Medan, INTAIKASUS.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali menggerebek tempat hiburan malam yang beroperasi di bulan Ramadan, Minggu (27/6) dinihari.
Kali ini sasaran petugas BNN yang dibantu PM (Polisi Militer) adalah Hotel Elegant di Jalan Gatot Subroto yang memiliki berbagai fasilitas SPA, Karoke dan Lounge.
Dari penggerebekan itu, petugas BNN mengamankan 100 pegunjung dari ruang Karaoke TV (KTV) Elegant karena positif memakai narkoba. Pengunjung yang positif narkoba selanjutnya diboyong ke kantor BNN Sumut, di Jalan Willem Iskandar Medan.
Pantauan wartawan di lokasi, razia ini dipimpin langsung oleh Kepala BNN Sumut Brigjen Andi Loedianto didampingi Propam Poldasu, Polisi Militer (PM), Satpol PP Kota Medan. Petugas langsung memeriksa setiap orang tengah berada di kamar KTV.
Lalu, ratusan pengunjung KTV Elegant yang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu dikumpulkan untuk dilakukan tes urine di suatu ruangan.
Pengunjung wanita dikumpulkan di ruangan A3 dan pengunjung laki-laki dikumpulkan di ruangan A1 lantai 2.
Namun, salah seorang pengunjung laki-laki yang diduga warga Singapura mencoba melawan petugas saat diperiksa. Dia mencoba memberontak ketika petugas memeriksanya.
" Janganlah pak, kalau gak pukul, pukul saja saya, supaya puas kalian," ujar pria yang diduga warga Singapura itu.
Sementara itu, sejumlah wartawan sangat menyesalkan aksi arogan satpam Hotel Elegant yang melarang wartawan meliput saat BNN melakukan penggerebekan di KTV Elegant.
Ketika beberapa pengunjung dibawa masuk ke dalam mobil BNN, seorang sekuriti Hotel Elegant yang diketahui bernama Doni Panjaitan langsung bertindak arogan dengan melarang wartawan mengabadikan peristiwa itu.
" Udah, jangan foto-foto di sini. Hargai kami di sini, di sini dilarang foto-foto. Tolong jangan foto-foto," kata Doni Panjaitan.
Namun wartawan terus melaksanakan tugas jurnalistiknya. Akibatnya, sejumlah satpam Hotel Elegant nyaris bentrok dengan wartawan.
" Kami kemari karena tugas, kalian jangan melarang kami ambil foto," kata salah seorang wartawan kepada satpam.
Beruntung salah seorang wartawan lainnya berhasil meredakan amarah beberapa wartawan yang melarang mengambil foto saat pengunjung diboyong petugas BNN ke mobil.
Hingga berita ini dikirim ke redaksi, belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib berapa jumlah pengunjung yang positif memakai narkoba. (Red)