Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

               Ilustrasi
Medan, INTAIKASUS.COM -Tujuh korban selamat dalam insiden di terowongan proyek pembangunan PLTA Wampu di Desa Rai Tengah, Kuta Buluh, Karo, Sumut, Rabu (24/2/2016), masih menjalani perawatan di RS Efarima Etaham, Kabanjahe, Kamis (25/2/2016). Tiga di antaranya dalam kondisi kritis.

Sementara, 6 korban tewas yang sempat disemayamkan di RS Efarina Etaham, sudah diserahkan ke keluarga masing-masing. Mereka sudah dibawa ke daerah asalnya masing-masing.

Para korban selamat masih dalam kondisi memprihatinkan. Tiga di antaranya bahkan masih kritis dan masih dirawat di ruang Intensif Care Unit (ICU). Mereka mengalami luka bakar lebih dari 90 persen.

Kondisi 4 korban lain juga cukup parah. Mereka mengalami luka bakar 50 persen lebih. Namun, keempatnya sudah melewati masa kritis setelah menjalani operasi.

Dokter yang menangani ketujuhnya menyatakan pemulihan korban tidak mudah dan memerlukan waktu. "Proses pemulihan korban terbilang tidak mudah, karena tingginya efek luka bakar yang dialami masing-masing korban," kata dr Albert.

Seperti diberitakan, 6 pekerja teqas dan 7 lainnya luka menyusul kecelakaan di terowongan pada proyek pembangunan PLTA Wampu di Desa Rih Tengah, Kuta Buluh, Karo, Sumut, Rabu (24/2/2016) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat kejadian 13 pekerja tengah berada di terowongan pada proyek PT Wampu Electric Power (WEP) itu. Diduga ada gas yang masuk ke lokasi sehingga percikan api memantik ledakan dan membakar para pekerja. (Net)

Leave A Reply