Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengaku, bahwa siswi yang diamankan saat konvoi pada Rabu (6/4/2016) tersebut bukanlah anak Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari.

"Barusan saya ditanya oleh Irjen Arman Depari terkait adanya anak sekolah wanita yang dirazia saat konvoi dan mengaku anaknya. Pak Arman Depari menyatakan bahwa setelah melihat Medsos sama sekali tidak mengenali anak tersebut. Ketiga anak pak Arman Depari adalah laki -laki dan semuanya sekolah di Jakarta," jelas Mardiaz.

Mardiaz mengatakan, pihaknya akan mengejar kendaraan tersebut dan akan melakukan pemeriksaan. "Hasil Pemeriksaan akan kita kabarkan," pungkasnya.

Diketahui, tindakan arogan seorang siswi mewarnai aksi konvoi usai Ujian Nasional di Medan. Selain melanggar aturan lalu lintas bersama temannya, siswi tersebut juga mengancam perwira Polantas.

Tindakan arogan itu terjadi di Jalan Sudirman. Saat itu mobil Honda Brio hitam BK 1428 IG melintas dengan pintu belakang terbuka. Mobil yang ditumpangi 7 siswi dengan seragam berlogo SMA Methodist I dihentikan seorang Polwan, Ipda Perida Panjaitan.

Ketika dihentikan, para siswi turun dari mobil dan protes. Mereka tidak senang karena banyak mobil lain yang melanggar aturan, namun hanya mereka yang dihentikan. "Itu ada mobil merah di depan, kenapa cuma kami yang dihentikan," kata mereka.

Polwan dan 2 polantas lain mengatakan akan menindak dan membawa mobil itu ke kantor Satlantas Polresta Medan. Seorang siswi berambut panjang langsung emosi. Siswi itu terus marah dan menunjuk-tunjuk Polantas yang menghentikannya. (Red)

Leave A Reply