Ilustrasi
INTAIKASUS.COM - Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Mabes Polri, Kombes Umar Surya Fana mengatakan, korban dari jaringan perdagangan TKI Bungawati diperlakukan dengan sadis di Malaysia. Salah korban kepalanya disiram air panas oleh majikannya di Malaysia.
"Salah satu korban yang saya pernah temui itu di Malaysia kepalanya habis disiram pakai air panas dalam keadaan panas ditarik rambutnya. Itu salah satu korban dari Bungawati," kata Umar, Jumat (18/3/2016).
Tak hanya itu, kebanyakan korban yang dijual ke Suriah dan Timur Tengah mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
"Kebanyakan korban dari Bungawati yang ada di Suriah sama di Timur Tengah banyak yang bunuh diri loncat dari apartemen karena enggak tahan. Mereka kerja tidak menggunakan kontrak sama sekali dan paspor juga ditahan. Mau kabur enggak bisa," ujarnya.
Kasus perdagangan tenaga kerja Indonesia (TKI) dengan terdakwa Bungawati sudah disidik Bareskrim Mabes Polri sejak 2013. Bungawati merupakan sindikat perdagangan manusia terbesar di Indonesia dengan korban mencapai 13.000 orang lebih. Kasusnya kini sedang dalam masa persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
"Kasusnya sudah P-21 akhir 2015. Ketika kita menyidik kasus ini, Bungawati ditahan. Tiba-tiba sampai pengadilan dibebaskan dan menjadi tahanan kota. Itulah yang membuat kita kecewa. Semua korban termasuk dari Kemenlu juga kecewa karena Bungawati laporannya sendiri dari kedutaan kita di luar yakni Malaysia dan Timur Tengah," kata Umar di Bareskrim Mabes Polri.
Pada saat proses penyidikan di Bareskrim, Bungawati ditahan. Namun, ketika tengah proses sidang di pengadilan, ia malah menjadi tahanan kota.
Bungawati sudah lima tahun menjalankan sindikat perdagangan TKI. Hingga saat ini Bareskrim masih menunggu korban lainnya muncul. (Net)