Beruntung, warga Jalan Karya II, Kec. Medan Helvetia ini diselamatkan petugas kepolisian yang kebetulan melintas di kawasan itu. Meski begitu, seluruh badan pelaku penuh dengan luka dan terpaksa di rawat di Rumah Sakit Terdekat. Andi salah satu warga disekitar lokasi mengatakan, pelaku ditangkap mahasiswa yang sedang melaksanakan kuliah.
Saat itu pelaku dipergoki sedang berusaha merusak satu kunci sepeda motor yang terparkir di depan kampus.
" Saat ditangkap para mahasiswa itu tidak langsung menyerahkannya ke Polisi. Tetapi, menghajarnya duluan kemudian mengikatnya (pelaku) di belakang kampusnya.
Setelah pelaku nyaris tewas, polisi kemudian tiba di lokasi dan mengamankannya,"ucap Andi.
Menurutnya, Polisi baru tiba di lokasi untuk menjemput tersangka setelah remuk hampir tidak sadarkan diri dan langsung membawa korban ke RS terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Dan selanjutnya diproses hukum sesuai dengan perbuatannya.
" Memang, pencuri itu tidak bisa dikasih ampun. Mahasiswa itu masih tergolong baik, meskipun sempat mengikatnya. Kalau di tempat lain, itu sudah pasti tewas bahkan bisa dibakar hidup-hidup,"ujarnya.
Dia mengakui, beringasnya masyarakat saat ini karena sudah tidak ada lagi tempat yang aman dan nyaman di Kota Medan ini. Sebab, setiap hari bahkan setiap saat, ada saja aksi pencurian yang tidak bisa diungkap Polisi. Hal tersebut yang mendorong masyarakat untuk melakukan hukumnya sendiri.
"Polisi kita saat ini bertindak sangat lambat. Makanya sudah sangat wajar, kalau masyarakat bertindak sendiri karena tidak percaya lagi dengan polisi.
Sebab kalau ini diserahkan ke polisi, besok keluarga pelaku datang menyerahkan uang, pelakunya langsung lepas," terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Delitua, AKP Daniel Marunduri mengatakan, pihaknya masih menelusuri kasus tersebut.
" Tersangkanya masih dalam perawatan medis, tetapi kita akan proses sesuai hukum yang berlaku, pungkas Daniel. (Red)