Medan, INTAIKASUS.COM – LG (32) warga Dusun I, Desa Namo Bintang, Pancurbatu, Deliserdang, melakukan aktifitas rutin dihari pertama dalam minggu ke dua dibulan September ini, ia mendapat bogem mentah dari salah satu pemuda setempat disebut-sebut berinisial GT (33) di Jalan Ngumban Surbakti, Kel. Sempakata, Kec. Medan Selayang, Senin (14/9/2015) pagi sekira pukul 09.30 WIB.
Di Mapolsek Sunggal, LG bercerita bahwa pagi itu ia melakukan pengutipan retribusi sampah untuk wilayah Kelurahan Sempakata, seperti biasanya. Sempat terkendala saat melakukan pengutipan, LG yang baru saja beberapa bulan menjabat sebagai mandor retribusi sampah Kota Medan, untuk wilayah Kelurahan Sempakata, langsung mendapat bogem mentah dengan GT yang disebut-sebut sebagai anggota salah satu OKP.
" Tadi aku lagi ngutip retribusi sampah bang didaerah Sempakata, gak tau nya datang si GT itu bang dan melarang aku untuk mengutipnya. 'Gak usah lagi kau kutip-kutip itu, patentengan kali kau' gitu dia bilang samaku bang.
Saat kujelaskan kalau aku mandor yang mengutip retribusi sampah resmi dari Pemko Medan, dia malah melayangkan bogem mentah kebibirku bang sampai pecah," beber LG kepada wartawan sambil menunjukkan bibirnya yang pecah.
Melihat aksi tersebut, beberapa warga sekitar, mencoba untuk melerai keduanya. Tak terima dengan perlakuan pelaku, LG didampingi beberapa pegawai seprofesinya dari Dinas Kebersihan Kota Medan, mendatangi Mapolsek Sunggal, guna melaporkan peristiwa yang dialaminya.
" Baru dua bulan aku bang jadi mandor, tadi baru keluar dari kantor langsung ngutiplah aku ke lapangan. Baru kali ini aku diginiin bang, sial kali kurasa," kesal LG.
Terpisah, Sunario (47) selaku Operator Penghubung Dinas Kebersihan Kota Medan, menekankan kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas pelaku dan segera menangkapnya. Karena prilaku tersebut, kerap menimpa pegawai Dinas Kebersihan yang berada dilapangan, dan tindakan yang dialami LG sudah diluar batas.
" Saya berharap dan menekankan kepada petugas kepolisian Polsek Sunggal, agar segera menangkap dan menindak tegas pelaku yang sudah berbuat sesuka hatinya, diluar batas wajar.
Kejadian yang menimpa LG, bukanlah kali pertama terjadi bagi karyawan Dinas Kebersihan Kota Medan, kita sangat menyayangkan perlakuan pemuda setempat yang tidak bertanggung jawab dan masyarakat yang tidak memiliki kesadaran dan dukungan tentang retribusi sampah Kota Medan," sesal Sunario.
Masih kata Sunario, Dinas Kebersihan pun membuka peluang untuk menjalin kerjasama antara kedua belah pihak antara OKP Pemuda Setempat dengan Dinas Kebersihan untuk mensukseskan kinerja Dinas Kebersihan.
" Padahal Dinas kebersihan membuka peluang untuk kedua belah pihak, agar menjalin kerja sama yang baik guna mensukseskan kinerja para pegawai Dinas Kebersihan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sampah-sampah yang mereka punya," tutur Sunario. (Red)