal saya lihat dia tidak bawa pancing, namun saya tidak curiga, hingga akhirnya dia (pelaku) rupanya berniat ingin membunuh saya", ungkap korban.

Akibat peristiwa tersebut korban akhirnya membuat laporan pengaduan ke Mapolsek Tanjung Morawa, yang tertuang dalam Nomor : STTLP/56/IV/2021/SPK, pada 10 Juni 2021 sekira pukul 12.51 Wib.

Ironinya, usai korban membuat pengaduan ke Mapolsek Tanjung Morawa, giliran ayah korban bernama Rin mendapat teror dari pelaku. 

"Ketika ayah saya dan adik saya berboncengan naik sepeda motor ingin membeli sesuatu di warung, saat berpapasan dengan adik pelaku, langsung dimaki dan ditantang oleh adik pelaku dengan mengucapkan kata-kata kotor", beber Korban.

Tidak hanya sampai disitu saja, korban juga mengungkapkan, pada pagi dini hari, pada Jumat (11/6/2021), sekira pukul 2.00 wib, keluarga korban juga diduga mendapat teror.

"Pada saat dini hari itu, kami mendengar ada suara berisik kaki melangkah dihalaman rumah kami, namun ketika ayah saya ingin melihat keluar rumah melalui pintu depan ternyata dikunci dari luar, terpaksa ayah saya lewat pintu belakang, namun ketika diluar rumah ayah saya melihat ada orang lari, hingga ayah saya membentak, "siapa itu", ungkap korban.

Terkait kasus tersebut, keluarga korban mengaku resah dan terancam, hingga mengharapkan pihak kepolisian Polsek Tanjung Morawa segera menindak lanjuti kasus tersebut.

"Keluarga kami berharap agar pihak kepolisian Polsek Tanjung Morawa segera menindak lanjuti laporan pengaduan saya, dan segera menangkap pelaku. Karena memang perbuatannya sudah sangat kelewatan dan kami merasa terancam", ujar korban seraya menambahkan akibat kejadian tersebut dirinya mengaku shock dan trauma. 

Terkait tindak lanjut kasus tersebut, Kapolsek Tanjung Morawa AKP Sawangin, SH yang dikonfirmasi lewat WhatsApp telpon selulernya, Kamis (17/6/2021), mengarahkan wartawan menemui Kanit Reskrim.

"Silahkan datangi pak Kanit Reskrim ya, sudah saya sampaikan pada dia", balasnya.

AKP Sawangin juga mengaku, pihaknya sudah melaksanakan gelar perkara di Polresta terkait kasus tersebut.

"Mereka baru selesai gelar perkara di Polresta, silahkan temui Kanit Reskrim", tambahnya. (Ik)
Views


INTAIKASUS.COM, (Tanah Pinem) - Babinsa Desa Pamah Koramil 05/TPI, Kodim 0206/Dairi, Serma S.Sijabat melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama warga masyarakat di Desa Pamah Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Kamis (17/6/2021).

Melalui Komsos TNI dan masyarakat dapat mencari solusi dan menyamakan persepsi dalam menyelesaikan permasalahan di daerah.

Dalam kesempatan itu, Babinsa Serma S.Sijabat memberikan pemahaman himbauan tentang perlunya menerapkan protokol kesehatan Covid-19 baik di lingkungan tempat tinggal maupun di tempat umum dengan cara melaksanakan 3M (Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan di tempat air yang mengalir).

Babinsa juga menambahkan,  penting pelaksanaan Vaksinasi bagi warga masyarakat. Penyuntikan vaksin akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali virus yang sudah tidak aktif ini dan memproduksi antibodi untuk melawannya, sehingga tidak terjadi infeksi covid-19.

"Pada situasi pandemi seperti sekarang ini, komunikasi sosial tersebut sangat tepat sekali dijadikan sebagai media untuk mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya penanganan covid-19, sehingga tercipta masyarakat yang sehat,” jelasnya. (Penrem023/KS)
Views

INTAIKASUS.COM, (Dairi) - Guna memutus penyebaran virus Covid-19, Tim gabungan TNI - Polri bersama Satpol PP,, Kabupaten Pakpak Bharat, yang tergabung dalam Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, melaksanakan sosialisasi penerapan PPKM dan operasi yustisi penengakan disiplin mematuhi protokol kesehatan, Jumat (17/06/2021).

Dalam hal ini, Koramil 06/Krj yang juga tergabung dalam Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, melaksanakan operasi yustisi penengakan disiplin mematuhi protokol kesehatan di wilayah Selatan Kabupaten Pakpak Bharat, dengan sasaran Pasar Sukaramai.

Selain melaksanakan operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan, petugas juga melaksanakan sosialisasi dan edukasi penerapan PPKM dengan menghimbau pedagang dan pengunjung pasar untuk menerapkan (5M) seperti memakai masker, menghindari kerumunan, mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.

Kepada media, Danramil 06/Krj Lettu inf A.R.Siregar menyampaikan, "Operasi yustisi penengakan disiplin mematuhi protokol kesehatan Covid-19 ini menyasar kepada pengunjung dan para pedagang yang beraktifitas di Pasar Sukaramai yang masih tidak mematuhi Protokol kesehatan," tegasnya.

Digelarnya operasis yustisi ini dimaksudkan untuk memberikan sanksi kepada pelanggar. "Selanjutnya pelanggar yang terjaring oleh satgas gabungan akan didata identitas nya dan diberikan sanksi teguran serta diberikan pemahaman tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan, dengan demikian diharapkan akan menimbulkan efek jera," tuturnya.

Selain itu, tujuan pelaksanaan Operasi Yustisi yaitu untuk menumbuhkan kesadaran diri sendiri di lingkungan masyarakat dalam mematuhi aturan Pemerintah,."Dengan menjalankan adaptasi kebiasaan hidup baru yaitu 5M protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19 ini, diharapkan pandemi ini bisa cepat berlalu," tegasnya. (Penrem023)