Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Usai dinyatakan meninggal, jasad Bambang Isma Yudi (33) yang sempat heboh, lantaran diduga tewas dianiaya sesama tahanan di dalam sel Polsek Percut Sei Tuan, ditunggu pihak keluarganya di rumah duka di Jalan Sederhana, Gang Seroja 13, Kecamatan Percut Sei Tuan, Senin (28/3/2016) pukul 12.30 Wib.

Hal itu dikarenakan, jasad Bambang Isma Yudi masih berada di RS Bhayangkara Medan, guna dilakukan outopsi yang dilakukan pihak kepolisian.

"Iya bang, kami masih menunggu di rumah kedatangan jenazahnya. Jadi, kami siap-siap di rumah. Istri korban (Afrida) dan keluarga yang lain masih di RS Bhayangkara, mengurus kepulangannya," terang Zulham Efendi (36) abang kandung Bambang, Senin (28/3/2016) siang.

Atas meninggalnya Bambang, keluarga korban mengaku tak terima dan mengatakan akan menuntut Polsek Percut Sei Tuan dibawah pimpinan Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Zendrato, terkait meninggalnya Bambang di dalam sel atas tindak penganiayaan yang diduga dilakukan sesama tahanan di dalam sel.

"Yang jelas kami tidak terima. Hanya beberapa hari keluarga datang menjenguk Bambang dan kondisinya sehat-sehat saja. Kenapa tiba-tiba bisa meninggal gitu, itu kan tak masuk akal. Setelah pengurusan jenazah ini, kami rencana akan kembali datangi Polsek Percut dan kalau tidak ada penyelesaian yang jelas permasalahan ini kami tempuh ke jalur hukum," sebut Zulham kepada wartawan.

Beberapa jam menunggu, jasad Bambang akhirnya tiba di rumah duka dengan dibawa mobil ambulace RS Bhayangkara Medan. Suasana haru langsung pecah, begitu jasad korban diturunkan dari mobil ambulance. Dirumah duka, istri korban, Afnidar, mengatakan kalau dirinya terakhir menjenguk Bambang di sel tahanan sekitar 3 minggu yang lalu. Saat itu suaminya masih sehat dan ia datang guna memberikan uang kamar didalam sel.

"Gak terima saya. Saat itu dia (Bambang) baik-baik saja. Saya gak datang lagi, karena gak ada duit. Asal kesitu saya kasih duit, katanya buat uang kamar di sel. Sampek saya jual kereta dan kerabu (anting-anting) anak saya. Kejam kalilah mereka itu," ungkap Asnidar dengan uraian air mata.

Wanita beranak dua itu, tak menyangka jika suami yang sudah dinikahinya 9 tahun silam tahun lalu, pergi selamanya dengan kondisi yang tragis. Hal itu diakuinya, lantaran sang suami yang tak memiliki riwayat penyakit, tewas sampai muntah darah dan mengeluarkan baut besi potongan kuku yang keluar dari mulutnya. "Dia gak ada sakitnya. Pas saya ke rumah sakit lihat suami saya, dia 6 kali muntah darah, dan ada baut besi potongan kuku yang keluar. Dari hidungnya juga keluar darah. Tega kali mereka membuat dua anak saya yang masih kecil ini jadi Yatim," imbuhnya.

Zulham Efendi (36) abang kandung Bambang Ismayudi menambahkan, jika adik bungsunya itu dimasukan sel tahanan Polsek Percut Sei Tuan pada bulan Februari tahun ini, atas tuduhan penggelapan mobil bernomor polisi BK 1912 PI warna Hitam. Saat itu, Bambang yang tengah bekerja sebagai supir taxi Bluebird, ngetem di Bandara Kuala Namu.

"Adik saya rental mobil, karena ada yang mau makek. Mobil itu diambilnya dari seseorang bernama, Ucok. Rupanya si Ucok ngerental juga sama orang lain dan mobil itu sudah di rentalkan sama adikku ke orang lain, tapi belum dipulangkan. Jadi pelaku utamanya gak ditangkap polisi, malah si Ucok itu yang nangkap adikku pada saat kerja," bebernya.

Malam sebelum kejadian, istri korban Afnidar (28) dan beberapa pihak keluarga yang sebelumnya mendapat kabar dari salah seorang rekan korban yang satu sel dengan korban, lantas mendatangi Polsek Percut Sei Tuan. Dari situ, pihak keluarga diberitahu oleh penjaga sel, jika Bambang telah dibawa ke RS Bhayangkara Medan, di Jalan Wahid Hasyim.

"Kami taunya pun bukan dari polisi. Tapi ada teman korban yang sama-sama berada di dalam sel, yang menelfon kami. Katanya Bambang Meninggal. Kami terkejut dan langsung mendatangi Polsek. Dari situ polisi yang piket bilang kalau Bambang sudah dibawa ke RS Bhanyangkara," jelas Zulham abang pertama Bambang dari 3 bersaudara ini.

Terkait tewasnya salah seorang tahanan di sel Polsek Percut Sei Tuan, Kapolsek Percut Kompol Lesman Zendrato, lagi-lagi mengaku jika Bambang Ismayudi meninggal karena sakit demam. "Kita tidak ada menemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Korban tewas karena sakit demam," aku Kompol Lesman Zendrato, saat dikonfirmasi wartawan.

Dirumah duka dan sewaktu di RS Bhayangkara, Afnidar yang sempat syok ketika diwawancarai wartawan mengaku jika suaminya tewas karena dianiaya sesama tahanan Polsek Percut Sei Tuan.

"Suami ku tewas dianiaya sesama tahanan di Polsek Percut Sei Tuan," terang istri korban. Diungkapkan Afnidar, suaminya yang tewas tersebut didapati sejumlah luka-luka pada bagian tubuh dan kepala. Tidak hanya itu saat diperiksa perut korban berisi baut dan mur.

"Badannya memar, kepala bengkak, ketiaknya habis sulut api rokok, yang nyiksa suami sesama tahanan. Sebelum meninggal, suami saya muntah-muntah darah dan selain darah, ada besi seperti alat gunting kuku yang keluar dari mulutnya," ungkapnya seraya menangis terisak- isak. (Red)

Leave A Reply