Ilustrasi
INTAIKASUS.COM - Terkait kasus pemerkosaan yang menimpa siswi Sekolah Dasar (SD) yang dilakukan dua pemuda dikawasan semak-semak di Sunggal hingga saat ini petugas Polsek Sunggal masih memburu pelakunya.
Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Nur Istiono ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa pemerkosaan menimpa siswi SD. Saat ini pihaknya masih memburu pelakunya. "Benar ada laporan orangtua korban dan kita masih melakukan pengejaran kepada dua pelaku, dan untuk ciri cirinya kita masih kembangkan " ujarnya singkat.
Kepada polisi, orang tua Santi menceritakan kalau peristiwa tragis menimpa anaknya, sebut saja Santi terjadi pada Sabtu (14/05/2016) di lokasi semak-semak di lokasi kawasan Sunggal. Dimana pada saat itu Santi baru saja pulang sekolah jalan kaki menuju rumahnya di Jalan Serayu, Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Kab Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut).
Saat menuju rumahnya, Santi tiba-tiba diberhentikan oleh dua pemuda naik sepeda motor.Santi lalu dibujuk dan diajak dengan alasan untuk diantar pulang. Lantaran tak kenal Santi pun enggan diantar. Lantas pelaku menawarkan uang Rp 25 ribu dengan dalih agar Santi ikut dengan mereka. Tapi Santi tetap menolaknya. Habis akal, lalu kedua pria itu lantas mengancam akan membunuh Santi jika terus menolak. Karena takut dibunuh, Santi akhirnya ikut bersama mereka.
Dibawah ancaman pelaku,selanjutnya korban yang masih dibawah umur tersebut dipaksa dibawa ke semak-semak yang jauh dari pemukiman warga. Disana Santi ditelanjangi lalu diperkosa secara bergantian. Usai diperkosa Santi pun diantar pulang oleh kedua pelaku. Sampai dirumah, Santi pun menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya dan melaporkannya ke kantor polisi.
Mendengar pengakuan Santi sontak saja orangtuanya kaget dan langsung melaporkan kasus tersebut ke Polsek Sunggal.Sedangkan korban hingga saat ini masih mengalami trauma berat akibat kejadian menimpa dirinya.
"Entahlah bang, kami kena musibah anak kami diperkosa orang, kasian kali dia hancur sudah masa depanya, jangan lagi abang tambah beban nya,"ujar ibu Santi sembari menutup pintu rumahnya.
Sejumlah warga setempat berharap agar pelakunya cepat ketangkap polisi. "Kami kasian melihat keluarganya udah bapaknya tukang bangunan anak diperkosa pula, kita sebagai warga sini berharap polisi segera menangkap pelakunya dan menghukumnya,"pungkas Waluyo yang merupakan salah satu tetangga korban, Jumat (20/05/2016) malam. ( Red)