Medan, INTAIKASUS,COM – Usai memeriksa anak Ajie Karim beberapa waktu lalu, yang dilakukan oleh penyidik unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polresta Medan, kini giliran Ajie Karim yang memenuhi panggilan dari penyidik unit PPA Polresta Medan, Rabu (16/9/2015) sore sekira pukul 15.00 WIB.
Tampak Ajie Karim beserta kuasa hukumnya, memasuki ruangan penyidik PPA Polresta Medan, bahkan sesekali Ajie Karim terlihat naik ke lantai dua gedung Sat Reskrim Polresta Medan, tepatnya keruangan Kasat Reskrim Polresta Medan.
Namun, terlihat perseteruan antara HS (35) dengan Ajie Karim saat keluar dari ruangan Kasat Reskrim Polresta Medan, menuruni tangga dan kembali masuk kedalam ruangan penyidik PPA Polresta Medan. Bahkan HS mengatakan, mana wartawan? Nanti kita semua ketemu dibawah ya, saya mau konferensi pers terkait masalah ini ".
Dua jam kemudian, tampak HS istri Ajie Karim keluar dari ruangan penyidik didampingi kakaknya. Dihadapan wartawan, HS menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Ajie Karim bersikeras tidak mengakui semua tudingan yang diberikan oleh HS kepadanya.
" Intinya, dia tidak mengakui semua perbuatannya. Dan tetap membela diri, katanya dia ada mentransferkan uang kepada kami. Tapi, coba lihat tanggal dan bulan berapa itu? Pantaskah seorang suami yang merupakan anggota dewan, pengusaha dan memiliki mobil Mercedes, Vellfire, hanya mengirim uang Rp 500-600 ribu kepada istri?," beber HS kepada wartawan.
Masih kata HS, dirinya hanya ingin masalah yang dialaminya cepat selesai dan berharap agar Ajie Karim memiliki itikad baik agar bertemu secara kekeluargaan.
" Saya sih sebenarnya mau cepat selesai, karena bosan dan lelah dengan masalah ini yang tak kunjung selesai. Harapan saya sih Ajie Karim punya itikad baik mau bertemu secara kekeluargaan untuk membahas masalah ini, bukan berarti berharap untuk kembali lagi ya. Itu tidak akan terjadi lagi, agar cepat clear smua masalah ini, itu aja sih," ungkap HS.
Bahkan ibu 3 anak ini pun memberikan pesan-pesan kepada Ajie Karim sebelum dirinya meninggalkan gedung Sat Reskrim Polresta Medan.
" Bukan rahasia umum lagi kalau belia punya wil, namun ia membantahnya. Pun begitu, tetap saya hargai hak jawab dan hak bantahannya. Bahkan saya punya bukti percakapan anak saya yang mengatakan bahwa jika ia tidak ikut papanya, adik-adiknya tidak akan diberikan uang.
Saya hanya bisa berpesan, Ajie Karim tetaplah berkarya, Tetap teruskan apa yang kau inginkan, tapi ingat rezeki Allah yang ngatur. Dia tidak berikan nafkah anak-anaknya, ingat nafkah dia akan lari kepada anak-anaknya tanpa ia sadari. Jadi, jangan pernah berfikir 'aku hebat, aku bisa'," pungkas HS sambil berlalu. (Red)