Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

Suasana belajar yang kurang nyaman akibat bau busuk menyengat.

INTAIKASUS.COM - Bau busuk yang menyengat jadi santapan puluhan siswa di SDN 010027 yang beralamat di Jalan Merdeka No. 10 Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan. Mereka belajar dalam kondisi memakai masker di karenakan ruang kelas tempat mereka menimba ilmu bersebelahan dengan lokasi pembuangan sampah dan bangkai pasar pagi Simpang Empat.

Ironisnya kondisi ini telah berlangsung selama dua tahun lebih dan tak mendapatkan solusi. Akibatnya, selain harus belajar menggunakan masker karena tak tahan bau busuk yang menyengat masuk ke dalam ruang kelas saat belajar, para siswa dan guru di sekolah tersebut juga sering merasa mual dan pusing karena bau yang ditimbulkan.

" Biasanya yang paling bau saat siang hari, karena kondisi panas yang menyengat. Biasanya sampah bercampur bangkai itu dibakar setiap hari, namun karena cuaca musim hujan tumpukan sampah itu tak dibakar," kata Sulaiman guru SDN 010027 kepada awak media, Rabu (10/5/2017).

Sampah yang ditimbulkan tersebut bukannya sampah dari sekolah, melainkan sampah hasil limbah pasar pagi yang berada di belakang sekolah tersebut berupa bangkai sisa-sisa bulu ayam potong dan kotoran bercampur sampah plastik. Bahkan sejak kondisi ini sudah berjalan dua tahun, ada guru maupun siswa yang terserang insfeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan tidak masuk kembali ke sekolah.

" Tidak hanya itu, para guru dan siswa bahkan sudah ada yang terkena penyakit inspeksi saluran pernapasan atas (ISPA), karena setiap hari kami mencium aroma bau busuk yang menyengat dari sampah ini," tutur sulaiman.

Para guru ini berharap, agar pemerintah setempat melalui dinas terkait peduli terhadap nasib mereka karena belajar dalam kondisi yang kurang nyaman akibat bau sampah dan bangkai yang ditimbulkan.

Keluhan senada juga disampaikan oleh Hamidah, salah seorang wali murid. Ia heran mengapa kondisi itu dibiarkan dan tak segera dicarikan solusinya dan telah berlangsung selama bertahun-tahun. Ia khawatir jika semakin lama anaknya di sekolahkan di tempat tersebut, maka akan menimbulkan penyakit.

" Saya mohon kepada pemerintah untuk memperhatikan kondisi sekolah kami. Kasihanlah sama anak-anak kami yang belajar di sini, seharusnya mereka mendapatkan pendidikan di sekolah ini, malah penyakit yang datang," keluhnya.

Ia juga heran kenapa pasar pagi simpang empat yang sudah lama berada di lokasi tersebut tidak memiliki pembuangan limbah sampah seperti bangkai. Kurangnya kesadaran dari pengelola pasar maupun pedagang untuk tidak membuang sampah di sekitar sekolah membuat para siswa ini harus menanggung dampak bau yang ditimbulkan. (Net)

Leave A Reply