Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Maraknya aksi pencurian dan begal dikawasan hukum Polsek Percut Sei Tuan, sangat menghantui para pengguna jalan dan warga. Hal itu dikarenakan, para pelaku yang dikenal sadis serta dipersenjatai sajam (senjata tajam) kerap mengincar.

Seperti yang dialami oleh Rusdi (37) dan istrinya Yusni (27). Kedua Pasangan suami istri (Pasutri) yang tinggal di Jalan Pasar 6, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan ini, terpaksa mendatangi Mapolsek Percut Sei Tuan, karena mengaku dibegal oleh 4 pria, ketika melintas di Jalan Pasar Hitam/Jalan Irian Barat, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Minggu (3/4/2016) dini hari.

"Ini bang, kami mau buat laporan perampokan. Kereta Yamaha Vixion BK 6370 AFM yang kami kendarai, di rampok 4 pria yang mengendarai 2 kereta Suzuki Satria FU," kata Yusni, saat menemani suaminya membuat laporan pengaduan di SPK Polsek Percut Sei Tuan, Senin (4/4) sekira jam 16.00 wib.

Kepada wartawan, Yuni mengaku perampokan yang dialaminya bersama suaminya, ketika hendak pulang ke rumah, usai bepergian dari Tebing menjadi juru masak. "Malam itu kami baru pulang dari Tebing bang, karena kami disana jadi juru masak. Nah, di perjalanan sebelum tiba dirumah kami dibegal," akunya.

Selain kereta, para kawanan begal juga berhasil membawa kabur domper berisi uang kontan senilai Rp 3 juta beserta surat berhaga lainnya. Hal itu dikarenakan, korban parah usai ditempel parang yang ujungnya bengkok ke arah perut korban.

"Awalnya para pelaku memepet kereta kami, lalu mereka turun dari keretanya dan langsung menempelkan Celurit ke perut suamiku. Mereka mengancam agar kami tak berteriak dan melawan. Habis itu, ambil paksa kereta kami dan di rampasnya dompet berisi duit kami," ungkap korban sedih.

Atas kejadian tersebut, korban merasa syok dan sangat terpukul. Pasalnya, hasil kerjanya dua bulan menjadi juru masak ditempat suaminya bekerja yang menjadi kuli bangunan, ludes dibawa kabur kawanan begal.

Selain itu, korban juga berharap kepada pihak kepolisian, sekiranya bisa lebih membuat para pengguna jalan nyaman dengan memberantas para perampok.

"Padahal uang itu, hasil kerja sebagai juru masak selama 2 bulan. Kami 2 bulan sekali baru pulang. Habis semua sudah. Memang dikawasan Pasar Hitam menuju rumah kami, rawan begal dar perampokan bang. Gak ada polisi disana. Makanya begal sering disana beraksi. Setidaknya polisi bisa mengurangi kerawanan rampoklah, walau gak bisa diberantas," beber Rusdi, bapak 3 anak ini, dengan rasa sedih bercampur kesal.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Zendrato, ketika dikonfirmasi terkait rawannya aksi rampok diwilayah hukumnya, mengatakan akan lebih meningkatkan patroli. Mengenai, laporan korban, pihaknya membenarkan prihal laporan tersebut. (Mls)

Leave A Reply