Medan, INTAIKASUS.COM - Pengunjung Museum TNI Bukit Barisan relatif sepi dari hari ke hari. Hal itu tidak dipungkiri oleh pemandu museum, Serka Anto, pada saat intaikasus.com berkunjung, Kamis (29/10/2015). Dikatakan Anto, rata-rata pengunjung museum ini per harinya hanya 10 orang.
" Rata-rata kalau hari biasa paling 10 orang," ujarnya.
Anto pun ingin agar masyarakat Kota Medan tidak sungkan berkunjung ke museum ini. Tidak ada kutipan apapun untuk masuk ke museum ini. Selain bisa melihat benda-benda bersejarah, pengunjung juga bisa mendapatkan pengetahuan tentang sejarah penjajahan di Kota Medan.
" Kami pengin nantinya membuat pengunjung bisa nonton film-film bersejarah di sini. Itu rencana kami. Kami buatkan proyektor. Insya Allah segera lah," katanya.
Seseorang yang datang berkunjung ke museum ini, mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang belum pernah ia dapatkan di sekolah.
" Sejarah penjajahan di Medan. Kalau di sekolah, kan, biasanya yang dipelajari sejarah nasional. Tidak ada yang rinci soal penjajahan di Medan," katanya. Adapun museum dua lantai ini menyimpan ratusan benda-benda bersejarah yang dipakai pada zaman kependudukan Belanda dan Jepang. Kebanyakan adalah senjata-senjata antik, seperti senapan, meriam, mortir, pedang, dan pisau. Benda-benda itu tersimpan rapi dan diberi nama serta penjelasan tentang sejarah penggunaannya. Selain itu, juga ada bambu runcing, mesin tik, radio telekomunikasi, dan kompas. (Red)