Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Belakangan mencuat isu soal adanya dugaan pengerusakan lingkungan dengan Musibah banjir bandang yang terjadi di objek wisata air terjun Dua Warna, Desa Sirugun, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang . Disebut-sebut, di atas bukit sekitar air terjun Dua Warna terjadi pembalakan kayu liar yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

"Pada tahun 2009, kami sempat melihat adanya kerusakan lingkungan di seputaran kawasan Dua Warna. Saat itu, data yang kami peroleh ada dugaan penebangan kayu liar oleh sejumlah oknum pada saat kami survei Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) Mapala Se-Indonesia," ungkap Pusat Kordinasi Daerah Mahasiswa Pecinta Alam Sumatera Utara (PKD Mapalasu), Eprius Wahid Purba, Senin (16/5/2016) malam.

Eprius mengatakan, setelah menemukan data dan fakta tersebut, sejumlah pecinta alam tidak dapat lagi masuk ke kawasan Dua Warna hingga saat ini. Terlebih, banyak orang-orang yang melakukan pungutan liar.
"Kami mendesak Kementrian Kehutanan dan Dinas Kehutanan Sumatera Utara untuk mengusut adanya dugaan pembalakan kayu liar tersebut. Kami juga berharap, aparat pemerintahan dan polisi bisa menertibkan oknum-oknum yang melakukan pungli di lokasi wisata atas nama pemerintah daerah," ujar Eprius.

Data dilapangan, selama ini  banyak wisatawan yang kerap dipungut biaya dengan nilai bervariasi. Sayangnya, tidak diketahui apakah pungutan itu masuk dalam pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Deliserdang, atau hanya masuk ke kantong-kantong pribadi sejumlah preman.

Meskipun di lokasi itu kerap dipungut biaya, pihak-pihak yang melakukan pengutipan kerap mengabaikan kelestarian lingkungan. Bahkan, tidak adanya pemantauan keamanan terhadap para wisatawan yang kerap merogoh kocek untuk masuk ke kawasan hutan lindung tersebut. (Red)
Leave A Reply