Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM  - Sejumlah masyarakat yang berdomisili di Kwala Bekala, Kec. Medan semakin merasa resah atas informasi polisi maling kampung (pelaku) memiliki kelainan jiwa. Pasalnya, pemukiman tersebut rawan maling, disiang bolong pun pelaku nekad beraksi dengan membawa senjata tajam (Sajam).

Buktinya, kediaman salah satu pemimpin redaksi media online di Jalan Pintu Air IV nyaris digasak maling kampung, Selasa (9/5/2017) siang. Beruntung aksi pelaku dipergoki anak paling besar Ilyas Nasution (49) sehingga aksi pelaku gagal.

Sementara itu Ilyas sedang diluar kota, mengetahui hal itu langsung menghubungi rekan-rekannya untuk minta bantuan agar polisi segera turun. Anak kedua, prayogi secepatnya menghubungi polisi dari layanan plyastore di hp android miliknya melaporkan situasi di tempat kejadian perkara (tkp).

Selanjutnya dalam tempo lima jam petugas menangkap tersangka di Gang slank tidak jauh dari rumahnya. "Petugas Polsek Delitua langsung datang dan mengamankan pelaku yang telah diketahui identitasnya itu," ujar Ilyas.

Korban percobaan pencurian mendapati informasi lewat sms dari pihak kepolisian bahwa pelaku Welpin Syahputra ( 26) warga Jalan Luku V Gang Slank Pondok Grompol Kel. Kwala Bekala, Kec. Medan Johor tersebut mengalami gangguan jiwa.

" Tindak lanjut pengaduan masyarakat via sms
kemudian pukul 17.00 wib petugas Polsek Delta mendatangi TKP dan berhasil mengamankan Pelaku. Hasil Pulbaket di lapangan, diketahui bhw pelaku mengalami gangguan Jiwa." ujar sms polisi hp nomor 08136888xxxx pada korban.

" Terancam sekali warga sekitar bahkan masyarakat luas kalau memang benar dia (pelaku-red) gila." papar korban.

Perlu perhatian serius dari pihak hukum dan di identifikasi kembali kebenaran kondisi kejiwaan welpin syahputra pelaku pembobolan rumah karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang lebih serius lagi seperti yang dilakukan 'Andi Lala' pembunuh sadis satu keluarga di mabar baru-baru ini, Ketus Korban.

Sambungnya, Tampilan pelaku penuh tatoo saja sudah menimbulkan rasa ketakutan warga, belum lagi tingkah lakunya yang meresahkan itu. Kami bingung bagaimana melindungi keluarga dari orang seperti itu seandainya dibiarkan bebas tanpa ada perhatian serius dari pihak terkait. Lanjut lelaki berkaca mata tersebut.

" Warga merasa terancam kalau memang benar dia itu mengalami kelainan jiwa," Pungkasnya. (Rel)

Leave A Reply