Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Aksi brutal para Mahasiswa UMSU saat Proses evakuasi tersangka mahasiswa pembunuh dosen umsu oleh pihak kepolisian sempat menegangkan. Ratusan mahasiswa yang brutal berusaha menghalangi dan menghakimi petugas dan para Jurnalis dari berbagai media cetak, Online, radio dan televisi yang melakukan peliputan. Tak sedikit personil polisi dan wartawan mengalami luka akibat di injak-injak dan di pukul mahasiswa serta dilempari dengan batu koral dan benda tumpul.

Dari pantauan wartawan dilapangan saat melakukan peliputan, Senin (2/5/2016), detik-detik yang menegangkan saat proses evakuasi tersangka inisial RSS mahasiswa yang tega membunuh dosennya sendiri dengan sadis menggunakan senjata tajam di dalam kampus UMSU. Personil polisi yang berusaha mengevakuasi dan menyelamatkan nyawa tersangka dari amukan mahasiswa mendapat perlawanan dari ratusan massa mahasiswa yang sangat brutal.

Tak sedikit personil polisi yang menjadi sasaran kemarahan mahasiswa yang tidak tahu apa tujuan mereka menyerang pihak kepolisian pada saat keluar dari pintu masuk kampus hingga proses evakuasi. Setiap petugas yang datang di hadang dan ada yang diduga sempat menjadi korban penganiayaan mahasiswa.
Melihat kondisi semakin memanas, Kapolresta Medan,  Kombes Mardiaz Kusin Dwihantanto terpaksa mengeluarkan senjata api miliknya. Namun, meski di ancam senjata api, para mahasiswa tidak takut malah kembali menyerang orang nomor satu di Polresta Medan tersebut.

Ironisnya, mahasiswa malah kembali menyerang Kapolresta Medan, beruntung petugas kepolisian yang mengenakan pakaian sipil di bantu sejumlah mahasiswa berhasil menenangkan aksi brutal mahasiswa.
Dalam Insiden tersebut, tak sedikit juga personil polisi mengalami luka akibat terinjak-injak oleh mahasiswa saat proses evakuasi berlangsung, seperti yang dilami kapolresta medan yang mengalami luka di bagian kaki kanan akibat di jepit pagar besi oleh mahasiswa. Selain itu, mobil dinas milik Kapolresta Medan juga ringset di tendang oleh oknum mahasiswa.

Polisi terpaksa mengeluarkan tembakan gas air mata ke udara untuk membubarkan massa mahasiswa yang tak terkendali.

Kejadian yang sama juga di alami para jurnalis media televise, dimana oknum mahasiswa yang tidak ingin peristiwa pembunuhan di ekspos sempat adu mulut dengan wartawan.

Mereka sempat mengusir dan tidak membenarkan wartawan masuk ke areal kampus untuk mengambil gambar. Salah seorang wartawan dari salah satu televisi swasta menjadi korban di injak-injak mahasiswa saat evakuasi berlangsung.

Akibatnya, peralatan wartawan rusak ikut terinjak-injak, saat jurnalis (wartawan) yang ingin menyiarkan secara langsung di lokasi kejadian juga di usir mahasiswa. Meski menegangkan, namun evakuasi berjalan lancar.

Tersangka inisial RSS yang tega membunuh dosennya sendiri berhasil di selamatkan meski kondisi wajahnya babak belur di hajar mahasiswa. (Mls)
Leave A Reply