Menurut korban, ketujuh orang yang mengambil keretanya mengaku dari pihak lesing ITC yang berkantor di Jalan SM Raja (Simpang Limun). Korban juga mengaku bahwa mereka terpaksa mengambil keretanya lantaran dirinya dituduh menunggak pembayaran angsuran kereta selama beberapa bulan.
" Mereka ngaku dari lesing, katanya aku nunggak angsuran. Padahal setiap bulan aku bayar angsuran kereta," ucapnya dihadapan petugas. Korban mengisahkan, kejadian itu terjadi, Jumat (30/10/2015) jam 10.00 wib, saat korban berniat pergi kerja.
Dengan mengendarai kereta Honda Supra X 125 BK, korban melintas di Jalan Ringroud, ditengah perjalanan tepatnya di dekat SPBU, tujuh orang yang mengendarai kereta dua diantaranya memakai pakaian dinas TNI, langsung menghadang korban.
Selanjutnya, beberapa orang yang mengaku dari lesing ITC mengatakan kepada korban jika dirinya sudah menunggak pembayaran angsuran kereta beberapa bulan. Selanjutnya, ketujuh orang tersebut meminta koban agar menyerahkan kereta miliknya.
Korban yang merasa tidak pernah menunggak pembayaran kereta terus mempertahankan keretanya. " Aku tidak ada nunggak angsuran kereta," ucap korban kepada ketujuh orang tersebut.
Namun, ketujuh orang tersebut tetap memaksa korban untuk tetap menyerahkan kereta miliknya. Korban yang takut terjadi apa-apa langsung menyerahkan kereta miliknya. Usai merampas kereta korban, ketujuh orang tersebut langsung meninggalkan korban sendirian.
Tak sampai disitu, korban yang ditemani beberapa temannya lantas mendatangi kantor ITC di Jalan Sesingamangaraja guna mempertanyakan penarikan keretanya.
Detak jantung korban semakin berdetak kencang saat pihak showroom mengatakan pihaknya tidak ada mengeluarkan surat penarian kereta kepadanya. Berharap keretanya dapat ditemukan, korban bersama temannya langsung mendatangi Polsek Sunggal untuk melaporkan kejadian yang baru dialaminya.
" Kami sudah mendatangi lesing ITC tersebut, dengan tujuan menanyakan, mengapa keretannya ditarik. Namun dari pihak lesing ITC mengatakan, mereka tak pernah mengeluarkan surat perintah penarikan kereta," jelasnya dihadapan petugas SPK Polsek Sunggal. (Red)