Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
Medan, INTAIKASUS.COM - Pengamanan jelang pilkada serentak di Sumatera Utara akan diperketat. Kapolda Sumut, Irjen Pol Ngadino menyatakan, pihaknya terus akan berupaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Sumut, terutama menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 23 kabupaten/kota yang akan digelar pada 9 Desember 2015 mendatang.

Untuk itu antisipasi gangguan keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas) dan terorisme menjadi atensi sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, kepada jajaran yang melakukan pengaman pilkada serentak untuk mewaspadai aksi teroris.

" Jelang pilkada serentak ini, kami akan antisipasi setiap kejadian. Terorisme bisa muncul kapan saja. Untuk itu, kita melakukan deteksi dini melalui intelijen dan berkoordinasi dengan pihak terkait, satunya juga dengan tim dan masa pendukung calon" ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf kepada wartawan usai salat di Masjid Al Hidayah, Mapolda Sumut, Jumat (25/9/2015).

Menurut Komisaris bermelati tiga dipundaknya ini, antisipasi aksi teroris menjelang pilkada serentak pihaknya telah menyiapkan strategi. Diakui bahwa pihaknya akan melakukan antisipasi dengan penertiban waktu kampanye sesuai dengan penjadwalan dan ketentuan.

Lanjut dijelaskannya, bahwa pelaksanaan kampanye yang tidak sesuai dengan jadwal dapat memicu terjadinya keributan antar pendukung pasangan calon jika terjadi jadwal yang bersamaan tanpa koordinasi dengam pihak petugas. Karena itu, kepolisian akan menindak setiap oknum atau kelompok yang melakukan kampanye di luar waktu yang ditentukan.

" Kampanye yang tidak sesuai waktu yang telah ditentukan bisa memprovokasi pihak lain, sehingga akan memicu terjadinya konflik keributan. Jadi apabila ada masa yang berkampanye tanpa ada koordinasi yang jelas akan kita periksa. Dan apabila terbukti melanggar akan kita tindak tegas," sebut Helfi.

Sambung Helfi, ancaman teroris bisa terjadi di mana saja dan tidak memandang waktu. Karenanya, kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak terkait sebagai upaya deteksi dan pencegahan dini.
Sebagai langkah pencegahan dini, pihak kepolisian juga akan menggiring atau mengarahkan kelompok untuk melakukan kampanye di titik-titik atau jalur yang tidak rawan kemacetan seperti jalan protocol, pusat kota serta menghindari jalur potensi gangguan ekonomi.

" Nanti kita akan mengupayakan massa yang berkampanye untuk tidak melewati pusat-pusat kota dan keramaian, agar perekonomian tidak terganggu," tegas Helfi.
Dalam kaitan pencegahan dini gangguan terorisme itu, pihak kepolisian mengimbau kepada tokoh-tokoh di lingkungan masyarakat untuk peduli terhadap kondisi dan situasi sekitarnya.

Setiap mendapati gerak-gerik atau konsentrasi massa yang mencurigakan segera laporkan. Perbuatan pelanggaran hukum akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
" Sebagai bentuk kerja sama, kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda untuk segera melapor jika melihat pendatang baru di lingkungannya," tutur Helfi. (Red)






Leave A Reply