Puluhan warga Sukaramai berbondong-bondong menyaksikan proses perobohan bangunan tersebut. Apalagi, perobohan memang diharap-harap oleh warga sejak awal bangunan tersebut didirikan.
Nani, warga Sukaramai III yang turut menyaksikan pembongkaran di lokasi, mengatakan, bangunan tersebut rencana akan dibuat sebagai portal parkir, lengkap dengan loket karcis dan pembayaran, Ucapnya.
Bangunan tersebut dibangun oleh pihak Kompleks Asia Mega Mas. Sejak awal warga telah menyatakan keberatan atas pembangunan portal tersebut. " Mau dikuasai semua ini sama Asia Mega Mas. Mau dibuat portal sama orang itu. Jadi kalau orang masuk atau lewat sini jadi bayar. Kami gak terima," ujarnya.
Menurut Nani, jalan tempat berdirinya bangunan tersebut merupakan satu-satunya akses masuk dan keluar kompleks Asia Mega Mas yang tersisa. Sedangkan akses jalan lainnya melalui Jalan Asia Raya, telah ditutup dengan portal besi sehingga masyarakat tidak dapat lagi melintas. Diportal gak dibuka-buka lagi. Saya lahir di sini.
Dari dulu ini memang jalan umum, tapi kenapa pula mau mereka jadikan portal. Apa udah dibeli jalan ini sama mereka (Asia Mega Mas)," kata Neng. Ros, warga lainnya yang juga menyaksikan pembongkaran, merasa bersyukur bangunan portal tersebut dirobohkan. Tadinya ia sudah cemas karena akan diberlakukan sistem parkir.
" Syukur kalilah ini dibongkar. Asia Mega Mas ini pun masak semua mau dikuasai. Memangnya ini jalan tanah orang itu, apa? Kan ini tanah Pemko," katanya.
Pantauan intaikasus, pembongkaran berlangsung sejak siang hingga sore. Pembongkaran menyebabkan arus lalulintas menuju Jalan Kapten Jumana tersendat.
Kabid Pengendalian Tata Ruang Dinas TRTB, Indra, yang ditemui di lokasi mengatakan, pembongkaran dilakukan karena bangunan tersebut tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sebelum dilakukan pembongkaran, jelasnya, pihaknya telah lebih dulu mengingatkan agar pihak Asia Mega Mas tidak meneruskan pembangunan.
" Ini awalnya anggota lihat di sini. Kita kasih peringati dengan surat perintah stop. Ternyata mereka terus membangun. Ya, kita bongkarlah," bebernya. Sementara itu, pihak Perumahan Asia Mega Mas belum dapat dikonfirmasi. Satpam yang berjaga di kantor pemasaran mengatakan petinggi Asia Mega Mas sedang keluar.
" Orangnya lagi keluar. Barusan tadi naik (sepeda motor) Scoopy," katanya. (Red)