INTAIKASUS.COM - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara menjadikan peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada Senin (1/5/2017) sebagai kegiatan piknik bersama keluarga. Hal itu terlihat pada sebuah spanduk yang dibawa massa buruh FSPMI di depan Istana Maimun.
Dari amatan wartawan dilokasi, beberapa dari massa buruh terlihat membawa serta anak dan istrinya turun ke jalan pada perayaan Hari Buruh Internasional ini.
Dalam orasinya, Willy Agus Utomo mengatakan, bila hari buruh internasional merupakan kegiatan yang dilakukan dengan berdemontrasi. Tindakan itu sesuai dengan sejarah May Day yang dilakukan kaum buruh dalam menuntut hak di Chicago, Amerika Serikat puluhan tahun lalu.
" Hari Buruh tidak dirayakan dengan berjoget, tidak dirayakan dengan berbagi hadiah. May Day sesungguhnya yaitu turun ke jalan," teriaknya.
Dalam tuntutannya, mereka menyatakan hapus sistem Outsourching dan Pemagangan, Jaminan Sosial Direvisi yaitu pensiun 60 persen dari upah dan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat, serta tolak upah murah dengan mencabut PP No 78/2015.
Selanjutnya massa FSPMI Sumut yang berkumpul di depan Istana Maimun melakukan longmarch dengan berjalan kaki menuju kantor Gubernur Sumut dan Bundaran Air Mancur Gatot Subtoro. (Znl)