Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

( Ilustrasi)

Medan, INTAIKASUS.COM – Pasca digerebek warga karena diduga kuat memperkosa Bulan (15) (nama samaran) warga Jalan Setia Jadi, Kecamatan Medan Timur, polisi akhirnya melakukan pemanggilan terhadap orangtua dan keluarga dari kedua belah pihak, guna melengkapi proses pemeriksaan dan penyelidikan, Jum'at (30/10/2015) siang sekira pukul 13.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kepolisian, ternyata, dari pemeriksaan keluarga korban, terdapat kurangnya perhatian terhadap Bulan. Hal itu diketahui, lantaran Bulan terlihat kurang pengawasan dari kedua orangtuanya yang brokenhome.

Akibatnya, Bulan memilih tinggal dengan ibunya. Sementara, ayahnya yang juga telah memiliki pasangan lagi seperti dengan ibu kandungnya, saling sibuk mengurus kehidupan keluarga barunya. Sehingga korban, sedikit terabaikan dengan tidak bersekolah dan bebas berkeliaran.

" Bapak juga harus memperhatikan anak bapak ini. Soalnya dari pemeriksaan, anak bapak ini sangat kurang perhatian baik dari keluarganya serta pendidikannya," kata penyidik PPA Polsek Percut Seituan, Aiptu Lisnawati kepada ayah korban, Topan (38) warga Jalan Perjuangan/Pancing saat diperiksa kemarin.

Dihadapan penyidik dan sejumlah wartawan, ayah korban hanya bisa mengamini penjelasan dari polisi dan terdiam dibangku pemeriksaan.
Hal serupa juga dialami tersangka MIS (17) warga Jalan Sehati, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan.

Pria lajang yang juga masih tergolong dibawah umur ini, juga memiliki latar belakang pendidikan yang kurang. Hal itu diakui tersangka, yang mengaku kepada wartawan, kalau dirinya tak pernah mengenyam pendidikan. Bahkan setelah beranjak dewasa sampai saat ini, tersangka juga mengaku belum bekerja.

" Aku gak sekolah dari dulu bang. Kerjaku pun gak ada. Aku hanya ikut orangtua saja. Kemaren pas pergi ngajak jalan-jalan korban, aku minjam kereta Shogun abangku," aku tersangka. Kebenaran itu juga dipaparkan Kanit Polsek Percut Seituan, AKP Luhut Sihombing, yang mengaku kedua belah pihak, sama-sama kurang perhatian orangtua dan pendidikan.

" Baik dari korban dan pelaku, sama-sama dari keluarga yang terbilang kurang memperhatikan anaknya. Ditambah lagi dari pergaulan si anak yang terlalu bebas. Disitukan kurangnya pendidikan agama maupun pendidikan lain," beber Luhut.

Namun ketika disinggung mengenai hasil visumnya, Kanit Reskrim yang dulunya menjabat sebagai Kanit Shabara ini mengatakan, jika visumnya sudah keluar dengan hasil kalau korban masih perawan.

Hal itu berbeda ketika Juru periksa PPA mengaku kalau hasil visum dari korban belumlah keluar.
" Hasil visumnya belum keluar. Seminggu baru keluar itu," kata Aiptu Lisnawati, saat ditanyai beberapa wartawan.

Sementara, Kapolsek Percut Seituan, Kompol Rudy Silaen, menegaskan, baik korbannya masih perawan atau sebelumnya sudah tidak perawan, tersangka tetap dijerat hukuman atas pencabulan tersebut.

Ketika ditanya mengenai adanya barang bukti narkoba jenis sabu dari hasil penyerahan warga terhadap kedua pelaku yang diakui kedua belah pihak telah mengkonsumsi sabu sebelum terjadi pencabulan, perwira berpangkat satu bunga melati emas dipundaknya ini yang dipromosikan jadi Kasat Lantas Polresta Medan ini mengatakan tidak menemukan barang haram tersebut.

" Iya, memang keduanya mengakui kalau sebelum terjadi pencabulan, mereka mengkonsumsi sabu. Akan tetapi, mengenai sabu itu kita tidak masukan ke dalam BAP. Lagian, keduanya diserahkan masyarakat dan sudah tidak ada lagi barang buktinya," jelas Kompol Rudi Silaen.

Diberitakan sebelumnya, Bulan (15)(nama samaran) warga Jalan Setia Jadi, Kec. Medan Timur, dan pacarnya, MIS (17) warga Jalan Sehati, kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, diamankan warga karena kepergok sedang bugil dan melakukan perbuatan cabul di ladang garapan Jalan Haji Anif, Desa Sampali, Kec. Percut Sei Tuan, Rabu (28/10/2015) malam sekira pukul 10.30 WIB.

Saat mengetahui lokasi tersebut dijadikan arena perzinahan, warga menanyai asal kedua remaja itu. Disitulah keduanya mengaku. Pelaku cabul itu berinisial MIS (17) warga Jalan Sehati, kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan. Sedangkan korbannya, Bulan, warga Jalan Setiajadi, Kec. Medan Timur.

Sebelum diserahkan ke Polisi, MIS juga tak luput dari amukan warga yang memukulinya karena kepergok memaksa memperkosa pacarnya.
" Keduanya, diserahkan warga karena terlihat sedang mesum dan sudah telanjang disemak-semak.

Kecurigaan warga, setelah mengetahui, ada suara teriakan dari semak-semak. Selanjutnya, warga mencari tahu, dan mendapati ada kereta yang terparkir namun tak ada pemiliknya. Setelah diperiksa dan disenteri (diterangi) disemak-semak, warga melihat pelaku sedang mencabuli korbannya," terang Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP Luhut B Sihombing.

Sementara Bulan, membenarkan prihal pemerkosaan yang menimpa dirinya. Lebih lanjut, ABG (Anak Baru Gede) yang hanya mengenyam pendidikan disekolah dasar (SD) ini, mengaku dicekoki narkoba jenis sabu, sebelum di paksa memuaskan nafsu birahi pelaku.

" Aku dipaksanya. Katanya hanya jalan-jalan keliling saja, rupanya dia ngajak ke semak-semak sunyi. Disemak-semak itu, aku juga dipaksa ngisap sabu. Kemudian, aku disuruh menghisap kemaluannya sampai aku muntah-muntah. Lalu dia menjolok-jolok kemaluanku dan terakhir, kemaluannya dimasukan ke kemaluanku sampai aku kesakitan dan teriak," kata Bulan dihadapan para wartawan dan polisi.

Awal pertemuan korban dengan MIS berdasarkan perkenalan teman facebooknya, RD, warga Pasar 3 Datuk Kabu, Percut Sei Tuan, yang ternyata teman baik pelaku, sekitar 2 Minggu lalu. Dengan dicomblangi RD, pelaku dan korban mulai akrab chatingan dari Facebook.

Penasaran komunikasi di dunia maya, keduanya pun sepakat untuk bertemu. Posisi pertemuan pun ditentukan di Jalan Madiosantoso (Mados) tak jauh dari rumah korban. Setelah jumpa, korban diajak berkeliling oleh MIS dengan menggunakan sepeda motor Suzuki Shogun BK 3499 AAQ milik pelaku.

" Jam setengah delapan aku dijemputnya. Baru diajaknya jalan," aku korban sembari tertunduk malu. Namun, niat jahat sudah direncanakan oleh pelaku. Diam-diam, dia bersama temannya, RD sudah mempersiapkan 1 paket sabu seharga Rp 100 ribu yang dibeli keduanya dari Jalan Mesjid Taufik, Medan.

Tak berapa lama berkeliling, akhirnya, MIS mengarahkan keretanya ke Jalan Haji Anif dan memilih lokasi sepi dengan penuh semak. Disitu korban diseret masuk ke kawasan lahan garapan. Sebelum diperkosa, MIS menghisap sabu yang dibelinya. Untuk memudahkan memperkosa Bulan, pelaku memaksanya mengkonsumsi sabu tersebut.

" Habis dipaksanya pakai sabu, Dia (MIS-red) menarikku masuk kesemak-semak. Sampai tangan dan kakiku ini luka goresan disemak-semak itu. Baru aku diperkosanya," lirih anak ke 2 dari 4 bersaudara ini, sembari mengaku kalau dirinya tinggal bersama ibunya yang sudah bercerai dengan ayahnya.

Sedangkan MIS, sewaktu ditanyai, mengatakan kalau pencabulan itu dilakukan atas dasar STP (Sabu Tukar P***K) dengan suka sama suka. Pria pengangguran yang juga putus sekolah ini, juga mengaku kalau korban teriak lantaran takut diarak oleh warga sekitar.

Akibatnya, anak ke 4 dari 5 bersaudara ini yang ditumbalkan dengan cara dihajar warga sampai diserahkan ke Polisi. Saat disinggung mengenai narkoba yang dikonsumsinya, MIS membenarkannya.

" Kami lakukan itu atas dasar mau sama mau bang. Awalnya dia (korban-red) pun yang menyuruhku beli ekstasi untuk dibuat dugem. Tapi karena uangku pas-pasan, ku belikan sabu. Makanya dia mau STP. Pas warga datang menyenteri (menerangi) kami dikegelapan, dia teriak karena takut dengan warga," aku pria ini. (Red)

Leave A Reply