| Ilustrasi |
Fadil mengatakan warga sekitar sudah curiga dengan keluarga Ali Rahman yang sering ribut dengan istrinya. Namun, kata warga sekitar, tidak ada yang menduga adanya kasus pembunuhan karena hampir tiap hari dua pasangan suami-istri itu berantam.
" Enggak ada yang menduga kalau cekcok selama ini berujung kematian. Jadi besar dugaan Pak Ali dibunuh istrinya sekitar pukul 03.30 WIB. Setelah itu, istrinya (Siti Zulaiha) kabur, namun enggak lama kemudian berhasil ditangkap," tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, warga sangat menyesalkan adanya peristiwa pembunuhan ini. Apalagi, kematian Ali sangatlah tidak wajar karena mengalami luka dibagian kepala. Akibat dipukul benda tumpul. " Parah kali tadi, kepalanya pecah karena dipukul pakai benda tumpul. Makanya, polisi langsung mengamankan istrinya dan membawa jasad Ali ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi," ucapnya.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Medan Labuhan, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Musa Alexander Shah membenarnya adanya peristiwa pembunuhan tersebut. Karena itu, istri Ali (korban) sudah ditahan untuk dimintai keterangan.
" Dari pengakuan pelaku (Siti Zulaiha) yang merupakan istri dari Ali, melakukan tindakan pembunuhan itu karena dendam selalu jadi korban KDRT. Siti Zulaiha selama kerap dipukul dan mendapat kekerasan," jelasnya. (Udn)