Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
Medan, INTAIKASUS.COM - Sebut saja namanya Bunga (17) warga Jalan Timah Putih Kec. Medan Area malunya bukan kepalang. Pasalnya, saat ini foto bugilnya telah beredar dikalangan teman sekelasnya.
Ironisnya, foto bugil tersebut disebar sang pacar, Tri Krisyanto (17) warga Jalan Delitua karena bunga menolak memberikan uang Rp 500 rb perminggu, Minggu (8/11) siang.

Menurut informasi, terbongkarnya aksi bejat sang pacar, Jumat (6/11) pagi. Saat itu, korban tiba-tiba Jumat (6/11) sekitar jam 10.00 wib pulang kerumah dengan keadaan menangis. Orang tua korban yang penasaran pun mempertanyakan permasalahannya.

Ibu korban bagaikan disambar petir mendengar pengakuan anaknya bahwa pacar anaknya telah menyebarkan foto bugil anaknya. Ironisnya, foto bugil tersebut didapat pelaku setelah berhasil merekam hubungan mesum kedua siswa SMK tersebut dengan menggunakan Hp miliknya. Dengan berbekal video mesum tersebut, pacarnya meminta uang Rp 500 rb/minggu untuk diserahkan kepada pelaku.

Korban yang merasa tidak sanggup memberikan uang tersebut pun dipaksa pacarnya untuk menjadi Lonte (PSK). Mendengar hal tersebut, keluarga korban pun menyusun rencana menangkap pelaku dengan cara mengajak pelaku untuk bertemu di Jalan Seksama. Setelah disepakati, akhirnya pelaku pun bertemu dengan korban dan langsung ditangkap keluarga korban dan selanjutnya diserahkan ke Mapolresta Medan.

Menurut ayah tiri korban, Ibnu mengatakan bahwa Jumat (6/11) sekitar jam 10:00 Wib, anak tirinya pulang ke rumah sambil menangis. Karena merasa ada yang mencurigakan, dirinya memaksa anak tirinya tersebut untuk menceritakan apa penyebab ia sampai menangis.

Ibnu mengatakan, dirinya yang kaget bercampur penasaran lalu menanyakan kepada anak tirinya tersebut mengapa pacar korban bisa memiliki fotonya yang sedang bugil.

" Aku kaget pas dia bilang seperti itu, kutanya lagi, kok bisa dia punya fotomu yang lagi bugil, di situ lah aku baru tahu kalau ternyata anakku ini sudah pernah ditidurin si pelaku," jelasnya.

Ketika disinggung saat ditangkap apakah si pelaku berusaha melawan, Ibnu mengatakan, si pelaku sempat mencoba untuk melawan dan melarikan diri, namun usaha tersebut gagal dilakukannya.

" Sempat melawan dan mau lari, tapi kami bisa mengatasinya, dia juga memohon dan mengajak berdamai agar ia jangan dibawa ke kantor polisi, mana mungkin aku mau berdamai, apalagi masa depan anakku sudah direnggutnya," ungkapnya.
Sementara itu, menurut Bunga (korban) mengatakan, dirinya sudah 7 bulan lebih menjalin hubungan percintaan dengan si pelaku. Bunga pun mengaku jika dirinya sudah digagahi si pelaku bejat sebanyak 5 kali.

" Kami kawan sekelas bang, sudah 7 bulan lebih kami pacaran, dia udah gituin aku sebanyak 5 kali bang," ungkapnya saat berada di Polresta Medan.
Siswi salah satu SMK Negeri yang ada di Medan ini mengatakan, ketika dirinya digagahi, si pelaku selalu merekam adegan tersebut dengan menggunakan telpon selulernya. " Asal aku digituinnya, dia selalu merekamnya bang pakai handphonenya, katanya untuk kenang-kenangan, tapi yang direkamnya cuma tubuh dan wajahku bang, sementara wajahnya sendiri gak direkamnya," jelasnya.

Anak sulung dari dua bersaudara ini mengatakan, sipelaku mengancam dirinya harus memberikannya uang Rp 500 rb per minggu jika tidak ingin video tersebut tersebar di sekolahnya.

" Aku udah memohon sama dia dan bilang kalau aku bukan anak orang kaya, aku gak punya uang segitu banyak, dia gak mau tahu bang, malah dibilangnya aku harus jadi pelacur supaya bisa kasih uang sama dia," ungkapnya.
Remaja berparas cantik ini mengatakan, disaat si pelaku berhasil ditangkap oleh keluarganya, pacarnya tersebut pun sempat akan menghapus video tersebut, namun berhasil dicegah.

" Tadi ayah, om dan pamanku yang nangkap dia bang, dia pun tadi sempat mau menghapus video itu, tapi gak jadi karena handphonenya langsung dipegang sama ayahku," jelasnya.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono mengatakan ia belum mengetahui kejadian tersebut namun berjanji akan segera mengecek laporan tersebut. " Saya cek dulu ke Kanit PPA," ujarnya singkat. (Red)











Leave A Reply