Menurut penuturan keluarga korban kepada sejumlah wartawan, Kamis (5/11/2015), sore. Penganiayaan Eva berawal saat mobil pelaku Yono BK 1037 F menyerempet mobil Eva bernopol B 1167 URA di Jalan Diponegoro.
Selanjutnya, Yono bukannya meminta maaf, namun memalang mobil Eva sembari menggenggam kayu berbentuk pukulan bisbol. Kemudian, Yono berusaha memerintahkan Eva agar keluar dari mobilnya.
Tanpa berbicara, Yono langsung mengayunkan pemukul bisbol kearah kepala Eva hingga mengeluarkan darah. Menyaksikan kejadian tersebut, ratusan massa buruh yang sedang melakukan unjukrasa di depan kantor Gubsu, merasa prihatin sehingga beramai-ramai memukuli Yono.
" Awalnya karena mobil pria itu yang menyerempet mobil saya, lalu malah dipalangkan lagi mobilnya menyuruh saya turun. Karena memang saat itu ramai, saya berani keluar dari mobil. Tapi, tiba-tiba dia (pelaku), langsung memukul kepala saya sampai mengeluarkan darah", kata Eva.
Lanjut wanita yang bekerja di Jakarta itu lagi, " Tidak hanya sekali, selain kepala, badan dan mobil saya juga menjadi sasaran dia (pelaku), melihat itu, massa yang demo marah dan menyerang dia. Tidak ada saya membalas, mana mungkin saya berani," tutup Eva dengan wajah masih diperban.
Diduga Buat Laporan Palsu
Dalam pertemuan tersebut, kepada wartawan keluarga Eva meminta agar Kapolsek Medan Baru bertindak adil dan tidak mau diintervensi, apalagi, saat membuat laporan di Polsek Medan Baru, banyak yang menyaksikan orangtua pelaku Yono, bersama penyidik kasus tersebut makan bersama di Restoran Garuda.
" Juru periksa laporan itu diajak makan di restoran sama bapak pelaku, tentu kami curiga jupernya berpihak. Tapi, kami percaya sama bapak kapolsek tidak mau disuap dalam kasus ini dan menindak anggotanya bila berlaku tidak adil", ujar keluarga Eva.
Bukan itu saja, keluarga Eva juga menuding Yono dan orangtuanya memberikan laporan palsu kepada polisi, karena pihak keluarga Eva mengklaim akan menunjukkan rekaman CCTV di lokasi kejadian sebagai bukti.
Rampas Catatan Wartawan
Sementara itu, saat di Polsek Medan Baru, pelaku penganiayaan wanita bernama Yono, Rabu (4/11/2015), merampas catatan wartawan Waspada Online bernama Ismanto Ismail alias Gacok. Perlakuan kasar Yono terhadap awak media itu dilakukan di ruangan Provost Polsek Medan Baru.
Bukan itu saja, orang tua Yono juga sempat menghardik beberapa wartawan kalau tidak terima silahkan melapor ke polisi. " Kalau tidak senang, ini kantor polisi, silahkan melapor", kata orangtua Yono.
Sementara itu, Kapolsek Medan Baru, Kompol Roni Nicolas Sidabutar ketika dikonfirmasi mengatakan, " Masih dalam penyelidikan, kedua belah pihak saling lapor. Biarkan penyidik bekerja dulu dan kita pasti transparan, kalau soal penahanan itu wewenang penyidik", ucap Roni. (Red)