Ilustrasi
INTAIKASUS.COM - Peredaran Narkoba di Sumatera Utara, bukan hanya melibatkan warga sipil saja yang menggelutinya, tetapi anggota Polri juga malah ikut-ikutan mengedarkan narkoba bahkan menggunakannya.
Dari data yang diperoleh di Humas Polda Sumut, Rabu (20/4/2016) menyebutkan, sejak Operasi Bersinar Toba 2016 berakhir tercatat ada 10 orang personel Polri yang terlibat narkoba. Kemudian di kalangan pelajar tercatat 11 orang, mahasiswa 4 orang, TNI 1 orang, pengangguran 301 orang dan paling banyak adalah para wiraswasta sebanyak 403 orang.
Berikut inisial kesepuluh personel Polri yang terjaring dalam Operasi Bersinar Toba 2016, Aiptu TMH (Sat Sabhara Polres Tapsel), Briptu DMD (Sat Sabhara Polres Batubara), Bripka MR (Ps.Kanit Dikyasa Polres Pakpak Bharat), Brigadir YS (Sat Sabhara Polres Simalungun).
Kemudian Bripka IRV (Direktorat SabharaPolda Sumut), Briptu DSS ( Direktorat Sabhara Polda Sumut), Briptu DAB (Bag Ops Polres Tebing Tinggi), Briptu MS (Polsek Balata, Polres Simalungun), Brigadir SY (Sat Sabhara Polres Humbahas) dan Briptu DAS (Direktorat Lalulintas Polda Sumut). Sedangkan personel TNI Sertu FT (Yon Kompi Markas Yonif 100 Raider Binjai).
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf mengatakan saat ini anggota Polri yang terlibat dalam narkoba sedang dalam proses pemeriksaan di Propam Polda Sumut. "Mereka saat ini masih terus dalam pemeriksaan Propam. Nantinya akan menjalani sidang kode etik. Kalau sanksi dipecat atau tidak tergantung pimpinan," tandasnya singkat. (Red)