Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
Mis Paris Nambing didampingi anaknya yang menjadi korban perampokan sepedamotor, ketika ditemui dikediamannya

INTAIKASUS.COM - Perampokan kendaraan bermesin khususnya roda dua semakin marak di Rantauprapat, Labuhanbatu. Dalam beraksi, pelaku biasanya mengaku dari lembaga pembiayaan/finance.
Riekha (20) warga Simpang Mangga, Kelurahan Bakaranbatu, Kecamatan Rantau Selatan menjadi korban perampokan enam oknum yang  mengaku dari salah-satu perusahaan pembiayaan yang tidak dilengkapi surat resmi.

Kejadian pada Minggu (24/4) sekira pukul 12.00 WIB dibilangan jalan Gelugur Kelurahan Sirandorung Kecamatan Rantau Utara masih segar diingatnya, dimana sepedamotor Yamaha Mio warna hitam Nopol BK 2985 YW diambil paksa oleh enam oknum yang tidak dikenalnya.

Kepada wartawan, Rabu (27/4/2016), korban didampingi ibunya Mis Paris Nambing (40) menceritakan, peristiwa perampokan terjadi ketika siang itu dirinya melintas di jalan sekitaran Pasar Gelugur Rantauprapat.
Tiba-tiba enam oknum mengendarai tiga unit sepedamotor memberhentikan laju keretanya. Setelah tidak punya pilihan lain, Riekha berhenti dipinggir jalan. Setelah itu, dua orang langsung memeganggi keretanya sembari membentak bahwa sepedamotornya bermasalah.

"Dibilang orang itu keretaku bermasalah. Lalu memeriksa nomor mesin dan mereka mengaku dari perusahaan leasing. Karena dipaksa turun, ya akupun ketakutan, karena semua becakap. Akupun akhirnya pulang naik becak," aku Riekha.

Sementara, orangtua korban, Mis Paris Nambing menambahkan, sepedamotor tersebut atas nama adiknya Mahdarita Nambing dan selama ini dirinya yang melakukan pembayaran kesalahsatu perusahaan leasing di Rantauprapat.

Memang diakuinya, mereka masih tertunggak sekitar 7 bulan dari angsuran kredit sepedamotor itu. Kekurangan pembayaranpun terjadi sekitar 1,5 tahun yang lalu.

"Seharusnya, kereta itu sudah lunas sekitar 1,5 tahun lalu, tapi ada tunggakan tujuh bulan. Itu tidak kami bayar karena pihak perusahaan seakan mempermainkan kami," terangnya.

Diceritakan Mis Paris, saat tertunggak 3 bulan iuran, petugas perusahaan menyarankan agar membayarnya. Dikarenakan kondisi keuangan tergendala, mereka hanya mampu sebulan, begitupun petugas tidak menerimanya.

Belakangan, petugas yang menemuinya akhirnya menerima iuran sebulan dari tiga yang tertunggak. Tetapi saat mereka ingin membayar kembali, perusahaan menjelaskan bahwa dirinya sama sekali belum membayar, padahal dia memberikan kwitansi yang dibayarkan sebulan tersebut.

Sejak itulah mereka merasa dipermainkan dan hingga berjalan sekitar 1,5 tahun berlalu. Dia berpendapat, sepedamotor yang diambil saat dikendarai anaknya, merupakan tindakan melawan hukum dan mirip seperti perampokan.

"Anehnya kenapa baru sekarang, padahal sudah lama terjadi. Kalau ditarik, kenapa mereka tidak membawa surat eksekusi dari pengadilan sekaligus petugasnya, parahnya dijalan pula dengan cara paksa. Kita tidak terima ini dan akan melaporkannya," terangnya.

Menanggapi itu, seorang praktisi hukum Haris Nixon Tambunan membeberkan, jika terkait hutang ataupun kredit, itu merupakan kasus perdata. Jika seperti yang dialami Riekha ujarnya, itu merupakan melakukan tindakan perampasan hak seseorang seperti yang diatur pada pasal 365 KUHP.

Selain itu, tindakan ke enam oknum tersebut dapat dikategorikan sebagai perlakuan pemerasan melalui ancaman kekerasan agar barang diserahkan seperti yang tertuang di pasal 368 KUHP.

"Sebaiknya, korban melaporkan peristiwa itu ke Polres Labuhanbatu agar dilakukan tindakan sesuai hukum dan korbanpun kembali mendapatkan haknya," saran Haris Nixon Tambunan.

Sedangkan Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie dimintai tanggapan mengaku akan melakukan penyelidikan dugaan perampokan sepeda motor dengan bermoduskan petugas leasing tersebut.

"Akan kita lidik. Silahkan dilapor bila keberatan, nanti kita lidik. Namun bila tidak ada pidananya, maka akan kami hentikan," tulis AKBP Teguh dalam pesan singkatnya. (Red)
Leave A Reply