Wakil Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan, Ajun Komisaris Wira Prayatna berbincang dengan nenek
INTAIKASUS.COM - Dengan langkah gontai, Soni boru Regar (74), warga Jalan Pelita IV Gang Sejahtera Medan Perjuangan, mendatangi Mapolresta Medan. Senin (14/3/2016) siang.
Kedatangan ibu empat orang anak ini bertujuan melaporkan anak kandungnya BP (47) yang kerap menganiaya Soni. Aksi durhaka yang melebihi cerita dongeng Malin Kundang ini didasari atas kecanduan Bangun dengan narkoba jenis sabu-sabu.
Dengan berlinang airmata, Soni menceritakan kejadian tragis yang dialaminya selama belasan tahun menghadapi anak keduanya yang kerap mengamuk dan menghancurkan rumah bila dalam pengaruh sabu-sabu
"Saya mau melaporkan anak saya namanya si Bangun. Selama ini anak saya itu sering menggunakan sabu-sabu di rumah. Dia juga sering mengamuk dan menghancurkan rumah," jelas Soni sambil menangis sesunggukan.
Selain menghancurkan rumah, dijelaskan Soni, Bangun juga kerap memaki dan memperlakukannya dengan kasar. Pukulan, tendangan dan lainnya acapkali dialami Soni, apabila tidak memberi uang saat diminta Bangun.
"Sudah seperti binatang saya dibuatnya. Kalau enggak dikasih uang, dia melempari rumah pakai batu. Kalau yang namanya badan ini udah sering kali dipukulnya," ujarnya sambil menyeka airmata.
Selain itu, Soni juga mengatakan, hal yang paling tragis dialaminya saat engsel bahu kirinya bergeser karena terjatuh akibat ditolak oleh anak keduanya itu.
"Pastinya lupa nenek, sekitar 6 bulan lalu lah. Sampe musti terapi nenek untuk mengobati bahu nenek karena bergeser. Ngamuk dia karena gak ada duit nenek pas dia minta, ditolaknya sampe tersungkur saya," jelasnya lagi.
Ditambahkan nek Soni, dirinya hanya bisa pasrah melihat anaknya itu menggunakan narkoba dan mengurung diri di dalam kamar. Karena menurutnya, jika dilarang Bangun akan mengamuk dan langsung memukulnya.
Bukan cuma itu, Nek Soni juga menjelaskan, seluruh barang-barang yang ada dirumahnya telah habis dijual oleh Bangun. Tak hanya barang miliknya, sepeda motor milik anak perempuannya juga sudah dijual Bangun untuk membeli sabu-sabu.
"Kereta adiknya pun udah dijualnya untuk beli sabu-sabu, susah kali kami dibuatnya. Apapun udah gak ada di rumah itu. Bantulah nenek nak. Enggak tau lagi lah opung gimana menghadapi anak opung ini. Mungkin dia berharap opung cepat mati," katanya dengan nafas tersengal-sengal.
Mendapat laporan dari warga, Wakil Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan, Ajun Komisaris Wira Prayatna langsung meminta sang nenek untuk datang ke Sat Res Narkoba Polresta Medan. Di sana, Wira langsung mencatat dan mendengar keluhan wanita renta tersebut. (Rn)