INTAIKASUS.COM - Ribuan Umat Buddha di Kota Medan merayakan Tri Suci Waisak 2561 dengan tema "Cinta Kasih" untuk meningkatkan manfaat hari besar keagamaan itu bagi manusia. Dalam perayaan Waisak di Medan, Kamis, tema itu ditunjukkan dengan sejumlah kegiatan sosial.
Selain bazar, perayaan Waisak tersebut juga dimeriahkan dengan donor darah seperti yang dilaksanakan di Vihara Sinar Buddha di Komplek CBD Polonia Medan. Perayaan Waisak dan kegiatan sosial di tempat itu dihadiri Gubernur Sumut Erry Nuradi dan Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.
Kapolda Sumut menilai tema Tri Suci Waisak tahun 2017 tersebut sangat tepat, apalagi jika dikaitkan dengan kondisi kekinian. "Temanya tepat sekali, yang bisa mempersatukan itu adalah cinta kasih," katanya.
Menurut Kapolda, cinta kasih itu mengajarkan manusia untuk saling tolong menolong, saling menghormati, saling menjaga, dan saling mengasihi dalam pergaulan sehari-hari. Hal itu disebabkan cinta kasih tersebut membuat seseorang tidak lagi melihat perbedaan, agama, latar belakang, dan suku bangsa orang lain.
Oleh karena itu, cinta kasih memiliki kaitan erat dengan kebhinekaan yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kapolda juga memberikan apresiasi atas peranan dan partisipasi umat Buddha dalam menjaga keamanan dan kondusivitas melalui cinta kasih tersebut.
Tokoh Umat Buddha Kota Medan, Brilian Moktar menjelaskan, perayaan Tri Suci Waisak itu berkaitan dengan momentum kelahiran, mencapai kesempurnaan, dan wafat yang dialami Sidharta Gautama. "Pangeran Sidharta lahir, mendapatkan pencerahan sehingga menjadi Buddha, dan wafat pada tanggal, hari, dan bulan yang sama. Makanya disebut Tri Suci Waisak," katanya.
Menurutnya, Tri Suci Waisak yang juga sering disebut dengan istilah "Vi Sakah Puja" dan "Buddha Purnima" itu merupakan perayaan yang sangat sakral bagi umat Buddha. (Net)