INTAIKASUS.COM - Dalam peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada hari ini, 8 Maret 2016, Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Yuniyanti Chuzaifah menyoroti keberadaaan kaum hawa di parlemen.
"Perempuan diberikan hal bermobilitas dan berorganisasi. Budaya politik jangan hanya maskulin saja, yang membuat perempuan sulit bertahan karena rapat hingga larut malam," papar Yuniyanti
Menurutnya, masih banyak perempuan pintar dan berpotensi, termaginalikan dalam berjuang di dunia politik. Iklim demokrasi saat ini masih belum kondusif bagi perempuan, karena untuk bisa menang harus dengan menggunakan modal besar dan juga memiliki hubungan geneologis dengan orang berpengaruh secara politik atau sosial.
"Mereka yang menang harus berjuang berlipat-lipat dengan politik maskulin," ucapnya.
Selain itu, masih sering terdengar isu kekerasan yang sering dialami oleh perempuan. Dia mengatakan isu kekerasan itu terjadi pada ranah personal atau domestik, selain itu juga negara dan komunitas.
Saat ini pemerintah harus membuat Undang-undang Perlindungan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT) supaya perempuan tidak terancam. "PR masih banyak semua lapisan harus bekerja DPR buat UUD Penghapusan kekerasan seksual, UUD Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT)," tutupnya. (Red)