Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
                     Ilustrasi

INTAIKASUS.COM - Setiap menjelang bulan Ramadhan tiba 2 kelompok Pemuda Belawan Lama dan kelompok Pemuda Gudang Arang Kelurahan Belawan saling bentrok menggunakan senjata parang panjang, panah, tombak dan terkadang memakai senapan angin.

Seperti halnya yang terjadi pada hari Minggu dan hari Senin (2/5/2016), dimana kedua kelompok Pemuda yang masih satu Kelurahan Belawan l Kecamatan Medan Belawan ini  kembali bentrok saling lempar batu dan saling memanah,  menggunakan anak panah yang telah dilumuri racun.

Akibat bentrok tersebut, kedua kelompok Pemuda dan warga menjadi resah terutama warga yang bermaksut akan mengebumikan jenah keluarganya, karena mereka bentrok di Jalan Taman Makam  Pahlawan ditengah perkuburan Muslim.

Bentrok kedua kelompok Pemuda ini yaitu antara Gudang Arang dan kelompok Pemuda dari Belawan Lama Kelurahan Belawan l Kecamatan Medan Belawan telah berlangsung bertahun tahun lamanya, sementara untuk mendamaikan kedua kelompok yang bertikai ini Muspika Plus Belawan sudah berupaya semaksimal mungkin malahan dulu sempat memotong 2 ekor lembu untuk perdamaian tersebut.

Karena Muspika Plus Belawan merasa kawatir bentrok kedua kelompok Pemuda ini akan meluas maka petugas Polres Pelabuhan Belawan, Polsekta Medan Belawan, Koramil dan pasukan dari Marinir diturunkan untuk meredam kejadian tersebut.

Kapolsekta Medan Belawan,  Kompol H Kosim Sihombing yang berada dilokasi bentrok pada Senin 02 Mai 2016 petang mengatakan," bentrok kedua kelompok Pemuda yang masih satu Kelurahan ini dipicu masalah sepele dan akibatnya menjadi panjang.

" Untuk meredam aksi bentrok kedua kelompok Pemuda ini Muspika telah minta bantuan kepada pasukan Marinir dan Koramil Belawan dan pasukan yang diterjunkan sebanyak 100 orang, bukan hanya pasukan saja yang ikut dilibatkan tetapi seluruh Kepala Lingkungan yang ada.

" Mudah mudahan kedua kelompok Pemuda ini bisa menahan diri, jangan sampai masyarakat banyak dirugikan atas aksi kedua kelompok ini,"  ungkap H Kosim Sihombing. (Red)
Leave A Reply