Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Berbeda dengan Pemprovsu dan anggota DPRD Sumut, meskipun Gubsu non aktif, Gatot Pujo Nugroho,ST berada dalam tahanan KPK di Jakarta namun wakilnya T Erry Nuradi mampu mengendalikan roda pemerintahan.

Sebaliknya setelah ditinggal Ketua DPRD Sumut, H Ajib Syah,  empat pimpinan dewan terkesan tidak mampu meningkatkan citra DPRD Sumut dimata publik, termasuk dikalangan anggota dewan itu sendiri. Gambaran ketidak berwibawaan pimpinan dewan dimata para anggotanya, diantaranya mandulnya Badan Kehormatan Dewan (BKD) dalam menjalankan tugasnya. Akibat mandulnya pimpinan BKD tersebut, kinerja para anggota dewan berjalan sendiri-sendiri.

Menurut pantauan para wartawan yang meliput di DPRD Sumut, banyak anggota dewan yang mangkir dalam mengikuti kegiatan rapat, seperti rapat dengar pendapat (RDP), Rapat paripurna dewan, terutama dalam rapat Badan Musawarah. Kecuali mereka yang tergabung dalam Badan Anggaran (Banggar). Buruknya kinerja sebagian anggota DPRD Sumut ini, diakui oleh Wakil Ketua DPRD Sumut, Ruben Tarigan kepada wartawan, usai menandatangani kesepakatan kerjasama (MoU) antara DPRD Sumut dengan beberapa pimpinan Universitas di Sumut, Senin (23/5/2016).

Sayangnya anggota Penasehat Fraksi PDI-P DPRD Sumut ini dalam penjelasannya yang panjang lebar itu terkesan kurang punya nyali untuk melakukan penindakan terhadap para anggota dewan yang sering mangkir tersebut.

Kurang nyali wakil ketua DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan Deliserdang itu, terlihat dari ucapannya yang menyuruh wartawan untuk memberitakan lebih dahulu siapa-siapa anggota dewan yang sering mangkir. " Kalian tulislah dulu di koran kalian, siapa-siapa mereka-mereka yang sering mangkir menurut pengamatan kalian" katanya kepada wartawan. Dari hasil pemberitaan wartawan itu, katanya baru akan ditindaklanjuti dan sanksi apa yang akan diberikan kepada para anggota dewan.

Mendengar ucapannya itu, sebagian wartawan agak terperangah. Ketika ucapannya itu diteruskan kepada wartawan yang tidak ikut mendengarkan penjelasan Ruben Tarigan, mereka mengatakan pimpinan dewan mau enaknya saja, " Itukan tanggungjawab dan kewibawaan pimpinan dewan, masak kita mau dijadikan bumper" kata beberapa wartawan yang saat itu banyak berkumpul di ruang Komisi E.

Mereka mengatakan, sejak ditinggal Ajib Syah, terkesan empat pimpinan dewan kurang berwibawa, terutama hal itu sangat terlihat ketika meminpin rapat paripurna dewan. Mereka umumnya gerogi ketika ada interupsi dari para anggota dewan. Akibat intrupsi tersebut tidak jarang terjadi kesalahan,seperti yang dilakukan Zulkifli Efendi Siregar dalam memimpin rapat paripurna belum lama ini. Lagu kebangsaan Indonesia raya baru dikumandangkan setelah adanya interupsi dari anggota dewan, Sutrisno Pangaribuan. Padahal sebelumnya acara sudah dimulai.

Selain malas datang, banyak para anggota dewan yang mengikuti kegiatan RDP, tidak tahu apa yang mau ditanyanya kepada counterpart yang diundang. Mereka lebih memilih diam. Seperti misalnya di Komisi A, B dan E. Padahal rekan-rekan mereka tidak jarang terlibat adu argumentasi yang panas, seperti misalnya yang diperlihatkan, Janter Sirait, Eveready Sitorus, maupun Guntur Manurung. Ketiga anggota dewan Komisi E ini sangat gigih dalam memperjuangkan nasib para pekerja, terutama yang berkaitan dengan masih diabaikannya hak normatif para pekerja, misalnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. (Red)
Leave A Reply