INTAIKASUS.COM - Salah seorang siswa Yayasan Pendidikan SMK Insani, inisial WW tidak bisa mengikuti ujian hanya karena tidak bayar uang sekolah padahal orang tuannya sebelum datang kesekolah untuk minta dispensasi supaya anaknya diperbolehkan ujian.
"saya dipulangkan pak, karena sudah 3 bulan tidak bayar uang sekolah. semalam mamak sudah datang kesekolah, tapi aku dipulangkan juga pak". tuturnya dengan nada sedih.
Wakil Ketua DPRD Medan dari Fraksi Demokrat, Burhanuddin Sitepu, ketika diminta tanggapannya terkait seorang murid dipulangkan dan tidak diikutkan ujian hanya persoalan tidak bayar uang sekolah, dengan tegas Burhanuddin mengatakan Sebenarnya tidak diperbolehkan ada sekolah mengeluarkan muridnya hanya karena tidak bayar uang sekolah.
"Tanpa terkecuali swasta atau pun Negeri, harusnya ada toleransi sekolah tersebut, supaya ada kemajuan pendidikan di kota ini, "tegas Burhanuddin, Jumat (4/3/2016).
Disarankannya, kepada orang tua siswa yang menjadi korban kebijakan oleh sekolah supaya di beritahukan secara resmi ke komisi D DPRD Medan. Saran Burhanudin yang juga menjabat Wakil Ketua DPC Demokrat Kota Medan.
Sementara saat dikonfirmasi kepada kepala sekolah yayasan Insani SMK, Elvina melalui telephone seluler ke nomor handphone 08137676XXXX ada nada panggilan tetapi tidak diangkat. Demikian juga saat di sms dengan bunyi mohon konfirmasi terkait adanya info katanya siswa yang tidak bayar sekolah tidak diperbolehkan mengikuti ujian, kira-kira apa dasar sekolah hanya karena tidak bayar uang sekolah lantas tidak memperbolehkan siswa tersebut tidak mengikuti ujian dan dipulangkan dari sekolah, hingga turun berita ini sms tidak ada balasan.
Salah seorang orang tua siswa mengaku bernama M. Malau kepada media ini mengakui bahwa sekolah tersebut memang acapkali setiap siswanya yang tidak bayar uang sekolah dipulangkan dan jika sedang waktu ujian pun tidak diberi kesempatan untuk ikut ujian.
"Baiknya, guru itu harus arif. Jangan hanya main usir, Sanksi tersebut, secara psikis merupakan hukuman moral bagi para siswa,"jelas Malau.
Beberapa siswa yang dipulangkan secara paksa dari sekolah itu bukan hanya inisial WW saja, mereka itu tercatat sebagai murid dari keluarga yang kurang mampu.
"Perlu dipahami bahwa mereka tidak memilih untuk lahir di keluarga yang miskin. Saya harap pihak sekolah memahami ini," ucapnya dengan nada tinggi. (Red)